Anda di halaman 1dari 29

PENGANTAR AKUNTANSI

MENGANALISIS TRANSAKSI

Disusun Oleh :

1. Laily Nur K. (1211800032)

2. Bimantoko Adi P. (1211800046)

3. Rikha Setyo A. (1211800050)

4. Dian Arinda PP. (1211800056)

5. M. Zuhdi Prakoso (1211800058)


KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat dan

karunianya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul

“Menganalisis Transaksi” dengan tepat waktu.

Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini tidak terlepas dari bantuan banyak

pihak yang dengan tulus memberikan doa, saran, dan kritik sehingga makalah ini dapat

diselesaikan.

Kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna dikarenakan

terbatasnya pengalaman dan pengetahuan yang kami miliki, dan juga makalah yang kami buat

ini masih memiliki kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh

karena itu, kami mengharapkan segala bentuk saran serta masukan bahkan kritik yang

membangun dari berbagai pihak. Akhirnya kami berharap semoga semoga makalah ini dapat

memberikan manfaat bagi mahasiswa.

Surabaya, 25 Juni 2019

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................... i

DAFTAR ISI ....................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................... 1

1.1 LATAR BELAKANG ............................................................................. 1

1.2 RUMUSAN MASALAH ........................................................................ 2

1.3 TUJUAN PENULISAN .......................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN .................................................................................... 3

2.1 ANALISIS TRANSAKSI ...................................................................... 3

2.2 MENGGUNAKAN AKUN UNTUK MENCATAT TRANSAKSI ..... 5

2.3 SISTEM AKUNTANSI AYAT JURNAL BERPASANGAN .............. 8

A. AKUN LAPORAN POSISI KEUANGAN ..................................... 9

B. AKUN LAPORAN LABA RUGI .................................................. 11

C. AKUN PRIVE ................................................................................ 13

D. SALDO NORMAL AKUN ........................................................... 14

E. PENJURNALAN ........................................................................... 16

2.4 MEMINDAHBUKUKAN AYAT JURNAL KE DALAM AKUN .... 17

2.5 DAFTAR SALDO ............................................................................... 18

2.6 ANALISIS DAN INTERPRETASI KEUANGAN :

ANALISIS HORIZONTAL................................................................ 22

ii
BAB III PENUTUP .......................................................................................... 23

3.1 KESIMPULAN .................................................................................... 23

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 25

iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Setiap Pelaku Usaha atau perusahaan pasti akan melakukan transaksi dan

semua transaksi yang terjadi akan dicatat kedalam sebuah buku harian atau jurnal.

Analisis transaksi sendiri digunakan untuk mengetahui pengaruh dari transaksi

terhadap akun-akun sehingga membentuk persamaan dasar akuntansi.

Secara umum Analisis Transaksi merupakan proses mengevaluasi resiko-

resiko yang mungkin terjadi serta mengetahui prospek suatu transaksi yang

dilakukan seorang pelaku usaha atau perusahaan. Dengan menganalisis transaksi

dapat dihasilkan laporan-laporan seperti laporan laba-rugi, laporan perubahan

ekuitas, laporan posisi keuangan, laporan arus kas, sehingga kita dapat menganalisis

potensi keuntungan, analisis resiko, analisis sumber dan penggunaan dana.

Analisis transaksi sangat penting dilakukan dalam melakukan sebuah usaha

ataupun perusahaan. Data keuangan yang sudah melalui analsis nantinya akan

diinterpretasikan dengan cara yang mudah dimengerti sehingga dapat membantu

dalam membuat penilaian mengenai kondisi keuangan dan profitabilitas

operasional di dalam suatu usaha atau perusahaan. Analisis itu juga nantinya akan

digunakan sebagai persiapan rencana di masa mendatang dari kebijakan untuk

pelaksanaan rencana atau kebijakan perusahaan.

1.2 RUMUSAN MASALAH

1
1. Apakah pengertian dari Analisis Transaksi?

2. Apa saja yang terdapat pada bagan akun?

3. Apa itu sistem akuntansi ayat jurnal berpasangan?

4. Bagaimana cara memposting ayat jurnal kedalam akun?

5. Apa saja kesalahan yang mempengaruhi dan tidak mempengaruhi

daftar saldo?

1.3 TUJUAN PENULISAN

1. Untuk mengetahui Analisis Transaksi.

2. Mengetahui bagan akun.

3. Mengetahui ayat jurnal berpasangan.

4. Mengetahui cara memposting ayat jurnal kedalam akun.

5. Mengetahui kesalahan yang mempengaruhi dan tidak

mempengaruhi daftar saldo.

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Analisis Transaksi

Menurut Sunarto Zulkifli (2003:10) Secara umum transaksi dapat diartikan

sebagai kejadian ekonomi/ keuangan yang melibatkan paling tidak 2 pihak

(seseorang dengan seseorang atau beberapa orang lainnya) yang saling melakukan

pertukaran, melibatkan diri dalam perserikatan usaha, pinjam meminjam atas dasar

sama-sama suka ataupun atas dasar suatu ketetapan hukum atau syariah yang

berlaku.

Menurut Skousen (2007:71) Pertukaran barang dan jasa antara (baik

individu, perusahaan-perusahaan dan organisasi lain) kejadian lain yang

mempunyai pengaruh ekonomi atas bisnis.

Menurut Indra Bastian (2007:27) adalah sebagai berikut : “Transaksi adalah

pertemuan antara dua belah pihak ( penjual dan Pembeli) yang saling

menguntungkan dengan adanya data/bukti/dokumen pendukung yang dimasukkan

kedalam jurnal setelah melalui pencatatan

Menurut Slamet Wiyono (2005:12) Transaksi adalah suatu kejadian

ekonomi atau keuangan yang melibatkan paling tidak dua pihak( seseorang dengan

seseorang atau beberapa orang lainnya) yang saling melakukan pertukaran,

melibatkan diri dalam perserikatan usaha pinjam meminjam dan lain-lain atas dasar

suka sama suka ataupun atas dasar suatu ketetapan hokum/syariat yang berlaku.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Transaksi adalah

Persetujuan jual beli dalam perdagangan antara pihak pembeli dan penjual.

3
Transaksi sendiri ada 5 jenis yaitu :

 Transaksi dengan Pemilik

Transaksi ini terjadi pada awal pendirian berupa akun Modal dan Prive.

 Transaksi dengan Pelanggan

Transaksi ini terjadi pada penjualan barang atau jasa kepada pelanggan.

 Transaksi dengan Pemasok

Transaksi yang dilakukan untuk membeli bahan baku, pembelian produk

atau barang dagangan, retur pengembalian dan transaksilainnya.

 Transaksi dengan Kreditor

Transaksi yang berupa penarikan pinjaman dan transaksi pelunasan

pinjaman.

 Transaksi dengan Penyedia Nilai Tambah

Transaksi yang terjadi antara perusahaan dengan pihak lain yang

memberikan nilai tambah kepada produk atau jasa perusahaan. Misalnya

kualitas kerja karyawan pada perusahaan yang memberikan jasa atau

pelayanan kepada pembeli

Analisis Transaksi, yang merupakan tahap pertama dari siklus akuntansi

yang mempelajari transaksi dan menentukan pengaruhnya terhadap elemen-elemen

laporan keuangan. Hasil dari analisis transaksi dicatat dalam buku jurnal, kemudian

diposting (diakunkan) ke dalam buku besar.

Berikut ini contoh analisis suatu transaksi : Pada tanggal 1 Juni 2019 Rikha

membuka bisnis atau perusahaan dengan nama Binatu Rikha. Dia menyetorkan

4
modal awal sebesar Rp 10.000.000 Transaksi tersebut menambah nilai aset yang

berupa kas sebesar 10 juta di sisi debit, dan Modal Rikha senilai 10 juta di sisi

kredit.

Analisis

Juni 1 Kas 10.000.000

Modal, Rikha 10.000.000

2.2 Menggunakan Akun Untuk Mencatat Transaksi

Mencatat transaksi dalam akun harus mengikuti aturan tertentu. sebagai

contoh, kenaikan aset dicatat di sebelah debit (sisi kiri) dari sebuah akun. Sama

halnya dengan penurunan aset dicatat di sebelah kredit ( sisi kanan) sebuah akun.

Selisih nilai debit suatu akun di atas kreditnya disebut saldo akun (Balance of The

Account).

D KAS K

(a) 10.000.000 (b) 5.000.000

Saldo 5.000.000

Sebagai contoh akun T di atas, penerimaan Modal awal Rp. 10.000.000 pada

Transaksi (a) dimasukan ke sisi debit (kiri) akun kas. Sebaliknya pembayaran yang

menyebabkan penurunan kas di catat di sisi kredit akun (b) Rp5.000.000 untuk

membeli tanah. Saldo akun kas senilai Rp. 5.000.000 merupakan selisih lebih dari

jumlah kolom debit dengan kolom kredit.

5
Tanggal transaksi juga dicatat di akun tersebut suapaya juka ada pertanyaan yang

muncul akan memudahkan dalam pengurutan dalam ayat jurnal pada transaksi

tersebut.

Akun Kas No. Akun

Saldo

Tanggal Ket. Ref Debit Kredit Debit Kredit

Juni 1(a) 10.000.000 10.000.000

2(b) 5.000.000 5.000.000

Contoh di atas merupakan bentuk lain dari akun T yang berbentuk formal memiliki

empat kolom.

Suatu kelompok akun untuk sebuah entitas bisnis disebut buku besar

(Ledger) sedangkan daftar akun yang terdapat dalam buku besar disebut bagan akun

atau daftar akun (Chart of Accounts). Akun didaftarkan sesuai dengan urutan-urutan

yaitu : Aset, Liabilitas, Ekuitas Pemilik, Pendapatan, dan Beban.

 Aset (Asset)

Aset adalah sumber daya yang dimiliki oleh entitas bisnis. Sumber daya

tersebut dapat berupa benda yang mempunyai wujud fisik, seperti kas dan

bahan habis pakai, atau benda yang tidak berwujud tapi memiliki nilai,

seperti hak paten, hak cipta, dan merek dagang. Aset meliputi Kas, Piutang,

bahan habis pakai, beban dibayar di muka, gedung, peralatan, dan tanah.

 Liabilitas (Liabilities)

6
Liabilitas adalah utang kepada pihak luar. Liabilitas mudah di kenali

dengan nama-nama akun yang disertai kata utang. Contoh dari liabilitas

adalah utang usaha, wesel bayar, utang upah.

 Ekuitas Pemilik (Owner’s Equity)

Ekuitas Pemilik adalah hak pemilik terhadap aset perusahaan setelah

seluruh liabilitas dibayarkan. Contoh akun dari ekuitas pemilik adalah

Modal dan Prive

 Pendapatan (Revenues)

Pendapatan adalah kenaikan dalam ekuitas pemilik sebagai hasil dari

menjual atau jasa ke pelanggan. Contoh akun pendapatan adalah pendapatan

jasa, pendapatan penjualan, pendapatan komisi, pendapatan sewa, dan

pendapatan honor.

 Beban (Expenses)

Beban adalah hasil dari penggunaan aset atau jasa dalam proses

menghasilkan pendapatan. Contoh akun dari beban adalah beban gaji, beban

sewa, beban utilitas, beban bahan habis pakai, dan beban lain-lain.

Bagan akun sendiri dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi

laporan keuangan bagi manajer perusahaan dan pengguna lainnya. Akun dalam

bagan akun diberi nomor untuk digunakan sebagai referensi atau Ref Post. Sistem

penomoran yang fleksibel biasanya digunakan sehingga akun baru dapat

ditambahkan tanpa memengaruhi nomor akun lain.

2.3 Sistem Akuntansi Ayat Jurnal Berpasangan

7
Semua perusahan menggunakan sistem akuntansi ayat jurnal berpasangan

(double entry accounting system). Sistem ini berdasarkan sistem persaman

akuntansi dan memerlukan:

1. Setiap transaksi bisnis di catat setidaknya kedalam dua akun.

2. Total debit yang dicatat untuk setiap transaksi sama dengan total kredit yang

dicatat.

Sistem akuntansi ayat jurnal berpasangn juga memiliki aturan pendebitan

dan pengkreditan (rules of debit and credit) khusus untuk mencatat transaksi

kedalam akun. Sistem akuntansi berpasangan didasarkan pada persamaan dasar

akuntansi yaitu:

Aset = Utang + Ekuitas +(Pendapatan – Beban)

Aset merupakan harta entitas atau sumberdaya entitas yang digunakan untuk

menjalankan operasi usaha. Aset bersumber dari pendanaan kreditur (utang)

maupun setoran dari pemegang saham (ekuitas), Pendapatan akan menambah

ekuitas dan aset sedangkan beban akan mengurangi ekuitas. Apabila persamaan

dasar akuntansi dihubungkan dengan keseimbangan debit dan kredit maka:

Debit (Aset) = Kredit (Utang + Ekuitas + (pendapatan – Beban))

Maka dapat disimpulkan bahwa:

1. Saldo normal akun aset adalah disebelah debit, sedangkan akun utang dan

ekuitas memiliki saldo normal kredit.

2. Aset bertambah di sisi debit dan berkurang di sisi kredit, utang dan ekuitas

bertambah disisi kredit dan berkurang disisi debit.

8
3. Pendapatan akan menambah ekuitas, sehingga saldo normal pendapatan

sama dengan ekuitas di sisi kredit.

4. Beban atau biaya akan mengurangi ekuitas, sehingga saldo normal biaya

disisi debit.

5. Terdapat akun akun pengecualian dalam aset dan ekuitas, seperti akumulasi

penyusutan pada aset yang di catat disisi kredit, dan pengambilan modal

pemilik atau prive pada ekuitas yang di catat disisi debit.

A. Akun Laporan Posisi Keuangan

Laporan Posisi Keuangan adalah laporan yang sistematis tentang aset,

utang, dan modal perusahaan pada suatu saat tertentu (biasanya disebut dengan

satu periode akuntansi). Laporan posisi keuangan menunjukkan jumlah investasi

di dalam suatu perusahaan (Aset) dan sumber-sumber yang digunakan untuk

investasi tersebut (Utang dan Modal).

Pengertian Neraca menurut James C. van Horne yang dikutip oleh

Kasmir (2010) adalah ringkasan posisi keuangan perusahaan pada tanggal

tertentu yang menunjukkan total aktiva dengan total kewajiban ditambah total

ekuitas pemilik.

Artinya laporan keuangan disusun secara garis besarnya dan tidak

mendetail. Kemudian neraca juga menunjukkan posisi keuangan berupa aktiva

(harta), kewajiban (utang), dan modal perusahaan (ekuitas) pada saat tertentu.

Neraca dapat dibuat untuk mengetahui kondisi (jumlah dan jenis) harta, utang,

dan modal perusahaan. Pada tanggal tertentu, maksudnya neraca dibuat dalam

9
waktu tertentu setiap saat dibutuhkan, namun yang pasti, biasanya akhir tahun

atau kuartal.

Secara umum, neraca dapat disusun dalam dua bentuk, yaitu:

1. Bentuk Skontro (Account Form)

Dalam bentuk ini, perkiraan untuk seluruh aktiva disusun di sebelah

kiri, dan untuk perkiraan-perkiraan utang dan modal diletakkan di sebelah

kanan.

2. Bentuk Vertikal (The Report Form)

Dalam bentuk ini, perkiraan aktiva, utang, dan modal disusun secara

berurutan ke bawah.

Contoh Bentuk Skontro

Binatu Kilap

Laporan Posisi Keuangan

31 Juli 2015

Aset Liabilitas

Kas 95.325.000 Utang Usaha 49.200.000

Piutang Usaha 89.750.000 Ekuitas Pemilik

Bahan Habis Pakai 5.900.000 Modal Jon Parto 266.775.000

Tanah 125.000.000

Jumlah Liabilitas dan

Jumlah Aset 315.975.000 Ekuitas Pemilik 315.975.000

Contoh Bentuk Vertikal

10
Toko Halimah
Laporan Posisi Keuangan
31 Agustus 2015
Aset
Aset Lancar
Kas 125.000.000
Piutang Usaha 335.000.000
Persediaan 380.000.000
Bahan Habis Pakai 12.000.000
Asuransi Dibayar di Muka 9.000.000

Jumlah Aset Lancar 861.000.000


Aset Tetap
Peralatan Kantor 275.000.000
Akumulasi Penyusutan-
Peralatan Kantor 187.000.000 88.000.000
Peralatan Toko 859.000.000
Akumulasi Penyusutan Peralatan
Toko 293.000.000 566.000.000

Jumlah Aset Tetap 654.000.000

Jumlah Aset 1.515.000.000


Liabilitas
Liabilitas Lancar
Utang Usaha 193.000.000
Utang Gaji 12.000.000
Wesel Bayar 16.000.000
Jumlah Liabilitas Lancar 221.000.000
Liabilitas Tetap
Wesel Bayar (jatuh tempo
hingga 2037) 384.000.000

Jumlah Liabilitas 605.000.000


Ekuitas
Modal, Jeremiah Halimah 31
Agustus 910.000.000
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas
Pemilik 1.515.000.000

B. Akun Laporan Laba Rugi

Pengertian laba rugi adalah selisih lebih pendapatan atas biaya

sehubungan dengan kegiatan usaha. Apabila biaya lebih besar dari pendapatan,

selisihnya disebut rugi. laba atau rugi merupakan hasil perhitungan secara

periodik (berkala). laba atau rugi ini belum merupakan laba atau rugi yang

sebenarnya. laba atau rugi yang sebenarnya baru dapat diketahui apabila

perusahaan telah menghentikan kegiatannya dan dilikuidasi.

11
Penyusunan laporan laba rugi tentunya memiliki tujuan karena akan

dibutuhkan oleh berbagai divisi di suatu perusahaan. Adapun beberapa fungsi

dan tujuan dibuatnya laporan laba rugi adalah sebagai berikut;

 Untuk memberikan informasi mengenai jumlah total pajak yang harus

dibayarkan oleh suatu entitas bisnis.

 Untuk memberikan informasi mengenai kondisi suatu perusahaan,

apakah memperoleh laba atau merugi pada setiap periode akuntansi.

 Menjadi bahan referensi untuk evaluasi pihak manajemen perusahaan

untuk menentukan berbagai langkah yang harus diambil di periode

berikutnya.

 Menjadi sumber informasi mengenai tingkat keberhasilan perusahaan

dalam menentukan besaran biaya perusahaan.

 Membantu proses analisis usaha sehingga dapat mengukur

perkembangan suatu entitas bisnis.

 Menjadi acuan perusahaan dalam upaya pengembangan bisnis bila ingin

meningkatkan perolehan laba.

 Membantu proses analisis strategi perusahaan untuk mengetahui tingkat

keberhasilan strategi bisnis yang telah diterapkan sebelumnya dalam

mencapai goal perusahaan.

 Menjadi cerminan profil suatu entitas bisnis bagi calon investor maupun

kreditur yang akan melakukan transaksi bisnis dengan perusahaan

tersebut.

12
Dalam penyusunan income statement terdapat 4 elemen penting.

Adapaun elemen-elemen tersebut adalah sebagai berikut:

 Pendapatan (revenue), yaitu pemasukan atau penambahan aktiva lainnya

dari suatu entitas bisnis.

 Kewajiban (expense), yaitu pengeluaran atau penggunaan aktiva dari

suatu perusahaan.

 Keuntungan (profit), yaitu penambahan ekuitas karena terjadinya

transaksi periferal perusahaan, atau investasi dari pemilik usaha.

 Kerugian (loss), yaitu penurunan ekuitas karena terjadinya transaksi

periferal perusahaan

Berikut ini adalah contoh dari Laporan Laba Rugi:

Binatu Kilap
Laporan Laba Rugi
31 Juli 2015
Pendapatan Jasa 116.875.000
Beban Sewa 6.000.000
Beban Binatu 29.500.000
Beban Gaji 7.500.000
Beban Kendaraan 2.500.000
Beban Utilitas 1.300.000
Beban Lain-lain 2.700.000
Beban Barang Habis Pakai 3.600.000
Jumlah Beban 53.100.000
Laba Bersih 63.775.000

C. Akun Prive

Prive adalah pengambilan dana oleh pemilik perusahaan perurangan

untuk keperluan pribadi yang mengurangi modal. Aturan pendebitan dan

pengkreditan akun penarikan modal pemilik (prive) didasarkan pada dampaknya

terhadap modal pemilik. Oleh karena itu prive menurunkan ekuitas pemilik

13
kenaikan pada prive dicatat pada debit. Demikian juga penurunan prive dicatat

sebagai kredit.

D Akun Prive K

Debit untuk kenaikan (+) Kredit untuk penurunan (-)

D. Saldo Normal Akun

Saldo Normal Akun adalah suatu penetapan yang pasti dalam ilmu

akuntansi terkait dengan posisi dari akun atau rekening yang menjadi prinsip

pembukuan berpasangan.

Suatu akun dapat memiliki saldo normal debit atau kredit. Saldo normal

akun untuk aset dan beban adalah debit, saldo aset dan beban akan bertambah

jika terjadi transaksi yang mengakibatkan aset atau beban di posisi debit.

Sedangkan saldo normal utang, modal, dan pendapatan adalah kredit. Saldo

utang, modal, dan pendapatan akan bertambah jika terjadi transaksi yang

mengakibatkan utang, modal, dan kewajiban di posisi kredit.

Setiap akun memiliki saldo normal yang telah ditetapkan dalam ilmu

akuntansi. Ketetapan dalam penentuan saldo normal akun ini bersifat mutlak

atau tidak bisa diubah, berikut ini adalah saldo normal pada setiap akun :

 Saldo Normal Aset

14
Aset atau Harta merupakan kekayaan (sumber daya) yang dimiliki

perusahaan yang dapat digunakan dalam operasional perusahaan dan

terukur dengan satuan moneter. Saldo Normal untuk akun aktiva atau

harta adalah Debit.

 Saldo Normal Utang

Utang atau kewajiban merupakan pengorbanan ekonomis yang

harus dilakukan oleh perusahaan pada masa yang akan datang. Saldo

normal untuk akun Utang adalah kredit.

 Saldo Normal Modal

Modal Merupakan setoran kekayaan yang berasal dari pemilik

perusahaan kepada perusahaan yang dapat dihitung dengan satuan

moneter. Saldo normal untuk akun modal adalah kredit.

 Saldo Normal Pendapatan

Pendapatan merupakan hasil dari perolehan Aset atau sumber

ekonomi yang berasal dari pihak lain sebagai imbalan atas penjualan

barang atau pemberian layanan jasa perusahaan. Saldo normal untuk

akun pendapatan adalah kredit.

 Saldo Normal Beban

Beban merupakan segala pengorbanan yang dikeluarkan oleh

perusahaan dalam operasional usahanya dalam rangka untuk

mendapatkan laba yang ditargetkan. Saldo normal untuk akun beban

adalah debit.

15
E. Penjurnalan

Penjurnalan adalah tahap awal dari proses akuntansi. Semua transaksi

yang terjadi dalam perusahaan dicatat ke buku jurnal berdasarkan bukti-bukti

yang ada, sesuai dengan urutan kejadian dan nomor kodenya masing-masing.

Dengan menggunakan aturan debit dan kredit, sebuah transaksi awalnya

dimasukan dalam catatan yang disebut jurnal, jurnal berfungsi sebagai catatan

ketika transaksi terjadi dan dicatat.

Terdapat 2 jenis penjurnalan yang biasa dipakai, yaitu :

1. Jurnal Umum

Jurnal Umum adalah semua jenis transaksi yang di catat kedalam

satu buku jurnal, yang biasanya dipakai jika transaksi perusahaan lebih

banyak dilakukan secara tunai.

2. Jurnal Khusus

Jurnal Khusus adalah transaksi yang dicatat ke dalam buku-buku

jurnal yang terpisah sesuai jenisnya, seperti jurnal pembelian, jurnal

penjualan, jurnal penerimaan kas, jurnal pengeluaran kas. Hal ini

disebabkan banyaknya transaksi perusahaan yang dilaksanakan secara

kredit, sehingga perlu dibuatkan buku tersendiri untuk menghitung jumlah

utang dan piutang, biasanya jurnal khusus banyak digunakan oleh

perusahaan dagang atau manufaktur.

16
Contoh Ayat Jurnal

Leopard Realty
Ayat Jurnal
31 Januari 2015
Tanggal Akun Debit Kredit
Jan 1 Kas 23.500.000
Modal Alisa Sibolga 23.500.000
2 Beban Sewa dan Peralatan Kantor 4.000.000
Kas 4.000.000
3 BHP 1.800.000
Utang Usaha 1.800.000
4 Utang usaha 675.000
Kas 675.000
6 Kas 16.750.000
Komisi Penjualan 16.750.000
8 Beban Kendaraan 1.000.000
Beban Lain-lain 800.000
Kas 1.800.000
25 Beban Gaji 2.150.000
Kas 2.150.000
26 Beban BHP 925.000
BHP 925.000
28 Prive Alisa Silboga 1.600.000
Kas 1.600.000

2.4 Memindah Bukuan Ayat Jurnal Kedalam Akun

Suatu transaksi pertama kali dicatat dalam sebuah jurnal. Secara periodik,

ayat jurnal dimasukan ke akun yang sesuai di buku besar. Proses pemindahan debit

dan kredit dari ayat jurnal ke dalam akun disebut pemindahbukukan (Posting).

Contoh :

Jan 1 Kas 23.500.000


Modal Alisa Sibolga 23.500.000

Debit dan kredit untuk setiap ayat jurnal diposting ke dalam Akun T dengan urutan

sesuai pencatatannya dalam jurnal

17
D KAS K

23.500.000

D Modal, Alisa Sibolga K

23.500.000

2.5 Daftar Saldo

Daftar saldo atau yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama trial

balance memiliki pengertian sebagai suatu daftar yang berisi seluruh jenis nama

akun beserta saldo total dari setiap akun yang disusun secara sistematis sesuai

dengan kode akun yang bersumber dari buku besar perusahaan pada periode

tertentu.

Daftar saldo dipersiapkan untuk melihat keseimbangan atau kesamaan

antara jumlah kredit dan debit pada akun-akun yang ada dalam buku besar. Neraca

saldo biasanya memuat ringkasan dari akun transaksi beserta saldonya yang

berfungsi sebagai dasar untuk menyiapkan laporan keuangan atau sebagai bahan

evaluasi. Dengan kata lain, neraca saldo, disususun setelah penyusunan buku besar

dan dibuat secara sistematis, sesuai kode akun (tidak acak).

Secara umum, neraca saldo memiliki 4 fungsi utama yaitu:

1. Fungsi Persiapan, untuk mempersiapkan pembuatan laporan akhir

keuangan pada suatu perusahaan.

18
2. Fungsi Pencatatan, tempat melakukan beberapa macam pencatatan,

dalam hal ini pencatatan yang di lakukan adalah pencatatan data-data pada

setiap akun rekening. Fungsi ini juga merupakan bagian utama dari fungsi

ilmu akuntansi, yaitu mencatat.

3. Fungsi Koreksi, tempat melakukan koreksi terhadap seluruh catatan serta

siklus akuntansi yang telah dilakukan sebelum pembuatan neraca saldo

tersebut. Dalam laporan neraca saldo, akan diketahui apakah ada

kekurangan atau kesalahan pencatatan dengan cara melihat kesamaan

pada hasil akhir pada kolom debit dan kredit.

4. Fungsi Monitoring, maksudnya fungsi neraca saldo adalah untuk

melakukan pengawasan pada setiap akun dalam keuangan perusahaan.

Contoh Daftar Saldo :

Leopard Realty
Daftar Saldo Yang Belum Disesuaikan
31 Januari 2015
Saldo Saldo
Akun
Debet Kredit
Kas 30.025.000
BHP 875.000
Utang Usaha 1.125.000
Modal Alisa Sibolga 23.500.000
Prive Alisa Sibolga 1.600.000
Komisi Penjualan 16.750.000
Beban Gaji 2.150.000
Beban Sewa 4.000.000
Beban Kendaraan 1.000.000
Beban BHP 925.000
Beban Lain-lain 800.000
Total 41.375.000 41.375.000

Kesalahan Mempengaruhi Daftar Saldo

19
Jika jumlah kolom kredit dan debit dftar saldo tidak sama sebuah

kesalahan telah terjadi. Dalam kasus demikian, kesalahan harus ditemukan dan

dikoreksi. Sebuah metode yang berguna dalam menemukan kesalahan sebagai

berikut.

1. Jika terdapaat selisih sebesar 10. 100. Atau 1000 antara total debit dan kredit

seringkali berasal dari kesalahan penjumlahan.

2. Jika selisih dapat dibagi dua, kesalahan bisa terjadi karena debit diposting

sebagai kredit, atau sebaliknya.

3. Jka selisih dapat dibagi 9, telusuri kembali saldo akun kebuku besar untuk

mengetahui kesalahan pemindahan saldo dari buku besar dua jenis keslahan

yang biasa di temukan dikenal sebagai transposisi dan selip atau slit

4. Jika kesalahan tidak habis dibagi dua maupun Sembilan, buku besar harus

ditinjau ulang untuk menemukan jumlah buku besar yang samadengan jumlah

kesalahan yang belum dipindahkan ke daftar saldo. Jika kesalahan tidak

ditemukan tinjauan ulang pemindah hukuan jurnal untuk meemukan

pemindahhukuan yang salah.

5. Jika kesalahan tidak ditemukan melalu maka langkah sebelumnya proses

akuntansi harus di telusuri kembali mulai dari langkah terakhir dan mundur

sampai ayat dalam jurnal.

Kesalahan Tidak Mempengaruhi Daftar Saldo

Ada kalahnya suatu kesalahan tidak menyebabkan daftar saldo tidak

seimbang. Kesalahan ini bisa jadi ditemukan ketika menyiapkan daftar saldo

atau ditunjukkan oleh saldo tidak biasa suatu akun.

20
Sebagai contoh, saldo kredit akun bahan habis pakai menunjukan telah

terjadi kesalahan karena bahan habis pakai tidak mungkin negatif. Ketika terjadi

kesalahan tersebut, kesalahan harus dikoreksi. Jika kesalahaan telah dijurnal dan

dipindahbukukan ke buku besar, maka jurnal koreksi harus dibuat.

Sebagai ilustrasi, diasumsikan pada tanggal 22 juni pembeian peralatan

kantor secara kredit sebesar Rp 10.000.000 salah dijurnal dan diposting sebagai

debit pada bahan habis pakai, dan kredit pada utang usaha sebesar Rp

10.000.000. Posting ayat yang salah ditunjukan dalam akun T berikut ini :

Salah :

Bahan Habis Pakai Utang Usaha


10.000.000 10.000.000
Benar :

Peralatan Kantor Utang Usaha


10.000.000 10.000.000
Dengan membandingkan dua akun T di atas, kita lihat bahwa meskipun

terjadi kesalahan dalam memposting pada akun tersebut tidak akan

mempengaruhi jumlah daftar saldo. Itu dikarenakan kedua akun Bahan Habis

Pakai dan Peralatan Kantor memiliki saldo normal yaitu debit.

Apabila sudah terjadi kesalahaan seperti pada contoh diatas, kita dapat

mengkoreksinya dengan membuat ayat jurnal koreksi sebagai berikut :

Juni 31 Peralatan Kantor 10.000.000


Bahan Habis Pakai 10.000.000

21
2.6 Analisis Dan Interprestasi Keuangan: Analisis Horizontal

Analisis Horizontal merupakan analisis persentase peningkatan maupun

penurunan yang terdapat dalam pos-pos akun laporan keuangan komparatif.

Dengan menjumlah setiap pos laporan tahun terakhir dibandingkan pos terkait pada

satu atau lebih laporan keuangan sebelumnya. Setiap jumlah peningkatan dan

penurunan setiap pos dicatat beserta persentase peningkatan dan penurunannya.

Maka dapat disimpulkan bahwa analisis horizontal adalah membandingkan

dua laporan keuangan, yaitu laporan keuangan saat ini dan laporan keuangan tahun

sebelumnya yang digunakan sebagai dasar.

Analisis Horizontal dapat dilakukan untuk seluruh komponen laporan keuangan,

baik laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, serta

laporan arus kas.

Berikut ini adalah contoh Analisis Horizontal dari laporan laba rugi :

22
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

1. Analisis Transaksi, yang merupakan tahap pertama dari siklus akuntansi yang

mempelajari transaksi dan menentukan pengaruhnya terhadap elemen-

elemen laporan keuangan. Hasil dari analisis transaksi dicatat dalam buku

jurnal, kemudian diposting (diakunkan) ke dalam buku besar.

2. Bagan akun terdiri atas Aset ( Kas, piutang usaha, bahan habis pakai,

peralatan kantor,beban dibayar di muka, tanah, dan gedung), Utang (utang

usaha, utang gaji, wesel bayar), Ekuitas (Modal dan Prive), Pendapatan

(Pendapatan jasa, Pendapatan komisi, Pendapatan sewa, pendapatan honor,

dan pendapatan penjualan), Beban (beban sewa, beban bahan habis pakai,

beban gaji, dan beban lain-lain).

3. Sistem akuntansi ayat jurnal berpasangan adalah suatu transaksi yang

minimal melibatkan dua akun atau lebih. Jadi apabila suatu transaksi

melibatkan sisi kredit, pastilah akan ada pasangan pada sisi debit pada

transaksi tersebut.

4. Langkah pertama adalah memindahkan tanggal kejadian transaksi dari jurnal

kedalam buku besar, kemudian memindahkan jumlah debit atau kredit yang

ada di dalam jurnal ke dalam buku besar, setelah itu catatlah nomor kode akun

kedalam kolom no. akun sebagai tandah bahwa jurnal telah dipindahkan

23
kedalam buku besar, lalu catatlah nomor halaman jurnal kedalam kolom ref

post setiap pemindah bukuan terjadi.

5. Kesalahan yang mempengaruhi jumlah daftar saldo adalah :

 Jika terdapaat selisih sebesar 10. 100. Atau 1000 antara total debit dan

kredit seringkali berasal dari kesalahan penjumlahan.

 Jika selisih dapat dibagi dua, kesalahan bisa terjadi karena debit diposting

sebagai kredit, atau sebaliknya.

 Jika selisih dapat dibagi 9, telusuri kembali saldo akun kebuku besar

untuk mengetahui kesalahan pemindahan saldo dari buku besar dua jenis

keslahan yang biasa di temukan dikenal sebagai transposisi dan selip atau

slit

 Jika kesalahan tidak habis dibagi dua maupun Sembilan, buku besar

harus ditinjau ulang untuk menemukan jumlah buku besar yang

samadengan jumlah kesalahan yang belum dipindahkan ke daftar saldo.

Jika kesalahan tidak ditemukan tinjauan ulang pemindah hukuan jurnal

untuk meemukan pemindahhukuan yang salah.

 Jika kesalahan tidak ditemukan melalui langkah sebelumnya, maka

proses akuntansi harus di telusuri kembali mulai dari langkah terakhir

dan mundur sampai ayat dalam jurnal.

6. Kesalahan yang tidak mempengaruhi daftar saldo adalah kesalahaan dalam

pencatatan yang tertukar dengan akun yang memiliki saldo normal akun yang

sama, sehingga jumlah dari daftar saldo seimbang.

24
DAFTAR PUSTAKA

Carl S. Warren, James M. Reeve, Jonathan e. Duchac, Novrys Suhardianto, Devi

S. Kalanjati, Amir Abadi Jusuf, Chaerul D. Djakman .2014.”PENGANTAR

AKUNTANSI”. Jakarta : Salemba Empat.

Hadori Yunus, Harnanto.1992. “AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN” Edisi

pertama. Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta.

Soemarso, SR. 2002. “AKUNTANSI SUATU PENGANTAR” Buku Kedua Edisi

Keempat. Jakarta : PT RINEKA CIPTA.

Al. Haryono. Jusup. 2011. “Dasar-dasar Akuntansi Jilid 1”. Yogyakarta : Bagian

Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN.

25

Anda mungkin juga menyukai