Anda di halaman 1dari 22

PENGELOLAAN ALAT BERAT

TRAKTOR DAN BULLDOZER

Disusun Oleh;

DIAN PRATIWI NEMAS 1309025004


PAISAL RAMADHANUR 1309025046
DEDY SUPRAYETNO 1309025044
WILLIAM ANDREAS 1309025033
BAYU PERSAWAN 1309025003
INDAH FITRIA 1309025032
TEDDY ARIYADI. S 1309025028
KHONI EKA PRATIWI 1309025029
EKA WIJAYANTO AR

S1 TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MULAWARMAN
SAMARINDA
2014
DAFTAR ISI

I. ISI
A. DEFINISI, GUNA, DAN JENIS TRAKTOR ............................................ 1
B. FAKTOR PEMILIHAN TRAKTOR DAN SISTEM KONTROL .......... 4
C. DEFINISI DAN JENIS BULLDOZER .......................................................5
D. PRODUKTIVITAS BULLDOZER ............................................................ 8
E. BIAYA KEPEMILIKAN ALAT ................................................................. 9
F. BIAYA PENGOPERASIAN ALAT BERAT ……………………………. 13
G. CONTOH SOAL ......................................................................................... 15

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................... 20


I. ISI

1. Definisi, Guna, dan Jenis Traktor

Traktor adalah alat/mesin penarik beban yang bersumber daya mekanis.


Traktor merupakan kendaraan yang didesain secara spesifik untuk keperluan traksi tinggi
pada kecepatan rendah, atau untuk menarik trailer atau implemen yang digunakan dalam
pertanian atau konstruksi.

Kata traktor diambil dari bahasa Latin, trahere yang berarti "menarik". Ada juga yang
mengatakan traktor merupakan gabungan dari kata traction motor, yaitu motor yang menarik.
Awalnya dipakai untuk mempersingkat penjelasan "suatu mesin atau kendaraan yang
menarik gerbong atau bajak, untuk menggantikan istilah "mesin penarik" (traction engine). Di
Inggris, Irlandia, Australia, India, Spanyol, Argentina, dan Jerman, kata "traktor" umumnya
berarti "traktor pertanian", dan penggunaan kata traktor yang merujuk pada jenis kendaraan
lain sangat jarang. Di Kanada dan Amerika Serikat, kata "traktor" juga berarti truk semi-
trailer.

Dari asal katanya, traktor berarti alat penghela. Memang fungsi utama traktor ialah
untuk menghela sesuatu. Itulah sebabnya semua traktor tentu pada bagian belakangnya
dilengkapi dengan sambungan untuk tempat menggandeng alat yang akan dihela tersebut.
Pengertian traktor ialah kendaraan bermesin yang khusus dirancang untuk menjadi penghela.
Dari sejarahnya, traktor memang dirancang awalnya untuk mengganti hewan hela dengan
mesin yang lebih kuat.

Istilah traktor dikenal dari sumber yang berbeda-beda. Menurut kamus Oxford, kata ini
telah digunakan pada tahun 1890, sedangkan pada motor baker internal istilah traktor
diiklankan di pasaran pada tahun 1906. Sejak 1920 sejarah traktor pertanian berkembang
dalam hal tenaga dan efisiensinya dan ditemukannya mekanisme untuk meningkatkan
kegunaan traktor dengan ditemukannya system PTO. Penggunaan system penyambungan dan
penggandengan secara resmi dilakukan pada tahun 1950. Sedangkan pada tahun 1960-an,
berkembang system hidrolik yang terdapat pada stir, rem dan pertukaran gigi traktor.

1
Pada saat ini traktor digunakan untuk berbagai keperluan. Fungsi utama traktor ialah
untuk menghela sesuatu. Penggunaan yang paling banyak ialah untuk pengolahan tanah,
karena memang pekerjaan pengolahan tanah adalah pekerjaan pertanian yang relatif
membutuhkan daya yang besar dibanding pekerjaan lainnya. Selain itu traktor juga digunakan
untuk penanaman, untuk pemeliharan tanaman, untuk memutar pompa irigasi, untuk pemanen
(dengan memasang pisau reaper), untuk memutar perontok padi, serta untuk pengangkutan,
mulai dari bibit, pupuk, peralatan, sampai hasil pertanian. Traktor juga digunakan pada
pekerjaan konstruksi

Klasifikasi traktor dibedakan menjadi tiga macam, yaitu berdasarkan kegunaan, jenis
roda penggeraknya, dan daya penggeraknya.

A. Traktor Berdasarkan Kegunaannya


a. General purpose tractor
b. Special purpose tractor. Kedudukan poros roda (ground clearance) tinggi, jarak roda
kiri dan kanan (wheel base) dapat diatur
c. Industrial tractor. Ukuran roda depan dan belakang sama atau hampir sama dan
bergandan ganda
d. Plantation tractor. Dibuat dengan konstruksi pusat titik berat rendah sehingga dapat
digunakan pada lahan yang mempunyai kemiringan tinggi. Berdaya besar dan
dilengkapi dengan pelindung (atap)
e. Garden tractor. Disebut juga traktor kebun yang dirancang untuk pekerjaan-
pekerjaan ringan (misalnya pertanian kecil atau pemangkas rumput). Mempunyai
daya yang relatif kecil (± 12,5 HP)

B. Traktor berdasarkan jenis roda penggeraknya

1. Traktor roda rantai/kelabang (crawler tractor)


 Standard crawler tractor. Traktor ini mempunyai ground preassure (tekanan ke tanah)
yang kecil (0,8kg/cm2), sehingga kemungkinan traktor terbenam ke dalam tanah kecil.
𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑇𝑟𝑎𝑘𝑡𝑜𝑟 (𝑘𝑔)
o Ground Preassure (GP) = 𝐿𝑢𝑎𝑠 𝐾𝑜𝑛𝑡𝑎𝑘 𝐵𝑎𝑛 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑇𝑎𝑛𝑎ℎ (𝑐𝑚2)

2
o Sering digunakan untuk meratakan atau menimbun tanah pada pekerjaan
pembukaan hutan
 Low Ground Preassure Tractor (LGP). Traktor ini digunakan pada tanah yang agak
lembab. GP-nya sebesar 0,6 kg/cm2
 Swam Crawler Tractor. Traktor jenis ini mempunyai GP sebesar 0,5 kg/cm2. Sehingga
traktor jenis ini mampu digunakan di rawa-rawa.
 Extra Swam Crawler Tractor. GP sebesar 0,25 kg/cm2, dapat digunakan pada tanah
yang sangat lembek/basah
 Special Application Crawler Tractor. Digunakan untuk menarik peralatan pertanian
yang berat

Crawler tractor digunakan bila dibutuhkan gesekan yang besar antara roda dan
permukaan tanah untuk mendapatkan tenaga yang maksimum (tidak slip) pada waktu traktor
bekerja, misalnya: menggusur tanah, menarik scraper, menarik beban muatan, dan sebagainya.
Karena menghasilkan tenaga besar maka kecepatannya rendah : 10-12 km/jam

2. Traktor Roda Karet (Wheel Tractor)


 Single Axle. Traktor ini mempunyai satu poros roda (dua roda) sering disebut dengan
traktor tangan dan dayanya kurang dari 12,5 HP
 Double Axle
 Three cycle tractor (traktor roda tiga). Roda depan terdiri dari satu roda atau dua
roda yang dipasang secara berhimpitan dan roda belakang dua buah
 Four wheel tractor (traktor roda empat). Traktor ini mempunyai empat roda yang
masing-masing dua pada poros depan dan dua pada poros belakang

Wheel tractor digunakan untuk mendapatkan kecepatan yang lebih besar, sehingga
tenaga tariknya menjadi lebih kecil, kecepatannya bisa mencapai 45 km/jam

Perbandingan antara traktor roda dua dan roda empat :

 Traktor roda dua: Kemungkinan gear yang lebih besar, Traksi lebih besar karena
seluruh berat diterima pada dua roda, Tahanann gelinding lebih kecil, dan
Pemeliharaan ban lebih sedikit

3
 Traktor roda empat: Lebih comfortable untuk dikemudikan, Pada jalan kerja yang lebih
buruk lebih stabil, Kecepatan bisa lebih tinggi, dan Dapat bekerja sendiri jika dilepas
unit trailnya

Perbedaan umum Crawler tractor dan Wheel tractor


Crawler Tractor Wheel Tractor
Tenaga tarik lebih besar Tenaga tarik lebih kecil
Kecepatan relative rendah Kecepatan lebih tinggi
Ground contact lebih besar Ground contact lebih kecil
Daoat bekerja pada kondisi tanah yang Sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah di
buruk lap
Kemungkinan slip kecil Ada kemungkinan slip

C. Traktor berdasarkan daya penggeraknya:


 Traktor mikro, <17 tenaga kuda (horsepower)
 Traktor mini, 17-29 hp
 Traktor sedang, 29-60 hp
 Traktor besar, 60-107 hp
 Traktor sangat besar, >107 hp

2. Faktor Pemilihan Traktor dan Sistem Kontrol

Pemilihan alat berat dilakukan pada tahap perencanaan, dimana jenis, jumlah, dan
kapasitas alat merupakan faktor-faktor penentu. Tidak setiap alat berat dapat dipakai untuk
setiap proyek konstruksi. Prinsip kerja alat ini mengubah energi mesin menjadi energi
mekanik. Oleh karena itu pemilihan alat berat yang tepat sangat diperlukan. Apabila terjadi
kesalahan dalam pemilihan alat berat maka akan terjadi keterlambatan dalam pelaksanaan,
biaya proyek membengkak, dan hasil yang tidak sesuai dengan rencana.

Dalam pemilihan alat berat, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan sehingga
kesalahan dalam pemilihan alat dapat dihindari. Faktor-faktor tersebut antara lain:

4
1. Fungsi yang harus dilaksanakan. Alat berat dikelompokkan berdasarkan fungsinya,
seperti untuk menggali, mengangkut, meratakan permukaan, dll.
2. Kapasitas peralatan. Pemilihan alat berat didasarkan pada volume total atau berat
material yang harus diangkut atau dikerjakan. Kapasitas alat yang dipilih harus sesuai
sehingga pekerjaan dapat diselesaikan pada waktu yang telah ditentukan.
3. Cara operasi. Alat berat dipilih berdasarkan arah (horizontal maupun vertical) dan jarak
gerakan, kecepatan, frekuensi gerakan, dll
4. Pembatasan dari metode yang dipakai. Pembatasan yang mempengaruhi pemilihan alat
berat antara lain pengaturan lalu lintas, biaya dan pembongkaran. Selain itu metode
konstruksi yang dipakai dapat membuat pemilihan alat dapat berubah.
5. Ekonomi. Selain biaya investasi atau biaya sewa peralatan, biaya operasi dan
pemeliharaan merupakan factor penting dalam pemilihan alat berat.
6. Jenis proyek. Ada beberapa jenis proyek yang umumnya menggunakan alat berat.
Proyek tersebut antara lain proyek gedung, pelabuhan, jalan, jembatan, irigasi,
pembukaan hutan, dam, dll.
7. Lokasi proyek. Lokasi proyek juga merupakan hal lain yang perlu diperhatikan dalam
pemilihan alat berat. Sebagai contoh lokasi proyek didataran tinggi memerlukan alat
berat yang berbeda dengan lokasi proyek didataran rendah.
8. Jenis dan daya dukung tannah. Jenis tanah dilokasi proyek dan jenis material yang akan
dikerjakan dapat mempengaruhi alat berat yang akan dipakai. Tanah dapat dalam
kondisi padat, lepas, keras atau lembek.
9. Kondisi lapangan. Kondisi dengan medan yang sulit dan medan yang baik merupakan
factor lain yang mempengaruhi pemilihan alat berat.

3. Definisi dan Jenis Buldozer

Bulldozer adalah salah satu alat berat yang mempunyai roda rantai (track shoe) untuk
pekerjaan serbaguna yang memiliki kemampuan traksi yang tinggi, biasa digunakan untuk
menggali, mendorong, menggusur, meratakan, menarik beban, menimbun dan lain-lain.
Mampu beroperasi di daerah yang lunak sampai keras, dengan swamp dozer untuk daerah

5
yang sangat lunak dan didaerah yang sangat keras perlu dibantu dengan ripper (alat garuk)
atau blasting (peledakan dengan tujuan pemecahan pada ukuran tertentu).

Jenis pekerjaan yang biasanya menggunakan dozer atau bulldozer adalah :

1. Mengupas top soil dan pembersihan lahan dari pepohonan


2. Pembukaan jalan baru
3. Pemindahan material pada jarak pendek sampai dengan 100 m
4. Membantu mengisi material pada scraper
5. Mengisi kembali saluran
6. Membersihkan quarry

Ada dua fungsi utama dari pisau, yaitu mendorong material ke depan (drifting) dan
mendorong material ke samping (side casting). Permukaan pisau umumnya melengkung
sehingga material bergerak berputar saat didorong. Pisau dihubungkan dan dikendalikan pada
traktor oleh 2 pasang double hydraulic cylinder. Pasangan pertama bekerja untuk mengatur
tata letak muka pisau sehingga kedalaman penggalian dapat diatur. Sedangkan pasangan yang
kedua bekerja untuk menaikkan dan menurunkan pisau.

Ada beberapa macam jenis pisau yang dipasangkan pada dozer. Pemilihan jenisnya
bergantung pada jenis pekerjaan yang akan dilakukan. Jenis yang umum dipakai adalah:

 Universal Blade (U-Blade)

Blade ini dilengkapi dengan sayap yang bertujuan meningkatkan produktivitas. Sayap
ini akan membuat bulldozer mendorong/membawa muatan lebihbanyak, karena
memungkinkan kehilangan muatan lebih kecil.Kebanyakan blade tipe ini dipakai untuk
pekerjaan reklamasi tanah, pekerjaan penyediaan bahan (stock pilling) dan lain-lain.

6
 Straight Blade ( S –Blade)

Blade jenis ini sangat cocok untuk berbagai kondisi medan, blade ini merupakan
modifikasi dari U-blade. Banyak digunakan untuk mendorong material cohesive, penggalian
struktur dan penimbunan. Dengan memiringkan blade dapat berfungsi untuk menggali tanah
keras. Manuver blade jenis ini lebih mudah dan dapat menangani material dengan mudah.

 Angling Blade (A –Blade)

Blade dengan posisi lurus dan menyudut, juga dibuat untuk :

• Pembuangan kesamping (side casting).


• Pembukaan jalan (pioneering roads).
• Penggalian saluran (cutting ditches).
• Sangat efektif untuk pekerjaan side hill cut atau back filling

 Cushion Blade ( C –Blade)

Blade tipe ini dilengkapi dengan rubber cushion (bantalan karet) untuk meredam
tumbukan. Selain untuk push dozing, blade juga dipakai untuk pemeliharaan jalan dan
pekerjaan dozing yang lain. Lebar C-blade memungkinkan peningkatan manuver.

7
Selain perlengkapan standar Bulldozer ini juga memiliki beberapa peralatan tambahan
seperti: Pisau garuk, Garu batuan, Pembajak akar, Pemotong pohon jenis V, Kanopi pelindung
operator, Roda pencacah, Kap pelindung untuk pekerjaan berat dsb.

 Blade Untuk Material Ringan.

Alat ini didesain untuk pekerjaan material non-kohesif yang lebih ringan. Contohnya seperti
stock pile dari tanah lepas/gembur.

4. Produktivitas Buldozer

Produktifitas dozer sangat bergantung pada ukuran blade, ukuran traktor dan jarak
tempuh. Perhitungan produktivitas ditentukan dari volume yang dipindahkan dalam 1 siklus
dan dalam 1 jam pegoperasian.

a. Kapasitas blade

Kapasitas blade dapat dicari dari data pada table atau melalui perhitungan. Rumus
dari kapasitas blade (dalam lcm) adalah:

8
𝑊𝐻𝐿
𝑉𝐿 =
2

Nilai W = 1,5 sampai 1,67 (satuan dalam meter) untuk sudut α antara 30-33º

b. Waktu Siklus

Pengisian blade umumnya dilakukan pada 40-50 ft (13-17 m) pertama dari jarak
tempuh. Pada saat kembali, blade dalam keadaan kosong. Waktu angkut dan kembali
bulldozer dapat ditentukan dari jarak dibagi kecepatan untuk setiap variable. Perhitungan
waktu siklus juga ditentukan oleh suatu waktu yang konsisten (fixed time) yang merupakan
waktu yang dibutuhkan bulldozer untuk mempercepat dan memperlambat laju kendaraan. FT
pada umumnya berkisar antara 0,10-0,15 menit. Waktu yang diperlukan oleh dozer untuk
melakukan 1 siklus adalah:

CT= FT + HT + RT

CT = Waktu yang diperlukan dozer untuk melakukan 1 siklus


FT = Waktu tetap alat
HT = Waktu pada saat pengisian
RT = Waktu pada saat kembali
Produktivitas maksimum buldozer dapat dihitung dengan rumus:

60
𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑡𝑖𝑣𝑖𝑡𝑎𝑠 = 𝑉𝑙 𝑥 𝑥 𝑒𝑓𝑖𝑠𝑖𝑒𝑛𝑠𝑖
𝐶𝑇

5. Perhitungan Biaya Kepemilikan Alat

Faktor biaya kepemilikan alat berat:

1) Biaya dalam jumlah besar yang dikeluarkan karena membeli alat tersebut. Jika pemilik
meminjam uang dari bank untuk membeli alat tersebut maka akan ada biaya terhadap bunga
pinjaman.
2) Depresiasi alat, sejalan dengan bertambahnya umum alat maka ada penurunan nilai alat.
Depresiasi adalah penurunan nilai alat yang dikarenakan adanya kerusakan, pengurangan, dan
harga pasaran alat. Perhitungan depresiasi diperlukan untuk mengetahui nilai alat setelah

9
pemakaian alat tersebut selama suatu masa tertentu. Selain itu bagi pemilik alat, dengan
mengitung depresiasi alat tersebut maka pemilik dapat memperitungkan modal yang akan
dikeluarkan di masa alat sudah tidak dapat digunakan dan alat baru arus dibeli.
3) Pajak
4) Biaya yang dikeluarkan pemilik untuk membayar asuransi alat
5) Biaya yang harus dikeluarkan untuk menyediakan tempat penyimpanan alat berat

Depresiasi dapat dihitung dengan tiga metode, yakni:

Beberapa cara untuk menghitung depresiasi alat berat adalah sebagai berikut:

1. Metode garis lurus (straight Line Method)


Ini merupakan metode termudah dalam perhitungan depresiasi. Untuk menghitung
depresiasi per tahun digunakan rumus seperti berikut ini.
𝑃−𝑆
𝐷𝑘 =
𝑛
Dimana:
 Dk = Depresiasi per tahun
 P = Harga alat saat pembelian (Present Value)
 S = Nilai sisa alat (Future Alat)
 N = umur ekonomis alat

Nilai Dk pada metode ini selalu konstan. Nilai buku (Book Value (Bk)) dari alat
dihitung dengan rumus:

𝐵𝑘 = 𝑃 − 𝑘𝐷𝑘

2. Metode Penjumlahan Tahun (Sum of the Years Mehod)

Merupakan metode percepatan sehingga nilai depresiasinya akan lebih beasar dari
metode garis lurus. Pertama kita harus menghitung nilai SOY dengan menggunakan rumus:

𝑛(𝑛+1)
𝑆𝑂𝑌 = 2

10
Depresiasi tahunan dihitung

𝑛−𝑘+1
𝐷𝑘 = (𝑃 − 𝐹)
𝑆𝑂𝑌

Nilai buku pada akhir tahun ke-k adalah:

𝑛−𝑘 𝑛−𝑘+1
𝐵𝑘 = 𝑥 𝑥(𝑃 − 𝐹) + 𝐹
𝑛 𝑛+1

3. Metode Penurunan Seimbang (Declining-Balance Methods)

Metode ini dilakukan dengan mengalikan nilai buku akhir tahun dengan suatu faktor.
Nilai depresiasi dengan cara ini lebih besar daripada dua metode sebelumnya. Faktor
percepatan (R) tersebut berkisar antara 1,25 sampai 2,00 per umur alat. Metode ini disebut
dengan metode penurunan seimbang ganda (double declining-balance methods) jika:

2
𝑅=
𝑛

Depresiasi tahunan dengan metode ini bisa didapatkan dengan menggunakan rumus:

Dk = R(1 - R)k – 1 x P

Pada awal umur alat nilai buku pada metode ini berkurang dengan cepat. Nilai buku
akhir tahun ke-k dapat kita hitung dengan rumus:

Bk = (1 - R)k – 1 x P

Pada metode ini tidak meperhitungkan nilai sisa alat. Tapi pada akhir tahun nilai buku
tidak boleh kurang dari perkiraan nilai sisa alat.

4. Metode Perhitungan Biaya Kepemilikan


Perhitungan ini dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan memperhitungkan bunga dan
tanpa memperhitungkan bunga. Biaya yang menggunakan bunga biasa memakai rumus:
𝐴 = 𝑃(𝐴⁄𝑃, 𝑖, 𝑛)

11
𝑖(1 + 𝑖)𝑛
𝐴 = 𝑃( )
(1 + 𝑖)𝑛 − 1
Jika nilai sisa diperhitungkan:
𝐴 = 𝑃(𝐴⁄𝑃, 𝑖, 𝑛) − 𝐹(𝐴⁄𝐹, 𝑖, 𝑛)
𝑖(1 + 𝑖)𝑛 𝑖
𝐴 = 𝑃( ) − 𝐹 ( )
(1 + 𝑖)𝑛 − 1 (1 + 𝑖)𝑛 − 1
Pada rumus ke-4, F merupakan nilai sisa dari alat dan pada rumus ke-1 dan ke-3 nilai-
nilai (A/P,i,n) dan (A/F,i,n) didapat dari nilai bunga bank
Sedangkan perhitungan dengan menggunakan cara tanpa memperhitungkan suku bunga
dapat memakai rumus:
𝑃(𝑛 + 1)
𝐴𝑟𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎 =
2𝑛
Jika nilai sisa diperhitungkan:
𝑃(𝑛 + 1) + 𝐹(𝑛 − 1)
𝐴𝑟𝑎𝑡𝑎 − 𝑟𝑎𝑡𝑎 =
2𝑛
Biaya kepemilikan alat per tahunnya dapat kita hitung dengan membagikan nilai Arata-rata
dengan umur ekonomis alat. Dengan demikian biaya kepemilikan berarti jumlah biaya setiap
jam selama umur ekonomis alat yang harus diterima kembali oleh pemilik alat karena telah
mengeluarkan biaya untuk pembelian alat, angkutan pajak, asuransi, dan juga bunga modal.
Karena harga pembelian alat, angkutan pajak, asuransi, dan juga bunga modal merupakan
bilangan tetap/ konstan, maka biaya kepemilikan disebut dengan biaya tetap.

Istilah yang berhubungan dengan biaya kepemilikan:

 Harga alat (P) adalah harga pembelian alat yang sudah termasuk asuransi dan biaya
pengangkutan alat sehingga sudah siap dioperasikan dilokasi proyek
 Umur ekonomis alat (n) adalah periode waktu alat (dalam tahun) yang optimum
untuk pemeliharaan peralatan
 Nilai sisa (Salvage Value) atau nilai jual alat bekas (F) nilai atau harga alat pada
saat umut ekonomis alat habis

12
Tujuan dari diketahuinya biaya dan produksi dari suatu alat adalah untuk menentukan
harga satuan pekerjaan dengan menggunakan alat berat dapat dibuat perhitungan RAB proyek
yang menggunakan alat berat.

Untuk menghitung biaya pekerjaan dalam RAB:

Biaya pekerjaan (Rp) = volume pekerjaan (𝑚3 ) x harga satuan pekerjaan (Rp/ 𝑚3 )

𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝐴𝑙𝑎𝑡 (𝑅𝑝/𝑗𝑎𝑚)


Harga satuan pekerjaan (Rp/ 𝑚3 ) = 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖 𝐴𝑙𝑎𝑡 (𝑚3 /𝑗𝑎𝑚)

6. Biaya Pengoperasian Alat

Biaya pengoperasian alat berat akan timbul setiap saat alat berat dipakai. Biaya
pengoperasian meliputi biaya bahan bakar, gemuk, pelumas, perawatan, dan perbaikan, serta
alat penggerak atau roda. Operator yang menggerakan alat termasuk dalam biaya
pengoperasian alat. Selain itu mobilisasi dan demobilisasi alat juga merupakan biaya
pengoperasian alat. Yang dimaksud dengan mobilisasi adalah pengadaan alat ke proyek
kontruksi. Sedangkan yang dimaksud dengan demobilisasi pengembalian alat dari proyek
setelah alat tersebut tidak digunakan kembali.

Bahan Bakar

Jumlah bahan bakar untuk alta berat yang menggunakan bensin atau solar berbeda-
beda . Rata-rata alat yang menggunakan bahan bakar bensin 0.06 galon per horse-power per
jam, sedangkat alat yang menggunakan bahan bakar solar mengkonsumsi bahan bakar 0.04
galon per horse-power per jam. Nilai yang didapat kemudian dikalikan dengan faktor
pengoprasian. Untuk lebih jelasnya maka rumus penggunaan bahan bakar per jam adalah
sebagai berikut :

Bensin : BBM = 0.06 X HP X eff

Solar : BBM = 0.04 X HP X eff

13
Pelumas

Perhitunan penggunaan pelumas per jam (Qp) biasanya berdasarkan jumlah waktu oprasi dan
lamanya penggantian pelumas. Perkiraannya dihitung dengan rumus :

𝑓 𝑥 ℎ𝑝 𝑥 0,006 𝑐
Qp = +
7,4 𝑡

Roda

Perhitungan depresiasi alat berat beroda ban dengan alat berat beroda crawler berbeda.
Umumnya clawler mempunyai depresiasi sama dengan depresiasi alat. Sedangkan ban
mempunya depresiasi yang lebih pendek daripada umur alat, artinya selama pemakaian alat
ban diganti beberapa kali. Untuk alat beroda ban, umur ban dihitung tersendiri, demikian juga
pemeliharaannya.

Pemeliharaan dan Perawatan Alat

Perbedaan mendasar dari pemeliharaan dan perawatan adalah pada bearnya pekerjaan.
Perbaikan besar (major repair) dan mempengaruhi nilai depresiasi alat dan umur alat.

perbaiakan besar ini dihitung pada alat dilain sisi, perbaiakan kecil (minor repair) merupakan
pemeliharaan normal yang dihitung ada pekerjaan.

Mobilisasi dan demobilisasi alat

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, mobilisasi adalah pengadaan alat ke proyek
konstruksi dan demobilisasi adalah pengembalian alat dari proyek setelah alat tersebut tidak
digunakan kembali. Jadi biaya ini merupakan biaya yang dikeluarkan untuk mengangkut alat
antara proyek dan garasi atau tempat penyimpananan alat. Biaya ini perlu diperhitungkan
karena alat-alat berat umumnya kecuali truk tidak berjalan sendiri menuju lokasi proyek tetapi
diangkut dengan menggunakan lowbed trailer.

14
7. Contoh-Contoh Soal

Biaya Kepemilikan Alat Berat

Sebuah alat berat dengan harga Rp. 1.540.000.000,- memiliki perkiraan nilai sisa Rp.
180.000.000,-. Hitunglah depresiasi per tahun alat tersebut dengan metode garis lurus dan
metode penjumlahan tahun dengan umur ekonomis 8 tahun.

 Metode garis lurus

𝑃−𝑆
𝐷𝑘 =
𝑛

1.540.000.000 − 180.000.000
𝐷𝑘 = = 170.000.000
8

k Bk-1 (Rp) Dk (Rp) Bk (Rp)

0 0 0 1.540.000.000

1 1.540.000.000 170.000.000 1.370.000.000

2 1.370.000.000 170.000.000 1.200.000.000

3 1.200.000.000 170.000.000 1.030.000.000

4 1.030.000.000 170.000.000 860.000.000

5 860.000.000. 170.000.000 690.000.000

6 690.000.000 170.000.000 520.000.000

7 520.000.000 170.000.000 350.000.000

8 350.000.000 170.000.000 180.000.000

15
 Metode Penjumlahan Tahun

𝑛(𝑛 + 1) 8(8 + 1)
SOY = = = 36
2 2

𝑛−𝑘+1 8−1+1
𝑅𝑘 = = = 0.22
𝑆𝑂𝑌 36

𝐷𝑘 = 𝑅𝑘 𝑥 (𝑃 − 𝑆) = 0.22 𝑥 (1.540.000.000 − 180.000.000) = 299.200.000

𝑛−𝑘+1 8−2+1
𝑅𝑘 = = = 0.194
𝑆𝑂𝑌 36

𝐷𝑘 = 𝑅𝑘 𝑥 (𝑃 − 𝑆) = 0.194 𝑥 (1.540.000.000 − 180.000.000) = 263.840.000

𝑛−𝑘+1 8−3+1
𝑅𝑘 = = = 0.166
𝑆𝑂𝑌 36

𝐷𝑘 = 𝑅𝑘 𝑥 (𝑃 − 𝑆) = 0.166 𝑥 (1.540.000.000 − 180.000.000) = 225.760.000

𝑛−𝑘+1 8−4+1
𝑅𝑘 = = = 0.138
𝑆𝑂𝑌 36

𝐷𝑘 = 𝑅𝑘 𝑥 (𝑃 − 𝑆) = 0.138 𝑥 (1.540.000.000 − 180.000.000) = 187.680.000

𝑛−𝑘+1 8−5+1
𝑅𝑘 = = = 0.111
𝑆𝑂𝑌 36

𝐷𝑘 = 𝑅𝑘 𝑥 (𝑃 − 𝑆) = 0.111 𝑥 (1.540.000.000 − 180.000.000) = 150.960.000

𝑛−𝑘+1 8−6+1
𝑅𝑘 = = = 0.083
𝑆𝑂𝑌 36

𝐷𝑘 = 𝑅𝑘 𝑥 (𝑃 − 𝑆) = 0.083 𝑥 (1.540.000.000 − 180.000.000) = 112.880.000

𝑛−𝑘+1 8−7+1
𝑅𝑘 = = = 0.055
𝑆𝑂𝑌 36

𝐷𝑘 = 𝑅𝑘 𝑥 (𝑃 − 𝑆) = 0.055 𝑥 (1.540.000.000 − 180.000.000) = 74.800.000

16
𝑛−𝑘+1 8−8+1
𝑅𝑘 = = = 0.027
𝑆𝑂𝑌 36

𝐷𝑘 = 𝑅𝑘 𝑥 (𝑃 − 𝑆) = 0.027 𝑥 (1.540.000.000 − 180.000.000) = 36.720.000

k 𝐷𝑘 (𝑅p) 𝐷𝑘 (𝑅p)

0 0 1.540.000.000

1 299.200.000 1.240.800.000

2 263.840.000 976.960.000

3 225.760.000 751.200.000

4 187.680.000 563.520.000

5 150.960.000 412.560.000

6 112.880.000 299.680.000

7 74.800.000 224.880.000

8 36.720.000 180.000.000

Produktivitas Buldozer

Hitung produktivitas bulldozer yang digunakan untuk memindahkan pasir kering


sejauh 50 m dengan menggunakan S-blade yang berdimensi 4,26 m panjang dan 2,840 m
tinggi. Diperkirakan kecepatn dozer pada saat pengisian adalah 4 km/jam dan kecepatan
kembali 4,5 km/jam. Waktu tetap alat adalah 0,5 menit. Efisiensi alat adalah 50/60.
(1,5 𝑥 2,840)𝑥2,840𝑥4,26
V1= = 25,77𝐼𝑐𝑚
2

Perhitungan waktu siklus :

50 𝑥 60 50 𝑥 60
HT + RT = 1000 𝑥 4 + 1000 𝑥 4,5 = 1,42 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡

17
CT = 1,42 + 0,5 = 1,92 menit

(50/ 60)𝑥25,77
Prod = 𝑥60 = 671,09𝐼𝑐𝑚/𝑗𝑎𝑚
1,92

Biaya Pengoperasian Alat Berat

Hitung biaya perjam alat beroda crawler dengan ketentuan seperti dibawah ini:

 Mesin diesel 160nhp


 Kapasitas crankcase 6 gal
 Pelumas diganti setiap 100 jam
 Faktor pengoperasian 0,6
 Harga alat 400.000.000 rupiah tanpa nilai sisa alat
 Pemakaian gemuk perjam 0,25 kg
 Umur ekonomis alat 5 tahun (1 tahun dipakai 1400 jam)
 Bunga pinjaman, pajak, asuransi 20%

Jawab:

Konsumsi BBM perjam = 160 x 0,04 x 0,6 = 3,9 gal

160 𝑥 0,6 𝑥 0,006 6


Konsumsi pelumas perjam + 100 = 0,138 𝑔𝑎𝑙
7,4

Biaya kepemilikan perjam

Dengan table:

= 400.000.000 (A/P,20,5):1400

= 400.000.000 x 0,3343797:1400

=95.5357 rupiah

Dengan rumus:

0.2(1+0.2)5 1
= 400.000.000 x (1+0,2)5 − 1 𝑥 1400=95.5357 rupiah

18
Biaya perawatan perjam

Perawatan dan pemeliharaan diamsusikan 100% dari depresiasi ( metode garis lurus)

=400.000.000 : 5

=80.000.000 rupiah/tahun

=80.000.000 : 1400

=57.143 rupiah

Uraian Rp/Jam
Pemeliharaan dan perawatan 57.143
BBM 3,9 gal @ Rp 2.500 9.750
Pelumas 0,138 gal @ Rp 60.000 8.280
Gemuk 0,25 kg @ Rp 2.000 500
Biaya Pengoperasian per jam 75.673

Biaya total/jam = 75.673 + 95.537


= 171.210 rupiah

19
DAFTAR PUSTAKA

Rochmanhadi. Alat-Alat Berat dan Penggunaannya. Jakarta: YBPPU. 1992

Rostiyanti, Susy Fatena. Alat Berat Untuk Proyek Konstruksi. Jakarta: Rineka Cipta. 2008

http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/pemindahan_tanah_mekanis/bab2_fungsi_dan_apl
ikasi_alat_berat_dan_attachmentnya.pdf diakses pada 22 September 2014 pukul 21:54 WITA

http://id.wikipedia.org/wiki/Traktor diakses pada 20 September 2014 pada 19:40 WITA

http://isiotak-kanan.blogspot.com/2011/07/fungsi-dan-definisi-traktor.html diakses pada 20


September 2014 pada 20:11 WITA

http://saifoemk.lecture.ub.ac.id/files/2012/01/AB3.pdf diakses pada 20 September 2014 pada


19:22 WITA

http://wendiatanova.blogspot.com/2013/01/makalah-traktor.html diakses pada 20 September


2014 pada 20:13 WITA

20