Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH DIAGRAM POHON

KEPUTUSAN

Oleh
Kelompok 3 :
Fahran Ahmad (6101118017)

Nani Djohan (6101118011)

Fitriyani Said (6101119028)

SEKOLAH TINGGI MAMAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER


TIDORE MANDIRI
2019
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI............................................................................................................................................ i
KATA PENGANTAR ............................................................................................................................ ii
BAB I ...................................................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN .................................................................................................................................. 1
A. Latar Belakang .......................................................................................................................... 1
B. RUMUSAN MASALAH ........................................................................................................... 1
C. TUJUAN PEMBAHASAN ....................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................................................ 3
A. NOTASI ATAU SIMBOL DIAGRAM POHON KEPUTUSAN .......................................... 3
B. CARA PENGGAMBARAN DIAGRAM POHON KEPUTUSAN ....................................... 6
C. TAHAPAN DALAM PENGGAMBARAN DIAGRAM POHON KEPUTUSAN ............... 7
D. PETUNJUK DAN ATURAN PEMBUATAN DIAGRAM POHON KEPUTUSAN........... 9
BAB III PENUTUP .............................................................................................................................. 12
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................................... 13

i
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji hanyala milik Allah, yang selalu melimpahkan rahmat dan
hidayah-Nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan penulisan makalah yang berjudul
“Diagram Pohon Keputusan”. Penulisan makalah ini disusun untuk melengkapi atau salah
satu tugas dari matakuliah Sistem Penunjang Keputusan. Dalam penulisan makalah ini
penyusun akan menjelaskan tentang Diagram Pohon Keputusan.

Kami sebagai penyusun sangat menyadari dalam penulisan masih terdapat kekurangan dan
jauh dari sempurna, Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun dari rekan-rekan
sangat dibutuhkan untuk perbaikan di kemudian hari. Semoga Allah SWT selalu melindungi
kita semua dalam rahmat dan karunia-Nya. Akhir kata, penyusun menyampaikan
permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan baik yang disengaja maupun tidak
disengaja dalam penyusunan makalah ini. Semoga makalah ini ilmunya dapat bermanfaat
bagi semua pembaca.

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Seperti telah kita ketahui suatu keputusan merupakan pilihan alternatif, jadi mengambil
keputusan atau melakukan tindakan berarti harus memilih alternatif yang tersedia. Pemilihan
alternatif yang dilakukan pada tahap pertama yaitu baru pertama kali dilakukan disebut
alternatif tindakan pertama (awal atau permulaan). Setiap tindakan atau keputusan akan
mengakibatkan kejadian yang tidak pasti {uncertain event). Dari kejadian yang tidak pasti
bisa juga diambil tindakan atau keputusan tahap kedua atau alternatif tindakan kedua. Begitu
seterusnya setiap alternatif tindakan yang telah dipilih bisa mengakibatkan kejadian yang
tidak pasti, diikuti oleh tindakan tahap tertentu, yaitu alternatif tindakan ketiga, keempat dan
seterusnya, khususnya untuk persoalan yang kompleks.

Apabila diperhatikan maka keadaan keputusan yang bagaimanapun kompleksnya pada


dasarnya merupakan suatu kumpulan alternatif tindakan yang akan diikuti oleh kumpulan
kejadian yang tidak pasti yang melingkupi setiap keputusan/tindakan yang dipilih.
Untuk memudahkan penggambaran keadaan keputusan dengan jalan memilih alternatif,
secara sistematis dan komprehensif atau menyeluruh, perlu digunakan suatu diagram yang
pada dasarnya merupakan suatu rangkaian kronologis tentang kejadian apa yang mungkin
terjadi sebagai akibat dari alternatif tindakan atau keputusan. Diagram ini disebut diagram
pohon keputusan, oleh karena gambarnya menyerupai pohon yang bercabang-cabang.
Diagram pohon keputusan yang Iengkap selain memuat alternatif tindakan dengan kejadian
tak pasti yang melingkupinya juga memuat nilai kemungkinan atau probabilifas untuk setiap
kejadian tidak pasti serta memuat hasil keputusan baik berupa nilai yang merupakan
penerimaan pembayaran (pay off) maupun berupa pengeluaran, seperti kerugian {loss).
Hasil keputusan selain dapat dinyatakan dengan angka secara kuantitatif (mencapai Iaba
sejumlah Rp 100 juta, mendenta kena-gian scbesar Rp 15 juta), juga bisa berupa pernyataan
secara kuali-tatif (mcmutuskan mcmbawa payung ternyata memang hujan, liasilnya: puas,
tidak basah, memutuskan mcnonton film, ternyata filmnya jelek, selain jalan ceritanya
tidak menarik juga sering putus, hasilnya: kecewa). Di dalam Bab 8 ini akan dibahas
cara pengambilan keputusan dengan menggunakan pohon keputusan, khususnya untuk
keputusan ber-tahap.

B. RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah adalah sebagai berikut
a. Definsi Pohon keputusan dan Manfaat Pohon keputusan
b. Kelebihan Pohon keputusan
c. Model pohon keputusan

1
C. TUJUAN PEMBAHASAN

Adapun tujuan dan manfaat dari pembuatan makalah ini, yaitu agar lebih memahami dan
mendalami apa itu Pohon keputusan.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. NOTASI ATAU SIMBOL DIAGRAM POHON KEPUTUSAN

Diagram pohon keputusan ialah suatu diagram berupa pohon bercabang-cabang yang
menggambarkan hubungan antara alternatif keputusan/tindakan dengan kejadian-kejadian
tidak pasti yang melingkupi setiap alternatif dan hasil alternatif keputusan yang dipilih. Di
dalam diagram pohon keputusan, kita perlu membedakan antara saat di mana kita mengambil
keputusan yaitu saat di mana kita memilih salah satu di antara alternatif-alternatif yang
tersedia dan saat timbulnya kejadian tidak pasti yang akan menentukan hasil dari alternatif-
alternatif tersebut.
Saat pengambilan keputusan adalah saat di mana kita sepenuhnya memilih kendali dalam
bertindak sedangkan saat kejadian tidak pasti adalah saat di mana sesuatu di luar diri kitalah
yang menentukan apa yang akan terjadi artinya kendali di luar kemampuan kita. Notasi atau
simbol wang dipergunakan adalah:
1. (□) tanda empat persegi panjang sebagai simbol keputusan, dan.
2. (○) tanda lingkaran sebagai simpul kejadian tak pasti.

Contoh I
Pada suatu hari Anda akan pergi ke kantor, tetapi ternyata awan tebal pertanda akan turun
hujan. Anda akan memutuskan membawa payung atau tidak. Setiap keputusan atau tindakan
menimbulkan dua kemungkinan kejadian yang tidak pasti yaitu hujan atau tidak hujan dan
mengakibatkan hasil, baik yang dapat memuaskan maupun mengecewakan. Misalnya,
memutuskan membawa payung ternyata hujan, tentu saja keputusan ini tepat dan memuaskan
sebab Anda tidak basah kuyup, sebaliknya kalau tidak hujar. Anda akan repot bahkan
mungkin ditertawai kawan-kawan Anda sebab tidak hujan membawa payung. Sekarang
seandainya Anda memutuskan tidak membawa payung dan ternyata hujan akibatnya Anda
akan basah kuyup dan kecewa akan tetapi seandainya tidak hujan, keputusan ini tepat sekali,
sebab Anda tidak repot. Cerita di atas ini kalau digambarkan akan diperoleh bentuk diagram
pohon keputusan seperti Gambar 8.1.
Gambar 8.1 Diagram Keputusan
(Membawa Payung atau Tidak)

3
Contoh 2
Seorang direktur produksi suatu perusahaan akan memutuskan untuk membeli bahan mentah
sekarang (alternatif I) atau membeli besok pagi (alternatif II), masing-masing tindakan
menimbulkan atau memberikan hasil yang berbeda, berupa biaya pengadaan barang. Apabila
dia membeli sekarang biaya pengadaan per unit barang Rp 14,5 ribu, akan tetapi
kalau pembelian dilakukan besok pagi ada dua kemungkinan, biaya akan tin mcnjadi Kp
10.000 atau
mengalami kenaikan menjadi Rp 20.(XX). Perhatikan (gambar 8.2)
Gambar 8.2 Diagram Pohon Keputusan (Membeli Bahan Mentah Sekarang atau Besok)

Contoh 3
Seorang penggemar juda menonton Jakarta Fair. Dia dihadap-kan kepada tiga
alternatif tindakan yaitu tidak main judi (alternatif I) berarti tidak akan memperoleh apa-apa
atau main lempar mata uang logam Rp 50, (alternatif II) yang menimbulkan dua
kemungkinan kejadian yaitu muncul gambar burung (B) di mana dia akan menerima Rp 100
ribu atau keluar angka, yaitu bukan gambar burung (B, bukan B) dia hams membayar Rp 100
ribu atau melempar dadu (alternatif III), yang memberikan 6 alternatif kemungkinan kejadian
yaitu munculnya mata dadu. Muncul mata 1, menerima Rp 100 ribu, keluar mata dua harus
membayar Rp 100 ribu, keluar 3 menerima Rp 100 ribu, keluar 4 membayar Rp 100 ribu,
keluar 5 membayar Rp 100 ribu, keluar 6 menerima Rp 100 ribu. Diagram pohon keputusan
bisa dilihat dalam Gambar 8.3.

4
Gambar 8.3 Diagram Pohon Keputusan (Tidak Main Judi, Melempar Mata Uang atau
Dadu)

5
B. CARA PENGGAMBARAN DIAGRAM POHON KEPUTUSAN

Diagram pohon keputusan untuk memutuskan membawa payung atau tidak, membeli bahan
mentah sekarang atau besok, main lotere der melempar mata uang atau dadu, merupakan
contoh-contoh diagram pohon I keputusan yang relatif sangat mudah dan sederhana karena
persoalannya I memang sederhana. Akan tetapi diagram pohon keputusan menjadi lebih
ruwet untuk persoalan yang memang tidak sederhana dan kompleks, 1 misalnya disertai
dengan alternatif lanjutan, pada tahap-tahap berikutnya, I misalnya dengan adanya tambahan
informasi baru ada kemungkinan keputusan atau tindakan akan berubah.
Untuk menjelaskan cara pembuatan diagram pohon keputusan secara I bertahap perhatikan
suatu kasus hipotesis dari perusahaan kosmetik Ayu I yang memproduksi berbagai barang
kosmetik seperti lipstik, bedak, krim I kulit, cat kuku, krim anti sinar matahari, sampo anti
ketombe. Sampo anti ketombe mula-mula merupakan hasil produknya yang sangat laris, akan
tetapi akhir-akhir ini hasil penjualannya merosot dengan tajam.
Pimpinan perusahaan sangat menyadari bahwa kalau persoalan ini tidak segera diatasi akan
sangat merugikan perusahaan, maka dari itu dia 1 bermaksud melakukan
proyek pengembangan dengan terlebih dahulu melakukan riset pemasaran guna mengetahui
faktor-faktor apa saja yang menyebabkan merosotnya hasil penjualan sampo anti ketombe ini.
Ternyata hasil riset pemasaran menunjukkan bahwa karena ada saingan dari perusahaan lain
ternyata sampo anti ketombe produksi perusahaan kosmetik Ayu mutunya lebih
rendalf padahal harganya di pasaran relatif sama.
Menghadapi kenyataan ini, pimpinan dihadapkan pada tiga alternatif yaitu:
1. Mengadakan kegiatan pengembangan .produk guna peningkatan mutu.
2. Tanpa mengadakan perubahan, berarti menjua! barang dengan mutu yang sama.
3. Menghentikan kegiatan produksi sama sekali, berarti tidak dijual lagi sampo anti
ketombe ini.

Setiap tindakan yang akan diambil akan menimbulkan kejadian-kejadian yang tidak pasti
dan pada gilirannya akan diperoleh hasil yang berbeda-beda. Apabila hasil proyek
pengembangan ini positif, maka dia dapat memasarkan produk baru tersebut. Sebaliknya
kalau hasilnya negatif, maka dia akan menghentikan produk lama atau meneruskan penjualan
produk yang lama tersebut. Apabila hasil pengembangan tersebut positif dari produk baru
yang dihasilkan kemudian dipasarkan maka diramalkan bahwa hasil penjualan akan
meningkat akan tetapi Sebaliknya kalau hasil pengembangan negatif dan produk lama tetap
dipasarkan, hasil penjualan diramalkan akan merosot. Apa yang akan terjadi hanya bisa
diramalkan, merupakan hal yang tidak pasti. Hasil penjualan yang diramalkan meningkat,
kenyataannya bisa juga menurun. Pimpinan menyadari sepenuhnya bahwa dia menghadapi
serangkaian kumpulan alternatif yang saling bergantungan yang masing-masing dipisahkan
oleh kejadian tidak pasti yang berada di luar pengendaliannya. Pimpinan tidak begitu yakin
berkenaan dengan keputusan manakah yang terbaik untuk diambil. Hal ini sangat tergantung
pada kriteria yang dipergunakan untuk dasar pengambilan keputusan.

6
C. TAHAPAN DALAM PENGGAMBARAN DIAGRAM POHON KEPUTUSAN

Ada beberapa tahapan dalam penggambaran diagram pohon keputusan yaitu sebagai berikut;
Pertama:
Tentukan terlebih dahulu kumpulan alternatif tindakan awal atau permulaan. Dalam kasus
perusahaan kosmetik Ayu pimpinan menghadapi tiga alternatif yaitu mengembangkan
produk (I) menghentikan produksi (II) tanpa mengembangkan produk (III). Alternatif
permulaan ini disebut alternatif tindakan awal. Salah satu alternatif ini, berdasarkan kriteria
tertentu harus dipilih. Ada kemungkinan untuk persoalan yang lebih kompleks, alternatif
awal ini akan diikuti oleh alternatif tindakan baik awal maupun lanjutan akan diikuti oleh
kejadian-kejadian tidak pasti yang melingkupinya.
Gambar 8.4 Alternatif Tindakan Awal

Kedua:
Tentukan kejadian tidak pasti yang melingkupi alternatif tindakan awal;
a. Alternatif I, yaitu mengembangkan produk, guna peningkatan muti
Dalam hal ini, ada dua kejadian tidak pasti yang melingkupinya yaitu
hasilnya positif (mutu bisa ditingkatkan) atau negatif (tak berhasil meningkatkan mutu).
b. Alternatif II, yaitu menghentikan produksi.
Dalam hal ini, kejadian yang melingkupinya sudah pasti yaitu hasil penjualan nol.
Perhatikan Gambar 8.5.
c. Alternatif III, yaitu tanpa mengembangkan produk, berarti meneruskan penjualan
barang yang lama. Dua kemungkinan kejadian tidak pasti yang melingkupinya
hasilnya bisa meningkat atau menurun.
Gambar 8.5 Alternatif Tindakan Awal dan Kejadian Tidak Pasti yang Melingkupinya

7
Ketiga:
Tentukan adanya alternatif tindakan lanjutan. Berkenaan dengan proyek pengembangan
produk yang hasilnya bisa positif atau negatif, kemudian pimpinan bermaksud membuat
keputusan baru, sebagai kelanjutan dari alternatif tindakan awal. Kalau hasilnya positif,
tindakan atau keputusan yang akan diambil ialah memasarkan produk baru tersebut atau tidak
memasarkan. Sedangkan kalau hasilnya negatif, tindakan yang akan diambil memasarkan
produk lama atau menghentikan produksi. (Lihat Gambar 8.6).

Keempat:
Tentukan kejadian tidak pasti yang melingkupi alternatif tindakan lanjutan. Apabila produk
baru dipasarkan ada dua kemungkinan kejadian tidak pasti yang melingkupinya yaitu hasil
penjualan akan meningkat atau menurun. Juga kalau produk lama yang dipasarkan, hasil
penjualan bisa meningkat atau menurun. (Lihat Gambar 8.6).
Gambar 8.6
Diagram Pohon Keputusan dengan Alternatif Tindakan Awal dan Lanjutan Serta
Kejadian Tidak Pasti yang Melingkupinya

Dengan lengkapnya gambaran tentang diagram pohon keputusan, maka masalah keputusan
yang dihadapi dapat menjadi lebih jelas sebagai rangkaian kejadian yang saling berhubungan
terutama antara hasil dari pilihan alternatif tindakan dengan hasil keputusan yang diperoleh.

8
D. PETUNJUK DAN ATURAN PEMBUATAN DIAGRAM POHON
KEPUTUSAN

1. Tentukan alternatif keputusan (tindakan) awal


Dalam tahap ini, sebaiknya diperhatikan seluruh kemungkinan yang ada. Pada langkah
permulaan ini, tekanan perhatian seyogianya diberikan hanya pada alternatif-alternatif yang
memang dapat dipilih pada saat keputusan/tindakan dibuat. Alternatif yang terbuka untuk
waktu yang akan datang, akan tetapi tidak terbuka pada saat keputusan diambil, tidak dapat
dimasukkan sebagai alternatif awal.
2. Tentukan tanggal evaluasi Tanggal
Evaluasi ialah saat di mana hasil alternatif dievaluasi dari tanggal evaluasi ini harus sama
untuk semua alternatif.
Penentuan tanggal evaluasi dimaksudkan untuk membatasi persoalan keputusan sehingga
hanya mencakup faktor-faktor ketidakpastian yang penting dan keputusan-keputusan yang
akan datang yang jelas akan mempengaruhi hasil dari alternatif keputusan awal.
3. Tentukan kejadian tidak pasti yang melingkupi alternatif awal
Bagi setiap alternatif kita harus memperhatikan setiap kejadian yang bisa terjadi yang secara
langsung mempengaruhi hasil dari alternatif tersebut.

4. Tentukan keputusan atau tindakan lanjutan


Berdasarkan informasi baru yang diperoleh mungkin perlu diambil keputusan atau tindakan
lanjutan. Misalnya setelah diketahui dari hasil pengembangan produk diperoleh hasil yang
positif diputuskan untuk memasarkan produk baru dengan mutu yang lebih baik.

5. Tentukan kejadian tidak pasti yang melingkupi alternatif lanjutan


Setelah ditentukan adanya alternatif lanjutan, maka kemudian ditentukan kejadian tidak pasti
yang melingkupinya, yaitu misalnya setelah diputuskan produk baru dipasarkan akan terjadi
dua kemungkinan kejadian yang bisa diharapkan. Misalnya hasil penjualan meningkat atau
menurun. Kejadian (4) dan (5) harus berurutan dan mungkin bisa timbul alternatif lanjutan
berikutnya sekaligus dengan kejadian tidak pasti yang melingkupinya.

6. Kumpulan alternatif tindakan dan kejadian pada setiap simpul harus saling
meniadakan
Kejadian-kejadian yang saling meniadakan atau mutually exclusive ialah kejadian-kejadian
yang tidak bisa terjadi bersama-sama, artinya kalau yang satu sudah terjadi kejadian lainnya
tak mungkin terjadi. Perhatikan contoh main judi dengan jalan melempar mata uang atau
melempar dadu. Sekarang perhatikan Gambar 8.7

Gambar 8.7 Simpul Keputusan Tidak Saiing Meniadakan

9
Agar kejadian-kejadian bersifat saling meniadakan, maka pada setiap simpul harus hanya ada
satu kejadian yang terjadi. Hal ini harus diperhatikan benar-benar sebab kalau tidak akan
memberikan hasil yang menyesatkan. Kalau kita perhatikan Gambar 8.7 di atas kita
mempunyai empat alternatif yang secara sepintas lalu seperti saling meniadakan akan tetapi
kalau benar-benar diperhatikan ternyata tidak. Hal ini disebabkan oleh karena kita dapat
memilih dua cabang sekaligus yaitu cabang II dan IV, tak melempar mata uang dan tak
melempar dadu, inilah yang menyebabkan sifat saling meniadakan tak terpenuhi.

Apabila ada anggapan bahwa kita bisa main keduanya sekaligus atau tidak main sama sekali
maka diagram pohon keputusan sebagai terlihat dalam Gambar 8.8.
Perhatikan bahwa setiap cabang hanya menggambarkan satu alternatif tindakan.

Gambar 8.8 Simpul Keputusan yang Saling Meniadakan

7. Kumpulan alternatif dan kejadian pada setiap simpul harus collectively exhaustive.
Ini berarti bahwa paling sedikit salah satu kejadian hams terjadi dan paling tidak ada satu
alternatif yang harus dipilih.
8. Gambarkan kejadian-kejadian dan keputusan-keputusan secara kronohgis.
Membuat urutan secara kronologis misalnya tanggal berapa keputusan dibuat dan kapan hasil
keputusan bisa diketahui merupakan hal yang sangat penting agar diperoleh diagram pohon
keputusan yang logis dan benar. Perhatian utama dicurahkan pada letak kejadian tidak pasti
yang memberikan informasi untuk pembuatan keputusan yang akan datang. Kejadian
tidak pasti harus diletakkan pada tempat yang menggambarkan waktu di mana hasil
ketidakpastian diketahui oleh pengambil keputusan.
9. Dua atau lebih simpul kejadian yang tidak dipisahkan oleh simpul keputusan dapat
ditukar urutannya.
Penukaran urutan simpul kejadian yang tidak dipisahkan oleh simpul keputusan
tidak mempengaruhi validitas diagram pohon keputusan. Demikian pula halnya dua atau leb-
h simpul keputusan yang tidak dipisahkan oleh simpul kejadian dapat pula ditukar urutannya
atau digabung dalam satu titik saja. Misalnya sebagai contoh dari Gambar 8.9 (A) dapat
diubah menjadi Gambar 8.9 (B).

10
Gambar 8.9 (A) Penukaran Urutan Simpul Keputusan (A)

Gambar 8.9 (B) Penukaran Urutan Simpul Keputusan (B)

11
BAB III
PENUTUP
Suatu keputusan merupakan pilihan alternatif, jadi mengambil keputusan atau melakukan
tindakan berarti harus memilih alternatif yang tersedia.

Saat pengambilan keputusan adalah saat di mana kita sepenuhnya memilih kendali dalam
bertindak sedangkan saat kejadian tidak pasti adalah saat di mana sesuatu di luar diri kitalah
yang menentukan apa yang akan terjadi artinya kendali di luar kemampuan kita. Notasi atau
simbol wang dipergunakan adalah (□) tanda empat persegi panjang sebagai simbol
keputusan, dan (○) tanda lingkaran sebagai simpul kejadian tak pasti.

12
DAFTAR PUSTAKA

https://docplayer.info/62573738-Diagram-pohon-keputusan-dan-keputusan-bertahap-8-1-
pendahuluan-seperti-telah-kita-ketahui-suatu-keputusan-merupakan-pilihan-alternatif-
jadi.html

https://www.scribd.com/doc/191774498/DIAGRAM-KEPUTUSAN

https://slideplayer.info/slide/3124876/

https://slideplayer.info/slide/2681862/

13