Anda di halaman 1dari 2

GEOGRAFI DAN UPAYA MENYELESAIKAN PERUBAHAN IKLIM DI

INDONESIA

Oleh : Nasrudin Dwi Jatmiko

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Republik Indonesia melalui


Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG mendefinisikan iklim sebagai ciri kecuacaan suatu
tempat atau daerah (Wirjohamidjojo & Swarinoto, 2010). Berdasarkan definisi tersebut, maka
iklim suatu daerah bisa berbeda dengan iklim daerah yang lain.

Salah satu komponen pembentuk sistem iklim adalah atmosfer. Atmosfer merupakan
suatu lapisan bumi dimana terdapat banyak substansi, baik berupa gas, cair, maupun padat,
yang menjadi tempat terjadinya fenomena cuaca. Salah satu substansi yang ada di atmosfer
ialah apa yang biasa disebut sebagai gas rumah kaca, yang terdiri dari berbagai jenis gas,
diantaranya adalah gas karbon dioksida (CO2) dan klorofluorokarbon (CFC) (Dickinson, 2003).
Gas rumah kaca berfungsi untuk menjaga suhu di permukaan bumi dengan memerangkap
sebagian panas yang dipantulkan oleh permukaan bumi agar tidak kembali ke luar angkasa.

Akan tetapi, apabila jumlah gas rumah kaca yang ada di atmosfer melebihi ambang
batas, panas yang terperangkap di atmosfer akan semakin menumpuk dan akan meningkatkan
suhu di permukaan bumi. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor yang menyebabkan
terjadinya pemanasan global. Pemanasan global merupakan fenomena dimana suhu rata-rata di
bumi meningkat melebihi ambang batas normal, sehingga mengakibatkan terjadinya beberapa
kejadian yang bersifat destruktif. Statistik yang ada menunjukkan bahwa dari tahun 1880
hingga tahun 2012, rata-rata suhu global mengalami peningkatan sekira 0,85°C (IPCC, 2014).

Di Indonesia sendiri, terdapat banyak aktivitas yang menyumbang gas rumah kaca,
beberapa diantaranya adalah deforestasi, kegiatan industri, asap kendaraan bermotor,
pemupukan lahan pertanian, limbah rumah tangga, dan peternakan. Contoh dampak perubahan
iklim yang dirasakan, yaitu meningkatnya frekuensi jumlah bencana terutama bencana
hidrometeorologi, kerusakan terumbu karang, serta maraknya kebakaran hutan dan lahan.

Pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia sebenarnya


telah meratifikasi Persetujuan Paris atas Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa
mengenai Perubahan Iklim melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2016, dimana undang-
undang tersebut menjadi dasar acuan bagi bangsa Indonesia untuk mulai sadar dan mencegah
perubahan iklim yang lebih parah.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menanggulangi perubahan iklim menurut
sudut pandang geografi, yaitu mendorong penggunaan energi terbarukan yang ramah
lingkungan, melakukan revitalisasi fungsi hutan yang rusak akibat deforestasi, pengelolaan tata
kota yang ramah lingkungan, pembatasan kendaraan berbahan bakar fosil dan mendorong
penggunaan kendaraan berbahan bakar yang lebih ramah lingkungan, pengelolaan pertanian
dan peternakan yang lebih berkelanjutan, juga penguatan mental dan wawasan masyarakat
bahwa perubahan iklim bisa dicegah jika kita bersama-sama melakukan gaya hidup ramah
lingkungan.

Daftar Pustaka
Dickinson, R. E. (2003). Overview: the climate system. In T. D. Potter, & B. R. Colman,
Handbook of Weather, Climate, and Water : Dynamics, Climate, Physical
Meteorology, Weather Systems, and Measurements (Vol. I, p. 119). New Jersey: John
Wiley & Sons, Inc.

Hairiah K, Rahayu S, Suprayogo D, Prayogo C.. (2016). Perubahan iklim: sebab dan
dampaknya terhadap kehidupan. Bahan Ajar 1. Bogor, Indonesia: World Agroforestry
Centre (ICRAF) Southeast Asia Regional Program dan Malang, Indonesia: Universitas
Brawijaya. Diakses dari http://www.worldagroforestry.org/region/sea/publications/
download?dl=/LN00043-16.pdf&pubID=3681&li=6635

IPCC. (2014). Climate change 2014: synthesis report. Contribution of Working Groups I, II
and III to the Fifth Assessment Report of the Intergovernmental Panel on Climate
Change [Core Writing Team, R.K. Pachauri and L.A. Meyer (eds.)]. 151 pp. Geneva:
IPCC. Diakses dari https://archive.ipcc.ch/pdf/assessment-report/ar5/syr/SYR_AR5_
FINAL_full_wcover.pdf

Republik Indonesia. (2016). Undang-Undang No. 16 Tahun 2016 tentang Pengesahan Paris
Agreement to the United Nations Framework Convention on Climate Change
(Persetujuan Paris atas Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa
mengenai Perubahan Iklim). Lembaran Negara RI Tahun 2016, No. 204. Jakarta:
Sekretariat Negara. Diakses dari https://www.hukumonline.com/pusatdata/download/
lt5821a84c7486b/node/lt5821a73ed821b

Wirjohamidjojo, S., & Swarinoto, Y.. (2010). Iklim kawasan indonesia (dari aspek dinamik -
sinoptik). Diakses dari puslitbang.bmkg.go.id