Anda di halaman 1dari 13

Laporan Hasil Observasi Museum Nasional

Disusun Oleh:

Pradhika Nur Arifin (XII.1 Kimia Analisis)

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

CARAKA NUSANTARA

JAKARTA TIMUR

2019
Laporan Hasil Observasi Museum Nasional

Disusun Oleh:

Pradhika Nur Arifin (XII.1 Kimia Analisis)

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

CARAKA NUSANTARA

JAKARTA TIMUR

2019

ii
PRAKATA
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah mengaruniakan segalanya
sehingga semua halangan dan berbagai masalah yang lain selama penyusunan laporan yang
berjudul “Laporan Hasil Observasi Museum Nasional” dapat terselesaikan dengan baik.

Dalam penyusunan laporan ini, penulis mendapat banyak bantuan, arahan, saran, dan
bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin
mengucapkan terima kasih kepada :

1. Drs. Hendra Nanto W., Apt., selaku Kepala Sekolah SMK Caraka Nusantara yang
telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk menyelesaikan laporan ini.

2. Guru pembimbing yang telah memberikan arahan dan bimbingan kepada penulis
dalam menyelesaikan laporan ini.

3. Orang tua, yang senantiasa mendukung dan mendoakan penulis hingga penulis dapat
menyelesaikan laporan ini.

Jakarta, Januari 2019

Penulis

iii
DAFTAR ISI

KOVER ................................................................................................................................................... i
HALAMAN SAMPUL.......................................................................................................................... ii
PRAKATA ............................................................................................................................................ iii
DAFTAR ISI......................................................................................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ............................................................................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ......................................................................................................................... 1
1.3 Tujuan Penelitian ......................................................................................................................... 2
1.4 Manfaat Penelitian ....................................................................................................................... 2
BAB II LANDASAN TEORI ............................................................................................................... 3
2.1 Definisi Umum Museum............................................................................................................... 3
2.2 Fungsi Museum............................................................................................................................. 3
2.3 Jenis Jenis Museum....................................................................................................................... 4
BAB III PEMBAHASAN ..................................................................................................................... 5
3.1 Latar Belakang Museum Nasional ................................................................................................ 5
3.2 Koleksi Museum Nasional ............................................................................................................ 6
BAB IV PENUTUP.............................................................................................................................. 8
4.1 Simpulan ...................................................................................................................................... 8
4.2 Saran............................................................................................................................................. 8
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................................ 9

iv
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan sangat penting untuk setiap orang karena pendidikan itu
sendiri menyangkut masa depan, serta merupakan upaya untuk mencerdaskan
anak bangsa. Pendidikan tidak hanya tanggung jawab seorang guru,
pemerintah, masyarakat maupun orang tua. Namun semua lapisan masyarakat
Indonesia juga ikut bertanggung jawab atas terwujudnya pendidikan nasional.
Yakni dengan menjalankan tugas sesuai dengan kemampuan dan tanggung
jawab yang merupakan upaya untuk terwujudnya pendidikan nasional yang
bermutu tinggi dan berbudi pekerti luhur.
Kunjungan museum merupakan bentuk pencarian informasi dii luar
lingkungan SMK Caraka Nusantara . Dengan dilaksanakannya kunjungan
museum ini, maka salah satu manfaat yang didapatkan adalah kita menjadi
dapat mengamati dan mempelajari secara langsung suatu objek maupun suatu
informasi yang dalam lingkungan sekitar kita yang mungkin tidak selalu
dapat kita jumpai.

Dipilihnya objek Museum Nasional karena untuk mengetahui lebih jelas


tentang benda-benda kuno dari seluruh Nusantara. Antara lain yang termasuk
koleksi adalah arca-arca kuno, prasasti, benda-benda kuno lainnya dan
barang-barang kerajinan. Koleksi-koleksi tersebut dikategorikan ke dalam
etnografi, perunggu, prasejarah, keramik, tekstil, numismatik, relik sejarah,
dan benda berharga.

1.2 Rumusan Masalah


Rumusan masalah yang terdapat dalam laporan ini sebagai berikut:

1.2.1 Bagaimana latar belakang dibentuknya Museum Nasional?

1.2.2 Apa saja koleksi yang terdapat di Museum Nasional?

1
2

1.3 Tujuan Penelitian


Untuk memperjelas arah dan tujuan dari laporan ini, maka dirumuskan tujuan
kegiatan pelaksanaan sebagai berikut:

1.3.1 Mengetahui latar belakang dibentuknya Museum Nasional.

1.3.2 Mengetahui koleksi yang terdapat di Museum Nasional.

1.4 Manfaat Penelitian


Bagi penyusun dapat meningkatkan kemampuan penyusun dalam membuat
laporan dan dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan serta
menumbuhkan rasa cinta tanah air dan nasionalisme. Sedangkan bagi pembaca
dapat menambah pengetahuan tentang Museum Nasional serta membangkitkan
kepedulian pembaca terhadap Sejarah Indonesia.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Definisi Umum Museum
Museum pada umumnya dikenal dengan sebuah gedung atau bangunan yang
menyimpan koleksi benda-benda warisan budaya yang bernilai luhur yang patut
disimpan. Dalam sejarah museum mengalami perubahan – perubahan yang
bersifat fungsi museum yang awalnya kemudian berkembang dan bertambah
dengan fungsi pemeliharaan, pengawetan, penyajian atau pameran dan akhirnya
fungsi ini semakin bertambah.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No. 19 Tahun 1995, museum adalah
lembaga, tempat penyimpanan, perawatan, pengamanan dan pemanfaatan
benda-benda bukti materiil hasil budaya manusia serta alam dan lingkungannya
guna menunjang upaya perlindungan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa.
Sedangkan menurut Intenasional Council of Museum (ICOM) dalam Pedoman
Museum Indonesia 2008. Museum adalah sebuah lembaga yang bersifat tetap,
tidak mencari keuntungan, melayani masyarakat dan perkembangannya, terbuka
untuk umum, memperoleh, merawat, menghubungkan dan memamerkan
artefak-artefak perihal jati diri manusia dan lingkungannya untuk tujuan studi,
pendidikan dan rekreasi.

2.2 Fungsi Museum


Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 1995 dalam Pedoman
Museum Indonesia 2008. museum memiliki tugas menyimpan, merawat,
mengamankan dan memanfaatkan koleksi museum berupa benda cagar budaya.
Dengan demikian museum memiliki dua fungsi besar yaitu :

 Sebagai tempat pelestarian, museum harus melaksanakan kegiatan


seperti, Penyimpanan yang meliputi pengumpulan benda untuk menjadi
koleksi, pencatatan koleksi, sistem penomoran dan penataan koleksi.
Perawatan, yang meliputi kegiatan mencegah dan menanggulangi
kerusakan koleksi. Pengamanan, yang meliputi kegiatan perlindungan
untuk menjaga koleksi dari gangguan atau kerusakan oleh faktor alam
dan ulah manusia.

3
4

 Sebagai sumber informasi, museum melaksanakan kegiatan pemanfaatan


melalui penelitian dan penyajian. Penelitian dilakukan untuk
mengembangkan kebudayaan nasional, ilmu pengetahuan dan teknologi.
Penyajian harus tetap memperhatikan aspek pelestarian dan
pengamanannya.

2.3 Jenis Jenis Museum


Jenis museum berdasarkan koleksi :
 Museum seni juga dikenal sebagai sebuah galeri seni, merupakan sebuah
ruang untuk pameran seni, biasanya merupakan seni visual, dan biasnya
terdiri dari lukisan, ilustrasi, dan patung. Koleksi dari lukisan dan
dokumen lama biasanya tidak dipamerkan didinding, akan tetapi
diletakkan diruang khusus. Museum seni, lebih dikenal dengan nama
galeri seni, merupakan sebuah ruangan untuk pameran benda seni, mulai
dari seni visual yaitu di antaranya lukisan, gambar, dan patung. Beberapa
contoh lainnya adalah seni keramik.
 Museum sejarah merupakan museum yang memeberikan edukasi
terhadap sejarah dan relevansinya terhadap masa sekarang dan masa lalu.
Beberapa museum sejarah menyimpan aspek kuratorial tertentu dari
sejarah dari lokal tertentu. Museum jenis ini memiliki koleksi yang
beragam termasuk dokumen, artefak, seni, dan benda arkeologi.
 Museum Otomotif merupakan museum yang memamerkan kendaraan.
 Museum arkeologi merupakan museum yang memamerkan artefak
peninggalan dahulu, seperti candi, batu, logam. Museum arkeologi
banyak yang bersifat museum terbuka (museum yang terdapat di ruang
terbuka). contoh museum mputantular.
 Museum militer merupakan museum yang mengkhususkan diri terhadap
sejarah militer. Benda yang biasa dipamerkan pada museum ini
contohnya adalah senjata, seragam militer, dan bahkan kendaraan
perang.
 Museum geologi merupakan museum yang membahas tentang bumi.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Latar Belakang Museum Nasional

Eksistensi Museum Nasional diawali dengan berdirinya suatu himpunan yang


bernama Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, didirikan
oleh Pemerintah Belanda pada tanggal 24 April 1778. Pada masa itu di Eropa
tengah terjadi revolusi intelektual (the Age of Enlightenment) yaitu dimana
orang mulai mengembangkan pemikiran-pemikiran ilmiah dan ilmu
pengetahuan. Pada tahun 1752 di Haarlem, Belanda berdiri De Hollandsche
Maatschappij der Wetenschappen (Perkumpulan Ilmiah Belanda). Hal ini
mendorong orang-orang Belanda di Batavia (Indonesia) untuk mendirikan
organisasi sejenis.Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen
(BG) merupakan lembaga independen yang didirikan untuk tujuan memajukan
penetitian dalam bidang seni dan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang-
bidang ilmu biologi, fisika, arkeologi, kesusastraan, etnologi dan sejarah, Berta
menerbitkan hash penelitian. Lembaga ini mempunyai semboyan “Ten Nutte
van het Algemeen” (Untuk Kepentingan Masyarakat Umum).

Salah seorang pendiri lembaga ini, yaitu JCM Radermacher,


menyumbangkan sebuah rumah miliknya di Jalan Kalibesar, suatu kawasan
perdagangan di Jakarta-Kota. Kecuali itu ia juga menyumbangkan sejumlah
koleksi benda budaya dan buku yang amat berguna, sumbangan Radermacher
inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya museum dan perpustakaan. Selama
masa pemerintahan Inggris di Jawa (1811-1816), Letnan Gubernur Sir Thomas
Stamford Raffles menjadi Direktur perkumpulan ini. Oleh karena rumah di
Kalibesar sudah penuh dengan koleksi, Raffles memerintahkan pembangunan
gedung baru untuk digunakan sebagai museum dan ruang pertemuan untuk
Literary Society (dulu disebut gedung “Societeit de Harmonie”). Bangunan ini
berlokasi di jalan Majapahit nomor 3. Sekarang di tempat ini berdiri kompleks
gedung sekretariat Negara, di dekat Istana kepresidenan. Jumlah koleksi milik
BG terus neningkat hingga museum di Jalan Majapahit tidak dapat lagi
menampung koleksinya.

5
6

Pada tahun 1862, pemerintah Hindia-Belanda memutuskan untuk


membangun sebuah gedung museum baru di lokasi yang sekarang, yaitu Jalan
Medan Merdeka Barat No. 12 (dutu disebut Koningsplein West). Tanahnya
meliputi area yang kemudian di atasnya dibangun gedung Rechst Hogeschool
atau “Sekolah Tinggi Hukum” (pernah dipakai untuk markas Kenpetai di masa
pendudukan Jepang, dan sekarang Departemen Pertahanan dan Keamanan).
Gedung museum ini baru dibuka untuk umum pada tahun 1868.

Museum ini sangat dikenal di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya


penduduk Jakarta. Mereka menyebutnya “Gedung Gajah” atau “Museum
Gajah” karena di halaman depan museum terdapat sebuah patung gajah
perunggu hadiah dari Raja Chulalongkorn (Rama V) dari Thailand yang pernah
berkunjung ke museum pada tahun 1871. Kadang kala disebut juga “Gedung
Arca” karena di dalam gedung memang banyak tersimpan berbagai jenis dan
bentuk arca yang berasal dari berbagai periode.

3.2 Koleksi Museum Nasional


Museum Gajah banyak mengoleksi benda-benda kuno dari seluruh
Nusantara. Antara lain yang termasuk koleksi adalah arca-arca kuno, prasasti,
benda-benda kuno lainnya dan barang-barang kerajinan. Koleksi-koleksi
tersebut dikategorisasikan ke dalam etnografi, perunggu, prasejarah, keramik,
tekstil, numismatik, relik sejarah, buku langka dan benda berharga.Catatan di
website Museum Nasional Republik Indonesia pada tahun 2001 menunjukkan
bahwa koleksi telah mencapai 109.342 buah. Jumlah koleksi itulah yang
membuat museum ini dikenal sebagai yang terlengkap di Indonesia. Pada tahun
2006 jumlah koleksi museum sudah melebihi 140.000 buah, meskipun hanya
sepertiganya yang dapat diperlihatkan kepada khalayak.Sebelum gedung
Perpustakaan Nasional RI yang terletak di Jalan Salemba No. 27, Jakarta Pusat
didirikan, koleksi Museum Gajah juga meliputi naskah-naskah manuskrip kuno.
Naskah-naskah tersebut dan koleksi perpustakaan Museum Gajah lainnya kini
disimpan di Perpustakaan Nasional.
7

Sumber koleksi banyak berasal dari penggalian arkeologis, hibah kolektor


sejak masa Hindia Belanda dan pembelian. Koleksi keramik dan koleksi
etnografi Indonesia di museum ini cukup lengkap.

Koleksi yang menarik adalah patung Bhairawa. Patung yang tertinggi di


Museum Nasional ini (414 cm) merupakan manifestasi dari Dewa Lokeswara
atau Awalokiteswara, yang merupakan perwujudan Boddhisatwa (pancaran
Buddha) di Bumi. Patung ini berupa laki-laki berdiri di atas mayat dan deretan
tengkorak serta memegang cangkir terbuat dari tengkorak di tangan kiri dan
keris pendek dengan gaya Arab di tangan kanannya. Diperkirakan, patung yang
ditemukan di Padang Roco, Sumatera Barat ini berasal dari abad ke 13 - 14.

Koleksi arca Buddha tertua di museum ini berupa arca Buddha Dipangkara
yang terbuat dari perunggu disimpan dalam Ruang Perunggu dalam kotak kaca
tersendiri. Sementara itu, arca Hindu tertua di Nusantara, yaitu Wisnu Cibuaya
(sekitar abad ke-4 M) terletak di Ruang Arca Batu. Koleksi ini dipajang tanpa
teks label dan terhalang oleh arca Ganesha dari Candi Banon
BAB IV

PENUTUP
4.1 Simpulan
Berdasarkan hasil observasi yang telah diplakukan dapat disimpulkan bahwa
museum nasional yang terletak di Jl. Medan Merdeka Barat 12, Jakarta Pusat, DKI
Jakarta, Indonesia. Merupakan museum yang lengkap sebagai sarana untuk edukasi
dan menambah wawasan bagi berbagai kalangan, karena museum ini memiliki koleksi
yang bermacam macam dari berbagai masa ke masa serta koleksi yang dirawat dengan
baik oleh pihak museum.

4.2 Saran
Berdasarkan hasil observasi diatas, maka penulis memberikan saran diharapkan
seluruh anggota masyarakat lebih peduli terhadap sejarah tentang bangsa kita sendiri,
dan merawat serta melestarikan budaya yang telah ada agar tidak rusak dan punah
ataupun hilang di kemudian hari akibat arus globalisasi dan perkembangan zaman.

8
DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Nasional_Indonesia (Bekasi, 6 Januari


2019, 13:25 WIB)

https://direktorionlinemuseumdiindonesia.wordpress.com/jenis-museum/
(Bekasi,6 Januari 2019,14:02 WIB)

http://www.museumnasional.or.id/beranda/history (Bekasi, 6 Januari 2019,


13:40 WIB)