Anda di halaman 1dari 7

A.

Nomor Registrasi
1. Obat

Huruf Angka

X X X 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

I: Obat Impor
Huruf
L : Obat Produksi Dalam Negeri/Lokal

E : Obat Untuk Keperluan Ekspor

X : Obat Untuk Keperluan Khusus


(misalnya untuk program)

N : Golongan Obat Narkotika

P : Golongan Obat Psikotropika

K : Golongan Obat Keras

T : Golongan Obat Bebas Terbatas

B : Golongan Obat Bebas

D : Nama dagang

G : Nama Generik

1
Contoh :

GKL 9615508910A1

Keterangan :

G : Nama Generik

K : Golongan Obat Keras

L : Produksi Lokal/ Dalam Negeri

96 : Disetujui pendaftarannya pada periode 1996

155 : No urut pabrik ke-155 di Indonesia

089 : Obat jadi yang di setujui ke-89 di pabrik tersebut

10 : Bentuk sediaan Tablet

A : Kekuatan sediaan obat jadi yang disetujui pertama

1 : Kemasan utama

2
2. Suplemen, Obat Tradisional, dan Obat Quasi

Huruf Angka

X X 1 2 3 4 5 6 7 8 9

SD : Suplemen Lokal

SI : Suplemen Impor

SL : Suplemen Lisensi

TR : Obat Tradisional Lokal

TI : Obat Tradisional Impor

TL : Obat Tradisional Lisensi

FF : Fitofarmaka

QD : Obat Quasi Lokal

Contoh :

TR 072224589

Keterangan :

TR : Tradisional Lokal

07 : Disetujui pendaftarannya tahun 2007

2 : Bentuk Perusahaan ( Pabrik Jamu )

2 : Bentuk Sediaan serbuk

2458 : Menunjukan nomor urut jenis produk yang didaftar

9 : Menunjukan Jenis Kemasan keberapa

3
3. Kosmetik

Huruf Angka

X X 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Kode Benua
A : Asia
B : Auatralia
C : Eropa
D : Afrika
E : Amerika

N : Notifikasi

Contoh :

NA 18150900279

Keterangan :

NA : Produk asia dan Dalam Negeri

18 : Kode Negara Indonesia

15 : Kode Tahun 2015

09 : Kode Kelompok Produk

00279 : Nomor Notifikasi

4
4. Pangan

Huruf Angka

X X 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

MD : Pangan olahan Lokal

ML : Pangan olahan Import

Pengertian Digit :

1 : Kode kemasan

2, : Kode jenis pangan


3,
4

5, : Kode propinsi (produk MD)


6

Kode negara (produk ML)

7, : Nomor urut produk per pabrik per propinsi (MD)


8,
9

Nomor urut produk per pabrik & importir per negara (ML)

10, : Nomor urut pabrik per propinsi (MD)


11,
12

Nomor urut pabrik dan importir per negara (ML)

• Setiap Pangan Olahan baik yang diproduksi di dalam negeri atau yang
dimasukan ke dalam wilayah Indonesia untuk diperdagangkan dalam
kemasan eceran wajib memiliki SURAT PERSETUJUAN
PENDAFTARAN dari Badan POM.

5
• Dikecualikan dari ketentuan di atas, Pangan Olahan yang :
1. Diproduksi oleh IRTP (Industri Rumah Tangga Pangan/PIRT)
2. Mempunyai masa simpan kurang dari 7 (tujuh) hari pada suhu kamar
3. Dimasukan ke wilayah Indonesia dalam jumlah kecil untuk keperluan :
sampel dalam rangka permohonan pendaftaran, penelitian, konsumsi
sendiri
4. Digunakan lebih lanjut sebagai baan baku dan tidak dijual secara
lansung kepada konsumen akhir

B. PIRT ( Produk Industri Rumah Tangga )

PIRT merupakan izin produksi pangan yang dihasilkan skala


industri rumah tangga yang ditetapkan oleh BPOM. Izinnya dikeluarkan oleh
PEMDA KAB/KOTA.
Nomor PIRT ini dipergunakan untuk makanan dan minuman yang
memiliki daya tahan keawetan diatas 7 hari. Nomor PIRT ini berlaku selam 5
tahun dan setelahnya dapat diperpanjang. Untuk makanan dibawah 7 hari,
akan masuk golongan Layak Sehat Jasa Boga dan nomor PIRT berlaku selama
3 tahun saja.
Contoh Produk yang tidak dapat menggunakan izin PIRT :
1. Susu dan hasil olahannya
2. Daging, ikan, ungags dan yang lainnya yang membutuhkan proses
penyimpanan beku.
3. Makanan kaleng
4. Makanan Bayi
5. Minuman Beralkohol
6. AMDK
7. Makanan/Minuman yang memenuhi persyaratan SNI

Kepada produsen makanan dan minuman bermodal besar yang


diperkirakan mampu untuk mengikuti persyaratan keamanan pangan yang
telah ditetapkan oleh pemerintah dapat mendaftarkan produk makanan dan

6
minumannya ke BPPOM untuk mendapatkan Nomor MD atau Nomor
ML.

Proses Pengajuan PIRT :


Persyaratan :
1. Mengajukan permohonan ke Dnkes Kota/Kab setempat.
2. Mengikuti penyuluhan keamanan pangan selama 2 hari, nilai post test
minimal 60, diberikan Sertifikat Penyuluhan Keamanan Pangan
(SPKP)
3. Dilaksanakan audit sarana produksi IRT dan minimla memperoleh
nilai C, maka diberikan nomor PIRT
4. SPP IRT diberikan untuk setiap 1 jenis pangan
5. Pengajuan perpanjangan SPP IRT dapat dilakukan paling lambat 3
bulan sebelum masa berlaku SPP IRT berakhir