Anda di halaman 1dari 38

LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS

USAHA “ YOUNG LIVING (HOME LIVING PRODUCT)”

Dosen Pengampu :
Fika Fitriasari, SE., MM

Diusulkan Oleh :
Kelompok 1

Ketua : Vika Nur Lailatul Q (201610160311090)


Anggota : Betha Ayunda K (201610160311070)
Tamara Chyntia H.P (201610160311077)
Ova Nia Amalia (201610160311079)
Nurul Hidayati (201610160311086)

PROGRAM STUDI MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAHMALANG
MALANG
2019

1
HALAMAN PENGESAHAN

LAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS


USAHA “ YOUNG LIVING (HOME LIVING PRODUCT)”

Kegiatan tersebut telah dilaksanakan. Laporan ini akan digunakan untuk


memenuhi laporan studi kelayakan bisnis yang telah dilakukan oleh mahasiswa
kelompok 1 Jurusan Manajemen , Kelas B Fakultas Ekonomi Dan Bisnis

Menyetujui,
Dosen Studi Kelayakn Bisnis Pendiri

Dra. Fika Fitriasari, SE., MM Vika Nur Lailatul Q


NIP. NIM. 201610160311090

Menyetujui,
Ka. Prodi Studi Manajemen

Dr. Marsudi, M.M


NIP. 10785110357

2
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas
rahmat dan karunia-Nya, akhirnya kami dapat menyelesaikan Laporan Studi
Kelayakan Bisnis Usaha “ YOUNG LIVING (HOME LIVING PRODUCT)” pada
waktu yang telah direncanakan. Laporan ini membahas mengenai Kelayakan bisnis
Usaha kayu yang diubah dan dibentuk ditinjau dari aspek pemasaran, aspek
operasional, aspek sumber daya manusia dan aspek keuangan.
Demikian laporan kami susun, diharapkan laporan ini dapat bermanfaat bagi
para pembaca.Apabila ada kekurangan dan kesalahan baik dari kata-kata maupun
penulisan, kami mohon maaf.Kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun
agar dalam penyusunan laporan yang selanjutnya menjadi lebih sempurna dan lebih
baik lagi.

Malang, 17 Maret 2019

Tim Penyusun

3
DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................... ii


KATA PENGANTAR ............................................................................................ iii
DAFTAR ISI .............................................................................................................iv
BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar belakang ...................................................................................... 5
B. Rumusan Masalah ................................................................................. 5
C. Tujuan Kegiatan .................................................................................... 6
D. Manfaat Kegiatan SKB ......................................................................... 6
BAB II EXECUTIVE SUMMARY
BAB III RINGKASAN PROYEK
A. Profil Perusahaan .................................................................................. 7
BAB IV ASPEK PASAR DAN PEMASARAN
A. Segmentasi, Targeting dan Positioning ................................................. 8
B. Strategi Bauran Pemasaran ................................................................. 10
C. Analisis SWOT ................................................................................... 10
D. Permintaan........................................................................................... 11
E. Perkembangan Permintaan Sekarang .................................................. 11
F. Prospek permintaan di Masa mendatang............................................. 12
G. Penawaran ........................................................................................... 12
H. Perkembangan Penawaran Sekarang................................................... 12
I. Prospek Penawaran Di Masa Mendatang........................................... . 12
BAB V ASPEK TEKNIS DAN OPERASIONAL
A. Proses dan Desain Produk ................................................................... 13
B. Penjadwalan Produksi ......................................................................... 13
C. Kapasitas Produksi .............................................................................. 13
D. Perencanaan Lokasi ............................................................................. 13
E. Manajemen Persediaan........................................................................ 14
F. Proses Produksi .................................................................................. 14

4
BAB VI ASPEK MANAJERIAL DAN SUMBER DAYA MANUSIA

A. Jenis pekerjaan yang diperlukan dan deskripsi pekerjaan yang


diperlukan ............................................................................................ 16
B. Organisasi dan penyusunan mekanisme koordinasi dan sinergi antar
anggota organisasi ............................................................................... 17
C. Persyaratan pekerjaan yang diperlukan ............................................... 20
D. Cakupan rincian semua pekerjaan dan pendistribusian beban kerja ... 21
E. Rekruitmen Sumber Daya Manusia .................................................... 21
F. Pemeliharaan Karyawan ..................................................................... 22

BAB VII ASPEK KEUANGAN


A. Sumber Dana ....................................................................................... 23
B. Kebutuhan Dana .................................................................................. 23
C. Perhitungan Keuangan ........................................................................ 24
D. Analisis Keuangan .............................................................................. 25

BAB VIII ASPEK LINGKUNGAN


A. Lingkungan Operasional ..................................................................... 28
B. Lingkungan Industri ............................................................................ 30
C. Ijin Usaha ............................................................................................ 30
D. AMDAL .............................................................................................. 30

BAB XI PENUTUP
A. Kesimpulan Studi Kelayakan .............................................................. 32
B. Rekomendasi Tindak Lanjut ............................................................... 33
LAMPIRAN .......................................................................................................... 34

5
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Peluang bisnis dalam bidang olohan makanan memang sangat menjanjikan untuk
memperoleh keuntungan yang sangat besar. Salah satunya adalah dengan mengolah
“Kayu” menjadi Home Living Product yagn digemari oleh masyarakat luas.
Kayu adalah bagian batang atau cabang serta ranting tumbuhan yang mengeras
karena mengalami lignifikasi (pengayuan). Kayu digunakan untuk berbagai
keperluan, mulai dari memasak, membuat perabot (meja, kursi), bahan
bangunan (pintu, jendela, rangka atap), bahan kertas, dan banyak lagi. Kayu juga
dapat dimanfaatkan sebagai hiasan-hiasan rumah tangga dan sebagainya.

Pendirian usaha ini dapat meningkatkan nilai tambah Kayu dengan mengolahnya
menjadi usaha Young Living. Sehingga dapat menjadi product perabotan yang cocok
untuk di masa kini yang modern.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana kelayakan bisnis dari usaha Young Living ditinjau dari aspek
pemasaran?
2. Bagaimana kelayakan bisnis dari usaha Young Living jika ditinjau dari sumber
daya manusia?
3. Bagaimana kelayakan bisnis dari usaha Young Living jika ditinjau dari aspek
operasional?
4. Bagaimana kelayakan dari usaha Young Living jika ditinjau dari aspek
keuangan?
5. Bagaimana kelayakan dari usaha Young Living jika dilihat dari aspek
lingkungan ?
C. Tujuan Kegiatan
Kegiatan Studi Kelayakan Bisnis ini bertujuan untuk:

6
1. Mengetahui dan menganalisis kelayakan bisnisdari usaha Young Living
ditinjau dari aspek pemasaran.
2. Mengetahui dan menganalisis kelayakan bisnis dari usaha Young Living
ditinjau dari aspek operasional.
3. Mengetahui dan menganalisis kelayakan bisnis dari usaha Young Living
ditinjau dari aspek sumber daya manusia.
4. Mengetahui dan menganalisis kelayakan bisnis dari usaha Young Living
ditinjau dari aspek keuangan.
5. Mengetahui dan menganalisis kelayakan bisnis dari usaha Young Living
ditinjau dari aspek lingkungan
a. Manfaat Kegiatan SKB
Kegiatan Studi Kelayakan Bisnisini diharapkan dapat memberikan manfaat
yang kemudian dapat dipergunakan oleh pihak-pihak yang membutuhkan.
Adapun manfaat kegiatanStudi Kelayakan Bisnis ini adalah sebagai berikut:
1. Bagi Mahasiswa
KegiatanStudi Kelayakan Bisnis ini diharapkan dapat menambah wawasan
dan sarana untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama masa
perkuliahan mengenai studi kelayakan bisnis. Selain itu kegiatanStudi
Kelayakan Bisnis diharapkan dapat memberikan gambaran kegiatan usaha
kepada mahasiswa, khususnya usaha Young Living yang dilihat dari berbagai
aspek dengan menganalisis usahanya
2. Bagi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMM
KegiatanStudi Kelayakan Bisnisini diharapkan dapat menambah pengetahuan
mengenai studi kelayakan bisnis di Fakultas Ekonomi dan Bisnis dalam
bidang usaha kecil menengah, khususnyausaha Young Living untuk
menambah pengetahuan bagi mahasiswa ekonomi.

7
BAB II

EXECUTIVE SUMMARY

A. Objek Riset

Berdasarkan riset yang telah kami lakukan, objek riset yang kami teliti adalah
IKEA. IKEA adalah sebuah peritel perabot untuk rumah tangga dari Swedia.
IKEA menyediakan berbagai produk perabotan rumah yang terjangkau bukan
hanya untuk beberapa orang tapi bagi banyak orang. Hal ini dicapai dengan
menggabungkan fungsi, kualitas, desain dan nilai - selalu dengan pemikiran
kesinambungan. Konsep IKEA ada di setiap bagian dari perusahaan kami, dari
desain, sumber daya, pengepakan dan distribusi melalui model bisnis kami.

Pada tahun2015, terdapat 375 toko IKEA di 46 negara di berbagai belahan dunia
dengan sekitar 30 lagiyang akan dibuka pada 2016. Perusahaan ini didirikan oleh
Ingvar Kamprad pada tahun 1943saat ia berusia 17 tahun yang sekarang sudah
menjadi salah satu orang terkaya di dunia.IKEA adalah singkatan dari Ingvar
Kamprad.Pada saat didirikan, IKEA menjual berbagai macam produk dengan
menggunakankhas Swedia. IKEA mulai memproduksi furniture pada tahun 1947
dan IKEA mulaimerancang sendiri pada 1955.

B. Waktu Riset

Waktu riset yang kami lakukan adalah pada tanggal 5 Maret 2019.

C. Tim Riset

Riset ini dilakukan oleh seluruh anggota keolompok, yaitu yang terdiri dari Betha
Ayundha, Tamara Chyintia, Ova Nia Amalia, Nurul Hidayati, Vika Nur Laila.

D. Metode Riset

Metode riset yang kami gunakan adalah observasi. Dimana kami melakukan
observasi melalui media internet di situs resmi IKEA.

8
E. Alat Riset

Alat riset yang kami gunakan adalah media online yaitu berupa situs resmi IKEA.

9
BAB III

RINGKASAN PROYEK
A. Profil Perusahaan
Nama Perusahaan : Young Living Project
Nama Pimpinan : Vika Nur Lailatul Q
Alamat Perusahaan : Jl. Candi Sewu no 5 Malang
Kegiatan Usaha : Menyediakan produk home living dan melayani setiap
pesanan dari konsumen
Jenis Produk : Produk home living dengan desain yang unik dan
modern serta memiliki fungsi ganda pada setiap produk
yang ditawarkan.
Visi dan Misi Perusahaan
Visi
Menciptakan suasana liburan di dalam rumah.
Misi
1. Menyediakan produk dengan desain yang unik dan modern, harga
yang terjangkau.
2. Melayani konsumen sebaik mungkin dan sesuai permintaan
3. Selalu menciptakan inovasi baru setiap tahun
4. Meningkatkan peluang-peluang usaha
Adapu keterang sebagai berikut :
1. Jenis Pelayanan
Jenis Pelayanan yang kami berikan ialah produk home living yang
beragam, memiliki desain yang unik dan modern dan memiliki fungsiganda
pada setiap produknya.
2. Pelanggan
Pelanggan dari Young Living Project yaitu mulai dari mahasiswa,
pasangan muda dan keluarga.
3. Jenis Produk
Produk kami tawarkan merupakan furniture rumah tangga.

10
BAB III

ASPEK PASAR DAN PEMASARAN

A. Segmentasi, Targeting, dan Positioning


Pada masa sekarang ini, tingkat persaingan semakin ketat begitu juga
dalam bidang kuliner.Para pelaku usaha yang menginginkan usahanya dapat
bertahan dan berkembang maka harus pandai memutar otak untuk
memasarkannya. Maka dari itu, peran pemasaran dalam suatu usaha begitu
penting, sebab pemasaran akan menentukan kelanjutan usaha suatu
perusahaan. Salah satu kegiatan yang tidak boleh ditinggalkan dalam
pemasaran adalah melakukan segmentasi pasar, targeting, dan positioning
yang akan diuraikan di bawah ini:
1. Segmentasi
Segmentasi pasar berarti membagai pasar menjadi beberapa kelompok
pembeli yang berbeda yang mungkin memerlukan produk atau marketing
mix yang berbeda pula.Young Living Project memiliki segmentasi pasar
antara lain:
A. Gender : Pria maupun wanita
B. Usia : 20 tahun keatas
C. Mahasiswa, Pasangan muda dan keluarga
2. Targeting.
Targeting adalah melakukan evaluasi keaktifan setiap segmen,
kemudian memilih satu atau lebih segmen pasar untuk dilayani. Pasar
sasaran atau target dari Young Living Project yaitu pasangan muda dan
keluarga.
3. Positioning
Penentuan posisi pasar dilakukan setelah menentukan segmen mana
yang akan dimasuki, maka harus pula menentukan posisi mana yang ingin
ditempati dalam segmen tersebut. Posisi pasar dari Young Living Project

11
adalah menyediakan home living product dengan desain unik dan modern
dan memiliki fungsi ganda.
B. Strategi Bauran Pemasaran
Karena luasnya kegiatan pemasaran, maka dalam melaksanakan kegiatan
pemasaran produk, kami akan menekankan pada strategi bauran pemasaran
(marketing mix) melalui, strategi produk, strategi harga, strategi lokasi, serta
strategi promosi.
1. Strategi Produk
Strategi Produk yang diterapkan Young Living Prooject ialah strategi
produk diferensiasi yaitu produk kami berbeda dengan produk home
living lain. Produk yang kami miliki menawarkan fungsi ganda pada
setiap produknya sehingga dari satu produk kita bias memperoleh fungsi
yang lain.
2. Strategi Harga
Harga yang kami berikan pada saat ini yaitu strategi harga dibawah
produk lainserta untuk menarik pelanggan baru serta mempertahankan
pelanggan lama. Kami menerapkan strategi harga dimana Young Living
Project memberikan satu harga untuk dua produk yang dikemas dalam
satu produk saja.
3. Strategi Lokasi
Lokasi produksi kami berada di wilayah Jalan Candi Sewu no 5 Malang.
4. Strategi Promosi
Promosi sangatlah penting untuk menarik pelanggan, strategi promosi
yang diterapkan pada Young Living Projct adalah menggunakan media
online dan offline. Seperti pada media online, kami menggunakan media
sosial Instagram dan website. Hal ini memudahkan para konsumen
untuk melihat katalog-katalog dari produk kami.

C. Analisis SWOT
Analisis persaingan ini dilakukan dengan SWOT analisis, yaitu:
i. Strength:

12
1) Menawarkan satu produk dengan dua fungsi atau fungsi
tambahan.
2) Desain produk modern dan unik.
3) Menawarkan layanan pesanan sesuai dengan yang diinginkan
oleh konsumen.
ii. Weakness:
1) Banyak usaha sejenis yang sudah memiliki nama besar dan
sudah memiliki pasar yang kuat.
iii. Oportunities:
Potensi pasar yang cukup besar karena pasangan muda menyukai dan
cenderung akan memilihi home living product yang memiliki desain
yang unik dan modern. Kemudian memberikan solusi bagi pasangan
muda maupun keluarga yang memiliki rumah minimalis sehingga
tidak memiliki banyak ruangan untuk mengisi dengan furniture yang
banyak.
iv. Threat:
1) Munculnya pesaing baru.
2) Munculnya pesaing dengan kualitas yang lebih baik sesuai
keinginan pasar.
D. Bentuk Pasar
Bentuk pasar yang kami tawarkan kepada konsumen adalah pasar konkret dan
abstrak. Pasar konkret adalah pasar dimana konsumen dan penjual dapat bertatap
muka langsung saat melakukan transaksi jual beli di toko offline kami. Pasar
abstrak adalah pasar dimana barang yang diperjual belikan tidak tersedia secara
langsung dan antara penjual dan pembelinya tidak bertemu secara langsung
sehingga transaksi dilakukan secara online melalui media online seperti website
dan Instagram.

E. Permintaan
Permintaan adalah keinginan yang didukung oleh daya beli dan akses
untuk membeli. Artinya permintaan akan terjadi apabila didukung oleh

13
kemampuan yang dimiliki seorang konsumen untuk membeli produk.
Jumlah estimasi permintaan produk perbulan yaitu 18 buah.
F. Perkembangan Permintaan Sekarang
Apabila dicermati permintaan terhadap produk home living mempunyai
potensi yang sangat besar karena beberapa tahun ke belakang design interior
rumah yang unik sedang banyak digemari oleh konsumen dan sampai saat
ini hal tersebut masih akan berlangsung, sehingga home living product ini
masih memiliki tempat di kalangan para konsumen.

G. Prospek Permintaan di Masa Mendatang


Banyak pelaku usaha memperdiksi bahwa design-design interior yang
unik dan minimalis ke depannya masih memiliki banyak peminatnya,
sehingga usaha home living product ini kedepannya juga masih sangat
menjanjikan selama masih tercipta inovasi-inovasi dalam pelayanan untuk
menunjang kebutuhan furniture.
H. Penawaran
Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang ditawarkan produsen
pada berbagai tingkat harga pada suatu waktu waktu tertentu. Terdapat
beberapa faktor yang mempengaruhi penawaran dari produk kami, antara
lain harga, perbandingan harga dengan produk lain dan kualitas serta ciri
khas produk yang membedakan dengan produk lain. Jumlah estimasi
penawaran produk kami dalam sebulan adalah 30 buah.
I. Perkembangan Penawaran Sekarang
Perkembangan penawaran unit usaha kami saat ini bisa dikatakan normal
dengan target margin laba yang efektif. Hal tersebut disebabkan karena
harga jual dari produk kami yang termasuk kategori cukup terjangkau,
sehingga dengan bidikan segmen pasar yang sudah ada, kami optimis laba
margin dapat tercapai dengan jumlah penawaran yang kami produksi.
J. Prospek Penawaran di Masa Mendatang

14
Mengingat besarnya peluang bagi kami untuk mengembangkan unit usaha
kami di bidang furniture, maka yang akan kami lakukan pada masa
mendatang ialah menawarkan produk yang lebih bervariasi dan kreatif.

K. Sikap, Perilaku, dan Kepuasan Konsumen


Sikap konsumen terhadap produk kami dapat dikatakan bai, karena selama bisnis
ini berjalan belum ada complain dari konsumen.
Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan
dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian
produk demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Faktor yang mempengaruhi
perilaku konsumen adalah pengaruh lingkungan, perbedaan dan pengaruh
individu, dan proses psikologis. Dilihat dari konsumen kami yang sebagian besar
merupakan keluarga atau pasangan muda dan memiliki gaya hidup dan selera
modern minimalis. Maka mereka memutuskan untuk membeli perlengkapannya di
perusahaan kami karena sesuai dengan yang mereka butuhkan dan inginkan.
Kepuasan konsumen dapat dilihat dari pembelian ulang setiap individu terhadap
produk perusahaan kami.

15
BAB IV

ASPEK TEKNIS DAN OPERASIONAL

A. Sistem dan Prosedur Operasi


1. Sistem dan Prosedur Operasi
a) Proses dan Desain Produksi
Proses dan desain produksi produk kami memiliki produk yang
mengutamakan kepuasan konsumen dan produk yang disajikan
berupa Standing Hanger + Laci dengan desain laci berada dibawah
gantungan baju . Bentuk dari standing hanger ini sendiri kira-kira
menyerupai gantungan jemuran baju.
b) Penjadwalan Produksi
Penjadwalan produksi yang dimaksudkan untuk merinci jumlah
maupun barang yang akan diproduksi.
1) Waktu
Jam normal untuk penjadwalan jam operasional Young
Living Project ialah Senin-Sabtu dari jam 08.00-15.00
2) Transformasi Proses
Transformasi Proses Young Living Project sebagai berikut:
a. Pelanggan datang dan memesan
b. Menanyakan harga
c. Mempersiapkan pesanan
e. Pembayaran
c) Kapasitas Produksi
Kami mempunyai kapasitas produksi setiap bulan sebanyak 30 buah
produk.
d) Perencanaan Lokasi
Lokasi kami berada di wilayah Jalan Candi Sewu no 5 Malang karena
mengindari pesaing dan lokasi mudah dijangkau oleh supplier bahan
baku maupun konsumen karena letak lokasi yang strategis.

16
Gambar 1. Tata Layout Pabrik Young Living Project

Pintu masuk/keluar

Lokasi Desain Control Office

Tempat Pengukuran dan


Pemotongan bahan baku
Tempat
Finishing
Tempat Perakitan

e) Manajemen Persediaan
1) Ketersediaan Bahan Baku
Ketersediaan bahan baku kayu dibeli langsung dari produsen
kayu setengah jadi di kawasan kota Malang, sehingga
ketersediaan bahan baku dapat dikontrol dan biaya pengeluaran
lebih rendah.
Pemasok Utama
Pemasok utama dari perusahaan kami ialah kayu solid dan
playwood.

17
Tabel Keputusan Kuantitatif yang Terkait dengan Waktu
hhnn Jenjen
No Jenis Waktu Waktu Waktu Produksi Waktu
Persediaan Pemesanan Barang Datang pemesanan
ulang

1 1. Kayu Solid 15 Maret 2019 30 Maret 2019 1 April 2019 15 April 2019

2. Plywood 15 Maret 2019 30 Maret 2019 1 April 2019 15 April 2019

3. Paku 2 20 Maret 2019 30 Maret 2019 1 April 2019


2 20 April 2019

4. Lem Kayu 20 Maret 2019 30 Maret 2019 1 April 2019 20 April 2019

5. Sekrup Kayu 20 Maret 2019 30 Maret 2019 1 April 2019 20 April 2019

6. Cat Pernis
20 M 20 Maret 2019 30 Maret 2019 1 April 20
2019
Mar 20 April 2019

f) Proses Produksi
Berikut langkah-langkah pembuatan standing hanger + laci
a) Memotong kayu solid dan playwood sesuai dengan ukuran
yang telah ditentukan
b) Menghaluskan kayu-kayu yang telah di potong sesuai ukuran
c) Melubangi bagian-bagian kayu tertentu untuk tempat sekrup
kayu.
d) Merakit playwood menjadi bentuk laci-laci
e) Merakit potongan-potongan kayu menjadi bentuk standing
hanger dan meletakkan laci-laci pada bagian bawah standing
hanger.
f) Setelah terakit sempurna tahap berikutnya yaitu tahap
finishing yaitudengan memberikan cairan pernis.

18
g) Quality Control
Quality Control yang dilakukan perusahaan kami meliputi monitoring mulai dari
pemesanan bahan baku sampai pengecekan barang siap untuk di distribusikan. Selain
itu melakukan uji tes, apakah kualitas produk tersebut sesuai dengan standar kualitas
yang telah ditentukan perusahaan. Serta memeriksa semua proses produksi yang
terlibat dalam produksi suatu produk.

19
BAB V

ASPEK MANAJERIAL DAN SUMBER DAYA MANUSIA

Sumber daya manusia menjadi faktor penting pada suatu organisasi atau
perusahaan, karena untuk melaksanakan ide usaha dan mencapai tujuan perusahaan
dibutuhkan sumber daya manusia yang profesional. Oleh karena itu, manajemen
sumber daya manusia diperlukan disamping manajemen pemasaran, operasional, dan
keuangan di mana manajemen SDM merupakan usaha-usaha/ aktifitas-aktifitas suatu
organisasi dalam mengelola SDM yang dimilikinya dengan baik untuk mencapai
tujuan yang telah ditentukan. Manajemen SDM dimulai dari proses perekrutan tenaga
kerja, penempatan, pengelolahan, pemeliharaan, hingga pemutusan hubungan kerja.
Rencana usaha yang akan diimplementasikan melalui pembangunan proyek bisnis
secara rutin memerlukan kelayakan aspek SDM. Sehingga keberadaan SDM dalam
suatu perusahaan perlu dianalisis dengan tujuan untuk menjawab pertanyaan apakah
SDM yang diperlukan layak untuk membangun dan mengembangkan bisnis tersebut.

A. Jenis pekerjaan yang diperlukan dan deskripsi pekerjaan yang diperlukan


Berhubungan dengan pembagian kerja dan tanggung jawab karyawan atau struktur
organisasi yang berada dalam perusahaan Young Living Project, serta tanggung jawab
yang berbeda-beda pada para pekerja. Tanggung jawab serta tugas yang diberikan
sesuai dengan keahlian atau konsentrasi bidang jurusan pada masing-masing tenaga
kerja. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk membentuk suatu kerjasama yang baik
antar karyawan dalam perusahaan, sehingga dapat menciptakan lingkungan yang
nyaman untuk bekerja.
Biaya gaji per karyawan yakni Rp 1.600.000 untuk karyawan bagian produksi dan
Rp 2.500.000 untuk designer. Dan mendapatkan bonus jika penjualan per bulan
meningkat maka penghasilan dibagi banyak karyawan dan mengerjakan lembur. Untuk
memperjelas tugas, wewenang dan tanggung jawab antara bagian yang satu dengan
bagian yang lain, maka dibentuklah struktur organisasi di perusahaan Young Living
Project, dimana struktur organisasi di perusahaan ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

20
1. Struktur organisasinya masih sederhana karena perusahaan baru pada
level start up
2. Jumlah karyawannya yaitu sekelompok mahasiswa yang mendirikan
usaha itu sendiri, satu orang sebagai designer, dan empat orang sebagai
karyawan produksi.
B. Struktur Organisasi Usaha dan Mekanisme Koordinasi dan Sinergi Antar
Anggota OrganisasiYoung Living Project

CEO
VIKA NUR

M. KEUANGAN M. PEMASARAN M. OPERASIONAL M. SDM


BETHA AYUNDA NURUL HIDAYATI OVA AMALIA TAMARA CHYNTIA

DESAINER STAF

Jumlah Karyawan Young Living Project


1 Orang sebagai CEO
2 Orang Manajer SDM & Pemasaran
1 Orang Manajer Keuangan
1 Orang Manajer Operasional
4 Orang Staff Produksi
1 Orang sebagai Designer
Jumlah sumber daya manusia saat ini pada Young Living Project berjumlah
10 orang.

21
a) Jenis pekerjaan dan deskripsi pekerjaan yang diperlukan
a. CEO
CEO atau Chief Executive Officer atau Pejabat Eksekutif
Tertinggi adalah jenjang tertinggi dalam perusahaan (eksekutif)
atau administrator yang diberi tanggung jawab untuk mengatur
keseluruhan suatu organisasi.
CEO bertugas sebagai berikut:
 Merencanakan, mengelola, dan menganalisis segala aktivitas
fungsional bisnis seperti operasional, sumber daya manusia,
keuangan, dan pemasaran
 Mengelola perusahaan sesuai dengan tujuan strategis
perusahaan dengan keefektivan dan biaya seefisien mungkin
 Mengelola perusahaan sesuai dengan tujuan strategis
perusahaan dengan keefektivan dan biaya seefisien mungkin
 Menjaga sustainabilitas keunggulan kompetitif perusahaan
dan meningkatkan kompetensi utama perusahaan dan
mengimplementasikannya
b. Manajer Sumber Daya Manusia
Manajer sumber daya manusia adalah seseorang yang
bertanggung jawab untuk mengatur kualitas tenaga kerja dalam
usaha Young Living Project
Manajer administrasi lapangan bertugas sebagai berikut:
 Bertanggungjawab terhadap kualitas tenaga kerja.
 Mengatur pembagian gaji atau upah tenaga kerja dan bonus
tiap karyawan
 Membuat keputusan tentang pemberhentian kerja.
c. Manajer Pemasaran
Manajer pemasaran adalah seseorang yang bertugas untuk
mengenalkan produk ke masyarakat dan mempromosikan produk

22
yang telah diproduksi agar masyarakat tertarik untuk
menggunakan produk dari Young Living Project.
Manajer pemasaran bertugas sebagai berikut:
 Melakukan rencana pemasaran dan strategi pemasaran untuk
beberapa periode kedepan.
 Menganalisa minat konsumen dan mengkonsep strategi
pemasaran yang akan dilakukan.
d. Manajer Keuangan
Manajer keuangan adalah seseorang yang bertanggung jawab
terhadap kondisi keuangan perusahaan dan
menghitungperencanaan produksi berkaitan dengan modal,
investasi, waktu pengembalian modal.
Manajer keuangan bertugas sebagai berikut:
 Membuat budget planning atau perencanaan keuangan untuk
melakukan beberapa kegiatan perusahaan seperti kegiatan
operasional dan pemasaran perusahaan.
e. Manajer Operasional
Manajer operasional adalah seseorang yang bertangung jawab
dalam seluruh kegiatan produksi perusahaan Young Living
Project.
Manajer operasional bertugas sebagai berikut:
 Mempelajari gambar dan spesifikasi produk yang dihasilkan
 Melakukan persiapan produksi dan pembuatan design serta
pembuatan produk.
 Membuat laporan realisasi kuantitas pekerjaan yang telah
dilaksanakan dalam kegiatan produksi.
 Mengkoordinasi kegiatan produksi dengan seluruh bagian
manajer dalam perusahaan.
f. Staff Produksi

23
Staff produksi adalah sebuah jabatan didalam perusahaan yang
mempunyai tanggungjawab dalam mengelola atau memproses
suatu barang dari bahan baku menjadi produk jadi yang siap
dikonsumsi dan dipasarkan sebagaimana yang dibutuhkan
perusahaan.
g. Designer
Designer adalah sebuah jabatan didalam perusahaan yang
mempunyai tanggungjawab dalam membuat design-design
furniture yang modern maupun sesuai dengan keingin
konsumen.
C. Persyaratan pekerjaan yang diperlukan
a) Pendidikan Formal
Karena perusahaan baru berdiri dan masih dalam level start up, pendiri
usaha pun mahasiswa yang telah menempuh beberapa semester di
dalam dunia perkuliahan. Tingkat pendidikan tidak menjadi faktor
utama karena pada masa awal terbentuknya perusahaan ini yang
diutamakan adalah kemampuan atas pekerjaan tersebut dan perekrutan
karyawan merupakan orang-orang terdekat yang dinilai berkompeten
dalam bidangnya. Pada perusahaan Young Living Project yang
dibutuhkan adalah tenaga kerja yang jujur, berdedikasi, memiliki
pengalaman, dan bertanggung jawab serta memiliki komitmen.
b) Pengalaman Kerja
Pengalaman kerja pada karyawan di perusahaan Young Living Project
adalah pengalaman kerja pada perusahaan/industri dalam memproduksi
furniture dan designer.
c) Persyaratan Fisik
Karyawan harus sehat jasmani dan rohani. Dikarenakan perusahaan
masih memiliki jumlah tenaga kerja yang terbatas, maka sangat tidak
diharapkan jika salah satu tenaga kerja memiliki kekurangan sehat
jasmani dan rohani. Bisnis ini memerlukan karyawan dengan kesehatan

24
fisik yang memadai mengingat tenaga merupakan kunci sukses dari
berbagai bagian pekerjaan perusahaan.
d) Demografi Karyawan
Karyawan tetap perusahaan ini mayoritas berdomisili di Malang,
dikarenakan letak perusahaan berada di Malang. Tenaga kerja yang
berada dalam perusahaan ini adalah warga domisili Malang Kota.

D. Cakupan rincian semua pekerjaan dan pendistribusian beban kerja


Dalam suatu organisasi diperlukan adanya kerjasama dan koordinasi
dari bagian-bagian yang terlibat di dalamnya. Begitu pula wewenang dan
tugas dari masing-masing bagian dalam melaksanakan tanggung jawabnya
guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi.
Hubungan kerja sama antara satu karyawan dengan karyawan yang
lain dibina pada saat berjalannya proses operasional perusahaan. Dimana
hubungan kerja sama ini merupakan perwujudan atas hak dan kewajiban
karyawan sebagai rekan kerja untuk mencapai keberhasilan usaha. Untuk
menjaga agar hubungan kerja antar karyawan agar terjalin harmonis
dilakukan dengan cara pendekatan dan komunikasi antar karyawan.
Dengan adanya komunikasi yang baik maka hubungan kerja sama
yang terjalin secara tidak langsung akan memperlancar proses operasional.
Dengan lancarnya proses operasional ini maka akan mampu menekan biaya
operasional serta menghemat waktu untuk pengawasan. Hubungan kerja
sama yang terjalin di perusahaan Young Living Projectcukup baik.
Komunikasi yang baik terjalin pada saat aktifitas kerja didalam maupun di
luar kegiatan operasional.
E. Rekruitmen Sumber Daya Manusia
Salah satu kunci utama dalam menciptakan Sumber Daya Manusia yang
profesional terletak pada proses rekruitmen. Untuk itulah rekruitmen tenaga
kerja dibutuhkan guna menyaring para tenaga kerja yang ingin melamar.
Dalam organisasi atau perusahaan, rekruitmen ini menjadi salah satu proses

25
penting dalam menentukan baik tidaknya tenaga kerja yang akan melamar di
perusahaan tersebut.
a) Kebutuhan SDM
Young Living Project membutuhkan ± 4 orang untuk untuk
melaksanakan semua kegiatan usaha yang ada di dalam perusahaan
Young Living Project.
b) Ketersediaan Pasar Tenaga Kerja
Seperti yang telah dijelaskan dalam pada poin sebelumnya,
perusahaan mencari karyawan yang berdomisili di Malang khususnya
yang berpengalaman dan berkompeten pada bidangnya.
c) Proses rekruitmen SDM
Pengambilan dan perekrutan karyawan oleh perusahaan dengan cara
membuka lamaran bagi tenaga kerja yang berminat. Perusahaan
memberikan pengumuman ketika membutuhkan karyawan baru untuk
bekerja, melalui karyawan yang telah bekerja atau pembicaraan dari
mulut ke mulut. Tenaga kerja atau pelamar yang melamar hanya cukup
datang ke perusahaan membawa surat lamaran, dan melakukan
wawancara dengan pemilik perusahaan. Perusahaan tidak menerima
pelamar yang hanya mengirimkan surat lamaran dan tidak datang
langsung ke perusahaan karena hal tersebut menunjukkan bahwa
pelamar kurang memiliki keseriusan untuk mendapatkan pekerjaan di
perusahaan.
F. Pemeliharaan Karyawan

Dalam rangka membina hubungan yang baik dan mempererat hubungan antara
sesama karyawan maka setiap 6 bulan sekali kami melakukan rekreasi seluruh
karyawan perusahaan Young Living Project.

26
BAB VI

ASPEK KEUANGAN

Analisis aspek keuangan dibutuhkan penilaian tertentu seperti penilaan sumber


dana yang diperoleh, kebutuhan biaya investasi, estimasi pendapatan, dan biaya
investasi selama beberapa periode termasuk jenis dan jumlah biaya yang
dikeluarkan selama umur investasi serta penilaian investasi yang digunakan untuk
menilai kemampan perusahaan.
A. Sumber Dana atau Modal

Modal merupakan segala sesuatu baik berupa uang maupun keseluruhan


barang-barang yang digunakan untuk mendirikan sebuah usaha. Modal dapat
diperoleh dari pemilik perusahaan sendiri (modal sendiri), pinjaman dari pihak
eksternal (modal pinjaman), atau patungan dari pihak-piahk yang mendirikan
perusahaan (modal patungan). Modal yang digunakan pada Young Living
Project berasal adalah modal sendiri yaitu modal yang berasal dari pemilik
perusahaan dan pinjaman bank. Modal sendiri tersebut kemudian digunakan
untuk melakukan investasi dan biaya modal kerja perusahaan.
B. Kebutuhan Dana
Kegiatan biaya usaha Young Living Projectdapat diperinci sebagai tabel
berikut :
a. Biaya Variabel

Young Living Project

No Keterangan Banyak Biaya Pokok Jumlah


Produk

1 Kayu Solid 10 m3 Rp. 550.000 Rp 5.500.000

2 Plywood 20 lembar Rp. 150.000 Rp 3.000.000

3 Paku 1 kg Rp. 36.000 Rp 36.000

27
4 Lem Kayu 600 gram Rp 14.000 Rp 14.000
b. B Kayu
5 Sekrup 3 pack Rp 25.000 Rp 75.000
i
6 CataPernis 3 Liter Rp 60.000 Rp 180.000
y
TOTALaSELAMA 1 Bulan Produksi Rp 8.805.000

Tetap

No Keterangan Jumlah Harga/Satuan Jumlah

1 Mesin 1 Rp 2.500.000 Rp 2.500.000


Pemotong
Kayu
2 Alat Bor 1 Rp 175.000 Rp 175.000
3 Alat Ukur 4 Rp 50.000 Rp 200.000
(Meteran Roll)
4 Spray Gun 1 Rp 600.000 Rp 600.000
Total Rp 3.475.000

Total Biaya = Biaya Tetap + Biaya Variabel


= Rp. 3.475.000 + Rp. 8.805.000
= Rp. 12.280.000
Total biaya adalah modal awal yang dikeluarkan untuk usaha Young Living Project
diperkirakan sebesar Rp.12.280.000
C. Perhitungan Keuangan

Modal Awal Rp. 12.280.000


Kapasitas 30 Standing Hanger + Laci
Produksi
perbulan
Harga per unit Rp. 600.000
Penjualan Pendapatan perbulan (Rp.600.000 X 30pcs) =
Rp.18.000.000
Total Pendapatan Kotor/Tahun = Rp216.000.000

28
Biaya Tetap Rp, 3.475.000
Biaya Variabel Rp. 8.805.000
Biaya Tenaga @ Rp. 1.600.000 x 2 = Rp. 3.200.000
Kerja
Total Biaya Biaya tetap +biaya variabel + biaya tenaga kerja
Rp. 3.475.000 + Rp. 8.805.000 + Rp. 3.200.000
Rp. 15.480.000
Keuntungan Laba perbulanRp 18.000.000 – Rp. 8.805.000 -Rp.
Bersih 3.200.000= Rp. 5.995.000
Laba pertahun Rp. 5.995.000 x 12 bln = Rp. 71.940.000
Total Pendapatan Bersih Per Tahun Rp. 71.940.000
BEP (Break Total biaya tetap
Event Point) 𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑗𝑢𝑎𝑙 𝑝𝑒𝑟 𝑢𝑛𝑖𝑡 − 𝑣𝑎𝑟𝑖𝑎𝑏𝑒𝑙 𝑐𝑜𝑠𝑡 𝑝𝑒𝑟 𝑢𝑛𝑖𝑡
𝑅𝑝15.480.000
= 50 produk
𝑅𝑝600.000−𝑅𝑝295.500
ROI (Return 𝑙𝑎𝑏𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
On Investment) 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑎𝑠𝑒𝑡
𝑅𝑝71.840.000
Tahun 1 = 4.64%
𝑅𝑝15.480.000

D. Analisis Keuangan
Investasi jangka panjang berupa investasi modal yang dikeluarkan saat
ini hasilnya baru akan dinikmati dalam jangka waktu lebih lama. Untuk itu
menentukan kelayakan usaha pada usaha digunakan beberapa metode yaitu
metode Net Present Value (NPV) dan Payback Periode (PP). Penentuan
metode tersebut harus menggunakan proyeksi arus kas operasional bersih
dalam 5 tahun terakhir yaitu sebagai berikut :
Tabel 8. Proyeksi Arus Kas 5 tahun
Tahun Arus Kas Operasional Bersih
Tahun 1 Rp. 71.840.000
Tahun 2 Rp. 75.054.000
Tahun 3 Rp. 78.628.000
Tahun 4 Rp. 82.202.000

29
Tahun 5 Rp. 85.776.000

Berdasarkan dari proyeksi arus kas operasional bersih yang dibuat


selama 5 tahun ini maka penilaian Young Living Projectjika menggunakan
metode NPV dan kesepakatan BI rate sebesar 15%, maka NPV dari Sweet
Potatoes Brownies adalah sebagai berikut:
𝐶𝐹
𝑁𝑃𝑉 = ∑ − 𝐼0
(1 + 𝑖)𝑛
Dimana, NPV = Net Present Value
CF = Cash Flow
I = tingkat bunga
I0 = Investasi Awal

Berdasarkan rumus diatas dapat diketahui bahwa :


𝑅𝑝71.840.000 𝑅𝑝75.054.000 𝑅𝑝78.628.000 𝑅𝑝82.202.000
𝑁𝑃𝑉 = ( + + +
( 1 + 0,15)1 (1 + 0,15)2 ( 1 + 0,15)3 (1 + 0,15)4
𝑅𝑝85.776.000
+ ) − 𝑅𝑝15.480.000
(1 + 0,15)5
= (Rp. 62.469.565 + Rp. 56.751.606 + Rp. 51.699.186 + Rp.
46.999.260 + Rp. 42.645.831) – Rp. 15.480.000
= 254.094.448

Perhitungan diatas menghasilkan nilai NPV sebesar Rp. 254.094.448


, sehingga usaha Young Living Product diterima karena nilai NPV > 0.
Sedangkan jika menggunakan metode Payback Periode maka
perhitungannya sebagai berikut :
Tahun Arus Kas Arus Kas Kumulatif
M Tahun 0 Rp. 71.840.000 (Rp. 71.840.000)
Tahun 1 Rp. 75.054.000 Rp. 75.054.000
Tahun 2 Rp. 78.628.000 Rp. 153.628.000
Tahun 3 Rp. 82.202.000 Rp. 235.884.000
Tahun 4 Rp. 85.776.000 Rp. 321.660.000
Tahun 5 Rp. 89.350.000 Rp. 411.010.000

30
𝑃𝑃 = 𝑇𝑎ℎ𝑢𝑛 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑒𝑚𝑏𝑎𝑙𝑖𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑛𝑢ℎ
𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚 𝑑𝑖𝑘𝑒𝑚𝑏𝑎𝑙𝑖𝑘𝑎𝑛
+
𝐴𝑟𝑢𝑠 𝑘𝑎𝑠 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑗𝑎𝑙𝑎𝑛
𝑅𝑝71.840.000
𝑃𝑃 = 0 𝑇𝑎ℎ𝑢𝑛 + 𝑅𝑝75.054.000

𝑃𝑃 = 0,95 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 = 11 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛 4 ℎ𝑎𝑟𝑖


Berdasarkan perhitungan diatas, maka diperoleh jangka waktu
pengembaliannya 11 bulan 4 hari.

31
BAB VII

ASPEK LINGKUNGAN

Lingkungan tempat bisnis akan dijalankan harus dianalisis dengan cermat. Hal
ini disebabkan lingkungan disatu sisi dapat menjadi peluang dari bisnis yang akan
dijalankan,namun disisi lain lingkungan juga dapat menjadi ancaman bagi
perkembangan bisnis.Keberadaan bisnis dapat berpengaruh terhadap lingkungan, baik
lingkungan masyarakatmaupun lingkungan ekologi tempat bisnis yang akan
dijalankan.Suatu bisnis dapat menimbulkan berbagai aktivitas sehinggga
menimbulkan dampak bagi lingkungan disekitar lokasi bisnis. Perubahan kehidupan
masyarakat sebagai akibat dariadanya aktivitas bisnis dapat berupa semakin ramainya
lokasi disekitar lokasi bisnis, timbulnya kerawanan sosial, timbulnya penyakit
masyarakat, juga perubahan gaya hidupsebagai akibat masuknya tenaga kerja dari
luar daerah.
Analisis aspek lingkungan dilakukan untuk mengetahui apakah lingkungan
setempat sesuaidengan ide bisnis yang akan dijalankan dan apakah manfaat bisnis
bagi lingkungan lebihbesar dibandingkan dampak negatifnya. Suatu ide bisnis
dinyatakan layak berdasarkan aspek lingkungan sesuai dengan kebutuhan ide bisnis
dan ide bisnis tersebut mampu memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan
dampak negatifnya di wilayah tersebut. Usaha Home Living Product berproduksi Jl.
Candi Sewu No 5 Kota Malang. Dimana aspek lingkungan yang ada akan dibahas
sebagai berikut:
A. Lingkungan Operasional
Lingkungan yang memilki kaitan langsung dengan aktivitas operasional
perusahaan. Lingkungan operasional adalah lingkungan yang paling dekat
dengan semua aktifitas perusahaan.
1. Lingkungan Pesaing
Pesaing adalah perusahaan dalam industri yang sama dalam menjual produk
kepada pelanggan. Pesaing sangat berpengaruh terhadap keberhasilan bisnis.
Perusahaan harus memiliki keunggulan bersaing untuk dapat

32
memenangkan persaingan. Di lokasi tempat usaha Home Living Product
berada merupakan lokasi yang kurang akan terdapat pesaing sehingga kami
dapat mempermudah memasarkan produk yang akan kami pasarkan.
2. Lingkungan Pelanggan
Pelanggan adalah pembeli produk yang dihasilkan oleh perusahaan.
Pelanggan merupakan faktor kunci keberhasilan bisnis karena pelanggan
sumber pendapatan. Analisis pelanggandalam lingkungan operasional
dilakukan dengan analisis relatif dan proaktif. Analisis relatif adalah analisis
masalah pelanggan setelah kejadian. Analisis proaktif adalah
memperkirakankecenderungan dan masalah sebelum terjadi. Selain itu
dilakukan pula analisis segmentasi pelanggan untuk mengelompokkan
pelanggan sesuai dengan karakteristiknya. Untuk pangsa pasar Home Living
Product, lingkungan yang ditempati saat ini merupakan lingkungan yang
cocok karena sebagian besar merupakan masyarakat pendatang.
Pemasok adalah perusahaan yang menyediakan bahan baku, tenaga kerja,
keuangan dan sumber informasi kepada perusahaan lain. Pemasok memegang
peranan yang sangat penting bagi kelancaran bisnis.
3. Lingkungan Pegawai
Pegawai merupakan aspek yang paling penting, karena pegawai adalah
pelaku yangmenunjang tujuan perusahaan tercapai. Karena usaha Home
Living Productini merupakan rencana bisnis yang akan kelompok kami
jalankan dan membutuhkan berapa tenaga kerja untuk pekerja sementara saat
ini yaitu
1 Orang sebagai CEO
2 Orang Manajer SDM & Pemasaran
1 Orang Manajer Keuangan
1 Orang Manajer Operasional
4 Orang Staff Produksi
1 Orang sebagai Designer
Jumlah sumber daya manusia saat ini pada Young Living Project berjumlah
10 orang.

33
B. Lingkungan Industri
Aspek lingkungan industri lebih mengarah kepada aspek persaingan di mana
usaha berada. Masuknya usaha yang sejenis di tempat yang sama akan
menimbulkan ancaman bagi usaha yang sudah ada, seperti perebutan pangsa
pasar dan perebutan sumber daya produksi yang terbatas.
Untuk mengatasi hal tersebut Home Living Product akan menciptakan
perbedaan-perbedaan untuk kedepannya, seperti : meningkatkan kualitas
pelayanan, memperbanyak varian desain produk, meminta kritik dan saran
kepada konsumen, melakukan pemasaran secara luas melalui media online dan
word to mouth.
C. Ijin Usaha
Home Living Product merupakan suatu program rencana bisnis yang akan
dijalankan oleh kelompok mahasiswa untuk memenuhi tanggung jawab serta
melatih kreatifitas dan kemampuan pola pikir mahasiswa tersebut sehingga dapat
menghasilkan sesuatau yang bermanfaat bagi dirisendiri dan orang lain, oleh
karena itu usaha Home Living Product meminta izin membuka usaha Home
Living Product kepada pihak disekitar wilayah untuk mendirikan usaha agar
nantinya tercipta rasa nyaman dan aman.
D. AMDAL
Home Living Product merupakan suatu rencana bisnis Home Living Productyang
merupakan bidang usaha yang menggunakan kayu sebagai bahan baku untuk
membuat Home Living Product atau mebel. Limbah potongan kayu yang biasanya
banyak dihasilkan tak hanya akan menjadi limbah buangan semata jika masyarakat
dapat mengetahui cara pemanfaatannya agar menjadi benda yang memiliki fungsi
kembali. Salah satu cara pemanfaatannya adalah dengan mengolah kembali limbah
potongan kayu tersebut menjadi papan kayu yang kemudian dapat digunakan menjadi
pelengkap berbagai macam elemen interior. Kayu yang biasanya banyak digunakan
pada furniture seperti kayu jati, sonokeling, dan mahoni dapat dipadu padankan dan
menciptakan nilai estetis.
Limbah potongan kayu tersebut diproses kembali menjadi papan kayu dengan
proses perekatan dan perataan atau pengetaman. Setelah melalui proses tersebut,

34
limbah potongan kayu akan menjadi sebuah papan dari limbah potongan kayu yang
kemudian dapat dimanfaatkan dalam interior menjadi benda pakai seperti partisi, top
table, pelapis dinding, dan sebagainya.
Selain mengurangi pencemaran dari limbah, hal ini juga dapat berfungsi untuk
menaikkan nilai pakai dan nilai ekonomi suatu benda, sehingga jika cara pengolahan
limbah potongan kayu ini dapat diberdayakan di masyarakat, dapat juga menaikkan
taraf hidup masyarakat dengan menciptakan lahan pekerjaan baru dari pengolahan
limbah ini.

35
BAB VII

PENUTUP

A. Kesimpulan Studi Kelayakan


1. Aspek Pemasaran
Sesuai dengan apa yang telah dibahas dan dipaparkan diatas, dapat
ditarik kesimpulan bahwa peluang untuk mengembangkan Home Living
Productmempunyai peluang yang sangat luas. Hal ini dapat dilihat
melalui analisis STP, analisis SWOT dan analisis Pesaing.
2. Aspek Teknik dan Operasional
Ditinjau dari aspek operasional, Young Living Product dikatakan
cukup layak karena memproduksi dan memasarkan produk yang memiliki
varian desain dan selalu mengutamakan keinginan dan kepuasan
pelanggan.
3. Aspek Sumberdaya Manusia
Berdasarkan pembahasan dari aspek sumber daya manusia, diketahui
bahwa sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam perusahaan start up
Home Living Product dimana memerlukan bantuan tenaga kerja tukang
kayu 4 orang dan tenaga kerja yang lain seperti tenaga kerja yang ada
dalam perusahaan yaitu CEO, manajer pemasaran, manajer keuangan,
manajer operasional dan Manajer SDM.
4. Aspek Keuangan
Dalam kegiatan usaha kami dapat memperolah total pendapatan kotor
sebesar Rp216.000.000. Dan mendapatkan angka pendapatan bersih Per
Tahun Rp. 71.940.000 , yang kami dapatkan dari aktivitas bisnis di tahun
pertama menunjukkan angka yang cukup besar yaitu 4.64%
NPV dari aktivitas bisnis Young Living Product sebesar Rp. 254.094.448
yang mana sangat dapat diterima. Payback period dari aktivitas bisnis
Young Living Product juga cukup singkat yaitu diperoleh jangka waktu
pengembaliannya satu tahun delapan hari.

36
5. Aspek Lingkungan
Berdasarkan aspek lingkungan, usaha Home Living Product
mempunyai lingkungan usaha yang mendukung, mulai dari lingkungan
operasional dan lingkungan industri, izin usaha dan AMDAL.
B. Rekomendasi Tindak Lanjut
1. Aspek Pemasaran
Perusahaan Home Living Product harus meningkatkan promosi
melalui media masa dan media sosial, sehingga masyarakat akan lebih
mengenal mengenai produkini.
2. Aspek Teknis dan Operasional
Selalu meningkatkan dan menjaga kualitas pelayanan yang
disampaikan kepada pelanggan guna dalam pengembangan produk
furniture
3. Aspek Manajerial dan Sumberdaya Manusia
Home Living Product menggunakan jumlah tenaga kerja yang karena
semakin banyak jumlah tenaga kerja akan berpengaruh pada produksi
yang akan di hasilkan (semakin banyak jumlah tenaga kerja yang
digunakan home living product akan berpengaruh pada produksi yang
akan dihasilkan).
4. Aspek Keuangan
Perusahaan sebaiknya membuat lebih memperinci laporan keuangan
sehingga dalam melakukan analisis keuangan menjadi lebih mudah.
5. Aspek Lingkungan
Perusahaan sebaiknya melihat terdalam lingkungan usaha tersebut
sehingga produk usaha Young Living home living Product menjadi lebih
inovatif dan lebih mengikuti zaman.

37
LAMPIRAN

Gambar 1 Foto produk

38