Anda di halaman 1dari 5

Pengertian Wilayah

Menurut kamus bahasa Indonesia, kata wilayah diartikan sebagai daerah atau lingkungan
yang menjadi daerah kepemilikan, kekuasaan atau pengawasan. Dengan demikian, wilayah
memiliki batas-batas yang jelas dan diakui atau disepakati oleh masing-masing pihak yang
memiliki wilayah tersebut. Wilayah meliputi darat, laut dan udara beserta isinya.

Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan wilayah negara adalah daerah atau
lingkungan yangmenunjukkan batas-batas suatu negara, dimana dalam wilayah tersebut
negara yang bersangkutan dapat melaksanakan kekuasaannya, sehingga menjadi tempat
berlindung bagi rakyat sekaligus sebagai tempat bagi tempat untuk mengorganisir dan
penyelenggarakan pemerintahannya. Sebagaimana diatur dalam pasal 1 Konvensi
Montovideo 1933, salah satu unsur yang harus dipenuhi oleh suatu negara adalah wilayah
yang tetap (a permanent territory). Wilayah disini dimaksudkan sebagai tempat atau ruang
bagi warga negara atau penduduk untuk dapat hidup dan menjalankan aktivitasnya.

1. Batas-Batas Wilayah Suatu Negara

Luas wilayah negara ditentukan oleh perbatasannya, didalam batas-batas itu negara
menjalankan yurisdiksi teritorial atas orang dan benda yang berada dalam wilayah itu,
kecuali beberapa golongan orang dan benda yang dibebaskan dari yurisdiksi itu. Wilayah
negara secara umum dapat dibedakan atas wilayah daratan, wilayah udara, dan wilayah
ekstrateritorial.

a. Wilayah Daratan

Wilayah daratan tidak sepenuhnya dapat dimilliki sendiri oleh suatu negara. Perbatasan
wilayah suatu negara umumnya disepakati melalui suatu perjanjian antarnegara
(perjanjian internasional). Perjanjian tersebut dapat berbentuk bilateral apabila hanya
menyangkut kepentingan dua negara, dan dapat pula berbentuk multilateral jika
perbatasan dengan negara lain melibatkan itu melibatkan lebih dari dua negara. Sebagai
batasnya biasanya ditentukan ciri-ciri alamiah seperti gunung dan sungai. Kadang-kadang
batas “buatan” harus dibangun, misalnya dalam bentuk tembok pembatas. Batas wilayah
suatu negara dengan negara lain di darat dapat berwujud:

 Batas alamiah,yaitu batas suatu negara lain yang terjadi secara alamiah, misalnya
dalam bentuk pegunungan, sungai, dan hutan.
 Batas buatan, yaitu batas suatu negara dengan negara lain yang sengaja dibuat oleh
manusia dalam bentuk pagar tembok, kawat berduri, dan pos penjagaan
 Batas secara geografis, yaitu batas wilayah suatu negara dengan negara lain yang
dapat ditentukan berdasarkan letak geografis yang melalui garis lintang dan garis
bujur.

b. Wilayah Lautan

Sebagaimana wilayah daratan, wilayah laut pun memiliki batas-batasnya. Pada mulanya
ada dua konsep dasar mengenai wilayah lautan yaitu sebagai berikut:
 Res nullius, yaitu konsepsi yang menyatakan bahwa laut dapat diambil dan dimiliki
oleh setiap negara.
 Res communis, yaitu konsepsi yang beranggapan bahwa laut adalah milik
masyarakat dunia, sehingga tidak dapat diambil atau dimiliki setiap negara.

Saat ini, wilayah laut yang masuk dalam wilayah negara tertentu disebut perairan wilayah
atau laut teritorial. Diluar wilayah laut merupakan laut bebas atau perairan
internasional (mare liberum). Pada tanggal 10 Desember 1982, PBB (UNCLOS)
menyelenggarakan komferemsi Hukum Laut Internasional III di jamaika, hasil konferensi
ini ditandatangani oleh 119 peserta. Konferensi ini menetapkan bahwa wilayah laut terdiri
atas hal-hal sebagai berikut:

 Laut teritorial, yaitu wilayah yang menjadi hak kedaulatan suatu negara dilaut.
 Zona bersebelahan, yaitu wilayah laut yang lebarnya 12 mil dari laut teritorial suatu
negara
 Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), yaitu wilayah laut suatu negara yang lebarnya 200
mil ke laut bebas. Di zona ini, negara pantai berhak menggali dan mengolah segala
kekayaan alam untuk kegiaan ekonomi eksklusif negara tersebut.
 Landas kontinen, yaitu daratan dibawah permukaaan laut diluar laut teritorial
dengan kedalaman 200 m atau lebih.
 Landas benua,yaitu wilayah laut suatu negara yang lebarnya lebih dari 200 mil laut.

c. Wilayah Udara

Seperti halnya wilayah laut, wilayah udara Indonesia memiliki ruang dirgantara yang luas,
apalagi berada dibawah khatulistiwa yang memiliki jalur Geostationery orbit (GSO) dan
batas ruang udara dan ruang antariksa ditetapkan 100/110 km.

Dalam Konvensi Paris (1949) dinyatakan bahwa negara-negara merdeka dan berdaulat
berhak mengadakan eksplorasi dan eksploitasi di wilayah udaranya, misalnya untuk
kepentingan rasio, satelit, dan penerbangan. Ada dua teori tentang konsepsi wilayah udara
yang dikenal saat ini sebagai berikut:

 Teori Udara bebas (Air Freedom Theory)

Terbagi dalam dua aliran, yaitu:

Aliran kebebasan ruang udara tanpa batas,aliran ini berpendapat bahwa ruang
udara itu dapat digunakan siapapun, tidak ada negara yang mempunyai hak dan
kedaulatan diruang udara.

Aliran kebebasan udara terbatas, yang berpendapat bahwa setiap negara berhak
mengambil tindakan tertentu untuk memelihara keamanan dan keselamatannya
dan negara kolong (negara bawah, subjacent state) hanya mempunyai hak terhadap
wilayah/zona teritorial.
 Teori Negara Berdaulat di Udara (The Air Sovereignty)
Terbagi dalam tiga bagian, yaitu:

 Teori Keamanan
 Teori ini menyatakan bahwa suatu negara mempunyai kedaulatan atas wilayah
udaranya sampai batas yang diperlukan untuk menjaga keamanan negara itu.
 Teori Pengawasan Cooper : Yang menyatakan bahwa kedaulatan negara
ditentukan oleh kemampuan negara yang bersangkutan untuk mengatasi ruang
udara yang ada diatas wilayahnya secara fisik dan ilmiah.
 Teori Udara Schacter : Yang menyatakan bahwa wilayah udara harus
sampai suatu ketinggian, dimana udara masih cukup mampu mengangkat
(mengapungkan) balon dan pesawat negara.

d. Wilayah Ekstrateritorial

Wilayah ekstateritorial adalah wilayah suatu negara yang berada diluar wilayah negara itu.
Dengan kata lain, wilayah negara tersebut berada di wilayah negara lain atau diluar
wilayah teritorial suatu negara. Contoh untuk ini adalah kantor kedutaan besar suatu
negara di negara lain atau kapal asing yang berlayar dilaut bebas dengan bendera suatu
negara.

Batas-Batas Wilayah Negara Indonesia

Negara Indonesia merupakan negara kepulauan di Asia Tenggara yang memiliki 13.487
pulau besar dan pulau kecil, 6.000 pulau di antaranya tidak berpenghuni, dan menyebar di
sekitar garis khatulistiwa. Secara astronomis Indonesia terletak pada koordinat 6°LU –
11°08’LS dan dari 95°’BT – 141°45’BT serta terletak di antara dua benua yaitu benua Asia
dan benua Australia. Indonesia diukur dari kepulauan dengan menggunakan teritorial laut
sejauh 12 mil. Serta Zona Ekonomi Eksklusif sejauh 200 mil laut yang mengarah ke segala
penjuru mata angin. Pengaturan wilayah negara meliputi wilayah daratanan, perairan
dalam, perairan kepulauan dan laut teritorial beserta dasar laut, dan tanah yang ada di
bawahnya, serta ruang udara yang ada di atasnya, termasuk seluruh sumber kekayaan
alam yang terkandung di dalamnya, untuk memberikan kepastian hukum dan kejelasan
kepada warga negara mengenai wilayah negara. Seperti mata angina yang memiliki
berbagai penjuru, batas negara Indonesia juga memiliki penjuru diantara timur, barat,
selatan, dan utara.

Batas-Batas Wilayah Indonesia Sebelah Utara

Indonesia berbatasan langsung dengan Malaysia (bagian timur), tepatnya berada di pulau
Kalimantan. Wilayah perairan Indonesia sebelah utara (selat Malaka) berbatasan langsung
dengan laut di lima negara, yaitu Malaysia, Thailand, Singapura, Vietnam dan juga Filipina.

Batas-Batas Wilayah Indonesia Sebelah Barat

Perairan sebelah barat berhadapan langsung dengan laut lepas, tepatnya samudra Hindia.
Indonesia berbatasan dengan Negara India. Meskipun tidak berbatasan langsung secara
segi darat, Namun kita juga harus mengingat bahwa negara kita berbatasan dengan negara
India melalui jalur laut. Terdapat dua pulau yang menjadi penanda perbatasan atara negara
Indonesia dan negara India, yakni pulau Ronde dan pulau Nicobar dimana di area ini sering
kali terjadi pelanggaran daerah teritorial yang dilakukan oleh para nelayan penangkap
ikan.

Batas-Batas Wilayah Indonesia Sebelah Timur

Wilayah timur Indonesia berbatasan langsung dengan perairan wilaayah perairan


Samudera Pasifik dan daratan Papua New Guinea. Indonesia dan Papua New Guinea telah
menyepakati kesepakatan bilateral yang sudah dibuat untuk mengatur hak kekuasaan di
masing-masing negara dan tidak mencampuri kepentingan negara lain baik di darat
maupun di laut. Wilayah Indonesia bagian timur berbatasan dengan Papua New Guinea
sebelah barat, yaitu Provinsi Barat (Fly) dan Provinsi Sepik Barat (Sandaun).

Batas-Batas Wilayah Indonesia Sebelah Selatan

Indonesia sebelah selatan berbatasan langsung dengan wilayah darat perairan Australia,
Timor Leste, dan Samudera Hindia. Timor Leste dulunya adalah bekas wilayah Negara
Kesatuan Republik Indonesia yang telah memisahkan diri secara sukarela menjadi negara
sendiri pada pertengahan tahun 1999, sebelum memisahkan diri wilayah ini dikenal
dengan Timor Timur. Indonesia juga berbatasan dengan perairan Australia. Pada awal
tahun 1997, NKRI dan Australia telah menyepakati sebuah perjanjian yang mengatur
tenantang batas-batas wilayah negara keduanya yang meliputi Zona Ekonomi Ekslusif
(ZEE), hak otonomi dan batas landas kontinen.

Batas Wilayah Negara di darat, perairan, dasar laut dan tanah di bawahnya serta ruang
udara di atasnya ditetapkan atas dasar perjanjian bilateral dan/atau trilateral mengenai
batas darat, batas laut, dan batas udara serta berdasarkan peraturan perundang-undangan
dan hukum internasional.

Pasal 6
(1) Batas Wilayah Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5,
meliputi:
a. di darat berbatas dengan Wilayah Negara Malaysia, Papua
Nugini, dan Timor Leste;
b. di laut berbatas dengan Wilayah Negara Malaysia, Papua
Nugini, Singapura, dan Timor Leste; dan
c. di udara mengikuti batas kedaulatan negara di darat dan di laut, dan batasnya
dengan angkasa luar ditetapkan berdasarkan perkembangan hukum
internasional.

(2) Batas Wilayah Negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1), termasuk titik-titik
koordinatnya ditetapkan berdasarkan perjanjian bilateral dan/atau trilateral.
(3) Dalam hal Wilayah Negara tidak berbatasan dengan negara lain, Indonesia menetapkan
Batas Wilayah Negara secara unilateral berdasarkan peraturan perundang-undangan
dan hukum internasional.

2. Batas Wilayah Yurisdiksi berdasarkan Undang-Undang

Pasal 8
(1) Wilayah Yurisdiksi Indonesia berbatas dengan wilayah yurisdiksi Australia, Filipina,
India, Malaysia, Papua Nugini, Palau, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam.
(2) Batas Wilayah Yurisdiksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) termasuk titik-titik
koordinatnya ditetapkan berdasarkan perjanjian bilateral dan/atau trilateral.
(3) Dalam hal Wilayah Yurisdiksi tidak berbatasan dengan negara lain, Indonesia
menetapkan Batas Wilayah Yurisdiksinya secara unilateral berdasarkan ketentuan
peraturan perundang-undangan dan hukum internasional.

Sumber:

http://www.pengertianilmu.com/2015/01/pengertian-wilayah-negara-menurut-
kamus.html

https://berasgood.wordpress.com/pertemuan-1-2/

http://materi4belajar.blogspot.co.id/2016/09/batas-wilayah-negara-indonesia-
bagian.html