Anda di halaman 1dari 41

MAKALAH ILMU BIOMED DASAR

“Bioakustik, Termofisika, Penerapan dan Prinsip Pemeliharaaan


Fisika dalam Pemeliharaan Alat-alat Keperawatan”

Disusun oleh :

Kelompok 2

Lokal IA
Annisa ratu salma (183110164) Nicky patricia (183110185)
Deanandawarman (183110168) Reren yora yutari (183110190)
Fadjri setiawan (183110173) Siska fadillah (183110194)
Indra yaldi wijaya (183110177) Yara namira (183110199)
Miftahul rahmi (183110181)

Dosen Pembimbing :

Hj. Metri Lidya, SKp, M.Biomed

PRODI D-III KEPERAWATAN PADANG


POLTEKKES KEMENKES PADANG
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur diucapkan kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan karunia
serta nikmat-Nya, sehingga dapat menyelesaikan penulisan makalah ini yang berjudul
“Bioakustik, Termofisika, Penerapan dan Prinsip Pemeliharaaan Fisika dalam Pemeliharaan
Alat-alat Keperawatan”, tak lupa shalawat serta salam kami ucapkan kepada nabi besar
Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat-sahabat, dan para pengikut beliau hingga akhir
zaman. Kami sebagai penulis menyadari dalam pembuatan makalah ini masih terdapat
kekurangan dan kesalahan dalam penulisan, oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik
dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.

Demikian kata pengantar dari kami penulis, harapan kami agar makalah ini dapat
bermanfaat bagi para pembaca dan diterima sebagai perwujudan penulis dalam dunia
kesehatan. Dan dapat digunakan sebagaimana mestinya, semoga kita semua mendapat faedah
dan diterangi hatinya dalam setiap menuntut ilmu yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat.

Padang, 17 oktober 2018

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................... i

DAFTAR ISI............................................................................................. .....ii

BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................... 1

1.1 Latar Belakang ............................................................................. 1

1.2 Rumusan Masalah ........................................................................ 2

1.3 Tujuan .......................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN ............................................................................... 3

2.1 Bioakustik ..................................................................................... 3

2.2 Bunyi ............................................................................................. 3

2.3 Kebisingan .................................................................................. 17

2.4 Suara ........................................................................................... 19

2.5 Vibrasi ......................................................................................... 21

2.6 Pengertian Termodinamika ......................................................... 23

2.7 Hukum Termodinamika .............................................................. 23

2.8 Energi Panas dalam Bidang Kesehatan....................................... 25

2.9 Transfer Panas ............................................................................. 25

2.10 Mekanisme Panas...................................................................... 26

2.11 Keseimbangan Panas ................................................................ 26

2.12 Mekanisme Aktivitas Pengaturan Suhu Tubuh dengan Umpan Balik

.................................................................................................... 27

2.13 Pengertian Termografi .............................................................. 27

2.14 Penerapan dan Prinsip Fisika dalam Keperawatan ................... 28

BAB III PENUTUP .........................................................................................

3.1 Kesimpulan .................................................................................. 36

3.2 Saran ............................................................................................ 37

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. 38


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Suatu perubahan mekanik terhadap zat gas, zat cair atau zat padat yang merambat ke
depan dengan kecepatan tertentu sering menimbulkan gelombang bunyi. Gelombang bunyi
ini merupakan vibrasi getaran dari molekul zat dan saling beradu satu sama lain namun
demikian zat tersebut terkoordinasi menghasilkan gelombang. Gelombang bunyi dapat
menjalar secara transversal atau longitudinal.
Bunyi berhubungan dengan indra pendengaran yaitu fisiologi telinga. Telinga
berfungsi secara efisien untuk mengubah energi getaran dari gelombang menjadi sinyal listrik
yang dibawa ke otak melalui syaraf. Telinga manusia merupakan detektor bunyi yang sangat
sensitif.
Bising didefinisikan sebagai bunyi yang kehadirannya tidak dikehendaki dan
dianggap mengganggu pendengaran. Bising dapat berasal dari bunyi atau suara yang
merupakan aktivitas alam seperti bicara, pidato, tertawa dan lain – lain. Bising juga dapat
berasal dari bunyi atau suara buatan manusia seperti bunyi mesin kendaraan dan mesin –
mesin yang ada di pabrik. Untuk menilai bunyi sebagai bising sangatlah relatif. Misalnya
musik di tempat – tempat diskotik, bagi orang yang biasa mengunjungi tempat itu tidaklah
merasa suatu kebisingan, tetapi bagi orang – orang yang tidak pernah berkunjung di tempat
diskotik akan merasa suatu kebisingan yang mengganggu.
Termodinamika adalah ilmu tentang energi, yang secara spesifik membahas tentang
hubungan antara energi panas dengan kerja. Energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk
lain, baik secara alami maupun hasil rekayasa teknologi. Proses termodinamik yang
berlanggsung secara alami seluruhnya disebut proses ireversibel (irreversibel process). Proses
tersebut berlanggsung secara spontan pada satu arah tetapi tidak pada arah sebaliknya.
Contohnya kalor berpindah dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah.
Proses reversibel adalah proses termodinamik yang dapat berlanggsung secara bolak-balik.
Sebuah sistem yang mengalami idealisasi proses reversibel selalu mendekati keadaan
kesetimbangan termodinamika antara sistem itu sendiri dan lingkungannya. Proses reversibel
merupakan proses seperti-kesetimbangan (quasi equilibrium process).
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa itu bioakustik, pembagiannya serta penerapan dalam keperawatan/kesehatan?
2. Apa saja yang termasuk kedalam termofisika serta penerapan dalam keperawatan ?
3. Apa saja penerapan fisika dalam keperawatan ?
4. Bagaimana pinsip prinsip fisika dalam pemeliharaan alat alat keperawatan ?

1.3 Tujuan Penulisan


1. Mengetahui dan memahami materi tentang bioakustik dan apikasinya dalam
keperawatan
2. Mengetahui dan memahami materi tentang termofisika
3. Mengetahui dan memahami materi tentang penerapan fisika dalam keperawatan
4. Mengetahui dan memahami materi tentang prinsip prinsip fiska dalam pemeliharaan
alat alat keperawatan
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Bioakustik
Bioakustik adalah ilmu yang mempelajari segala hal yang berhubungan dengan bunyi.
Bioakustik berasal dari kata bio dan akustika, bio artinya hidup atau hayat dan akustika
berarti kajian getaran dan bunyi. Sedangkan menurut istilah akustika berarti bagian pisis
pendengaran yang tercakup dalam suatu bidang. Bioakustik adalah suatu perubahan mekanik
terhadap zat gas, zat cair atau zat padat yang sering menimbulkan gelombang bunyi.
Gelombang bunyi ini merupakan vibrasi atau getaran molekul – molekul dan saling beradu
satu sama lain namun demikian zat tersebut terkoordinasi menghasilkan gelombang, jadi
Bioakustik yaitu ilmu yang mempelajari tentang proses penerimaan pendengaran yang timbul
oleh mahluk hidup.

2.2 Bunyi
Bunyi merupakan getaran yang menimbulkan gelombang longitudinal yang merambat
melalui medium perambatannya (zat cair, zat padat, dan udara) sehingga dapat didengar.
(Fisika, 2006 : 41).
Gelombang bunyi merupakan vibrasi atau gerakan dari molekul-molekul zat dan
saling beradu satu sama lain dimana zat tersebut terkoordinasi menghasikan gelombang serta
mentransmisikan energi tanpa disertai perpindahan partikel. (Fisika Kedokteran, 1996 : 65)
1. Sumber Bunyi
Sumber bunyi adalah semua benda yang bergetar dan menghasilkan suara
merambat melalui medium atau zat perantara sampai ke telinga. Contoh sumber bunyi
yaitu: pembakaran minyak dalam mesin, instrumen musik, gerakan dahan pohon,
lonceng, garputala, dsb.
Syarat terjadinya bunyi yaitu :
a. Ada sumber bunyi yang bergetar
b. Ada zat perantara (medium) yang merambatkan gelombang buyi dari sumber
ke telinga
c. Getaran mempunyai frekuensi tertentu (20 Hz-20.000 Hz)
d. Indra pendengar dalam keadaan baik
2. Mendeteksi Bunyi
Untuk mendeteksi bunyi perlu mengkonversikan gelombang bunyi bentuk
vibrasi sehingga dapat dianalisa frekuensi dan intensitasnya. Untuk perubahan ini
diperlukan alat mikrofon dan telinga manusia. Alat mikrofon merupakan transduser
yang memberi respon terhadap tekanan bunyi (sound pressure0 dan menghasilkan
isyarat/signal listrik. Mikrofon yang banyak digunakan adalah mikrofon kondensor.
Pemilihan mikrofon ini sangat penting oleh karena berguna untuk mendeteksi
kebisingan lingkungan perusahaan (merupakan medan difus segala arah atau medan
bebas) disamping itu perlu diperhatikan faktor kecepatan angin, cuaca oleh karena
sangat mempengaruhi pada mikrofon.

3.Pengelompokan Bunyi
Menurut frekuensinya, bunyi dikelompokan menjadi :
a.Bunyi infrasonik (0 – 20 Hz)
Infrasonik merupakan bunyi yang tidak dapat didengar telinga
manusia,tetapi dapat di dengar oleh jangkrik dan anjing.Frekuensi ini biasanya
ditimbulkan oleh getaran tanah, gempa bumi, getaran gunung berapi.
b. Bunyi audiosonik (20 – 20.000 Hz)
Bunyi audio merupakan bunyi yang dapat didengar manusia.
Audiofrekuensi berhubungan dengan nilai ambang pendengaran (rata-rata nilai
ambang pendengaran 1000 Hz = 0 dB).
c. Bunyi Ultrasonik (di atas 20.000 Hz)
Ultrasonik merupakan bunyi yang tidak dapat didengar telinga
manusia.Frekuensi ini dalam bidang kedokteran digunakan dalam 3 hal yaitu
pengobatan,destruktif dan diagnosis.Hal ini dapat terjadi oleh karena frekuensi
yang tinggi mempunyai daya tembus jaringan cukup besar.

4. Azaz Doppler
Efek Doppler adalah peristiwa berubahnya frekuensi sumber bunyi yang
didengar akibat perubahan gerak antara pendengar dan sumber bunyi. Pada tahun
1800,Christian Johann Doppler mengemukakan Efek Doppler ini berlaku secara
umun pada gelombang.Efek Doppler ini dipergunakan untuk mengukur bergeraknya
zat cair di dalam tubuh misalnya darah. Berkas ultrasonik/bunyi ultra uynag mengenai
darah (darah bergerak menjauhi bunyi) darah akan memantulkan bunyi ekho dan
diterima oleh detektor. Dinyatakan dalam rumus yaitu :
Fp = v±vp × fs
v±vs
Keterangan :
Fp = frekuensi pendengar (Hz)
Fs = frekuensi sumber bunyi (Hz)
Vp = kelajuan pendengar (m/s)
+ pendengar mendekati sumber
_ pendengar menjauhi sumber
Vs = kelajuan sumber bunyi (m/s)
+ sumber menjauhi pendengar
_ sumber mendekati pendengar
V = kelajuan bunyi di udara (m/s)

5. Sifat dan Kecepatan Gelombang Bunyi


a. Sifat Gelombang Bunyi
Gelombang bunyi mempunyai sifat memantul, diteruskan, dan diserap
benda. Apabila gelombang suara mengenai tubuh manusia (dinding) maka
bagian dari gelombang akan dipantulkan dan bagian lain akan diteruskan ke
dalam tubuh. Penyerapan energi bunyi ini akan mengakibatkan berkurangnya
amplitudo gelombang bunyi.
Nilai amplitudo bunyi yang menetap pada jaringan dinyatakan dalam
rumus :
A = Ao- αx
Keterangan :
A = amplitudo bunyi yang menetap pada jaringan yang tebal X cm
Ao = amplitudo bunyi mula-mula
α = koefisien adsorpsi jaringan (cm-1)
x = tebal jaringan (cm)
Dengan mempergunakan rumus tersebut dapat menghitung nilai adsopsi
jaringan terhadap gelombang bunyi.

Berikut tabel koefisien adsorpsi jaringan dan nilai paruh ketebalan jaringan.
Bahan Frekuensi Α (cm-1) nilai paruh ketebalan jaringan (cm)
Otot 1 0,13 2,7
Lemak 0,8 0,05 6,9
Otak 1 0,11 1,2
Tulang 0,6 0,4 6,95
Air 1 2,5 x 10-4 14 x 103

b. Kecepatan Gelombang Bunyi


Gelombang bunyi timbul akibat terjadi perubahan mekanik pada zat
padat, zat cair dan gas yang merambat ke depan dengan kecepatan tertentu.
Gelombang bunyi ini menjalar secara longitudinal, lain dengan cahaya yang
menjalar secara transversal.
Pada suatu percobaan, apabila terjadi vibrasi dari suatu bunyi maka
akan terjadi suatu peningkatan tekanan dan penurunan tekanan pada tekanan
atmosfer, peningkatan tekanan ini disebut kompresi sedangkan penurunan
tekanan disebut rarefaksi (peregangan).
Bunyi mempunyai hubungan antara frekuensi vibrasi (f) bunyi,
panjang gelombang (λ) dan kecepatan (v), secara sistematis hubungan itu
dapat dinyatakan dalam rumus :
F=v
λ
Keterangan :
f = frekuensi (Hz)
v = kecepatan (m/s)
λ = panjang gelombang (m)

Kecepatan bunyi berbeda-beda dalam melewati berbagai medium. Berikut


tabel perbedaannya.
Masa Jenis ( ) Kecepatan (v) Z (= )
Temperatur Material
Kg/m3 cm/s Kg/m2s
20o C Udara 1,29 331 430
0o C CO2 1,98 258 430
0o C H2 8,99 x 10-2 1.270 430
20o C Alkohol 791 1.210 430
20o C Air 1.000 1.480 430
20o C Besi 7.900 5.130 430
37o C Darah 1.056 1.570 430
20o C Otak 1.020 1.530 1,56 x 106
20o C Otot 1.040 1.580 1,64 x 106
20o C Lemak 920 1.450 1,33 x 106
20o C Tulang 1.900 4.040 7,68 x 106

Gelombang bunyi dibawa oleh zat padat, cair, dan gas. Pada
umumnya, makin keras zat, makin cepat gelombang bunyi merambat. Hal ini
masuk akal, karena kekerasan zat menyatakan secara tidak langsung bahwa
partikel-partikel tergandeng secara kuat sehingga lebih responsif terhadap
gerak partikel lainnya.

6. Intensitas Bunyi ( I )
Intensitas Bunyi yaitu energi yang melewati medium 1 m2/detik atau watt/m2.
Ketika mendengarkan bunyi yang terlalu keras, tentunya telinga akan merasa sakit.
Sebaliknya, bunyi yang terlalu lemah tidak akan mampu didengar. Kenyataan ini
membuktikan bahwa intensitas bunyi yang dapat didengar manusia dengan baik
berada pada batas-batas tertentu. Intensitas bunyi yang mampu didengar manusia
mempunyai intensitas 10-12 watt/m2sampai dengan 1 watt/m2.
Intensitas bunyi 10-12 watt/m2 adalah intensitas bunyi terendah yang masih
dapat didengar telinga manusia. Intensitas ini disebut intensitas ambang pendengaran.
Sementara itu, intensitas bunyi terbesar yang masih dapat didengar telinga manusia
tanpa menimbulkan rasa sakit adalah 1 watt/m2 dan disebut intensitas ambang
perasaan.

7. Aplikasi Gelombang Bunyi dalam Bidang Kesehatan


a. Alat Pendengaran
Telinga merupakan alat penerima gelombang suara atau udara
kemudian diubah menjadi sinyal listrik dan diteruskan ke korteks pendengaran
melalui saraf pendengaran. Telinga mempunyai reseptor khusus untuk
mengenali getaran bunyi dan untuk keseimbangan. Ada tiga bagian utama dari
telinga manusia, yaitu bagian telinga luar, telinga tengah, dan telinga
dalam.Telinga luar berfungsi menangkap getaran bunyi, dan telinga tengah
meneruskan getaran dari telinga luar ke telinga dalam. Reseptor yang ada pada
telinga dalam akan menerima rarigsang bunyi dan mengirimkannya berupa
impuls ke otak untuk diolah.
o Susunan Telinga
Telinga tersusun atas tiga bagian yaitu telinga luar, telinga tengah, dan
telinga dalam.
1) Telinga luar
Telinga luar terdiri dari daun telinga, saluran luar, dan
membran timpani (gendang telinga).Daun telinga manusia mempunyai
bentuk yang khas, mendukung fungsinya sebagai penangkap dan
pengumpul getaran suara. Saluran luar yang dekat dengan lubang
telinga dilengkapi dengan rambut-rambut halus yang menjaga agar
benda asing tidak masuk, dan kelenjar lilin yang menjaga agar
permukaan saluran luar dan gendang telinga tidak kering. Membran
timpani tebalnya 0,1 mm, luas 65 mm2,mengalami vibrasi dan
diteruskan ke telinga tengah
2) Telinga tengah
Bagian ini merupakan rongga yang berisi udara untuk menjaga
tekanan udara agar seimbang. Di dalamnya terdapat saluran Eustachio
yang menghubungkan telinga tengah dengan faring. Suara yang masuk
itu, 99% mengalami refleksi dan hanya 0,1 % saja yang ditransmisi.
Telinga tengah ini memiliki peranan proteksi. Karena adanya tuba
eustachi yang mengatur tekanan didalam telinga, dimana eustachi
berhubungan langsung dengan mulut.
3) Telinga dalam
Telinga dalam (labirin) adalah suatu struktur yang kompleks,
yang terjdiri dari 2 bagian utama :
 koklea (organ pendengaran)
 kanalis semisirkuler (organ keseimbangan).
Koklea merupakan saluran berrongga yang berbentuk seperti
rumah siput, terdiri dari cairan kental dan organ corti, yang
mengandung ribuan sel-sel kecil (sel rambut) yang memiliki rambut
yang mengarah ke dalam cairan tersebut.
Getaran suara yang dihantarkan dari tulang pendengaran di
telinga tengah ke jendela oval di telinga dalam menyebabkan
bergetarnya cairan dan sel rambut. Sel rambut yang berbeda
memberikan respon terhadap frekuensi suara yang berbeda dan
merubahnya menjadi gelombang saraf. Gelombang saraf ini lalu
berjalan di sepanjang serat-serat saraf pendengaran yang akan
membawanya ke otak. Walaupun ada perlindungan dari refleks
akustik, tetapi suara yang gaduh bisa menyebabkan kerusakan pada sel
rambut. jika sel rambut rusak, dia tidak akan tumbuh kembali. Jika
telinga terus menerus menerima suara keras maka bisa terjadi
kerusakan sel rambut yang progresif dan berkurangnya pendengaran.

o Cara Kerja Telinga


1) Getaran bunyi terkumpul di daun telinga.
2) Getaran bunyi tersebut kemudian masuk ke dalam lubang telinga.
3) Bila getaranbunyi tersebut mencapai gendang telinga maka
gendang tersebut ikut bergetar dan menggetarkan tulang- tulang
pendengaran demikan pula cairan di rumah siput ikut bergetar.
4) Gerakan ini mengubah energi mekanik tersebut menjadi energi
elektrik ke saraf pendengaran (auditory nerve,) dan menuju ke
pusat pendengaran di otak.
5) Pusat ini akan menerjemahkan energi tersebut menjadi suara yang
dapat dikenal oleh otak.

o Proses Pendengaran Manusia


1) Proses pendengaran manusia Pertama di mulai dari daun telinga
(outer Ear) yang fungsinya menangkap suara-suara di sekitar dan
memasukkan nya ke canal/ lubang telinga.
2) Proses kedua suara yang masuk melalui lubang telinga di terima
oleh gendang telinga yang berakibat bergetarnya tiga tulang
pendengaran yaitu maleus,inkus dan stapes(middle Ear). Dan
menyalurkan ke cohlea / rumah siput.
3) Proses ke tiga di dalam cohlea / Rumah siput terdapat hear sell
yang yang bergetar akibat suara dan getarannya menghasilkan
getaran listrik yang dihasilkan dari energy kinestetik. Sehingga
aliran listrik itu menjadikan sinyal yang menyalurkan ke otak, yang
di aliri oleh syaraf pendengaran, untuk selanjutnya otak yang
bekerja mengartikan semua suara-suara yang masuk tadi.
4) Gangguan pendengaran bisa terjadi pada siapa saja dan pada semua
umur,bisa sementara dan bahkan permanen.
5) Gangguan pendengaran disebabkan karena salah satu atau
lebi,bagian dari telinga tidak dapat berfungsi secara normal.

o Jenis Gangguan Pendengaran


1) Gangguan pendengaran Konduktif : terjadi ketika gelombang
suara, terhalang masuknya dari lubang telinga dan gendang telinga
menuju ke rumah siput ( koklea ) dan Saraf Pendengaran(Auditory
Nerve).
2) Gangguan pendengaran Sensorineural/ Saraf : terjadi ketika rumah
siput ( koklea) atau saraf pendengaran fungsinya menurun .
3) Gangguan pendengaran campuran : campuran antara gangguan
pendengaran konduktif dan saraf.

o Pemeriksaan
1) Otoscopy
Pemeriksaan dengan menggunakan alat semacam teropong ini
tergolong pemeriksaan awal. Fungsinya untuk melihat liang
telinga, apakah ada infeksi atau kotoran telinga.
2) Tympanometry
Pemeriksaan lanjutan ini bertujuan untuk mengetahui fungsi
telinga tengah.
3) Oto Acoustic Emissions (OAE)
Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui fungsi sel
rambut pada cochlea/rumah siput. Hasilnya dapat dikategorikan
menjadi dua, yakni pass dan refer. Pass berarti tidak ada masalah,
sedangkan refer artinya ada gangguan pendengaran hingga harus
dilakukan pemeriksaan berikut.
4) Auditory Brainstem Response (ABR)
Cara pemeriksaannya hampir sama dengan OAE. berfungsi
sebagai screening, juga dengan 2 kategori, yakni pass dan refer.
Hanya saja alat ini cuma mampu mendeteksi ambang suara hingga
40 dB.
5) Conditioned Oriented Responses (CORs)
Pemeriksaan ini dapat dilakukan pada bayi usia 9 bulan
sampai 2,5 tahun untuk mengetahui perkiraan ambang dengar anak.
Caranya, gunakan alat yang dapat mengeluarkan bunyi-bunyian
dan biarkan anak mencari sumber bunyi tersebut.
6) Visual Reinforced Audiometry (VRA)
Pemeriksaan yang hampir sama dengan CORs ini juga
berfungsi untuk mengetahui ambang dengar anak. Tergolong
pemeriksaan subjektif karena membutuhkan respons anak. Namun
pada tes ini selain diberikan bunyi-bunyi, alat yang digunakan juga
harus dapat menghasilkan gambar sebagai reward bila anak
berhasil memberi jawaban. Pemeriksaan ini dapat dilakukan sambil
bermain.
7) Play Audiometry
Pemeriksaan yang juga berfungsi mengetahui ambang
dengar anak ini dapat dilakukan pada anak usia 2,5-4 tahun.
Caranya menggunakan audiometer yang menghasilkan bunyi
dengan frekuensi dan intensitas berbeda. Bila anak mendengar
bunyi itu berarti sebagai pertanda anak mulai bermain misalnya
harus memasukkan benda ke kotak di hadapannya atau bermain
pasel.
8) Conventional Audiometry
Pemeriksaan ini dapat dilakukan anak usia 4 tahun sampai
remaja. Fungsinya untuk mengetahui ambang dengar anak. Caranya
dengan menggunakan alat audiometer yang mampu mengeluarkan
beragam suara, masing-masing dengan intensitas dan frekuensi yang
berbeda-beda. Tugas si anak adalah menekan tombol atau mengangkat
tangan bila mendengar suara.
9) Brainstem Evoked Response Audiometry (BERA)
Pemeriksaan ini dapat dilakukan pada semua usia. Fungsinya,
untuk mengetahui respons ambang dengar seseorang. Pemeriksaan
yang tergolong objektif ini mengharuskan anak dalam keadaan tidur,
hingga anak harus dikondisikan tidur lebih dulu.
10) Tes suara berbisik
Telinga normal dapat mendengar suara berbisik dengan nada
rendah. Misalnya suara konsonan dan palatal pada jarak 5-10 meter.
Suara berbisik dengan nada tinggi misalnya suura desis pada jarak 20
meter.
11) Tes Weber
Garputala di getarkan kemudian diletakkan pada dahi atau
puncak dahi. Pada penderita tuli kunduktif akan terdengar baik terang
atau baik pada telinga yang sakit. Pada penderita tuli persepsi, getaran
garpu tala terdengar terang pada telinga normal.
12) Tes Rinne
Tes ini membandinkan antara konduksi tulang dan udara.
Garputala digetarkan kemudian diletakkan pada prosesus mastoid
setelah tidak mendengar getaran lagi garputala dipindahkan di depan
liang telinga, tanyakan penderita apakah masih mendengarnya.
 Normal : konduksi udara 85-90 detik. Konduksi melalui tulang 45
detik.
 Tes rinne positif : pendengaran penderita baik juga pada penderita
tulipersepsi.
 Tes rinne negative : pada penderita tuli konduksi diman jarak
waktu konduksi tulang mungkin sama atau bahkan lebih panjang.
13) Tes Schwabach
Tes ini membandingkan jangka waktu konduksi tulang melalui
vertex atau prosesus mastoid penderita dengan konduksi tulang si
pemeriksa.
 Pada tuli konduksi : konduksi tulang penderita lebih panjang dari
pada si pemeriks
 Pada tuli persepsi : konduksi tulang sangat pendek.

o Spesialisasi Dalam Pendengaran/Telinga


Didalam bidang kedokteran dibagi dalam masing – masing bagian
sesuai dengan keahlian:
Otologist : seorang dokter yang ahli dalam bidang telinga dan
pendengaran.
Otolaryngologist : seorang dokter yang ahli dalam bidang penyakit telinga
dan operasi Telinga.
ENT specialist : dokter ahli THT yaitu seorang dokter yang ahli dalam hal
telinga, hidung dan tenggorokan.
Audiologist : Seseorang yang bukan dokter, tetapi ahli dalam mengukur
respon pendengaran, diagnosis kelainan pendengaran melalui test
pendengaran, rehabilitasi yang berkaitan dengan hilangnya pendengar.

b. Ultrasonik dalam Bidang Medis


Bunyi ultrasonik dihasilkan oleh magnet listrik dan kristal plezo
elektrik dengan frekuensi diatas 20.000 Hz.
Magnet listrik adalah batang feromagnet dilingkari kawat kemudian
dialiri listrik yang dan menghasilkan ultrasonik. Piezo elektrik ditemukan oleh
Piere Curie dan Jacques pada tahun sekitar 1880; tebal kristal 2, 85 mm.
apabila kristal piezo electric dialiri tegangan listrik maka lempengan kristal
akan mengalami vibrasi sehingga timbul frekuensi ultra; demikian pula vibrasi
kristal akan menimbulkan listrik. Berdasarkan sifat itu maka kristal electric
dipakai sebagai transduser pada ultrasonografi (USG).
o Prinsip dan Efek Penggunaan Ultrasonik
Efek Doppler merupakan dasar penggunaan ultrasonik yaitu
terjadi perubahan frekuensi akibat adanya pergerakan pendengar atau
sebaliknya; dan getaran bunyi yang dikirim ke tempat tertentui (ke
objek) akan direfleksi oleh objek itu sendiri.
Efek gelombang ultrasonik :
1) Mekanik
Efek secara mekanik yaitu membentuk emulsi
asap/awan dan disintegrasi beberapa benda padat, dipakai untuk
menentukan lokasi batu empedu.
2) Panas
Nelson Heerich dan Krusen, menunjukkan bahwa
sebagian ultrasonik mengalami refleksi pada titik yang
bersangkutan, sedangkan sebagian lagi pada titik tersebut
mengalami perubahan panas. Pada jaringan bisa terjadi
pembentukan rongga dengan intensitas yang tinggi.
3) Kimia
Gelombang ultrasonik menyebabkan proses oksidasi
dan terjadi hidrolisis pada ikatan polyester.
4) Efek biologis
Efek yang ditimbulkan ultrasonik ini merupakan
gabungan dari berbagai efek misalnya akibat pemanasan
menimbulkan pelebaran pembuluh darah. Selain itu ultrasonik
menyebabkan peningkatan permeabilitas membran sel dan
kapiler serta merangsang aktifitas sel. Sesuai hukum Van’t
Hoff (menimbulkan panas) otot mengalami paralyse dan sel-sel
hancur; bakteri, virus dapat mengalami kehancuran. Selain itu
menyebabkan keletihan pada tubuh manusia apabila daya
ultrasonik ditingkatkan.

o Frekuensi Dan Daya Ultrasonik


1) Untuk diagnostik: f = 1-5 MHz,daya = 0,01 W/cm2
2) Untuk pengobatan: daya sampai 1 W/cm2
3) Untuk merusak sel-sel/jaringan kanker: daya 103 W/cm2

o Ultrasonik Sebagai Pelengkap Diagnosis


Berkaitan dengan efek yang ditimbulkan gelombang ultrasonik dan
sifat gelombang bunyi ultra maka gelombang ultrasonik dipergunakan
sebagai diagnosis dan pengobatan.
1) CRT (Ossiloskop)
Kristal piezo electric yang bertindak sebagai transduser
mengirim gelombang ultrasonik mencapai pada dinding
berlawanan, kemudian gelombang bunyi dipantulkan dan diterima
oleh transduser tersebut pula. Transduser yang menerima
gelombang balik akan diteruskan ke amplifier berupa gelombang
listrik kemudian gelombang tersebut ditangkap oleh CRT
(ossiloskop).
Bunyi yang dihasilkan oleh piezo electric melalui
transduser akan dipantulkan dan diterima oleh transduser.
Gerakantransduser mula-mula akan menghasilkan echo dapat
dilihat adanya dot (dot ini disimpan pada CRT) kemudian
transduser digerakkan kearah lain menghasilkan echo pula
sehingga kemudian tercipta suatu gambaran dua dimensi.
2) MRI (Magnetic Resonance Imaging) dan USG
(Ultrasonography)
MRI adalah salah satu cara pemotretan organ tubuh
menggunakan resonansi magnetis. Sistem kerjanya adalah
pasien berbaring dalam sebuah tabung. Kemudian gelombang
bunyi ultrasonik ditembakkan ke tubuhnya. Gema dari
gelombang bunyi itu akan mencitrakan gambar tubuh bagian
dalam pasien.
Gelombang ultrasonik juga dapat mendeteksi keadaan
bayi dalam kandungan, yang dikenal dengan sebutan USG.
Pada dasarnya, prinsip kerja dari MRI dan USG adalah sama.
Sebuah pulsa singkat dari bunyi ultra dipancarkan oleh sebuah
transduser. transduser adalah sebuah alat yang dapat mengubah
pulsa listrik menjadi pulsa bunyi. Sebagian dari pulsa
dipantulkan pada berbagai permukaan dalam tubuh, dan
sebagian besar akan diteruskan. Transduser yang sama
digunakan juga untuk mendeteksi pulsa listrik. Pilsa-pulsa ini
dapat diperlihatkan pada layar monitor.
Penggunaan citra bunyi ini merupakan kemajuan yang
sangat penting dalam bidang medis. Penggunaan bunyi ultra,
dalam banyak kasus, telah menggantikan prosedur lain yang
berbahaya, seperti penggunaan sinar X. Tidak ada bukti efek
yang berbahaya dari penggunaan bunyi ultra ini, sehingga
sering dikenal dengan pengujian yang tidak merusak (non
destructive testing).

o Hal-Hal Yang Didiagnosis Dengan Ultrasonik


Ultrasonik dapat dipergunakan untuk beberapa diagnosis,
diantaranya :
1) Mendiagnosis tumor otak (echo encephalo graphy), memberi
informasi tentang penyakit-penyakit mata, daerah / lokasi yang
dalam dari bola mata, menentukan apakah cornea atau lensa yang
opaque atau ada tumor-tumor retina.
2) Untuk memperoleh informasi struktur dalam dari tubuh manusia.
Misalnya hati, lambung, usus, mata, mamma, jantung janin.
3) Untuk mendeteksi kehamilan sekitar 6 minggu, kelainan dari
uterus/ kandung peranakan dan kasus-kasus perdarahan yang
abnormal serta treatened abortus (abortus yang sedang
berlangsung).
4) Memberi informasi tentang jantung, valvula jantung, pericardial
effusion (timbunan zat cair dalam kantong jantung).
5) Penggunaan Ultrasonik Dalam Pengobatan
Sebagaimana telah diketahui bahwa ultrasonik mempunyai efek
kimia dan biologi maka ultrasonik dapat dipergunakan dalam
pengobatan. Ultrasonik memberi efek kenaikan temperature dan
peningkatan tekanan; efek ini timbul karena jaringan mengabsorpsi
energi bunyi dengan demikian ultrasonik dipakai sebagai diatermi/
pemanasan lokal pada otot yang cedera.
Selain itu ultrasonik dapat dipakai untuk menghancurkan
jaringan ganas (kanker). Sel-sel ganas akan hancur pada beberapa
bagian sedangkan di daerah lain kadang-kadang menunjukkan
rangsangan pertumbuhan ; masih diselidiki lebih lanjut.
Pada penderita Parkinson, penggunaan ultrasonik dalam
pengobatan sangat berhasil namun sangat disayangkan untuk
memfokuskan bunyi kearah otak sangat sulit. Sedangkan pada penyakit
meniere dimana keadaan penderita kehilangan pendengaran dan
keseimbangan, apabila diobati dengan ultrasonik dikatakan 95 %
berhasil baik, ultrasonik menghansurkan jaringan dekat telinga tengah.

2.3 Kebisingan
Bising ialah bunyi yang tidak dikehendaki yang merupakan aktivitas alam (bicara,
pidato) maupun buatan (bunyi mesin) dan dapat menggangu kesehatan, kenyamanan serta
dapat menimbulkan ketulian yang bersifat relatif. Alat ukur kebisingan adalah sound level
meter.

1. Pembagian Kebisingan
Berdasarkan frekuensi, tingkat tekanan, tingkat bunyi dan tenaga bunyi, maka
bising dibagi dalam 3 katagori :
a. Audible noise (bising pendengaran)
Bising ini disebabkan oleh frekuensi bunyi antara 31,5 – 8.000 Hz
b. Occupational noise ( bising yang berhubungan dengan pekerjaan)
Bising ini disebabkan oleh bunyi mesin di tempat kerja, bising dari
mesin ketik.
c. Impuls noise (impact noise = bising impulsif)
Bising yang terjadi akibat adanya bunyi yang menyentak, misalnya
pukulan palu, ledakan meriam, tembakan dan lain – lain.

Berdasarkan waktu terjadinya, maka bising dibagi dalam beberapa jenis :


d. Bising kontinyu dengan spektrum luas, misalnya karena mesin, kipas
angin
e. Bising kontinyu dengan spektrum sempit, misalnya bunyi gergaji, penutup
gas
f. Bising terputus – putus, misalnya lalu lintas, bunyi kapal terbang di udara
g. Bising sehari penuh (full noise time)
h. Bising setengah hari (part time noise)
i. Bising terus – menerus (steady noise)
j. Bising impulsive (impuls noise) ataupun bising sesaat
(letupan)
2. Pengaruh Bising pada Kesehatan
a. Hilangya pendengran sementara
b. Kebal atau imun terhadap bising
c. Telinga berdengung
d. Kehilangan pendengaran menetap, biasanya dimulaidari
frekuensi 4000 Hz

3. Daftar Skala Intensitas Kebisingan


Tingkat kebisingan Intensitas (dB) Batas dengar tertinggi

Menulikan 100-120 Halilintar


Meriam
Mesin uap

Sangat hiruk pikuk 80-90 Jalan hiruk pikuk


Perusahaan sangat gaduh
Pluit polisi

Kuat 60-70 Kantor gaduh


Jalan pada umumnya
Radio
Perusahaan

Sedang 40-50 Rumah gaduh


Kantor umunya
Percakapan kuat
Radio perlahan

Tenang 20-30 Rumah tenag


Kantoer perorangan
Auditorium
Percakapan

Sangat tenang 0-10 Bunyi daun


Berbisik
Batas dengar terendah

4. Pencegahan Ketulian dari Proses Bising


Prinsip pencegahan ketulian dari proses bising adalah menjauhi dari sumber
bising. Untuk tujuan itu dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
a. Memberikan pelumas dan peredam pada mesin yang menghasilkan
bising
b. Menggunakan tembok pemisah antara sumber bising dengan
tempat kerja.
c. Menggunakan pelindung telinga

2.4 Suara
Suara dihasilkan oleh getaran suatu benda. Selama bergetar, perbedaan tekanan terjadi
di udara sekitarnya. Peningkatan tekanan disebut kompresi, sedangkan penurunannya disebut
rarefaction. Suara adalah fenomena fisik yang dihasilkan oleh getaran benda, getaran suatu
benda yang berupa sinyal analog dengan amplitudo yang berubah secara kontinyu terhadap
waktu. Pada hakekatnya suara dan bunyi adalah sama. Hanya saja kata “suara” dipakai untuk
makhluk hidup, sedangkan bunyi dipakai untuk benda mati.
1. Aliran udara yang dihasilkan dorongan otot paru-paru bersifat konstan. Ketika
pita suara dalam keadaan berkontraksi, aliran udara yang lewat membuatnya
bergetar.
2. Aliran udara tersebut dipotong-potong oleh gerakan pita suara menjadi sinyal
pulsa yang kemudian mengalami modulasi frekuensi ketika melewati pharynx, rongga
mulut ataupun pada rongga hidung. Sinyal suara yang dihasilkan pada proses ini
dinamakan sinyal voiced sound.
3. Suara bicara normal merupakan hasil dari modulasi udara yang keluar dari dalam
tubuh.
4. Beberapa bunyi ayang dihasilkan melalui mulut tanpa menggunakan pita suara
disebut Unvoiced sound, merupakan aliran udara melalui penciutan/konstriksi yang
dibentuk oleh lidah, gigi, bibir dan langit-langit. Misalnya p, t, k, s, dan ch, secara
perinci:
5. p, t, dan k suara/bunyi letupan (plosive sound)
6. S, f, dan ch suara/bunyi frikatif (fricative sound)

Proses produksi suara pada manusia dapat dibagi menjadi tiga


buah proses fisiologis, yaitu :
 pembentukan aliran udara dari paru-paru,
 perubahan aliran udara dari paru-paru menjadi suara, baik voiced,
maupun unvoiced yang dikenal dengan istilah phonation, dan
artikulasi yaitu proses modulasi/ pengaturan suara menjadi bunyi
yang spesifik.
 Organ tubuh yang terlibat pada proses produksi suara adalah : paru-
paru, tenggorokan (trachea), laring (larynx), faring (pharynx), pita
suara (vocal cord), rongga mulut (oral cavity), rongga hidung
(nasal cavity), lidah (tongue), dan bibir (lips).

Pembentukan suara (fonasi)


 Pada pembentukan suara vokal, pita suara tertarik saling mendekat
oleh otot, udara di paru dihembuskan, tekanan dibawah pita suara
meningkat dan pita suara yang tertutup dipaksa membuka.
 Terjadi aliran cepat udara ke atas yang menyebabkan penurunan
tekanan di antara pita, menyebabkan pita suara bergerak bersama,
menghambat keluarnya udara secara parsial.
 Rongga mulut berubah bentuk akibat garakan lidah, rahang bawah,
palatum lunak, dan pipi untuk menentukan suara yang diucapkan.
 Kadang-kadang hilangnya suara, gangguan bicara, atau rasa sakit
timbul akibat obstruksi di pita suara.
 Hal tersebut perlu dilakukan pemeriksaan, salah satu metode yang
digunakan adalah laringoskopi.
 Metode lain juga yang digunakan adalah MRI, USG, dan berbagai
prosedur radiologis misalnya sinar-X, CT-scan, dan sebagainya.

Frekuensi dasar dari hasil vibrasi yang kompleks tergantung


dari massa dan tegangan dari pita suara.
 Laki-laki mempunyai frekuensi suara 125 Hz.
 Wanita mempunyai frekuansi suara 250 Hz.
 Suara berhubungan erat dengan rasa “mendengar”.

Pada sistem pengenalan suara oleh manusia terdapat tiga organ


penting yang saling berhubungan yaitu :
 telinga yang berperan sebagai transduser dengan menerima sinyal
masukan suara dan mengubahnya menjadi sinyal syaraf,
 jaringan syaraf yang berfungsi mentransmisikan sinyal ke otak,
 dan otak yang akan mengklasifikasi dan mengidentifikasi informasi
yang terkandung dalam sinyal masukan.

2.5 Vibrasi
Vibrasi adalah getaran, dapat disebabkan oleh getaran udara atau getaran mekanis
lainnya.Dibedakan menjadi :
1. Vibrasi karena getaran udara yang pengaruhnya pada akustik
2. Vibrasi karena getaran mekanis mengakibatkan timbulnya resonansi/
turut bergetarnya alat-alat tubuh dan pengaruh terhadap alat alat
tubuh.

a. Penjalaran Vibrasi Udara dan Efek yang Timbul


Vibrasi udara oleh karena benda bergetar dan diteruskan
melalui udara akan mencapai telinga. Getaran dengan frekuensi 1-20
Hz tidak akan terjadi gangguan penguatan pendengaran tetapi pada
intensitas lebih dari 140 dB akan terjadi gangguan vestibuler yaitu
gangguan orientasi,kehilangan keseimbangan dan mual-mual. Akan
timbul nyeri telinga,nyeri dada dan bisa terjadi getaran seluruh tubuh.
b. Penjalaran Vibrasi Mekanik dan Efek yang Timbul
Penjalaran vibrasi mekanik melalui sentuhan atau kontak
dengan permukaan benda yang bergerak,sentuhan ini melalui daerah
yang terlokalisasi (tool-hand vibration) atau mengenai seliruh tubuh
(wholbody vibration). Bentuk tool hand vibration merupakan bentuk
yang terlazim dalam proses pekerjaan.
Efek vibrasi terhadap tubuh tergantung besar kecilnya frekuensi
yang mengenai tubuh. Pada frekuensi :
·3-9 Hz : akan timbul resonansi pada dada dan perut
·6-10 Hz :dengan intensitas 0.6 g tekanan darah,denyut
jantung,pemakaian O2 dan volume perdenyut sedikit berubah. Pada
intensitas 1.2 g terlihat banyak perubahan system peredaran darah.
· 10 Hz : leher,kepala,pinggul,kesatuan otot dan tulang akan
beresonansi.
· Tenggorokan akan mengalami resonansi.
Pada frekuensi kurang dari 20 Hz,tonus otot akan meningkat,
akibat kontraksi statis ini otot menjadi lemah,rasa tidak enak dan
kurang ada perhatian. Pada frekuensi diatas 20 Hz otot-otot menjadi
kendor dan frekuensi 30-50 Hz digunakan dalam kedokteran olahraga
untuk memulihkan otot-otot sesudah kontraksi luar biasa.

Efek vibrasi terhadap tangan :


 Getaran dalam jangka waktu cukup lama akan menimbulkan
kelainan pada tangan berupa
 Kelainan pada persyarafan dan peredaran darah. Gejala kealinan ini
mirip dengan phenomena Raynaud yaitu keadaan pucat dan biru
dari anggota badan,pada saat anggota badan kedinginan, tanpa ada
penyumbatan pembuluh darah tepid an tanpa kelainan- kelainan
gizi. Phenomena Reynaud ini terjadi pada frekunsi sekitar 30-40
Hz.
 Kerusakan-kerusakan pada persendian tulang

Sikap Tubuh Terhadap Getaran Mekanis


Badan merupakan susunan elastic yang kompleks
dengan tulang sebagai penyokong alat-alat dan landasan
kekuatan serta kerja oto. Kerangka,alat-alat,urat danotot
memiliki sifat elastic yang bekerja secara serentak sebagai
peredam dan penghantar getaran.
Pengaruh getaran terhadap tubuh ditentukan sekali oleh
posisi tubuh atau sikap tubuh. Pada tungkailurus akan
mengahanta 100% getaran ke dalam badan, sedangkan dalam
posisi duduk tungkai akan berlaku sebagai peredam.

Mencegah getaran mekanis :


 Getaran suatu benda dapat dihindari dengan meletakkan bahan
peredam dibawah benda yang bergetar. Bhan peredam sebaiknya
sekitar 1 Hz.
 Selain itu tempat duduk atau alas kaki diletakkan bahan peredam.
Tebal tempat duduk dan alas kaki sangat menentukan besar
redaman.

2.6 Pengertian termodinamika ( thermophysic )


Ilmu yang mempelajari hukum-hukum yang mengatur perubahan energi dari suatu
bentuk ke bentuk lain, aliran dan kemampuan energi melakukan usaha.
Dua istilah yang berkaitan erat dalam termodinamika, yaitu:
1. Sistem adalah : sesuatu yang menjadi subyek pembahasan atau fokus perhatian.
2. Lingkungan adalah : segala sesuatu yang tidak termasuk dalam sistem atau segala
keadaan di luar sistem.
Metabolisme sebagai konversi energi
1. Metabolisme : proses perubahan yang terjadi dalam satu organisme ( jumlah total
reaksi kimia atau fisika yang diperlukan untuk kehidupan )
2. Kecepatan metabolisme : kecepatan dimanaenergi dalam diubah di dalam tubuh.
Dalam metabolisme terkandung Anabolisme dan Katabolisme :
1. Anabolisme: menunjukkan reaksi sintesis menjurus ke penyimpanan energi di
dalam tubuh
2. Katabolisme: menggambarkan kerusakan jaringan dan penggunaan sumber
energi

2.7 Hukum termodinamika (thermophysic)


Hukum Pertama Termodinamika
“Panas neto yang ditambahkan pada suatu sistem sama dengan perubahan
energi internal sistem ditambah usaha yang dilakukan oleh sistem.”
Q = ΔU + W
Keterangan :
Q = + Panas masuk ke sistem
= - Panas keluar dari sistem
U = energi internal sistem
W = + usaha dilakukan oleh sistem
= - usaha dilakukan pada sistem
Hukum kedua termodinamika mengatakan bahwa aliran kalor memiliki arah. Dengan
kata lain, tidak semua proses di alam adalah reversibel (arahnya dapat dibalik). Hukum kedua
termodinamika menyatakan bahwa kalor mengalir secara spontan dari benda bersuhu tinggi
ke benda bersuhu rendah dan tidak pernah mengalir secara spontan dalam arah kebalikannya.
Misalnya, jika sebuah kubus kecil dicelupkan ke dalam secangkir air kopi panas, kalor akan
mengalir dari air kopi panas ke kubus es sampai suhu keduanya sama.
Hukum pertama termodinamika tidak dapat menjelaskan apakah suatu proses
mungkin terjadi ataukah tak mungkin terjadi. Oleh karena itu, muncullah hukum kedua
termodinamika yang disusun tidak lepas dari usaha untuk mencari sifat atau besaran sistem
yang merupakan fungsi keadaan. Ternyata orang yang menemukannya adalah Clausius dan
besaran itu disebut entropi. Hukum kedua ini dapat dirumuskan sebagai berikut: “Proses
suatu sistem terisolasi yang disertai dengan penurunan entropi tidak mungkin terjadi. Dalam
setiap proses yang terjadi pada sistem terisolasi, maka entropi sistem tersebut selalu naik atau
tetap tidak berubah”.
Hukum kedua termodinamika memberikan batasan dasar pada efisiensi sebuah mesin
atau pembangkit daya. Hukum ini juga memberikan batasan energi masukan minimum yang
dibutuhkan untuk menjalankan sebuah sistem pendingin. Hukum kedua termodinamika juga
dapat dinyatakan dalam konsep entropi yaitu sebuah ukuran kuantitatif derajat ketidakaturan
atau keacakan sebuah sistem.
Dari hasil percobaan para ahli menyimpulkan bahwa mustahil untuk membuat sebuah
mesin kalor yang mengubah panas seluruhnya menjadi kerja, yaitu mesin dengan efisiensi
termal 100%. Kemustahilan ini adalah dasar dari satu pernyataan hukum kedua
termodinamika sebagai berikut: “Adalah mustahil bagi sistem manapun untuk mengalami
sebuah proses di mana sistem menyerap panas dari reservoir pada suhu tunggal dan
mengubah panas seluruhnya menjadi kerja mekanik, dengan sistem berakhir pada keadaan
yang sama seperti keadaan awalnya”. Pernyataan ini dikenal dengan sebutan pernyataan
“mesin” dari hukum kedua termodinamika.
Dasar dari hukum kedua termodinamika terletak pada perbedaaan antara sifat alami
energi dalam dan energi mekanik makroskopik. Dalam benda yang bergerak, molekul
memiliki gerakan acak, tetapi diatas semua itu terdapat gerakan terkoordinasi dari setiap
molekul pada arah yang sesuai dengan kecepatan benda tersebut. Energi kinetik dan energi
potensial yang berkaitan dengan gerakan acak menghasilkan energi dalam.
Jika hukum kedua tidak berlaku, seseorang dapat menggerakkan mobil atau
pembangkit daya dengan mendinginkan udara sekitarnya. Kedua kemustahilan ini tidak
melanggar hukum pertama termodinamika. Oleh karena itu, hukum kedua termodinamika
bukanlah penyimpulan dari hukum pertama, tetapi berdiri sendiri sebagai hukum alam yang
terpisah.
Hukum pertama mengabaikan kemungkinan penciptaan atau pemusnahan energi.
Sedangkan hukum kedua termodinamika membatasi ketersediaan energi dan cara
penggunaan serta pengubahannya. Panas mengalir secara spontan dari benda panas ke benda
yang lebih dingin, tidak pernah sebaliknya.
Hukum II Thermodinamika
Memenuhi Persamaan :
η = W/Q1 x 100 %
Karena W = Q1 – Q2 , maka :
η = Q1 - Q2 /Q1 x 100 %

2.8 Energi panas dalam bidang kesehatan


Sejarah Penggunaan Panas Dalam Bidang Kesehatan:
1. Romans 600 thn SM memakai minyak panas untuk memijat
2. Tuan Fause mempergunakan “ hotsbrichs” dalam pengobatan nyeri yang
disebabkan oleh rheumatik
3. Roebereiner 1816 membicarakan pemakaian sinar dalam bidang pengobatan
4. Lengevin tahun 1917 menemukan “Piezo Elektrik Generator “ yang kemudian
para klinis mempergunakan Ultrasonik dalam pengobatan
5. Reyn thn 1913 menggunakan Sinar Ungu Ultra dalam irradiasi tubuh manusia
6. Schliepluke thn 1927 melaporkan hasil pengobatan dengan mempergunakan
“Short Wave Diathermy”

2.9 Transfer panas


Menurut Hukum “ VANTT HOFF” yaitu menurunnya reaksi kimia tubuh seiring
dengan menurunnya temperatur tubuh Reaksi kimia di dalam tubuh tergantung pada
temperatur tubuh. Apabila dalam keadaan dingin yang ekstrim “Homeostatic Mekanism” à
Hipotermia. Keadaan Hipotermia digunakan pada operasi jantung sebagai proteksi
metabolisme agar dapat mencegah keadan Anoksia karena jaringan membutuhkan oksigen
sangat rendah. Fungsi pengaturan suhu terutama terletak pada reaksi biokimia dari organisme
itu sendiri, reaksi panas dan hasil metabolisme serta heat loss melalui lingkungan.
Energi panas yang hilang atau masuk ke dalam tubuh melalui kulit ada empat cara
yaitu:

1. KONDUKSI (Conduction)
Cara kehilangan panas krn menempel pada benda dingin Misal : stetoskop, timbangan
dll.
2. KONVEKSI (Convection)
Kehilangan panas karena udara yang mengalir Misal : kipas angin, aliran AC, jendela
terbuka.
3. RADIASI (Radiation)
Kehilangan panas bayi karena suhu di ruangan lebih dingin dari suhu tubuh bayi
Pencegahan : suhu ruangan cukup hangat, diselimuti terutama kepala bayi (luas terbesar).
4. EVAPORASI ( Evaporasi)
Kehilangan panas karena tubuh bayi yang basah (menguap dengan air yang menempel
di tubuh bayi) Pencegahan segera keringkan bayi.

2.10 Mekanisme panas


Energi panas mula – mula akan penetrasi kedalam jaringan kulit dalam bentuk berkas
cahaya (radiasi atau konduksi), kemudian akan menghilang di daerah jaringan yang lebih
dalam berupa panas. Panas akan diangkut kedalam jaringan dengan cara konveksi yaitu
melalui aliran tubuh.
Metode Yang Dipakai Untuk Transfer Energi Dalam Pengobatan
1. Metode Konduksi
2. Metode Radiasi
3. Metode Elektromagnetis
4. Metode Ultrasonik

2.11 Keseimbangan panas


Pengaturan temperatur tubuh manusia adalah makhluk yang memiliki sistem
Homoestatis suatu sistem yang dapat mengatur dirinya sendiri proses Homoestatis
aktivitasnya diatur oleh assp yaitu Hypothalamus dengan mengatur keseimbangan produksi
panas dan kehilangan panas.
Hypothalamus terbagi dua yaitu:
1. Hypothalamus Anterior: Mengatur suhu panas yakni dengan menghilangkan panas dengan
pelebaran pembuluh darah permukaan kulit, pertambahan pernafasan, keringat, anoreksia.
2. Hypothalamus Posterior: Mengatur suhu dingin dengan mengatur pembentukan panas
dengan menggigil, penyempitan pembuluh darah permukaan kulit, lapar.

2.12 Mekanisme aktivitas pengaturan suhu tubuh dengan umpan balik


1. Mekanisme Aktifitas Oleh Dingin:
Menggigil kelaparan, peningkatan aktifitas otot bergaris, peningkatan sekresi
norefeneprin dan efeneprin, penyempitan pembuluh darah kettaneus ,kulit mengkerut,
peningkatan produksi panas penurunan kehilangan panas.
2. Mekanisme Aktifitas Oleh Panas:
Pelebaran pembuluh darah, kulit berkeringat, peningkatan pernafasan, nafsu
makan berkurang, lesu dan lembam, peningkatan kehilangan panas, penurunan produksi
panas.

2.13 Pengertian termografi


Alat diagnostik yang menggunakan energi panas (mendekati temperatur permukaan
kulit) yang memberikan gambaran termogram Suhu permukaan kulit dipengaruhi proses yang
menimbulkan panas dijaringan bawah kulit antara lain: peradangan , gangguan sirkulasi
darah, tumor aktif.
a. PRINSIP KERJA TERMOGRAFI
Termografi pada prinsifnya ada dua macam yaitu : termografi dengan
keseimbangan panas dan termografi dengan Fotokonduktivitas infra merah.
1. Termografi Dengan Prinsif Keseimbangan Panas
Dibuat dari lempengan tipis Nitrat Sellulosa dan dilapisi minyak tipis
pengabsorpsi panas. Permukaan kulit yang telah mencapai keseimbangan
panas gambaraan (warna) tertentu pada suatu temperatur tertentu Misalnya:
Permukaan kulit normal memberikan warna Hijau. Bila suhu meningkat maka
terjadi perubahan warna Film Cellulosa dari warna coklat menjadi kemerah-
merahan tergantung pada kenaikan temperatur kulit
2. Termografi Dengan Prinsif Fotokonduktivitas
Prinsipnya: Mempergunakan kamera Infra Merah. Panas yang
dipancarkan permukaan kulit berupa radiasi Infra merah oleh sususnan optis
dijatuhkan kedetektor infra merah menjadi diskontinu oleh transduser infra
merah dirubah menjadi pulsa listrik.kemudian diperkuat dengan amplifer
kemudian ditampilkan gambar dilayar Cathode Ray Tube (CRT).
2.14 Penerapan dan prinsip prinsip fisika dalam pemeliharaan alat alat
kesehatan/keperawatan
A. Definisi Alat Kesehatan
Menurut peraturan Menteri Kesehatan RI No.23 tahun 1992 tentang
kesehatan. Alat Kesehatan (ALKES) adalah instrumen, apparatus, mesin, implant
yang digunakan untuk mencegah, mendiagnosa, menyembuhkan dan meringankan
penyakit, merawat orang sakit,serta memulihkan kesehatan pada manusia dan
membentuk struktur dan memperbaiki fungsi tubuh.

B. Penggolongan Alat-alat Kesehatan


Penggolongan alat kesehatan terdiri atas
1. Berdasarkan fungsinya
a. Peralatan medis
 instrumen atau perlengkapan. Ex. X-Ray, ECG, ICU, Obgyn, dll
 Utensilen. Ex. pembalut, urinal
b. Peralatan non medis
ex. dapur, generator, keperluan cucian dll.
2. Berdasarkan sifat pemakai
a. Peralatan yang habis dipakai (consumable)
b. Peralatan yang dapat digunakan terus-menerus
3. Berdasarkan umur peralatan
a.Tidak memerlukan perawatan
 Alkes satu kali pakai (disposible)
 Alkes habis pakai (consumable)
 Alkes dengan cost unit rendah. Ex. Spuit, pinset,gunting, alat bedah,
dll
b.Alat-alat yang penting, atau alat dengan waktu penyusutan lebih dari 5 tahun
Ex. peralatan laboratorium, peralatan ruang bedah, dll
c.Alat-alat berat dengan waktu penyusutan lebih dari 5 tahun atau dikaitkan
dengan bangunan di mana alat itu ditempatkan. Ex. alat X-ray, alat
sterilisasi, perlengkapan dapur, pencucian, dll.
4. Berdasarkan macam dan bentuk
a.Alat-alat kecil dan yang umum. Ex. jarum, semprit, alat bedah, alat THT.
b.Alat perlengkapan RS,. Ex. meja operasi, otoklaf, sterilizer, lampu
operasi.
c. Alat laboratorium. Ex. alat gelas, reagens, test kit diagnostik.
d.Alat perlengkapan radiologi/nuklir. Ex. X-ray, scanner, dll.
5. Berdasarkan kegunaan
a.THT
b.Obsgin
c.Bedah

Alat ukur tekanan darah :


 Teaching stethscope (2 binaural unit)
 Aneroid sphygmomanometer.
 Mercurial sphygmomanometer.
 Electric sphygmomanometer.
 Automatic sphygmomanometer
Peralatan kesehatan dapat dikategorikan menjadi 4 yaitu :
a. peralatan elektronika
b. peralatan dari bahan baku logam
c. peralatan dari bahan baku gelas
d. peralatan dari bahan baku karet/plastic
1) Peralatan Elekronik
Adalah peralatan yang mempergunakan sumber daya listrik, misalnya
alat electrocardiography, electro encephlography, unit thermography,
ventilator, unit monitor EKG dll.
2) Peralatan Dari Bahan Baku Logam
Bahan baku logam yang biasa dipakai adalah nikel , alpaca , tembaga
dan logam campuran lainnya. Peralatan dari bahan logam ini banyak
ragamnya , misalnya forcep ekstraksi,gunting, pinset, jarum hecting dll.
3) Peralatan Dari Bahan Baku Gelas
Bahan baku gelas yang biasa dipakai adalah : pyrex, fiber gelas.
Contoh : vacum extractive/ekstraksi vakum, pipet, tabung reaksi , buret dll.

C. Pengertian Perawatan Alat


Melaksanakan pemeliharaan peralatan perawatan dan kedokteran dengan cara
membersihkan,mendesinfeksi atau mensterilkan serta menyimpan.
Tujuan :
1. Menyiapkan peralatan perawatan dan kedokteran dalam keadaan siap pakai.
2. Mencegah peralatan cepat rusak.
3. Mencegah terjadinya infeksi silang.
4. Pemeliharaan peralatan dari logam.

D. Perawatan Macam – macam Alat Kesehatan


1. Perawatan Alat-Alat Elektronika
Perawatan elektronika sangat peka terhadap goncangan sehingga perlu
dihindari dari goncangan . hindari peralatan dari medan magnet yang kuat agar
sensisivitas meter tidak berubah . Alat-alat elektronika tidak tahan pada suhu di atas
25o C, sehingga pada waktu penggunaan suhu ruangan sebaiknya berkisar antara 18o
C – 25o C rata-rata pada temperature 21o C.
Untuk menghindari suhu terlalu tinggi, pada alat perlu tempati kipas angin di
sekitar power supply/sumber daya alat tersebut.
Debu dapat pula mempengaruhi kerjanya alat, sehingga setiap saat ruangan
dibersihkan dengan menggunakan alat penyedot debu (vacuum cleaner).
Pengetahuan dan ketrampilan penggunaan peralatan memegang peranan
penting dalam perawatan peralatan agar peralatan berjalan dengan baik dan kerusakan
dapat dihindari sejauh mungkin. Pengetahuan dan ketrampilan ini meliputi :
a. Sasaran pengukuran telah dipahami terlebih dahulu
b. Persiapan metoda, waktu dan program pengukuran
c. Kondisi peralatan baik atau tidak

2.Perawatan Alat Dari Bahan Baku Logam


Alat-alat yang terbuat dari logam misalnya besi , tembaga maupun aluminium
sering terjadi karatan . untuk menghindari terjadinya hal demikian maka alat-alat
tersebut harus disimpan pada tempat yang mempunyai temperature tinggi (37o C) dan
lingkungan yang kering kalau perlu memakai bahan silicon sebagai penyerap uap air .
Sebelum disimpan alat tersebut harus bebas dari kotoran debu maupun air yang
melekat,kemudian diolesi dengan minyak olie, minyak rem atau paraffin cair .
3.Perawatan Alat Dari Bahan Baku Gelas
Bahan gelas banyak dipakai dalam laboratorium medis. Ada beberapa
keuntungan maupun kelemahan dari bahan baku gelas tersebut.
Keuntungannya : bahan gelas tahan terhadap reaksi kimia, terutama bahan gelas
pyrex,tahan terhadap perubahan temperature yang mendadak, koefisien mual yang
kecil dan tembus cahaya yang besar.
Kelemahannya: mudah pecah terhadap tekanan mekanik, dan mudah tumbuh jamur
sehingga mengganggu daya tembus sinar, kadang-kadang dengan menggunakan kain
katun untuk membersihkan saja mudah timbul goresan .
Dengan memperhatikan keuntungan dan kelemahan dari bahan gelas, maka
dalam segi keperawatan maupun memperlakukan alat-alat gelas harus perhatikan :
a. Penyimpanan pada ruangan yang suhunya berkisar 27o C-37o C dan diberi
tambahan lampu 25 watt .
b. Ruangan tempat penyimpanan diberi bahan silicon sebagai zat higroskopis
c. Gunakan alcohol, aceton, kapas, sikat halus dan pompa angin untuk membersihkan
debu dari permukaan kaca/gelas. Usahakan pada waktu membersihkan lensa jangan
sampai merusak lapisan lensa .
d. Pada waktu memanaskan tabung reaksi hendaknya ditempatkan di ata kawat kasa :
atau boleh melakukan pemanasan secara langsung asalkan bahan gelas terbuat dari
pyrex.
e. Gelas yang akan direbus hendaknya jangan dimasukkan langsung ke dalam air
yang sedang mendidih melainkan gelas dimasukkan ke dalam air dingin kemudian
dipanaskan secara perlahan-lahan . Sebaliknya untuk pendinginan mendadak tidak
diperkenankan
f. Membersihkan bahan/kotoran dari gelas sebaiknya segera setelah dipakai dapat
menggunakan :
1) Air yang bersih
2) Detergent : dapat menghilangkan lemak dan tidak membawa efek
perubahan fisik.
3) Larutan : kalium dichromat
10 gram
Asam belerang
25 ml
Aquadest
75 ml
Kadang-kadang memerlukan perendaman sampai beberapa jam, kemudian
dibilas dengan air bersih, dikeringkan dengan udara panas lalu disimpan di tempat
yang kering .
4.Perawatan Alat Dari Bahan Baku Karet
Sarung tangan dari karet/ hand schoen mudah sekali meleleh atau melengket
apabila disimpan telalu lama. Untuk menghindari kerusakan dari bahan karet, sebelum
melakukan penyimpanan mula-mula bersihkan kotoran darah atau cairan obat dengan
cara mencuci dengan sabun kemudian dikeringkan denga menjemur dibawah sinar
matahari atau hembusan udara hangat. Setelah itu taburi talk pada seluruh permukaan
karet.
5.Ventilator
Ventilator adalah sebuah alat yang digunakan untuk membantu proses
ventilasi dalam mempertahankan oksigenasi. Adapun Cara pemeliharaannya yaitu :
a.Hindari dari goncangan. Karena mengingat peralatan elektronika sangat peka
terhadap goncangan.
b. Hindari menggunakan peralatan dari medan magnet yg kuat agar sensitifitas tidak
berubah.
c. Sebaiknya menggunakan suhu ruangan antara 180C – 250C karena alat tidak tahan
pada suhu di atas 250C.
d.Hindari dari kotoran / debu,
e.Selain itu, Pengetahuan dan keterampilan dalam penggunaan alat juga sangat
penting diketahui, untuk meminimalisir terjadinya kerusakan, diantaranya yaitu:
 Sasaran pengukuran telah dipahami.
 Persiapan metode, waktu dan program pengukuran.
 Kondisi peralatan.
6. Gunting
Gunting adalah alat mekanik yang terbuat dari logam yang digunakan untuk
memotong. Dan Cara pemeliharaannya yaitu:
a.Harus disimpan ditempat yg memiliki suhu tinggi ( lebih kurang 370C )
b. Lingkungan kering ( perlu memakai silikon sebagai penyerap uap air )
c. Harus bebas dari kotoran/debu yang melekat kemudian diolesi dgn minyak baik
minyak oli, minyak rem atau parafin cair.
7. Handschoen (sarung tangan karet)
` Disamping mencuci tangan dalam meminimalisasi penularan penyakit,
handschoen atau sarung tangan juga merupakan alat yang mutlak harus dipergunakan
oleh petugas kesehatan, termasuk perawat. Untuk menghindari terjadinya kerusakan,
maka harus dilakukan perawatan, diantaranya:
a.Setelah dipakai, dicuci dengan sabun.
b.Dijemur dibawah terik matahari.
c.Ditaburi talk pada seluruh permukaan karet.
8. Test tube (tabung reaksi)
Tabung reaksi yaitu bahan gelas yang dipakai dalam laboratorium medis, yang
fungsinya untuk mereaksikan zat-zat kimia dalam skala kecil/jumlah yang sedikit.
Selain itu tabung reaksi juga memiliki kelemahan, dimana dia mudah pecah, mudah
tumbuh jamur sehingga dapat mengganggu daya tembus sinar, dan biasanya mudah
timbul goresan bila dibersihkan dengan kain katun.
Karena adanya kelebihan dan kelemahannya, maka Cara pemeliharaannya
yaitu:
a.Penyimpanan pada suhu 270C – 370C dan diberi penerangan 25 watt.
b.Ruangan diberi silikon sebagai zat higroskopis.
c.Gunakan alkohol, acetone, kapas dan pompa angin untuk membersihkan debu.
d.Pada saat memanaskan harus diatas kawat kasa, boleh secara langsung asal bahan
dari pyrex.
e.Gelas yg akan direbus dimasukkan ke air dingin terlebih dahulu, baru kemudian
dipanaskan secara perlahan-lahan
f.Setelah selesai dipakai, gelas terlebih dahulu dibersihkan, bisa menggunakan air
bersih, detergent(penghilang lemak), maupun larutan.
9. Ekstraksi vakum
Merupakan alat kesehatan yang terbuat dari bahan baku gelas. Biasanya
digunakan untuk melahirkan kepala janin, yang ditempelkan pada kulit kepala janin
dari rahim seorang ibu yang masih memiliki tenaga meneran. Alat ini terdiri dari
cawan penghisap, botol penghisap, dan pompa penghisap. Karna alat ini terbuat dari
bahan baku gelas, jadi pada dasarnya sama dengan cara pemeliharaan tabung reaksi.

a.Penerapan Fisika Dalam Memberikan Asuhan Keperawatan


Dalam pemberian asuhan keperawatan ada 5 tahapan yang harus dilakukan,
yaitu Pengkajian, Diagnosa, Interpensi/ perencanaan, implementasi/ tindakan, dan
Evaluasi. Yang pertama yaitu pengkajian. Salah satu alat yang menggunakan
penerapan fisika dalam proses pengkajian, yaitu termometer yg merupakan alat untuk
mengukur suhu (temperatur), ataupun perubahan suhu. Termometer yang paling
umum digunakan yaitu termometer air raksa. Prinsip dasar dari termometer ini yaitu
proses pemuaian yang merupakan indeks temperatur. Air raksa akan membeku pada
suhu -40--0C dan titk uapnya berkisar diatas 3600C.
Selain termometer, stetoskop juga digunakan dalm proses pengkajian. Alat ini
biasanya digunakan untuk mendengarkan detak jantung, mendengarkan bising usus,
dan biasanya juga digunakan oleh perawat ketika mengukur tekanan darah pasien.
Pada penggunaan alat ini berlaku hukum / Azas Doppler, yang mana sumber
bunyinya adalah detak jantung/ suara bising usus dan perawat sebagai pengamat.
Serta banyak lagi alat-alat lain yang menggunakan prinsip fisika dalam proses
pengkajian seperti tensimeter, dll.
Yang kedua diagnosa. Contoh alat yang menggunakan penerapan fisika yaitu
pada penggunaan USG. Lewat USG dokter bisa melihat kelainan-kelainan di rahim
ibu, misalnya mendiagnosa adanya kista, myoma atau lainnya. Manfaat lain
pemeriksaan USG untuk mendeteksi apakah kehamilan terjadi di dalam atau di luar
kandungan. Prinsip USG adalah menggunakan bunyi berfrekuensi tinggi sehingga
komplikasi di dalam rahim dapat segera diketahui.Dengan teknologi gelombang bunyi
berfrekuensi tinggi dok¬ter dapat mengukur janin agar tanggal persalinan diketahui,
melihat jumlah janin yang ada di rahim, serta melihat posisi janin dan letak plasenta.
selain dari USG alat yang biasa digunakan dalam mendiagnosa suatu penyakit yaitu
ST Scan, Radioisotop, dll.

E. Sterilisasi
Suatu proses dimana kegiatan ini bertujuan untuk membebaskan alat ataupun
bahan dari berbagai macam mikroorganisme.
Tujuannya :
1. Untuk membebaskan alat-alat dari kuman / bakteri dari kehidupan
mikroorganisme, patogin, apatogen dan sporanya.
2. Untuk mencegah terjadinya infeksi silang dan penularan penyakit dari seseorang
ke orang lain / nosokomial.
3. Memelihara peralatan dalam kondisi siap pakai.
Caranya :
1. Secara fisik pemanasan basah
2. Secara mekanis dengan penyaringan
3. Secara fisis pemanasan kering
4. Secara kimia
5. Tekhnik aseptik
6. Tekhnik panas basah
7. Tekhnik ultraviolet
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Gelombang bunyi merupakan vibrasi atau gerakan dari molekul-molekul zat dan
saling beradu satu sama lain dimana zat tersebut terkoordinasi menghasikan gelombang yang
merambat melalui medium padat, cair, dan udara.
Berkaitan dengan efek yang ditimbulkan gelombang ultrasonik dan sifat gelombang
bunyi ultra maka gelombang ultrasonik dipergunakan sebagai diagnosis dan pengobatan.
Bioakustik dalam keperawatan banyak manfaatnya baik untuk diagnosis suatu
penyakit maupun dalam pengobatan. Kebisingan merupakan penyakit akibat kerja yang mana
dapat merugikan kesehatan yang berdampak pada gangguan pendengaran dan bila pemaparan
dalam waktu yang lama akan menyebabkan ketulian. Pada dasarnya pengendalian kebisingan
dapat dilakukan terhadap sumbernya, perjalanannya dan penerimanya. Langkah terakhir
adalah penggunaan alat pelindung pendengaran.
Ilmu yang mempelajari hukum-hukum yang mengatur perubahan energi dari suatu
bentuk ke bentuk lain, aliran dan kemampuan energi melakukan usaha. Dua istilah yang
berkaitan erat dalam termodinamika, yaitu: sitem dan lingkungan. Metabolisme sebagai
konversi energi terbagi menjadi dua yaitu metabolisme dan kecepatan metabolisme. Dalam
metabolisme terkandung Anabolisme dan Katabolisme.
Menurunnya reaksi kimia tubuh seiring dengan menurunnya temperatur tubuh Reaksi
kimia di dalam tubuh tergantung pada temperatur tubuh. Apabila dalam keadaan dingin yang
ekstrim “Homeostatic Mekanism” à Hipotermia. Keadaan Hipotermia digunakan pada
operasi jantung sebagai proteksi metabolisme agar dapat mencegah keadan Anoksia karena
jaringan membutuhkan oksigen sangat rendah. Fungsi pengaturan suhu terutama terletak pada
reaksi biokimia dari organisme itu sendiri, reaksi panas dan hasil metabolisme serta heat loss
melalui lingkungan.
Temperatur tubuh manusia adalah makhluk yang memiliki sistem Homoestatis suatu
sistem yang dapat mengatur dirinya sendiri proses Homoestatis aktivitasnya diatur oleh assp
yaitu Hypothalamus dengan mengatur keseimbangan produksi panas dan kehilangan panas.
3.2 Saran
1. Pentingnya penerapan gelombang bunyi dalam kehidupan sehari-hari sehingga
diharapkan mahasiswa lebih mendalami pemahaman tentang bioakustik terutama
dalam keperawatan.
2. Aplikasi gelombang bunyi dalam bidang kesehatan diharapkan terus dipelajari
mahasiswa keperawatan.
3. Telinga sebagai alat pendengaran penting untuk dijaga dari berbagai pengaruh
kebisingan.
4. Pentingnya penerapan dan pengetahuan tentang termofisika.
5. Pentingnya penerapan fisika dan prinsip prinsip pemeliharaan dalam keperawatan.
DAFTAR PUSTAKA

Dr. J. F. Gabriel 1988 Fisika Kedokteran. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Denpasar
Giancoli, Douglas C., 2001, Fisika Jilid I (terjemahan), Jakarta : Penerbit Erlangga
Halliday dan Resnick, 1991, Fisika Jilid I, Terjemahan, Jakarta : Penerbit Erlangga
Tipler, P.A.,1998, Fisika untuk Sains dan Teknik-Jilid I (terjemahan), Jakarta :
Penebit Erlangga
Young, Hugh D. & Freedman, Roger A., 2002, Fisika Universitas (terjemahan),
Jakarta : Penerbit Erlangga Animation source :
http://paws.kettering.edu/~drussell/Demos/reflect/reflect.html
J.F. Gabriel(1996), FISIKA KEDOKTERAN , Jakarta. EGC
Arena, Victor : Ionizing Radiation and Life, The C.V. Mosby Company, St. Louis
1971
Broder, Marion R : Efficiency of Human Movement W.B Saunders Company,
Philadelphia, 1960
Bykof K.M. Test-book of Physiology, Foreign Languages Publishing House Moskow,
1960 p. 373
Cameron John R. Skofronick James G : Medical Phisics John Wiley & Sons Inc.New
York, 1978