Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA

ANALOG II

KARAKTERISTIK TRANSISTOR EMITOR


BERSAMA

[LOGO POLSRI]

Kelompok 1

Oleh :

Nama : Hengky Setiawan


Shafira Ramadhani
Kelas : 3 EB
Nim : 061830320215
061830320229

Dosen Pembimbing : MASAYU ANISAH , ST. M.T.

Politeknik Negeri Sriwijaya


Teknik Elektro Program Studi Teknik Elektronika
Tahun 2019
Politeknik Negeri Sriwijaya

KARAKTERISTIK TRANSISTOR EMITOR


BERSAMA

I. Tujuan Percobaan

Setelah melakukan percobaan ini, anda dapat diharapkan dapat ;


1. Menggambarkan macam-macam karakteristik transistor emitor
bersama;
2. Menentukan resistansi masukan, resistansi keluaran dan penguatan arus
dari kurva karakteristik transistor emitor bersama.

II. Dasar Teori


Karakteristik arus/tegangan sangat berguna untuk mempelajari
kerja transistor pada suatu rangkaian. Untuk mendapatkan karakteristik ini,
transistor harus diberi bias yang benar.

IC
IB

VBB VBB

V BE V CE

Gambar 1.1 rangkaian untuk mendapatkan karakteristik transistor emitor


bersama

Dalam percobaan ini akan dilakukan pengukuran untuk mendapatkan


karakteristik transistor emitor bersama.
Ada tiga jenis karakteristik transistor CE yaitu :
Politeknik Negeri Sriwijaya

1. Karakteristik input masukan ;


2. Karakteristik transfer (pindahan) ;
3. Karakteristik output (keluaran) ;

II.1 Karakteristik masukan transistor emitor bersama


Dalam karakteristik masukan menunjukkan hubungan perubahan arus
masukan terhadap perubahan tegangan masukan (dalam hal ini Ib dan Vbc)
dengan menjaga tegangan keluaran (Vcc).
Masukan dalam hal ini basis, akan mendapat forward bias Vbb sehingga
kurva yang terjadi akan mirip dengan karakteristik dioda.
Kurva ini akan menentukan besarnya resistansi masukan transistor yang
besarnya adalah perbandingan perubahan tegangan masukan terhadap arus
masukan, seperti dalam contoh berikut :

Vbe
Rin = Ib

II.2 Karakteristik transfer transistor emitor bersama


Karakteristik pindahan transistor menunjukkan hubungan perubahan arus
keluaran (Ic) terhadap perubahan arus masukan (Ib) dengan tegangan keluaran
dijaga konstan (Vcc).
Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang karakterisitik
pindahan ini dapat dibuat lebih dari satu kurva yaitu dengan membuat kurva untuk
beberapa nilai Vce sehingga diperoleh gambar sebagai berikut.
Dari kurva pindahan ini menunjukkan penguatan arus transistor emitor
bersama (hfe), yaitu perbandingan antara perubahan arus keluaran terhadap arus
masukan.

𝐼𝑐
hfe =
𝐼𝑏

II.3 Karakteristik keluaran transistor emitor bersama


Karakteristik keluaran transistor dalam konfigurasi transistor emitor
Politeknik Negeri Sriwijaya

bersama menunjukkan hubungan perubahan arus keluaran (Ic) terhadap


perubahan tegangan keluaran (Vcc) dengan menjaga arus masukan konstan
(Ib).
Karakteristik keluaran merupakan sekelompok kurva yang
dihasilkan dari beberapa nilai Ib, sehingga dari kurva ini dapat ditentukan
resistansi keluaran transistor emitor bersama. Bahkan dengan menentukan
nilai tertentu Vcc dalam kurva, dapat pula ditentukan nilai penguatan
arusnya.

IC I B4

IB I B3
ΔI C2

I B2
ΔI C1
ΔV CE I B1

V CE

Gambar 1.2

III. Alat dan bahan


1. DC catu daya 0-30 Volt 1 buah
2. Transistor BD 130 1 buah
3. Transistor BC 550 1 nuah
3. Potensiometer 1 K ohm 1 buah
4. Potensiometer 220 ohm 1 buah
5. Resistor 1 K 1 buah
6. Resistor 1K5 1 buah
Politeknik Negeri Sriwijaya

7. Resistor 47K 1 buah|


8. Aplikasi Circuit Wizard

IV. Langkah Percobaan

A. Karakteristik Masukan Transistor CE


1. Susunlah rangkaian percobaan seperti pada gambar di bawah ini :

Gambar 1.3

2. Pastikan posisi multimeter pada posisi yang tepat ( A meter atau V meter )
dengan range yang telah di sesuaikan dengan potensiometer pada posisi
minimum.
3. Atur tegangan catu daya pada 6 volt dan di hubungkan dengan rangkaian.
4. Perhatikan tabel pengukuran aturlah P1 sehingga Vbe menunjukkan nilai
0,1. Baca penunjukkan ampere meter dan catat dalam tabel.
5. Naikkan Vbe dengan memutar potensiometer P1 untuk harga 0,2V 0,3V
sampai 0,7V ( sesuai tabel ), catat penunjukkan Ib dan isikan dalam tabel.
6. Kembalikan potensiometer pada posisi semula ( minimum ).
7. Atur tegangan catu daya untuk tegangan 9V.
8. Ulangi langkah 4 5 dan 6.
9. Setelah selesai matikan semua peralatan.
Politeknik Negeri Sriwijaya

B. Karakteristik Tranfer Transistor Emitor Bersama


1. Susunlah rangkaian seperti pada gambar di bawah ini :

Gambar 1.4

2. Pastikan kedua multimeter pada posisi ampere meter, potensiometer pada


posisi minimum.
3. Atur catu daya pada tegangan 6V dan hubungkan ke rangkaian.
4. Perhatikan tabel pengukuran dibawah ini atur potensiometer P1, sehingga
arus basis (Ib) menunjukkan 0,2 mA. Baca penunjukkan arus kolektor (Ic)
catat dalam tabel.
5. Naikkan harga Ib dengan mengatur P1 sesuai dengan setahap demi setahap.
Catat penunjukkan arus kolektor untuk setiap langkah dan masukkan dalam
tabel.
6. Kembalikan potensiometer pada posisi semula ( minimum ).
7. Atur tegangan catu daya untuk tegangan 9V.
8. Ulangi langkah 4 5 dan 6
9. Setelah selesai matikan semua peralatan.
Politeknik Negeri Sriwijaya

C. Karakteristik Keluaran Transistor Emitor Bersama


1. Susunlah rangkaian seperti pada gambar di bawah ini :

Gambar 1.5

2. Pastikan kedua multimeter pada posisi ampere meter untuk mengukur arus
basis (Ib) dan arus kolektor (Ic), Vce diukur dengan osiloskop. P1 dan P2
pada posisi minimum.
3. Atur tegangan caru daya pada tegangan 9V dan hubungkan ke rangkaian.
4. Pelajari dan perhatikan tabel pengukuran.
5. Atur potensiometer P1 sehingga arus basis (Ib) menunjukkan 10A, 12A.
6. Atur P2 sehingga Vce menunjukkan 0,25V catat penunjukkan arus kolektor
dan isikan dalam tabel.
7. Putar lagi P2 sehingga Vce akan bertambah untuk harga 0,5V 0,75V dan
seterusnya sesuai dengan tabel dan catat penunjukkan arus kolektor untuk
setiap langkah ( jaga penunjukkan Ib selalu tetap, jika berubah dikembalikan
ke harga semula dengan mengatur P1 ), isikan pada tabel.
8. Kembalikan P2 ke posisi minimum.
9. Atur P1 sehingga arus dasar menunjuk 20mA.
10. Ulangi langkah 6 7 dan 8.
11. Ulangi langkah 9 dan 10 untuk Ib : 30mA dan Ib : 40mA
12. Kembalikan posisi P1 P2 dan juga catu daya pada posisi minimum.
13. Matikan semua peralatan.
Politeknik Negeri Sriwijaya

V. Data Percobaan

Tabel 1.1

Vbe 0,1 0,2 0,3 0,4 0,45 0,5 0,55 0,6


Ib
Vce = 6V =(mA) 0 0 0 0 0,004 0,5 1 1,7
Ib=
Vce = 9V (mA) 0 0 0 0,01 0,015 0,2 0,9 1,5

Tabel 1.2

Ib (mA) 0,2 0,4 0,6 0,8 1,0 1,4 1,8 2,2


Vce= 6V Ic = (mA) 9,5 19,5 40 55 70 100 120 155
Vce= 9V Ic = (mA) 10 20 40 55 70 100 130 160

Tabel 1.3

Ib (µA) Vce (V) 0,25 0,5 0,75 1,0 1,5 2 3 4 6 8


10 Ic = (mA) 0,2 0,2 0,2 0,2 0,2 0,2 0,2 0,2 0,3 0,4
20 Ic = (mA) 0,7 0,7 0,7 0,7 0,7 0,75 0,75 0,75 0,75 0,75
30 Ic = (mA) 0,8 0,8 0,8 0,8 0,8 0,8 0,8 0,8 0,85 0,85
40 Ic = (mA) 1.5 1.5 1.5 1.5 1.5 1,5 1,5 1,5 2 2

VI. Keselamatan Kerja

1. Yakinkan posisi alat ukur sesuai dengan pengukuran yang dilakukan


2. Sebelum dihubungkan dengan sumber daya. Periksakan ke instruktur
3. Peukur disusun sehingga tidak mengganggu percobaan dan mudah dalam
pembacaan
4. Komponen dan penghubung atau alat lai yang tidak dipergunakan dijauhkan
dari papan percobaan
Politeknik Negeri Sriwijaya

VII. Analisa Percobaan

A. Karakteristik Masukan Transistor CE


Pada percobaan pertama ini saya menggunakan 1 catu daya, 1
resistor 1k5, 1 potensiometer 220 Ω, dan 1 transistor BD 130 lalu
rangkaialah seperti pada gambar 1.3 yang telah ditentukan pada
circuit wizard. Kemudian atur catu daya pada keadaan 6 V, lalu atur
nilai potensiometer sehingga Vbe menunjukkan nilai 0,1 V atau 100
mV. Lihatlah nilai pada ampere meter (Ib) dan catat dalam tabel 1.1
yang telah dibuat. Atur kembali nilai potensiometer sehingga Vbe
menunjukkan nilai 0,2 V atau 200 mV, 0,3 V atau 300 mV ulangi
sampai seterusnya (sesuai dengan tabel), lalu catat nilai ampere
meter (Ib) dan tulis dalam tabel.
Ubah nilai catu daya dengan nilai tegangan 9 V lalu ulangi
percobaan seperti tegangan 6 V diatas dan tulis hasilnya di dalam
tabel yang telah dibuat.

B. Karakteristik Transfer Transistor Emitor Bersama


Pada percobaan kedua ini saya menggunakan 1 catu daya, 1
resistor 1k, 1 potensiometer 220 Ω, 1 transistor BD 130 lalu
rangkailah seperti pada gambar 1.4 yang telah ditentukan pada
circuit wizard. Kemudian atur catu daya pada tegangan 6 V, lalu atur
potensiometer sehingga arus basis (Ib) menunjukkan nilai 0,2 A atau
200 mA, lihat hasil nilai pada arus kolektor (Ic), tulis hasilnya
didalam tabel yang telah dibuat. Atur kembali potensiometer
sehingga arus basis (Ib) menunjukkan nilai 0,4 A atau 400 mA, 0,6
A atau 600 mA dan seterusnya (sesuai dengan tabel) tulis hasilnya
didalam tabel yang telah dibuat.
Politeknik Negeri Sriwijaya

Ubah nilai catu daya dengan nilai tegangan 9 V lalu ulangi


percobaan seperti tegangan 6 V diatas dan tulis hasilnya di dalam
tabel yang telah dibuat.

C. Karakteristik Keluaran Transistor Emitor Bersama


Pada percobaan ketiga ini saya menggunakan 1 catu daya, 1
resistor 100Ω, 1 potensiometer 1kΩ, 1 potensiometer 220Ω, 1
transistor BD 130 lalu rangkailah seperti pada gambar 1.5 yang telah
ditentukan pada circuit wizard. Kemudian atur catu daya pada
tegangan 9 V, lalu atur potensiometer 1 sehingga arus basis (Ib)
menunjukkan nilai 10µA, lalu atur potensiometer 2 sehingga Vce
menunjukkan nilai 0,25 V, lihat nilai pada arus kolektor (Ic) dan tulis
hasilnya didalam tabelyang telah dibuat. Atur kembali potensiometer
2 sehingga nilai Vce akan bertambah menjadi 0,5 V, 0,75 V dan
seterusnya , catat hasil arus kolektornya (Ic) pada tabel. Kembalikan
potensiometer 2 keposisi minimum lalu atur potensiometer 1
sehingga arus basis (Ib) bertambah nilai menjadi 20µA, 30µA dan
40µA lalu ubah potensiometer 2 seperti arus basis (Ib) 10µA tadi
diatas. Catatlah hasil arus kolektor (Ic) pada tabel.

VIII. Tugas dan Pertanyaan

1. Gambarkan karakteristik masukan, karakteristik transfer dan karakteristik


keluaran dari transistor konfigurasi emitor bersama dengan skala yang
benar!
2. Tentukan nilai resistansi masukan dari kurva karakteristik masukannya!
3. Tentukan nilai penguatan arus transistor dari kurva karakteristik transfer!
4. Tentukan resistansi keluaran transistor dari kurva karakteristik keluaran!
5. Bandingkan hasil yang diperoleh dengan nilai yang ada pada data book
Politeknik Negeri Sriwijaya

6. Bagaimana pendapat anda tentang konfigurasi transistor yang lain CB


maupun CE!

Penyelesaian :

1. A. Karakteristik Transfer Transistor Emitor Bersama Tabel 1.1

Ib (µA)
1.8

1.6

1.4

1.2

1 6 Volt
0.8 9 Volt

0.6

0.4

0.2

0
0,1 0,2 0,3 0,4 0,45 0,5 0,55 0,6 Volt (V)
Politeknik Negeri Sriwijaya

B. Karakteristik Keluaran Transistor Emitor Bersama Tabel 1.2

Ic (mA)
300

250

200
6 Volt
150
9 Volt

100

50

0
0,2 0,4 0,6 0,8 1,0 1,4 1,8 2,2 Volt (V)

C.Karakteristik Keluaran Transistor Emitor Bersama Tabel 1.3

Ib (µA)
2.5

10
1.5
20
30
1
40

0.5

0
0,25 0,5 0,75 1,0 1,5 2 3 4 6 8
Volt (V)
Politeknik Negeri Sriwijaya

2. Nilai resistansi masukan dari kurva karakteristik masukan :


Untuk Vce 6V dan 9V mempunyai nilai arus yang sama, maka hasilnya
sebagai berikut :

𝑉𝑏𝑒 0.1 𝑉𝑏𝑒 0.45


Rin(1) = = =∞ Rin(5) = = =∞
𝐼𝑐 0 𝐼𝑐 0

𝑉𝑏𝑒 0.2 𝑉𝑏𝑒 0.5


Rin(2) = = =∞ Rin(6) =
𝐼𝑐
=
0,5
= 1Ω
𝐼𝑐 0

𝑉𝑏𝑒 0.3 𝑉𝑏𝑒 0.55


Rin(3)= = =∞ Rin(7) = = = 0,55Ω
𝐼𝑐 0 𝐼𝑐 1

𝑉𝑏𝑒 0.4 𝑉𝑏𝑒 0.6


Rin(4) = = =∞ Rin(8) = 𝐼𝑐
= 1,7= 0,352Ω
𝐼𝑐 0

3. Nilai resistansi penguatan arus transistor dari kurva karakteristik transfer :

Vce = 6 V Vce = 9 V
9,5 10
ℎ𝑓𝑒 =𝐼𝑐
𝐼𝑏 = = 47,5𝑚𝐴 ℎ𝑓𝑒 =𝐼𝑐
𝐼𝑏 = = 50𝑚𝐴
0,2 0,2
19,5 20
ℎ𝑓𝑒 =𝐼𝑐
𝐼𝑏 = = 48,75 𝑚𝐴 ℎ𝑓𝑒 =𝐼𝑐
𝐼𝑏 = = 50 𝑚𝐴
0,4 0.4
40 40
ℎ𝑓𝑒 =𝐼𝑐
𝐼𝑏 = = 66,6𝑚𝐴 ℎ𝑓𝑒 =𝐼𝑐
𝐼𝑏 = = 66,6 𝑚𝐴
0,6 0,6
55 55
ℎ𝑓𝑒 =𝐼𝑐
𝐼𝑏 = = 68,75 𝑚𝐴 ℎ𝑓𝑒 =𝐼𝑐
𝐼𝑏 = = 68,75𝑚𝐴
0,8 0,8

70 70
ℎ𝑓𝑒 =𝐼𝑐
𝐼𝑏 = = 70 mA ℎ𝑓𝑒 =𝐼𝑐
𝐼𝑏 = = 70 𝑚𝐴
1,0 1,0
100 100
ℎ𝑓𝑒 =𝐼𝑐
𝐼𝑏 = = 66,6𝑚𝐴 ℎ𝑓𝑒 =𝐼𝑐
𝐼𝑏 = = 66,6 𝑚𝐴
1,5 1,5
120 125
ℎ𝑓𝑒 =𝐼𝑐
𝐼𝑏 = = 66,7 𝑚𝐴 ℎ𝑓𝑒 =𝐼𝑐
𝐼𝑏 = = 66,7 𝑚𝐴
1,8 1,8
155 160
ℎ𝑓𝑒 =𝐼𝑐
𝐼𝑏 = = 70,45𝑚𝐴 ℎ𝑓𝑒 =𝐼𝑐
𝐼𝑏 = = 72,7 𝑚𝐴
2,2 2,2
Politeknik Negeri Sriwijaya

4. Nilai resistansi keluaran transistor dari kurva karakteristik keluaran :

Ib = 10µA

𝑉𝑐𝑒 0.25 𝑉𝑐𝑒 2


Rout(1) = = = 1.25 Ω Rout(6) = = 0,2 = 10 Ω
𝐼𝑐 0,2 𝐼𝑐
𝑉𝑐𝑒 0.5 𝑉𝑐𝑒 3
Rout(2) = = 0,2 = 2,5 Ω Rout(7) = = 0,2 = 15 Ω
𝐼𝑐 𝐼𝑐
𝑉𝑐𝑒 0.75 𝑉𝑐𝑒 4
Rout(3)= = = 3,75 Ω Rout(8) = = = 20 Ω
𝐼𝑐 0,2 𝐼𝑐 0,2
𝑉𝑐𝑒 1.0 𝑉𝑐𝑒 6
Rout(4) = = 0,2 = 5 Ω Rout(9) = = 0,3 = 30Ω
𝐼𝑐 𝐼𝑐
𝑉𝑐𝑒 1.5 𝑉𝑐𝑒 8
Rout(5) = = 0,2 = 7,5 Ω Rout(10) = 𝐼𝑐
= 0,4 = 40Ω
𝐼𝑐

Ib = 20µA

𝑉𝑐𝑒 0.25 𝑉𝑐𝑒 2


Rout(1) = 𝐼𝑐 = = 0,3 Ω Rout(6) = = 0,7 = 2,8 Ω
0,7 𝐼𝑐
𝑉𝑐𝑒 0.5 𝑉𝑐𝑒 3
Rout(2) = 𝐼𝑐 = 0,7 = 0,7 Ω Rout(7) = = 0,7 = 4,2 Ω
𝐼𝑐
𝑉𝑐𝑒 0.75 𝑉𝑐𝑒 4
Rout(3)= = = 1,07 Ω Rout(8) = = 0,7 = 5,7 Ω
𝐼𝑐 0,7 𝐼𝑐
𝑉𝑐𝑒 1.0 𝑉𝑐𝑒 6
Rout(4) = = 0,7 = 1,4 Ω Rout(9) = = 0,75 = 8 Ω
𝐼𝑐 𝐼𝑐
𝑉𝑐𝑒 1.5 𝑉𝑐𝑒 8
Rout(5) = = 0,7 = 2,1 Ω Rout(10) = = 0,75 = 10,6 Ω
𝐼𝑐 𝐼𝑐

Ib = 30 µA hasilnya adalah :

𝑉𝑐𝑒 0.25 𝑉𝑐𝑒 2


Rout(1) = 𝐼𝑐 = = 0,3 Ω Rout(6) = = 0,8= 2,5 Ω
0,8 𝐼𝑐
𝑉𝑐𝑒 0.5 𝑉𝑐𝑒 3
Rout(2) = 𝐼𝑐 = 0,8= 0,6 Ω Rout(7) = = 0,8= 3,7 Ω
𝐼𝑐
𝑉𝑐𝑒 0.75 𝑉𝑐𝑒 4
Rout(3)= = = 0,9 Ω Rout(8) = = 0,85= 5 Ω
𝐼𝑐 0,8 𝐼𝑐
𝑉𝑐𝑒 1.0 𝑉𝑐𝑒 6
Rout(4) = = 0,8= 1,25 Ω Rout(9) = = 0,85= 7 Ω
𝐼𝑐 𝐼𝑐
Politeknik Negeri Sriwijaya

𝑉𝑐𝑒 1.5 𝑉𝑐𝑒 8


Rout(5) = = 0,8= 1,8 Ω Rout(10) = = 0,85= 9,4 Ω
𝐼𝑐 𝐼𝑐

Ib = 40 µA

𝑉𝑐𝑒 0.25 𝑉𝑐𝑒 2


Rout(1) = 𝐼𝑐 = = 0,16 Ω Rout(6) = = 1,5 = 1,3 Ω
1,5 𝐼𝑐
𝑉𝑐𝑒 0.5 𝑉𝑐𝑒 3
Rout(2) = 𝐼𝑐 = 1,5 = 0,33 Ω Rout(7) = = 1,5 = 2 Ω
𝐼𝑐
𝑉𝑐𝑒 0.75 𝑉𝑐𝑒 4
Rout(3)= = = 0,5 Ω Rout(8) = = 1,5 = 2,6 Ω
𝐼𝑐 1,5 𝐼𝑐
𝑉𝑐𝑒 1.0 𝑉𝑐𝑒 6
Rout(4) = = = 0,6 Ω Rout(9) = =2=3Ω
𝐼𝑐 1,5 𝐼𝑐
𝑉𝑐𝑒 1.5 𝑉𝑐𝑒 8
Rout(5) = = 1,5 = 1 Ω Rout(10) = =2=4Ω
𝐼𝑐 𝐼𝑐

5. Setelah dibandingkan hasil nilai yang diperoleh antara karakteristik


masukan, karakteristik transfer dan karakteristik keluaran dari transistor
tidak terlalu jauh berbeda.
6. Konfigurasi common base menghasilkan penguatan tegangan antara sinyal
input dan sinyal output namun tidak menghasilkan penguatan pada arus,
sedangkan pada konfigurasi common collector tegangan sinyal output
pada emitor hampir sama dengan tegangan input basis.
Politeknik Negeri Sriwijaya

IX. Kesimpulan

Kesimpulan yang didapat pada percobaan ini ialah :

1. Ada 3 jenis karakteristik transistor CE ialah :


- Karakteristik input masukan
- Karakteristik transfer (pindahan)
- Karakteristik output (keluaran)

2. Pada tabel 1.1 jika nilai Vbe semakin besar maka nilai pada Ib akan
semakin besar pula dan nilai perbedaan pada tegangan 6V dan 9V hasilnya
hampir sama.

3. Pada tabel 1.2 jika nilai Ib semakin besar maka nilai pada Ic pun semakin
besar pula dan perbedaan pada tegangan 6V dan 9V hasilnya hampir sama.

4. Pada tabel 1.3 terdapat 2 potensiometer. Potensiometer 1 mempengaruhi


nilai pada arus basis (Ib) semakin besar nilai resistansi maka semakin
besar pula arus yang masuk pada arus basis. Potensiometer 2
mempengaruhi pada kaki kolektor dimana nilainya berbanding terbalik
dengan Vce, jika semakin besar nilai resistansi maka semakin kecil nilai
tegangan pada Vce.

Palembang, 01 Oktober 2019

DOSEN PENGAMPUH

MASAYU ANISAH, S.T, M.T


NIP 197012281993032001

PRAKTIKAN 1 PRAKTIKAN 2

HENGKY SETIAWAN SHAFIRA RAMADHANI


NPM 061830320215 NPM 061830320229