Anda di halaman 1dari 4

1. Mengapa belajar di perguruan tinggi itu berbeda dengan pendidikan dasar?

Karena harus menyesuikan dengan perkembangan IPTEK, adanya keleluasan bagi mahasiswa
untuk mengenmbangkan segala potensinya.terlebih lagi, Mahasiswa cenderung dewasa.
Ingin merasa bebas dan ingin berdemokrasi dan bisa mengapresiasikan dirinya. Tidak seperti
di pendidikan dasar ataupun pendidikan menengah

Serta bila memakai sistem teacher centered, mahasiswa tidak akan mempunyai cukup waktu
untuk menguasai materi yang banyak dalam waktu yang singkat

(sumber: Jurnal Pendidikan Kedokteran dan Profesi Kesehatan Indonesia, No. 1, Vol.3 Maret
2008)
2. Bagaimana cara pengaplikasian belajar orang dewasa dalam kegiatan belajar mahasiswa?
1) menciptakan iklim untuk belajar,
2) menyusun suatu bentuk perencanaan kegiatan secara bersama dan saling membantu,
3) menilai atau mengidentifikasikan minat, kebutuhan dan nilai-nilai, 4) merumuskan tujuan
belajar,
5) merancang kegiatan belajar,
6) melaksanakan kegiatan belajar
7) mengevaluasi hasil belajar (menilai kembali pemenuhan minat, kebutuhan, dan pencapaian
nilai-nilai).

(Jurnal Pendidikan Luar sekolah – Mustofa Kamil)

3. Bagaimana cara meningkatkan generic transferable skill/soft skill?


Dengan menggunakan model pembelajaran learning community. Karena dalam
pembelajaran model learning community mahasiswa dilatih, dipaksa, dibiasakan,
dikondisikan, dan diawasi untuk melakukan komunikasi, negosiasi, dan permintaan bantuan
dengan cara yang baik, sehingga memungkinkan untuk meningkatkan soft skill mahasiswa.
Hal ini juga sesuai dengan pendapat Khairon (dalam Rahman, dkk. 2011), bahwa penanaman
nilai-nilai dapat dilakukan dengan menggunakan cara indoktrinasi mekanistik, pemaksaan,
latihan, dan pengulangan. Begitu juga sesuai hasil observasi Anas, dkk. (2011), bahwa
pelaksanaan pembelajaran karakter pada sekolah rintisan yang efektif adalah melalui
kegiatan pembiasaan dan pengkondisian.

(Jurnal PENINGKATAN SOFT SKILL DAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PADA MATAKULIAH
METODOLOGI PENELITIAN MELALUI PEMBELAJARAN MODEL LEARNING COMMUNITY -
Sutrisno, Adjib Karjanto)
4. Apa saja keuntungan dan kerugian dari spices?
5. Apa saja strategi spices yang perlu di terapkan? Bagaimana cara menerapkannya?
6. Mengapa mahasiswa harus selalu meng update ilmunya?
7. Apa hubungan soft skill dengan belajar sepanjang hayat?
8. Bagaimana proses melakukan cpd? Mengapa menggunakan CPD?
Proses:
Mengapa menggunakan cpd:
(1) Memelihara dan mengembangkan kompetensinya dalam bekerja
(2) Menjadi kompetitif dalam persaingan di lapangan kerja
(3) Menunjukkan komitmen pribadi pada tugas yang akan datang
(4) Menghindarkan diri dari kejenuhan dalam mengelola perubahan dengan menghadirkan
tantangan intelektual yang baru serta menggairahkan.

(Jurnal Konsep Continuing Professional Development (CPD) dalam Pengembangan


Profesionalisme Pustakawan Universitas Negeri Semarang - M. Z. Eko Handoyo)
9. Bagaimana solusi jika ada masalah/kendala dalam menerapkan CPD?
10. Apa perbedaan student centered dengan teacher centered?
SCL atau Student Centered Learning merupakan pendekatan dalam pembelajaran yang
memfasilitasi pembelajar untuk terlibat dalam proses experiential learnig. Pada model
pembelajaran SCL, berarti mahasiswa harus didorong untuk memiliki motivasi dalam diri
mereka sendiri kemudian berupaya keras mencapai kompentensi yang diinginkan. Hal ini
bisa dilakukan dengan cara banyak berdiskusi, maka mahasiswa berani mengemukakan
pendapat, belajar memecahkan masalah yang dihadapi

Pada model TCL, dosen lebih banyak melakukan kegiatan belajar-mengajar dengan bentuk
ceramah (lecturing)., sedangkan mahasiswa pada saat kuliah atau mendengarkan ceramah
hanya sebatas memahami sambil membuat catatan, bagi yang merasa memerlukannya.
Dosen menjadi pusat peran dalam pencapaian hasil pembelajaran dan seakan-akan menjadi
satu-satunya sumber ilmu. Model ini memberikan informasi satu arah karena yang ingin
dicapai adalah bagaimana dosen bisa mengajar dengan baik sehingga yang ada hanyalah
transfer pengetahuan.

(Jurnal PENERAPAN STUDENT-CENTERED LEARNING DARI TEACHER-CENTERED LEARNING


MATA AJAR ILMU KESEHATAN PADA PROGRAM STUDI PENJASKES Fauziah Nuraini Kurdi)

11. Apa tujuan dari self assesment?


Model penilaian ini menghendaki peserta didik menilai pekerjaan mereka sendiri,
berdasarkan bukti dan kriteria yang jelas, untuk tujuan memperbaiki kinerja masa depan
(McMillan & Hearn, 2008). Menurut Rolheiser & Ross (2014) asesmen diri adalah suatu cara
untuk melihat ke dalam diri sendiri. Melalui asesmen diri peserta didik dapat melihat
kelebihan maupun kekurangannya, untuk selanjutnya kekurangan ini menjadi tujuan
perbaikan (improvement goal). Dengan demikian, peserta didik lebih bertanggung jawab
terhadap proses dan pencapaian tujuan belajarnya

(Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan - MODEL AUTHENTIC SELF-ASSESSMENT DALAM


PENGEMBANGAN EMPLOYABILITY SKILLS MAHASISWA PENDIDIKAN TINGGI VOKASI)
12. Apa saja komponen dari soft skill?
Soft skill dapat digolongkan ke dalam tiga aspek (Baskara, 2002).
 Pertama, kecakapan mengenal diri (self-awareness) yang biasa disebut kemampuan
personal (personal skill). Kecakapan ini meliputi:
(1) penghayatan diri sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa, anggota masyarakat dan
warga negara;
(2) menyadari dan mensyukuri kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. sekaligus
menjadikannya sebagai modal dalam meningkatkan dirinya sebagai individu yang
bermanfaat bagi sendiri dan lingkungannya.
 Kedua, kecakapan berpikir rasional (thinking skill). Kecakapan ini meliputi:
(1) kecakapan menggali dan menemukan informasi (information searching);
(2) kecakapan mengolah informasi dan mengambil keputusan (information
processing and decision making skills); dan
(3) kecakapan memecahkan masalah secara kreatif (creative problem solving skills).

 Ketiga, kecakapan sosial (social skill). Kecakapan ini meliputi:


(1) kecakapan komunikasi dengan empati (communication skills);
(2) kecakapan bekerjasama (collaboration skills);
(3) kecakapan kepemimpinan (leadership); dan kecakapan memberikan pengaruh
(influence)

(JURNAL PENDIDIKAN MANAJEMEN PERKANTORAN - Mengembangkan soft skill


siswa melalui proses pembelajaran)
13. Bagaimana hambatan dalam belajar di fakultas kedokteran?
14. Bagaimana cara menerapkan PBL?
Langkah-langkah PBL yang dilaksanakan melalui diskusi kelompok dapat menghasilkan
sejumlah ketrampilan sebagai berikut

a. ketrampilan penelusuran kepustakaan


b. ketrampilan membaca
c. ketrampilan/kebiasaan membuat catatan
d. kemampuan kerjasama dalam kelompok
e. ketrampilan berkomunikasi
f. keterbukaan
g. berpikir analitik
h. kemandirian dan keaktifan belajar
i. wawasan dan keterpaduan ilmu pengetahuan

(PENDEKATAN SPICES DAN PROBLEM BASED LEARNING - dr. Ahmad Aulia Jusuf, PhD
Bagian Histologi FKUI)
15. Bagaimana ciri dari self ditrected learning?

ciri-ciri self directed learning yaitu :


 Dorongan Internal
Belajar bukanlah kewajiban, tetapi bagi pembelajar mandiri adalah sebuah kebutuhan dan
hal yang menyenangkan sekaligus menantang. Seorang pembelajar mandiri adalah seorang
yang senang berinisiatif. Dia tidak menunggu seseorang (guru atau orangtua) ataupun
dorongan eksternal untuk melakukan proses belajar yang diinginkannya.
 Berorientasi Tujuan
Banyak tujuan belajar, mulai sekedar untuk mengetahui, menambah wawasan, menguasai
ketrampilan, serta tujuan-tujuan lainnya. Seorang pembelajar mandiri tahu apa yang ingin
dicapainya. Dia tak hanya melakukan standar minimum tugas/pekerjaan yang dibebankan
kepadanya, tetapi mencari cara dan kepuasan pribadi dalam proses penyelesaian tugas dan
standar tugas yang ingin diraihnya.
 Terampil mencari Bahan Belajar
Untuk menuju tujuan belajar yang ingin diraihnya, pembelajar mandiri memiliki ketrampilan
untuk mencari bahan belajar yang diinginkannya. Bukan berarti dia menguasai seluruh
informasi, tetapi dia tahu dari mana harus memulai belajar. Seandainya pun dia tidak
mengetahuinya, dia tahu bagaimana mencarinya, ke mana dia mencari, atau kepada siapa
dia bertanya.
 Pandai Mengelola Diri (Self-management)
Seorang pembelajar mandiri mengetahui kekuatan dan kelemahan dirinya. Dia tahu, dengan
metode atau strategi belajar seperti apa yang paling efektif untuk dirinya. Dia pun bisa
mengatur jadwal yang paling sesuai untuk dirinya. Termasuk di dalam pengelolaan diri
adalah kemampuan melakukan evaluasi atas proses yang dilakukannya dan bersikukuh
untuk terus menyelesaikan proses belajar yang dijalaninya hingga tuntas.

Sumber :( Knowles MS. Self-Directed Learning: A Guide for Learners and Teachers.)

16. Mengapa harus menerapkan love learning? Bagaimana solusi jika seorang mahasiswa tidak
menerapkan love learning?