Anda di halaman 1dari 28

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Mata adalah suatu panca indera yang sangat penting dalam kehidupan
manusia untuk melihat. Dengan mata manusia dapat menikmati keindahan alam
dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar dengan baik. Jika mata mengalami
gangguan atau penyakit mata, maka akan berakibat sangat fatal bagi kehidupan
manusia. Jadi sudah semestinya mata merupakan anggota tubuh yang perlu
dijaga dalam kesehatan sehari-hari.1
Kosmetik merupakan bahan yang digunakan pada tubuh manusia untuk
mempercantik, merawat, mengubah penampilan, membersihkan, atau melindungi
bagian-bagian tubuh yang diinginkan.2
Mata merupakan salah satu bagian tubuh manusia yang sering di
aplikasikan sediaan kosmetik. Berbagai jenis sediaan kosmetik untuk mata dapat
kita jumpai di banyak tempat misalnya di rumah, salon kecantikan, maupun di
klinik kecantikan atau kesehatan. Sediaan kosmetik / preparat untuk mata
biasanya digunakan untuk mempercantik diri yaitu usaha untuk menambah daya
tarik seseorang agar orang lain menyukainya. Eye Shadow, Eye Liner, Maskara,
merupakan beberapa produk kosmetik / preparat untuk mata yang biasa
digunakan sehari – hari oleh wanita. Secara kimiawi suatu kosmetika terdiri dari
suatu bahan aktif yang disesuaikan kegunaannya, bahan kimia tersebut dapat
berupa logam atau non logam.3
Berkaitan dengan hal tersebut, maka penggunaan berbagai jenis kosmetik
harus memperhatikan struktur anatomi dan fisiologi setiap bagian tubuh yang
akan diberi kosmetik. Dengan demikian, perlu diketahuinya, struktur anatomi dan
fisiologi dari mata, mata yang sehat, pemeliharaan dan efek samping serta
informasi mengenai jenis kosmetik pada mata sehingga kosmetik dapat digunakan
dengan baik dan benar.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, maka dapat dirumuskan masalah
yaitu :
1. Bagaimana struktur anatomi dan fisiologi mata?

Institut Sains dan Teknologi Nasional


2

2. Apa yang dimaksud dengan mata yang sehat?


3. Bagaimana cara memelihara kesehatan mata yang terkena kosmetik?
4. Apa saja jenis sediaan kosmetik pada mata?

1.3 Tujuan Penulisan


1. Untuk mengetahui struktur anatomi dan fisiologi mata
2. Untuk mengetahui pengertian mata yang sehat
3. Untuk mengetahui cara memelihara kesehatan mata yang terkena
kosmetik
4. Untuk mengetahui jenis sediaan kosmetik pada mata

1.4 Manfaat Penulisan


Menambah dan memperdalam pengetahuan penulis maupun pembaca
mengenai :
1. Struktur anatomi dan fisiologi mata
2. Pengertian mata yang sehat
3. Cara memelihara kesehatan mata yang terkena kosmetik
4. Jenis sediaan kosmetik pada mata

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kosmetik
2.1.1. Definisi Kosmetik

Institut Sains dan Teknologi Nasional


3

Kosmetik adalah bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan


pada bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir, dan organ genital
bagian luar) atau gigi atau mukosa mulut terutama membersihkan, mewangikan,
mengubah penampilan dan atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau
memelihara tubuh pada kondisi baik.4
Kosmetik adalah bahan atau campuran bahan untuk digosokkan, dilekatkan,
dituangkan, dipercikkan atau disemprotkan pada, dimasukkan dalam,
dipergunakan pada badan atau bagian badan dengan maksud untuk
membersihkan, memelihara, menambah daya tarik atau mengubah rupa dan tidak
termasuk golongan obat.5
2.1.2. Kegunaaan Kosmetika

Menurut kegunaanya kosmetika dikelompokkan menjadi 13


golongan yaitu6:
1. Sediaan untuk bayi; shampo bayi, lotion, baby oil, bedak, krim dan
sediaan untuk bayi lainnya.
2. Sedian untuk mandi; bath oil. Tablet, salt, buble bath, bath
capsulae dan sediaan untuk mandi lainnya.
3. Sediaan untuk make-up mata; eye brow pencil, eye liner, eye
shadow, eye make up remover, maskara dan sediaan make-up mata
lainnya.
4. Sediaan wangi-wangian; cologne dan toilet water, parfum, powder
(dusting and talcum, tidak termasuk aftershave talc) dan sediaan
wangi-wangian lainnya.
5. Sediaan rambut (bukan cat rambut); hair conditioner, hair
spray(aeorosol fixative), hair straightener, hair rinse (bukan cat),
tonik rambut, hair dressing dan hair grooming aid, wave set, serta
sediaan rambut lainnya.
6. Sediaan pewarna rambut (cat rambut); hair dye and colour, hair
rinse (cat), shampoo rambut (cat), hair tint, hair colour spray, hair
lightener with colour, hair bleach, dan sediaan rambut lainnya.
7. Sediaan make-up (bukan mata); blusher, face powder, foundation,
pewarna kaki dan badan, lipstick, make-up base, rouge, make-up

Institut Sains dan Teknologi Nasional


4

fixative, dan sediaan make-up lainnya.


8. Sediaan untuk kebersihan mulut; mouth wash, pasta gigi, breath
freshener, dan sediaan untuk kebersihan mulut lainnya.
9. Sediaan kuku; basecoat dan undercoat, cuticle softener, nail
cream dan lotion, nail extender, nail polish dan enamel remover
dan sediaan kuku lainnya.
10. Sediaan untuk kebersihan badan; sabun dan deterjen mandi,
deodorant (under arm), douche, feminine hygiene, deodorant dan
sediaan untuk kebersihan badan lainnya.
11. Sediaan cukur; after-shave lotion, beard softener, talcum untuk
pria, pre- shave lotion, krim cukur (aerosol brushless dan lather),
sabun cukur dan sediaan cukur lainnya.
12. Sediaan untuk perawatan kulit; pembersih (cold cream, cleansing
liquid dan pad), depilatory, perawatan kulit untuk muka, badan
dan tangan (tidak termasuk dengan sediaan cukur), bedak dan
spray untuk kaki, pelembab, perawatan kulit yang dipakai pada
malam hari, masker, skin freshner, wrinkle smoothing remover, dan
sediaan kulit lainnya.
13. Sediaan suntan dan sunscreen; suntan gel, krim dan liquid, sediaan
indoor tanning, sediaan suntan dan sunscreen lainnya (Sartono,
2002).

Sub bagian kosmetika medik bagian/SMF ilmu penyakit kulit dan kelamin
FKUI/RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta membagi kosmetika atas:
1. Kosmetika pemeliharaan dan perawatan, yang terdiri atas:
a) Kosmetika pembersih (cleansing)
b) Kosmetika pelembab (moisturizing)
c) Kosmetika pelindung (protecting)
d) Kosmetika penipis (thinning).
2. Kosmetika rias/dekoratif, yang terdiri atas:
a) Kosmetika rias kulit terutama wajah
b) Kosmetika rias rambut
c) Kosmetika rias kuku
d) Kosmetika rias bibir
e) Kosmetika rias mata.
3. Kosmetika pewangi/parfum, termasuk dalam golongan ini:
a) Deodoran dan antiperspirant

Institut Sains dan Teknologi Nasional


5

b) After shave lotion


c) Parfum dan eau de toilette.
Dengan penggolongan yang sangat sederhana ini, setiap jenis kosmetika akan
dapat dikenal kegunaannya dan akan menjadi bahan acuan bagi konsumen di
dalam bidang kosmetologi. Penggolongan ini juga dapat menampung setiap
jenis sediaan kosmetika (bedak, cairan, krim, pasta, semprotan dan lainnya)
dan setiap tempat pemakaian kosmetika (kulit, mata, kuku, rambut, seluruh
badan, alat kelamin dan lainnya).5

2.2 Anatomi dan Fisiologi Mata


Alat penglihatan terdiri atas bola mata, saraf penglihatan, dan alat-alat
tambahan mata. Bola mata memiliki tiga lapisan, meskipun terdapat jaringan ikat
longgar yang mengelilingi bola mata yang memungkinkan pergerakan dari
orbita.7,8,9,10,11,12
Bagian-bagian mata mempunyai fungsi-fungsi tertentu. Fungsi-fungsi dari
anatomi mata adalah sebagai berikut:
a. Sklera: Melindungi bola mata dari kerusakan mekanis dan menjadi tempat
melekatnya bola mata.
b. Otot-otot mata, adalah Otot-otot yang melekat pada mata, terdiri dari:
muskulus rektus superior (menggerakan mata ke atas) dan muskulus rektus
inferior (mengerakan mata ke bawah).
c. Kornea: memungkinkan lewatnya cahaya dan merefraksikan cahaya.
d. Badan Siliaris: Menyokong lensa dan mengandung otot yang
memungkinkan lensa untuk beroakomodasi, kemudian berfungsijuga
untuk mengsekreskan aqueus humor.
e. Iris: Mengendalikan cahaya yang masuk ke mata melalui pupil,
mengandung pigmen.
f. Lensa: Memfokuskan pandangan dengan mengubah bentuk lensa.
g. Bintik kuning (Fovea): Bagian retina yang mengandung sel kerucut.
h. Bintik buta: Daerah syaraf optic meninggalkan bagian dalam bola mata
i. Vitreous humor: Menyokong lensa dan menjaga bentuk bola mata
j. Aquous humor: Menjaga bentuk kantong bola mata

2.2.1. Kelopak mata

Institut Sains dan Teknologi Nasional


6

Kelopak merupakan alat menutup mata yang berguna untuk melindungi


mata dari benda asing, angin, debu dan cahaya yang sangat terang. Kelopak mata
mempunyai lapis kulit yang tipis pada bagian depan sedang di bagian belakang
ditutupi selaput lendir tarsus yang disebut konjungtiva tarsal. 7,8,9,10,11,12

Gangguan penutupan kelopak akan mengakibatkan keringnya permukaan mata


sehingga terjadi keratitis et lagoftalmus. Pada kelopak terdapat bagian-bagian

- Kelenjar : kelenjar sebasea, kelenjar moll atau kelenjar keringat, kelenjar


zeis pada pangkal rambut dan kelnjar meibom pada tarsus.

Di dalam kelopak terdapat tarsus yang merupakan jaringan ikat dengan


kelnjar di dalamnya atau kelenjar meibom yang bermuara pada margo palpebra.
Septum orbita yang merupakan jaringan fibrosis berasal dari rima orbita
merupakan pembatas isi orbita dengan kelopak. Tarsus ditahan oleh septum orbita
yang melekat pada rima orbita pada seluruh lingkaran pembukaan rongga orbita.
Tarsus (terdiri atas jaringan ikat yang merupakan jaringan penyokong kelopak
dengan kelenjar meibom (40 di kelopak atas dan 20 pada kelopak bawah).
Pembuluh darah yang memperdarahinya adalah arteri palpebra.

Konjungtiva tarsal yang terletak dibelakang kelopak hanya dapat dilihat


dengan melakukan eversi kelopak. Konjungtiva merupakan membrane mukosa
yang mempunya sel goblet yang menghasilkan musin.

Institut Sains dan Teknologi Nasional


7

Ketika berkedip, kelopak mata membantu menyebarkan cairan ke seluruh


permukaan mata dan ketika tertutup, kelopak mata mempertahankan kelembaban
permukaan mata. Tanpa kelembaban tersebut, kornea bisa menjadi kering, terluka
dan tidak tembus cahaya. Bagian dalam kelopak mata adalah selaput tipis
(konjungtiva) yang juga membungkus permukaan mata.
 Bulu mata merupakan rambut pendek yang tumbuh di ujung kelopak mata
dan berfungsi membantu melindungi mata dengan bertindak sebagai
barrier (penghalang).
 Kelenjar kecil di ujung kelopak mata menghasilkan bahan berminyak yang
mencegah penguapan air mata.
 Kelenjar lakrimalis terletak di puncak tepi luar dari mata kiri dan kanan
dan menghasilkan air mata yang encer.

2.2.2. Bola Mata

Bola mata mempunyai 3 lapis dinding yang mengelilingi rongga bola mata.
Ketiga lapis dinding ini dari luar ke dalam adalah sebagai berikut:

Institut Sains dan Teknologi Nasional


8

Sklera
Sklera merupakan jaringan ikat dengan serat yang kuat; berwarna putih buram
(tidak tembus cahaya), kecuali di bagian depan bersifat transparan, disebut kornea.
Konjungtiva adalah lapisan transparan yang melapisi kornea dan kelopak mata.
Lapisan ini berfungsi melindungi bola mata dari gangguan.

Koroid
Koroid berwarna coklat kehitaman sampai hitam merupakan lapisan yang berisi
banyak pembuluh darah yang memberi nutrisi dan oksigen terutama untuk retina.
Warna gelap pada koroid berfungsi untuk mencegah refleksi (pemantulan sinar).
Di bagian depan, koroid membentuk badan siliaris yang berlanjut ke depan
membentuk iris yang berwarna. Di bagian depan iris bercelah membentuk pupil
(anak mata). Melalui pupil sinar masuk. Iris berfungsi sebagai diafragma, yaitu
pengontrol ukuran pupil untuk mengatur sinar yang masuk. Badan siliaris
membentuk ligamentum yang berfungsi mengikat lensa mata. Kontraksi dan
relaksasi dari otot badan siliaris akan mengatur cembung pipihnya lensa.
Retina
Lapisan ini peka terhadap sinar. Pada seluruh bagian retina berhubungan dengan
badan sel-sel saraf yang serabutnya membentuk urat saraf optik yang memanjang
sampai ke otak. Bagian yang dilewati urat saraf optik tidak peka terhadap sinar
dan daerah ini disebut bintik buta.

Institut Sains dan Teknologi Nasional


9

Adanya lensa dan ligamentum pengikatnya menyebabkan rongga bola mata


terbagi dua, yaitu bagian depan terletak di depan lensa berisi carian yang disebut
aqueous humor dan bagian belakang terletak di belakang lensa berisi vitreous
humor. Kedua cairan tersebut berfungsi menjaga lensa agar selalu dalam bentuk
yang benar. Kotak mata pada tengkorak berfungsi melindungi bola mata dari
kerusakan. Selaput transparan yang melapisi kornea dan bagian dalam kelopak
mata disebut konjungtiva. Selaput ini peka terhadap iritasi. Konjungtiva penuh
dengan pembuluh darah dan serabut saraf. Radang konjungtiva disebut
konjungtivitis.

Untuk mencegah kekeringan, konjungtiva dibasahi dengan cairan yang keluar dari
kelenjar air mata (kelenjar lakrimal) yang terdapat di bawah alis. Air mata
mengandung lendir, garam, dan antiseptik dalam jumlah kecil. Air mata berfungsi
sebagai alat pelumas dan pencegah masuknya mikroorganisme ke dalam mata.

Normalnya, sinar – sinar sejajar yang masuk ke dalam bola mata akan dibiaskan
oleh sistem optis bolamata dan terfokus dalam satu titik yang jatuh tepat pada
retina. Kondisi ini disebut emmetropia. Dari proses jatuhnya titik cahaya diretina
inilah, yang biasanya menyebabkan kelainan pada mata, baik itu kelainan dengan
mata minus, ataupun mata dengan positif, atau biasa disebut dengan rabun.

2.2.3. Anatomi Tambahan pada Mata


Anatomi tambahan pada mata terdiri dari alis mata, kelopak mata, bulu mata dan
aparatus lakrimalis. 7,8,9,10,11,12

1. Alis mata: terdiri dari rambut kasar yang terletak melintang di atas mata,
fungsinya untuk melindungi mata dari cahaya dan keringat juga untuk
kecantikan.

Institut Sains dan Teknologi Nasional


10

2. Kelopak mata: ada 2, yaitu atas dan bawah. Kelopak mata atas lebih banyak
bergerak dari kelopak yang bawah dan mengandung musculus levator pepebrae
untuk menarik kelopak mata ke atas (membuka mata). Untuk menutup mata
dilakukan oleh otot otot yang lain yang melingkari kelopak mata atas dan
bawah yaitu musculus orbicularis oculi. Ruang antara ke-2 kelopak disebut
celah mata (fissura pelpebrae), celah ini menentukan “melotot” atau “sipit” nya
seseorang. Pada sudut dalam mata terdapat tonjolan disebut caruncula
lakrimalis yang mengandung kelenjar sebacea (minyak) dan sudorifera
(keringat).
3. Bulu mata: ialah barisan bulu-bulu terletak di sebelah anterior dari kelenjar
Meibow. Kelenjar sroacea yang terletak pada akar bulu-bulu mata disebut
kelenjar Zeis. Infeksi kelenjar ini disebut Lordholum (bintit).
4. Apparatus lacrimalis: terdiri dari kelenjar lacrimal, ductus lacrimalis, canalis
lacrimalis, dan ductus nassolacrimalis.
2.3 Mata yang sehat & Pemeliharaan Mata
Mata merupakan organ penglihatan yang dimiliki manusia. Mata adalah suatu
panca indera yang sangat penting dalam kehidupan manusia untuk melihat.
Dengan mata manusia dapat menikmati keindahan alam dan berinteraksi dengan
lingkungan sekitar dengan baik. Jika mata mengalami gangguan atau penyakit
mata, maka akan berakibat sangat fatal bagi kehidupan manusia.1
Sehat sendiri dapat diartikan suatu keadaan yang sempurna baik secara fisik,
mental dan sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan.
Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang
memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Seseorang dikatakan
sakit apabila ia menderita penyakit menahun (kronis), atau gangguan kesehatan
lain yang menyebabkan aktivitas kerja/kegiatannya terganggu.13 Jadi dapat
dikatakan bahwa mata yang sehat adalah ketika mata berjalan normal dan bekerja
sesuai fungsinya dan sebagaimana mestinya.
Pada umumnya wanita lebih rentan mengalami alergi pada mata, atau iritasi dan
infeksi seperti konjungtivitis (mata merah). Kondisi ini tanpa disadari bisa dipicu
oleh penggunaan macam-macam riasan mata — seperti maskara, eyeliner, hingga
eyeshadow. Gangguan pada mata akibat penggunaan kosmetik, meliputi14:

Institut Sains dan Teknologi Nasional


11

1. Mata Merah dan Gatal


Kontak mata dengan beberapa kosmetik yang biasa dipakai di daerah sekitar
mata, jika tidak cocok biasanya menimbulkan reaksi yang gatal dengan mata
kemerah – merahan. Mata gatal merupakan gejala paling umum dari alergi mata.
Dalam dunia kedokteran, ini diistilahkan sebagai alergi okular atau alergi
konjungtivitis.
Jenis Alergi Mata
Alergi mata atau alergi konjungtivitis dibagi menjadi beberapa jenis berikut.
 Konjungtivitis papilari raksasa, merupakan komplikasi dari penggunaan lensa
kontak yang kurang bersih. Jika Anda penyuka lensa kontak, sebaiknya
gunakan lensa kontak disposable untuk mengurangi risiko terjadinya kondisi
ini. Namun, jika Anda tidak cocok menggunakan lensa kontak, jangan
memaksakan diri.
 Kontak dermatokonjungtivitis, merupakan alergi mata yang timbul akibat
paparan dengan tetes mata atau kosmetik.
 Alergi mata musiman, biasanya berhubungan dengan musim. Disebut
musiman karena terjadi di awal musim kemarau, saat banyak jamur dan
serbuk sari dari tumbuhan yang beterbangan di udara.
 Alergi mata berkelanjutan, artinya tidak terpengaruh musim dan bisa terjadi
kapan pun sepanjang tahun. Penyebabnya selain debu dan tungau adalah
parfum, rokok, polusi udara, air klorin, dan obat-obatan tertentu.
2. Rentan terkena infeksi bakteri
Mata merupakan salah satu organ tubuh yang sensitive. Pemakaian kosmetik
pada garis mata, kadang juga disebut sebagai waterlining, bisa mengontaminasi
dan menghambat kelenjar mata yang khusus bertugas mengeluarkan minyak
untuk melindungi kornea. Tak jarang juga partikel kosmetik yang lama berdiam
diri dalam mata Anda bisa menyebabkan mata kering atau mata sensitif.
3. Kebutaan
Kosmetik yang berfokus di area mata, seperti eye shadow, maskara, dan
bentuk makeup mata lainnya bisa membahayakan mata Anda. Maskara yang
terlalu banyak digunakan dapat menyebabkan kebutaan karena adanya kandungan
pseudomonas aeruginosa yang merupakan bakteri terapi yang berbahaya. Bakteri
ini tidak terpengaruh oleh panas maupun dingin dan sangat sulit dihilangkan dari

Institut Sains dan Teknologi Nasional


12

maskara meski sudah dilakukan tindakan pencegahan. Saat dipulaskan ke sekitar


mata, bakteri otomatis akan berpindah dari maskara ke sekitar mata.
4. Kornea mata bisa tergores
Memulas makeup dengan terburu-buru dapat menyebabkan mata tercolok
aplikator sikat atau kuas makeup. Ini menyebabkan bakteri atau bahan-bahan
kimia yang ada dalam makeup mata bisa langsung mengenai kornea mata.
Hasilnya, mata terasa pedih, merah dan berair. Kornea mata yang kecolok juga
dapat berisiko tergores dan menyebabkan abrasi kornea. Kondisi ini perlu
ditangani oleh dokter mata secara langsung.
5. Lingkaran permanen Gelap
Kulit di sekitar mata lebih sensitif dibandingkan dengan daerah wajah Anda
yang lain dan itu menunjukkan efek dari bahan kimia lebih cepat juga. Para ahli
cenderung menyarankan bahwa lebih sedikit kosmetik harus diterapkan di sekitar
mata karena dapat menyebabkan kantong di bawah mata dan lingkaran hitam.
6. Mata Menyebabkan Sejumlah Penyakit
Kosmetik yang diterapkan pada lapisan dalam mata dapat menyebabkan bukan
hanya satu tapi beberapa penyakit berbahaya. Hal ini dapat menyebabkan
perkembangan kimia, beracun dan infeksi konjungtivitis, glaukoma, uveitis, mata
kering dan perubahan warna pada mata. Jika Anda memakai lensa bahan kimia
dalam makeup dapat merusak lensa anda dan mengakibatkan penipisan bulu mata.
7. Mata Kering
Disfungsi kelenjar meibomian (MGD) yang juga dikenal dengan dry eye
syndrome (sindrom mata kering). Angka kejadian akibat keluhan ini, menurut
pakar kesehatan, meningkat di kalangan perempuan, karena berlebihan dalam
menggunakan eyeshadow, eyeliner, mascara dan sebagainya.
Sindrom mata kering ini bisa menyebabkan blepharitis atau penglihatan kabur
yang ekstrem. Eyeliner dan make up mata lainnya menyumbat kelenjar
meibomian sehingga membentuk benjolan yang tidak menyakitkan tapi
menghalangi penglihatan. Kelenjar meibomian, bertugas memproduksi minyak
yang mencegah air mata menguap dengan cepat. Ketika kelenjar ini tersumbat
maka mata akan lebih cepat kering serta kondisi kelopak mata membengkak dan
kemerahan.
Paraben dalam maskara dan eyeliner yang memberikan efek waterproof adalah
bahan kimia yang juga menyumbat kelenjar minyak yang memicu sindrom mata

Institut Sains dan Teknologi Nasional


13

kering ini. Begitu pula dengan krim mata anti penuaan yang dapat membunuh sel
darah di saluran kelenjar meibomian.
Penggunaan secara benar hingga cara membersihkan makeup yang tepat akan
sangat berpengaruh meminimalisir risiko. Untuk menjaga mata tetap sehat
sekaligus bisa tampil cantik, ada beberapa tips penting yang bisa Anda

terapkan ketika memakai kosmetik pada mata, seperti dijelaskan berikut ini15:
1. Jangan menyimpan make up terlalu lama
Pada riasan mata bentuk cair atau krim, bakteri dapat tumbuh dengan mudah.
Aturan menyimpan make up yang pertama adalah make up hanya bisa disimpan
dalam kurun waktu 3-6 bulan, dan jika lebih dari itu, maka sebaiknya dibuang
karena kosmetik sudah tercemar bakteri.
2. Jangan gunakan maskara kering
Meskipun belum mencapai 3 bulan atau lebih, namun jika maskara Anda kering
atau eyeliner cair Anda mengental, maka segera buang, Ladies.
3. Jauhkan dari sinar matahari atau temperatur panas
Seperti barang-barang lain, kosmetik juga sebaiknya tidak terpapar suhu tinggi
seperti panas matahari atau disimpan di mobil terlalu lama. Simpan juga dalam
tempat yang tidak lembab. Hal ini akan menyebabkan adanya perubahan pada
bahan kosmetik dan mengembangkan bakteri di dalam wadah kosmetik.
4. Jangan mencampur kosmetik satu dengan yang lain
Jika Anda kebetulan suka mencoba berbagai macam merek kosmetik, maka
jangan mengombinasikan satu dengan yang lain. Selain karena komposisi
bahannya berbeda, hal ini bisa menyebabkan alergi dan pedih di mata jika tidak
cocok satu sama lain.
5. Jangan berbagi kosmetik
Anda mungkin ingin mencoba kosmetik milik teman Anda dan mungkin Anda
adalah orang yang baik hati dan mau meminjamkan alat make up ke teman. Hal
ini boleh saja asal teman tidak punya penyakit tertentu. Namun sebaiknya
dihindari karena tidak ada yang tahu ada bakteri berbahaya apa yang bisa
menyebabkan iritasi dan penyakit serius pada mata.
Hindari pula kosmetik yang berbahan glitter, berkilau atau menyala dalam gelap
Ladies, karena kebanyakan memiliki bahan yang kasar dan mudah melukai mata.

Institut Sains dan Teknologi Nasional


14

Selain itu, pastikan tangan Anda bersih dan jika ragu sebaiknya cuci tangan
terlebih dahulu jika tidak ingin ada kotoran yang masuk ke mata.

2.4 Jenis- jenis Kosmetik / Preparat mata


2.4.1 Eye shadow
Penggunaan eye shadow dapat menampilkan nuansa keindahan pada mata,
sehingga tampak lebih bersinar. Tujuan penggunaan eye shadow adalah untuk
mengaksentuasikan mata dan membuat putih biji mata sehingga mata tampak
cemerlang. Eye shadow digunakan di dekat mata dan di kelopak mata bagian atas.
Eye shadow termasuk ‘ekstrem’ di antara jenis kosmetik dekoratif lain, kandungan
bahan dasarnya harus aman dan cara pemakaiannya harus hati-hati karena
digunakan di dekat mata yang kulitnya sangat peka.
Eye shadow dapat ditemui dalam berbagai bentuk, yaitu dalam bentuk cair,
cream, powder atau cake. Warna eye shadow mencakup semua warna dan untuk
malam hari dibuat warna keemasan atau warna perak yang penggunaannya
disesuaikan dengan warna mata atau warna busana yang dipakai. Eye shadow
dioleskan pada kelopak mata agar mata terlihat bersinar.16

2.4.2 Eye liner (Sipat mata)


Penggunaan eye liner dapat mempertegas bentuk mata dan membuat mata
tampak lebih besar. Jenis eye liner ada yang berbentuk cair, cream atau dalam
bentuk pensil, kosmetik ini digunakan pada sekeliling mata dan dibuat lebih besar

Institut Sains dan Teknologi Nasional


15

agar mata menjadi kelihatan lebih hidup. Warnanya ada yang mengkilap dan ada
pula yang doff. Mata yang diberi eye liner akan menjadi kelihatan lebih indah dan
lebih ekspresif. Eye liner yang gelap membuat mata terlihat lebih dalam, dan eye
liners yang terang akan mengangkat mata lebih cekung ke dalam.16

2.4.3 Cat bulu mata ( mascara )


Maskara berguna untuk menebalkan, melentikkan dan membuat bulu mata
kelihatan lebih panjang. Jenis mascara terdiri atas16 :
a. Maskara cair Maskara cair merupakan bentuk mascara yang banyak dipakai
karena mudah disapukan dan mudah dihapus, tetapi kelemahannya mudah
luntur. Pemakai lensa kontak sebaiknya menghindari maskara jenis ini karena
maskara dapat mengotori lensa kontak. Maskara cair dikemas dalam kemasan
botol kecil dengan penutup yang dilengkapi sikat untuk menyapukan maskara
pada bulu mata.
b. Maskara water proof Bentuk maskara water proof menyerupai maskara cair,
tetapi terbuat dari bahan anti luntur, sehingga aman digunakan bagi mereka
pemakai lensa kontak atau mereka yang senang melaku-kan aktivitas yang
menguras keringat. Kelemahannya yaitu karena maskara ini tidah mudah
luntur maka maskara ini sulit untuk dihapus dan dibersihkan. Untuk
mengangkatnya diperlukan pembersih khusus mata yang mengandung minyak
seperti minyak bulus atau minyak zaitun. Kemasan maskara water prof sama
seperti kemasan maskara cair biasa.
c. Maskara dengan conditioner Maskara yang mengandung conditioner sangat
baik digunakan pada bulu mata yang mudah rontok dan terputus. Kandungan

Institut Sains dan Teknologi Nasional


16

conditioner-nya dapat memberi nutrisi yang menguatkan bulu mata. Biasanya


maskara jenis ini tidak berwarna (bening), karena hanya berisi bahan
perawatan dan bukan untuk riasan dekoratif.
d. Maskara bulu Jenis maskara ini cukup unik, karena berupa maskara cair yang
berisi bulu. Jika disapukan pada bulu mata, maskara ini dapat memberi kesan
bulu mata tampak tebal dan panjang. Maskara ini cocok bagi mereka yang
memiliki bulu mata tipis dan jarang.
e. Maskara padat atau cake Maskara jenis ini berbentuk cake hingga sepintas
menyerupai perona mata. Maskara ini jika akan digunakan harus dicampur
dengan air dan dibubuhkan dengan kuas khusus. Maskara ini dapat
memberikan kesan bulu mata tampak alamiah.

2.4.4 Bulu Mata


Bulu mata, atau lebih tepatnya rambut mata, adalah bagian dari
kelopak mata yang berupa helaian rambut-rambut. Rambut-rambut ini berfungsi
untuk melindungi supaya debu, keringat atau air yang menetes dari dahi tidak
masuk ke mata. Rambut mata merupakan rambut yang sangat lembut. Pada
dasarnya ada 4 macam bulu mata palsu, yaitu bulu mata strip lashes, cluster lashes,
single lashes, volume lashes. Jenis single dan cluster akan memberi hasil yang lebih
natural. Bulu mata palsu indiviual bisa menghasilkan tampilan yang bervolume dan
panjang, namun cukup sulit dan lama untuk dipasang. Untuk mendapatkan hasil
yang sama dalam waktu yang lebih singkat, gunakan saja jenis cluster. Sementara
itu jenis full strip tentu saja lebih mudah diaplikasikan. Begitu juga dengan demi

Institut Sains dan Teknologi Nasional


17

strip yang berukuran separuh dari bulu mata full strip, dan biasa digunakan di
bagian sudut luar mata untuk menambah kesan seksi dan menggoda.
Lem bulu mata memiliki elastisitas yang tinggi. Lem bulu mata memiliki
formula nitroselulosa yang berfungsi sebagai perekat, sehingga lem bulu mata
sangat tepat sebagai alternatif pengganti eye shadow base. Jenis lem yang
digunakan adalah lem bulu mata waterprof yang terbuat dari bahan lateks bukan
hevea yang memiliki keuntungan tidak mengandung antigen yang menghasilkan
jenis alergi, sehingga lem bulu mata ini aman digunakan pada kelopak mata. Lem
bulu mata adalah kosmetik khusus yang dipakai untuk menempelkan bulu mata.
Lem bulu mata fungsinya untuk merekatkan bulu mata palsu pada garis mata, dan
untuk menyatukan bulu mata palsu dengan bulu mata asli, sehingga bulu
menempel dan tidak mudah terlepas.16

2.4.5 Pensil Alis


Pensil alis adalah sediaan kosmetika mata yang berguna untuk menebalkan
atau mengubah bentuk alis. Pensil alis mengandung berbagai jenis bahan kimia
diantaranya lamp black, petroleum, paraffin, alumunium sikilar dan asam stearate.
Alis mata berfungsi untuk melindungi mata dari keringat, kelopak mata
melindungi mata dari benturan dan bulu mata melindungi mata dari cahaya yang
kuat, debu, dan kotoran. Berdasarkan bentuknya pensil alis terdiri dari16 :
a. Pensil alis berbentuk pensil
b. Pencil alis berbentuk krayon
c. Pensil alis berbentuk padat/eye brow powder

Institut Sains dan Teknologi Nasional


18

2.4.6 Lensa Kontak


Lensa kontak adalah penutup dari kaca atau plastik yang melengkung
digunakan langsung diatas bola mata atau kornea mata untuk memperbaiki
kesalahan refraksi mata.17
Klasifikasi lensa kontak beserta keuntungan dan kelemahannya berdasarkan
American Optometric Association:
1. Rigid gas-permeable (RGP) Terbuat dari plastik tipis yang fleksibel yang
mempermudah masuknya oksigen ke mata. Keuntungan: penglihatan lebih
baik, waktu berdaptasi pendek, nyaman, mengoreksi hampir seluruh kelainan
refraksi mata, mudah digunakan dan disimpan, jangka penggunaannya relatif
lama, tersedia dalam berbagai warna, dan bifokal. Kelemahan: lebih mudah
terlepas pada pusat mata daripada tipe yang lain, debris lebih mudah
menempel pada lensa, memerlukan penggunaan yang konsisten dan
pemeriksaan kesehatan mata.
2. Daily-wear soft lens Terbuat dari plastik yang lembut dan fleksibel, yang
mempermudah masuknya oksigen ke mata. Keuntungan: waktu beradaptasi
sangat pendek, lebih nyaman dan tidak mudah terlepas seperti RGP, tersedia
dalam berbagai warna dan bifokal, baik untuk yang selalu menjaga
penampilan. Kelemahan: tidak mengoreksi semua kelainan refraksi mata,
penglihatan tidak setajam seperti menggunakan lensa RGP, lensanya mudah
berminyak dan harus diganti, dan memerlukan perawatan yang intensif.
3. Extended-wear Digunakan pada malam hari, tersedia dalam jenis soft lens dan
RGP. Keuntungan: bisa dipakai selama 7 hari tanpa dilepas. Kelemahan: tidak
mengoreksi semua kelainan refraksi mata, risiko komplikasi meningkat,
memerlukan pemeriksaan kesehatan mata yang rutin, dan pelayanan yang
profesional.
4. Extended-wear disposable Digunakan dalam waktu berjangka, dari hari
pertama sampai 6 hari kemudian diganti. Keuntungan: tidak perlu dibersihkan,
memiliki risiko yang rendah jika digunakan sesuai petunjuk, tersedia dalam
berbagai warna, bifokal, dan sebagai lensa cadangan. Kelemahan: Penglihatan

Institut Sains dan Teknologi Nasional


19

tidak setajam seperti menggunakan lensa RGP, tidak mengoreksi semua


kelainan refraksi mata, dan perawatannya lebih sulit.
5. Planed replacement Lensa ini digunakan secara berjangka sebagai pengganti
dari soft lens, kebanyakan digunakan lebih dari 2 minggu, sebulan atau 4
bulan. Keuntungan: mudah dibersihkan dan tidak mudah terkena infeksi, baik
untuk mata yang sehat, tetapi harus dengan resep dokter. Kelemahan:
penglihatan tidak setajam seperti menggunakan lensa RGP, tidak mengoreksi
semua kelainan refraksi mata, dan perawatannya lebih sulit.
Indikasi Penggunaan Indikasi-indikasi penggunaan lensa kontak:
1. Indikasi optik, termasuk untuk anisometropia, aphakia unilateral, myopia yang
berminus tinggi, keratokonus dan astigmatisma irreguler. Lensa kontak dapat
digunakan oleh setiap orang yang memiliki kelainan refraksi mata dengan
tujuan kosmetik.
2. Indikasi terapeutik, yang meliputi: a. Penyakit pada kornea, contohnya ulkus
kornea non-healing, keratopathi bullousa, keratitis filamentari, dan sindrom
erosi kornea yang rekuren. b. Penyakit pada iris mata, contohnya aniridia,
koloboma, albino untuk menghindari kesilauan cahaya. c. Pada pasien
glukoma, lensa kontak digunakan sebagai alat pengantar obat. d. Pada pasien
ambliopia, lensa kontak opak digunakan untuk oklusi. e. Bandage soft contact
lenses digunakan untuk keratoplasti dan perforasi mikrokornea.
3. Indikasi preventif, digunakan untuk prevensi simblefaron dan restorasi forniks
pada penderita luka bakar akibat zat kimia, keratitis, dan trichiasis.
4. Indikasi diagnostik, termasuk selama menggunakan gonioskopi,
elektroretinografi, pemeriksaan fundus pada astigmatisma irreguler, fundus
fotografi, dan pemeriksaan goldmann’s 3 bayangan.
5. Indikasi operasi, lensa kontak digunakan selama operasi goniotomi untuk
glukoma kongenital, vitrektomi, fotokoagulasi endokular.
6. Indikasi kosmetik, termasuk skar pada kornea mata yang menyilaukan mata
(lensa kontak warna), ptosis, lensa sklera kosmetik pada phthisis bulbi.
7. Indikasi occupational, termasuk olahragawan, pilot, dan aktor.

Institut Sains dan Teknologi Nasional


20

BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Anatomi mata


Terdiri dari :
 Sklera: Melindungi bola mata dari kerusakan mekanis dan menjadi
tempat melekatnya bola mata.
 Otot-otot mata, adalah Otot-otot yang melekat pada mata, terdiri dari:
muskulus rektus superior (menggerakan mata ke atas) dan muskulus
rektus inferior (mengerakan mata ke bawah).
 Kornea: memungkinkan lewatnya cahaya dan merefraksikan cahaya.
 Badan Siliaris: Menyokong lensa dan mengandung otot yang
memungkinkan lensa untuk beroakomodasi, kemudian berfungsijuga
untuk mengsekreskan aqueus humor.
 Iris: Mengendalikan cahaya yang masuk ke mata melalui pupil,
mengandung pigmen.
 Lensa: Memfokuskan pandangan dengan mengubah bentuk lensa.
 Bintik kuning (Fovea): Bagian retina yang mengandung sel kerucut.
 Bintik buta: Daerah syaraf optic meninggalkan bagian dalam bola mata
 Vitreous humor: Menyokong lensa dan menjaga bentuk bola mata
 Aquous humor: Menjaga bentuk kantong bola mata
 Alis mata: terdiri dari rambut kasar yang terletak melintang di atas
mata, fungsinya untuk melindungi mata dari cahaya dan keringat juga
untuk kecantikan.
 Kelopak mata: ada 2, yaitu atas dan bawah. Kelopak mata atas lebih
banyak bergerak dari kelopak yang bawah dan mengandung musculus
levator pepebrae untuk menarik kelopak mata ke atas (membuka
mata). Untuk menutup mata dilakukan oleh otot otot yang lain yang
melingkari kelopak mata atas dan bawah yaitu musculus orbicularis
oculi. Ruang antara ke-2 kelopak disebut celah mata (fissura

Institut Sains dan Teknologi Nasional


21

pelpebrae), celah ini menentukan “melotot” atau “sipit” nya seseorang.


Pada sudut dalam mata terdapat tonjolan disebut caruncula lakrimalis
yang mengandung kelenjar sebacea (minyak) dan sudorifera (keringat).
 Bulu mata: ialah barisan bulu-bulu terletak di sebelah anterior dari
kelenjar Meibow. Kelenjar sroacea yang terletak pada akar bulu-bulu
mata disebut kelenjar Zeis. Infeksi kelenjar ini disebut Lordholum
(bintit).
 Apparatus lacrimalis: terdiri dari kelenjar lacrimal, ductus lacrimalis,
canalis lacrimalis, dan ductus nassolacrimalis.
3.2 Mata yang sehat
Mata merupakan organ penglihatan yang dimiliki manusia. Mata
adalah suatu panca indera yang sangat penting dalam kehidupan manusia
untuk melihat. Dengan mata manusia dapat menikmati keindahan alam
dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar dengan baik. Jika mata
mengalami gangguan atau penyakit mata, maka akan berakibat sangat fatal
bagi kehidupan manusia.1
Sehat sendiri dapat diartikan suatu keadaan yang sempurna baik
secara fisik, mental dan sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit atau
kelemahan. Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan
sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi.
Seseorang dikatakan sakit apabila ia menderita penyakit menahun (kronis),
atau gangguan kesehatan lain yang menyebabkan aktivitas
kerja/kegiatannya terganggu.13 Jadi dapat dikatakan bahwa mata yang
sehat adalah ketika mata berjalan normal dan bekerja sesuai fungsinya dan
sebagaimana mestinya.

3.3 Cara menjaga kesehatan mata pada pemakaian kosmetik


1. Jangan menyimpan make up terlalu lama
Pada riasan mata bentuk cair atau krim, bakteri dapat tumbuh dengan
mudah. Aturan menyimpan make up yang pertama adalah make up hanya bisa
disimpan dalam kurun waktu 3-6 bulan, dan jika lebih dari itu, maka
sebaiknya dibuang karena kosmetik sudah tercemar bakteri.

Institut Sains dan Teknologi Nasional


22

2. Jangan gunakan maskara kering


Meskipun belum mencapai 3 bulan atau lebih, namun jika maskara Anda
kering atau eyeliner cair Anda mengental, maka segera buang, Ladies.
3. Jauhkan dari sinar matahari atau temperatur panas
Seperti barang-barang lain, kosmetik juga sebaiknya tidak terpapar suhu
tinggi seperti panas matahari atau disimpan di mobil terlalu lama. Simpan juga
dalam tempat yang tidak lembab. Hal ini akan menyebabkan adanya
perubahan pada bahan kosmetik dan mengembangkan bakteri di dalam wadah
kosmetik.
4. Jangan mencampur kosmetik satu dengan yang lain
Jika Anda kebetulan suka mencoba berbagai macam merek kosmetik,
maka jangan mengombinasikan satu dengan yang lain. Selain karena
komposisi bahannya berbeda, hal ini bisa menyebabkan alergi dan pedih di
mata jika tidak cocok satu sama lain.
5. Jangan berbagi kosmetik
Anda mungkin ingin mencoba kosmetik milik teman Anda dan mungkin
Anda adalah orang yang baik hati dan mau meminjamkan alat make up ke
teman. Hal ini boleh saja asal teman tidak punya penyakit tertentu. Namun
sebaiknya dihindari karena tidak ada yang tahu ada bakteri berbahaya apa
yang bisa menyebabkan iritasi dan penyakit serius pada mata.
Hindari pula kosmetik yang berbahan glitter, berkilau atau menyala dalam
gelap Ladies, karena kebanyakan memiliki bahan yang kasar dan mudah
melukai mata. Selain itu, pastikan tangan Anda bersih dan jika ragu sebaiknya
cuci tangan terlebih dahulu jika tidak ingin ada kotoran yang masuk ke mata.

3.4 Bagian mata yang di aplikasikan kosmetik :


1. Kelopak merupakan alat menutup mata yang berguna untuk melindungi
bola mata terhadap trauma, trauma sinar dan pengeringan bola mata.
Kelopak mempunyai lapis kulit yang tipis pada bagian depan sedang di
bagian belakang ditutupi selaput lendir tarsus yang disebut konjungtiva
tarsal. Kelopak mata merupakan bagian mata yang aplikasikan eye liner
dan eye shadow.

Institut Sains dan Teknologi Nasional


23

2. Bola mata merupakan bagian yang aplikasikan contact lens mempunyai 3


lapis dinding yang mengelilingi rongga bola mata.
3. Alis mata ialah rambut kasar yang terletak melintang di atas mata,
fungsinya untuk melindungi mata dari cahaya dan keringat juga untuk
kecantikan. Alis mata merupakan bagian mata yang aplikasikan eye brow
pencil.
4. Bulu mata ialah barisan bulu-bulu terletak di sebelah anterior dari kelenjar
Meibow. Jenis kosmetik/ preparat mata : cat bulu mata (maskara).

BAB IV

Institut Sains dan Teknologi Nasional


24

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan
1. Eye Liner dan Eye Shadow digunakan pada kelopak mata
Tujuan penggunaan eye shadow adalah untuk membuat kelopak mata tampak
cemerlang, sedangkan tujuan penggunaan eye liner adalah mempertegas bentuk
mata dan membuat mata tampak lebih besar. Eye shadow digunakan di kelopak
mata luar sampai dalam bagian mata. Sedangkan eye liner digunakan bagian tepi
kelopak mata atas dan bawah.
Kelopak mata sendiri merupakan alat penutup mata yang berguna untuk
melindungi mata dari benda asing, angin, debu dan cahaya yang sangat terang.
Untuk wanita yang menggunakan Eye Liner dan Eye Shadow harus
memperhatikan kebersihannya dengan cara dibersihkan memakai eye remover
agar tidak ada yang menempel di kelopak mata yang dapat mengganggu kesehatan
mata.
2. Mascara dan bulu mata palsu digunakan pada bulu mata
Tujuan penggunaan mascara adalah untuk menebalkan, melentikan dan
membuat bulu mata terlihat lebih panjang. Mascara digunakan pada bulu mata
bagian atas dan bawah. Sedangkan bulu mata palsu bertujuan untuk menghasilkan
tampilan bulu mata yang panjang dan bervolume. Penggunaan bulu mata palsu
memakai lem bulu mata yang aman untuk menempelkan bulu mata tersebut pada
kelopak mata
Bulu mata merupakan rambut pendek yang tumbuh diujung kelopak mata
yang berfungsi membantu melindungi mata yang bertindak sebagai barrier
(penghalang).
3. Pensil alis digunakan pada alis mata
Tujuan penggunaan pensil alis adalah untuk menebalkan atau memperbaiki
bentuk alis mata. Alis mata terdiri dari rambut kasar yang terletak melintang diatas
mata berfungsi untuk melindungi mata dari cahaya dan keringat.

4. Mata yang sehat adalah ketika mata dapat berjalan normal dan bekerja sesuai
fungsinya dan sebagaimana mestinya. Namun ternyata ada beberapa efek
akibat penggunaan kosmetik yang digunakan secara berlebihan, seperti iritasi
kulit ringan, panas, merah, gatal dan bahkan bisa menyebabkan kanker kulit
karena kandungan bahan kimia di dalamnya. Penggunaan secara benar hingga

Institut Sains dan Teknologi Nasional


25

cara membersihkan makeup yang tepat akan sangat berpengaruh


meminimalisir risiko.
4.2 Saran
Memperbanyak referensi terbaru mengenai struktur anatomi dan fisiologi dari
kulit mata serta informasi mengenai kosmetik pada mata sehingga kosmetik dapat
digunakan dengan baik dan benar.

HASIL DISKUSI

1. Megah (Kelopok Anatomi Kuku)


Apakah kontak lensa termasuk kosmetik?
Menurut American Optometric Association (AOA) indikasi penggunaan
kontak lensa ada 7 macam, salah satunya adalah Indikasi kosmetik, termasuk
skar pada kornea mata yang menyilaukan mata (lensa kontak warna), ptosis,
lensa sklera kosmetik pada phthisis bulbi.
Tujuan penggunaan kontak lensa untuk mengubah penampilan sehingga
kontak lensa termasuk dalam golongan kosmetik.
2. Elia (Kelompok Krim)
Apakah eye base termasuk kosmetik? dan apakah berbahaya dalam
penggunaannya?

Institut Sains dan Teknologi Nasional


26

Eye base digunakan untuk mendukung penggunaan kosmetik pada mata yaitu
eye shadow. Eye base mengandung pelembab untuk kelopak mata yang
kurang jaringan pelembab sehingga tidak berbahaya dalam penggunaannya.
Eye base termasuk dalam golongan kosmetik karena tanpa eye base
penggunaan eye shadow tidak maksimal.
3. Vera (Kelompok Dispersi)
Apa yang menyebabkan mata kering pada penggunaan kontak lensa?
Karena pada penggunaan kontak lensa, bola mata tertutup oleh kontak lensa
sehingga ketika kelenjar lakrimalis menghasilkan air mata tidak bisa disebar
secara merata oleh bola mata ketika berkedip karena dihalangi plastik tipis
dari kontak lensa
4. Vilda (Kelmpok Dispersi)
Apa yang harus diperhatikan pada kulit mata dan apa fungsi krim mata dan
kenapa krim wajah tidak bisa digunakan buat kulit mata?
Yang diperhatikan pada kulit mata adalah Kelembabannya karena kurangnya
jaringan pelembab pada mata. Sedangkan Fungsi krim mata adalah untuk
menambah kelembaban pada kulit mata. Kulit mata berbeda dengan kulit
wajah karena kulit mata lebih tipis dan lebih sensitive dibandingkan kulit
wajah sehingga krim wajah tidak bisa digunakan pada kulit bagian mata.
5. Tori (Kelompok Gel)
Kenapa bisa timbul kerutan pada mata?
Manurut Patricia Farris, MD ahli dermatologi dari Tulane Univensity School
Of Madicine, kulit disekitar mata lebih rapuh dan rentan kekeringan karena
sedikitnya jaringan pelembab sehingga lebih cepat untuk menunjukkan tanda-
tanda kelelahan dan penuaan berupa kerutan pada bagian mata.

Institut Sains dan Teknologi Nasional


27

DAFTAR PUSTAKA

1. Hamdani, 2010, Sistem Pakar Untuk Diagnosa Penyakit Mata pada Manusia,
Jurnal Penelitian.
2. www.britannica.com, 2015.
3. Pramudiati, R, 2001, Kecantikaan, Kosmetika dan Estetika, Gramedia Pustaka
Indonesia, Jakarta.
4. Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia
Nomor Hk.00.05.4.1745 Tentang Kosmetik.
5. Wasitaatmadja, 1997, Penuntun Kosmetik Medik, Universitas Indonesia,
Jakarta.
6. Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 045/C/SK/1977 tanggal 22
Januari 1977
7. Pearce, Evelyn, 1987, Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis, PT Gramedia,
Anggota IKAPI, Jakarta.
8. Ilyas S, 2010, Ilmu Penyakit Mata untuk Dokter Umum dan Mahasiswa
Kedokteran, Edisi 2, C.V. Agung Seto, Jakarta.
9. Khurana AK, 2007, Comprehensive Ophthalmology, Edisi ke-4, New Age
International Limited, New Delhi.
10. Kanski J, 2007, Clinical Ophthalmology A Systematic Approach, Edisi ke-6,
Elsevier Limited, USA.
11. Vaughan DG, Asbury T, 2007, Oftalmologi Umum, Edisi 17, Alih Bahasa
Tambajong J, Pendit UB, Widya Medika, Jakarta
12. Bickley LS, Szilagyi PG, 2003, Bates’ Guide to Physical Examination and
History Taking, 8th edition, Lippincott Williams and Wilkins, USA
13. World Health Organization. Definisi Sehat WHO: WHO; 1947 Available
from: www.who.int.
14. Prafitasari DN, 2010. Efek Samping Kosmetik Dan Penanganannya, Jurnal
Penelitian
15. www.everydayhealth.com

Institut Sains dan Teknologi Nasional


28

16. Kusantati Herni, 2008, Tata Kecantikan Kulit Jilid 1, Pusat Perbukuan
Departemen Pendidikan Nasional.
17. Anderson, D.M., 2007. Dorland’s Illustrated Medical Dictionary. 31st ed.
Philadelphia: Saunders.

Institut Sains dan Teknologi Nasional