Anda di halaman 1dari 6

KELOMPOK 1

GITH

SUMBER 1

Latit adalah batuan beku vulkanik, dengan tekstur afirik-afanitik hingga


afirik-porfiritik. Susunan mineral pada umumnya adalah felspar alkali dan plagioklas
yang seimbang jumlahnya. Bagaimana cara mengenali batuan beku?salah satunya
dalah dengan melihat tekstur batuan tersebut. Tekstur adalah ukuran kasar halus
batuan. Perbedaan lokasi kristalisasi dan lingkungan pembekuan menyebabkan
perbedaan tekstur pada batuan beku.

1. Gelas (Glassy)

Tekstur glassy dicirkan tidak memiliki butir kristal karena proses pembekuan
yang sangat cepat. Ketika magma mencapai permukaan bumi, suhu dan tekanan
atmosfer yang rendah dibanding di dalam bumi mengakibatkan magma tidak sempat
untuk membentuk kristal-kristal. Contoh dari batu tipe ini adalah obsidian

2. Afanitik (Aphanitic)

Tekstur afanitik adalah batuan yang kristal mineralnya tidak dapat dilihat oleh
mata telanjang dan hanya dapat dilihat dengan bantuan mikroskop. Hal ini terjadi
karena pembekuan sangat cepat namun masih bisa membentuk kristal kecil.

3. Faneritik (Phaneritic)

Tekstur faneritik adalah tekstur batuan yang kasar yang memerlihatkan butir
mineral yang jelas jika dilihat oleh mata. Hal tersebut menandakan bahwa pembekuan
magma sangat lambat dan terjadi jauh di dalam perut bumi.

1
4. Porfiritik (Porphyritic)

Merupakan tekstur batuan yang terdiri atas campuran butiran kasar dan halus.
Hal tersebut dapat terjadi karen amagma bergerak sangat cepat ke atas permukaan
bumi dan membeku dengan cepat pula.

5. Piroklastik (Pyroclastic)

Batuan bertekstur piroklastik terbentuk karena erupsi yang dihasilkan ke


atmosfer dalam bentuk debu. Teksturnya cenderung halus dan kadang pula kasar.

SUMBER 2

Latit adalah batuan beku vulkanik, dengan tekstur afirik-afanitik hingga


afirik-porfiritik. Susunan mineral pada umumnya adalah felspar
alkali dan plagioklas yang seimbang jumlahnya. Kuarsa berjumlah kurang dari 5%
dan pada Latit tidak membawa felspatoid, sedang Olivin tidak hadir pada Latit
pembawa Kuarsa ( Quartz-bearing). Ketika kandungan kuarsa lebih besar dari 5%
maka batuan tersebut dikategorikan sebagai Latit kuarsa.
Biotit, hornblende, piroksen serta kuarsa dan olivin langka sangat sering terdapat di

latit sebagai mineral-mineral asesoris.

2
SUMBER 3

Latite biasa disebut ekuivalen ekstrusif dari monzonit, tetapi lebih rumit.
Seperti basalt, latite tidak memiliki atau hampir tidak ada kuarsa tetapi lebih banyak
feldspar alkali. Dalam pengamatan, tidak mungkin membedakan latit dari basal atau
andesit secara langsung. Spesimen ini memiliki kristal besar (fenokris) dari
plagioklas dan fenokris piroksen yang lebih kecil.

3
SUMBER 4

LATITE

1. Jenis batuan : Batuan beku Intrusif


2. Warna : Hitam keabuan
3. Tekstur : Fanerik, Croase grained
4. Stuktur : Masif, Non-vesikular
5. Komposisi : 40 % Pyroxene, 30 % Amphibole, 30 % Olivine
6. Genesa : Terbentuk didalam kerak bumi sehingga mineralnya
dapat mengkristal dengan baik, pembekuannyapun sangat lambat, hasilnya mineral
penyusun batuan ini berukuran kasar, dapat dilihat dengan mata telanjang. Karena
magma yang membentuknya bersifat basa, jadi warnanya gelap.

4
SUMBER 5

Traciandesit (latit)

Batuan ini adalah batuan volcanic berukuran halus hypabisal. Mempunyai


penyebaran yang luas dan komposisi kwarsa lebih besar dari 10 %, komposisi
meneralnya hampir sama dengan andesit. Mineral mafik yang hadir umumnya
hornblende hadir > pirokssen.

5
DAFTAR PUSTAKA

Sumber 1 :

https://geograph88.blogspot.com/2014/03/mengenali-tekstur-batuan-beku.html

Sumber 2 :

https://id.wikipedia.org/wiki/Latit

Sumber 3 :

https://jagad.id/batuan-beku/

Sumber 4 :

http://teguhgeost.blogspot.com/2012/03/batuan-beku-dan-batuan-gunung-api-
yang.html

Sumber 5 :
https://www.academia.edu/30586591/kekerabatan_batuan_beku?auto=download