Anda di halaman 1dari 7

PERHITUNGAN POLIGON TERBUKA TERIKAT PADA KEDUA

UJUNGNYA BERBASIS PROYEKSI TM-3O BPN UNTUK


PENGADAAN TDT ORDE-4

Oleh :
Anindya Sricandra Prasidya, ST., M.Eng.

Dipersiapkan untuk :
Matakuliah Praktek Pemetaan Kadastral

Teknik Geomatika – DIII


Sekolah Vokasi
Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta
2018
1 Praktik Pemetaan Kadastral D-III Teknik Geomatika SV-UGM 2018/19
A. METODE POLIGON TERBUKA TERIKAT PADA KEDUA UJUNGNYA DALAM PENGUKURAN TDT
ORDE-4

Pada pasal 7 PP No. 24 Tahun 1997 disebutkan bahwa pengukuran titik dasar teknik (TDT)
dilaksanakan dengan menggunakan metode pengamatan satelit atau metoda lainnya. Metode
pengukuran titik dasar teknik yang umum dipakai adalah ; pengamatan satelit, pengukuran terrestrial
dan pengukuran fotogrametrik. Pengukuran terrestris sering dipilih untuk mengukur posisi titik TDT
Orde-4 yang merupakan perapatan dari TDT Orde-3. Metode terestris yang bisa dipakai salah satunya
adalah dengan membentuk geometri poligon terbuka terikat pada kedua ujungnya seperti ditunjukkan
pada Gambar 1. berikut ini.

Gambar 1. Sketsa Penyelesaian Poligon Terbuka Terikat dengan RTM

Sebuah TDT Orde-3 A dan B dirapatkan menjadi TDT Orde-4 bernomor 1,2,3, dan 4. Titik A dan B
dipakai sebagai titik ikat yang telah diketahui koordinatnya (X A, YA dan XB, YB) dari pengukuran
sebelumnya. Titik poligon 1 s.d. 4 adalah titik yang akan diukur koordinatnya. Titik A,B, dan 1 s.d. 4
membentuk sebuah poligon terbuka terikat pada ujungnya. Poligon jenis ini pada dasarnya dipakai

2 Praktik Pemetaan Kadastral D-III Teknik Geomatika SV-UGM 2018/19


ketika hanya terdapat dua titik ikat atau tidak cukupnya titik ikat untuk membentuk poligon terbuka
terikat sempurna. Poligon jenis ini tidak memiliki data azimuth awal dan akhir yang fix seperti pada
poligon terbuka terikat sempurna, karena tiadanya titik pasangan pada titik awal A dan B, sehingga
asimuth ataupun nilainya tidak bisa dihitung langsung dari koordinat fix. Penyelesaian kasus
poligon ini umumnya menggunakan Ray Trace Method (RTM). RTM pada dasarnya menggunakan
azimuth awal pendekatan yang untuk bisa menghitung koordinat pendekatan titik-titik poligon yang ada
kemudian mengkoreksi azimuth pendekatan dengan azimuth definitif . Hasilnya selisih dari kedua
azimuth tersebut adalah nilai rotasi orientasi poligon sebesar . Dengan adanya koreksi azimuth ini,
maka dapat diperoleh koordinat fix titik 1 s.d. 4 yang telah terikat pada titik A dan B. Tahapan
perhitungan metode ini dijelaskan pada butir B.

B. TAHAPAN PERHITUNGAN PENYELESAIAN DENGAN RTM

Hasil pengukuran yang telah tercatat pada DI.103 kemudian dilakukan perhitungan poligon
dengan penyelesaian RTM. Hitungan dilakukan pada dilakukan pada DI.104 lampiran PP No. 24 Tahun
1997. Adapun tahapan perhitungan sebagai berikut :

1. Persiapkan dua data titik kontrol TDT Orde-3 yang dirapatkan menjadi TDT Orde-4, data sudut
dan jarak ukuran pada sisi poligon (pada DI.103).
2. KOREKSI PROYEKSI TM-3o : Menghitung reduksi sudut dan azimuth :
a. Koreksi kappa ( )
b. Koreksi dari garis irisan normal menjadi garis geodetis (η)
c. Koreksi dari arah garis lengkung menjadi garis penghubung lurus antara dua titik /
koreksi Psi (ψ) atau koreksi Arc-to Chord
d. Defleksi vertikal
e. Koreksi konvergensi meridian (γ) : menyerongnya garis meridian terhadap sumbu Y pada
bidang proyeksi (Perlu diperhitungkan bila asimut diukur dengan menggunakan asimut
matahari atau dihitung dari koordinat lokal. Jika koreksi ini ada, maka koreksi ini
diberikan langsung pada perhitungan koordinat sementara)
Catatan :
- (Untuk keperluan praktis dimana jarak poligon < 500 m, koreksi a - d dapat diabaikan
(nilainya <0,1”): Kasus di BPN- TM3. Koreksi a-d detailnya bisa dilihat di buku Proyeksi Peta)
- (Koreksi konvergensi grid/ meridian diperhitungkan jika azimuth diperoleh dari pengukuran
azimuth astronomis/ geodetik atau dari koordinat lokal)

3 Praktik Pemetaan Kadastral D-III Teknik Geomatika SV-UGM 2018/19


3. Menentukan azimuth pendekatan awal dengan nilai pendekatan tertentu (sembarang)
4. Hitung azimuth pendekatan untuk sisi lainnya dengan mengambil azimuth pendekatan awal
yang telah diketahui :
(sudut dalam) atau,
(sudut luar)
Dimana,
 jk = sudut jurusan jk
 j = sudut mendatar j

Catatan : perhitungan syarat geometri sudut poligon terbuka pada hasil ini akan menghasilkan
nilai = 0, karena azimuth akhir dihitung murni dari azimuth awal, bukan dari data yang diketahui
sebelumnya dari titik fix.
5. KOREKSI PROYEKSI TM-3O : Menghitung reduksi jarak ukuran (SU) pada bumi fisik menjadi jarak
ukuran pada ellipsoid referensi (S) :
[ ] (1a)
[ ] (1b)
Dalam hal ini,
S = jarak mendatar pada ellipsoida referensi
Su = jarak mendatar ukuran
R = jari-jari bumi = 6.356.797,568 m
H = tinggi terhadap ellipsoida referensi
[F] = koefisien “Sea Level Factor”
[C] = koefisien “Sea Level Correction”
= Jarak mendatar dalam satuan km
= Jarak dalam satuan m
Catatan : Untuk keperluan hitungan rutin nilai [F] dan [C] ditentukan dengan bantuan Tabel I.
Argumen yang dipakai adalah tinggi terhadap MSL atau terhadap ellipsoid referensi (hasil
pengamatan GPS)

4 Praktik Pemetaan Kadastral D-III Teknik Geomatika SV-UGM 2018/19


Tabel I. Sea Level Factor [F] dan Sea Level Correction [C]

Contoh pembacaan tabel :


H = 700 m (terhadap ellipsoida referensi)
Pada Tabel I, tinggi 700 m terletak di antara tinggi 669 m dengan tinggi 733 m, sehingga nilai [F]
= 0,9989 dan [C] = 0,11
Contoh perhitungan :
Data : SU = 150 m ; H = 500 m
Dari tabel I : [F] = 0,99992 dan [C] = 0,08
Rumus 1a , S = 150 (0,99992) = 149,988 m
Rumus 1b, S = 150 – (0,08)(0,15) = 149,988 m
Besar reduksi untuk jarak 150 m pada ketinggian H = 500 m adalah sebesar 150 – 149,988 =
0,012 m

6. Menghitung koordinat sementara titik yang ada dengan data jarak pada ellipsoid referensi
(tahap no.5) dan azimuth pendekatan awal (tahap no.4) :

Dimana,

5 Praktik Pemetaan Kadastral D-III Teknik Geomatika SV-UGM 2018/19


Xoj = absis pendekatan pada titik j
Yoj = ordinat pendekatan pada titik j
d ij = jarak datar pada bidang proyeksi

 ij= azimuth ij
Xoi = absis pendekatan pada titik i
Yoi = ordinat pendekatan pada titik i

7. Menghitung azimuth AB’ berdasarkan koordinat hasil azimuth awal pendekatan (koordinat titik
B’ didapat dari hasil perhitungan pada tahap no.6) :

Catatan : Perhatikan letak kuadran dari hasil perhitungan azimuth

8. Menghitung azimuth definitif AB berdasarkan koordinat titik kontrol TDT Orde-3 A dan B yang
telah diketahui sebelumnya :

9. Menghitung selisih azimuth yang merupakan rotasi dari orientasi poligon ke arah yang
sebenarnya :

10. Menghitung azimuth awal terkoreksi di awal jaringan dan untuk semua sisi poligon yang ada :

11. Menghitung koordinat titik dengan azimuth terkoreksi

12. KOREKSI PROYEKSI TM-3o : Menghitung reduksi jarak pada bidang ellipsoid (S) menjadi jarak
pada bidang datar/ bid.proyeksi/ bid. peta (D) menggunakan argumen komponen koordinat X
rerata 2 titik berurutan pembentuk suatu sisi poligon hasil tahap no.11 :

̅
Dalam hal ini ̅
k = faktor skala titik. Rumus k ini dipakai bila jarak < 2.000 m
D = jarak pada bidang proyeksi
Catatan : faktor skala untuk reduksi jarak ke bidang datar ini ada 2 jenis, yaitu faktor skala titik
dan faktor skala garis. Penerapan pemakaiannya tergantung panjang jarak yang dijadikan
obyek pengukuran.

6 Praktik Pemetaan Kadastral D-III Teknik Geomatika SV-UGM 2018/19


13. Menghitung koordinat dengan asimut awal terkoreksi dan jarak tereduksi pada bidang datar
14. Hitung kesalahan penutup sudut, kesalahan penutup absis, ordinat, dan linier, dan rasio
ketelitian linier poligon :

C. TUGAS PRAKTIKUM (KELOMPOK)

1. Persiapkan data koordinat titik TDT Orde-3 yang telah disepakati untuk dipakai bersama seluruh
kelompok
2. Siapkan data ukuran jarak dan sudut yang telah dicatat pada DI.103
3. Hitung ketelitian pengukuran sudut dan jarak apakah memenuhi TOR ataukah tidak
4. Siapkan form perhitungan dalam Ms.Excell sesuai dengan format DI.104
5. Lakukan perhitungan poligon terbuka terikat pada kedua ujungnya dengan penyelesaian RTM
Catatan : Reduksi sudut tidak dilakukan.
6. Hitung kesalahan penutup linier apakah sudah sesuai TOR ataukah belum
7. Masukkan hasil hitungan TDT Orde-4 pada Buku Tugu TDT Orde-4 (penomoran titik diurutkan
dari 1 sampai 42 sesuai urutan regu)
8. Hasil yang dilaporkan pada proses ini, yaitu :
a. Data koordinat TDT Orde-3 yang telah disepakati
b. Data jarak dan sudut beserta ketelitiannya
c. Tabel Perhitungan RTM di Ms.Excell
9. Hasil yang dilaporkan saat ujian midterm dan via email (anindya.s.prasidya@gmail.com) :
a. Hasil pengolahan GNSS untuk pengadaan TDT Orde-3
b. Hasil hitungan koordinat TM-3 TDT Orde-3 dari pengamatan GNSS
c. Buku Tugu TDT Orde-3
d. Hasil data pengukuran dan pengolahan data ukuran TDT Orde-4 (poin 8)
e. Buku Tugu TDT Orde-4
f. Plot sebaran keseluruhan TDT Orde-3 dan Orde-4 (seluruh regu)

7 Praktik Pemetaan Kadastral D-III Teknik Geomatika SV-UGM 2018/19