Anda di halaman 1dari 6

RINGKASAN DAN JAWABAN PERTANYAAN KASUS BUSINESS ETHIC

WORLDCOM’S CREATIVE ACCOUNTING


KELOMPOK 5

Disusun oleh:
1. Citra Nurul Uhthi (170034)
2. Intan Saraswati RSH (170065)
3. Lia Windyaningrum (170074)
4. Meisza Adilla Herssy (170085)
5. Rissa Pradeksi (170105)
6. Sheila Diah Nurdamayastri (170115)
7. Suko Prayogo (069108)

MAGISTER MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2017
Case
WorldCom’s Creative Accounting

Pada tahun 1996 Betty Vinson menjabat sebagai akuntan tingkat menengah di
WorldCom, sebuah perusahaan telepon kecil yang melayani telpon jarak jauh di Jackson,
Misisipi. Selama beberapa tahun kedepan perusahaan tumbuh dengan pesat karena
mengakusisi beberapa perusahaan seperti Brooks Fiber, MCI, Skytel, dan UUNet. Dua tahun
setelah bergabung dengan WorldCom, Vinson mendapatkan promosi sebagai senior manajer
akuntan divisi reporting untuk Buford Yates, yang merupakan direktur utama bagian
akuntan. Dia dan stafnya menyusun 10 laporan triwulan dan menganalisis biaya operasi
perusahaan serta cadangan yang hilang. Dana cadangan yang hilang digunakan untuk
menutup biaya yang lain.
Profit WorldCom tumbuh secara cepat sampai pertengahan tahun 2000, dimana
industry telekomunikasi masuk pada era kemrosotan yang berkepanjangan. Biaya lini dan
biaya sewa perusahaan dibayarkan ke perusahaan telpon lain untuk menggunakan sebagian
jaringan mereka, hasilnya presentase dari perusahaan pun ikut meningkat. Rasio ini diawasi
ketat oleh World Street sebagai indikator kinerja perusahaan. CEO perusahaan, Bernard
Ebbers, dan CFO, Scott Sulivan mengumumkan kepada World Street pendapatan kuartal
kedua tahun ini akan turun dibawah ekspektasi. Pada kuartal ketiga WorldCom mengalami
kerugian $685 juta. Hal ini, dikarenakan adanya tagihan yang belum dibayarkan.
Vinson, Yates, dan Troy Normand akuntan yang bertugas memonitor biaya tetap
mencari sebuah cara untuk menutupi kekurangan dalam persiapan mempublikasikan laporan
keuangan kuartal ketiga. Mereka mampu untuk mengalokasikan $50 juta untuk menutupi
tagihan yang belum terbayarkan. Pada bulan Oktober, Yates bertemu dengan Vinson dan
Normand. Mereka mengatakan dan mengarahkan kepada Sulivan dan David Maryes bahwa
untuk memasukan $828 juta dari dana cadangan (reservers account) ke laporan keuangan
sehingga dapat meningkatkan laba.
Vinson, Yates dan Normand mengetahui bahwa tindakan tersebut tidak dibenarkan
dalam pencatatan laporan akuntasi. Peraturan akuntasi menyatakan bahwa perlaporan
resevers itu hanya dapat dilakukan jika perkiraan kerugian terjadi di unit dimasa depan dan
ada kesempatan bisnis yang baik. Vinson dan Normand mengatakan kepada Yates hal yang
mereka lakukan tidak ada dalam praktek akuntasi. Yates menyatakan bahwa ia mengetahui
tidak benar, Namun dia berpendapat bahwa hal tersebut harus dilakukan dan dia berjanji tidak
akan melakukannya lagi. Vinson dan Normand akhirnya menyetujui tindakan tersebut.
Pada hasil laporan pada kuartal ketiga yang dilaporan pada 26 Oktober. Pada hari
vinson mengatakan pada Yates bahwa dia berencana untuk resign dari perusahaan. Normand
terindikasi juga melakukan hal yang sama. Mendapat kabar tersebut, Ebbers menemui David
Maryes seorang manajer keuangan WorldCom dan menyatakan bahwa para akuntan tidak
akan dilepas oleh perusahaan. Beberapa hari kemudian, Maryes dan Sulivan bertemu dengan
Vison dan Normand. Sulivan menjelaskan bahwa dia bekerja pada perusahaan yang sedang
mengalami masalah keuangan. Dia meminta kepada para akuntan untuk tetap bekerja dan
dapat mengendalikan keadaan dan kemudian mereka bisa resign bila mereka mau. Tapi
perusahaan masih sangat membutuhkan mereka.
Normand khawtir kalau ia harus bertanggung jawab atas perbuatan perubahan
akuntasi itu. Sulivan mengatakan bahwa tidak ada yang salah dari apa yang mereka lakukan
dan dia bertanggung jawab atas semua tindakan. Dia memperkirakan proyeksi profit untuk
kuartal berikutnya telah dipotong setengah dan manipulasi akuntasi tidak akan dibutuhkan.
Setelah mengikuti meeting, Vinson mendapatkan hasil untuk mencari posisi lain di
Weakened. Dia menceritakan kepada suaminya tentang meeting tadi dan suaminya khawatir
atas penyimpangan akuntasi tersebut. Suami Vinson mendesak untuk keluar dari perusahaan.
Tapi vinson adalah tulang punggung keluarganya karena penghasilannya melebihi suaminya
yaitu sebesar $40.000 dalam satu tahun dan pekerjaannya untuk mengcover asuransi
kesehatan keluarga mereka. Dia selalu khawatir mengenai mencari posisi baru karena dia
berada pada usia pertengahan.
Vinson menyadari bahwa Sulivan adalah salah satu CFO terbaik di Negaranya dan dia
menyetujui transaksi, berarti itu semua akan baik-baik saja. Setelah berbicara dengan
Normand bagaimana sulitnya mencari pekerjaan yang lain, sama saja susahnya bertahan di
perusahaan. Namun, pada kuartral pertama di tahun 2001, keadaan semakin buruk. Penjualan
WorldCom tidak membaik dan menghasilkan gap antara laporan keuangan dan kenyataan
sebesar $771juta. Sulivan meminta mereka untuk mencatatkan biaya operasi ke biaya modal,
karena mereka sudah tidak punya resevers account. Tindakan tersebut membuat WorldCom
meningkatkan profitabilitas jangkan pendek. Vinson terkejut dengan tindakan tersebut.
Karena dia tahu kalau line cost adalah operating cost dan tidak boleh diakui sebagai capital
cost.
Faktanya, Yates menolak rencana tersebut, dimana Myers mengatakan Yates tentang
itu. Dan Myers sudah mengatakan kepada Sulivan tentang transfer adalah satu-satunya cara
agar WorldCom mengatasi masalah finansialnya. Vinson merasa terjebak. Ancaman untuk
resign telah ia gunakan dan takut keluar dari pekerjaanya sebelum dia mempunyai pekerjaan
lain. Vinson, Normand, dan Yates membahas tugas tersebut tetapi tidak membahas isu yang
ada. Vinson memutuskan untuk memperbaharui resumenya dan mulai mencari pekerjaan lain.
Vinson, Normand, dan Yates akhirnya secara bersama-sama mengisi mentransfer
biaya. Untuk melakukan hal tersebut mereka harus memutuskan 5 biaya modal akun yang
harus ditransfer. Myers bertemu dengan mereka selama proses ini dan mereka
mengungkapkan bahwa mereka tidak senang, melakukan pekerjaan tersebut, tetapi demi
menyelamatkan perusahaan. Vinson mengeksekusi pemasukan untuk ditransfer sebesar $771
juta dan mengubah tanggal transaksi tersebut di computer berlangsung selama tiga kuartal
berikutnya yaitu $560juta pada kuartal kedua, $743juta pada kuartal ketiga dan $941juta pada
kuartal keempat. Awal tahun selanjutnya, Vinson dipromosikan dari senior manajer menjadi
direktur manajemen reporting dan Normand dipromosikan menjadi director of legal entity
accounting.

Questions & Answers


1. Siapa stakeholder yang ada dalam kasus ini?
Stakeholder yang ada dalam kasus ini adalah CEO yaitu Bernard Ebbers, CFO yaitu
Scott Sullivan, Para akuntan dalam kasus ini yaitu Betty Vinson, Troy Normand, dan
Buford Yates, Wall Street dan Manajer keuangan Worldcom yanitu David Myers.
2. Prioritas rangking yang diberikan pada masing masing stakeholder?
a. Owner/investor yaitu CEO dan CFO dari WorldCom
b. Manajer Keuangan WorldCom
c. Para akuntan di WorldCom
d. Wall street
e. Investor
3. Apakah ada norma atau prinsip etika yang dilanggar? Jika ada oleh siapa?
Ya, ada prinsip etika dan moral yang dilanggar, yaitu:
a. Prinsip utilitarianism
Prinsip tersebut dilanggar oleh Top Managemen Worldcom yaitu Scott Sullivan
yang merupakan CFO dari Worldcom, Buford Yates, Director of General
Accounting Worldcom, Troy Norman yang merupakan Accounting in charge yang
bertugas mengawasi perusahaan, Betty Vinson yang merupakan senior manager
di accounting departemen, serta David Myers yang merupakan seorang
Worldcom’s Controller. Kebijakan yang di ambil Worldcom selain melanggar
Accounting standard tetapi juga sangat merugikan society. Dalam hal ini
manajemen memanipulasi data transaksi akuntansi dengan menghapus reserved
dan mentransfer biaya operasi dengan dikapitalisasi, hal ini merupakan bentuk
fraudulent financial statement.
b. Ethic of care
Kebijakan diatas juga melanggar the ethic of care, karena kebijakan yang diambil
Worldcom haruslah mempertimbangkan kepentingan stakeholders sebagai bentuk
kepedulian serta alasan manajemen yang ingin menyelamatkan perusahaan tidak
tepat jika diimplementasikan dengan memanipulasi informasi keuangan.
4. Haruskah Vinson menolak menghapuskan reseved?
Ya, seharusnya Vinson menolak untuk menghapuskan reseved yang membuat
biaya perusahaan berkurang. Hal tersebut merupakan pelanggaran Accounting rules
dan merupakan fraud. Sebagai akuntan, Vinson seharusnya menjaga integritas dan
melaksanakan kinerjanya berdasar kode etik akuntan yang telah ia dapatkan sehingga
tidak terjadi manipulasi data yang ada.
5. Haruskan Vinson menolak mentransfer biaya?
Ya, seharusnya Vinson menolak untuk mentransfer biaya yang termasuk biaya
operasional. Dalam standard akuntansi, telah dipaparkan dengan jelas mengenai biaya
mana saja yang bisa di kapitalisasi. Sebagai akuntan, saat mengetahui suatu biaya
yang merupakan biaya operasi, maka Vinson tidak boleh mengkapitalisasikan hal
tersebut. Transfer yang dilakukan berhubungan langsung dengan penurunan biaya
yang terjadi.
6. Apa perbuatan yang seharusnya Vinson ambil dan kapan?
Saat diminta melakukan pelanggaran terhadap Accounting Rules, Vinson
seharusnya menolak manipulasi informasi keuangan yang di sarankan Top
Manajemen pada saat itu. Ketika Vinson memang tidak bisa menolak hal tersebut,
sebaiknya ia mengundurkan diri dari posisi tersbeut. Namun, dalam kasus ini, Vinson
tidak dapat melakukan hal tersebut karena ia khawatir akan kehilangan pendapatan
tetap untuk menopang kehidupan keluarganya dimana ia mempunyai penghasilan
lebih dari suaminya dan juga ia harus membayar asuransi kesehatan keluarganya,
serta ia belum mendapatkan pekerjaan pengganti dan merasa khawatir bila wanita
dengan usia pertengahan sulit mendapat pekerjaan baru
7. Perbuatan Apa yang seharusnya kolega Vinson ambil?
Kolega Vinson yaitu dalam hal ini suaminya yang mengetahui tentang yang
dihadapi Vinson, seharusnya meyakinkan bahwa Vinson tidak boleh melakukan
manipulasi atas dasar apapun. Suami Vinson seharusnya meyakinkan Vinson bila ia
mundur dan pendapatan berkurang, hal tersebut bukan menjadi hal yang harus
dikhawatirkan karena yang paling penting, Vinson dapat terbebas dari perusahaan
dengan manajemen yang tidak sehat karena melakukan hal yang tidak sesuai yaitu
manipulasi data akutansi yang seharusnya tidak boleh dilakukan oleh seorang
akuntan.
8. Siapa yang bertanggung jawab atas ketidakwajaran pada irregulasi akuntasi ?
Yang bertanggung jawab atas ketidakwajaran pada irregulasi akuntasi adalah
top manajer Worldcom, yaitu CEO, CFO, dan Controller. Mereka menjadi orang yang
utama mengusulkan dilakukannya manipulasi dengan alasan menjaga kredibilitas
nama baik mereka. Mereka menghindari kinerjanya terlihat jelek disebabkan laba
perusahaan turun. Padahal, terkadang saat industri keseluruhan mengalami penurunan
hal itu dirasakan wajar oleh publik.
9. Siapa yang bertanggung jawab secara legal terhadap manipulasi ?
Secara legal, yang bertanggung jawab atas maniulasi tersebut adalah Buford
Yates selaku Director of General Accounting Worldcom dan Troy Norman selaku
Accounting in charge yang mengawasi perusahaan. Mereka bertanggung jawab atas
manipulasi dilakukan oleh departemen yang mereka pimpin
10. Siapa yang bertanggung jawab moral atas manipulasi?
Secara moral yang bertanggung jawab adalah Betty Vinson selaku senior
manager di Accounting Departemen. Ia merupakan orang yang mengeksekusi
tuntutan atasannya untuk melakukan manipulasi dan sebenarnya berhak untuk
menolak permintaan tersebut atau mundur dari posisinya apabila sulit untuk menolak
permintaan tersebut.