Anda di halaman 1dari 9

KEPUTUSAN INVESTASI

1. LATAR BELAKANG
Dunia Globalisasi merupakan hal yang sudah tak asing lagi buat kita semua. Dunia globalisasi telah
masuk kesemua Negara tak heran globalisasi membawa hal yang baik dan buruknya. Globalisasi juga
telah berkembang merambat kedunia perekonomian biasanya berupa penanaman modal pada suatu
sector industry.
Setiap individu pada dasarnya memerlukan investasi, karena dengan investasi setiap orang dapat
mempertahankan dan memperluas basis kekayaannya yang dapat digunakan sebagai jaminan sosial
di masa depannya. Seseorang sering tidak menyadari dirinya telah melakukan investasi, misalnya
dengan menabung dan sebagainya. Agar tak terjebak melakukan investasi ke dalam portofolio
‘sampah’, atau bahkan ditipu oleh pihak yang tak bertanggung jawab dengan iming-iming menarik,
Anda harus mengedepankan rasionalitas dan memahami betul resiko-resiko yang dihadapi dalam
berinvestasi.
Karena banyak sekali jenis dari investasi tersebut .Jangan sampai terbuai dengan iming-iming
menarik yang tinggi, tapi uang Anda habis sia-sia. Invejstasi pun banyak jenis dan macamnya jadi
harus pandai melihat ke sector mana kita akan menanamkan saham kita. Peran penting sekali dari
beberapa pihak baik dari pemerintah dan tiap individu. Peran individu sangatlah penting dalam
berperan aktif karena dapat mencegahnya harga barang yang tak terkontrol.
Pemerintah sebaiknya mengatur beberapa aturan tentang peraturan penanaman modal, karena, sejak
pelaksanaan otonomi daerah, pemerintah pusat terpaksa mengeluarkan kepres khusus mengenai
penanaman modal karena banyaknya kendala yang dihadapi oleh para investor yang ingin membuka
usaha di daerah, khususnya yang berkaitan dengan proses pengurusan izin usaha. Investor seringkali
dibebani oleh urusan birokrasi yang berbelit-belit sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama
dan disertai dengan biaya tambahan yang cukup besar.

2. TUJUAN
Mengetahui Pengertian Investasi
Mengetahui Bentuk Aset Yang Diinvestasikan
Mengetahui Faktor-Faktor Penentu Investasi bagi Seorang Investor
Mengetahui Rasio-rasio Keuangan
Mengetahui Tipe Investor Menurut Profil Resiko
Mengetahui Jenis-Jenis Investasi
Mengetahui Keunggulan dan Kekurangan Setiap Investasi
Mengetahui Resiko Investasi

3. TELAAH LITERATUR

A. PengertainInvestasi
Definisi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Investasi diartikan sebagai penanaman uang oleh
suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memproleh keuntungan. Pada dasarnya investasi adalah
membeli suatu aset yang diharapkan di masa datang dapat dijual kembali dengan nilai yang lebih
tinggi.
Investasi juga dapat dikatakan sebagai suatu penundaan konsumsi saat ini untuk konsumsi masa
depan. Harapan pada keuntungan di masa datang merupakan kompensasi atas waktu dan risiko yang
terkait dengan suatu investasi yang dilakukan.
Menurut Sunariyah (2003:4): “Investasi adalah penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang
dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa-
masa yang akan datang.” Dewasa ini banyak negara-negara yang melakukan kebijaksanaan yang
bertujuan untuk meningkatkan investasi baik domestik ataupun modal asing. Hal ini dilakukan oleh
pemerintah sebab kegiatan investasi akan mendorong pula kegiatan ekonomi suatu negara,
penyerapan tenaga kerja, peningkatan output yang dihasilkan, penghematan devisa atau bahkan
penambahan devisa.
Menurut Husnan (1996:5) menyatakan bahwa “proyek investasi merupakan suatu rencana untuk
menginvestasikan sumber-sumber daya, baik proyek raksasa ataupun proyek kecil untuk
memperoleh manfaat pada masa yang akan datang.” Pada umumnya manfaat ini dalam bentuk nilai
uang. Sedang modal, bisa saja berbentuk bukan uang, misalnya tanah, mesin, bangunan dan lain-
lain. Namun baik sisi pengeluaran investasi ataupun manfaat yang diperoleh, semua harus
dikonversikan dalam nilai uang. Suatu rencana investasi perlu dianalisis secara seksama.

B. Bentuk Aset Yang Diinvestasikan


Secara umum bentuk aset yang di Investasikan terbagi menjadi dua jenis yaitu:
1. Riil Investment yaitu menginvestasikan sejumlah dan tertentu pada aset berwujud,
seperti halnya tanah, emas, bangunan, dan lain-lain.
2. Financial Investment yaitu menginvestasikan sejumlah dana tertentu pada aset finansial,
seperti halnya deposito, saham, obligasi, dan lain-lain.
Dalam hal ini surat berharga yang diperdagangkan atau yang sering disebut dengan efek adalah
berupa saham. Menurut Undang-Undang No.8 Tahun 1995 tentang pasar modal, definisi dari bursa
efek adalah pihak yang menyelenggarakan penawaran jual dan beli efek pihak-pihak lain dengan
tujuan memperdagangkan efek diantaranya. Di Indonesia, perdagangan saham dilakukan di Bursa
Efek Indonesia. Tidak semua perusahaan dapat langsung mengeluarkan suatu efek (saham), oleh
sebab itu perusahaan yang ingin menerbitkan efek harus memenuhi kriteria ataupun peraturan-
peraturan yang ada sebelum menerbitkan suatu efek.

C. Faktor-Faktor Penentu Investasi bagi Seorang Investor


Faktor-Faktor penentu investasi bagi seorang investor yang hendak melakukan suatu investasi,
harus melakukan suatu analisis terlebih dahulu dalam menentukan keputusan investasinya. Untuk
melakukan suatu analisis investasi, setidaknya ada tiga faktor yang harus dianalisis, yaitu:
Analisis kondisi makro ekonomi
Analisis pada jenis industry
Analisis fundamental suatu perusahaan
Tahap pertama yang dilakukan oleh seorang investor dalam berinvestasi adalah melakukan analisis
terhadap variabel-variabel makro, tahap analisis ini dilakukan untuk menganalisis kondisi
perekonomian suatu negara secara makro dalam proses suatu investasi. Variabel-variabel ekonomi
makro yang dianalisis diantaranya adalah tingkat inflasi, transaksi berjalan, kurs/exchange rate
(nilai tukar suatu mata uang negara terhadap mata uang negara lain), suku bunga SBI (Sertifikat
Bank Indonesia), dan lain-lain.
Pada tahap kedua, dilakukan analisis pada berbagai jenis industri. Pada tahapan ini, kita memilih
jenis industri yang paling memberikan prospek keuntungan jika dilakukan invstasi. Sektor mana
yang akan dijadikan suatu investasi dapat dilihat dari pergerakan dalam indeks sektoral industri
pada suatu pasar modal. Sektor yang mempunyai indeks yang bagus untuk investasi jangka panjang
tentunya akan dipilih.
Pada tahap analisis ketiga, dilakukan analisis fundamental pada perusahaan, dengan menggunakan
rasio-rasio keuangan suatu perusahaan.

D. Rasio-rasio Keuangan
Dalam rasio-rasio keuangan, terbagi lagi menjadi lima rasio, yaitu :
1. Rasio Likuiditas, menyatakan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban
jangka pendek yang jatuh tempo.
2. Rasio Aktifitas, menunjukkan kemampuan serta efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan
aktifa yang dimiliki atau perputaran (turnover) aktifa-aktifa suatu perusahaan.
3. Rasio Hutang, berfungsi untuk menunjukkan kemampun perusahaan untuk memenuhi
kewajiban jangka panjangnya.
4. Rasio Profitabilitas, menunjukkan tingkat keberhasilan perusahaan di dalam menghasilkan
keuntungan.
5. Rasio Pasar, menggambarkan bagaimana pasar menghargai saham suatu perusahaan.

E. Tipe Investor Menurut Profil Resiko


Tipe-tipe investor menurut profil resiko dalam berinvestasi dapat dideskripsikan berikut:
1. Defensive
Investor dengan tipe defensive, investor ini berusaha untuk mendapatkan keuntungan dan
menghindari resiko sekecil apapun dari investasi yang dilakukan. Investor tipe ini tidak mempunyai
keyakinan yang cukup dalam hal spekulasi, dan lebih memilih untuk menunggu saat-saat yang tepat
dalam berinvestasi agar investasi yang dilakukan terbebas dari resiko.
2. Conservative
Investor dengan tipe conservative, biasanya berinvestasi untuk meningkatkan kualitas hidup
keluarga dan dalam rentang waktu investasi yang cukup panjang. Misalnya, untuk pendidikan
perguruan tinggi anak atau biaya hidup di hari tua. Investor tipe ini memiliki kecenderungan
menanam investasi dengan keuntungan (yield) yang layak saja dan tidak memiliki resiko besar,
karena filosofi investasi mereka untuk menghindari resiko. Walaupun investor conservative sering
berinvestasi, investor ini umumnya mengalokasikan sedikit waktu untuk menganalisa dan
mempelajari portofolio investasinya.
3. Balanced
Investor dengan tipe balanced, merupakan tipe investor yang menginginkan resiko menengah.
Investor tipe ini selalu mencari proporsi yang seimbang antara resiko yang dimungkinkan terjadi
dengan pendapatan yang dapat diraih. Tipikal investor ini bahwa mereka akan selalu berhati-hati
dalam memilih jenis investasi, dan hanya investasi yang proporsional antara resiko dan penghasilan
yang bisa diperoleh yang akan dipilih.
4. Moderately Aggressive
Moderately aggressive, merupakan tipe investor yang tenang atau tidak ekstrim dalam menghadapi
resiko. Investor ini cenderung memikirkan kemungkinan terjadinya resiko dan kemungkinan bisa
mendapatkan keuntungan. Dalam hal ini, investor dengan tipe moderately aggressive selalu tenang
dalam mengambil keputusan investasi karena keputusan yang ditetapkan sudah dipikirkan
sebelumnya.
5. Aggressive Investor
Aggressive, atau biasa disebut 'pemain', adalah kebalikan dari investor conservative. Mereka sangat
teliti dalam menganalisa portofolio yang dimiliki.
Semakin banyak angka-angka dan fakta yang bisa dianalisa adalah semakin baik. Investor tipe ini
umumnya berinvestasi dengan rentang waktu relatif pendek karena mengharapkan adanya
keuntungan yang besar dalam waktu singkat. Walaupun tidak berharap untuk merugi, namun setiap
investor aggressive menyadari bahwa kerugian adalah bagian dari permainan.

F. Jenis-Jenis Investasi
Menurut Senduk (2004:24) bahwa produk-produk investasi yang tersedia di pasaran antara lain:
a. Tabungan di bank
Dengan menyimpan uang di tabungan, maka akan mendapatkan suku bunga tertentu yang besarnya
mengikuti kebijakan bank bersangkutan. Produk tabungan biasanya memperbolehkan kita
mengambil uang kapanpun yang kita inginkan.
b. Deposito di bank
Produk deposito hampir sama dengan produk tabungan. Bedanya, dalam deposito tidak dapat
mengambil uang kapanpun yang diinginkan, kecuali apabila uang tersebut sudah menginap di bank
selama jangka waktu tertentu (tersedia pilihan antara satu, tiga, enam, dua belas, sampai dua puluh
empat bulan, tetapi ada juga yang harian). Suku bunga deposito biasanya lebih tinggi daripada suku
bunga tabungan. Selama deposito kita belum jatuh tempo, uang tersebut tidak akan terpengaruh
pada naik turunnya suku bunga di bank.
c. Saham
Saham adalah kepemilikan atas sebuah perusahaan tersebut. Dengan membeli saham, berarti
membeli sebagian perusahaan tersebut. Apabila perusahaan tersebut mengalami keuntungan, maka
pemegang saham biasanya akan mendapatkan sebagian keuntungan yang disebut deviden. Saham
juga bisa dijual kepada pihak lain, baik dengan harga yang lebih tinggi yang selisih harganya
disebut capital gain maupun lebih rendah daripada kita membelinya yang selisih harganya disebut
capital loss. Jadi, keuntungan yang bisa didapat dari saham ada dua yaitu deviden dan capital gain.

d. Properti
Investasi dalam properti berarti investasi dalam bentuk tanah atau rumah.
Keuntungan yang bisa didapat dari properti ada dua yaitu :
Menyewakan properti tersebut ke pihak lain sehingga mendapatkan uang sewa.
Menjual properti tersebut dengan harga yang lebih tinggi.

e. Barang-barang koleksi
Contoh barang-barang koleksi adalah perangko, lukisan, barang antik, dan lain-lain. Keuntungan
yang didapat dari berinvestasi pada barang-barang koleksi adalah dengan menjual koleksi tersebut
kepada pihak lain.
f. Emas
Emas adalah barang berharga yang paling diterima di seluruh dunia setelah mata uang asing dari
negara-negara G-7 (sebutan bagi tujuh negara yang memiliki perekonomian yang kuat, yaitu
Amerika, Jepang, Jerman, Inggris, Italia, Kanada, dan Perancis). Harga emas akan mengikuti
kenaikan nilai mata uang dari negara-negara G-7. Semakin tinggi kenaikan nilai mata uang asing
tersebut, semakin tinggi pula harga emas. Selain itu harga emas biasanya juga berbanding searah
dengan inflasi. Semakin tinggi inflasi, biasanya akan semakin tinggi pula kenaikan harga emas.
Seringkali kenaikan harga emas melampaui kenaikan inflasi itu sendiri.
g. Mata Uang Asing
Segala macam mata uang asing biasanya dapat dijadikan alat investasi.
Investasi dalam mata uang asing lebih beresiko dibandingkan dengan investasi dalam saham, karena
nilai mata uang asing di Indonesia menganut sistem mengambang bebas (free float) yaitu benar-
benar tergantung pada permintaan dan penawaran di pasaran. Di Indonesia mengambang bebas
membuat nilai mata uang rupiah sangat fluktuatif.
h. Obligasi
Obligasi atau sertifikat obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah maupun
perusahaan, baik untuk menambah modal perusahaan atau membiayai suatu proyek pemerintah.
Karena sifatnya yang hampir sama dengan deposito, maka agar lebih menarik investor suku bunga
obligasi biasanya sedikit lebih tinggi dibanding suku bunga deposito. Selain itu seperti saham
kepemilikan obligasi dapat juga dijual kepada pihak lain baik dengan harga yang lebih tinggi
maupun lebih rendah daripada ketika membelinya.
Terdapat pengelompokkan jenis-jenis investasi, yaitu:
1. Deposito berjangka
Simpanan dalam mata uang Rupiah, dengan tingkat suku bunga relatif lebih tinggi dibandingkan
jenis simpanan lainnya. Tersedia dalam jangka waktu 1,3, 6, 12, dan 24 bulan.
2. Sertifikat Bank Indonesia (SBI)
Sertifikat Bank Indonesia (SBI) merupakan bagian dari upaya BI untuk meredam dan menstabilkan
likuiditas yang ada di pasar.
3. Saham
Surat bukti pemilikan bagian modal perseroan terbatas yang memberikan berbagai hak menurut
ketentuan anggaran dasar (shares, stock ).
4. Obligasi
Surat utang yang berjangka waktu lebih dari satu tahun dan bersuku bunga tertentu, yang
dikeluarkan oleh perusahaan untuk menarik dana dari masyarakat, guna pembiayaan perusahaan
atau oleh pemerintah untuk keperluan anggaran belanjanya (debenture bond).
5. Sekuritas Pasar Uang
Sekuritas pasar uang merupakan surat-surat berharga jangka pendek yang diperjualbelikan di pasar
uang.
6. Sertifikat Hutang Obligasi
Merupakan bukti kepemilikan piutang kepada pihak lain. Sertifikat ini dapat diperjualbelikan pada
tingkat diskonto tertentu. Sertifikat hutang obligasi ini
merupakan bentuk investasi jangka panjang.

7. Tanah/bangunan
Investasi ini tergolong investasi dalam bentuk property, investasi ini biasanya untuk jangka waktu
panjang karena mengharapkan adanya kenaikan dari nilai tanah/bangunan yang telah dibelinya.
8. Reksa dana
Wadah investasi yang berisi dana dari sejumlah investor dimana uang didalamnya diinvestasikan ke
dalam berbagai produk investasi oleh sebuah Perusahaan Manajemen Investasi (Mutual Fund).

G. Keunggulan dan Kekurangan Setiap Investasi


a) Produk Perbankan Tabungan
Digunakan untuk menyimpan dana nasabah. Dapat memberikan banyak kemudahan, antara lain:
Likuiditas yang tinggi, dapat diambil kapan saja: counter bank dan ATM
Kemudahan bertransaksi: pengiriman uang, pembayaran (telepon, kartu kredit, dan
lain-lain), penukaran uang, dan lain-lain.
Dijamin pemerintah.
Kekurangan :
Suku bunga yang diberikan sangat rendah, di bawah tingkat inflasi.
Bunga kena pajak 20% untuk yang di atas Rp 7,5 juta.

b) Rekening koran (cheque/giro)


Dipergunakan secara luas oleh perusahaan dan perorangan, untuk melakukan transaksi keuangan.
Kemudahan
Likuiditas tinggi, dapat diambil kapan saja: counter bank pencairan cek.
Kemudahan bertransaksi: pembayaran ke pihak lain tanpa menggunakan uang tunai
dan tanpa harus datang ke bank.
Dijamin oleh pemerintah.

Kekurangan :
Tidak ada bunga, hanya terdapat jasa giro yang sangat rendah
Bunga kena pajak 20%.

c) Deposito berjangka
Dipergunakan untuk menabung/menyimpan uang dalam jangka waktu tertentu.
Kemudahan:
Suku bunga yang lebih tinggi, sekitar 6%.
Likuiditas tinggi, dapat diambil kapan saja, meskipun ada jangka waktu
tertentu.
Dapat dijaminkan: untuk mendapatkan hutang dari bank yang sama.
Dijamin oleh pemerintah, rate (%) x (# of Days/365) x Nominal x 0.80, 12% x
(31/365) x IDR 1,000,000 x 0.80.
Kekurangan :
Terkena penalti, bila diambil sebelum jatuh tempo
Bunga kena pajak 20%, di atas Rp 7,5 juta.
Dikarenakan sifatnya dan bunga yang diberikan dari suatu produk perbankan berada di bawah rate
inflasi, maka produk perbankan tidak sesuai untuk dipakai sebagai alat investasi.
Kelebihan :
Akses yang cepat/likuiditas yang tinggi
Kemudahan bertransaksi
Jaminan pemerintah
Secara umum, bank idealnya digunakan sebagai tempat melakukan transaksi.
Produk perbankan sangat ideal dipergunakan untuk penempatan dana darurat (emergency fund).
d) Produk investasi Reksa Dana/Unit Trust
Keunggulan :
Diversifikasi
Pilihan investasi yang beragam
Transparansi
Peraturan yang ketat
Biaya yang rendah (subs, redeem, management fee)
Keuntungan pajak (untuk di Indonesia saat ini)
Minimum investasi yang rendah.

H. Resiko Investasi
Menurut Jack Clark Francis (Francis, Jack C., Op.Cit., Hal. 12), resiko didefinisikan sebagai
kesempatan/kemungkinan timbulnya kerugian (risk is the chance/probability of loss).
Elton dan Gruber (Elton, Edwin J. & Gruber, Martin J., Op.Cit., Hal. 46) mendefinisikan resiko
sebagai potensi variasi dari hasil yang diharapkan di masa yang akan dating.
Sedangkan menurut Donald E. Fischer & Ronald J. Jordan (Fischer, Donald E. & Jordan, Ronald J.,
Security Analysis & Portfolio Management, 6th edition, New Jersey: Prentice Hall, 1995, Hal. 65),
resiko artinya ketidakpastian dalam kemungkinan distribusi return.
Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa resiko investasi merupakan suatu
kemungkinan yang terdiri dari berbagai faktor yang dapat menyebabkan tidak kembalinya dana
yang diinvestasikan pada suatu instrumen investasi tertentu atau dengan kata lain, merupakan
faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kerugian dalam suatu investasi.
Semua jenis investasi selalu punya resiko, tidak ada investasi yang bebas resiko, resiko selalu
melekat pada tiap investasi besar atau kecil dan juga dapat dikatakan bahwa hasil yang tinggi
resikonya juga tinggi sehingga diperlukan pemahaman atas resiko yang berkaitan dengan alternatif
sarana investasi yang dapat terdiri dari resiko likuiditas, ketidakpastian hasil, kehilangan hasil,
penurunan nilai investasi sampai resiko hilangnya modal investasi tersebut.

Jenis-jenis resiko yang umumnya dihadapi perusahaan dalam investasi yaitu : (Id., Hal. 70)
1. Business Risk (Resiko Bisnis)
Adalah bervariasinya penjualan perusahaan dan kemampuan untuk menjual produk tersebut. Hal
tersebut dihubungkan dengan laporan keuangan dan dikaitkan dengan perubahan selera konsumen
dan perubahan kondisi makroekonomi.
2. Financial Risk (Resiko Finansial)
Dikaitkan dengan pendapatan dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi resiko bisnis dan struktur
finansial perusahaan dan dihubungkan dengan financial leverage perusahaan.
3. Inflation Risk/Purchasing Power Risk (Resiko Inflasi/Penurunan Daya beli)
Dikaitkan dengan kemungkinan tingkat pengembalian investasi tidak dapat mengimbangi
peningkatan biaya hidup.
4. Interest Rate Risk (Resiko Suku Bunga)
Dikaitkan dengan perusahaan akibat kerugian nilai portofolio akibat perubahan suku bunga.
5. Social Risk (Resiko Sosial)
Dikaitkan dengan kondisi sosial yang terjadi dalam masyarakat yang akan mempengaruhi kebijakan
pada suatu perusahaan.
6. Foreign Exchange Risk (Resiko Nilai Tukar)
Dikaitkan dengan kemungkinan terjadinya kerugian akibat perubahan secara relatif nilai mata uang
dunia. Resiko nilai tukar akan mengurangi return dari investasi.
7. Political Risk (Resiko Situasi Politik)
Dikaitkan dengan kemungkinan pemerintah luar negeri ikut campur dalam kegiatan perusahaan
maupun kondisi dalam negeri yang tidak kondusif bagi dunia usaha.
Jenis-jenis resiko di atas merupakan resiko yang tergabung baik dalam resiko tidak sistematis
(unsystematic risk) dan resiko sistematis (systematic risk). Resiko yang tidak sistematis dapat
dihilangkan melalui diversifikasi sedangkan resiko yang sistematis diakibatkan oleh faktor pasar
yang mempengaruhi semua perusahaan dan tidak dapat dihilangkan melalui diversifikasi seperti
suku bunga, perang, inflasi, kebijakan pemerintah, perubahan politik nasional maupun
internasional. Oleh karena itu, investor (atau perusahaan) lebih memperhatikan resiko yang tidak
dapat didiversifikasi yang mencerminkan kontribusi aktiva terhadap resiko portofolio,
Perhitungan kedua jenis resiko tersebut dapat dirumuskan dalam persamaan sebagai berikut: Total
Risk = Systematic Risk + Unsystematic Risk

4. ANALISIS KRITIS/ SOLUSI PEMECAHAN MASALAH


Berdasarkan isi pada makalah ini, dapat di simpulkan bahwa investasi adalah suatu istilah dengan
beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan
dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan dimasa depan.
Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal. Menurut teori ekonomi, investasi berarti
pembelian (dan produksi) dari modal barang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi
yang akan dating. Fungsi investasi pada aspek tersebut dibagi pada investasi non-residential (seperti
pabrik dan mesin) dan investasi residential (rumah baru). Investasi juga dibagi dalam beberapa
macam dan jenisnya oleh karena itu masyarakat jangan sampai salah dalam penafsiran. Pentingnya
perang para pemodal baik dalam negeri maupun luar negeri, oleh karena itu pemerintah juga harus
ikut terkait dalam mengatur system tentang investasi agar para pemodal tidak takut dalam menanam
modalnya.

Anda mungkin juga menyukai