Anda di halaman 1dari 3

ASPEK PEMASARAN

Analisis STP dan 4P


Dalam ilmu pemasaran kita mengenal STP dan 4P sebagai strategi pemasaran produk atau pun
jasa. STP adalah singkatan dari segmentation, targeting, dan positioning. Sedangkan 4P adalah
singkatan dari keempat unsur dalam marketing mix, yakni product, price, place, dan promotion.
STP dan 4P akan selalu muncul dalam marketing mix apapun konteksnya.
Analisis STP
1. Segmentation
Besarnya prospek ayam geprek membuat produsen berupaya mengembangkan segmentasi dari
ayam geprek. Segmentasi tersebut mencakup dari segi usia maupun selera, sehingga
bermunculan produk makanan ayam geprek dengan berbagai pilihan sajian yang disesuaikan
dengan selera dari segmentasi konsumen mereka. Sejalan dengan peningkatan permintaan ayam
geprek dan perkembangan teknologi yang semakin maju, produsen-produsen yang bergerak
dalam usaha restauran terus melakukan inovasi untuk menambah keunggulan dari olahan
produknya, sehingga produk mereka memiliki perbedaaan yang nyata dibandingkan produk
sejenis dengan tujuan menarik minat konsumen. Untuk itu kepuasan atribut perlu ditingkatkan
perusahaan untuk mempertahankan konsumen.
Segmentasi Demografis : Segmentasi demografis konsumen terdiri dari umur, jenis kelamin,
pendapatan, agama, status perkawinan, pendidikan, etnik dan kebangsaan. Produk ayam geprek
ditujukan kepada seluruh kalangan masyarakat tidak hanya untuk orang dewasa, ayam geprek
juga dapat diminati para anak-anak. Ayam geprek bensu lebih ditujukan kepada remaja dan
orang dewasa.
Segmentasi Geografis : Segmentasi geografis antara lain: wilayah, ukuran daerah, ukuran
kota, dan kepadatan iklim. Lokasi berada di Jl. Rawa Jati Timur Raya No.10 RT.006 RW 08, Rawajati,
Pancoran dan ayam geprek bensu memliki beberapa cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.
Ayam geprek ini cocok dinikmati disegala cuaca, baik panas maupun dingin.
Segmentasi Psikografi : Segmentasi psikografis ini meliputi kelas sosial, gaya hidup,
kepribadian, persepsi, serta sikap. Produk ayam geprek ini ditujukan kepada semua kelas sosial
baik kelas menengah ke bawah maupun kelas menengah ke atas karena harganya pun juga sangat
terjangkau.
2. Targeting
Tahap targeting disini yaitu membidik kelompok konsumen yang akan kita sasarkan. Dalam
usaha ayam geprek bensu diperuntukan bagi masyarakat kalangan remaja hingga dewasa dengan
status sosial umum. tetapi tidak dapat menutup kemungkinan jika produk ini dapat diterima oleh
segala kalangan dan umur.

3. Positioning
Pokok bahasan dalam positioning adalah mengidentifikasi konsep positioning yang
memungkinkan bagi masing-masing segmen sasaran dan memilih, mengembangkan dan
mengkomunikasikan konsep positioning yang dipilih.
Inovasi dalam bisnis ini mengembangkan kreativitas untuk khalayak orang . Serta kenyamanan
dan kepuasaan pelanggan paling utama. Dengan gaya melalui menu kuliner yang seperti ini,
membuat masyarakat bisa merasakan kembali sensasi pedas nya sambal khas Indonesia.

5.1.2 4P
Selain STP dalam rangkaian proses marketing, dikenal pula dengan identifikasi 4P, yaitu antara
lain :
1. Product : Pertama-tama, untuk masuk ke pasar, kita harus memiliki produk yang bagus
sesuai dengan target pasarnya. Kesempurnaan sebuah produk dinilai konsumen melalui
komposisi-komposisi produk yang dimiliki.
Produk Ayam Geprek bensu adalah produk dimana olahan ayam goreng krispy yang dipadukan
dengan pedasnya sambal yang terdiri dari cabai setan yang dikenal cukup pedas. Jadi pelanggan
akan merasakan sensasi pedasnya ayam.
2. Price : Produk juga harus memiliki harga yang sesuai dengan target pasar. Setelah
menetapkan produk selanjutnya perusahaan akan menetapkan harga untuk produk tersebut agar
memiliki nilai jual atau nilai tukar. Ayam bensu menetapkan harga untuk makanan harganya
berkisar antara Rp 15.000,- sampai Rp 50.000,- /porsi.
3. Place : Lokasi atau tempat yang kita masuki juga menentukan keberhasilan menggarap
target pasar. Tempat yang menarik bagi konsumen adalah tempat yang paling strategis,
menyenangkan, dan efisien.Produk Ayam Geprek bensu di Jl. Rawa Jati Timur Raya No.10 RT.006
RW 08, Rawajati, Pancoran. Dengan letak yang strategis karena. Letak yang strategis dan
mempunyai peluang karena lokasi sekitar yang terdapat institusi pendidikan seperti
universitas/kampus, Terdapat juga institusi perusahaan.
4. Promotion : Ketiga P yang lain tak akan berarti tanpa promosi, yakni mengkomunikasikan
produk kita kepada target pasar. Promosi yang saya lakukan adalah menggunakan dua strategi
pemasaran yaitu secara offline dan online.
Menggunakan strategi pemasaran secara offline yaitu dengan mulut ke mulut, penyebaran
brosur-brosur.
Menggunakan strategi secara online yaitu menjadikan media sosial sebagai tempat pemasaran.
Mengiklankan produk kami di sebuah akun di media sosial.seperti Instagram dan owner ayam
geprek bensu yang mempromosikan langsung produknya.