Anda di halaman 1dari 3

4.

Pemeriksaan Penunjang Untuk Menegakkan Diagnosis\

A. Laboratorium
• Darah rutin : leukositosis
• Hitung leukosit : pneumonia viral/bakterial
- Viral  leukositosis tidak > 20.000/mm3 dengan limfosit
predominan
- Bakterial  leukositosis mencapai 15.000-40.000/mm3 dengan
neutrofil predominan
• Hitung jenis leukosit : shift to the left dan LED
• Analisa gas darah : hipoksemia dan hipokarbia, stadium lanjut  asidosis
respiratorik

 Kultur
 Kultur
Sumber :
- aspirat endotracheal tube (ET)
- darah : pneumonia definite (ditemukan bakteri patogen yang biasa
menginfeksi saluran nafas),
pneumonia probable (tidak ditemukan bakteri patogen
saluran nafas).
Dikatakan (+) jika ada tanda pertumbuhan patogen dalam 72 jam.
- aspirat nasofaring & kulit

B. Tes hiperoksia

Tes hiperoksia dapat membantu membedakan sianosis akibat kelainan jantung atau
paru. Pulse Oxymeter (oksimeter nadi) dapat membantu apakah tes hiperoksia ini berguna.
Bayi yang mengalami sianosis tanpa distress respirasi yang jelas dan memiliki SaO2 <85%
pada udara kamar dan oksigen 100% mempunyai pirau intrakardial. Bila SaO2 >85% oksigen
100% maka harus dilakukan tes hiperoksia. Tes hiperoksia terdiri pengambilan data dasar
tentang analisis gas darah dari arteri radialis dekstra (preduktal) pada bayi yang bernapas
dengan udara kamar yang diulang dengan bernapas pada oksigen 100%. Tes hiperoksia
berlangsung selama 10 menit. Bila PaO2 mmHg pada oksigen 100% berarti normal. Bila
PaO2 >150 mmHg curiga penyakit paru. Bila PaO2 50-150 mmHg curiga penyakit jantung
atau hipertensi pulmonal berat. Untuk memastikan hal-hal tersebut dapat dilakukan
ekokardiografi.

Mendiagnosis sesak nafas pada bayi sebelum pengobatan adalah hal yang tepat. Kadang
penyebab sesak nafas sulit ditemukan karena dua atau lebih penyebab mungkin ada dalam
bayi Anda. Bayi mungkin perlu perhatian ekstra selama proses diagnostik karena gejala sesak
nafas bisa disebabkan oleh banyak hal dalam kelompok usia ini, beberapa di antaranya
membutuhkan terapi yang sangat berbeda. Ketika bayi memiliki gejala sesak nafas, kadang-
kadang hal ini disebut dengan penyakit saluran napas reaktif. Dua pemicu paling umum
sesak nafas pada bayi adalah demam dan alergi, alergi menjadi sangat umum terjadi pada
bayi.

Dokter akan memeriksa dada bayi Anda untuk menentukan laju dan kedalaman pernapasan,
upaya yang diperlukan, kondisi otot pernapasan dan bukti kelainan dada pada bayi. Jika
bayi Anda mengalami demam, dokter akan mencari tanda-tanda lain dari sesak nafas tersebut.
Dokter akan memeriksa fungsi jantung bayi Anda, termasuk tekanan darah, denyut nadi, dan
adanya suara jantung yang tidak normal lainnya. Jika dokter mencurigai gumpalan darah di
salah satu pembuluh darah besar yang mengarah ke jantung, ia akan memeriksa kaki bayi
Anda apakan ada tanda-tanda pembengkakan.

Selain hal di atas, elektrokardiogram (EKG) juga bisa digunakan untuk membantu dokter
dalam mendoagnosis kelainan dinding dada, juga untuk menentukan posisi diafragma, tulang
rusuk kemungkinan patah tulang atau kecukupan pasokan darah ke otot jantung. Dokter akan
melakukan tes darah jika diperlukan untuk mengetahui pengobatan terbaik sesak nafas bayi
Anda.

Beberapa pemeriksaan penunjang:


1. Peak flow meter digunakan untuk mengukur keberhasilan terapi, dikerjakan pada anak
besar
yang kooperatif
2. Analisis gas darah dapat dipakai untuk evaluasi keberhasilan mekanisme kompensasi
3. Fofo toraks tidak rutin dilakukan, biasanya digunakan pada kasus dengan dugaan
penumotoraks, atelektasis, pneumonia atau kasus yang mengalami perburukan.