Anda di halaman 1dari 39

LAPORAN PRAKTIKUM ERGONOMI

PETA KERJA TANGAN KANAN KIRI

Oleh :
Nama Anggota : Faishal Nur Huda (0516040093)
Ilmi Amalia S. (0516040101)
M. Bagus Baskara P. (0516040105)
Kelas : K3-4D
Kelompok :1

TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA


POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA
2018
BAB 1

1.1 Latar Belakang


Di dalam menjalankan suatu kegiatan produksi barang atau jasa, sering
kali ditemukan aktivitas/ gerakan-gerakan kerja yang sifatnya tidak produktif.
Aktivitas atau metode kerja yang tidak efisien perlu dieliminir supaya kita bisa
mendapatkan waktu operasi penyelasaian pekerjaan yang lebih singkat dan hasil
yang diperoleh optimal. Berdasarkan keadaan tersebut maka perlu dilakukan suatu
analisa untuk mencari, mengembangkan dan menerapkan metode kerja yang lebih
efektif dan efisien.

Peta-peta untuk menganalisa kerja keseluruhan merupakan peta yang bisa


mengungkapkan keadaan nyata suatu proses secara keseluruhan yang kemudian
bisa digunakan sebagai alat untuk menganalisa proses kerja yang berlangsung.
Sedikit berbeda dengan peta-peta analisa kerja sebelumnya, maka peta kerja
untuk menganalisa kegiatan yang dilaksanakan dalam satu stasiun kerja yang akan
digunakan untuk menganalisa dan memperbaiki proses kerja yang ada dalam
suatu stasiun kerja, sehingga tercapai suatu keadaan ideal untuk kegiatan
tersebut, ada 3 macam peta-peta kerja guna menganalisa kerja setempat, yaitu :

1. Peta Pekerja dan Mesin ( man and machine process chart )

2. Peta Kelompok Kerja ( gang process chart )

3. Peta Tangan Kanan dan Tangan Kiri (Right And Left Process Chart)

Elemen therblig adalah penggolongan elemen kerja ke dalam beberapa


kelompok elemen, yang diperkenalkan pertama kali oleh Gilbert. Elemen therblig ini
berkaitan dengan pembuatan peta tangan kanan dan tangan kiri. Peta tangan kiri -
tangan kanan adalah peta kerja setempat yang bermanfaat untuk menganalisis gerakan
tangan operator dalam melakukan pekerjaan yang bersifat manual. Peta ini akan
menggambarkan semua kegiatan ataupun delay yang terjadi yang dilakukan oleh
tangan kanan maupun tangan kiri secara detail sesuai dengan eiemen therblig yang
membentuk gerakan tersebut.

Pada peta kerja kali ini kami akan menganalisa video tentang perakitan
tamiya. Nantinya kami akan menganalisa elemen apa saja yang dilakukan oleh tangan
kanan dan tangan kiri. Setelah itu akan diketahui apakah ada time delay pada
perakitan stopkontak tersebut atau tidak.

Oleh karena itu diadakan praktikum peta kerja kanan kiri yang bertujuan agar
kita mampu membuat peta kerja tangan kanan dan tangan kiri, menghitung waktu
standart, waktu standart line dan output standart. Selain itu agar kita sebagai calon
ahli K3 dapat merancang metode kerja baru yang lebih sistematis dan efisien.

1.2 Tujuan Praktikum

1. Mampu membuat dan mem-breakdown elemen kerja


2. Mampu membuat peta tangan kanan dan tangan kiri
3. Mampu menghitung waktu standart, waktu standart line dan output standar.
4. Mampu merancang metode kerja baru yang lebih sistematis dan efisien
5. Memahami dan mampu melakukan perhitungan keseimbangan lintasan terhadap
metode kerja baru untuk memperbaiki waktu produksi

1.3 Rumusan Masalah


Rumusan masalah dari praktikum ini adalah :
1. Bagaimana cara membuat dan mem-breakdown elemen kerja?
2. Bagaimana membuat peta tangan kanan dan tangan kiri?
3. Bagaimana cara menghitung waktu standart, waktu standart line dan output
standar pada perakitan tamiya?
4. Bagaimana cara merancang metode kerja baru yang lebih sistematis dan efisien?
5. Bagaimana cara memahami dan melakukan perhitungan keseimbangan lintasan
terhadap metode kerja baru untuk memperbaiki waktu produksi?
BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Prinsip-Prinsip Ekonomi Gerakan

Prinsip ini dapat digunakan untuk menganalisa gerakan-gerakan kerja


setempat yang terjadi dalam sebuah stasiun kerja dan bisa juga untuk kegiatan-
kegiatan kerja yang berlangsung secara menyeluruh dari satu stasiun kerja ke stasiun
kerja lainnya.

1. Prinsip ekonomi gerakan dihubungkan dengan penggunaan badan anggota tubuh


manusia :
 Manusia memiliki kondisi fisik dan struktur tubuh yang memberi keterbatasan
dalam melaksanakan gerakan kerja
 Bila mungkin kedua tangan harus memulai dan menyelessaikan gerakannya dalam
waktu yang bersamaan
 Kedua tangan jangan menganggur pada saat yang bersamaan
 Gerakan tangan harus simetris dan berlawanan arah
 Untuk menyelesaikan pekerjaan, hanya bagian-bagian tubuh yang memang
diperlukan sajalah yang bekerja agar tidak terjadi penghamburan tenaga
 Hindari gerakan patah-patah karena akan cepat menimbulkan kelelahan
 Pekerjaan harus diatur sedemikian rupa sehingga gerak mata terbatas pada bidang
yang menyenangkan tanpa perlu sering mengubah fokus
2. Prinsip ekonomi gerakan dihubungkan dengan tempat kerja berlangsung
 Tempat-tempat tertentu yang tak sering dipindah-pindah harus disediakan untuk
semua alat dan bahan sehingga dapat menimbulkan kebiasaan tetap (gerak rutin)
Letakkan bahan dan peralatan pada jarak yang dapat dengan mudah dan nyaman
dicapai pekerja sehingga mengurangi usaha mencari-cari
 Tata letak bahan dan peralatan kerja diatur sedemikian rupa sehingga
memungkinkan urut-urutan gerakan yang terbaik
 Tinggi tempat kerja (mesin, meja kerja) harus sesuai dengan ukuran tubuh
manusia sehingga pekerja dapat melaksanakan kegiatannya dengan mudah dan
nyaman
 Kondisi ruangan pekerja seperti penerangan, temperatur, kebersihan, ventilasi
udara, dan lain-lain harus diperhatikan benar-benar sehingga dapat diperoleh area
kerja yang lebih baik
3. Prinsip ekonomi gerakan dihubungkan dengan desain peralatan kerja yang
dipergunakan
 Kurangi sebanyak mungkin pekerjaan manual apabila hal tersebut dapat
dilaksanakan dengan peralatan kerja
 Usahakan menggunakan peralatan kerja yang dapat melaksanakan berbagai
macam kerja sekaligus
 Siapkan dan letakkan semua peralatan kerja pada posisi tepat dan cepat untuk
memudahkan pemakaian atau pengambilan pada saat diperlukan tanpa harus
bersusah payah mencari-cari
 Jika tiap jari melakukan gerakan tertentu, maka beban untuk masing-masing jari
tersebut harus dibagi seimbang sesuai energi dan kekuatan yang dimiliki oleh
masing-masing jari

[Ergonomi Studi Gerak dan Waktu, Teknik Analisis untuk Peningkatan Produktivitas
Kerja (Th 2003, p101-103)]

2.2 Pengertian dan jenis peta kerja

Peta kerja adalah suatu alat yang mengambarkan kegiatan kerja secara
sistematis dan jelas, (biasanya kerja produksi). Lewat peta-peta ini kita bisa melihat
semua langkah atau kejadian yang dialami oleh suatu benda kerja dari mulai masuk ke
pabrik (berbentuk bahan baku) kemudian mengambarkan semua langkah yang
dialaminya, seperti transportasi, operasi mesin , pemeriksaan dan perakitan,sampai
akhirnya menjadi produk jadi, baik produk lengkap, atau merupakan bagian dari
produk lengkap. (Sutalaksana, 2006).

Menurut Wignjosoebroto (1995), pada dasarnya peta kerja dapat dibagi dalam
dua kelompok besar berdasarkan kegiatannya, yaitu:

a) Peta-peta kerja yang digunakan untuk menganalisis kegiatan kerja keseluruhan,


apabila kegiatan kerja melibatkan sebagian besar atau semua fasilitas yang diperlukan
untuk membuat produk yang bersangkutan. Yang termasuk kelompok kegiatan kerja
keseluruhan adalah:
• Peta Proses Operasi

• Peta Aliran Proses

• Peta Proses Kelompok Kerja

• Diagram Aliran

b) Peta-peta kerja yang digunakan untuk menganalisis kegiatan kerja setempat, apabila
kegiatan tersebut terjadi dalam suatu stasiun kerja yang biasanya hanya melibatkan
orang dan fasilitas dalam jumlah terbatas. Yang termasuk kelompok kegiatan kerja
setempat:

• Peta Kerja dan Mesin

• Peta Tangan Kiri dan Tanagan Kanan

2.3 Peta Tangan Kanan dan Kiri

Peta tangan kiri dan tangan kanan merupakan suatu alat dari studi gerakan
untuk menemukan gerakan-gerakan yang efisien, yaitu gerakan-gerakan yang
diperlukan untuk melaksanakan suatu pekerjaan. Peta ini menggambarkan semua
gerakan-gerakan saat bekerja dan waktu menganggur yang dilakukan oleh tangan kiri
dan tangan kanan, juga menunjukkan perbandingan antara tugas yang dibebankan
pada tangan kiri dan tangan kanan ketika melakukan suatu pekerjaan. Dalam
membuat peta operator akan lebih efektif kalau hanya 8 elemen gerakan Therbligh
berikut ini yang digunakan, yaitu Reach (RE), Use (U), Grasp (G), Release (RL),
Move (M), Delay (D), Position (P), Hold (H).

2.3.1 Kegunaan Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan

Peta tangan kiri dan tangan kanan berguna untuk memperbaiki suatu stasiun
kerja, sebagaimana peta-peta yang lain, peta ini pun mempunyai kegunaan yang lebih
khusus. Adapun kegunaan dari peta tangan kiri dan tangan kanan, yaitu diantaranya:

a. Menyeimbangkan gerakan kedua tangan dan mengurangi kelelahan.


b. Menghilangkan atau mengurangi gerakan-gerakan yang tidak efisien dan tidak
produktif, sehingga tentunya akan mempersingkat waktu kerja.
c. Sebagai alat untuk menganalisa tata letak stasiun kerja.
d. Sebagai alat untuk melatih pekerjaan baru, dengan cara kerja yang ideal.

Peta ini menggambarkan semua gerakan saat bekerja dan waktu menganggur
yang dilakukan oleh tangan kiri dan tangan kanan, juga menunjukkan perbandingan
antara tugas yang dibebankan pada tangan kiri dan tangan kanan ketika melakukan
suatu pekerjaan.

2.4 Gerakan-gerakan Therbligs

Bila kita mengamati suatu pekerjaan yang sedang berlangsung hal yang sudah
pasti terlihat adalah gerakan-gerakan yang membentuk kerja tersebut.Untuk
mempermudah penganalisaan terhadap gerakan–gerakan yang akan dipelajari perlu
dikenal terlebih dahulu gerakan–gerakan dasar yang membentuk kerja tersebut. Guna
melaksanakan maksud ini, maka Frank dan Lilian Gilberth telah berhasil menciptakan
symbol/kode dari gerakan–gerakan dasar kerja yang dikenal dengan nama
THERBLIG (dieja dari nama Frank dan Lilian Gilberth secara terbalik). Meskipun
Frank dan Lilian Gilberth telah menyatakan bahwa gerakan-gerakan kerja manusia
dilaksanakan dengan mengikuti 17 elemen dasar Therblig dan/atau kombinasi dari
elemen-elemen Therblig tersebut, akan tetapi didalam membuat peta operator akan
lebih efektif kalau hanya 8 elemen gerakan Therblig berikut ini yang digunakan.
·
Secara garis besar masing - masing gerakan Therblig dapat didefinisikan
sebagai berikut (Wignjosoebroto, 2006)

1. Mencari (Search)

Mencari adalah elemen dasar gerakan pekerja untuk menentukan lokasi


suatu obyek. Gerakan dimulai pada saat mata bergerak mencari obyek dan
berakhir jika obyek telah ditemukan. Mencari ini termasuk dalam gerakan
Therblig yang tidak efektif. Untuk mengurangi atau menghilangkan elemen
kegiatan ini maka ada beberapa hal yang harus dilaksanakan :

a. Mengetahui ciri - ciri obyek yang akan diambil.

b. Mengatur tata letak area kerja sehingga mampu mengurangi proses


mencari.

c. Pencahayaan yang sesuai dengan persyaratan ergonomis.


d. Usahakan merancang tempat obyek yang tembus pandang (transparan).

2. Memilih (Select)

Memilih merupakan elemen gerakan Therblig untuk menemukan atau


memilih suatu obyek di antara dua atau lebih obyek lainnya yang sama.
Memilih ini termasuk dalam elemen gerakan Therblig yang tidak efektif.
Untuk dapat menghilangkan elemen gerakan ini maka beberapa hal yang
harus dilaksanakan adalah :

a. Obyek - obyek yang berbeda ditempatkan pada tempat yang terpisah.

b. Obyek yang digunakan harus sudah standart, sehingga dapat


dipertukarkan antara yang satu dengan yang lain.

c. Mempergunakan suatu tempat material yang mampu mengatur posisi


obyek sedemikian rupa sehingga tidak menyulitkan pada saat mengambil
tanpa harus memilih.

3. Memegang (Grasp).

Memegang adalah elemen gerakan tangan yang dilakukan dengan menutup


jari-jari tangan obyek yang dikehendaki dalam suatu operasi kerja.
Memegang adalah elemen Therblig yang diklasifikasikan sebagai elemen
gerakan efektif yang biasanya tidak bisa dihilangkan tetapi dalam beberapa
hal dapat diperbaiki. Untuk memperbaiki elemen gerak ini dapat digunakan:

a. Mengusahakan agar beberapa obyek dapat dipegang secara bersamaan.

b. Obyek diletakan secara teratur sehingga pemegangan obyek dapat


dilaksanakan lebih mudah dibandingkan dengan letak obyek yang
berserakan.
c. Menggunakan peralatan yang dapat mengganti fungsi tangan untuk
memegang sehingga dapat mengurangi gerakan anggota badan yang pada
akhirnya dapat memperlambat datangnya kelelahan.
4. Menjangkau (Reach)
Menjangkau adalah elemen gerakan Therblig yang menggambarkan gerakan
tangan berpindah tempat tanpa beban atau hambatan (resistance) baik
gerakan yang menuju atau menjauhi obyek. Gerakan ini diklasifikasikan
sebagai elemen Therblig yang efektif dan sulit untuk dihilangkan secara
keseluruhan dari suatu siklus kerja. Meskipun demikian gerakan ini dapat
diperbaiki dengan memperpendek jarak jangkauan serta memberikan lokasi
yang tetap untuk obyek yang harus dicapai selama siklus kerja berlangsung.

5. Memegang untuk Memakai (Hold).

Elemen ini terjadi jika elemen memegang obyek tanpa menggerakan obyek
tersebut. Elemen memegang untuk memakai adalah elemen kerja yang
efektif yang bisa dihilangkan dengan memakai alat bantu untuk memegang
obyek.

4. Melepas (Release Load).

Elemen ini terjadi pada saat operator melepaskan kembali terhadap obyek

yang dipegang sebelumnya. Elemen gerak melepas termasuk elemen therblig


yang efektif yang bisa diperbaiki. Elemen kegiatan ini dapat diperbaiki
dengan cara :

a. Mengusahakan kegiatan ini dapat dilaksanakan sekaligus dengan elemen


gerakan membawa.

b. Mendesign tempat untuk melepas obyek sedemikian rupa sehingga


elemen melepas dapat dilaksanakan secara singkat.

c. Mengusahakan agar setelah melepas posisi tangan langsung berada pada


kondisi kerja untuk elemen berikutnya.

7. Mengarahkan (Position).

Mengarahkan adalah elemen gerakan therblig yang terdiri dari


menempatkan obyek pada lokasi yang dituju secara tepat. Elemen gerak ini
termasuk Therblig yang tidak efektif, sehingga untuk itu harus diusahakan
untuk dihilangkan. Waktu untuk mengarahkan dapat diefisiensikan dengan
mempergunakan alat bantu.
8. Mengarahkan Awal (Pre-Position).

Mengarahkan awal adalah elemen gerakan efektif Therblig yang


mengarahkan obyek ke suatu tempat sementara sehingga pada saat kerja
mengarahkan obyek benar-benar dilakukan maka obyek tersebut dengan
mudah dapat dipegang dan dibawa ke arah tujuan yang dikehendaki.

9. Memeriksa (Inspect).

Elemen ini termasuk dalam langkah kerja untuk menjamin bahwa obyek
telah memenuhi persyaratan kualitas yang ditetapkan. Elemen ini termasuk
elemen Therblig yang tidak efektif . Usaha-usaha yang dapat dilakukan
untuk menghindari elemen gerakan ini adalah :

a. Mengabungkan elemen gerakan memeriksa dengan kegiatan yang lain.

b. Mempergunakan peralatan inspeksi yang mampu melakukan inspeksi


untuk beberapa obyek sekaligus.

c. Penambah faktor pencahayaan terutama untuk obyek - obyek yang kecil.

10. Merakit (Assembly).

Merakit adalah elemen gerakan Therblig untuk menghubungkan dua obyek


atau lebih menjadi satu kesatuan. Elemen ini merupakan elemen Therblig
yang efektif yang tidak dapat dihilangkan sama sekali tetapi dapat
diperbaiki.

11. Mengurai Rakit (Disassembly).

Disini dilakukan gerakan memisahkan atau mengurai dua obyek tergabung


satu menjadi obyek-obyek yang terpisah. Ini termasuk gerakan therbligh
yang efektif.

12. Memakai (Use).

Memakai adalah elemen gerakan efektif Therblig dimana salah satu atau
kedua tangan digunakan untuk memakai/mengontrol suatu alat untuk
tujuan-tujuan tertentu selama kerja berlangsung.
13. Kelambatan yang Tidak Terhindarkan (Unavoidable Delay).

Kondisi ini diakibatkan oleh hal-hal diluar kontrol dari operator dan
merupakan interupsi terhadap proses kerja yang sedang berlangsung. Ini
termasuk gerakan therbligh yang tidak efektif.

14. Kelambatan yang Dapat Dihindarkan (Avoidable Delay).

Kegiatan ini menunjukan situasi yang tidak produktif yang dilakukan oleh
operator sehingga perbaikan/penanggulangan yang perlu dilakukan lebih
ditujukan kepada operator sendiri tanpa harus merubah proses kerja lainnya.
Ini termasuk gerakan therbligh yang tidak efektif.

15. Merencanakan (Plan).

Elemen ini merupakan proses mental dimana operator berhenti sejenak


bekerja dan memikir untuk mentukan tindakan-tindakan apa yang harus
dilakukan. Ini termasuk gerakan therbligh yang tidak efektif.

16. Istirahat untuk Menghilangkan Lelah (Rest to Overcome Fatigue).

Elemen ini tidak terjadi pada setiap siklus kerja akan tetapi
berlangsung secara periodik. Ini termasuk gerakan therbligh yang tidak
efektif.

Meskipun Frank dan Lilian Gilberth telah menyatakan bahwa


gerakan – gerakan kerja manusia dilaksanakan dengan mengikuti 17 elemen
dasar Therblig kombinasi dari elemen – elemen Therblig tersebut, dalam
membuat peta operator lebih efektif jika hanya 8 elemen gerakan Therblig
berikut ini yang digunakan, yaitu:

1. Elemen menjangkau - Reach (RE)

2. Elemen memegang - Grasp (G)

3. Elemen membawa - Move (M)

4. Elemen mengarahkan - Position (P)

5. Elemen menggunakan - Use (U)


6. Elemen melepas - Release (RL)

7. Elemen menganggur - Delay (D)

8. Elemen memegang untuk memakai - Hold (H)

Gagasan mengefektifkan penerapan Therblig muncul dari seorang


konsultan “Methods Engineering” ternama dari Jepang, yaitu Mr. Shigeo
Shingo. Ia mengklasifikasikan Therblig yang telah dibuat oleh Gilbreth
menjadi 4 kelompok yakni sebagai berikut

a. Kelompok gerakan utama


Elemen-elemen gerakan yang bersifat memberi nilai tambah termasuk di
dalamnya, yaitu assemble, disassemble dan use.
b. Kelompok gerakan penunjang
Elemen-elemen gerakan yang kurang memberikan nilai tambah, namun
diperlukan. Terdiri dari elemen gerakan reach, grasp, move dan released load.
c. Kelompok gerakan pembantu
Elemen-elemen gerakan yang tidak memberikan nilai tambah dan
memungkinkan untuk dihilangkan. Elemen-elemen gerakan yang termasuk di
dalamnya, yaitu search, select, position, hold, inspection dan pre-position.
d. Kelompok gerakan luar
Elemen-elemen gerakan yang sama sekali tidak memberikan nilai tambah,
sehingga sedapat mungkin dihilangkan. Terdiri dari elemen gerakan rest to
overcome fatigue, plan, unavoidable delay dan avoidable delay.
2.5 Pengukuran waktu kerja tak langsung : MTM dan MOST
A. Metode time measurement (MTM)
Pengukuran Waktu Metoda (Methods-Time Measurement) adalah
suatu sistem penetapan awal waktu baku yang dikembangkan berdasarkan
studi gambar gerakan-gerakan kerja dari suatu operasi kerja industri yang
direkam dalam film.

Sistem ini didefenisikan sebagai suatu prosedur untuk menganalisa


setiap operasi atau metoda kerja (manual operation) ke dalam gerakan-
gerakan dasar yang diperlukan untuk melaksanakan kerja tersebut, dab
kemudian menetapkan stantard waktu dari masing-masing gerakan
tersebut berdasarkan ,acam gerakan dan kondisi-kondisi kerja masing-
masing yang ada.

The data for the development of MTM was obtained from motion
pictures (using mechanical cameras) of skilled workers performing a wide
range of motions.
Each motion was separately defined and tabulated for setting the
standard times, MTM was accepted as a standard method in many
countries all over the world
MTM-1 – the basic MTM module
Basic time unit: TMU = time Measurement Unit
1 TMU = 0.00001 hour
= 0.0006 min
= 0.036 sec
Elemen dasar
 Reach (R): move the hand or finger to a destination – affected by
the length of the motion and the type of reach
 Move (M): transport an object to a destination – affected by length
of a motion, the weight of the object and the type of move
 Grasp (G): secure sufficient control on one or more objects with
the fingers or hand in order to permit the performance of the next
required motion – affected by the size shape and location of the
object
 Position (P): align, orient, and engage object with another object
(when only minor motions required) – affected by the ease of
handling, symmetry and the amount of pressure required for
insertion
 Release (RL): relinquish control of an object by the fingers or hand
 Disengage (D): break contact between one object to another –
affected by the amount of effort required
 Turn (T): the motion employed to turn the hand, either empty or
loaded, by a movement that rotates the hand, wrist, and forearm
about the long axis of the forearm – affected by the degree of
rotation and by the weight of the object
Apply pressure (AP)
Eye Travel (ET): considered only when the eyes must direct the hand or
the body movements (includes eye focus and eye travel time) – affected by
the distance between the travel points and the distance between the eye to
the line of travel
Body leg and foot motion (BMF): other motions which are associated with
the body and legs (walking, standing, bending etc.)
B. MOST
Atau lebih sederhana dikatakan sebagai perpindahan objek. Dalam metode
MOST objek dipindahkan menurut dua cara

 Diambil dan dipindahkan secara bebas

 Diambil dan digerakkan dengan menggeser diatas permukaan


benda lain

Untuk tiap tipe kegiatan bisa terjadi urutan gerakan yang berbeda-beda.
Oleh sebab itu dilakukan pemisahan model urutan kegiatan dalam metode
MOST.

Pemisahan model urutan gerakan ini dibedakan atas 3 urutan gerakan yang
ketiga-tiganya menggambarkan kerja manual.

1. Urutan Gerakan Umum (The general move sequence).

2. Urutan gerakan terkendali (The controlled move sequence).

3. Urutan gerakan memakai alat (The tool use sequence).


Urutan Gerakan Umum (The general move sequence).

• Pemindahan objek secara manual dari satu tempat ke tempat lain


secara bebas.

• Dengan urutan kegiatan dalam gerakan umum :

– A : jarak gerakan (action distance), terutama dalam arah


horizontal

– B : gerakan badan (body motion), terutama dalam arah vertikal

– G : proses pengendalian (gain control)

– P: penempatan (place)

Urutan gerakan terkendali (The controlled move sequence).

• A meliputi semua gerakan atau perpindahan jari, tangan, kaki,


dengan dengan pembebanan atau tidak.

• B gerakan badan

• G semua gerakan manual yang dilakukan untuk mendapatkan


pengendalian objek dan juga gerak melepaskan pengendalian.

• P meluruskan objek, mengurut objek, sebelum pengendalian objek


dilepaskan

Urutan gerakan memakai alat (The tool use sequence).

 A meliputi semua gerakan atau perpindahan jari, tangan, kaki,


dengan dengan pembebanan atau tidak.

 B gerakan badan

 G semua gerakan manual yang dilakukan untuk mendapatkan


pengendalian objek dan juga gerak melepaskan pengendalian.

 P meluruskan objek, mengurut objek, sebelum pengendalian objek


dilepaskan.
2.6 Perhitungan Waktu standar , waktu standart line dan output
standart
2.6.1 Perhitungan waktu standart
Dalam penyelesaian suatu operasi kerja diperoleh
hubungan antara waktu baku (standart time), normal time dan
allowance. Dimana untuk mendapatkan waktu baku (standart
time) sama dengan normal time ditambahkan dengan allowance
time yang merupakan prosentase dari waktu normal. Dengan
demikian dapat diperoleh persamaan

Standart time = normal time + (normal time x %


allowance) …………(1) Atau Standart time = normal time x
100% .

100% x %allowance
Rumus (1) merupakan rumus secara umum lebih banyak
dipakai menghitung waktu baku, meskipun sebenarnya rumus
tersebut kurang teliti bilamana dibandingkan dengan rumus (2).
Sebagai contoh :

Bila ditetapkan allowance sebesar 5% maka untuk 1 shift


kerja (8 jam/hari) hal ini akan setara dengan 24 menit. Dengan
demikian waktu kerja efektif (working time) adalah = 480 menit –
24 menit = 456 menit. Jika dimisalkan waktu normal sebesar 0,88
menit/unit produk, maka untuk 456 menit waktu kerja efektif yang
tersedia per hari pekerja akan mampu menghasilkan 456/0,88 =
518 unit output (produk). Kaena allowance time perlu dimasukkan
juga kedalam unsure waktu standart, dengan demikian waktu baku
(standart) untuk menghasilkan 1 unit produk dalam hal ini bisa
dihitung sebagai 480/518 = 0.926 menit/unit produk.

2.6.2 Perhitungan waktu standart line

WS Line = Waktu terlama departemen yang bersifat paralel


(departemen 1 dan 2) + waktu departemen yang
bersifat seri (departemen 2)
Jika WS lama < WS baru, cek metode baru, berarti perlu diperbaiki

Menghitung Output standart :

OS = 1 1

WSLine

Bandingkan juga OS lama dan OS baru, ideal : OS baru > OS


lama

(Modul Ajar Praktikum Ergonomi)


2.6.3 Perhitungan Output Standart

Output standard mempunyai hubungan yang berlawanan


dengan waktu standard, sehingga dapat dinyatakan

Output standard (Os) = 1/Ws dimana Ws adalah Waktu standard

2.7 Line Balancing

a. Waktu Menganggur (Idle Time)

Idle time adalah selisih atau perbedaan antara Cycle Time (CT) dan
Stasiun Time (ST), atau CT dikurangi ST. (Baroto, 2002).

Keterangan:

n = Jumlah stasiun kerja

Ws = Waktu stasiun kerja terbesar

Wi =Waktu sebenarnya pada stasiun kerja

i = 1,2,3,…,n

b. Keseimbangan Waktu Senggang (Balance Delay)

Balance Delay merupakan ukuran dari ketidakefisienan lintasan


yang dihasilkan dari waktu mengganggur sebenarnya yang
disebabkan karena pengalokasian yang kurang sempurna di antara
stasiun-stasiun kerja. Balance Delay dapat dirumuskan sebagai
berikut (Baroto, 2002):

Keterangan:

D = Balance Delay (%)

n = Jumlah stasiun kerja

C = Waktu siklus terbesar dalam stasiun kerja

∑ti = Jumlah semua waktu operasi

ti = Waktu operasi

c. Efisiensi Stasiun Kerja

Efisiensi stasiun kerja merupakan rasio antara waktu operasi tiap


stasiun kerja (Wi) dan waktu operasi stasiun kerja terbesar (Ws).
Efisiensi stasiun kerja dapat dirumuskan sebagai berikut (Nasution,
1999):

d. Efisiensi Lintasan Produksi (Line Efficiency)

Line Efficiency merupakan rasio dari total waktu stasiun kerja


dibagi dengan siklus dikalikan jumlah stasiun kerja (Baroto, 2002)
atau jumlah efisiensi stasiun kerja dibagi jumlah stasiun kerja
(Nasution, 1999).

Line Efficiency dapat dirumuskan sebagai berikut:

Keterangan:

STi = Waktu stasiun kerja dari ke-i

K = Jumlah stasiun kerja

CT = Waktu siklus

e. Smoothest Indeks

Smoothet Indeks merupakan indeks yang menunjukkan kelancaran


relatif dari penyeimbangan lini perakitan tertentu.
Keterangan:

ST max = Maksimum waktu di stasiun

STi = Waktu stasiun di stasiun kerja i

f. Work Station

Work Station merupakan tempat pada lini perakitan di mana proses


perakitan dilakukan. Setelah menentukan interval waktu siklus,
maka jumlah stasiun kerja yang efisien dapat ditetapkan dengan
rumus (Baroto, 2002):

Keterangan:

ti =Waktu operasi (elemen)

C = Waktu siklus stasiun kerja

Kmin = Jumlah stasiun kerja minimal.

Waktu siklus adalah interval waktu antara masuknya


material dengan material kedua ke dalam line produksi.
Menghitung waktu siklus :

Tc = Max (waktu departemen 1,2) + waktu departemen 3

- Balance delay mengindikasikan jumlah waktu yang


hilang dikarenakan proses balancing yang tidak sempurna.
Balance delay dihitung dengan rumus :

Dimana :

W : jumlah pekerja, karena dalam 1 dept hanya ada 1


pekerja, maka jumlah pekerja sama dengan jumlah departemen

Tmax : Maksimum waktu departemen (waktu departemen yang


terbesar)

Tek : jumlah waktu proses semua operasi kerja

d : balance delay (dalam persen)


- Perhitungan Waktu Standart Line

WS Line = Waktu terlama departemen yang bersifat paralel


(departemen 1 dan 2) + waktu departemen yang bersifat seri
(departemen 2)

Jika WS lama < WS baru, cek metode baru, berarti perlu diperbaiki

Menghitung Output standart :

Bandingkan juga OS lama dan OS baru, ideal : OS baru > OS lama

2.8 Prinsip-prinsip pembuatan jobsheet dan pem-breakdown-nan


elemen kerja

Menurut Sritomo (1995), Waktu baku yang ditetapkan untuk suatu


operasi hanya bisa diaplikasikan dan berlaku untuk operasi-operasi
yang sama prosedurnya, sehingga suatu deskripsi yang lengkap dan
detail dari metode kerja yang digunakan harus pula dicatat dalam
lembar pengamatan yang ada. Umumnya dalam pelaksanaan
pengukuran kerja dilakukan terlebih dahulu membagi operasi menjadi
elemen-elemen kerja dan mengukur elemen-elemen kerja tersebut atau
yang biasa disebut dengan pem-breakdown-an. Pemecahan operasi
menjadi elemen dilakukan dengan alasan-alasan sebagai berikut:

 Cara terbaik untuk menggambarkan suatu operasi adalah


dengan membagi kedalam elemen-elemen kerja yang lebih
detail dan mampu untuk diukur dengan mudah secara
terpisah. Awal dan akhir dari elemen-elemen harus dapat
diindikasikan secara jelas sehingga dapat mempermudah
pengukuran / pencatatan waktunya
 Besarnya waktu baku dapat ditetapkan berdasarkan elemen-
elemen pekerjaan yang ada. Dengan mengetahui waktu baku
(waktu standard) untuk elemen-elemen kerja, maka
kemungkinan untuk menetapkan total waktu baku untuk suatu
operasi kerja
 Dapat menganalisa waktu-waktu yang berlebihan untuk tiap-
tiap elemen yang ada atau waktu yang terlalu singkat untuk
elemen kerja yang lain. Demikian juga analisa yang dibuat
untuk suatu elemen kerja bisa dilihat adanya perbedaan kecil
dari metoda kerja yang diaplikasikan yang mana hal ini tidak
akan terlibat dengan mudah jika dilakukan analisa studi untuk
operasi secara keseluruhan
 Seorang operator bisa jadi akan bekerja pada tempo yag
berbeda-beda setiap siklus kerja berlangsung. Dengan
membagi ke dalam elemen-elemen kerja maka performance
rating untuk setiap elemen kerja ini akan bisa diaplikasikan.
Terdapat tiga aturan yang harus diikuti untuk membagi
suatu operasi kerja ke dalam elemen-elemen kerja yaitu
sebagai berikut :

 Elemen – elemen kerja dibuat sedetail dan sependek mungkin


akan tetapi masih mudah untuk diukur waktunya dengan
teliti.

 Handling time seperti loading dan unloading harus dipisahkan
dari mschining time. Handling ini biasanya merupakan
pekerjaan-pekerjaan yang dilaksanakan secara manual oleh
operator dan aktivitas pengukuran kerja mutlak
berkonsentrasi disini karena nantinya akan bersangkut paut
dengan masalah performance rating.

 Elemen-elemen kerja yang konstan harus dipisahkan dengan
elemen kerja yang variable. Elemen kerja yang konstan
adalah elemen-elemen yang bebas dari pengaruh ukuran,
berat, panjang, ataupun bentuk dari kerja yang dibuat




BAB 3
METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1 Peralatan yang Digunakan

Peralatan yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut:

1. Video perakitan tamiya


2. Observation sheet
3. Tabel gerakan therbligs
3.2 Prosedur Pelaksanaan Praktikum

Prosedur pelaksanaan praktikum ini adalah sebagai berikut :


1. Pada praktikum ini setiap kelompok menunjuk satu orang anggota
kelompoknya untuk melakukan perakitan tamiya.
2. Proses perakitan divideo dari awal sampai akhir perakitan.
3. Setelah selesai merakit, video perakitan diasistensikan kepada dosen.
4. Video yang telah diasistensi kemudian dibuat peta tangan kanan dan
kirinya dengan cara mengamati setiap gerakan yang dilakukan tangan
melalui video.
5. Membuat laporan resmi peta tangan kanan dan kiri berdasarkan hasil
pengamatan.
BAB 4
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
4.1 Data Hasil Praktikum
Berikut ini adalah hasil peta kerja tangan kanan dan tangan kiri pada
proses perakitan tamiya yang dapat dilihat pada Tabel 4.1 :
Tabel 4.1 Peta Kerja Tangan Kanan dan Tangan Kiri Pada Proses Perakitan Tamiya
Tangan Kanan Tangan Kiri
No No
Kegiatan Jenis Waktu Kegiatan Jenis waktu
1 Tangan bebas Del 1 Rea 1
2 mengambil baut 1 Rea
1 1 Mengambil kerangka tamiya Gra 1
Gra
Mov 1 Mov 1
3 mengambil bumper depan Rea
Gra 2
Mov
Pos
2
Rl
4 Memposisikan baut 1 Mov 2
Pos 3
Rl 2
5 mengambil obeng Rea 1 2 Menahan kerangka tamiya Hold 121
Gra 2
Mov 1
6 membaut (baut 1) bumper depan dengan obeng Pos 1
Use 10
Mov 1
7 mengambil baut 2 Rea
1
Gra
Mov 1
Pos 7
Rl 1
8 membaut (baut 2) bumper depan dengan obeng Mov 1
Pos 1
Use 16
Mov 2
9 mengambil bumper belakang Rea 2
Gra 1
Mov 3
Pos 3
Rl 1
10 mengambil baut 3 Rea 1
Gra 2
Mov 1
Pos 4
11 membaut (baut 3) bumper belakang dengan obeng Mov 1
Pos 1
Use 10
Mov 1
12 mengambil baut 4 Rea 1
Gra 2
Mov 1
Pos 7
13 membaut (baut 4) bumper belakang dengan obeng Mov 1
Pos 1
Use 20
menaruh obeng Mov 1 Mov 1
3 Meletakkan kerangka tamiya
Hol 2 Rl 1
Mov 1
Rl 1
14 mengambil kerangka dinamo Rea
Gra
2
Mov
Rl
15 memasang tembaga 1 Rea
1
Gra
Mov 1
Pos 2
4 Memegang kerangka dinamo Hold 28
Rl 1
16 memasang tembaga 2 Rea
2
Gra
Mov 1
Pos 3
Rl 1
17 mengambil dinamo Rea 1
Gra 1
Mov 1
16 memasang dinamo di kerangka dinamo Pos 6
Mov 1
Hol 2
17 memasang dinamo di bodi tamiya Mov 2
Pos 3 Rl 1
Rl 1 Rea 1
18 mengambil poros penghubung Rea 5 Mengambil kerangka tamiya Gra 1
1
Gra Mov 1
Mov 1
19 memasang poros penghubung Pos 7
Rl 1
20 mengambil gear kuning Rea 1
Gra
1
Mov
Rl 1
21 mengambil gear pink 1 Rea 1
Gra 1 6 Menahan kerangka tamiya Hold 92
Mov 1
Rl 1
22 mengambil roda kanan belakang Rea 1
Gra 1
Mov 1
Pos 6
Rl 1
23 mengambil roda kiri belakang Rea 1
Gra
Mov 1
Pos 3
Rl 1
24 mengambil gear biru Rea
1
Gra
Mov 2
25 memasang gear biru Pos 8
Mov 2
Pos 12
Rl 1
26 mengambil penutup poros belakang Rea
1
Gra
Mov 1
Pos 4
Rl 1
27 mengambil tembaga depan Rea
1
Gra
Mov 1
Pos 1
Rl 1
28 mengambil tuas peng-ON/OFF tamiya Rea 1
Gra 1
Mov 1
Pos 1
Rl 1
29 mengambil gear pink 2 Rea 1
Gra 1
Mov 1
Rl 1
30 mengambil roda kanan depan Rea 1
Gra 1
Mov 1
Pos 8
31 memegang bodi Hol 3
Rl 1 Rl 1
32 mengambil penutup poros depan Rea Rea 1
1
Gra Gra 1
7 Mengambil ban tamiya
Mov 1 Mov 1
Pos 9 Use 2
Rl 2
33 memasang Baterai 1 Rea
1
Gra
Mov 1
8 Memegang kerangka tamiya Hold 142
Pos 4
Rl 2
34 memasang Baterai 2 Rea
1
Gra
Mov 1
Pos 1
Rl 1
35 mengambil pengunci baterai Rea
1
Gra
Mov 1
Pos 4
Use 1
Rl 1
36 mengambil penutup body Rea
1
Gra
Mov 1
Pos 1
Use 1
Rl 1
37 mengambil pengunci body Rea
Gra 1
Mov
Pos 3
Use 1
Rl 1
38 membalik body tamiya Rea
1
Gra
Pos 1
Rl 1
39 mengambil roller 1 dan baut 1 Rea 1
Gra 4
Mov 1
Pos 3
Rl 1
40 memasang roller 1 dengan mur 1 Rea
1
Gra
Mov 1
Pos 8
Use 2
Rl 1
41 mengambil roller 2 dan baut 2 Rea 1
Gra 1
Mov 1
Pos 3
Rl 1
42 memasang roller 2 dengan mur 2 Rea 1
Gra 2
Mov 1
Pos 10
Use 2
Rl 1
43 memutar body tamiya Gra 1
Pos
44 mengambil roller 3 dan baut 3 Rea 1
Gra 2
Mov 1
Pos 3
Rl 1
45 memasang roller 3 dengan mur 3 Rea
1
Gra
Mov 1
Pos 13
Use 2
Rl 1
46 mengambil roller 4 dan baut 4 Rea 1
Gra 1
Mov 2
Pos 3
Rl 1
47 memasang roller 4 dengan mur 4 Rea
1
Gra
Mov 1
Pos 7
Use 2
Rl 1
48 menaruh tamiya Gra 1
Mov 1
Rl 1 Rl 1
Jumlah 399.00 Jumlah 399

4.2 Presentase Setiap Elemen Kerja Berdasarkan Jumlah Gerakan

Kanan Kiri
1. Reach : 37 1. Reach :3
2. Grasp : 39 2. Grasp :3
3. Move : 49 3. Move :4
4. Position : 39 4. Position :-
5. Use :11 5. Use :1
6. Release : 36 6. Release :4
7. Delay :1 7. Delay :-
8. Hold :3 8. Hold :4
Kanan

1. Reach :

2. Grasp :

3. Move :

4. Position :

5. Use :

6. Release :

7. Delay :

8. Hold :

Kiri

1. Reach :

2. Grasp :

3. Move :

4. Position :

5. Use :

6. Release :

7. Delay :

8. Hold :
4.3 Presentase Setiap Elemen Kerja Berdasarkan Jumlah Waktu Tiap
Gerakan
Kanan Kiri
1. Reach : 27,1 detik 1. Reach : 3 detik
2. Grasp : 35,9 2. Grasp : 3 detik
3. Move : 57,3 3. Move : 4 detik
4. Position : 166,5 detik 4. Position :-
5. Use : 67 detik 5. Use : 2 detik
6. Release : 38,5 detik 6. Release : 4 detik
7. Delay : 1 detik 7. Delay :-
8. Hold : 7 detik 8. Hold : 383 detik

 Kanan

1. Reach :

2. Grasp :

3. Move :

4. Position :

5. Use :

6. Release :

7. Delay :

8. Hold :

 Kiri

1. Reach :

2. Grasp :

3. Move :
4. Position :

5. Use :

6. Release :

7. Delay :

8. Hold :

4.3 Pembahasan
Dari proses perakitan tamiya dengan menggunakan peta kerja tangan
kanan dan tangan kiri tersebut, diperlukan waktu 399 detik atau 6 menit 39
detik untuk melakukan perakitan 1 tamiya. Dilihat dari peta kerja tangan
kanan dan kiri dan dari penghitungan presentase tiap elemen kerja
berdasarkan jumlah waktu tiap gerakan tersebut, dapat diketahui bahwa
mayoritas pekerjaan dilakukan dengan menggunakan tangan kanan, dan
tangan kiri lebih banyak melakukan pekerjaan menahan (Hold), terbukti
dari 390 detik total melakukan Hold, tangan kanan hanya melakukan 1,7%
(7 detik) dari pekerjaan hold dan tangan kiri melakukan 98,2% (383 detik).
Hal ini tidak sesuai dengan prinsip ekonomi gerakan karena kedua tangan
tidak dimanfaatkan untuk bekerja secara maksimal dan gerakan tangan kiri
kebanyakan hanya hold. Mayoritas dalam kegiatan perakitan tamiya ini,
menggunakan elemen gerakan Therblig antara lain RE (reach), G (grasp),
M (move), P (position), H (hold), U (use) dan RL (release). Dimana
elemen gerakan H mayoritas dilakukan oleh tangan kiri, sedangkan lainnya
dilakukan mayoritas tangan kanan. Jika tangan kiri dapat melakukan
beberapa gerakan seperti RE, G, P dsb. Maka prinsip ekonomi gerakan
akan dapat terpenuhi yaitu kedua tangan dapat dimanfaatkan semaksimal
mungkin.
Berdasarkan proses perakitan tamiya tersebut, dapat dilakukan
evaluasi dengan cara mengeleminasi pekerjaan yang seharusnya dapat
dilakukan dengan kiri tanpa memindah-mindah benda dari tangan kanan
ke tangan kiri, atau dengan menambah alat untuk menahan benda kerja
agar tangan kiri dapat melakukan pekerjaan lain selain menahan (Hold).
Evaluasi dapat dilakukan saat melakukan pekerjaan membaut bumper
depan dan belakang yang dilakukan dengan tangan kanan, terdapat 4
proses dalam membaut bumper dengan obeng. Dari 4 proses tersebut
waktu terlama yang dibutuhkan yaitu 20 detik dan terpendek 10 detik.
Jadi, sebenarnya kegiatan membaut bumper dengan obeng dapat dilakukan
hanya dengan waktu 10 detik. Sehingga, jika kegiatan membaut bumper
semuanya dilakukan selama 10 detik, maka dapat mempersingkat durasi
perakitan tamiya.
Kemudian evaluasi yang dapat dilakukan yaitu saat melakukan
pekerjaan memasang roller dengan mur. Dalam pekerjaan ini terdapat 4
proses, dengan waktu terlama dalam memposisikan dan memasang roller
selama 15 detik dan terpendek dengan waktu detik 9. Jadi sebenarnya
kegiatan memasang roller dengan mur dapat dilakukan dengan waktu 9
detik, sehingga jika memasang roller semua dilakukan selama 9 detik,
maka dapat mempersingkat durasi perakitan tamiya.
Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan, durasi dari proses
perakitan tamiya dapat dipangkas 26 detik sehingga proses perakitan
tamiya dapat dilakukan selama 6 menit 13 detik. Hal ini menunjukkan
bahwa waktu perakitan dapat dipangkas 6,51 % dari durasi awal perakitan
sebelum dievaluasi.
BAB 5
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum peta kerja tangan kanan
dan tangan kiri adalah sebagai berikut :
1. Elemen kerja yang digunakan pada proses perakitan tamiya antara lain : R
(reach), G (grasp), M (move), P (position), U (use), RL (release) dan H
(hold).
2. Peta kerja tangan kanan dan tangan kiri yang belum dievaluasi yang dapat
dilihat pada Tabel 4.1 menunjukkan bahwa terdapat beberapa hal yang
dapat dievaluasi seperti evaluasi tangan kanan yang banyak melakukan
gerakan mengambil yang kemudian dipindahkan ke tangan kiri dimana
sebenarnya dapat dilakukan langsung oleh tangan kiri, evaluasi kegiatan
membaut bumper dengan obeng dan memasang roller dengan mur dapat
dipersingkat durasinya sehingga perakitan tamiya dapat lebih cepat.
3. Dengan menggunakan peta kerja tangan kanan dan tangan kiri setelah
evaluasi, maka didapat waktu perakitan tamiya sebesar 6 menit 13 detik.
Dimana waktu tersebut lebih cepat 26 detik daripada waktu perakitan
tamiya sebelum dievaluasi (waktu yang diperlukan untuk perakitan tamiya
sebelum dievaluasi sebesar 6 menit 39 detik).

5.2 Saran
Saran dari praktikum kali ini sebagai berikut :

a. Sebelum divideo, hendaknya latihan dengan benar untuk merakit


tamiya terlebih dahulu agar lancar saat pengambilan video.
DAFTAR PUSTAKA

Wignjosoebroto, Sritomo. 1995. Ergonomi, Studi Gerak dan Waktu. Surabaya:


Guna Widya.

Wignjosoebroto, 1995. “Ergonomi, Studi Gerak dan Waktu: Teknik Analisis untuk
Peningkatan Produktivitas Kerja”. Jakarta: Penerbit Guna Widya.

Sutalaksana, I.Z. 1979. Teknik Tata Cara Kerja. Laboratorium Tata Cara Kerja
dan Ergonomi Dept. Teknik Industri- ITB.

Nurmianto, 2004.” ERGONOMI Konsep Dasar dan Aplikasinya”, Jakarta : PT.


GunaWidya.

Anda mungkin juga menyukai