Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH TEO RI AKUNTANSI

Applying Theory to Accounting Regulation

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Teori Akuntansi dengan


Dosen Pengampu : Drs. Sudarno, M.Si, Ak.

Disusun Oleh :
Andre Kusuma 170810301132

S1 AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS JEMBER
2018
Teori Regulasi

a. Public Interest Theory


Campur tangan pemerintah dalam penangan ekonomi pasar adalah
adanya kegagalan pasar. Secara teoritis, regulasi ditujukan untuk melindungi
konsumen den gan memperbaiki kinerja ekonomi dibandingkan tanpa regulasi.
Kegagalan pasar akan terjadi apabila:
- Tidak ada persaingan.
- Hambatan untuk masuk ke industri/pasar.
- Ketidaksempurnaan gap informasi (antara pembeli dan penjual).
- Kepentingan konsumen yang diinterpret asikan pada regulasi.
- Terdapat agen.
- Pemerintah tidak independen dalam mengembangkan regulasi.
Pemangku kepentingan publik theory berdasarkan pada asumsi bahwa
pasar ekonomi adalah subyek pa da ketidaksempurnaan pasar/ kegagalan
transaksi yang jika tidak diperbaiki akan menyebabkan inefisiensi dan hasil
yang tidak adil.

b. Regulatory capture theory

Asumsi mendasari teori ini adalah masyarakat secara ekonomi (akan


mengejar kepentingan pribadinya) dan pemerintah tidak memiliki peran
independen dalam proses regulasi. Regulatory agency capture terletak pada
administrasi, implementasi, dan evaluasi atas efek proses keibijakan pada
semua regulasi yang berlaku . Teori ini menyarankan agar badan akuntansi
profesional atau badan hukum menemukan pengendalian yang memungkinkan
untuk mengatur standar akuntansi yang digunakan dalam pelaporan.

c. Private interest theory

Private interest theory muncul karena ketidakpuasan atas teori -teori


sebelumnya. Asumsi yang digunakan dalam teori ini adalah regulasi
merupakan respon pemerintah atas permintaan publik untuk memperbaiki
inefisiensi dan ketidakadilan. George Stigler (1971) mengatakan bahwa
aktivitas seputar peraturan menggambarkan kekuatan politik dari kelompok
berkepentingan. Kelompok berkepentingan di sisi demand dan legislatif
sebagai supply. Teori regulasi diperlukan jika terjadi kegagalan, jika
informasi tidak dapat disampaikan dengan demand dan supply.
Teori ini berpendapat bahwa dibutuhkan regulasi atau ketentuan dalam
akuntansi. Pemerintah dibutuhkan peranannya untuk mengatur ketentuan
tersebut, apa yang harus dilakukan perusahaan untuk menentukan informasi.
Ketentuan diperlukan agar seluruh pelaku (pem akai dan penyaji)
mendapatkan informasi yang sama dan seimbang. Teori ini muncul karena
kegagalan Teori Keagenan.

Bagaimana Teori Regulasi Diterapkan pada Praktik Akuntansi dan


Auditing

Application of Pemangku kepentingan publik Theory

Dalam teori i ni pemerintah mengeluarkan regulasi sebagai respon


terhadap kegagalan pasar dan pemangku kepentingan publik . Argument
dasarnya adalah mekanisme pasar telah gagal dan pemerintah perlu bertindak
untuk mengatasinya. Contoh aplikasi di dunia nyata adalah kasus Enron
dimana pemerintah Amerika Serikat memutuskan untuk mengeluarkan
Sarbanas-Oxley Act (SOX) pada tahun 2002 agar meminimalisir terulangnya .
Selain itu, pemerintah Australia juga melindungi kepentingan pubik dengan
mendirikan Accounting Standard Review Board (ASRB) pada tahun 1984.
ASRB mengintervensi dalam standar -standar akuntansi karena sudah terlalu
banyak perusahaan yang jatuh karena pelanggaran -pelanggaran dalam
pembuatan laporan keuangan padahal auditor sudah menyatakan Opini atas
perusahaan tersebut “benar dan wajar”. Oleh karena itu, diperlukan standar
yang lebih baik lagi untuk mengubah hal ini.
Bangkrutnya perusahan dapat mengindikasikan ada permasalahan yang
serius dalam perusahaan. Terdapat manipulasi informasi anatara perusahaan
dan pengguna Laporan Keuangan yang tidak tahu informasi sebenarnya yang
mereka terima.
Setelah ada campur tangan pemerintah, investor sebagai pemangku
kepentingan publik, dilindungi dengan adanya standar -standar yang harus di
penuhi perusahaan dalam membuat laporan keuangan. Dengan adanya syarat
laporan keuangan untuk diaudit, tidak hanya investor saja yang diuntungkan
tetapi juga para internal perusahaan. Mereka dapat meminimalkan risiko
informasi mengenai perusahaannya sehingga bank mau meminjamkan hutang
dengan bunga yang lebih rendah dan dengan syarat -syarat yang lebih mudah.

Application of Capture Theory

Walker memberikan pendapatnya bahwa meskipun tujuan kepentingan


public merupakan salah satu alasan diperkenalkannya ASRB dengan para
akuntan ikut mempengaruhi keputusan yang dibuat oleh ASRB. Hal karena
ASRB mengadakan merger dengan AARF (Australian Accounting Research
Foundation) yang berakibat 22 dari 23 standar yang dikeluarkan oleh ASRB
datang dari profesi akuntan. Padahal, ASRB bebas menerima masukan stan dar
dari sumber manapun. Menurut Walker, ASRB gagal dalam mendirikan
fungsinya sebagai pembuat standar laporan keuangan yang netral dan tidak
bias.
Pada dasarnya, walker berpendapat bahwa akuntan harus turut serta
dalam pembuatan standar akuntansi dimana seharusnya standar yang
ditetapkan tersebut juga memiliki kekuatan hukum yang didukung o leh
undang- undang. Berdasarkan Capture Theory, regulasi mengintervensi
standar akuntansi sudah didesain dalam rangka melindungi kepentingan
publik agar tidak terjadi l agi kasus kasus seperti enron
Contoh asumsi lain apakah telah terjadi capture theory di dunia
akuntansi yaitu keputusan untuk membuat IFRS sebagai standar akuntansi di
seluruh dunia. Hal ini memperlihatkan penggunaan IFRS secara global sangat
menguntungkan perusahaan -perusahaan besar yang go public ,karena ini akan
mempermudah untuk mendapatkan modal secara bebas.
Aplication of Private Interest Theory

Teori private interest memberikan pendekatan lain dalam memahami


perilaku suatu pihak dengan insentif untuk mempengaruhi peraturan
pelaporan keuangan. Keterbatasan teori regulasi ini adalah mereka tidak
saling eksklusif. Peristiwa yang dijelaskan oleh satu teori, dapat dijelaskan
sama baiknya dengan teori lain. Tidak jelas bahwa penjelasan tunggal dapat
dipertahankan. Sebagai contoh, dalam kaitannya dengan Undang-Undang
Sarbanes-Oxley dapat dikatakan bahwa pemerintah AS terpaksa mengambil
tindakan setelah runtuhnya Enron, untuk menunjukkan bahwa Pemerintah
tanggap dan serius mengenai kecukupan tata kelola perusahaan, pengawasan
pelaporan keuangan dan audit. Dengan demikian, teori interest private
mungkin berlaku juga untuk menjelaskan kejadian yang diamati. Teori
interest private memiliki banyak pendukung karena mengakui dasar
kepentingan dari pihak -pihak yang terlibat dalam regulasi. H al ini juga sesuai
dengan pandangan bahwa penetapan standar adalah proses politik.

Pengaturan standar dipandang sebagai proses politik

Pengaturan standar dipandang sebagai proses politik karena berpotensi


secara signifikan mempengaruhi kesejahteraan ber bagai kelompok
kepentingan. Oleh karena itu kelompok -kelompok ini berusaha untuk
mempengaruhi pengenalan peraturan. Model perilaku politik adalah ringkasan
dari 'pilihan publik' atas teori regulasi, digunakan oleh Watts dan Zimmerman
yang berpendapat bahwa proses politik hanyalah sarana mengejar kepentingan
individu atau kelompok itu sendiri. Individu atau kelompok dipengaruhi
secara berbeda oleh peraturan akuntansi.
Menanggapi ketidakpuasan masyarakat dengan pengaturan standar oleh
badan akuntansi profesi onal, pemerintah di banyak negara telah menyiapkan
pembuat standar independen dalam upaya untuk menghasilkan standar
kualitas tinggi yang memenuhi kebutuhan pengambilan keputusan pengguna
laporan keuangan.
Beberapa contoh kasus dimana lobi politik mengint erfensi proses penetapan
dan pada akhirnya dikeluarkan oleh dewan dikutip dari (Godrey,Jayne :66) :
1. Financial instrument (Instrument keuangan)

Menyangut IAS 39 Instrument Keuangan – pengakuan dan pengukuran, pada


awal tahun 2002 dimana eropa akan menga dopsi IAS, banyak sekali perhatian
berfokus pada standard yang ada pada IAS. Perusahaan yang tercatat pada
bursa di eropa sebelumnya yang menggunakan standard nasional mereka,
sekarang mensyaratkan penggunaan IAS untuk laporan keuangan konsolidasi.
Pada area instrument keuangan terjadi potensi perubahan dramatis yang
potensial. Secara umum perusahaan menggunakan historical cost untuk
instrument keuangan yang ditunjukkan dari amortisasi biaya, dan pemasukan
keuntungan pada laporan keuangan hanya pada realisa si. Sedangkan pada IAS
39 diatur bahwa perusahaan harus memasukan keuntungan yang belum
direalisasi dan kerugian pada instrument keuangan tertentu dalam pendataan
ketika terjadi (tidak pada saat realisasi).
2. Intangible asset
Pada saat australia mengado psi IAS ,dimana didalamnya terdapat IAS 38 :
Intangible Asset, berkembang beberapa metode untuk menilai Intangible
asset dan perusahaan – perusahaan di Australia menggunakan metode yang
bervariasi.
contoh : Internal intangible asset tidak dapat diakui dan intangible asset tidak
dapat direvaluasi tanpa adanya suatu pasar yang aktif. Perusahaan –
perusahaan di Australia bersama Federasi akuntan mereka dan Pemerintah,
mencoba meminta keringanan dari standard ini namun ditolak oleh IAS.
STUDY KASUS 3.2
US’s SNOW URGES BALANCE IN SARBANES -OXLEY RULES
Menteri Keuangan Amerika Serikat, John Snow, menyatakan bahwa
menerapkan Undang – undang Sarbanes – Oxley dalam laporan keuangan
dapat meredam pertumbuhan ekonomi dan beliau bersimpati dengan
perusahaan yang terkekang dengan adanya undang – undang tersebut. “Kita
perlu menjaga keseimbangan dalam pelaksanaan undang – undang tersebut.
Kita perlu memastikan penekanannya pada substansi, bukan pada bentuk dan
innocent mistake bukanlah suatu tindakan kriminal,” kata Snow ketika
memberikan sambutan di New York Universit y Center for Law and business.
Kongress mengeluarkan Undang – undang Sarbanes – Oxley sebagai respon
atas berbagai skandal keuangan pada beberapa perusahaan besar seperti
Enron, WorldCom, dan Kantor Akuntan Publik Arthur Andersen. Sarbanes –
Oxley ini diprakarsai oleh Senator Paul Sarbanes (Maryland) dan
Representative Michael Oxley (Ohio), yang kemudian nama mereka
digunakan sebagai nama undang – undang tersebut. Komentar Snow mun cul
di tengah – tengah keluhan para kalangan bisnis secara luas tentang pasal 404
undang – undang Sarbanes – Oxley, yang mengharuskan manajer untuk
menjelaskan di depan publik bagaimana mereka menjaga keuangan
perusahaan, yang terlalu mahal dan membutuhkan banyak waktu. Dalam
sebuah sesi tanya jawab dengan pendengar, Snow mengatakan bahwa dia
bersimpati pada dunia dimana para eksekutif perusahaan dan pengacara hidup
dimana mereka ‘dikekang’ peraturan. “Kita sudah berlebihan. Kita harus
menemukan cara untuk merasionalisasikan proses pengawasan tata kelola
perusahaan secara keseluruhan,” kata Snow.
Menteri Keuangan, John Snow mengingatkan bahwa Sarbanes – Oxley
penting untuk memulihkan kepercayaan publik pada dunia bisnis setelah
terjadinya skandal keuangan t erbesar, tetapi membawa risiko untuk menjadi
hambatan pada efektivitas dan kesadaran perusahaan Amerika Serikat untuk
berinvestasi di pasar modal. “Sarbanes – Oxley hanyalah sebuah bagian, yang
mungkin telah mengubah kemauan untuk mengambil risiko dan menghindari
risiko,” Snow merespon jawaban dari pendengar. Dia menambahkan bahwa
rasio belanja modal terhadap arus kas dan keuntungan perusahaan lebih
rendah dari yang diharapkan dikarenakan keengganan perusahaan –
perusahaan di Amerika Serikat untuk mengambil risiko. Namun, Snow
menyatakan bahwa Sarbanes – Oxley perlu diterapkan untuk menangani
tindakan dari penjahat korporasi dan tindakan manipulasi hukum. Snow
menambahkan “Meskipun kita semua tahu ada beberapa cara yang bisa kita
lakukan untuk mengubah Sarba nes-Oxley, perubahan tersebut akan
berdampak pada isu – isu politik dan bersifat kontraproduktif.”

Pertanyaan:
1. Berikan alasan peresmian undang-undang Sarbanes-Oxley Act di Amerika Serikat pada
tahun 2002 ?
2. Mengapa sekarang banyak yang menentang berlakunya undang undang tersebut,
dibandingkan ketika dulu mulai diperkenalkan ?
3. Menurut John Snow, kriteria apa yang seharusnya ada dalam peraturan terkait dengan
pelaporan keuangan ?
4. Apakah Anda merekomendasikan pencabutan UU? Jelaskan?

Jawaban
1. Undang – Undang ini diresmikan di amerika serika didasari oleh :
a. Meningkatkan akuntabilitas dan transparasi dalam pelaporan keuangan
b. Meningkatkan kepercayaan publik terhadap lingkungan bisnis di Amerika Serikat
c. Menumbuhkan minat investasi yang sempat memburuk
d. Bentuk Reaksi pemerintah terhadap masalah lingkungan bisnis di Amerika Serikat
2. Karena pada awalnya para perusahaan terdesak oleh timbulnya banyak kasus
pelanggaran hukum yang menghilangkan kepercayaan terhadap dunia investasi di
amerika sehingga mau tidak mau perusahaan menyetujui persemian undang undang
tersebut . Akan tetapi pada penerapan aturan ini mengakibatkan efektivitas kesadaran
perusahaan amerika untuk aktive dalam pasar modal menurun , dikarenakan adanya
intervensi terhadap kegiatan tersebut . Yang mengharuskan perusahaan untuk
mempublikasikan pengamanan keuangan perusahaan kepada publik sebelum mereka
melakuakan transaksi keuangan di pasar modal yang diindikasikan akan memakan
banyak biaya dan waktu. Sehingga perbandingan biaya dan manfaat yang diperoleh
dinilai terlalu sedikit
3. Sebuah peraturan perundang-undangan yang tidak memeberatkan dan mengekang
perusahaan, sehingga berdampak pada minat perusahaan amerika serikat berinvestasi
di pasar modal. Peraturan tersebut harusnya tetap melihat pada proses pengawasan
tata kelola perusahaan yang baik secara keseluruhan tanpa mengesampingkan
akuntanbilitas dan transparasi pelaporan keuangan
4. Tidak !!!!! Kami lebih merekomendasikan untuk merevisi ulang peraturan tersebut,
karena jika dicabut akan membuat kondisi lingkungan bisnis perusahaan kembali pada
masa dimana peraturan belum terbentuk yang berakibat pada kurangnya transparasi
pelaporan keuangan perusahaan .Hal tersebut berdampak langsung pada minat
investor terhadap investasi di pasar modal .Sehingga dengan memperbaiki peraturan
yang ada diharapkan mampu meminimalisir penolakan berdasarkan rekomendasi dari
responden peraturan tersebut.