Anda di halaman 1dari 33

MORFOLOGI DAN MODEL ARSITEKTUR BATANG

Laporan Praktikum
Yang disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
Struktur dan Perkembangan Tumbuhan 2
dibina Oleh Dr. Murni Saptasari,M.Si & Umi Fitriyati,S.Pd.,M.Pd

Disusun Oleh :
Kelompok 3 Offering C 2018
Lisa Meidya (180341617515)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
September 2019
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Tujuan
Melalui kegiatan praktikum, diharapkan mahasiswa memiliki kemampuan sebagai
berikut :
1. Mahasiswa mampu memahami bagian-bagian batang
2. Mahasiswa dapat mengetahui perawakan pada batang
3. Mahasiswa dapat menjelaskan struktur morfologi batang yang meliputi
permukaan batang, bentuk irisan melintang, arah tumbuh batang, dan arah
tumbuh cabang
4. Mahasiswa mampu membedakan pola percabangan pada batang
5. Mahasiswa dapat mengidentifikasi model arsitektur pohon
1.2 Dasar Teori
Batang merupakan salah satu bagian dari tubuh tumbuhan. Selain sebagai
tempat pelekatan daun, bunga, dan buah, batang juga berfungsi sebagai jalan
pengangkutan air dan zat-zat mineral yang terlarut didalamnya. Pada beberapa
tumbuhan, batang juga berfungsi sebagai tempat penyimpan cadangan makanan.
Bagian-bagian batang yang tidak dimiliki oleh yang lain yaitu batang memiliki nodus
dan internodus (Kusdianti,2013).
Jenis-jenis batang dapat dibedakan menjadi dua yaitu tumbuhan yang tidak
berbatang (planta caulis) dan tumbuhan yang jelas berbatang. Tumbuhan yang tidak
berbatang sebenarnya dikarenakan batang amat pendek, sehingga semua daunnya
seakan-akan keluar dari bagian atas akarnya dan tersusun rapat atas satu sama lain.
Sedangkan tumbuhan yang jelas berbatang dapat dibedakan menjadi empat yaitu
batang basah, batang berkayu, batang rumput, dan batang mendong (Tjitrosoepomo,
2011).
Tumbuhan dikotil (dicotyledoneae) umumnya mempunyai batang yang di
bagian bawahnya lebih besar dan ke ujung semakin kecil, jadi batangnya dapat
dipandang sebagai suatu kerucut atau limas yang sangat panjang, dengan cabang
ataupun tidak. Tumbuhan nomokotil (monocotyledoneae) mempunyai batang yang
dibagian pangkal sampai ujung dapat dikatakan sama besarnya. Hanya pada beberapa
golongan saja yang pangkalnya tampak membesar tetapi kemudian ke atas tetap
sama. Bentuk batang pada penampang melintangnya ini terdiri atas bentu bulat,
bentuh persegi, bentuk pipih. Jika dilihat dari permukaannya terdapat permukaan
batang yang licin, berusuk, beralur, bersayap, berambut, berduri, memperlihatkan
bekas-bekas daun, memperlihatkan bekas-bekas daun penumpu, memperlihatkan
banyak lentisel, dan keadaan-keaadan lain (Tjitrosoepomo, 2011).
Batang memiliki arah tumbuh yang berbeda-beda pada setiap tumbuhan.
Biasanya batang tumbuh ke arah cahaya. Variasi batang berdasarkan arah tumbuhnya
terdiri atas batang yang tumbuhnya tegak lurus, menggantung, berbaring, menjalar,
condong ke atas, mengangguk, memanjat, dan membelit (Sumardin, 2010).
Batang suatu tumbuhan ada yang bercabang dan ada yang tidak, kebanyakan
dari golongan tumbuhan yang berbiji tunggal (monocotyledoneae) tidak bercabang.
Percabangan pada batang ada tiga macam yaitu monopodial, simpodial, dan dikotom.
Sedangkan arah tumbuh cabang dapat dibedakan menjadi lima yaitu tegak, condong
ke atas, mendatar, terkulai, dan bergantung (Tjitrosoepomo, 2011).
Model arsitektur pohon merupakan gambaran morfologi pada suatu fase
tertentu. Konsep arsitektur ini menunjukkan sifat yang dinamis karena tumbuhan
terus berkembang. Model arsitektur pohon merupakan khas bagi setiap spesies yang
dikontrol oleh genetik. Meskipun demikian juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan
seperti cahaya, temperatur, kelembaban, dan ketersediaan nutrisi. Model arsitektur
pohon diantranya yaitu model arsitektur, holtum, corner, tomlinson, chamberlain,
leeunwenberg, koriba, aubreville,rauh, massart, roux, champagnat, dan troll
(Hasanuddin, 2013).
BAB II
METODE PENELITIAN
2.1 Alat dan Bahan
1. Alat : Kamera Handphone
2. Bahan :
- Batang Sansivera - Pohon Singkong
- Batang Bayam Duri - Pohon Jarak
- Batang Cabai - Pohon Kenanga
- Batang Rumput Teki - Pohon Ketapang
- Batang Pegagan - Pohon Palem
- Herbarium Batang Likopodium - Pohon Agave
- Batang Pepaya - Pohon Pepaya
- Batang Singkong - Pohon Randu/Kapuk
- Batang Lengkuas - Pohon Pinus
- Batang Kaktus - Pohon Pisang
- Batang Iler - Pohon Bintaro
- Batang Jakang - Pohon Kamboja
- Pohon Kembang Merak
- Pohon Sirsak
- Pohon Daun Kupu-Kupu
2.2 Hasil Pengamatan
BAB III
PEMBAHASAN
Pada pengamatan mengenai struktur morfologi batang pada berbagai
tumbuhan, diketahui bahwa batang berfungsi sebagai tempat pelekatan daun, bunga,
dan buah.Batang juga berfungsi sebagai jalan pengangkutan air dan zat-zat mineral,
pada beberapa tumbuhan batang juga berfungsi sebagai tempat penyimpan cadangan
makanan. Hal tersebut sesuai dengan pernyatan Suprapti (2006) bahwa batang adalah
sumbu tubuh tumbuhan , berfungsi sebagai jalan pengangkutan air dan zat hara,
selain itu juga dapat berfungsi sebagai penyimpan cadangan makanan.
Secara morfologi, bagian-bagian batang terdiri atas nodus (buku), internodus
(ruas), tunas aksilar (lateral), tunas terminal (ujung/apikal). Nodus (buku) yaitu
tempat melekatnya daun, tunas, dan cabang, internodus (ruas) yaitu bagian di antara
dua buku, tunas aksiler (lateral) yaitu yang berpotensi membentuk tunas cabang,
tunas terminal (ujung/apikal), yaitu bagian yang aktif tumbuh dan berkembang
membuat batang menjadi lebih tinggi (Rosanti, 2003).
Perawakan pada batang dibagi menjadi empat yaitu batang basah (herba),
batang berkayu (perdu), batang rumput, dan batang mendong. Bedasarkan hasil
pengamtan tumbuhan yang mempunyai perawakan herba adalah Sansivera, bayam
duri, pegagan, likopodium, lengkuas, iler, dan jakang. Kemudian tumbuhan yang
memiliki perawakan perdu adalah cabai, pepaya, singkong, dan kaktus. Sedangkan
tumbuhan yang mempunyai perawakan mendong adalah rumput teki. Menurut
Tjitrosoepomo (2011) batang basah (herba) yaitu batang yang lunak dan berair.
Sedangkan batang berkayu (perdu) yaitu batang yang biasa keras dan kuat, karena
sebagian besar terdiri atas kayu, yang terdapat pada pohon-pohon dan semak-semak.
Batang rumput yaitu batang yang tidak keras, mempunyai ruas-ruas yang nyata, dan
seringkali beronnga. Batang mendong yaitu seperti batang rumput, tetapi mempunyai
ruas-ruas yang lebih panjang.
Bentuk irisan melintang yang dapat diperoleh dari pengamatan yaitu bentuk
bulat pada Sansivera, bayam duri, pegagan, likopodium, pepaya, singkong, dan
lengkuas. Bentuk segiempat terdapat pada cabai dan iler. Pada rumput teki diperoleh
bentuk irisan melintang yaitu segitiga. Kemudian terdapat bentuk pipih kladodia pada
kaktus dan bentuk pipih filokladia pada jakang. Menurut Tjitrosoepomo (2011)
bentuk irisan melintang batang dapat dibedakan bermacam-macam yaitu bentuk
bulat, bersegi yang dibekan menjadi segitiga dan segi empat, kemudian ada bentuk
pipih dan biasanya lalu melebar menyerupai daun dan mengambil alih tugas daun
pula.
Menurut Tjitrosoepomo (2011) dilihat dari permukaannya, batang tumbuh-
tumbuhan juga memperlihatkan sifat yang bermacam-macam yaitu permukaan batang
licin, berusuk, beralur, bersayap, berambut, berduri, memperlihatkan bekas-bekas
daun, memperlihatkan bekas-bekas penumpu, memperlihatkan banyak lentisel,
keadaan-keadaan lain. Bedasarkan hasil praktikum kemarin, tumbuhan Sansivera,
likopodium, pepaya, dan singkong memiliki permukaan yang sama yaitu
memperlihatkan bekas-bekas daun. Permukaan batang licin dapat ditemukan pada
bayam duri,rumput teki, pegagan, lengkuas, dan jakang. Pada cabai dan iler
permukaan terlihat berusuk, sedangkan pada kaktus terlihat beralur.
Pada praktikum kemarin arah tumbuh batang dapat diketahui yaitu menjalar
pada Sansivera, rumput teki, dan lengkuas. Arah tumbuh batang tegak lurus terdapat
pada bayam duri, cabai, pegagan, pepaya, singkong, kaktus, iler, dan jakang. Pada
tumbuhan likopodium arah tumbuh batangnya terlihat menggantung. Sedangkan arah
tumbuh cabangnya diperoleh arah tumbuh cabang mendatar pada Sansivera,
lengkuas, rumput teki, dan pegagan. Pada bayam duri, cabai, pepaya, singkong, iler,
dan jangkang memiliki arah tumbuh cabang yang sama yaitu condong ke atas. Pada
likopodium terlihat arah tumbuh cabangnya yaitu bergantung, dan pada kaktus arah
tumbuh cabangnya tegak. Menurut Issrep (2007) variasi batang berdasarkan arah
tumbuhnya terdiri atas batang yang tumbuhnya tegak lurus, menggantung, berbaring,
menjalar, condong ke atas, mengangguk, memanjat, dan membelit. Sedangkan arah
tumbuh cabang dapat dibedakan menjadi lima yaitu tegak, condong ke atas,
mendatar, terkulai, dan bergantung.
Pola percabangan pada batang ada tiga yaitu monopodial, simpodial, dan
dikotom. Percabangan monopodial terdapat pada pepaya dan bayam duri, pecabangan
simpodial terdapat pada Sansivera, cabai, rumput teki, pegagan, singkong, lengkuas,
kaktus, iler, dan jakang. Sedangkan percabang pada likopodium yaitu pola
percabangan dikotom. Percabanagan monopodial yaitu jika batang pokok selalu
tampak jelas, karena lebih besar dan lebih panjang daripada cabang-cabang lainnya.
Percabangan simpodial yaitu batang pokok sukar ditentukan, karena dalam
perkembangan selanjutnya mungkin menghentikan pertumbuhannya atau kalah besar
dan kalah cepat pertumbuhannya dibanding cabangnya. Sedangkan percabangan
dikotom yaitu cara percabangan yang batang pokok menjadi dua cabang yang sama
besar (Tjitrosoepomo, 2011).
Model arsitektur pohon merupakan gambaran morfologi pada suatu fase
tertentu. Konsep arsitektur ini menunjukkan sifat yang dinamis karena tumbuhan
terus berkembang. Model arsitektur pohon merupakan khas bagi setiap spesies yang
dikontrol oleh genetik. Meskipun demikian juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan
seperti cahaya, temperatur, kelembaban, dan ketersediaan nutrisi. Model arsitektur
pohon diantranya yaitu model arsitektur holtum, corner, tomlinson, chamberlain,
leeunwenberg, koriba, aubreville,rauh, massart, roux, champagnat, dan troll. Dari
hasil pengamatan, agave adalah contoh model arsitektur holtum, sedangkan palem
dan pepaya adalah contoh model arsitektur corner. Untuk model arsitektur tomlinson
contohnya adalah pisang, model arsitektur chamberlain contohnya yaitu jarak.
Kemudian kamboja dan singkong memiliki model arsitektur leeuwenberg. Model
arsitektur koriba terdapat pada bintaro, model aubreville terdapat pada ketapang.
Model rauh contohnya pada pinus, model massart pada randu, model roux pada
kenanga. Sedangkan model champagnat terdapat pada kembang merak, kemudian
pohon daun kupu-kupu dan sirsak termasuk model troll (Hasanuddin, 2013).
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
1. Bagian-bagian batang terdiri atas nodus (buku), internodus (ruas), tunas aksilar
(lateral), tunas terminal (ujung/apikal). Nodus (buku) yaitu tempat melekatnya
daun, tunas, dan cabang, internodus (ruas) yaitu bagian di antara dua buku,
tunas aksiler (lateral) yaitu yang berpotensi membentuk tunas cabang, tunas
terminal (ujung/apikal), yaitu bagian yang aktif tumbuh dan berkembang
membuat batang menjadi lebih tinggi.
2. Perawakan pada bataang dapat dibedakan menjadi empat yaitu batang basah
(herba), batang berkayu, batang rumput, dan batang mendong. Batang basah /
herba yaitu batang yang lunak dan berair. Sedangkan batang berkayu yaitu
batang yang biasa keras dan kuat, karena sebagian besar terdiri atas kayu, yang
terdapat pada pohon-pohon dan semak-semak. Batang rumput yaitu batang
yang tidak keras, mempunyai ruas-ruas yang nyata, dan seringkali beronnga.
Batang mendong yaitu seperti batang rumput, tetapi mempunyai ruas-ruas yang
lebih panjang.
3. Pada permukaan batang dapat diketahui bahwa ada batang yang permukaannya
licin, berusuk, beralur, bersayap, berambut, berduri, memperlihatkan bekas-
bekas daun, memperlihatkan bekas-bekas daun penumpu, memperlihatkan
banyak lentisel, dan keadaan-keaadan lain. Batang juga memiliki arah tumbuh
yang berbeda-beda pada setiap tumbuhan. Biasanya batang tumbuh ke arah
cahaya. Variasi batang berdasarkan arah tumbuhnya terdiri atas batang yang
tumbuhnya tegak lurus, menggantung, berbaring, menjalar, condong ke atas,
mengangguk, memanjat, dan membelit. Sedangkan arah tumbuh cabang dapat
dibedakan menjadi lima yaitu tegak, condong ke atas, mendatar, terkulai, dan
bergantung.
4. Pola percabangan pada batang ada tiga yaitu monopodial, simpodial, dan
dikotom. Percabangan monopodial yaitu jika batang pokok selalu tampak jelas,
karena lebih besar dan lebih panjang daripada cabang-cabang lainnya.
Percabangan simpodial yaitu batang pokok sukar ditentukan, karena dalam
perkembangan selanjutnya mungkin menghentikan pertumbuhannya atau kalah
besar dan kalah cepat pertumbuhannya dibanding cabangnya. Sedangkan
percabangan dikotom yaitu cara percabangan yang batang pokok menjadi dua
cabang yang sama besar.
5. Model arsitektur pohon diantranya yaitu model arsitektur, holtum, corner,
tomlinson, chamberlain, leeunwenberg, koriba, aubreville,rauh, massart, roux,
champagnat, dan troll.
4.2 Saran
Saran saya pada praktikum kali ini adalah sebaiknya mahasiswa sudah memiliki
konsep tentang morfologi akar terlebih dahulu sebelum memulai praktikum. Agar
asisten praktikum lebih mudah dan cepat dalam menjelaskan materi.
DAFTAR RUJUKAN
Hasanuddin. 2013. Model Arsitektur Pohon (Morfologi Tumbuhan). Aceh : FKIP
Universitas Syiah Kuala.

Issrep. 2007. Biologi Identifikasi Tumbuhan. Pekanbaru : Fakultas Pertanian


Universitas Riau.

Kusdianti. 2013. Anatomi Tumbuhan. Yogyakarta : Kanisius.

Rosanti, D. 2003. Morfologi Tumbuhan. Jakarta : Erlangga.

Sumardin. 2010. Strukrur Jaringan Tumbuhan. Yogyakarta : Fakultas Teknologi


Industri Instuisi Sains dan Teknologi.

Suprapti, 2006. Prinsip-Prinsip Biologi Tumbuhan. Jakarta : Gramedia.

Tjitrosoepomo, G. 2011. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta : Gadjah Mada


University Press.
LAMPIRAN
1. Foto
No. Bahan Pengamatan Foto
1. Batang Sansivera

Sumber : Dokumen Pribadi


2. Batang Bayam Duri

Sumber : Dokumen Pribadi


3. Batang Cabai

Sumber : Dokumen Pribadi


4. Batang Rumput Teki

Sumber : Dokumen Pribadi


5. Batang Pegagan

Sumber : Dokumen Pribadi


6. Herbarium Batang Likopodium

Sumber : Dokumen Pribadi


7. Batang Pepaya

Sumber : Dokumen Pribadi


8. Batang Singkong

Sumber : Dokumen Pribadi


9. Batang Lengkuas

Sumber : Dokumen Pribadi


10. Batang Kaktus

Sumber : Dokumen Pribadi


11. Batang Iler

Sumber : Dokumen Pribadi


12. Batang Jakang

Sumber : Dokumen Pribadi


13. Pohon Agave

Sumber : Dokumen Pribadi


14. Pohon Palem

Sumber : Dokumen Pribadi


15. Pohon Pepaya

Sumber : Dokumen Pribadi


16. Pohon Pisang

Sumber : Dokumen Pribadi


17. Pohon Jarak

Sumber : Dokumen Pribadi


18. Pohon Kamboja

Sumber : Dokumen Pribadi


19. Pohon Singkong

Sumber : Dokumen Pribadi


20. Pohon Bintaro

Sumber : Dokumen Pribadi


21. Pohon Ketapang

Sumber : Dokumen Pribadi


22. Pohon Pinus

Sumber : Dokumen Pribadi


23. Pohon Randu

Sumber : Dokumen Pribadi


24. Pohon Kenanga

Sumber : Dokumen Pribadi


25. Pohon Kembang Merak

Sumber : Dokumen Pribadi


26. Pohon Sirsak

Sumber : Dokumen Pribadi


27. Pohon Daun Kupu-Kupu

Sumber : Dokumen Pribadi


2. Laporan Sementara

Anda mungkin juga menyukai