Anda di halaman 1dari 10

PEDOMAN

PEDOMAN UPAYA GIZI

Nomor :
RevisiKe : 00
No Copy :
Dokumen
BerlakuTgl : 02 Mei 2017

Disiapkan Oleh Diperiksa Oleh Disahkan oleh


Penanggungjawab UKM MR Kepala Puskesmas

Ikhsan Suwaspodo
NIP.19660606 198803 1 002 NIP. NIP. 19620523 198803 1 005
PEMERINTAH KABUPATEN TEGAL
DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS SURADADI
Jl. Purwa no.54 Suradadi Tlp. (0283) 853252

PEDOMAN
UPAYA PERBAIKAN GIZI

I. PENDAHULUAN
Keadaan gizi yang baik merupakan syarat utama dalam mewujudkan sumber daya
manusia yang sehat dan berkualitas. Masalah gizi dapat terjadi disetiap siklus
kehidupan, dapat terjadi sejak dalam kandungan (janin), bayi, anak, dewasa atau lanjut
usia. Periode dua tahun pertama kehidupan merupakan masa kritis, karena pada masa
ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Gangguan gizi yang
terjadi pada masa periode ini bersifat permanen, tidak dapat dipulihkan walaupun
kebutuhan gizi pada masa selanjutnya terpenuhi.
Hasil Riset Kesehatan Dasar(Riskesdas) tahun 2013, besaran masalah gizi pada
balita di Indonesia yaitu 19,6% gizi kurang, diantaranya 5,7% gizi buruk, gizi lebih
11,9%, stunting (pendek) 37,2%. Data masalah gangguan akibat kekurangan iodium
(GAKI) berdasarkan hasil survei tahun 2003 sebesar 11,1% dan menurut hasil Riskesdas
2013, anemia pada ibu hamil sebesar 37.1%.
Undang – undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan menyebutkan tujuan
perbaikan gizi adalah untuk meningkatkan mutu gizi perorangan dan masyarakat. Mutu
gizi akan tercapai antara lain melalui penyediaan pelayanan kesehatan. Salah satu
pelayanan kesehatan yang penting adalah pelayanan gizi di puskesmas, baik pada
puskesmas rawat inap maupun non rawat inap. Pendekatan pelayanan gizi dilakukan
melalui kegiatan spesifik dan sensitif, sehingga peran program dan sektor terkait harus
berjalan sinergis. Pembinaan tenaga kesehatan / tenaga gizi puskesmas dalam
pemberdayaan masyarakat menjadi hal sangat penting.

II. RUANG LINGKUP


Ruang lingkup Upaya Perbaikan Gizi adalah Perbaikan Gizi dalam gedung
puskesmas, luar gedung puskesmas, jaringan dan jejaring yang meliputi program
Perbaikan Gizi. Seluruh kegiatan yang terkait program tersebut harus berjalan melalui
tahapan perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi.
A. Tujuan
1. Tujuan Umum
Sebagai upaya untuk mewujudkan kondisi gizi yang baik dalam setiap siklus
kehidupan manusia sehingga dapat meningkat derajat kesehatan masyarakat dan
meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

2. Tujuan Khusus
1) Memantau perkembangan masalah gizi di wilayah Puskesmas Suradadi
2) Mencegah masalah gizi di wilayah Puskesmas Suradadi
3) Mengatasi masalah gizi di wilayah Puskesmas Suradadi

B. Sasaran
Sasaran upaya Perbaikan Gizi adalah individu, keluarga, masyarakat, tokoh
masyarakat dan pengambil kebijakan di wilayah Puskesmas Suradadi.

C. Rincian Kegiatan

No Program JenisKegiatan
1 Perbaikan Gizi  PemantauanGaram Iodium
 Distribusi Vitamin A bufas
 Distribusi Vitamin A dosis tinggi
 Pemantauan Status Gizi
 Pemantauan Status Gizi anak sekolah
 Survey anemia pada Remaja Putri
 Kunjungan Rumah balita gizi buruk
 Pendataan balita gizi buruk dan gizi kurang
 Pemberian PMT Pemulihan balita bgm / gizi
kurang
 Pemberian MP ASI Biskuit pada balita gakin
 PMT balita Gizi buruk
 Pendataan TGR dan NHI
 Pemberian PMT pemulihan bumil KEK
 Pelacakan kasus gibur
 Pemberian MP ASI
III. TATA LAKSANA
Tata laksana kegiatan Perbaikan Gizi antara lain

No KegiatanPokok Jenis Kegiatan Sasaran RincianKegiatan Cara melaksanakan kegiatan

1 Perbaikan Gizi Pemantauan Garam Iodium Masyarakat Mengambil sampel garam  Melakukan pengujian sampel garam
yang digunakan warga  Mencatat hasil iodium pada masing –
masing sampel garam
 Membuat laporan pelaksanaan
kegiatan
2 Distribusi Vitamin A bufas Ibu nifas Mendistribusikan vitamin A  Petugas gizi mendistribusikan ke KIA,
bufas ke KIA, rawat inap dan rawat inap dan posyandu untuk
posyandu memberikan vitamin A kepada ibu
nifas
 Membuat laporan pelaksanaan
kegiatan
3 Distribusi Vitamin A dosis Bayi dan balita Mendistribusikan vitamin A ke  Petugas gizi mendistribusikan ke
tinggi kader posyandu kader posyandu untuk memberikan
vitamin A kepada bayi dan balita
yang ada di posyandu, jika bayi dan
balita tidak datang ke posyandu,
kader melakukan kunjungan rumah
 Membuat laporan pelaksanaan
kegiatan
4 Operasi Timbang Bayi dan balita Melihat kohort seluruh balita  Petugas gizi mengkonversikan BB
kemudian BB dan TB dan TB seluruh balita untuk dilihat
dikonversikan ke software status gizinya
pemantauan gizi  Membuat laporan pelaksanaan
kegiatan
5 Pendataan balita gizi buruk Balita gizi buruk dan  Menanyakan kepada kader  Menanyakan kepada kader dan
dan gizi kurang gizi kurang dan pembina posyandu pembina posyandu bila menemukan
bila menemukan balita gizi balita gizi buruk dan gizi kurang
buruk dan gizi kurang  Mengumpulkan data balita gizi buruk
 Mengumpulkan data balita dan gizi kurang
gizi buruk dan gizi kurang  Membuat laporan pelaksanaan
kegiatan
6 Kunjungan Rumah balita Balita gizi buruk  Mengunjungi rumah balita  Mengunjungi rumah balita gizi buruk
gizi buruk gizi buruk untuk untuk mengetahui kebiasaan
mengetahui kebiasaan makannya, lingkungan tempat
makannya, lingkungan tinggalnya serta memantau
tempat tinggalnya serta perkembangannya
memantau  Membuat laporan pelaksanaan
perkembangannya kegiatan
7 Pemberian PMT Pemulihan Balita bgm / gizi  Balita yang termasuk  Balita yang termasuk dalam data bgm
balita bgm / gizi kurang kurang dalam data bgm dan gizi dan gizi kurang, diberikan PMT
kurang, diberikan PMT selama 3 bulan dalam bentuk susu
selama 3 bulan dalam formula
bentuk susu formula  Membuat laporan pelaksanaan
kegiatan
8 Pemberian MP ASI Biskuit Balita gakin  Balita yang termasuk  Balita yang termasuk dalam kategori
pada balita gakin dalam kategori gakin gakin mendapat MP ASI biskuit
mendapat MP ASI biskuit selama 3 bulan
selama 3 bulan  Dipantau pertumbuhannya setelah
diberikan MP ASI Biskuit
 Membuat laporan pelaksanaan
kegiatan
9 Survey Anemi Remaja Putri Remaja putri SMP  Melakukan penjaringan  Melakukan penjaringan remaja putri
dan SMA remaja putri siswi SMP dan siswi SMP dan SMA baru masuk
SMA baru masuk sekolah sekolah untuk dilakukan pemeriksaan
untuk dilakukan fisik sklera
pemeriksaan fisik sklera  Mencatat hasil pemeriksaan
 Membuat laporan pelaksanaan
kegiatan
10 PMT balita Gizi Buruk Balita gizi buruk  Balita yang termasuk  Mendata balita Gizi Buruk dengan
dalam data gizi buruk, kriteria BB / TB sangat kurus
diberikan PMT selama 3  Memberikan PMT kepada balita
bulan dalam bentuk susu tersebut
formula  Melakukan pemantauan BB dan TB
nya
 Membuat laporan pelaksanaan
kegiatan
11 Pendataan TGR dan NHI Ibu hamil yang  Melakukan pendataan  Melakukan pemeriksaan pada ibu
periksa dan bayi TGR dan NHI pada hamil dan bayi dengan cara palpasi
baru lahir buhamil dan bayi yang memakai jari tangan untuk menelusuri
periksa ke puskesmas secara hati – hati daerah sepanjang
tepi trakea
 Mencatat hasil pada buku
 Apabila ibu hamil dan bayi ditemukan
benjolan pada leher maka langkah
selanjutnya dilakukan pemeriksaan
laboratorium
 Membuat laporan pelaksanaan
kegiatan
12 Pemberian PMT pemulihan Ibu hamil  Memberikan bantuan susu  Melihat data ibu hamil KEK
bumil KEK kepada ibu hamil KEK  Memberikan PMT kepada ibu hamil
yang datang kepuskesmas KEK, apabla bulan berikutnya tidak
atau petugas mendatangi hadir, petugas memberikan ke rumah
langsung kerumah ibu ibu hamil tersebut
hamil KEK  Melakukan pemantauan setelah diberi
PMT
 Membuat laporan pelaksanaan
kegiatan
13 Surveilans Gizi Aktif / Balita gizi buruk  Melakukan kunjungan dan  Mendapat informasi dari kader,
Pelacakan kasus gibur pemantauan pada balita masyarakat, petugas Pembina
gizi buruk posyandu tentang balita gizi buruk
yang ada.
 Melakukan kunjungan ke rumah balita
gizi buruk tersebut
 Membuat laporan pelaksanaan
kegiatan
14  Petugas memberikan  Melihat data BGM / Gizi kurang usia 6
bantuan biskuit kepada – 59 bulan
Balita BGM / Gizi
Distribusi MP ASI balita usia 6 - 59 bulan  Memberikan bantuan biskuit kapada
kurang
balita tersebut
 Melakukan pemantaun setelah diberi
biskuit
 Membuat laporan pelaksanaan
kegiatan
IV. REFERENSI
Referensi yang digunakan dalam penyelenggaraan upaya antara lain:
1. Buku Pedoman Pelayanan Gizi di Puskesmas, Kemenkes RI, Dirjen Bina Gizi
dan KIA, 2014
2. Buku Petunjuk pelaksanaan surveilans gizi. Kemenkes RI. Jakarta 2015
3. Buku Bagan Tata Laksana Anak Gizi Buruk Buku I. Depkes RI. Jakarta 2007
4. Buku Bagan Tata Laksana Anak Gizi Buruk Buku II. Depkes RI. Jakarta 2007
5. Buku Panduan Pelaksanaan Pendistribusian dan Pengelolaan MP-ASI,
Depkes, RI 2005
6. Buku Pegangan Kader, KemenkesRI. 2012
7. Buku Info Pangan dan Gizi. Kemenkes RI. 2014
8. Buku Pedoman Pemantauan Status Gizi. Kemenkes RI. 2015
9. Buku Gizi Kesehatan Masyarakat, penerbit buku kedokteran, 2010
10. Buku Rapor Kesehatanku, Kemenkes RI, 2014

Mengetahui,
Kepala UPTD Puskesmas Suradadi

dr. Suwaspodo
NIP.19620523 198803 1 005