Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM

ELEKTRONIKA
“PENGUAT TRANSISTOR EMITTER BERSAMA (COMMON EMITTER)”

Tanggal Pengumpulan : Rabu, 25 Oktober 2017


Tanggal Praktikum : Senin, 16 Oktober 2017
Waktu Praktikum : 11.00 WIB – 12.40 WIB

Nama : Nada Sofya Amatullah


NIM : 11160163000023
Nama Anggota : 1. Ika Batinnisa (11160163000016)
2. Niken Uswatun A (11160163000012)
3. Khuzairi M Pangestu (11160163000015)
4. Citra Fitria P (11160163000029)
Kelas : Pendidikan Fisika 2A

LABORATORIUM FISIKA DASAR


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2017
“Penguat Transistor Emitter Bersama (Common Emitter)”

A. Tujuan Praktikum
1. Mahasiswa dapat mengetahui fungsi Common Emitter.
2. Mahasiswa dapat mengetahui karakteristik rangkaian Common
Emitter.
3. Mahasiswa dapat mengetahui perbedaan percobaan menggunakan
kapasitor dan tanpa menggunakan resistor.
4. Mahasiswa dapat mengetahui cara kerja rangkaian common
emitter.
B. Dasar Teori

Selama periode 1904-1947 tabung vakum merupkan piranti


elektronik yang sedang berkembang dan diproduksi secara besar-besaran
untuk digunakan dalam radio, TV, amplifier, dll. Setelah itu, transistor
pertama diperkenalkan oleh Bell Telephone Laboratories.
(staff.gunadarma.ac.id)

Pada rangkaian elektronika sinyal yang diproses harus diperbesar


level dayanya sampai mencapai suatu besaran tertentu. Untuk melakukan
hal ini digunakan penguat (amplifier) yang disebut dengan Common
Enitter. (staff.uny.ac.id)

Transistor adalah suatu komponen aktif yang dibuat dari bahan


semikonduktor ada dua macam yaitu transistor dwikutub (bipolar) dan
transistor efek medan. Pada transistor dwikutub sambungan p-n antara
emitor dan basis (Sutrisno,1986)

Transistor merupakan piranti yang terdiri atas tiga lapisan


semikonduktor, yaitu 2 buah lapisan semikonduktor tipe –p dan sebuah
lapisan semikonduktor tipe –n, atau sebaliknya. Jenis pertama dikenal
sebagai transistor tipe pnp, sedang yang kedua dikenal dengan transistor
tipe npn. (Tooley.2002)

Secara umum transistor dibagi menjadi tiga bagian yaitu emitter


pada bagian bawah,base pada bagian tengah, dan collector pada bagian
atas. Pada rangkaian digunakan transistor Bipolar Junction Transistor
(BJT) dengan tipe NPN. Ketika transistor NPN beroperasi secara normal,
bagian Junction base-emitter nya merupakan bias maju sedangkan pada
Junction base-collectornya merupakan bias mundur. (Malvino.2007)

C. Alat Dan Bahan


No. Nama Alat dan Jumlah Gambar
Bahan
1. Osiloskop 1

2. Audio Generator 1

3. Transistor BC 547 1
4. Papan plug-in 1

5. Resistor 5
100 Ω (1 buah)
1 𝑘Ω (2 buah)
1,5 𝑘Ω (1 buah)
4,7 𝑘Ω (1 buah)
6. Potensiometer 1 𝑘Ω 1

7. Catu daya (Power 1


Supply)

8. Kapasitor 3
10 𝜇𝐹/35 𝑉

9. Project Board 1
10. Jumper 16
6

11. Kabel penghubung 4

D. Langkah Kerja
No. Langkah Percobaan Gambar
1. Menyiapkan alat dan bahan.
Menyusun komponen-komponen
elektronika pada papan plug-in.
2. Menyalakan catu daya sebagai
tegangan utama

3. Menyambungkan rangkaian ke
osiloskop (Ch1 dan Ch2) dan
audio generator

4. Mengatur osiloskop dengan


time/div 50 𝜇𝑠, volts/div Ch2 V,
dan volts/div Ch1 V

5. Mengamati grafik sinyal input dan


output yang muncul pada
osiloskop dengan rangkaian
menggunakan kapasitor
6. Mengamati grafik sinyal input dan
output yang muncul pada
osiloskop dengan rangkaian tanpa
menggunakan kapasitor

7. Mencatat hasil pengamatan pada


tabel data

E. Data Percobaan
- Rangkaian CE dengan kapasitor
Gambar Grafik Input
Div Volt/Div V (Volt) Div Time/Div T (s) f (Hz)
2 1 2 2 50 𝜇𝑠 1 × 10−4 𝑠 10 𝑘𝐻𝑧
Gambar Grafik Output

Div Volt/Div V (Volt) Div Time/Div T (s) f (Hz)


2 1 2 2 50 𝜇𝑠 1 × 10−4 𝑠 10 𝑘𝐻𝑧

- Rangkaian CE tanpa kapasitor

Gambar Grafik Input

Div Volt/Div V (Volt) Div Time/Div T (s) f (Hz)


2 1 2 2 50 𝜇𝑠 1 × 10−4 𝑠 10 𝑘𝐻𝑧
Gambar Grafik Output
Div Volt/Div V (Volt) Div Time/Div T (s) f (Hz)
2 1 2 2 50 𝜇𝑠 1 × 10−4 𝑠 10 𝑘𝐻𝑧

F. Pengolahan Data
1. Rangkaian CE dengan Kapasitor
- Sinyal Input
Diketahui :
1. Div Vertikal : 2 div
2. volt/div : 1
3. Div Horizontal : 2 div
4. time/div : 50 𝜇𝑠

𝑣𝑜𝑙𝑡
 𝑉𝑝𝑝 = 𝑑𝑖𝑣 𝑣𝑒𝑟𝑡𝑖𝑘𝑎𝑙 × 𝑑𝑖𝑣 = ⋯ 𝑉𝑜𝑙𝑡
1 𝑣𝑜𝑙𝑡
𝑉𝑝𝑝 = 2 𝑑𝑖𝑣 × = 2 𝑉𝑜𝑙𝑡
𝑑𝑖𝑣
𝑉𝑝𝑝 2 𝑉𝑜𝑙𝑡
 𝑉𝑒𝑓 = 2 = 2 = 1,41 𝑉𝑜𝑙𝑡
𝑡𝑖𝑚𝑒
 𝑇 = 𝑑𝑖𝑣 ℎ𝑜𝑟𝑖𝑧𝑜𝑛𝑡𝑎𝑙 × = ⋯ 𝑠𝑒𝑘𝑜𝑛
𝑑𝑖𝑣
50 𝜇𝑠
𝑇 = 2 𝑑𝑖𝑣 × = 1 × 10−4 𝑠𝑒𝑘𝑜𝑛
𝑑𝑖𝑣
1
 𝑓=𝑇 = ⋯ 𝐻𝑧
1
𝑓= −4 = 10000 𝐻𝑧 = 10 𝑘𝐻𝑧
1 × 10 𝑠

- Sinyal Output
Diketahui :
1. Div Vertikal : 2 div
2. volt/div : 1
3. Div Horizontal : 2 div
4. time/div : 50 𝜇𝑠

𝑣𝑜𝑙𝑡
 𝑉𝑝𝑝 = 𝑑𝑖𝑣 𝑣𝑒𝑟𝑡𝑖𝑘𝑎𝑙 × = ⋯ 𝑉𝑜𝑙𝑡
𝑑𝑖𝑣
1 𝑣𝑜𝑙𝑡
𝑉𝑝𝑝 = 2 𝑑𝑖𝑣 × = 2 𝑉𝑜𝑙𝑡
𝑑𝑖𝑣
𝑉𝑝𝑝 2 𝑉𝑜𝑙𝑡
 𝑉𝑒𝑓 = = = 1,41 𝑉𝑜𝑙𝑡
2 2
𝑡𝑖𝑚𝑒
 𝑇 = 𝑑𝑖𝑣 ℎ𝑜𝑟𝑖𝑧𝑜𝑛𝑡𝑎𝑙 × = ⋯ 𝑠𝑒𝑘𝑜𝑛
𝑑𝑖𝑣
50 𝜇𝑠
𝑇 = 2 𝑑𝑖𝑣 × = 1 × 10−4 𝑠𝑒𝑘𝑜𝑛
𝑑𝑖𝑣
1
 𝑓 = 𝑇 = ⋯ 𝐻𝑧
1
𝑓 = 1×10−4 𝑠 = 10000 𝐻𝑧 = 10 𝑘𝐻𝑧

2. Rangkaian CE tanpa kapasitor


- Sinyal Input
Diketahui :
1. Div Vertikal : 2 div
2. volt/div : 1
3. Div Horizontal : 2 div
4. time/div : 50 𝜇𝑠

𝑣𝑜𝑙𝑡
 𝑉𝑝𝑝 = 𝑑𝑖𝑣 𝑣𝑒𝑟𝑡𝑖𝑘𝑎𝑙 × = ⋯ 𝑉𝑜𝑙𝑡
𝑑𝑖𝑣
1 𝑣𝑜𝑙𝑡
𝑉𝑝𝑝 = 2 𝑑𝑖𝑣 × = 2 𝑉𝑜𝑙𝑡
𝑑𝑖𝑣
𝑉𝑝𝑝 2 𝑉𝑜𝑙𝑡
 𝑉𝑒𝑓 = = = 1,41 𝑉𝑜𝑙𝑡
2 2
𝑡𝑖𝑚𝑒
 𝑇 = 𝑑𝑖𝑣 ℎ𝑜𝑟𝑖𝑧𝑜𝑛𝑡𝑎𝑙 × = ⋯ 𝑠𝑒𝑘𝑜𝑛
𝑑𝑖𝑣
50 𝜇𝑠
𝑇 = 2 𝑑𝑖𝑣 × = 1 × 10−4 𝑠𝑒𝑘𝑜𝑛
𝑑𝑖𝑣
1
 𝑓 = 𝑇 = ⋯ 𝐻𝑧
1
𝑓 = 1×10−4 𝑠 = 10000 𝐻𝑧 = 10 𝑘𝐻𝑧

- Sinyal Output
Diketahui :
1. Div Vertikal : 2 div
2. volt/div : 1
3. Div Horizontal : 2 div
4. time/div : 50 𝜇𝑠

𝑣𝑜𝑙𝑡
 𝑉𝑝𝑝 = 𝑑𝑖𝑣 𝑣𝑒𝑟𝑡𝑖𝑘𝑎𝑙 × = ⋯ 𝑉𝑜𝑙𝑡
𝑑𝑖𝑣
1 𝑣𝑜𝑙𝑡
𝑉𝑝𝑝 = 2 𝑑𝑖𝑣 × = 2 𝑉𝑜𝑙𝑡
𝑑𝑖𝑣
𝑉𝑝𝑝 2 𝑉𝑜𝑙𝑡
 𝑉𝑒𝑓 = = = 1,41 𝑉𝑜𝑙𝑡
2 2
𝑡𝑖𝑚𝑒
 𝑇 = 𝑑𝑖𝑣 ℎ𝑜𝑟𝑖𝑧𝑜𝑛𝑡𝑎𝑙 × = ⋯ 𝑠𝑒𝑘𝑜𝑛
𝑑𝑖𝑣
50 𝜇𝑠
𝑇 = 2 𝑑𝑖𝑣 × = 1 × 10−4 𝑠𝑒𝑘𝑜𝑛
𝑑𝑖𝑣
1
 𝑓 = 𝑇 = ⋯ 𝐻𝑧
1
𝑓 = 1×10−4 𝑠 = 10000 𝐻𝑧 = 10 𝑘𝐻𝑧

G. Pembahasan
Pada praktikum kali ini, membahas tentang rangkaian penguatan
emitter bersama(common emitter), dengan dua kali perlakuan.Pada
percobaan pertama rangkaian penguatan emitter bersama dengan kapasitor,
dan pada percobaan kedua rangkaian penguatan emitter bersama tanpa
kapasitor.Sebelum melakukan percobaan dilakukan kalibrasi terlebih
dahulu digunakan untuk meminimalisir kesalahan pada percobaan. Dari
data hasil pengamatan dapat kita lihat perbedaan rangkaian common
emitter dengan kapasitor dan tanpa kapasitor.
Pada percobaan pertama yaitu rangkaian common emitter dengan
kapasitor, didapatkan hasil antara tegangan sinyal input dan tegangan
sinyal output memiliki nilai yang sama yaitu 2 V, dengan frekuensi yang
sama yaitu 10 𝑘𝐻𝑧. Jika dibandingkan antara teori dengan hasil percobaan
berbeda, menurut teori input lebih kecil dari output karena fungsi kapasitor
yaitu menyimpan muatan, sedangkan common emitter berfungsi sebagai
menguatkan sinyal.
Pada percobaan kedua yaitu rangkaian common emitter tanpa
kapasitor, didapatkan hasil antara tegangan sinyal input dan tegangan
sinyal output memiliki nilai yang sama yaitu 2 V, dengan frekuensi yang
sama yaitu 10 𝑘𝐻𝑧. Jika dibandingkan antara teori dengan hasil percobaan
berbeda, menurut teori input lebih besar dari output jika tanpa kapasitor,
karena fungsi kapasitor yaitu menyimpan muatan, sedangkan common
emitter berfungsi sebagai menguatkan sinyal.
Dari kedua percobaan yang telah dilakukan tidak dapat perbedaan
antara sinyal input maupun output dengan atau tanpa kapasitor dan hal ini
tidak sesuai dengan teori. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya
ketelitian praktikan pada saat melakukan percobaan dimana rangkaian
common emitter memiliki sensitivitas yang tinggi.

H. Tugas Pasca
1. Bagaimana cara mengkalibrasi osiloskop?
Jawab :
 Masukkan probe/kabel penghubung ke input (Chanel 1 /
Chanel 2).
 Hidupkan Power Osiloskop.
 Atur Intensitas cahaya.
 Atur Volt/Div dan Time/Div
 Kemudian salah satu ujung probe (Probe Ch 1 atau 2 ) kita
hubungkan pada tempat kalibrasi (Biasanya tertulis CAL)
 Mengatur jarak div vertikal dan div horizontal dengan tombol
variabel supaya tegangan dan frekuensi yang didapatkan sesuai
dengan ketentuan kalibrasi pada osiloskop.
 Menghitung tegangan dengan menggunakan rumus 𝑉𝑝𝑝 =
𝑣𝑜𝑙𝑡
𝑑𝑖𝑣 𝑣𝑒𝑟𝑡𝑖𝑘𝑎𝑙 × = ⋯ 𝑉𝑜𝑙𝑡
𝑑𝑖𝑣
 Menghitung periode dengan menggunakan rumus 𝑇 =
𝑡𝑖𝑚𝑒
𝑑𝑖𝑣 ℎ𝑜𝑟𝑖𝑧𝑜𝑛𝑡𝑎𝑙 × = ⋯ 𝑠𝑒𝑘𝑜𝑛
𝑑𝑖𝑣
1
 Menghitung frekuensi dengan menggunakan rumus 𝑓 = 𝑇

2. Hitunglah tegangan efektif (V efektif), frekuensi, serta periode pada


grafik dibawah ini : (Tulislah di kertas serta lampirkan foto
pengerjaannya)!
I. Kesimpulan
1. Fungsi common emitter yaitu menguatkan sinyal.
2. Salah satu karakteristik rangkaian common emitter yaitu sinyal
output berebeda fase 180 derajat.
3. Rangkaian Common Emitter dengan kapasitor sinyal input lebih
kecil dibandingkan dengan sinyal output, sedangkan rangkaian
Common Emitter tanpa kapasitor sinyal input lebih besar dari
sinyal inputya, akan tetapi tidak sesuai dengan percobaan yang
telah dilakukan.
J. Komentar
1. Pastikan praktikan telah menguasai materi mengenai Common Emitter.
2. Praktikan harus memahami langkah-langkah dalam merangkai
rangkaian Common Emitter dengan benar.
3. Praktikan harus lebih teliti dalam melakukan praktikum, agar data
yang dihasilkan akurat.

K. Daftar Pustaka
Malvino, Albert.2007.Electronic Principles Seventh Edition. Newyork :
McGraw Hill
Sutrisno.1986.Elektronika Teori dan penerapannya. Bandung : ITB
Tooley, Michael. 2002. Prinsip dan Aplikasi Rangkaian Elektroika edisi
kedua. Jakarta : Penerbit Erlangga.
https://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&rct=j&url=http://sunny.s
taff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/2652/BAGIAN%2B5BX%2B-
%2BTransistor.pdf&ved=0ahUKEwiCwbOQlfTWAhUKRo8KHT7
FBRsQFggmMAE&usg=AOvVaw3tGVP2nYlTpN_1nGvuW0-U
diakses pada 20 Oktober 2017, pukul 17.05 WIB.
https://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&rct=j&url=http://staff.un
y.ac.id/sites/default/files/pendidikan/drs-sumarna-msi-
meng/percobaan-penguat-emitor-bersama-
ce.pdf&ved=0ahUKEwiCwbOQlfTWAhUKRo8KHT7FBRsQFgg-
MAk&usg=AOvVaw1uMiVcjTISxmrDphrYD3Wc diakses pada 20
Oktober 2017, pukul 20.15 WIB.
L. Lampiran

Anda mungkin juga menyukai