Anda di halaman 1dari 4

TERM OF REFERENCE (TOR)

Program : Upaya Kesehatan Masyarakat


Kegiatan : Penyelenggaraan Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit menular
tahun 2020
Dana : APBK 2020
Organisasi : Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh

1. Latar Belakang

1) Memberikan penyuluhan tentang PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk)

sekaligus memeriksa tempat-tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab

penyakit DBD pada 90 Gampong di wilayah Kota Banda Aceh. Selama 5

tahun ( 2015 s/d 2019) telah melakukan kegiatan untuk penanggulangan DBD

di Kota Banda Aceh. Namun angka penderita DBD belum menunjukkan

penurunan kasus yang signifikan. Hal ini dapat dirasakan pada musim hujan

akan terjadi peningkatan kasus DBD. Untuk itulah dilaksanakan gerakan

PSN DBD, dimana kita mengharapkan partisipasi masyarakat secara umum

untuk membersihkan lingkungan di sekitar tempat tinggal.

2) Melakukan pemeriksaan bercak dan batuk oleh kader Jumancak (Juru

Pemantau Bercak) da Jumantuk (Juru Pemantau Batuk)


3) Penyakit TB Paru dan kusta adalah penyakit menular. Penyakit ini bersifat
menahun, salah satu gejala yang sering ditemukan keadaan pasien seperti berat
badan turun, untuk itu perlu pemberian makanan tambahan (PMT). Pemberian
Makanan Tambahan (PMT) bertujuan memperbaiki dan mencegah kerusakan
jaringan tubuh lebih lanjut serta memperbaiki status gizi agar penderita dapat
melakukan aktifitas normal. Pada tahun 2018 terdapat sebanyak 401 pasien
BTA positif dan orang pasien kusta (pasien baik yang beralamat di Kota
Banda Aceh maupun berasal dari luar wilayah). Pasien yang diberikan PMT
sebanyak 135 dari 135 pasien TB-Kusta pada APBK tahun 2018.

2. Maksud Kegiatan

Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi penderita penyakit menular (DBD,

TB dan Kusta)

1
3. Tujuan :

1) Meningkatkan kesehatan masyarakat dengan menurunnya angka kejadian DBD

dengan menurunnya angka jentik di tiap gampong di Kota Banda Aceh serta

Terwujudnya Gampong yang bersih dan bebas jentik

2) Membantu pemeriksaan cepat untuk mendiagnosa penyakit DBD

3) Membantu meningkatkan kesehatan pasien TB-Kusta dan memutuskan rantai

penularan.

4. Dasar Kegiatan

1) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular;


2) Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup;
3) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan(Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5063);
4) Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1991 tentang Penanggulangan Wabah
Penyakit Menular (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1991 Nomor 49,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3447);
5) Renja Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh Tahun 2014
5. Keluaran

1) Terciptanya Gampong yang Bebas Jentik

2) Menurunkan angka Kesakitan dan Kematian akibat DBD

3) Pasien TB-Kusta menjadi sembuh dan sehat

II. Isi

1. Rincian Kegiatan

1) Untuk mewujudkan kota Banda Aceh sebagai bandar wisata Islami Indonesia

maka bayak hal yang harus kita persiapkan dengan baik. Banda Aceh harus

bersih dan sehat. hal ini sangat penting karena Kota ini merupakan daerah

Endemis DBD. Selama ini Penyakit DBD di Kota Banda Aceh telah banyak

menyita perhatian kita. Walaupun kasusnya dari tahun-ketahun terus menurun,

namun kita tidak dapat menganggap remeh. Bila sedikit saja lalai dalam

mewaspadai penyebaran penyakit ini maka tidak menutup kemungkinan

wabah ini akan kembali muncul dan mengancam kesehatan warga. Oleh sebab

itu kita ingin membebaskan kota Banda Aceh dari DBD. Dengan menggerakkan

kader Jumantik untuk memeriksa jentik secara rutin pada tiap rumah di

gampongnya masing-masing.

Kader jentik sebanyak 3 orang per gampong (ada 90 gampong) yang berada di

Kota Banda Aceh.

2) Kasus DBD terjadi peningkatan secara fluktuatif. Hal ini diduga karena masih
rendahnya kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam melakukan

2
tindakan-tindakan pencegahan DBD. Terjadi kematian yang terlaporkan ada
kemungkinan faktor diagnosa secara cepat penyakit DBD di tingkat Puskesmas
dengan adanya Rapid test DBD. Berdasarkan APBK tahun 2012 sebanyak Angka
Bebas Jentik 77,82%, tahun 2011 sebanyak 76,87% dengan indikator 95%.
Gambaran hasil pemeriksaan kontainer di dalam rumah yang positif jentik
tahun 2017 :
1. Dispenser : 955
2. P. Air Kulkas : 494
3. Vas bunga : 482
4. Bak mandi : 253
5. P.Air closet : 235
Gambaran hasil pemeriksaan kontainer di luar rumah yang positif jentik tahun
2017 :
1. Keleng bekas : 647
2. Bak penampungan luar : 579
3. Timba bekas : 446
4. Drum : 325
5. Ban bekas : 279
6. Alas pot bunga : 248
7. Tempat minum air : 157

3) Pemberian PMT untuk penderita TB dan kusta sangat individual tergantung


dari kondisi pasien, tetapi secara umum untuk pencegahan penularan dan
mencegah penurunan berat badan lebih lanjut, menggantikan zat-zat gizi yang
hilang, dan menghindari dehirasi serta meningkatkan kesehatan pasien secara
umum untuk menghindari terjadinya penularan kepada anggota keluarga yang
lain.
Pemberian PMT kepada pasien perpuskesmas untuk 1 pasien diberikan selama 2

bulan (8 minggu), dengan ketentuan pemberian 1 paket untuk 1 minggu untuk 1

pasien (tahun 2018 diberikan pada 135 pasien).

4) Kegiatan pelaporan oleh Jumancak dan Jumantuk melalui format yang sudah

disediakan.

2. Daftar Peserta

Satuan Kerja : Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh

Pengguna Anggaran : dr. Warqah Helmi

Pejabat Pelaksana Teknis : Drg. Supriady.R. M.Kes


Kegiatan
Tim Pelaksana : Pegawai Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh dan
Pegawai Puskesmas di lingkungan Kota Banda
Aceh serta masyarakat di seluruh Gampong di
Kota Banda Aceh.
Peserta :  Peserta Kader Jumantik di Kota Banda Aceh

3
 Kader Jumantuk dan Jumancak
 Seluruh masyarakat Kota Banda Aceh yang
beresiko terkena DBD
 Seluruh masyarakat Kota Banda Aceh yang
menderita penyakit TB-Kusta

a. Petugas Supervisor dari Dinas kesehatan

b. Narasumber reviuw pertemuan jentik (2 orang dari dinas kesehatan)

c. Kader jumantik Gampong (90 gampong dengan 3 kader dari 1 gampong).

d. Kader jumantuk dan jumancak Gampong (90 gampong dengan 2 kader dari 1

gampong).

e. 135 Pasien TB Kusta

3. Penutup

Dengan tersusunnya TOR , maka dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan kegiatan
di Kota Banda Aceh serta ini dapat terlaksana dengan lancar dan sesuai dengan
harapan.