Anda di halaman 1dari 24

STUDI KELAYAKAN

APOTEK ACTIVA LABORA FARMA

DISUSUN OLEH:

ANNISAH MAHANANI NIM I4C019003

NOVYANANDA SALMASFATTAH NIM I4C019005

FITRIANI WASTOMI ALANI NIM I4C019009

REFFADA MAHATVA YODHYASENA NIM I4C019026

HIKMAH MAULIDA NIM 14C019028

PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER

JURUSAN FARMASI

FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

PURWOKERTO

2019
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Salah satu realisasi pembangunan dibidang farmasi oleh pemerintah dan swasta
adalah dengan menyediakan sarana pelayanan kesehatan, salah satunya adalah
apotek. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No. 1332/Menkes/SK/X/2002,
definisi apotek adalah tempat dilakukan pekerjaan kefarmasian, penyalur sediaan,
dan perbekalan kesehatan lainnnya kepada masyarakat. Dalam peraturan ini
seorang apoteker bertanggung jawab atas pengelolaan apotek, sehingga pelayanan
kesehatan kepada masyarakat akan lebih terjamin keamanannya, baik kualitas
maupun kuantitasnya.
Sehingga Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No.
1332/Menkes/SK/X/2002, maka penting untuk dilakukannya pendirian sebuah
apotek di lingkungan masyarakat. Dengan berdirinya sebuah apotek dapat
memberikan manfaat baik itu untuk tenaga teknik kefarmasian maupun untuk
masyarakat. Karena dengan berdirinya apotek, masyarakat dapat lebih mudah
mendapatkan pelayanan kefarmasian. Maka dari itu berdirinya apotek di
lingkungan masyarakat sangatlah penting.
Namun sebelum dilakukannya pendirian dan pengelolaan apotek, maka perlu
dilakukan perencanaan terlebih dahulu. Satu hal yang sangat penting
dalam perencanaan apotek adalah studi kelayakan, yaitu suatu rancangan secara
komprehensif segala sesuatu tentang rencana pendirian apotek baru untuk dapat
melihat kelayakan usaha baik ditinjau dari pengabdian profesi maupun dari sisi
ekonominya.
Setelah dilakukannya berbagai persyaratan dalam pendirian apotek, maka
barulah seorang (APA) dapat mendirikan sebuah apotek. Dengan didirikannya
apotek ini dengan tujuan memenuhi kebutuhan manusia termasuk dalam bidang
kesehatan. Serta dengan didirikannya apotek dapat memberikan pelayanan
kefarmasian yang dibutuhkan oleh masyarakat dengan memberikan terapi obat yag
efektif, nyaman dan aman bagi masyarakat. Untuk itu, dalam usaha untuk
memenuhi kebutuhan manusia dalam bidang kesehatan maka, dibuatlah proposal

2
pendirian Apotek Activa Labora Farma ini yang diharapkan akan memudahkan
masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kefarmasian. Dengan demikian, seorang
(APA) dalam menjalankan profesi apotekernya di apotek tidak hanya pandai
sebagai penanggung jawab teknis kefarmasian saja, melainkan juga dapat
mengelola apotek sesuai dengan prinsip-prinsip bisnis tanpa memberikan
keuntungan kepada pihak-pihak yang memiliki kepentingan semata melainkan juga
memiliki fungsi sosial di masyarakat.

3
BAB II
ANALISIS TEKNIS

2.1 Peta Lokasi dan Lingkungan


Apotek Activa Labora Farma berada di Desa Tegalrejo Kecamatan
Kelumpang Hilir, Kabupaten Kotabaru, tepatnya berada di Jl. Raya Ahmad Yani.
Lokasi apotek yang direncanakan ini terletak di pinggir jalan raya yang merupakan
penguhubung antara Provinsi Kalimantan Selatan dengan Kalimantan Timur. Jalan
raya ini selalu ramai dilewati oleh angkutan umum dan kendaraan pribadi. Daerah
ini dekat dengan pemukiman penduduk (kampung, perumahan), fasilitas kesehatan
seperti Puskesmas dan praktek bidan, fasilitas pendidikan seperti SMP dan SD,
serta fasilitas keamanan Polsek dan Kodim. Lokasinya mudah diakses karena
terletak persis di pinggir jalan raya.

Lokasi
Apotek Labora Farma

Gambar 2.1 Peta Lokasi Apotek Activa Labora Farma (Satelit)

Gambar 2.2 Peta Lokasi Apotek Activa Labora Farma (Samping)

4
Gambar 2.3 Real Map Lokasi Apotek Activa Labora Farma

2.2 Layout apotek

Gudang
Pengembangan
Rencana

Teras

Parkiran

5
2.3 Sarana dan prasarana
Apotek dibangun dengan luas yang mencukupi dan memenuuhi persyaratan,
sehingga dapat menjamin kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi apotek serta
dapat menjamin mutu sediaan farmasi dan alat kesehatan. Apotek Sehati Farma
memiliki fasilitas sarana dan prasarana yang terdiri dari:
2.3.1 Sarana
1. Ruang tunggu pasien
2. Lemari pendingin
3. Toilet
4. Ruang peracikan
5. Ruang apoteker
6. Ruang Praktik Dokter Umum
7. Parkiran
2.3.2 Prasarana
1. Mortir dan stemper
2. Gelas ukur
3. Alat ukur gula darah, kolesterol, dan asam urat (Easy touch 3 in 1)
4. Etiket (biru dan putih)
5. Streples, gunting, dan alat tulis lain
6. Plastik

6
7. Plastik klip
8. Kertas perkamen
9. Rak obat
10. Meja penyerahan resep
11. Lemari narkotik dan psikotropika
12. Pot salep
13. Kasir
14. Meja racik
15. Meja pelayanan resep
16. Lemari penyimpanan resep

Selain itu, hal lain yang harus diperhatikan dalam pembangunan apotek adalah :
a. Sumber air yang memenuhi syarat
b. Alat pemadam kebakaran
c. Sanitasi yang memenuhi persyaratan
d. Penerangan yang baik
e. Papan nama apotek
f. Kelengkapan administrasi
g. Kondisi suhu ruangan

7
BAB III

ANALISIS PASAR

3.1 Peluang Pasar


Lokasi Apotek Activa Farma yang dipilih cukup strategis dengan pertimbangan
sebagai berikut:
a. Berada di wilayah dengan lalu lintas yang ramai.
b. Berada diwilayah yang dekat dengan pusat keramaian.
c. Terdapat praktik bidan dan puskesmas di wilayah tersebut.
d. Tidak adanya apotek disekitar wilayah tersebut sehingga dapat memudahkan
masyarakat sekitar untuk memperoleh pelayanan kefarmasian.
Letak apotek dengan sarana publik:
a. Bagian depan terdapat: fasilitas keamanan, cafe, rumah makan, kantor
penyuluh pertanian.
b. Bagian samping sebelah kanan terdapat: cafe.
c. Bagian samping sebelah kiri terdapat: rumah makan.
Berdasarkan beberapa pertimbangan tersebut maka dapat disimpulkan
bahwa lokasi apotek yang akan dibangun cukup strategis. Selanjutnya dapat
ditentukan target pemasaran yang potensial bagi apotek tersebut yaitu :
a. Masyarakat yang melintas disekitar lokasi
b. Penduduk sekitar lokasi dan wilayah desa yang termasuk dalam cakupan
Puskesmas Kelumpang Hilir
c. Pasien dari fasilitas kesehatan sekitar
1) Data Fasilitas Kesehatan Lain
Jumlah Fasilitas Kesehatan di Kelumpang Hilir Kotabaru Tahun 2018
dapat dilihat pada tabel 3.1. Jarak antara lokasi pendirian apotek dengan
fasilitas kesehatan lain yang berdekatan dapat dilihat pada tabel 3.2.

8
Tabel 3.1 Jumlah Fasilitas Kesehatan di Desa Tegal Rejo

Desa Puaskesmas Posyandu Praktik Apotek


dokter
Tegal Rejo 1 4 3 2
(Statistik BPS Kecamatan Kelumpang Hilir 2017)

Tabel 3.2 Jarak antara lokasi pendirian apotek dengan fasilitas kesehatan lain

Sarana kesehatan lain Lokasi Jarak


Puskesmas Tegal Rejo Jl Ahmad Yani 1000 m
Bidan Nunung Jl Ahmad Yani 50 m
Praktik dr Nur Jl Ahmad Yani 2000 m
Praktik dr Nisa Jl Ahmad Yani 1000 m
Praktik dr Ilmi Suharto Jl Ahmad Yani 5000 m
Apotek Hidayah Jl Ahmad Yani 500 m
2) Data Pemukiman Penduduk

Tabel 3.3 Perkampungan Penduduk terdekat di sekitar lokasi pendirian apotek

Perkampungan Lokasi Jarak


Blitar Desa Tegalrejo 100 m
Ngawi Desa Tegalrejo 1000 m
Malang Desa Tegalrejo 830 m
3) Data Kependudukan
a. Berdasar Jenis Kelamin
Tabel 3.4 Jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin
Desa Laki-laki Perempuan Jumlah
Tegal Rejo 3.318 3.029 6.347
(Statistik BPS Kecamatan Kelumpang Hilir, 2017)
b. Berdasarkan Pekerjaan
Sumber penghasilan utama sebagian besar penduduk Desa
Cibarusah Jaya dan Cibarusah Kota adalah pada sektor Industri
Pengolahan seperti Pabrik, Kerajinan, dan lain-lain (Tabel 3.5)

9
Tabel 3.5 Sumber penghasilan utama sebagian besar penduduk

Desa Pertanian Pertambangan Perdagangan Perkebunan Jasa kemasyarakatan


Tegal √ - √ √ -
Rejo
(BPS Kabupaten Kotabaru, 2019)

3.1 Strategi Pemasaran


3.1.1. Segmentasi
Lokasi apotek berada di Desa Tegal Rejo, Kecamatan Kelumpang Hilir,
Kabupaten Kotabaru. Segmentasi pasar dilakukan berdasarkan data
demografi penduduk yang meliputi pembagian berdasarkan jenis kelamin dan
pekerjaan.
Berdasarkan data hasil survei kependudukan terhadap lokasi wilayah
yang ditetapkan, diperoleh data bahwa sebagian besar masyarakat di wilayah
tersebut merupakan pengusaha (Perdagangan Besar, Eceran, Rumah Makan,
dan Hotel/Wholesale Trade, Retail Trade, Restaurants, and Hotels),
Pertanian, Kehutanan, Perburuan, Perikanan/Agriculture, Forestry, Hunting,
Fisheries, disamping tentunya beberapa pekerjaan lain seperti petani,
PNS/TNI/Polri, guru, pedagang, serta pensiunan. Berdasarkan data yang
diperoleh dapat dikatakan bahwa calon konsumen dapat di kelompokkan
menjadi :
Masyarakat yang termasuk kelompok ekonomi bawah
Masyarakat yang termasuk kelompok ekonomi menengah
Masyarakat yang termasuk kelompok ekonomi atas
1) Targeting
Apotek Activa Farma melayani permintaan obat resep dan obat bebas bagi
semua kelompok masyarakat. Market potensial yang menjadi target
pemasaran adalah penduduk Desa Tegal Rejo dan sekitarnya. Untuk lebih
meningkatkan kualitas dari apotek, maka Apotek Activa Farma memberikan
berbagai pelayanan, antara lain :
a. Keberadaan apoteker selama apotek beroperasional (pukul 07.00-22.00)
b. Pelayanan pharmaceutical care, yang meliputi :

10
 Pemberian informasi obat dan KIE pada pasien yang membeli obat baik
dengan resep maupun non resep
 Pemberian konseling kepada pasien kondisi khusus (geriatri, penyakit kronis
seperti hipertensi dan DM)
 Mengadakan promosi kesehatan di sekitar apotek
 Monitoring pengobatan pasien menggunakan kartu rekam terapi
c. Pelayanan cek glukosa darah, trigliserida dan asam urat
2) Positionining
Kesan yang ingin dibangun kepada masyarakat adalah bahwa Apotek
Activa Farma merupakan apotek dengan pelayanan pharmaceutical care
yang baik. Positioning dinyatakan dalam motto Apotek Activa Farma yaitu “
Memberikan pelayanan dengan sepenuh hati “,menunjukkan bahwa Apotek
Activa Farma berusaha memberikan pelayanan kefarmasian yang dengan
sepenuh hati bagi konsumen sehingga mendapatkan pelayanan yang
maksimal dan meningkatkan kepuasan dalam pelayanan serta kualitas
kesehatan masyarakat sekitar.
3.1.2 Analisis SWOT
1. Strength (Kekuatan)
 Lokasi apotik mudah dijangkau (strategis)
 Kondisi bangunan yang baik dan adanya tempat parkir yang luas
 Keberadaan apotek lain di lingkungan sekitar cukup jauh
 Pemilik sarana apotek adalah seorang apoteker sekaligus
pemilik sarana apotek (PSA) sehingga bisa menerapkan
pharmaceutical care dengan lebih leluasa
 Di apotik, Apoteker melakukan praktik bersama dengan tenaga
kesehatan lain seperti dokter umum, bidan, dan perawat.
 Apotik membuka jasa cek kesehatan seperti cek gula darah, asam
urat, tekanan darah, dan kolesterol.
2. Weakness (Kelemahan)
 Belum ada kerjasama dengan fasilitas kesehatan sekitar
 Membutuhkan waktu untuk sosialisasi kepada masyarakat untuk
memperoleh pelanggan yang loyal.

11
 Modal yang dimiliki terbatas
3. Opportunities (Peluang)
a. Potensi daerah
 Jumlah penduduk tinggi karena merupakan daerah pemukiman
penduduk
 Dekat dengan fasilitas pendidikan SDN 1 Kelumpang Hilir dan
SMPN 1 Kelumpang Hilir
 Dekat dengan fasilitas kesehatan lain seperti Puskesmas
Kelumpang Hilir dan praktik bidan
 Dekat dengan fasilitas keamanan seperti Polsek Kelumpang
Hilir dan Kodim Mulawarman 1004 Kelumpang Hilir
b. Lokasi daerah
Calon lokasi apotik X strategis karena terletak di sebelah jalan
raya yang merupakan jalan provinsi antara provinsi Kalimantan
Selatan dan Kalimantan Timur, serta berdekatan dengan Puskesmas
Kelumpang Hilir.
4. Treat (Ancaman)
a. Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap peran profesi apoteker di
apotek
b. Ada 2 apotik competitor didaerah tersebut, dimana jarak antara
apotik berada ± 300 meter dan ± 1 km, serta 1 minimarket yang
berjarak ± 500 meter.

12
BAB IV
ANALISIS MANAJEMEN APOTEK

4.1 Bentuk Badan Usaha


Apotek yang didirikan merupakan suatu badan usaha dimana sebagai
pemilik modal adalah seorang apoteker yang juga sebagai Apoteker
PenanggungJawab Apotek.

4.2 Struktur Organisasi

Apoteker Penanggung jawab Apotek

Tenaga Kesehatan Lain

Pembantu Umum Asisten Apoteker

Analisis kerja personel Apotek Activa Labora Farma dijabarkan


sebagai berikut :
1. Apoteker Pengelola Apotek
APA bertanggungjawab atas kelancaran segala bidang dalam apotek baik
secara manejemen maupun pelayanan kefarmasian yang bermutu. Apoteker
pengelola apotek memiliki tugas dalam melaksanakan tanggungjawab
profesional kefarmasian di apotek, antara lain:
a. Memimpin seluruh kegiatan apotek
b. Menyelenggarakan pelayanan kefarmasian yang sesuai dengan
fungsinya (apotek tempat pengabdian profesi) dan memenuhisegala
kebutuhan perundang-undangan di bidang perapotekan yang berlaku.
c. Melakukan langkah‐langkah untuk mengembangkan hasil dan kualitas
apotek.
d. Secara aktif berusaha sesuai dengan bidang tugasnya untuk
meningkatkan omset penjualan dan mengembangkan hasil usaha apotek.

13
e. Pengelolaan sediaaan farmasi dan perbekalan kesehatan.
f. Memberikan pelayanan informasi obat kepada pasien guna mendukung
penggunaan obat yang rasional.
g. Melaksanakan pelayanan swamedikasi
2. Asisten Apoteker (merangkap kasir)
Tugas dan Kewajiban:
a. Membantu tugas Apoteker dalam melakukan pelayanan resep dokter
(dispensing sediaan)
b. Membantu tugas apoteker dalam melakukan pelayanan obat non resep ke
pasien
c. Mengecek ketersediaan obat harian di rak obat maupun counter
d. Menjalankan proses penjualan dan pembayaran dengan teliti
e. Melakukan pencatatan atas semua transaksi pada buku penjualan
f. Membantu pelanggan dalam memberikan informasi mengenai suatu
produk
g. Melakukan konfirmasi barang yang dibeli pelanggan dan melakukan
pengecekan jumlah barang sebelum diserahkan ke pelanggan.
h. Memberikan laporan dan menyetorkan hasil penjualan disertai bukti
transaksi kepada APA (pemilik modal) secara harian.
i. Mencatat keluar masuk barang
3. Pembantu Umum
a. Menjaga kebersihan dan kerapian apotek
b. Menjaga keamanan apotek
4.3. Standar Prosedur Operasional
Standar Prosedur Operasional (SPO) yaitu untuk menjamin mutu
pelayanan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. SPO pengelolaan
sediaan farmasi diantaranya;
a. SPO penerimaan obat dan barang
b. SPO penyimpanan obat
c. SPO pemesanan obat dan barang
d. SPO konseling
e. SPO pelayanan resep

14
4.4 Produk Apotek
a. Produk yang terdapat di Apotek Activa Labora Farma yaitu meliputi obat-
obat OTC, suplemen, obat resep, OWA, alat-alat kesehatan, dan produk
lain seperti kosmetik dan susu atau minuman.
b. Apotek juga menyediakan tempat untuk konseling dan menerima
pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah dan pemeriksaan kolesterol.

4.5 Daftar Obat


Daftar obat yang akan diadakan oleh Apotek Activa Labora Farma
berdasarkan data epidemiologi 10 besar penyakit dari Puskesmas setempat.
Adapun data epidemiologi 10 besar penyakit di Kecamatan Kelumpang Hilir
adalah sebagai berikut :
Jenis Penyakit Kejadian
Nasofaringitis Akut (Common cold) 952
Hipertensi 542
Febris 210
Dyspepsia 201
Cephalgia/Sakit kepala 170
Diare dan Gastroenteritis 138
Acute Faringitis 182
DM2 (Non Insulin Dependent diabetes 124
melitus
Myalgia 159
Hipercolesteromia 114
Jumlah 2.792
(Sumber: BPS Kecamatan Kelumpang Hilir,2017).
Berdasarkan data epidemiologi tersebut, maka berikut beberapa jenis
obat yang akan disediakan di Apotek Activa Labora Farma:

Jenis Penyakit Obat


Kotrimoksazole (80mg/400 mg)
Acute Faringitis
Amoksisilin 500 mg

15
Paracetamol (3x 500 mg)
Captopril
Lisinopril
Furosemid
Hipertensi
Amlodipine
Propranolol
Hidroklortiazid
Metronidazole (3 x 500 mg)
Hiperkolesterolmia Paracetamol (3 x 500 mg)
Kotrimoxazol (2 x 1 tablet)
Acetaminophen
Ibuprofen
Febris
Diazepam
Lorazepam
Celecoxib
Na Diclofenak
Myalgia
Prednison 60 mg/hari
Ibuprofen
Glibenklamid
DM Tipe II NIDDM Metformin
Glimeperid
Cephalgia/sakit kepala Paracetamol (3 x 500 mg)
Amoxylin (3 x 500 mg)
Paracetamol (3 x 500 mg)
Vitamin C (3 x 1 tablet)
GG 3 x (1 tablet)
Nasofaringitis Akut (Common Cold) Ibuprofen (3 x 1 tablet)
Dekongestan (Efedrin,Pseudoefedrin)
(3 x 1 tablet)
Antihistamin (CTM) (3 x 1 tablet)
Vitamin C (3 x 1)

16
Loperamide (8 x 1 tablet)
Attapulgit (5 x 1 tablet)
Kaolin pektin (3 x 1 tablet)
Diare dan Gastroenteritis non spesifik Zink Sulfat (1 x 1 tablet)
Oralit (5 x 1 tablet)
Kotrimoxazol (2 x 1 tablet)
Paracetamol (3 x 500 mg)
Antasida
Tablet : 1-2 tablet
Sirup : 5-10 ml atau 1-2 sendok takar
Dyspepsia 5 ml
Omeprazol 20-40 mg 1x sehari
sebelum makan
Ranitidin 75 mg secara oral sekali
sehari 30-60 menit sebelum makan
Tunggal :
Linestrenol (1 siklus)
Kombinasi :
Etinodiol diasetat-Mestranol
Obat Kontrasepsi
Norgestrel-etinil estradiol
Linestrenoil-etinil estradiol 1 siklus
Etinodiol diasetat-etinil estradiol
Lavonorgestrel-etinil estradiol

17
BAB V
ANALISIS KEUANGAN

5.1 Modal
1. Modal Tetap
a. Sarana Fisik
Renovasi awal bangunan : Rp 50.000.000,-
TOTAL : Rp 50.000.000,-
b. Sarana Penunjang
- Sarana Penunjang
Rak Obat 5 buah Rp 3.750.000,-
Rak kayu 2 Buah Rp 2.500.000,-
Kursi tunggu 2 Buah Rp 2.200.0000,-
Meja kerja 3 Buah Rp. 1.500.000,-
Komputer 2 Unit Rp. 10.000.000,-
Meja racik 1 Buah Rp 500.000,-
Lemari narkotik 1 Buah Rp 1.500.000,-
Lemari psikoropik 1 Buah Rp 500.000,-
Alat-alat meracik obat Rp 1.500.000,-
Kulkas 1 Buah Rp 3.400.000,-
Dispenser 1 Unit Rp 660.000,-
AC 3 Unit Rp 10.455.000,-
TV 1 Unit Rp. 2.000.000,-
Wastafel 1 Unit Rp 300.000,-
Telepon 1 Unit Rp 500.000,-
Plang nama apotek Rp 750.000,-
Peralatan kebersihan Rp 300.000,-
Buku wajib farmasi Rp 1.500.000,-
Timbangan Berat Badan Rp 202.900,-
Tensimeter Rp 300.000,-
Wifi Rp. 450.000,-
TOTAL : Rp 44.767.900,-

18
c. Cadangan modal
Cadangan modal : Rp 60.000.000,-
2. Modal kerja
Barang Dagangan : Rp 70.000.000,-(Obat dan barang-barang lain)

TOTAL MODAL : Rp 224.767.900,-

5.2 Biaya Tetap (Fixed Cost)


1. Biaya Personalia per tahun
APA Dokter AA Pembantu
umum umum
Jumlah 1 1 2 1
Upah / bulan 4.000.000 5.000.000 1.500.000 700.000
Upah / tahun 48.000.000 60.000.000 18.000.000 8.400.000
TOTAL 134.400.000

2. Biaya pengelolaan per tahun


- Biaya listrik dan PDAM : Rp 8.400.000,-
- WIFI : RP 6.000.000,-
- Telepon : Rp 2.400.000,-
- Biaya Pemeliharaan : Rp 6.000.000,-
- PBB : Rp 9.000.000,-
TOTAL : Rp 31.800.000,-
3. Total fixed cost : 166.200.000,-

5.3 Investasi
TOTAL INVESTASI = TOTAL MODAL + TOTAL FIXED COST
= 224.767.900,- + 166.200.000,- = Rp 390.967.900,-

19
5.4 Perolehan Omset Pertahun
1. Penjualan
a. Resep
Jumlah Resep per Bulan : 150 lembar
Jumlah Resep per Tahun : 1800 lembar
Harga Rata-rata per Resep : Rp 20.000,-
Jumlah Penjualan per Tahun : Rp 36.000.000,-
Persentase Penjualan : 35%
b. Obat Bebas dan OWA
Penjualan Obat per Hari : Rp 2.000.000,-
Penjualan Obat per Bulan : Rp 60.000.000,-
Penjualan Obat per Tahun : Rp 720.000.000,-
Persentase Penjualan : 50%
c. Lain-lain (minuman dingin, cek darah )
Penjualan lain-lain per Hari : Rp 280.000,-
Penjualan lain-lain per Bulan : Rp 8.400.000,-
Penjualan lain-lain per Tahun : Rp 100.800,000,-
Persentase Penjualan : 15%
d. Total Penjualan
Penjualan Resep : Rp 36.000.000,-
Penjualan Obat Bebas dan OWA: Rp 720.000.000,-
Penjualan lain-lain : Rp 108.000.000,-
TOTAL : Rp 864.000.000,-

2. Keuntungan yang diharapkan


a. Resep
- Keuntungan = 35%
- Indeks Resep = 100% + 35% = 135% (1,35)
b. Obat Bebas dan OWA
- Keuntungan = 50%
- Indeks Obat = 100% + 50% = 150% (1,5)

20
c. Lain- lain
- Keuntungan = 15%
- Indeks Lain- lain = 100% + 15% = 110% (1,15)

3. Indeks Penjualan
a. Indeks Penjualan Resep
= persentase penjualan resep x indeks resep
= 35% x 1,35 = 0,47
b. Indeks Penjualan Obat Bebas dan OWA
= persentase penjualan obat Bebas dan OWA x indeks obat Bebas dan OWA
= 50% x 1,5 = 0,75
c. Indeks Penjualan Lain-lain
= persentase penjualan lain-lain x indeks lain-lain
= 15% x 1,15 = 0,17
Indeks Penjualan = 0,47 + 0,75 + 0,17 = 1,39

4. Laba Rugi
Indeks Penjualan = 1,39
Indeks Laba Total = 1,39 – 1 = 0,39
0,21
Laba Kotor =1,21 × 100% = 28,05%

Laba Kotor = Rp 241.920.000,-


Biaya Tetap = Rp 166.200.000,-
= Rp 75.720.000,-
Pajak 0,5% = Rp 378.600,-
Zakat 2,5% = Rp 1.893.000,-
Laba Netto (Laba Bersih) = Rp 73.448.400,-
5. Payback Period (PP)

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐼𝑛𝑣𝑒𝑠𝑡𝑎𝑠𝑖
𝑃𝑃 = × 1 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛
𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑁𝑒𝑡𝑡𝑜
𝑅𝑝 390.967.900
𝑃𝑃 = × 1 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛
Rp73.448.400

21
𝑃𝑃 = 5,3 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 𝑎𝑡𝑎𝑢 3 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 6 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛
6. Return of Investment (ROI)
Laba Netto
𝑅𝑂𝐼 = × 100%
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐼𝑛𝑣𝑒𝑠𝑡𝑎𝑠𝑖
Rp 73.448.400
𝑅𝑂𝐼 = × 100%
Rp 390.967.900
𝑅𝑂𝐼 = 18,78%

7. Break Event Point (BEP)


1
𝐵𝐸𝑃 = × 𝑏𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑡𝑒𝑡𝑎𝑝
𝑣𝑎𝑟𝑖𝑎𝑏𝑙𝑒 𝑐𝑜𝑠𝑡
1−
𝑖𝑛𝑑𝑒𝑘𝑠 𝑝𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛
1
𝐵𝐸𝑃 = × Rp166.200.000, −
1
1 − 1,39

BEP = Rp 554.000.000, −

Dari penjualan Obat Bebas + OWA = 50% × Rp 554.000.000


= Rp 277.000.000,- pertahun
= Rp 28.083.333,- per bulan
= Rp 769.444.,- per hari

Sehingga, BEP terjadi pada penjualan obat Bebas dan OWA sebesar Rp
764.444,-per hari.

22
BAB VI

KESIMPULAN

Melihat dari banyak aspek studi kelayakan yang telah dilakukan seperti aspek
lokasi, aspek pasar, aspek permodalan, dan lainnya, maka apotek “Activa Labora
Farma” yang akan didirikan dijalan Ahmad yani Kecamatan Kelumpang Hilir,
Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan layak untuk didirikan.

23
Daftar Pustaka

Badan Pusat Statistik Kabupaten Kotabaru. 2017. Kecamatan Kelumpang Hilir


Dalam Angka 2017. Badan Pusat Statistik Kabupaten Kotabaru.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Kotabaru. 2018. Kabupaten Kotabaru Dalam


Angka 2018. Badan Pusat Statistik Kabupaten Kotabaru.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Kotabaru. 2019. Kabupaten Kotabaru Dalam


Angka 2019. Badan Pusat Statistik Kabupaten Kotabaru.

24