Anda di halaman 1dari 8

TUGAS TUTORIAL SKENARIO 4

BLOK 15: PERAWATAN PENYAKIT DAN KELAINAN JARINGAN KERAS GIGI

Oleh:
Za’imah Tsabitah Rifqoh (171610101064)
Vanny Septian (171610101069)

Dosen Pengampu:
Dr. drg. Amiyatun Naini, M.Kes
FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
UNIVERSITAS JEMBER
2019

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga
kami dapat menyelesaikan makalah ini, tentang Isolasi Daerah Kerja

Penulisan makalah ini semuanya tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, oleh
karena itu penulis ingin menyampaikan terimakasih kepada :

1. Dr. drg. Amiyatun Naini, M.Kes selaku tutor yang telah membimbing jalannya diskusi
tutorial kelompok tujuh Fakultas Kedokteran Gigi Univeritas Jember dan telah
memberikan masukan yang membantu, bagi pengembangan ilmu yang telah
didapatkan.
2. Semua pihak yang telah membantu dalam menyusun makalah ini.

Dalam penyusunan makalah ini tidak lepas dari kekurangan dan kesalahan. Oleh karena
itu, kritik saran yang membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan- perbaikan di
masa mendatang demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat berguna bagi
kita semua.
Jember, 18 September 2019

Tim Penyusun

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Perawatan konservasi gigi adalah suatu tindakan perbaikan yang dilakukan pada gigi
untuk mengembalikan bentuk struktur gigi. Perawatan konservasi gigi tersebut terdiri atas
perawatan operative dentistry dan perawatan endodontik. Dalam melakukan perawatan
operative dentistry dan endodontik, seorang dokter gigi harus bisa mempertahankan daerah
kerja karena banyak sekali masalah - masalah yang ditemukan oleh dokter gigi. Gigi yang
dibasahi oleh saliva, lidah yang menggangu penglihatan, bahan kimia dan instrumen yang
tertelan, gingiva dan mukosa yang berdarah, tuntutan hukum yang terjadi di berbagai daerah,
akibat tindakan dokter gigi yang kurang berhati - hati merupakan beberapa masalah yang
sering dihadapi dokter gigi dan harus diatasi, sebelum melakukan perawatan dengan teliti dan
tepat. Agar diperoleh daerah kerja yang bersih dan kering serta memberikan banyak
keuntungan bagi pasien yang dirawat, dokter gigi dan memperkecil kerugian yang dapat
terjadi pada waktu dokter gigi bekerja.

Penulisan paper ini bertujuan untuk mengetahui informasi yang lebih luas dari

tongue holder dan suction sebagai alat isolasi daerah kerja. Tujuan lainnya, memberikan

informasi dan memperkenalkan kepada mahasiswa kedokteran gigi agar dapat menambah

pengetahuan penulis dan mahasiswa kedokteran gigi tentang isolasi tongue holder dan suction

guna meningkatkan hasil perawatan yang lebih baik.

1.2 Tujuan
1. Mahasiswa mampu mengkaji dan memahami penggunaan tongue holder dan suction

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Suction
Kerja suction hampir sama dengan saliva ejektor, hanya yang disedot adalah selain
saliva juga dapat menyedot darah. Jadi suction ini lebih tepat digunakan pada waktu
tindakan exodontia atau bedah mulut dan merupakan bagian dari assistant’s unit
2.2 Tongue Holder
Tongue holder merupakan alat isolasi rongga mulut dengan sistem kerja penahan
lidah untuk mempermudah proses kerja operator dalam perawatan. Tongue Holder
terdiri atas :
1) Penahan lidah
2) Penahan dagu
3) Tangkai dan klep
4) Klep penjepit
5) Per pada tangkai
6) Klep pengatur penahan dagu

Cara pemasangan tongue holder :


a) Tentukan sisi mana yang akan dipasang tongue holder
b) Pasang penahan lidah pada tangkai dan klep
c) Pasang kapas pada lidah
d) Tongue holder siap dipasang
e) Atur klep penahan dagu
BAB III
KESIMPULAN

Terdapat berbagai macam alat yang digunakan untuk isolasi daerah kerja yang contohnya
adalah suction dan tongue holder. Suction mempunyai mekanisme yang sama dengan saliva ejector
tetapi dapat menyedot darah, sedangkan tongue holder sendiri digunakan untuk menahan lidah
memudahkan kita dalam melakukan perawatan.
DAFTAR PUSTAKA

Ritter, A. V., L. W. Boushell., dan R. Walter. 2018. Sturdevant's Art and Science of Operative
Dentistry. Edisi 7. St. Louis: Mosby