Anda di halaman 1dari 15

TUGAS AKHIR MODUL 3 IPA

Prinsip Kerja Balon Udara


Disusun Sebagai Tugas Akhir Modul Pembelajaran Dalam Jaringan Program Profesi
Guru Dalam Jabatan

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


PENDIDIKAN PROFESI GURU DALAM JABATAN
PROGRAM STUDI ILMU PENGETAHUAN ALAM
2019
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Dalam tugas
akhir ini kita berbicara tentang konsep umum pascal dan hukum
Archimedes dimana di dalam fluida hukum pascal dan hukum archimedes mempunyai arti
dan kosep-
konsep tersendiri mengenai pengertian,fungsi dan kegunaan serta implementasi
untuk kehidupan kita seharihari. Sebelum masuk kedalam pembahasan
y a n g l e b i h j a u h terlebih dahulu kita harus memahami konsep umum dari fluida terlebih
dahulu, karena padamakalah ini substansi yang akan dibicarakan mengacu pada
pelajaran mekanika fluida yangtermasuk Hukum Pascal dan Hukum Archimedes.Fluida
diartikan sebagai suatu zat yang dapat mengalir Istilah fluida mencakup zatcair
dan gas karena zat cair seperti air dan zat gas seperti udara dapat mengalir . Zat
padatseperti batu atau besi tidak dapat mengalir sehingga tidak bisa digolongkan dalam
fluida. Air m e r u p a k a n s a l a h s a t u c o n t o h z a t c a i r . m a s i h a d a c o n t o h z a t c a i r
l a i n n ya s e p e r t i m i n y a k pelumas, susu, dan sebagainya. Semua zat cair itu dapat dikelo
mpokkan kedalam fluida karena sifatnya yang dapat mengalir dari satu tempat ke tempat
yang lain
.S e b e l u m m e m b a h a s l e b i h l a n j u t s e k i l a s m e n g e n a i h u k u m P a s c a l , b a g a i
m a n a j i k a sebuah bejana diisi dengan fluida homogen dan s alah satu pipanya
ditekandengan gayasebesar F% Proses Fisika yang terjadi pada bejana seperti itu
diselidiki oleh &laise Pasca melalui penelitiannya, Pascal berkesimpulan bahwa
apabila tekanan diberikanpada fluiday a n g m e m e n u h i s e b u a h r u a n g a n t e r t u t u
p , t e k a n a n t e r s e b u t a k a n d i t e r u s k a n o l e h f l u i d a tersebut ke segala arah
dengan besar yang sama tanpa mengalami pengurangan. Pernyataan ini dikenal
sebagai Hukum Pascal
Kehidupan sehari-hari benda di sekitar kita, zat memiliki tiga wujud yaitu padat, cair,
dan gas. Ketiga wujud tersebut memiliki karakteristik yang berbeda. Zat padat karena
komponen antar partikel tersusun dengan sangat rapat sehingga zat padat tidak memiliki
karakteristik dapat mengalir, berbeda dengan zat cair dan zat gas.Kemampuan zat cair dan
gas yang dapat mengalir sehingga disebut fluida. Menurut Giles ( “Fluida adalah zat-zat yang
mampu mengalir dan yang menyesuaikan diri dengan bentuk wadah dan tempatnya”. Contoh
fluida yaitu air dan udara.
Fluida dapat dibagi menjadi dua, yaitu fluida statis dan dinamis. Fluida statis
merupakan fluida dalam fase tidak bergerak (diam). Dalam fluida statis dipelajari hukum-
hukum dasar yang berkaitan dengan konsep tekanan hidrostatis yang dimanfaatkan untuk
kesejahteraan manusia dalam kehidupannya, salah satunya adalah prinsip hukum Pascal dan
prinsip hukum Archimedes. Namun, tidak banyak masyarakat mengetahuinya salah satunya
adalah prinsip balon udara yang bisa diterapkan dari hukum Archimedes.
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menjumpai balon, baik balon untuk mainan
anak-anak sampai dengan balon udara yang sangat besar dan balon tersebut dapat bergerak
naik sampai ketinggian tertentu, balon tersebut sering disebut balon udara. Balon udara
merupakansebuah balon yang yang berisi udara. Balon terbang dapat mengambang di udara
karena daya apungnya. Menurut Hukum Archimedes, gaya apung yang bekerja pada suatu
benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhnya kedalam suatu fluida sama dengan
berat fluida yang dipndahkan oleh benda tersebut. Prinsip inilah yang menjadi dasar cara
kerja balon udara.

B. RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah dalam laporan ini yaitu“bagaimanakah prinsip kerja balon
udara sederhana dari balon.coca-cola dan mentos?”

C. TUJUAN PERCOBAAN
Dari permasalahan tersebut, maka tujuan percobaan yaitu untuk mengetahui prinsip
kerja balon udara sederhana dari balon.coca-cola dan mentos

BAB II
LANDASAN TEORI

A. Fluida
Fluida adalah suatu zat yang dapat mengalir. Fluida mencakup zat cair dan gas.
Semua zat cair dapat dikelompokkan ke dalam fluida karena sifatnya yang dapat mengalir.
Selain zat cair, zat gas termasuk fluida. Gas termasuk fluida karena zat gas juga memiliki
kemampuan untuk mengalir. Fluida dibagi menjadi dua jenis, yaitu fluida statis (fluida
diam) dan fluida dinamis (fluida bergerak). Fluida statis ditinjau ketika fluida diam atau
dalam keadaan setimbang. Fluida statis berhubungan dengan tekanan.
B. Balon Udara
Balon terbang atau udara merupakan sejenis pesawat terbang, sebuah balon yang
dipompa dengan udara. Balon terbang dapat mengambang di udara karena daya
apungnya.Balon udara dapat terbang dengan dua cara yaitu balon udara diisi dengan udara
panas dan balon udara diiisi dengan gas ringan misalnya helium.
C. Balon Udara
Balon udara yaitu sebuah balon yang memiliki massa jenis udara yang berbeda
dengan udara disekitarnya, Dilakukan dengan cara dipanaskan dengan api sehingga udara
akan mengalir dan balon akan naik ke atas, sehingga ketika dipanaskan udara yang
terperangkap akan memiliki massa jenis yang kecil dibanding dengan udara disekitarnya
sehingga menyebabkan udara terperngkap tersebut menjadi lebih ringan dan akhirya balon
udara naik ke atas.
D. Teori Fisika yang Terdapat pada Balon Udara.
1. Hukum Archimedes
Balon udara naik atau turun sesungguhnya mengikuti hukum Archimedes. Hukum
Archimedes mengatakan bahwa “Benda di dalam zat cair akan mengurangi berat sebesar
berat zat cair yang dipindahkan”. Hukum archimedes ini berlaku untuk semua
fluida.Persamaan rumusnya adalah :
Fa = ρƒ . Vbƒ . g
Keterangan :
Fa = gaya angkat ke atas pada benda / gaya apung (N)
ρƒ = massa jenis udara (kg/m3)
Vbƒ = volume udara yang terdesak (m3)
g = percepatan gravitasi bumi (m/s2)
Pada balon udara sama halnya dengan peritiwa terapung. Agar balon udara dapat
bergerak naik massa benda lebih kecil dari massa jenis fluida (ρ benda < ρ fluida) dan
berat benda lebih kecil dari gaya angkat fluida (W < Fa).
Aplikasi hukum archimedes ini digunakan balon udara untuk naik dan turun. Berikut
penjelasan untuk menaikkan dan menurunkan balon udara:
a. Saat ingin menaikkan balon udara
Fa > berat total balon
Dengan persamaan Fa = ρƒ . Vbƒ . g, maka yang bisa dirubah adalah Vbƒ karna massa
jenis udara ( ρƒ ) dan percepatan grvitasi (g) adalah konstan. Merubah Vbƒ dengan cara
mengisi balon sehingga berat udara yang dipindahkan lebih berat dari berat balon. Untuk
mencapai hal tersebut, prinsip kimia mengajarkan kita tentang mengisi balon dengan gas
yang massa molekulnya lebih kecil dari massa rata-rata di udara atau dengan gas panas.
Tidak semua gas memenuhi persyaratan itu, apalagi jika ada pertimbangan harga dan
keselamatan. Beberapa di antaranya adalah gas Hidrogen (H2) dan Helium (He). Sehingga
saat gaya apung (Fa) sudah lebih berat daripada berat total balon (berat balon dan muatan)
sehingga balon mulai bergerak naik.
b. Saat ingin menurunkan balon udara
Fa < berat total balon
Dengan persamaan Fa = ρƒ . Vbƒ . g, maka yang bisa dirubah adalah Vbƒ karena massa
jenis udara ( ρƒ ) dan percepatan gravitasi (g) adalah konstan. Untuk menurunkan balon
dengan cara mengurangi volume udara yang ada pada balon, sehingga saat gaya apung
(Fa) lebih kecil daripada berat balon, dan berat balon bergerak turun.
E. Coca-cola
Coca-cola adalah minum ringan berkarbonasi yang banyak di jual ditempat perbelanjaan.

 Pewarna (yang diduga memicu kanker)


Nama pewarna pada Coca-Cola bernama 4-methylimidazole (4-MI), senyawa yang
diduga memicu kanker. Meski pihak Coca-Cola bersikeras minuman produksi mereka
aman karena kandungan 4-MI yang tidak berbahaya, nyatanya berbagai penelitian
telah membuktikan yang sebaliknya.
 Kafein
Di dalam sekaleng Coca-Cola, setidaknya ada 40 mg kafein. Itu adalah setengah kadar
kafein dalam secangkir teh dan sepertiga cangkir kopi. Kafein membuat detak jantung
menjadi lebih cepat dan meningkatkan darah tinggi. Kafein juga membuat tubuh
berhenti menyerap zat besi dari makanan. Jadi pecinta soda biasanya menderita
kekurangan zat besi.
 Gula
Baik Coca-Cola biasa, zero sugar, maupun jenis diet, semuanya tetap saja
mengandung gula. Kebanyakan gula biasanya memicu obesitas, diabetes tipe 2,
serangan jantung, dan juga stroke. Gula dalam Coca-Cola juga cepat diserap tubuh,
sehingga membuat peminumnya mudah lelah dan meningkatkan keinginan makan
makanan manis yang lebih banyak.
 Asam fosfat
Asam fosfat adalah senyawa tak berbau yang memberi rasa pada Coca-Cola. Asam
fosfat ini biasanya efektif menghilangkan karat pada besi. Kebanyakan asam fosfat
akan merusak ginjal dan melemahkan tulang. Mengerikan sekali ya?
 Bisphenol A
Hampir semua orang tahu tentang bisphenol A. Senyawa ini biasanya ditemukan
dalam botol bayi, alat makan plastik, tempat CD, termasuk kaleng Coca-Cola.
Bisphenol A sifatnya mirip hormon estrogen, sehingga mampu merusak
keseimbangan tubuh. Banyak penelitian yang sudah menyebutkan bisphenol A
mampu memicu kanker, kerusakan hati, obesitas, diabetes, dan masalah
ketidaksuburan.
 Asam sitrat
Asam sitrat biasa ditemukan pada jeruk atau grapefruit. Rasa asam ini bisa
merusak gigi jika dikonsumsi berlebihan. Penelitian dalam jurnal General Dentistry
menyebutkan bahwa Coca-Cola bersifat sepuluh kali merusak gigi
daripada buahjeruk.

F. Mentos
Mentos adalah sbuah merek permen rasa mint.
G. Prinsip Kerja Balon Udara
Balon udara adalah balon yang dapat bergerak naik. Balon udara ada dua jenis yaitu
balon latex bisa juga menggunakan plastic dan menggunakan kertas minyak. Pada
dasarnya prinsip kedua balon sama saja yaitu memiliki massa jenis yang ringan dalam
balon udara sehingga memperoleh gaya ke atas dari udara yang ada di sekitarnya sesuai
dengan Hukum Archimedes “gaya apung benda di dalam fluida sama dengan berat fluida
yang dipindahkan.” Dalam hal ini balon sebagai benda dan fluida yaitu udara yang ada di
sekitar balon.
Ada lebih sedikit partikel udara per satuan volume di dalam balon, tetapi karena
partikel-partikel tersebut bergerak lebih cepat, dalam dan luar tekanan udara yang
sama.Dengan asumsi bahwa udara di balon dan udara di luar balon ada di bawah kondisi
yang persis sama. Maka, jika kita mengubah kondisi udara di dalam balon, kita dapat
mengurangi kepadatan, sekaligus menjaga tekanan udara yang sama. Kekuatan tekanan
udara pada objek tergantung pada seberapa sering berbenturan dengan partikel-partikel
udara objek, serta gaya masing-masing tabrakan. Kita melihat bahwa secara keseluruhan
kita dapat meningkatkan tekanan dalam dua cara:
 Meningkatkan jumlah partikel udara sehingga ada sejumlah besar partikel berdampak
atas luas permukaan tertentu.
 Meningkatkan kecepatan partikel sehingga partikel menghantam daerah lebih sering
dan setiap partikel bertabrakan dengan kekuatan yang lebih besar.
Jadi, untuk menurunkan kerapatan udara dalam balon tanpa kehilangan tekanan udara,
hanya perlu meningkatkan kecepatan partikel udara dengan memanaskan udara. Partikel
udara menyerap energi panas dan menjadi lebih bereaksi. Hal ini membuat partikel-
partikel udara bergerak lebih cepat, sehingga memungkinkan terjadi tabrakan antar
partikel menjadi lebih sering dan dengan kekuatan yang lebih besar.Udara panas memberi
tekanan udara yang lebih besar per partikel daripada udara dingin. Jadi naiknya balon
udara ke atas adalah karena balon tersebut dipenuhi dengan panas, udara menjadi kurang
padat dan dikelilingi oleh udara lebih dingin namun lebih padat.

Gambar 2. Massa jenis udara dalam balon lebih kecil dari massa jenis udara diluar balon
BAB III
DATA DAN ANALISIS

A. PERENCANAAN PEMBUATAN BALON UDARA


1. Menyiapkan alat dan Bahan.
Alat dan Bahan
a. Alat
 gunting 1 buah
b. Bahan
 Balon…
 Sekitar 40 ml air
 Botol minuman soda
 Sedotan
 Jus dari sebuah lemon
 1 sendok teh baking soda
Cara kerjanya:
1. Sebelum dimulai, pastikan kamu mengulurkan balon agar lebih mudah
untuk di pompa
2. Tuangkan 40 ml air ke dalam botol minuman soda
3. Tambahkan 1 sendok teh baking soda dan aduk dengan sedotan hingga larut
4. Tuangkan jus lemon ke dalamnya dan masukkan balon yang telah terulur
dengan cepat di atas mulut botol

Gambar 1: Persiapam Alat dan Bahan

2. Alasan pemilihan bahan


 Bahan kertas layangan menjadi pemilihan saat pembuatan balon udara panas
karena kertas layangan memilki massa yang lebih ringan dari pada plastik
tujuannya untuk mengurangi beban balon udara.
 Pembakar yang saya gunakan untuk percobaan adalah paraffin karena paraffin
memiliki titik leleh yang tinggi daripada lilin yaitu 47 hingga 64oC, massa yang
ringan 9,05 gram, berwujud padat dan tidak mudah menyublim yang
memudahkan saat percobaan.
 Penggunaan kawat pada kerangka diagonal bagian bawah balon udara panas
karena kawat tahan terhadap panas dan memilki massa yang ringan tujuannya
saat dipasangkan parafin pada kawat, kawat tidak terbakar terkena api dari
parafin.
 Penggunaan bambu untuk kerangkan lingkaran balon udara panas, karena bambu
memiliki massa yang ringan, mudah direkatkan, dan mudah dibentuk.

B. PELAKSANAAN
1. Langkah – langkah pembuatan balon udara dengan bahan coca-cola+mentos:
a. Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan
b. Memasukkan permen mentos 10 buah pada balon 1
c. Memasukkan 15 permen mentos pada balon 2
d. Membuka botol coca-cola
e. Meletakkan balon 1 dimulut botol coca-cola 1 dan mengamati reaksinya
f. Mengikat balon udara 1
g. Meletakkan balon 1 dimulut botol coca-cola 1 dan mengamati reaksinya
h. Mengikat balon udara 2
i. Menguji kemampuan terbang balon udara
j. Menyalakan api pada paraffin
k. Mengamati pergerakan balon di uadara
l. Mencatat hasil percobaan.
Dokumentasi langkah-langkah pembuatan balon udara sederhana dengan bahan
coca-cola+permen mentos dan balon:

Langkah ke-2: Memotong bambu setipis


mungkin

Langkah ke-1:
Menyiapkan alat dan bahan yang
dibutuhkan

Langkah ke-3: Melingkarkan potongan Langkah ke-4: Membuat persilangan


bambu yang telah diserut dan direkatkan kawat pada lingkaran bambu tersebut
ujungnya dengan doble tape kemudian sisihkan
Langkah ke-5: menggunting kertas sesuai Langkah ke-6: Menempelkan tepi pola
pola yang diinginkan, satu balon udara kertas layangan dengan doble tape
membutuhkan 4 pola kertas

Langkah ke-7: Menyambungkan setiap tepi Langkah ke-8: Menempelkan bagian


4 kertas pola layangan bawah pola kertas layangaan dengan
bambu lingkaran tadi dengan lem perekat

Langkah ke-9:Memastikan kertas layangan Langkah ke-10: Mengkaitkan paraffin


pada kondisi yang baik tidak sobek pada kawat kemudian diikat agar tidak
mudah lepas

Dokumentasi langkah-langkah menguji kemampuan terbang balon udara:


Langkah ke-1: Uji coba dilapangan sekolah Langkah ke-2: Balon udara panas mulai
dengan membakar parafin (pastikan mengembang
kondisi angina stabil)

Langkah ke-3: Balon udara panas mulai Langkah ke-4: Balon udara panas mulai
bergerak naik terbang dan mencatat waktu terbangnya

C. DATA HASIL PERCOBAAN


Percobaan yang saya lakukan yaitu percobaan membuat balon udara sederhana
dengan menggunakan campuran coca-cola + permen mentes dan balon.. Pada percobaan ini,
saya berhasil membuat balon udara tersebut yang bergerak naik sampai ketinggian lantai 2
gedung sekolah (±5 meter). Berikut table pengamatan uji coba terbang balon udara panas.
Tabel 1. Data hasil percobaan balon udara panas
Hasil Pengamatan
No Perlakuan
Sebelum Sesudah
1. Menyalakan Paraffin Balon udara belum Balon udara mulai
t = 44 sekon mengembang mengembang
2. Menyalakan paraffin Balon udara Balon udara mulai akan
t = 1 menit 4 detik mengembang terbang
3. Menyalakan paraffin Balon udara terbang Balon udara terbang
t = 1 menit 36 detik pada ketinggian lanti 2
gedung sekolah

D. ANALISIS DATA
Percobaan yang telah saya lakukan adalah percobaan prinsip kerja balon udara yang
diisi dengan udara panas. Sebenarnya prinsip kerja pada balon yang diisi dengan udara panas
dan yang diisi dengan gas
ringan pada dasarnya sama,yaitu mengkondisikan udara dalam balon lebih ringan atau
massa jenis udara di dalam balon lebih kecil dari udara luar sekitar balon,
sehingga balon udara dapat naik (terbang).
Konsep tenggelam, melayang, dan terapung juga berlaku di udara. Konsep
mengapung dimanfaatkan dalam prinsip kerja balon udara. Pada awalnya, massa jenis udara
di dalam balon udara dan di sekitar balon adalah sama. Ketika coca-cola bereaksi dengan
permen mentos, udara di dalam balon menjadi panas, sehingga udara di dalam balon
memiliki massa jenis yang lebih kecil daripada udara biasa (udara di sekitar balon). Berat
menjadi berkurang menjadi lebih kecil daripada gaya angkat menyebabkan balon udara
bergerak naik.
Sesuai dengan prinsip Archimedes “Gaya apung yang bekerja pada benda yang
dimasukkan dalam fluida sama dengan berat fluida yang dipindahkannya”. Pada percobaan
balon udara, udara sebagai fluida dimana benda dapat terapung pada fluida , jika massa
jenisnya lebih kecil dari massa jenis fluida tersebut.
Pada balon udara yang diisi dengan udara panas, agar balon udara dapat terbang,
maka balon udara dipanaskan dengan menggunakan Udara panas
ini akan terperangkap di dalam balon udara yang dihasilkan dari gas Karbon dioksida yang
dihasilkan dari reaksi antara coca-cola+permen mentos.. Udara panas memiliki
massa jenis yang lebih kecil daripada udara biasa, maka
membuatnya lebih ringan sehingga balon udara pun akan bergerak naik di dorong oleh
udara yang bertekanan lebih kuat.
1. Balon udara akan melayang diudara apabila besarnya gaya apung sama dengan gaya
berat balon udara tersebut. Secara sistematis dapat ditulis :
Fb= W_gas+ W_beban
Fb=(m_gas+m_beban )g
ρ_udara.V .g=(ρ_gas.V+ m_beban )g
ρ_udara.V =(ρ_gas.V+ m_beban )

2. Jika dalam proses menaikkan balon udara, udara di dalam balon dipanaskan dengan gas-
gas yang dihasilkan dari reaksi antara coca-cola+permen mentos tersebut sehingga
menyebabkan massa jenis balon udara lebih kecil daripada massa jenis udara disekitar
balon, sehingga menyebabkan balon tersebut terangkat. Secara sistematis dapat ditulis:
ρ_(uadara ).V> ρ_gas.V+ m_beban

Gambar. Gaya apung lebih besar daripada berat total balon


BAB IV
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil percobaan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Balon udara merupakan contoh penerapan prinsip hukum Archimedes, dimana gaya
apung yang bekerja pada benda yang dimasukkan dalam fluida sama dengan berat
fluida yang dipindahkan
2. Gaya apung balon udara naik apabila massa jenis balon udara lebih kecil daripada
massa jenis udara di sekitar balon udara. Secara sistematis dapat ditulis ρ_(uadara ).V>
ρ_gas.V+ m_beban
3. Pemanasan bagian dalam udara balon dapat membuat massa jenis yang lebih kecil
daripada udara biasa (udara di luar balon), sehingga membuat balon udara menjadi
lebih ringan dan dapat bergerak naik.

B. SARAN
Dalam percobaan pembuatan balon udara ini masih ada banyak hal yang harus diperbaiki,
sehingga perlu adanya koreksi dari berbagai pihak.
C. RUJUKAN
https://id.m.wikipedia.org diakses tanggal 3 Agustus 2019
https://m-merdeka-com.cdn.ampproject.org 3 Agustus 2019
https://en.wikipedia.org/wiki/Paraffin_wax diakses tanggal4 Agustus 2019
https://id.wikipedia.org/wiki/Balon_udara_panas 4 Agustus 2019
http://tiaradrtermodinamika.blogspot.com/2015/03/perpindahan-kalor.html diakses tanggal 4
Agustus 2019
http://anekamakalahkita.blogspot.com/2013/01/laporan-fisika-teknik-balon-udara-panas.html
diakses tanggal 4 Agustus 2019