Anda di halaman 1dari 12

PERPINDAHAN MASSA, PANAS DAN MOMENTUM PADA COOLING

TOWER

Cooling tower adalah suatu sistem refrigerasi yang melepaskan kalor ke


udara.cooling tower bekerja dengan cara mengontakkan air dengan udara dan
menguapkan sebagian air tersebut. Luas permukaan air yang besar dibentuk untuk
menyemprotkan air lewat nozel atau memercikan air kebawah dari suatu bagian ke
bagian lainnya. Bagian-bagian atau bahan – bahan pengisi biasanya terbuat dari
kayu tetapi bisa juga dibuat dari plastik atau keramik.
Prestasi sebuah cooling tower basah tergantung dari temperatur bola basah
dari udara yang masuk.Prestasi dari cooling tower biasanya ditunjukkan dalam
hubungan range dan approach. range adalah perbedaan temperatur antara
temperatur air yang masuk dan temperatur air yang keluar dari menara pendingin.
Sedangkan approach adalah perbedaan temperatur antara temperatur air yang
keluar dari cooling tower dan tempperatur bola basah udara yang masuk cooling
tower. Cooling tower sangat dibutuhkan oleh industri sebab cooling tower
merupakan bagian dari utilitas yang banyak digunakan.
Dimana cooling tower memproses air yang panas menjadi air dingin yang
digunakan kembali dan bisa dirotasikan. cooling tower juga salah satu alat yang
berfungsi mengolah air untuk mengatasi masalah polusi lingkungan. Cooling
tower beroperasi menurut prinsip difusi, dimana adanya perubahan temperatur
dapat mengakibatkan perbedaan besarnya laju perpindahan massa dan panas yang
terjadi. Besarnya laju perpindahan massa dan panas dipengaruhi oleh luas daerah
kontak antara fluida panas dengan fluida dingin, waktu kontak, kecepatan fluida
dan temperatur fluida. Sedangkan cooling water adalah air pendingin yang
digunakan untuk mendinginkan. Pendinginan terjadi didalam cooling tower.
Pada cooling tower sebagian air menguap ke udara dan kalor sensibel berpindah
dari air panas ke udara yang lebih dingin.
Kedua proses itulah yang mengakibatkan turunnya temperatur air dan
untuk menjaga keseimbangan air, kita hanya perlu menambahkan air (make up
water) untuk menggantikan air yang hilang karena penguapan atau terbawa oleh
udara. Perpindahan massa adalah perpindahan massa dari satu lokasi, biasanya
berupa aliran, fasa, fraksi, atau komponen, kelokasi lainnya. Perpindahan massa
digunakan oleh berbagai ilmu sains untuk proses dan mekanisme yang berbeda-
beda, namun frasa ini banyak digunakan pada ilmu teknik untuk proses fisika
yang melibatkan difusi molekuler dan transport konveksi suatu speses kimia
dalam sistem panas dengan fluida dingin, waktu kontak, kecepatan fluida dan
temperatur yang ada dalam fluida.
Perpindahan massa pada cooling tower saat pendinginan air terjadi
didalam cooling tower. Pada cooling tower sebagian air menguap ke udara dan
kalor sensibel berpindah dari air panas ke udara yang lebih dingin. Kedua proses
itulah yang mengakibatkan turunnya temperatur air dan untuk menjaga
keseimbangan air, kita hanya perlu menambahkan air (make up water) untuk
menggantikan air yang hilang karena penguapan atau terbawa oleh udara.
Perpindahan massa air akibat terbawa aliran udara yang melintasi cooling
tower. Jumlah drift loss terjadi relatif dan dapat diperkecil dengan penggunaan
drift eliminators pada cooling tower. Berikut nilai persentase untuk drift loss yang
dapat dipakai saat informasi nilai persentase drift loss yang direkomendasikan
dari pabrikan tidak diketahui. D = 0.3 – 1.0 persen dari L untuk cooling tower
penggerak udara alami (natural draft) tanpa drift eliminators. D = 0.1 – 0.3 persen
dari L untuk induced draft cooling tower tanpa drift eliminators. D = sekitar 0.005
persen dari L (atau kurang) jika cooling tower dilengkapi dengan drift eliminators.
Laju Aliran Air Pengganti (make-up) merupakan suplai air pengganti
akibat kerugian air untuk terjadinya proses pendinginan. Laju aliran air make-up
minimum yang diperlukan merupakan jumlah akumulasi total kerugian yang
terjadi. Perbandingan L/G menara pendingin merupakan perbandingan antara laju
aliran massa air dan udara. Menara pendingin memiliki nilai desain tertentu,
namun variasi karena musim memerlukan pengaturan dan perubahan laju aliran
air dan udara untuk mendapatkan efektivitas terbaik menara pendingin. Aturan
termodinamika menyatakan bahwa panas yang dibuang dari air sama dengan
panas yang diserap oleh udara sekitarnya. Oleh karena itu persamaan berikut
dapat digunakan. Perpindahan panas adalah perpindahan energi yang terjadi pada
benda atau material yang bersuhu tinggi ke benda atau material yang bersuhu
rendah, hingga tercapainya kesetimbangan panas. Kesetimbangan panas terjadi
jika panas dari sumber panas sama dengan jumlah panas benda yang dipanaskan
dengan panas yang disebarkan oleh benda tersebut ke medium sekitarnya. Proses
perpindahan panas ini berlangsung dalam 3 mekanisme, yaitu konduksi, konveksi,
radiasi. Dalam prakteknya ketiga proses perpindahan panas tersebut sering terjadi
dalam waktu yang bersama-sama.
Konduksi adalah proses perpindahan panas dari suatu bagian benda padat
atau material ke bagian lainnya. Perpindahan panas secara konduksi dapat
berlangsung pada benda padat, umumnya logam. Jika salah satu ujung sebuah
batang logam diletakkan di atas nyala api, sedangkan ujung yang satu lagi
dipegang, bagian batang yang dipegang ini suhunya akan naik, walaupun tidak
kontak secara langsung dengan nyala api.
Pada perpindahan panas secara konduksi tidak ada bahan dari logam
yang berpindah. Yang terjadi adalah molekul-molekul logam yang diletakkan di
atas nyala api membentur molekul-molekul yang berada di dekatnya dan
memberikan sebagian panasnya. Molekul-molekul terdekat kembali membentur
molekul molekul terdekat lainnya dan memberikan sebagian panasnya, dan begitu
seterusnya di sepanjang bahan sehingga suhu logam naik. Jika pada suatu
logam terdapat perbedaan suhu, maka pada pada logam tersebut akan terjadi
perpindahan panas dari bagian bersuhu tinggi ke bagian bersuhu rendah.
Konveksi adalah perpindahan kalor melalui zat penghantar yang disertai
dengan perpindahan bagian-bagian zat itu. Pada umumnya zat penghantar yang
dipakai berupa zat cair dan gas. Kalor berpindah karena adanya aliran zat yang
dipanaskan akibat adanya perbedaan massa jenis (berat jenis). Massa jenis bagian
yang dipanaskan lebih kecil daripada massa jenis bagian zat yang tidak
dipanaskan. Contoh konveksi adalah memanaskan air di panci hingga mendidih.
Peristiwa sehari-hari yang berhubungan dengan konveksi kalor adalah
terjadinya angin darat dan angin kalor. Konveksi adalah gerakan molekul dalam
fluida (cairan atau gas). Perpindahan panas secara konveksi yang disebabkan oleh
gerakan molekul dalam cairan. Ketika molekul dipanaskan, akan terjadi
peningkatan suhu mereka dan mereka cenderung untuk menjauh dari satu sama
lain. Hal ini karena gerakan ini bahwa perpindahan panas terjadi. Dalam jenis
perpindahan panas, gerakan fisik cairan akan berlangsung tidak seperti konduksi.
Gerakan fisik yang dikenal sebagai arus konveksi. Arus ini adalah alasan di balik
arus laut, dan angin darat dan laut.
Perpindahan panas konveksi terdiri dari dua mekanisme, yaitu
perpindahan energi sebagai akibat dari pergerakan molekuler acak, dan ada juga
energi yang dipindahkan oleh pergerakan secara mikrokopis dari fluida.
Pergerakan fluida ini dihubungkan dengan kenyataan, bahwa setiap bagian,
jumlah besar dari molekul bergerak secara bersama – sama atau sebagai
gumpalan. Pergerakan ini dengan adanya gradien temperatur akan menaikan pada
perpindahan panas. Karena molekul dalam gumpalan tetap berada pada
pergerakan acaknya, perpindahan panas total kemudian merupakan penjumlahan
dari transport energi oleh pergerakan acak molekular dan pergerakan
makroskopik dari fluida. Kemudian istilah konveksi biasanya menunjukkan pada
kumulatif transport energi.
Perpindahan panas konveksi terjadi oleh kedua cara yaitu pergerakan
molekular acak dan pergerakan makroskopik fluida yang berada pada lapisan
batas. Kontribusi sebagai akibat pergerakan molekular acak (difusi) umumnya
dominan pada daerah dekat permukaan, nyatanya pada interaksi antara permukaan
dan fluida, y = o, panas dipindahkan hanya dengan cara mekanisme ini.
Kontribusi akibat pergerakan makroskopik sebagai akibat pergerakan fluida dalam
gumpalan dari nyatanya bahwa lapisan batas membesar sesuai dengan kemajuan
aliran dalam arah x. Penggunaan fenomena lapisan batas adalah sangat penting
untuk dimengerti pada perpindahan panas konveksi.
Perpindahan konveksi mungkin dapat dikategorikan tergantung pada
keadaan aliran. Kami menyebut konveksi paksa bila aliran disebabkan oleh
beberapa cara yang berasal dari luar : fan, pompa, atau tiupan angin. Perbedaan
dengan konveksi bebas atau kobveksi alam, di mana aliran fluida disebabkan oleh
gaya buoyancy dalam fluida. Cara ini timbul dari adanya variasi masa jenis yang
selalu diikuti dengan adanya perbedaan temperatur dalam fluida. Sebuah contoh
adalah perpindahan panas konveksi bebas yang terjadi dari jalan aspal yang panas
ke udara sekeliling pada hari yang tenang tanpa angin.
Udara yang berhubungan dengan jalan aspal mempunyai masa jenis lebih
rendah dari pada udara yang lebih dingin berada jauh di atas jalan aspal tersebut.
Oleh karena itu terjadi bentuk sirkulasi yang mana udara lebih hangat bergerak ke
atas dari jalan aspal dan udara lebih dingin bergerak ke bawah. Tetapi akan lain
masalahnya bila ada angin, perpindahan panas dari jalan aspal ke udara seperti di
dominasi oleh konveksi paksa, walaupun konveksi bebas tetap berada. Perlu untuk
di catat, karena konveksi bebas, perpindahan panas dan khususnya oleh konduksi
jarang terjadi di dalam fluida.
Radiasi adalah perpindahan kalor tanpa memerlukan zat perantara.
Pancaran kalor hanya terjadi dalam gas atau ruang hampa, misalnya penghantaran
panas matahari ke bumi melalui ruang hampa udara. Alat yang digunakan untuk
mengetahui adanya pancaran kalor yang dinamakan termoskop. Termoskop
diferensial dipakai untuk menyelidiki sifat pancaran berbagai permukaan. Contoh
radiasi adalah perpindahan panas dari cahaya matahari ke bumi. Radiasi kalor
juga dapat terjadi pada lampu pijar listrik yang sedang menyala dan api unggun
yang sedang menyala. Pada saat kita berada di sekitar api unggun yang sedang
menyala, tubuh kita terasa hangat karena adanya radiasi kalor yang dipancarkan
oleh api unggun.
Perpindahan Panas pada cooling tower, peranan cooling tower banyak
digunakaan untuk mendinginkan air, dimana proses pendinginan dapat terjadi
dengan bantuan udara luar serta kipas untuk mempercepat pendinginan
tersebut..Proses heat transfer melibatkan transfer latent heat yang disebabkan
oleh penguapan air dalam porsi kecil, dan juga transfer sensible heat yang
disebabkan oleh perbedaan temperatur antara air dan udara.
Diperkirakan 80% dari transfer heat itu adalah kalor latent dan 20%
sisanya adalah kalor sensible. Sebuah cooling tower bisa digunakan sebagai
penghilang panas dalam proses thermodynamics konvensional seperti pendinginan
atau generasi tenaga steam ataubiasa digunakan dalam berbagai proses dimana air
digunakan untuk penukar panasdan ini baik atau diinginkan untuk membuat
penolak panas pada udara atmospherics. Air bekerja sebagai sebagai fluida
penukar panas, air yang masuk dalam sistem menghilangkan panas ke udara
atmospherich kemudian didinginkan dan disirkulasi pada sistem untuk
menghasilkan operasi yang ekonomis.
Kemungkinan teoritis dari perpindahan panas per pound dari sirkulasi
udara dalam suatu cooling tower bergantung pada temperatur dan uap air dari
udara (moisture content of the air). Suatu indikasi uap air dari udara adalah
temperatur wet-bulbnya. Idealnya, temperatur wet-bulb harus lebih rendah dari
temperatur teoritis dimana air dapat didinginkan. Sistem operasi cooling tower
berdasarkan pada penguapan dan perubahan panas sensible, dimana campuran dua
aliran fluida pada temperatur yang berbeda (air dan udara) akan melepaskan panas
latent penguapan yang menyebabkan efek pendinginan ke fluida yang lebih panas
dalam masalah ini air.
Efek pendinginan ini dicapai dengan merubah sebagian cairan ke keadaan
uap dengan melepaskan panas latent penguapan. Selain itu, panas sensible juga
berperan ketika air panas yang dilewatkan kontak dengan aliran udara dingin yang
masuk, sehingga udara akanmendinginkan air dan temperatur akan meningkat
sesuai dengan jumlah panas sensible yang diperolehnya. Jika udara kering pada
temperatur konstant dijenuhkan dengan air pada temperatur yang sama dalam
suatu peralatan kontak langsung. Uap air akan masuk ke udara dengan membawa
panas latentnya.
Humiditas campuran udara-uap air akan meningkat selama penjenuhan,
karena tekanan uap dari air yang berpindah dari lingkungan air lebih besar dari
tekanan uapnya dalam udara tak jenuh sehingga penguapan dapat terjadi. Dan
apabila tekanan uap dari air di udara sama dengan cairannya, maka penguapan
akan terhenti. Perpindahan material oleh perbedaan tekanan uap (beda
konsentrasi) disebut difusi. Proses perpindahan panas, massa, dan momentum
merupakan salah satu proses yang cukup penting. Perpindahan panas merupakan
peristiwa yang dijumpai hampir dalam setiap operasi dalam kegiatan teknik
kimia.Dari segi istilah cooling tower (Menara pendingin) memiliki arti. Sistem
pendinginan kembali air yang digunakan pada water cooled condenser. Cooling
tower untuk mendinginkan air kembali yang sudah digunakan pada unit proses
atau penghasil air pendingin yang dipakai pada cooler.
Sentuhan air dan udara serta evaporasi air di dalam menara pendingin akan
menurunkan temperatur air yang selanjutnya kembali disirkulasikan ke kondensor
mesin refrigerasi. Air penambah (make up water) digunakan untuk mengganti
sejumlah air yang menguap selama proses pendinginan di dalam menara
pendingin. Menara pendingin (cooling tower) umumnya digunakan untuk sistem
pendinginan kondensor yang menggunakan air. Cooling Tower merupakan sistem
heat exchanger fluid ke udara, dimana umumnya zat yang didinginkan adalah
fluida cair. Efektifitas cooling tower sudah tak perlu diragukan lagi.
Proses pelepasan panas pada cooling tower mengandalkan pada volume air
yg banyak, serta evaporasi (penguapan air) dengan semburan fan. Cooling tower
terbukti mampu mengatasi panas jauh lebih baik daripada radiator, oleh karena itu
pada skala industri besar seperti mesin pabrik & reaktor nuklir, pendinginannya
harus menggunakan cooling tower. Bahkan reaktor nuklir menggunakan volume
air danau untuk mendinginkannya.
Secara logika, makin banyak volume air yang digunakan & diuapkan
maka makin banyak panas yang dilepaskan. Lihat saja, bahkan lava panas dari
gunung berapi saja langsung membatu bila masuk air laut, itu semua
membuktikan bahwa panas setinggi apapun akan takluk dengan volume air yang
banyak. Dengan semakin meningkatnya panas yang dihasilkan prosesor dewasa
ini, maka sudah saatnya cooling tower dibawa ke dunia komputer.
Pada sistem water cooling, panas yang dilepaskan oleh water block
(heatsink untuk sistem watercooling) akan langsung terbawa melalui air dalam
selang. Pada metode ini, cara pendinginan air sangat menentukan, sebab bila
panas tidak berhasil dilepas dari air, maka air yang panas tersebut akan kembali
masuk ke waterblock. Selama ini radiator adalah alat yang paling sering
digunakan untuk mendinginkan air pada sistem watercooling. Namun kita harus
ingat bahwa di dunia industri skala besar, radiator sudah jarang digunakan.
Pabrik-pabrik & mesin industri kebanyakan menggunakan cooling tower. Ini
membuktikan bahwa cooling tower lebih mampu mengatasi panas dibanding
radiator. Sistem radiator hanya mengandalkan pada volume air yang kecil, ini
berbeda dengan sistem cooling tower yang mengandalkan pada volume air dalam
jumlah besar. Cooling tower terbagi cooling tower jenis Outdoor (diletakkan di
luar ruangan) dan cooling tower jenis indoor (di dalam ruangan).
Indoor Cooling tower ini menggunakan sistem tertutup (radiator), yang
tentunya berbeda dengan sistem evaporatif (terbuka). Kelemahan utama sistem
tertutup (radiator) adalah pelepasan panas yang tidak sebaik sistem evaporatif
cooling tower. Namun sistem evaporatif (terbuka) memiliki kelemahan dalam hal
perawatan. Outdoor Cooling tower menggunakan sistem evaporatif (penguapan
air), sehingga jumlah air akan berkurang cukup banyak & harus kita tambah setiap
2-3 hari sekali. Karena air di cooling tower akan sering habis menguap, maka kita
akan rugi bila harus menggunakan air Aqua, karena itu biasanya yang digunakan
adalah air ledeng. Pada saat cooling tower beroperasi, akan terjadi penguapan dari
water cooling supply, untuk itu dibutuhkan air tambahan/air umpan.
Besarnya kemampuan transfer panas yang terjadi di dalam cooling tower
tergantung pada faktor berikut ini: perbedaan suhu air masuk dan suhu wet bulb
temperature udara saat itu, luas permukaan air yang kontak secara langsung
dengan pergerakan udara, kecepatan relatif antara udara dan air, waktu terjadinya
kontak antara air dan udara. Untuk mencapai persyaratan tertentu penanganan air
umpan yang tidak memadai akan mengakibatkan terjadinya deposit/kerak, silica
dan endapan lumpur.
Setelah air umpan memenuhi standar di atas, ada beberapa hal lain yang
perlu diperhatikan. Karena air yang disirkulasi dalam cooling tower akan
mengalami perubahan karakteristik. Seperti halnya kontaminasi Fe yang
berlebihan, kandungan O2 yang terlarut dalam air umpan dan kandungan pH yang
cenderung asam bisa menyebabkan terjadinya korosif dalam pipa-pipa air. Untuk
menghindari hal tersebut, dan agar air cooling tower memenuhi standard perlu
menggunakan water treatment maintenance.
Sebagai alternatif untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, telah
diaplikasikan metode baru yaitu cooling system. Pada dasarnya serial cooling
system adalah closed recirculated fresh water system yang didinginkan oleh open
recirculated seawater system. Cara ini menggunakan seawater cooling tower,
sehingga beban panas akan lebih banyak dibuang ke udara bukan ke laut. Dengan
demikian hilanglah sudah kekhawatiran akan peningkatan temperatur air laut.
Perpindahan massa selain dengan kajian teoritis dari rujukan dan kepustakaan
yang telah ada, juga diperlukan suatu perangkat peraga yang dapat memperagakan
proses yang terjadi didalamnya.
Cooling tower merupakan suatu sistem yang mengkombinasikan
perpindahan kalor dan perpindahan massa secara serempak. Cooling tower banyak
digunakan dalam proses-proses industri ataupun sebagai perlengkapan di
laboratorium, oJeh karena itu cooling tower sangat tepat digunakan untuk
memperagakan kedua proses yang terjadi. Performansi dari sebuah cooling tower
secara garis besar dapat ditujukan oJeh turunnya suhu air .yang melewati cooling
tower. Namun selain aspek terse but diatas masih ada besaran-besaran lain yang
dapat menunjukkan perfonnansi dari sebuah cooling tower diantaranya yaitu
Number of Transfer Unit (NTU). NTU menyatakan jumlah kalor yang bisa
dipindahkan oleh cooling tower dari air ke udara. Proses perpindahan kaJor dan
massa daJam sebuah cooling tower merupakan proses yang kompleks.
Seperti telah dibahas sebelumnya bahwa di dalam cooling tower teljadi
proses serentak perpindahan kaJor dan perpindahan massa. cooling tower yang
akan dianalisa adalah cooling tower. jenis induced draft atau forced draft sehingga
proses perpinda han kalor yang terjadi adalah konveksi paksa antara air dan udara.
Untuk lebih dapat memahami proses yang teIjadi dalam cooling tower kita harus
terlebih dahulu mengenal proses konveksi paksa.
Dalam bagian ini akan dibahas konveksi paksa secara mendasar dengan
lebih menekankan pada proses yang berhubungan dengan prinsip kerja cooling
tower. Proses perpindahan kalor secara konveksi terjadi apabila kalor berpindah
seiring dengan perpindahan fluida atau dapat dikatakan bahwa perpindahan kalor
terjadi karena adanya perpindahan partikel fluida. Pada dasarya perpindahan
massa merupakan perpindahan dari partikel-partikel karena adanya perbedaan
konsentrasi dalam campuran yang terjadi didalam suatu wadah atau dalam suatu
tempat. Perpindahan massa mempunyai dua metode yaitu proses yang
menyertainya yaitu perpindahan massa karena konveksi (convective mass
transfer) dan perpindahan massa karena proses difusi.
Kedua proses tersebut pada dasamya sarna, yang membedakannya adalah
proses yang menyertainya berupa konveksi at au difusi biasa'. Dalam perpindahan
massa terdapat beberapa besaran yang terJibat di dalamnya. Persamaan utama
yang ada dalam perpindahan massa adalah suatu persamaan yang dinamakan
persamaan Fick. Persamaan Fick diterapkan untuk suatu campuran biner A dan B
dan dinyatakan dalam bentuk vektor.
Dalam hal perpindahan kalor dan massa secara serempak terutama yang
terjadi antara air dan udara basah, kita perlu memperhatikan proses penguapan
dari air yang terjadi diakibatkan adanya perbedaan kandungan uap air dengan
udara. Proses pendinginan pada cooling tower ini akan mencapai kesetimbangan
bila ta = tw dan udara menjadi jenuh pada suhu ini. pada suhu adiabatik
keseimbangan ini didekati pada suhu jenuh adiabatik, atau pada suhu tabung
basah thermodinamis dari udara.
Suhu ini adalah suhu terendah yang dapat dicapai pada cooling tower. Jadi
untuk perhitungan perhitungan sesungguhnya, karena proses dianggap jenuh,
maka enthalpi udara yang memasuki cooling tower diambil enthalpi saturasi yang
sesuai dengan suhu tabung basah udara tersebut. Jadi yang dimaksud dengan ha
pada persamaan selanjutnya adalah h,. pada suhu tabung basah dari udara masuk.
Sedangkan h' merupakan harga enthalpi jenuh udara pada suhu air. Dengan
mengabaikan pengaruh penguapan pada air, maka dianggap bahwa kalor yang
diterima oleh udara sarna dengan kalor yang diberikan oleh air
Distribusi cairan dalam kolom packed telah banyak dibicarakan yang
mempunyai bermacam-macam kondisi awal (jenis distributor) dan kondisi batas
pada dinding. Hal ini telah memberikan perbaikan terhadap pengertian mengenai
mekanisme distribusi cairan, dan kemampuan untuk menghitung distribusi cairan
secara radial untuk packing pada umumnya. Untuk menerapkan cara ini pada
perancangan kolom packed dibutuhkan pengetahuan yang baik seperti pada
distribusi gas secara radial.
Analisa berikutnya adalah umum dan dapat diterapkan pada perancangan
kolom packed yang berguna untuk membuat analisa pada water cooling tower,
dimana pengaruh dimensi paling besar dipertimbangkan, dan memainkan bagian
yang utama dalam perancangan. Udara meninggalkan packing dengan kecepatan
vertikal v, yang akan bervariasi sepanjang dimensi x. Masalahnya adalah pada
teori perkiraan variasi v dan x dengan analisa aliran udara dalam kolom.

DAFTAR PUSTAKA
Daimoto, H. 2012. Cooling Water Treatment.(online): http://water-treatmen
tcoolingwatertreatment.blogspot.com/2012/07/cooling-water treatment.
html . (Diakses pada tanggal 10 September 2016)
Elert, Glenn. 2010. Cooling Tower.(online):http://physics.info/conduction
(Diakses pada 10 September 2016)
Perry, RH and Chiton, CH,1984, “ Chemical Engineering Hand Book, “ 7 th
edition, Mc. Graw Hill Kogakusha Ltd. Tokyo.
Treyyball, R.E,1987, Mass Transfer Operation, 3rd edition, Mc Graw Hill Book
Company, New York.
Yuna. 2012. Cooling Tower.(Online):http://yunage.blogspot.com/2012/12/
cooling-tower.html.(Diakses pada tanggal 10 September 2016)