Anda di halaman 1dari 3

Kelas/semester: XII/I

Standar Kompetensi: 1.Memahami


Kompetensi Dasar: 1.1. Mengidentifikasi
Rumusan Masalah: Bagaimanakah

Tujuan :
HUMENO ( Hukum Mendel Uno )

Berikut ini akan disampaikan hal-hal penting yang berkaitan dengan media untuk
mengetahui dan mengidentifikasi fenotip dan genotip pada penyimpangan semu hukum
mendel. Hal-hal tersebut meliputi cara pembuatan media, petunjuk cara penyampaian
atau penggunaan media hukum mendel uno, panduan diskusi dengan siswa berkaitan
dengan penggunaan media dan konsep-konsep penyimpangan semu hukum mendel yang
ingin ditanamkan kepada siswa berkaitan dengan penggunaan media.

Cara Pembuatan
Media dibuat dengan cara merangkai alat dan bahan seperti pada gambar di atas.
Botol yang digunakan dapat berupa botol kaca atau botol plastik yang dipotong dan
dibuang 1/3 bagian bawahnya. Untuk memudahkan pekerjaan, slang plastik terlebih
dahulu dipasang balon karet utuh lalu dimasukkan dari bagian bawah botol yang telah
terpotong. Selanjutnya bagian bawah botol yang terpotong ditutup dengan lembaran
balon karet dan diisolasi dengan bagian botol supaya tidak mudah lepas.

Cara Penyampaian/Penggunaan Media


1. Mintalah siswa mengamati model mesin pernapasan perut dan membuat analogi
dengan organ pernapasan yang ada di tubuhnya.
2. Adapun hasil yang diharapkan adalah sebagai berikut.
A. mewakili lubang hidung
B. mewakili batang tenggorokan
C. mewakili rongga dada
D. mewakili paru-paru
E. mewakili diafragma
3. Mintalah siswa mengamati, rongga dada C merupakan ruang terbuka atau tertutup?
Rongga dada adalah ruang tertutup karena tidak berhubungan dengan udara luar.
4. Informasikan kepada siswa tentang hukum Boyle, yang menyatakan hubungan antara
volume dan tekanan udara di ruang tertutup pada saat kondisi konstan (misalnya:
suhu tetap). Hukum Boyle menyatakan bahwa volume udara berbanding terbalik
dengan tekanannya pada ruang tertutup pada kondisi konstan. Nyatakan kepada
siswa bahwa jika dalam ruang tertutup volume udara bertambah, maka tekanan
udaranya akan mengecil dan sebaliknya jika volume udara mengecil, maka
tekanannya akan membesar.
5. Tariklah balon karet E ke bawah, tanyakan kepada siswa bagaimana ukuran rongga
dada saat E ditarik kebawah dibandingkan ukuran rongga dada pada saat E berada
pada posisi semula? Ukuran rongga dada akan menjadi lebih besar jika E ditarik
ke bawah.
6. Tanyakan kepada siswa bagaimana tekanan udara di ruang C pada saat E ditarik
kebawah (membesar atau mengecil)? Tekanan udara di ruang C mengecil, karena
ukuran rongga dada/volume udara membesar. Hal ini sesuai dengan hukum
Boyle.
7. Mintalah siswa mengamati balon D pada saat E ditarik ke bawah. Balon D akan
membesar. Mengapa balon D membesar? Balon D dapat kemasukan udara dari
luar karena tekanan udara di rongga dada yang menekan balon D lebih kecil
dibandingkan dengan tekanan udara luar.
8. Sekarang lepaskan balon E supaya kembali ke posisi semula. Tanyakan kepada siswa
bagaimana ukuran rongga dada saat E kembali ke posisi semula, menjadi lebih besar
atau lebih kecil dibandingkan ukurannya pada saat E ditarik ke bawah. Ukuran
rongga dada/volume udara yang ada di dalamnya menjadi lebih kecil. Bagaimana
tekanan udara yang terdapat di dalamnya? Berdasarkan hukum Boyle tekanan
udara di dalamnya membesar.
9. Mintalah siswa mengamati balon D pada saat E dilepas dan kembali ke posisi semula.
Balon D akan mengecil. Mengapa balon D mengecil? Udara keluar dari balon D
karena tekanan udara di rongga dada yang menekan balon D lebih besar
dibandingkan dengan tekanan udara luar.
10. Mintalah beberapa sampel siswa untuk mengulangi menarik dan melepaskan balon E
dan memberi penjelasan seperti yang telah anda peragakan.

Diskusi
Konsep-konsep penting yang berkaitan dengan pernapasan perut dapat diperoleh siswa
melalui diskusi dengan panduan sebagai berikut.
1. Mewakili apakah balon E pada saat ditarik ke bawah? Mewakili diafragma yang
berkontraksi/mengkerut.
2. Mewakili apakah balon E pada saat dilepaskan dan kembali ke posisi semula?
Mewakili diafragma yang relaksasi/mengendor.
3. Isilah titik-titik di bawah ini dengan memilih salah satu kata di dalam kurung yang
tepat, sehingga menghasilkan proses yang benar tentang keluar masuknya udara
pernapasan pada pernapasan perut.
 Pada saat diafragma............ (kontraksi, relaksasi) posisi diafragma akan
ke bawah. Hal ini menyebabkan ukuran rongga dada...........(membesar,
mengecil), volume udara di rongga dada akan.............(membesar,
mengecil, tekanan udara di rongga dada menjadi..............(besar, kecil).
Hal ini menyebabkan paru-paru akan ..........(membesar, mengecil), karena
..........(kemasukan, kehilangan) udara. Proses ini disebut inspirasi.
 Pada saat diafragma............(kontraksi, relaksasi) posisi diafragma akan
kembali ke posisi semula atau ke atas. Hal ini menyebabkan ukuran
rongga dada.........(membesar, mengecil), volume udara di rongga dada
akan...............(membesar, mengecil), tekanan udara di rongga dada
akan............(membesar, mengecil). Hal ini menyebabkan paru-paru
akan..............(membesar, mengecil), karena...............(kemasukan,
kehilangan) udara. Proses ini disebut ekspirasi.
4. Apakah penyebab pertama rangkaian kejadian pada proses inspirasi dan ekspirasi
pada pernapasan perut? Kontraksi diafragma akan memicu terjadinya inspirasi dan
relaksasi diafragma akan memicu terjadinya ekspirasi.

Konsep-konsep yang Ditanamkan


1. Pernapasan perut
2. Inspirasi
3. Ekspirasi
4. Organ pernapasan