Anda di halaman 1dari 7

PAPER

Desain Teknologi
"Teknologi Ramah Lingkungan (Double Turbin Energi Gelombang
Laut)”

oleh :
M Khabibun Nuzul (16.2017.1.00511)
Dimas Prasetyo D (16.2017.1.000513)

Dosen Pengampu :
Hamdan Bahalwan, ST., M.Ds.

JURUSAN DESAIN PRODUK


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI ADHI TAMA SURABAYA
2019-2020
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Di era globalisasi ini, perkembangan teknologi bukan lagi menjadi hal yang
baru untuk dibicarakan. Sebab, teknologi terus mengalami perkembangan setiap
tahunnya. Berbagai jenis teknologi yang terdapat sekarang ini merupakan
pengembangan dari teknologi yang telah ada sebelumnya. Misalkan saja komputer.
Komputer telah ada sejak terjadinya Perang Dunia Kedua.

Perkembangan teknologi terjadi sangat cepat dan mendunia. Tanpa terkecuali


di Indonesia. Dampak yang ditimbulkan dari perkembangan itu menjadikan
masyarakat Indonesia menjadi lebih modern. Namun, kebanyakan orang belum
mengetahui sejarah perkembangan teknologi yang terjadi di Indonesia.

Teknologi ramah lingkungan merupakan sebuah konsep atau metode untuk


mencapai tujuan tertentu, dimana dalam pelaksanaannya mengacu pada wawasan
lingkungan atau memperhatikan kaidah-kaidah lingkungan di sekitarnya. Dari
pengertian tersebut telah mengilhami lahirnya bermacam-macam teknologi terapan,
yang aman sekaligus bersahabat dengan makhluk hidup di Bumi ataupun dengan
lingkungan alam di sekitarnya.

teknologi ramah lingkungan adalah teknologi yang diciptakan untuk


memudahkan kehidupan manusia tanpa perlu merusak atau memberikan dampak
negatif pada lingkungan di sekitarnya. Teknologi seperti ini diharapkan mampu
menjaga lingkungan, misalnya dalam alat-alat teknologi ramah lingkungan tersebut
tidak menggunakan polutan, serta pada akhirnya dapat memberikan penanganan
yang tepat terhadap limbah-limbah yang mungkin dihasilkan dari alat-alat teknologi
ramah lingkungan tersebut.
Gelombang adalah pergerakan naik dan turunnya air dengan arah tegak lurus
permukaan air laut yang membentuk kurva/grafik sinusoidal. Gelombang laut
disebabkan oleh angin. Angin di atas lautan mentransfer energinya ke perairan,
menyebabkan riak-riak, alun/bukit, dan berubah menjadi apa yang kita sebut sebagai
gelombang

Teknologi energi adalah teknologi yang terkait dengan bidang-bidang mulai


dari sumber, pembangkitan, penyimpanan, konversi energi dan pemanfaatannya
untuk kebutuhan manusia. Sektor kebutuhan utama yang paling besar dalam jumlah
untuk masa mendatang adalah sektor kelistrikan dan sektor transportasi.
Sumber energi dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu energi
terbarukan dan energi tak terbarukan.

1.2 Tujuan dan manfaat

- Untuk mengetahui seperti apa teknologi yang ramah lingkungan dan mengapa
teknologi tersebut ramah lingkungan

- Bisa memberi referensi tentang teknologi ramah lingkungan


BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Energi Gelombang Laut


Energi gelombang laut adalah satu potensi laut dan samudra yang belum
banyak diketahui masyarakat umum adalah potensi energi laut dan samudra untuk
menghasilkan listrik. Negara yang melakukan penelitian dan pengembangan potensi
energi samudra untuk menghasilkan listrik adalah Inggris, Francis dan Jepang.
Secara umum, potensi energi samudra yang dapat menghasilkan listrik dapat
dibagi kedalam 3 jenis potensi energi yaitu energi pasang surut (tidal power), energi
gelombang laut (wave energy) dan energy panas laut (ocean thermal energy). Energi
pasang surut adalah energi yang dihasilkan dari pergerakan air laut akibat perbedaan
pasang surut. Energi gelombang laut adalah energi yang dihasilkan dari pergerakan
gelombang laut menuju daratan dan sebaliknya. Sedangkan energi panas laut
memanfaatkan perbedaan temperatur air laut di permukaan dan di kedalaman.
Pada dasarnya pergerakan laut yang menghasilkan gelombang laut terjadi
akibat dorongan pergerakan angin. Angin timbul akibat perbedaan tekanan pada 2 titik
yang diakibatkan oleh respons pemanasan udara oleh matahari yang berbeda di
kedua titik tersebut. Mengingat sifat tersebut maka energi gelombang laut dapat
dikategorikan sebagai energi terbarukan.
Gelombang laut secara ideal dapat dipandang berbentuk gelombang secara
ideal dapat dipandang berbentuk gelombang yang memiliki ketinggian puncak
maksimum dan lembah minimum. Pada selang waktu tertentu, ketinggian puncak yang
dicapai serangkaian gelombang laut berbeda-beda, bahkan ketinggian puncak ini
berbeda-beda untuk lokasi yang sama jika diukur pada hari yang berbeda. Meskipun
demikian secara statistik dapat ditentukan ketinggian signifikan gelombang laut pada
satu titik lokasi tertentu.

2.2. Double Turbin Gelombnag Laut

gelombang laut menyimpan energi kinetik dalam jumlah besar yang dapat
dikonversi menja di energi listrik. Muka air laut selalu mengalami osilasi (gerakan naik
turun) sehingga energinya dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan generator.
Berdasarkan konsep ini, Larasita dan tim menciptakan alat yang diberi nama Double
Turbine Wave Energy. Prinsip kerja alat ini adalah pemanfaatan energi pada
gelombang laut untuk menggerakkan generator pembangkit listrik.

Saat diletakkan di permukaan laut alat ini akan mendapat tekanan dari
permukaan gelombang laut yang naik. Akibatnya udara di sekitar alat akan terdorong
masuk ke dalam alat. Hal ini dapat terjadi karena alat ini memanfaatkan sistem
osscilating water column yang menggunakan sistem kedap udara di dalamnya. Pada
sistem ini, bagian dalam kolom yang terdapat di dalam alat memiliki tekanan yang lebih
rendah sehingga udara di sekitar dapat terdorong masuk ke dalam alat. Selanjutnya
udara yang telah masuk ke dalam alat akan menggerakkan turbin yang terdapat di
dalam alat. Turbin tersebut telah dihubungkan dengan generator sehingga generator
juga akan bekeja ketika udara masuk ke dalam alat. Dengan demikian, generator
dapat menghasilkan energi listrik.

Hal yang membedakan alat ini dengan alat pembangkit listrik tenaga
gelombang laut yang sudah ada sebelumnya adalah jumlah turbin yang digunakan.
Seperti namanya, alat ini menggunakan dua buah turbin, sementara kebanyakan alat
lainnya hanya menggunakan satu turbin. Dalam alat ini, satu turbin dipasang pada
jalur masuk udara dan turbin lainnya dipasang pada jalur keluar udara. Udara yang
keluar dari alat masih menyimpan energi gerak yang dapat menggerakkan turbin pada
jalur keluar udara. Dengan demikian, energi tidak hanya dihasilkan ketika udara
memasuki alat, tetapi energi juga dapat diperoleh saat udara keluar dari alat.

Penggunaan dua buah turbin pada Double Turbine Wave Energy merupakan
inovasi yang diciptakan oleh tim ini. Alat ini dapat meminimalisir kehilangan energi
yang terjadi pada alat yang sudah umum dijumpai. Hal tersebut membuat perolehan
energi yang dihasilkan lebih besar. Menurut kalkulasi, alat ini dapat menghasilakan
energi listrik hingga 9,3 juta Mega Watt hour apabila digunakan di perairan yang
memiliki gelombang laut yang cukup tinggi.
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Teknologi yang ramah lingkungan sebenarnya tidak sepenuhnya ramah


lingkungan akan tetapi meminimalis dampak yang disebabkan oleh teknologi tersebut
terhadap lingkungan. Double Turbin Energi Gelombang Laut ini memeiliki teknologi
ramah lingkungan karena alat ini dapat meminimalisir kehilangan energi yang terjadi
pada alat yang sudah umum dijumpai. Dan alat ini dapat menghasilakan energi listrik
hingga 9,3 juta Mega Watt hour apabila digunakan di perairan yang memiliki
gelombang laut yang cukup tinggi.
DAFTAR PUSTAKA

- https://nesabamedia.com/sejarah-dan-perkembangan-teknologi/
- https://environment-indonesia.com/training/konsep-teknologi-ramah-
lingkungan/
- https://www.its.ac.id/tkelautan/gelombang-laut/
- https://rwahyuningrum.blog.uns.ac.id/2009/08/25/energi-gelombang-laut/
- https://www.itb.ac.id/news/read/5511/home/double-turbine-wave-energy-
inovasi-pembangkit-listrik-tenaga-gelombang-laut
-