Anda di halaman 1dari 24

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas Rahmat-
Nya, akhirnya penulisnya dapat menyelesaikan TUGAS KMB II mengenai
“SISTEM INTEGUMEN” yang dibawakan Oleh Bapak
Firmansyah.S.Kep,Ns.M.Kep.

Essai ini untuk memenuhi mata kuliah KMB II, dalam essai ini
penulis membahas tentang komponen integumen, fungsi integumen,
struktur kulit, derivat-derivat kulit, kulit sebagai pengatur suhu tubuh,
pigmentasi pada kulit, tumor kulit, serta penyakit pada kulit.

Penulis menyedari bahwa essai ini masih jauh dari sempurna,


karena keterbatasan kemampuan, pengalaman, dan ilmu yang dimiliki
ataupun kurangnya sumber pustaka. Oleh karena itu, saran dan kritik
sangat diharapkan untuk penyempurnaan dengan pengembangan essai
ke arah yang lebih baik. Semoga segala yang tertuang dalam makalah ini
dapat memberikan manfaat bagi kita semua, baik sekarang mau pun di
masa yang akan datang.

Akhir kata, penulis mohon maaf sebesar-besarnya apabila terdapat


banyak kekurangan dalam penyusunan essai ini. Atas perhatiannya,
penulis mengucapkan banyak terimakasih.

Makassar, 11 September 2019

ST.NURLIAVNI

1
A. PENGERTIAN
Sistem integumen merupakan sistem yang membentuk
lapisan terluar pada tubuh. Integumen terdiri dari kulit beserta
derivat-derivatnya yang terspesialisasi seperti rambut, kuku, dan
beberapa jenis kelenjar.
Kulit adalah lapisan jaringan yang terdapat pada bagian luar
menutupi dan melindungi permukaan tubuh.

Kulit merupakan alat pertahanan eksternal yang dirancang


untuk mencegah penetrasi mikroba apabila jaringan tubuh terpajan
ke lingkungan eksternal.

Tubuh mengadakan kontak langsung dengan lingkungannya


melalui integumennya yakni kulit. Oleh karena itu kulit memiliki
peran untuk melindungi tubuh dari kerusakan mekanis atau fisik
yang diakibatkan lingkungan sekitar.

2
B. KOMPONEN INTEGUMEN

Integumen terdiri dari beberapa komponen, komponen


tersebut adalah:

1. Kulit, merupakan organ terbesar tubuh. Pada laki-laki dengan berat


badan 75 kg, kulit dapat memiliki berat lebih kurang 4,5 kg yang
menutupi area seluas 1,67 m2.
2. Kuku jari, yakni salah satu bentuk derivatif kulit yang ditemukan
hanya pada ordo primata.
3. Rambut, adalah spesialisasi kulit yang hanya terdapat pada kelas
mamalia.
4. Kelenjar kulit, meliputi kelenjar minyak, kelenjar keringat, dan
kelenjar susu.

C. FUNGSI INTEGUMEN

Adapun fungsi dari sistem integumen adalah sebagai berikut:

1. Melindungi, kulit melindungi tubuh dari ancaman mikroorganisme,


kehilangan cairan, dan dari zat-zat kimia penyebab iritasi maupun
mekanik. Kulit juga mengandung pigmen melanin yang mampu
melindungi dari radiasi sinar ultraviolet.
2. Mengatur suhu tubuh, pembuluh darah serta kelenjar keringat pada
kulit berfungsi untuk mempertahankan serta mengatur suhu tubuh.
3. Pengekskresi zat berlemak, air, serta ion-ion Na+.
4. Metabolisme, proses sintesis vitamin D yang penting untuk tulang
dilakukan di kulit dengan bantuan sinar matahari.
5. Komunikasi, kulit menerima stimulus dari lingkungan dengan
reseptor khusus yang dapat mendeteksi suhu, sentuhan, tekanan,
dan nyeri. Kulit juga merupakan media ekspresi wajah dan refleks
vaskuler yang penting dalam komunikasi.

D. STRUKTUR KULIT

3
Kulit dapat dibedakan menjadi dua lapisan yaitu lapisan Epidermis
dan Dermis. Tepat dibawah dermis terdapat lapisan hipodermis yang
banyak disusun oleh jaringan adiposa (jaringan lemak).

1. Epidermis
a.Pengertian

Epidermis merupakan lapisan yang mengandung sel pigmen


berfungsi memberi warna pada kulit. Epidermis berfungsi melindungi kulit
dari kerusakan oleh sinar matahari.

b.Struktur

a. Stratum Germinativum
Lapisan ini merupakan lapisan epidermis yang paling bawah,
berbatasan langsung dengan dermis. Melekat pada jaringan ikat.
Pada lapisan ini terjadi pembelahan sel yang sangat cepat dimana
sel yang baru dibentuk akan didorong masuk ke lapisan berikutnya.

4
Sel-sel yang dihasilkan dari pembelahan tersebut dapat mencapai
berjuta-juta sel setiap harinya.
b. Stratum Spinosum
Lapisan ini disatukan oleh tonjolan yang menyerupai spina. Spina
ini merupakan bagian penghubung intraseluler yang disebut
desmosom.
c. Stratum Granulosum
Lapisan ini merupakan daerah sel-sel mulai mati karena akumulasi
molekul bakal keratin yang memisahkan sel-sel ini dari daerah
dermal. Stratum ini merupakan prekursor pembentukan keratin.
Keratin adalah protein keras dan resilien, bersifat anti air dan
melindungi permukaan kulit yang terbuka. Namun keratin yang
terdapat pada epidermis merupakan keratin yang lunak yang
berkadar sulfur rendah. Berbeda dengan keratin yang ada pada
kuku dan rambut.
d. Stratum Lusidum
Lapisan ini terdiri dari sel-sel berbentuk perisai yang jernih dan
tembus cahaya.
e. Stratum Korneum
Lapisan ini merupakan lapisan terluar dari epidermis yang
melindungi tubuh terhadap lingkungan. Lapisan ini disebut lapisan
bertanduk karena tersusun dari sel-sel berkeratin yang merupakan
sel mati. Keratin yang bersifat tahan air akan melindungi jaringan
lebih dalam terhadap kekurangan air. Lapisan ini terus-menerus
mengalami gesekan dan mengelupas, namun akan terus diganti
oleh sel-sel yang lebih dalam yaitu stratum germinativum.

5
2. Dermis

Dermis merupakan lapisan kulit yang lebih sensitif. Mengandung


pembuluh darah, limfa, saraf, kelenjar, dan folikel rambut yang muncul ke
permukaan dalam bentuk papillae. Lapisan ini dipisahkan dari epidermis
dengan adanya membran dasar atau lamina. Membran ini terdiri dari dua
jaringan ikat.

a. Lapisan papilar
Lapisan dermal ini terletak paling atas yang terlihat bergelombang.
Merupakan jaringan ikat areolar renggang dengan fibroblas, sel
mast, dan makrofag. Papila dermal adalah proyeksi seperti kerucut
yang menjorok ke arah epidermis.
b. Lapisan retikular
Adalah lapisan kulit paling dalam yang mengandung banyak arteri,
vena, kelenjar keringat, kelenjar minyak, serta reseptor tekanan.
Lapisan papilar dan retikular mengandung banyak serat kolagen
dan elastisyang menyebabkan kulit lebih elastis. Pada orang usia
lanjut serat ini menjadi sangat berkurang sehingga kulitnya mudah
keriput.
3. Lapisan subkutaneus (hipodermis)
Lapisan ini mengandung banyak sel lemak, juga beisi banyak
pembuluh darah dan ujung saraf.

E. FUNGSI KULIT
Kulit memiliki banyak fungsi, yang berguna dalam menjaga
homeostasis tubuh. Fungsi-fungsi tersebut dapat dibedakan

6
menjadi fungsi proteksi ( perlindungan ), absorpsi, ekskresi,
persepsi, pengaturan suhu tubuh (termoregulasi), dan
pembentukan vitamin D.
1. Kulit sebagai Pelindung (Proteksi)
Kulit memiliki lapisan kulit yang berfungsi sebagai pelindung
tubuh dari tiap bagian lapisan kulit terdalam sampai luar,
seperti
 Sel Keratin berfungsi melindungi kulit dari mikroba,
abrasi (gesekan), panas, dan zat kimia. Keratin
merupakan struktur yang keras, kaku, dan tersusun rapi
dan erat seperti batu bata di permukaan kulit.
 Lipid yang dilepaskan mencegah evaporasi air dari
permukaan kulit dan dehidrasi, selain itu juga mencegah
masuknya air dari lingkungan luar tubuh melalui kulit.
 Sebum yang berminyak yang berasal dari kelenjar
sebasea mencegah kulit dan rambut dari kekeringan
serta mengandung zat bakterisid yang berfungsi untuk
membunuh bakteri di permukaan kulit. Dengan adanya
sebum ini, bersamaan dengan ekskresi keringat, akan
menghasilkan mantel asam dengan kadar pH 5-6.5 yang
mampu menghambat pertumbuhan mikroba.
 Pigmen melanin yang berfungsi untuk melindungi kulit
efek dari sinar UV yang berbahaya. Pada stratum basal,
sel-sel melanosit melepaskan pigmen melanin ke sel-sel
di sekitarnya. Pigmen ini bertugas melindungi materi
genetik dari sinar matahari, sehingga materi genetik
dapat tersimpan dengan baik. Apabila terjadi gangguan
pada proteksi oleh melanin, maka dapat timbul
keganasan. Pigmen melanin merupakan lapisan kulit
yang berfungsi sebagai pemberi dan perubahan warna
kulit. Untuk itu pakailah Hand Body Lotion untuk

7
mencegah kulit dari pancaran sinar matahari, karena
pigmen kulit mudah sekali berubah.
 Selain itu ada sel-sel yang berperan sebagai sel imun
yang protektif. Yang pertama adalah sel Langerhans,
yang merepresentasikan antigen terhadap mikroba.
Kemudian ada sel fagosit yang bertugas memfagositosis
mikroba yang masuk melewati keratin dan sel
Langerhans.
2. Fungsi Absorpsi
Kulit tidak bisa menyerap air, tapi bisa menyerap
material larut-lipid seperti vitamin A, D, E, dan K, obat-
obatan tertentu, oksigen dan karbon dioksida. Permeabilitas
kulit terhadap oksigen, karbondioksida dan uap air
memungkinkan kulit ikut mengambil bagian pada fungsi
respirasi. Selain itu beberapa material toksik dapat diserap
seperti aseton, CCl4, dan merkuri. Beberapa obat juga
dirancang untuk larut lemak, seperti kortison, sehingga
mampu berpenetrasi ke kulit dan melepaskan antihistamin di
tempat peradangan.
Kemampuan absorpsi kulit dipengaruhi oleh tebal
tipisnya kulit, hidrasi, kelembaban, metabolisme dan jenis
vehikulum. Penyerapan dapat berlangsung melalui celah
antarsel atau melalui muara saluran kelenjar tetapi lebih
banyak yang melalui sel-sel epidermis daripada yang melalui
muara kelenjar.
3. Fungsi Ekskresi
Kulit juga berfungsi sebagai tempat pembuangan suatu
cairan yang keluar dari dalam tubuh beruoa keringat dengan
perantara 2 kelenjar keringat yang dimiliki, yakni kelenjar
sebasea dan kelenjar keringat:

8
 Kelenjar Sebasea. Kelenjar sebasea merupakan kelenjar
yang melekat pada folikel rambut dan melepaskan lipid
yang dikenal sebagai sebum menuju lumen. Sebum
dikeluarkan ketika muskulus arektor pili berkontraksi
menekan kelenjar sebasea sehingga sebum dikeluarkan
ke folikel rambut lalu ke permukaan kulit. Sebum
tersebut merupakan campuran dari trigliserida,
kolesterol, protein, dan elektrolig. Sebum berfungsi
menghambat pertumbuhan bakteri, melumasi dan
memproteksi keratin.
 Kelenjar KeringatWalaupun stratum korneum kedap air,
namun sekitar 400 ml air dapat keluar dengan cara
menguap melalui kelenjar keringat tiap hari. Bagi
seorang yang bekerja dalam ruangan mengekskresikan
200 ml keringat tambahan, dan bagi orang yang aktif
bekerja di luar ruangan akan menghasilkan kelenjar
keringat yang lebih terbuka sehingga keringat yang
dikeluarkan lebih banyak dari mereka yang bekerja di
dalam ruangan. Selain mengeluarkan air dan panas,
keringat juga merupakan sarana untuk mengekskresikan
garam, karbondioksida, dan dua molekul organik hasil
pemecahan protein yaitu amoniak dan urea.
4. Fungsi Persepsi
Kulit mengandung ujung-ujung syaraf sensorik di
dermis dan subkutis. Terhadap rangsangan panas
diperankan oleh badan-badan Ruffini di dermis dan subkutis.
Terhadap dingin diperankan oleh badan-badan Krause yang
terletak di dermis, badan taktil Meissner terletak di papila
dermis berperan terhadap rabaan, demikian pula badan
Merkel Ranvier yang terletak di epidermis. Sedangkan
terhadap tekanan diperankan oleh badan Paccini di

9
epidermis. Saraf-saraf sensorik tersebut lebih banyak
jumlahnya di daerah yang erotik.
5. Fungsi sebagai Pengaturan Suhu Tubuh (Termoregulasi)
Kulit berkontribusi terhadap pengaturan suhu tubuh
(termoregulasi) melalui dua cara: pengeluaran keringat dan
menyesuaikan aliran darah di pembuluh kapiler. Pada saat
suhu tinggi, tubuh akan mengeluarkan keringat dalam jumlah
banyak serta memperlebar pembuluh darah (vasodilatasi)
sehingga panas akan terbawa keluar dari tubuh. Sebaliknya,
pada saat suhu rendah, tubuh akan mengeluarkan lebih
sedikit keringat dan mempersempit pembuluh darah
(vasokonstriksi) sehingga mengurangi pengeluaran panas
oleh tubuh.
6. Fungsi Pembentukan Vitamin D
Sintesis vitamin D dilakukan dengan mengaktivasi
prekursor 7 dihidroksi kolesterol dengan bantuan sinar
ultraviolet. Enzim di hati dan ginjal lalu memodifikasi
prekursor dan menghasilkan calcitriol, bentuk vitamin D yang
aktif. Calcitriol adalah hormon yang berperan dalam
mengabsorpsi kalsium makanan dari traktus gastrointestinal
ke dalam pembuluh darah.
Tubuh memang mampu menghasilkan vitamin D
dengan sendirinya tetapi masih belum mampu memenuhi
kebutuhan tubuh secara menyeluruh sehingga pemberian
vitamin D secara buatan atau yang dapat diperoleh dari
sumber makanan, buah-buahan dan sayuran yang banyak
mengandung vitamin D masih tetap diperlukan. Pada
manusia kulit dapat pula mengekspresikan emosi karena
adanya pembuluh darah, kelenjar keringat, dan otot-otot di
bawah kulit

10
F. DERIVAT-DERIVAT KULIT
Kulit memiliki beberapa derivatif, yaitu:

1. Rambut

Rambut berada hampir di seluruh tubuh. Sebagian berupa rambut


vellus, yang kecil dan tak berwarna. Rambut terminal biasanya kasar dan
dapat dilihat, tertanam di kulit kepala, alis dan bulu mata.
Rambut berasal dari folikel rambut yang sudah terbentuk sebelum
lahir. Rambut terdiri akar yakni bagian yang tertanam dalam folikel, batang
rambut yang berada di atas permukaan kulit. Akar dan batang rambut
disusun atas:

2.keratin rambut
Ada 2 macam keratin rambut, yaitu :
a. Keratin Lunak : terdapat pada seluruh permukaan kulit,
terutama kulit tebal, yaitu pada bagian Medula rambut. Secara
Histologis : terlihat perubahan sel-sel epidermis : mula-mula
sitoplasma mengandung keratohialin berubah menjadi sel-sel
jernih (Str. Lusidum), dan selanjutnya sel-sel mengalami
keratinisasi kemudian desquamasi.
b. Keratin keras : terdapat pada kuku, kutikula dan kortex rambut.
Pembentukannya tidak melalui butir-butir keratohialin, Str.
Lusidum, tetapi perubahannya terjadi perlahan-lahan dari sel-
sel epidermis yang tetap hidup, menjadi keratin. Keratin keras
bersifat keras, tidak mengalami desquamasi dan lebih banyak
mengandung sulfur.

3.Struktur
a. Rambut terdiri dari : medula yang terdiri dari keratin lunak dan
kortex serta kutikula yang terdiri dari keratin keras.

11
 Medula : Merupakan bagian tengah rambut, terdiri dari
sel-sel yang mengalami keratinisasi. Sel-selnya terpisah
satu sama lain, dan antara sel-sel kadang-kadang
terdapat udara / cairan. Bagian ini tak terdapat pada
rambut tipis / halus.
 Kortex : Merupakan bagian terbesar dari rambut,
terdiri dari sel-sel berbentuk runcing, yang mengalami
keratinisasi dan banyak mengandung pigmen.
 Kutikula : Merupakan membran tipis, terdiri dari sel-sel
pipih/gepeng yang mengalami keratinisasi, transparan.
Secara mikroskopis tersusun seperti genting, terdiri dari 1-
3 lapis sel-sel yang sebagian mengalami keratinisasi.
b. Struktur Folikel Rambut
Folikel rambut terdiri dari kompnen dermis dan epidermis.
Pada dasarnya folikel rambut bagian dermis terlihat menonjol,
disebut papila yang terdiri dari : jaringan ikat, pembuluh darah
dan sel-sel saraf.
Bagian luar papila diliputi sel-sel epitel yang disebut germinal
matri, dan ujung folikel rambut tampak membesar. Sel-sel
germinal matrik (puncak papila) berproliferasi membentuk
rambut yang dapat tumbuh terus.
 Bagian sentral Germinal Matrik (puncak papila) membentuk
bagian medula rambut dan kortex.
 Bagian perifer membentuk selubung akar rambut :
 Selubung akar luar
 Selubung akar dalam
Selubung akar dalam hanya pada bagian bawah folikel
terdiri dari 3 lapisan :
 Kutikula, merupakan lapisan dalam, dekat kutikula
dari kortek rambut dan terdiri dari sel-sel pipih.
 Lapisan Husley, merupakan lapisan tengah.

12
 Lapisan Henle, yaitu lapisan luar, terdiri dari 1 lapis
sel yang seluruhnya mengalami keratinisasi.
Sel-sel selubung akar dalam mempunyai keratohialin
yang bersifat asidofil dan disebut granula trichohyalin, yang
dengan H.E. tampak kemerahan.Selubung akar luar terletak
pada dasar folikel, lanjutan dari Germinal Matrix, hanya terdiri
dari 1 lapis sel-sel sesuai stratum basale epidermis. Lebih ke
atas, sel-sel terdiri dari beberapa lapis, sesuai lapisan
epidermis.
Selubung Jaringan Ikat merupakan dermis yang
langsung berhubungan / menyelubungi folikel rambut.
Dipisahkan dari selubung akar luar oleh membran
basales.Musculus Erector Pili merupakan otot polos yang
melekat pada pertengahan selubung jaringan ikat, ujung
lainnya berakhir pada stratum papillare dermis, dengan arah
miring ke atas. Kontraksi otot ini menyebabkan : rambut berdiri
tegak, kulit melekuk, dan sekret kelenjar sebasea keluar.
Inervasinya berasal dari serabut saraf simpatis.

4.Warna Rambut
Warna rambut tergantung kualitas dan kuantitas pigmen
korteks. Bila sedikit / kurang tampak putih. Campuran rambut putih
dan berpigmen, tampak abu-abu (uban). Rambut coklat atau hitam
disebabkan oleh adanya melanin. Melanosit terdapat pada matrix
folikel rambut, yang dapat mengalami mitosis. Melanosit kemudian
akan terdorong ke atas.

Celah papila dermal

13
2. Kuku
a.Pengertian
Kuku adalah lempeng pelindung yang berasal dari perpanjangan
epidermis ke dermis. Kuku mengandung keratin keras yang berlekuk yang
terletak di atas kuku. Kuku mendapat nutrisi dari pembuluh darah. Kuku
dapat tumbuh 0,5 mm perminggu dan lebih cepat di musim panas.
Bagian-bagian kuku antara lain: akar kuku, badan kuku, kutikel,
hiponikium, dan lunula.
Badan kuku tumbuh dari akar kuku yang tertanam di dalam kulit.
Kutikel adalah lipatan epidermis berlekuk yang menutup akar kuku.
Hiponikium adalah stratum korneum tebal di bawah ujung lepas kuku.
Sedangkan lunula adalah area berwarna putih berbentuk melengkung
dekat kutikel.

b.Fungsi Kuku
Sebuah kuku yang sehat memiliki fungsi melindungi phalanx distal,
ujung jari, dan jaringan lunak sekitarnya dari cedera. Hal ini juga berfungsi
untuk meningkatkan gerakan halus yang tepat dari distal digit melalui
kontra-tekanan yang diberikan pada pulpa jari. kuku kemudian bertindak
sebagai kekuatan penyeimbang ketika ujung jari menyentuh sebuah
benda, sehingga meningkatkan sensitivitas jari, meskipun tidak ada ujung
saraf di kuku itu sendiri. Akhirnya, fungsi kuku sebagai alat, yang
memungkinkan misalnya apa yang disebut "diperpanjang pegangan
presisi" (misalnya menarik keluar serpihan di jari seseorang), dan
memotong tertentu atau tindakan menggores.

c.Pertumbuhan Kuku

14
Bagian tumbuh kuku di bawah kulit di kuku ini proksimal end di
bawah epidermis , yang merupakan bagian hanya hidup dari paku.
Pada mamalia, laju pertumbuhan kuku berhubungan dengan
panjang terminal falang (terluar jari tulang). Dengan demikian, pada
manusia, kuku dari jari telunjuk tumbuh lebih cepat daripada jari
kelingking; dan kuku tumbuh hingga empat kali lebih cepat dari kuku jari
kaki.

Pada manusia, kuku tumbuh pada tingkat rata-rata 3 mm (0,12 di)


bulan. Kuku membutuhkan tiga sampai enam bulan untuk tumbuh kembali
sepenuhnya, dan kuku kaki membutuhkan 12 sampai 18 bulan. Tingkat
pertumbuhan yang sebenarnya tergantung pada usia, jenis kelamin,
musim, tingkat olahraga, diet, dan turun-temurun faktor. Berlawanan
dengan kepercayaan populer, kuku tidak terus tumbuh setelah kematian;
kulit dehidrasi dan mengencangkan, membuat kuku (dan rambut ) muncul
untuk tumbuh.

3. Kelenjar pada Kulit

1. Kelenjar Keringat (Sudorifera)

Terbagi atas dua jenis berdasarkan strukturnya:

a. Kelenjar keringat ekrin, kelenjar ini tersebar luas di


seluruh tubuh. Tidak berhubungan dengan folikel

Tulang jari
15
rambut. Sekresi kelenjar ini berguna mempertahankan suhu
tubuh.
b. Kelenjar keringat apokrin, kelenjar ini penyebarannya terbatas.
Ditemukan di aksila, areola payudara, dan regia anogenital.
Kelenjar apokrin di ketiak dan anogenital pada masa pubertas
menghasilkan sekresi sebagai respon stres atau gembira.
Biasanya tidak berbau, namun akan berbau saat bereaksi
dengan bakteri. Kelenjar apokrin seruminosa, tertelatak di
telinga sebagai getah telinga dan kelenjar siliaris Moll yang
terletak pada mata. Sementara kelenjar mamae adalah kelenjar
apokrin yang termodifikasi menghasilkan susu.

2. Kelenjar Minyak (Sebasea)

Kelenjar ini mengeluarkan sebum yang dialirkan ke folikel rambut.

a. Kelenjar sebasea adalah kelenjar holokrin


b. Sebum adalah campuran lemak, zat lilin, minyak dan pecahan-
pecahan sel.
c. Jerawat adalah gangguan pada kelenjar sebasea dimana kulit
menjadi terinfeksi karena reaksi kelenjar minyak dengan bakteri
menyebabkan kulit menjadi meradang dan bernanah.

16
G. KULIT SEBAGAI PENGATUR SUHU TUBUH

Mekanisme pengaturan suhu tubuh oleh pusat pengatur suhu


dalam hipotalamus bila suhu tubuh meningkat dapat dilihat pada skema
berikut:

Suhu pusat tubuh


meningkat

Termoreseptor pusat (dalam hipotalamus, korda spinalis


organ abdominal)

Pusat Pengintegrasi Termuregulatori


Hipotalamik

Sistem Saraf Sistem Saraf


Simpatetik Simpatetik

17
Pembuluh darah Kelenjar keringat
kulit

Vasodilatasi Berkeringat

Kulit menguapkan keringat


dengan mengambil panas
dari darah

Suhu pusat tubuh


kembali normal

Bila suhu pusat tubuh meningkat, maka perubahan suhu ini akan
diterima oleh termoreseptor pusat. Sinyal ini di teruskan ke pusat integrasi
termoregulatori hipotalamik yang kemudian mengurangi pengiriman
sinyalnya lewat saraf simpatetik ke pembuluh darah bawah kulit.
Akibatnya, darah panas mengalir ke bawah kulit. Disamping itu, sinyal
juga di sampaikan ke kelenjar keringat untuk mengekskresikan keringat ke
permukaan kulit. Berikutnya adalah menguapkan keringat dengan
mengambil panas dari darah yang mengakibatkan suhu pusat tubuh
kembali normal.
Proses yang sama terjadi apabila tubuh menghadapi suhu
lingkungan yang panas, hanya perubahan suhu inimula-mula diterima oleh
termoreseptor periferal pada kulit. Selanjutnya termoreseptor periferal
akan menyampaikan sinyalnya ke pusat pengintegrasi termoregulatori
hipotalamik yang meneruskannya ke pembuluh darah bawah kulit dan
kelenjar keringat. Proses selanjutnya sama seperti bila suhu pusat tubuh
meningkat.

18
Sebaliknya apabila tubuh menghadapi suhu lingkungan yang
dingin, maka hipotalamus akan mengatur penurunan kehilangan panas
dan meningkatkan produksi panas. Penurunan kehilangan panas
dilakukan melalui perintah ke pembuluh darah dibawah kulit, dan kelenjar
keringat akan menghentikan ekskresi keringat.

H. PIGMENTASI KULIT

Lapisan stratum germinativum epidermis mengandung pigmen


melanosit. Melanin adalah suatu pigmen yang memiliki kisaran warna dari
kuning sampai hitam. Melanin dibentuk di dalam melanosit, dengan
batuan enzim tirosinase, terhadap asam amino tirosin. Jika enzim ini tidak
ada, maka kulit tidak akan mempunyai pigmen (albinisme).

Langkah dasar pembentukan melanin adalah sebagai berikut:

Tirosinase

Tirosinintermediet Dihidroksi fenilalanin


Substansi

(Indol quinon)

Polimerasi + protein granula melanin

Melanin

Pigmentasi melanin secara umum diatur oleh Melanosit Stimulating


Hormon (MSH) yang diproduksi oleh kelenjar pituitari anterior.

Dermis juga kaya akan pembuluh limfe dan serabut saraf. Banyak
ujung saraf berakhir pada dermis berubah menjadi reseptor khusus,

19
sehingga mampu mendeteksi perubahan yang terjadi pada lingkungan
kemudian disambungkan ke otak.

Adapun ujung-ujung saraf tersebut yaitu:

a. Ruffini, peka terhadap panas


b. Paccini, peka terhadap tekanan
c. Crausse, peka terhadap dingin
d. Meisner, peka terhadap sentuhan berat
e. Merkle, peka terhadap sentuhan ringan

Produksi melanin meningkat apabila kulit terpapar sinar matahari


langsung. Jumlah melanosit 1.000/mm2 sampai 2.000/mm2, perbedaan
genetik dalam besarnya jumlah produksi melanin dan pemecahan pigmen
yang lebih melebar mengakibatkan perbedaan ras. Pigmentasi terbesar
terjadi pada puting susu, areola, area sirkumanal, skrotum, penis, dan
labia mayora dan tempat pigmen terendah yaitu telapak tangan dan kaki.

Pada orang berkulit putih (Caucasian), darah dalam pembuluh


dermal dibawah lapisan epidermis dapat terlihat menghasilkan pewarnaan
lebih merah muda. Sementara karoten, pigmen kuning, hanya ditemukan
pada stratum korneum dalam sel lemak dermis dan hipodermis.

I. Tumor pada Kulit

1. Benign:

a. Papilloma : tumor epitelial, pada kulit mulut, kantong urin

b. Adenoma : tumor epitelial, menyerang kelenjar,


ditemukan dekat payudara, dan kelenjar tiroid

c. Fibrosa : tumor jaringan fibrosa, dimana saja,


kebanyakan langsung dibawah kulit

d. Lipoma : tumor lemak, pada leher, bahu hingga


bokong, dimana terdapat deposit lemak

20
e. Chondroma : tumor perusak kartilago, terutama pada
ujung tulang dimana ada kartilago

2. Malignant

a. Karsinoma

b. Sarkoma

J. PENYAKIT PADA KULIT

1. Ecezema

Merupakan inflamasi superficial, tidak menular, kronis, ditandai


erytema, melepuh, kerak, rasa gatal. Merupakan jenis eksem
berupa peradangan kulit di sekitar lekukan kulit, menyebabkan rasa
gatal yang disebabkan alergi.

2. Urticaria

Merupakan inflamasi akibat reaksi kulit terhadap suatu allergen,


yang disebabkan makanan, obat, logam dan vaksin. Reaksi yang
ditimbulkan meningkatkan permeabilitas sel, menimbuklkan edema,
gatal, dan iritasi.

3. Jerawat

Merupakan inflamatoris pada kelenjar minyak yang aktif. Kelenjar


sebasea meningkatkan produksi sebum, yang bereaksi dengan
mikroorganisme mengahsilkan jerawat.

4. Dermatitis
Peradangan kulit kepala, wajah, atau bagian lain yang disebabkan
level hormon, nutrisi, infeksi, dan stres.
5. Psoriasis
Inflamatori kronik yang memiliki ciri-ciri penebalan dan kemerahan.
6. Onikomikosis
Peradangan kuku yang disebabkan infeksi jamur.
7. Impertigo

21
Infeksi permukaan kulit oleh streptococci atau
staphylococcihemolytic.
8. Folliculitis
Infeksi folikel rambut oleh staphylococci
Penyakit kulit yang disebabkan virus, antara lain:
1. Herpes simplex ; melepuh, memerah.
2. Herpes zoster ; ruam saraf, sinaganaga.
3. Veruca vulgaris ; kutil

DAFTAR PUSTAKA

Sherwood, Lauralee. 2001. Fisiologi Manusia (Dari Sel ke Sistem).


Jakarta: EGC

Sinaga, Erlintan, M. Silitonga. 2011. Anatomi Fisiologi Manusia. Medan:


UNIMED

Sloane, Ethel. 2003. Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula. Jakarta: EGC

Sobotta, Frithjof Hammersen. 1993. Histologi Atlas Bewarna Anatomi


Mikroskopik Edisi III. Jakarta: EGC

Tim Dosen. 2015. Penuntun Praktikum Anatomi dan Fisiologi Tubuh


Manusia. Medan: FMIPA UNIMED

22
ESSAY

SISTEM INTEGUMEN

DISUSUS

OLEH :

NAMA : ST.NURLIAVNI

NIM : 11039

23
AKADEMI KEPERAWATAN MAPPOUDANG MAKASSAR

TAHUN AJARAN 2019/2020

24