Anda di halaman 1dari 24

PROSES INDUSTRI KIMIA II

INDUSTRI ISOPRENE

DISUSUN OLEH :

Mauris Albari 0610 3040 1021

KELAS : 4 KIB

DOSEN PEMBIMBING : Ir. Erlinawati, M. T.

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA


PALEMBANG
2012
BAB III
BAHAN KIMIA DARI SENYAWA C 3

III. 5. Isoprene
1. Sifat Fisik dan Kimia Bahan Baku dan Produk
a. Sifat Fisika dan Kimia Bahan Baku :
1. Sifat Fisika dan Kimia Propylene

- Nama senyawa : Propylene


- Rumus Molekul : C3H6
- Berat Molekul : 42,08 gr/mol
- Titik Didih : -47,6 °C (225,5 °K)
- Titik Leleh : -185,2 °C (88,0 °K)
- Densitas : 1,81 kg/m3

Sifat Kimia :

Sifat kimia yang khas dari propilen adalah satu ikatan rangkap dan atom
hidrogen pada rumus bangun propilen.
Contoh reaksi propilen diantaranya :
1. Khlonnasi
alkil krorida dapat dibuat dengan cara kholannasi terhadap propilen fasa gas pada
suhu 5000C dalam reactor adiabatic. Prinsip reaksi ini terdiri dan substitusi sebuah
atom khloronnasi terhadap atom hydrogen propilen.
Reaksi :
Cl2 + CH2CHCH3 CH2CHCH2Cl + HCl
2. Alkilasi
reaksi alkilasi terhadap benzene oleh propilen dengan adanya katalis AlCl3 akan
menghasilkan suatu alkil benzene.
Reaksi : AlCl3
C6H6 + C3H6 C6H6CH(CH3)2

3. Oksidasi
Propilen dioksidasi menjadi akrolein dengan adanya bantuan dari katalis CuO.
Dimana umpan masuk ke dalam reactor dengan komposisi 20% volume propilen,
20% udara dan 60% volume steam dengan memiliki waktu kontak satu detik.
Selanjutnya pengambilan produk akrolein adalah dengan quench serubbing effluent
reactor menggunakan campuran air dan propilen yang ada.

b. . Sifat Fisika dan Kimia Produk :


1. Sifat Fisika dan Kimia Isoprene

- Nama Senyawa : Isoprene


- Rumus Molekul : C5H8
- Berat Molekul : 68,12 g/mol
- Titik Leleh : -145,95 oC
- Titik Didih : 34,067 oC
- Densitas : 0,681 g/mL pada 20 oC
- Titik Nyala : -53 oC
- Batas Keracunan : 250 pp
Sifat Kimia :

1. isoprene merupakan cairan tidak berwarna dengan bau aromatik

2. Sebuah cairan berwarna jernih dengan bau seperti minyak bumi. Uapnya lebih berat dari
pada udara.

3. Sangat mudah terbakar dan sangat larut dalam air.

4.Isoprene dapat bereaksi keras dengan agen oksidasi yang kuat. klorosulfonat asam, asam
nitrat (70%), oleum, asam sulfat (90%) .

5. Uap tidak menghasilkan efek lain selain sedikit iritasi mata dan saluran pernapasan bagian
atas. Cairan nya bisa membuat iritasi mata.
Reaksi isoprene dengan fenol, dikatalisis oleh nickelocene dan bromida phenylmagnesium,
hasil panen 2,2-dimethylchroman, 2 - (3'-metil-2'-buten-1'-il) fenol, 4 - (3'-metil-2 '-buten-1'-
il) fenol, 2,2-dimetil-8-(3'-metil-2'-buten-1'-il) kroman dan 2,2-dimetil-6-(3'-metil -2'-buten-
1'-il) kroman. Reaksi dengan fenol lainnya diperiksa.

b. Sifat Fisik dan Kimia Bahan Samping Metana (CH4)

- Nama Senyawa : Metana


- Rumus Molekul : CH4
- Berat Molekul : 16,042 g/mol
- Titik Leleh : -182,5 oC
- Titik Didih : -161,6 oC
- Densitas : 0,717 kg/m3 (gas pada 0 oC),
415 kg/m3 (liquid)
- Kelarutan dalam air : 35 mg/L (17 oC)
Sifat kimia :
REAKSI PEMBAKARAN:
Pembakaran metana adalah reaksi eksotermis di mana sejumlah besar energi dibebaskan.
Disebabkan oleh properti ini, metana digunakan sebagai bahan bakar rumah tangga dan
industri.
CH 4 + 2O 2 → CO 2 + 2H 2 O
Halogenasi:
Penggantian atom halogen dengan H-atom dari suatu senyawa organik disebut
halogenasi. Ini adalah substitusi reaksi.
Klorinasi:
CH 4 + Cl 2 → CH 3 Cl + HCl (metana kloro)
CH 3 Cl + Cl 2 → CH 2 Cl 2 + HCl (metana dikloro)
CH 2 Cl 2 + Cl 2 → CHCl 3 + HCl (kloroform)
CHCl 3 + Cl 2 → CCl 4 + HCl (karbon tetra klorida)
MEKANISME:
Ini adalah reaksi fotokimia.
INISIASI LANGKAH:
Dengan adanya sinar matahari Cl 2 molekul mengalami fisi homolytic untuk menghasilkan
Cl-radikal bebas.
Cl-Cl → Cl Cl o + o (radikal bebas)
PROPAGASI LANGKAH:
Klorin radikal bebas serangan metana molekul untuk menghasilkan metil radikal bebas.
CH 4 + Cl o → CH 3 o + HCl
CH3 o + Cl 2 → CH 3 Cl + HCl
PENGAKHIRAN LANGKAH:
Reaksi ini datang untuk menghentikan bila ada dua radikal bebas menggabungkan.
Cl Cl o + o → Cl 2
CH 3 Cl o + o → CH 3-Cl
CH 3 CH 3 o + o → CH 3-CH 3
OUTPUT:
Karena reaksi berantai, karena itu, memberikan campuran senyawa yang berbeda.
2. Data Kuantitatif
a. Basis : 1 ton isoprene 99,0% purity, 85% yield.
Propylene : 1,46 ton
Kuantitas minor dari katalis tripropyl alumunium dan hydrogen bromide
b. Kapasitas Pabrik : 30-60 ton/hari

3. Klasifikasi Proses
- Isomerisasi propylene dimer
- Reaksi isobutylene – formaldehyde
- Reaksi aceton – asetylene
- Reaksi metyl ethyl letone – formaldehyde
- dehydrogenasi produk dari isopentane / isopentene
Dan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah menggunakan klasifikasi proses
Isomerisasi propylen dimer.

4. Reaksi Kimia
1.4.1 Dimerisasi
CH3
(CH3H7)Al
2 CH3CH = CH2 CH2 = C – CH2 – CH2– CH3
propylene 150-250oC 2-metil-1-pentena
200 atm

Reaksi Samping:

CH3
55 %
 4 CH3CH = CH2 2 CH2 = C – CH2 – CH2– CH3

40 %
 CH3CH = CH2 CH4 + CH = CH
1.4.2 Isomerisasi

CH3 CH3
katalis asam
CH2 = C – CH2 – CH2 – CH3 CH3 – C = CH – CH2– CH3
o
150-300 C 2-metil-2-pentena

1.4.3 Pyrolisis

Reaksi Utama:

CH3
650 – 8000 C
CH3 – C = CH – CH2 – CH3 C5H8 + CH4
2 metil-2-pentena 97% isoprene metana

Reaksi Samping :

CH3
100 %
2 CH3 – C = CH – CH2 – CH3 (C5H8)2 + 2 CH4
2 metil-2-pentena polyisoprene metana

5. Flowsheet (lihat gambar 17)


6. Uraian Proses

Propylen dialirkan dan diaduk di dalam mixer dengan menambahkan katalis


typropil aluminum, dan solven. Pada bagian atas mixer campuran tersebut dikompresi
pada tekanan 200 atm. Kemudian ditekan ke dalam reaktor berpengaduk dimana
terjadi perpindahan panas secara eksoterm pada reaksi, agar menjaga suhu didalam
reactor tetap stabil maka ditambahkan cooling jacket pada dinding Dimeriation
reactor. Dengan persen konversi yang di inginkann di antara 60 sampai 95 % dengan
range temperature yang dijaga pada 150 – 180 °C. Pada proses dimerisasi,
dimerization reactor terjadi reaksi propylene menjadi 2-metil-1-pentena (reaksi 1).
Dari reaktor dialirkan melalui flash tower,dimana pada flash tower terjadi pemisahan
antara katalis dan solven.
Dari hasil pemisahan tersebut, dimana katalis yang tidak bereaksi akan di
recycle dan dikembalikkan kembali menuju dimerisasi reactor. Sedangkan senyawa
lain akan diteruskan menuju C1-C2 tower,disini terjadi pemisahan antara hidrokarbon
yang mengandung C1-C2 akan menguap ke bagian top dengan cara destilasi
,sedangkan fase cairan yang keluar dari C1 – C2 buttom tower akan diteruskan menuju
C3 tower. Dimana pada C3 tower, propylene yang berupa fase gas akan di kondensasi.
Propylen yang tidak bereaksi akan direcycle kembali menuju tahap awal dan
hidrokarbon yang terbentuk dipisahkan dengan sistem distilasi untuk
dikembalikan.Hidrokarbon yang terbentuk seperti 2 metil 1 pentena dan fase beratnya
di alirkan kedalam dimer tower, dimana pada dimer tower ini 2 metil 1 pentena yang
memiliki titik didih yang lebih rendah akan menguap dan terpisah terlebih dahulu pada
bagian top dimer tower, sedangkan fase berat yang kemungkinan polimer dari 2 metil
1 pentena keluar pada bagian bottom dimer tower.
2 metil 1 pentena dari dimer tower di alirkan masuk kedalam isomerization
reactor,di dalam isomerization tower terjadi nya proses isomerisasi terjadi di
penampungan reactor bed yang telah berisi katalis asam. Proses ini dengan kondisi
range temperatur 150–300 oC dengan liquid setiap jam yang berkecepatan antara 15
sampai 0,5 m3/jam. Dimana pada proses ini telah terjadi reaksi ke 2. Hasil dari
isomerization reactor berupa 2 metil 2 pentena dan 2 metil 1 pentena yang tidak
bereaksi dialirkan kedalam stream splitter untuk dipisahkan dengan cara di destilasi. 2
metil 2 pentena keluaran dari stream splitter di alirkan ke Tubular Pyrolysys Furnace.

Pada tahap akhir melibatkan proses pyrolisis dari 2-metyl-2-pentena menjadi


isoprene (reaksi 3) dengan ditambahkannya flue gas. Pada proses ini terjadi di dalam
furnace Tubular Cracking dengan menambahkan katalis HBr dan uap sebagai
diluentnya dengan menjaga temperatur 650-800 oC yang dibutuhkan untuk
memaksimalkan dari reaksinya pada waktu 0,3 sampai 0,5 second . Dimana didalam
kondisi ini asetylen akan memisah dari campuran - campurannya. Selanjutnya
diteruskan ke dalam quench tower, dan terjadi pencucian uap panas dari furnace
tubular cracking, uap-uap panas disiram secara kontinyu dengan pelarut dari hasil
reaksi k-3 it sendiri yang berupa dalam fase cair untuk mengembalikan HBr untuk di
recycle kembali. Uap – uap hasil reaksi yang telah dipisahkan didalam separator di
alirkan ke dalam C1 tower. Hidrokarbon di fraksionisasi untuk memisahkan sebagian
metana (purge) dan light gas untuk bahan bakar dan mengembalikan 2-methyl-2-
pentene yang tidak bereaksi untuk di recycle kembali . Pada C1 tower terjadi
pemisahan dengan cara distilasi, hidrokarbon yang berupa metana akan dikondensasi
ke bagian top,sedangkan isoprene akan di steam ke furifying column. Dimana di
furifying coloumn akan terjadi proses pemurnian dengan cara destilasi, isoprene akan
di kondensasi ke bagian top sebagai bahan baku produk, sedangkan di bagian buttom
terdapat polymers dengan dibantu steam untuk mendapatkannya.

7. Fungsi Alat

a. Mixer : Alat pencampur propylene dengan solven


nafta beserta katalisnya trypopilaluminium.
b. Reaktor Dimerisasi : Suatu alat tempat terjadinya reaksi propylene menjadi
2-metil-1-pentena.
c. Flash Tower : Tempat terjadinya pemisahan antara katalis dan solven.
d. C1-C2 tower : Tempat pemisahan antara hidrokarbon C1-C2 dengan
2 metil 1-pentene dan propylene yang tidak bereaksi.
e. C3 tower : Tempat pemisahan antara 2-metil 1-pentene dengan
Propylene yang tidak bereaksi untuk di recycle
Kembali.
f. Dimer tower : Tempat pemisahan antara 2-metil1-pentene dengan fase
Beratnya.
g. Reaktor Isomerisasi : Tempat terjadinya reaksi 2-metil-1pentena menjadi
2-metil-2-pentena.
h. Stream Splitter : Tempat pemisahan antara 2-metil 1-pentene yang tidak
Bereaksi untuk di recycle kembali.
i. Furnace Pyrolisis : Alat pembakaran yang terjadi proses pyrolisis
dari 2-metil-2-pentena menjadi isoprene.
j. Quench Tower : Kolom pencucian uap panas dari furnace pyrolisis
dengan suatu dari cairan hasil pemisahan dari separator.
k. Separator : Tempat pemisahan antara fase gas dengan fase cair
l. C1 tower : Tempat pemisahan antara hidrokarbon dengan isoprene.
m. Puryfying Column : Kolom tempat pemurnian dengan cara destilasi produk
isoprene.

8. Kegunaan Produk
Isoprena merupakan monomer yang memiliki sifat seperti karet alam dan juga
motif struktur umum ke berbagai besar senyawa alami lainnya, secara kolektif dimana
disebut isoprenoidnya. Melalui proses polimerisasi isoprena membentuk karet alam
yang terdiri dari 97% cis-1,4-poliisoprena. Adapun kegunaan poliisoprena antara lain :
 Sebagai ban kendaraan pada industri otomotif
 Bahan pembungkus alat – alat dan lainya
 Pelapis alat-alat
 Bahan insulator pada keamanan listrik
DAFTAR PUSTAKA

 Charles E. Dryden. 1963. Outline of Chemical Technology 2nd Edition.


 www.scribd.com/21:25/9-3-2012
 www.google.com/20:15/9-3-2012
 http://en.wikipedia.org/wiki/Isoprene
LAMPIRAN

Propene
From Wikipedia, the free encyclopedia

Jump to: navigation, search


"Propylene" redirects here. For the unrelated compound referred to as "propolene", see
glucomannan.
Propene

IUPAC name[hide]
Propene
Identifiers
CAS number 115-07-1
1077
UN number
In Liquefied petroleum gas: 1075
RTECS number UC6740000
[show]
SMILES
Properties
Molecular formula C3H6
Molar mass 42.08 g/mol
Appearance colorless gas
1.81 kg/m3, gas (1.013 bar, 15°C)
Density
613.9 kg/m3, liquid
Melting point − 185.2 °C (88.0 K)
Boiling point − 47.6 °C (225.5 K)
Solubility in water 0.61 g/m3 (? °C)
Viscosity 8.34 µPa·s at 16.7 °C
Structure
Dipole moment 0.366 D (gas)
Hazards
MSDS External MSDS
R-phrases 12
S-phrases 9-16-33
NFPA 704
4
1
1
Flash point −108 °C
Related compounds
Related groups Allyl, Propenyl
Propane, Propyne
Related compounds Allene, 1-Propanol
2-Propanol
(what is this?) (verify)
Except where noted otherwise, data are given for materials in
their standard state (at 25 °C, 100 kPa)
Infobox references

Propene, also known as propylene, is an unsaturated organic compound having the chemical
formula C3H6. It has one double bond, and is the second simplest member of the alkene class
of hydrocarbons, and it is also second in natural abundance.

Contents
[hide]

 1 Properties
 2 Synthesis
 3 Production and Uses
 4 Reactions
 5 References

Properties
At room temperature, propene is a gas, and as with many other alkenes, it is also colourless
with a weak but unpleasant smell.[1]

Propene has a higher density and boiling point than ethylene due to its greater size. It has a
slightly lower boiling point than propane and is thus more volatile. It lacks strongly polar
bonds, yet the molecule has a small dipole moment due to its reduced symmetry (its point
group is Cs).

Propene has the same empirical formula as cyclopropane but their atoms are connected in
different ways, making these molecules structural isomers.

Synthesis
Propene is produced from non-renewable fossil fuels - petroleum, natural gas and to a much
lesser extent coal. Propene is a byproduct of oil refining and natural gas processing. Ethylene,
propene, and other compounds are produced by cracking larger hydrocarbon molecules.
Propene is separated by fractional distillation from hydrocarbon mixtures obtained from
cracking and other refining processes.

Production and Uses


Propene is the raw material for a wide variety of products including polypropylene, a
versatile polymer used in packaging and other applications. It is the second highest volume
petrochemical feedstock after ethylene.[citation needed] Propene and benzene are converted to
acetone and phenol via the cumene process. Propene is also used to produce isopropanol
(propan-2-ol), acrylonitrile, propylene oxide (epoxypropane) and epichlorohydrin.[2]

Propene production has remained static at around 35 million tonnes (Europe and North
America only) from 2000–2008 but has been increasing in East Asia, most notably Singapore
and China.[3][4] Total world production of propene is currently about half that of ethylene.

Reactions
Propene resembles other alkenes in that it undergoes addition reactions relatively easily at
room temperature. The relative weakness of its double bond (which is less strong than two
single bonds) explains its tendency to react with substances that can achieve this
transformation. Alkene reactions include: 1) polymerization, 2) oxidation, 3) halogenation
and hydrohalogenation, 4) alkylation, 5) hydration, 6) oligomerization, and 7)
hydroformylation.

References
1. ^ Collins Discovery Encyclopedia, 1st edition © HarperCollins Publishers, 2005
2. ^ Budavari, Susan, ed. (1996), "8034. Propylene", The Merck Index, Twelfth Edition,
New Jersey: Merck & Co., pp. 1348–1349

Retrieved from "http://en.wikipedia.org/wiki/Propene"


Categories: Alkenes | Monomers

Sumber : www.wikipedia.com
Isoprena
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Dari Wikipedia bahasa
Indonesia, Ensiklopedia bebas

Isoprena adalah nama umum (nama trivial) dari 2-metilbuta-1,3-diena . Isoprena adalah
nama umum (nama trivial) dari 2-metilbuta-1 ,3-diena. Senyawa ini biasa digunakan dalam
industri, penyusun berbagai senyawa biologi penting , serta dapat berbahaya bagi lingkungan
dan beracun bagi manusia bila terpapar secara berlebihan. Senyawa ini biasa Digunakan
dalam industri, penyusun berbagai senyawa biologi penting, serta dapat berbahaya bagi
lingkungan dan beracun bagi manusia bila terpapar secara berlebihan.

Dalam suhu ruang isoprena berwujud cairan bening yang sangat mudah terbakar dan
terpantik. Dalam suhu ruang isoprena berwujud cairan bening yang sangat mudah terbakar
dan terpantik. Bila tercampur dengan udara sangat mudah meledak dan sangat reaktif bila
dipanaskan. Bila tercampur dengan udara sangat mudah meledak dan sangat reaktif bila
dipanaskan. Pengangkutan isoprena memerlukan penanganan khusus. Pengangkutan isoprena
Memerlukan Penanganan khusus.

Secara industri senyawa ini dihasilkan dari hasil sampingan peluruhan nafta atau minyak .
Secara industri senyawa ini dihasilkan dari hasil sampingan peluruhan NAFTA atau minyak.
Saat ini sekitar 95% produksi isoprena dunia digunakan untuk membuat karet sintetik cis-1,4-
poliisoprena. Saat ini sekitar 95% produksi dunia isoprena Digunakan untuk membuat karet
sintetik cis-1 ,4-poliisoprena. Karet sendiri juga merupakan polimer isoprena — paling sering
cis-1,4-poliisoprena - dengan bobot molekul 100.000 hingga 1.000.000. Karet sendiri juga
Merupakan Polimer isoprena - paling sering cis-1 ,4-poliisoprena - dengan bobot molekul
100,000 hingga 1.000.000. Biasanya ada campuran beberapa persen bahan lain, seperti
protein , asam lemak , resin , dan bahan organik lainnya, pada karet alam berkualitas tinggi.
Getah perca , suatu karet alam lain, merupakan trans-1,4-poliisoprena, isomer struktural yang
memiliki karakteristik mirip namun tidak persis sama. Biasanya ada Beberapa persen bahan
campuran lain, seperti protein, asam lemak, resin, dan bahan organik lainnya, pada karet alam
berkualitas tinggi. Getah perca, suatu karet alam lain, Merupakan trans-1 ,4-poliisoprena,
isomer Struktural yang memiliki karakteristik mirip namun tidak persis sama.

Isoprena dihasilkan secara alamiah oleh tumbuhan dan hewan . Isoprena dihasilkan secara
alamiah oleh tumbuhan dan hewan. Biasanya dapat dikatakan bahwa senyawa ini adalah
hidrokarbon yang paling umum ditemukan pada tubuh manusia . Biasanya dapat dikatakan
Bahwa ini adalah senyawa hidrokarbon yang paling umum ditemukan pada tubuh manusia.
Isoprena biasa juga dikandung pada kadar rendah pada banyak bahan pangan. Isoprena biasa
juga dikandung pada kadar rendah pada banyak bahan pangan. Hal ini tidak mengherankan
karena isoprena merupakan kerangka dasar dari banyak metabolit sekunder pada tumbuhan.
Terpena , terpenoid , dan koenzim Q tersusun dari isoprena. Hal ini tidak mengherankan
karena Merupakan isoprena Kerangka dasar dari banyak Metabolit Sekunder pada tumbuhan.
Terpena, terpenoid, dan koenzim Q tersusun dari isoprena. Golongan senyawa lain yang
dapat dianggap tersusun dari kerangka isoprena adalah fitol , retinol , tokoferol , dolikol , dan
skualena . Heme A memiliki ekor isoprenoid. Lanosterol , prekursor sterol pada hewan ,
diturunkan dari skualena . Golongan senyawa lain yang dapat Dianggap Kerangka tersusun
dari isoprena adalah fitol, retinol, tokoferol, dolikol, dan skualena. Heme A memiliki ekor
isoprenoid. Lanosterol, prekursor sterol pada hewan, diturunkan dari skualena. Satuan
isoprena fungsional dalam organisme adalah dimetilalil pirofosfat (DMAPP) dan isomernya
isopentenil pirofosfat (IPP). Satuan dalam isoprena Fungsional adalah Organisme dimetilalil
pirofosfat (DMAPP) dan isomernya isopentenil pirofosfat (IPP).

Pada tumbuhan, isoprena dihasilkan pada kloroplas daun melalui jalur DMAPP , dengan
enzim isoprena sintase bertanggung jawab sebagai pembuka proses. Pada tumbuhan, isoprena
dihasilkan pada kloroplas daun melalui jalur DMAPP, dengan Enzim bertanggung jawab
isoprena sintase Sebagai pembuka proses. Praktis pada semua organisme penurunan isoprena
disintesis melalui jalur HMG-CoA reduktase. Praktis pada semua Organisme Penurunan
isoprena disintesis melalui jalur HMG-KoA reduktase.

Karena turunan isoprena banyak yang merupakan minyak atsiri , banyak isoprena dilepaskan
ke udara. Karena banyak yang isoprena turunan Merupakan minyak atsiri, isoprena banyak
dilepaskan ke udara. Isoprena diketahui mempengaruhi status oksidasi massa udara, dan
merupakan pemicu terbentuknya ozon , gas polutan pada lapisan bawh atmosfer .
Mempengaruhi Isoprena diketahui status oksidasi massa udara, dan Merupakan pemicu
Terbentuknya ozon, gas Polutan pada lapisan bawh Atmosfer. Efek senyawa ini pada
atmosfer banyak dipelajari. Efek senyawa ini pada Atmosfer banyak dipelajari.

Isoprena diduga dapat menyebabkan kanker . Isoprena diduga dapat menyebabkan kanker.

Isoprena
From Wikipedia, the free encyclopedia Dari Wikipedia, ensiklopedia bebas

Jump to: navigation , search Langsung ke: navigasi, cari


Isoprene Isoprena

IUPAC name Nama IUPAC [hide]


2-methyl-1,3-butadiene 2-metil-1 ,3-butadiene
other names nama lain [hide]
isoprene isoprena
Identifiers Pengidentifikasi
CAS number Nomor
78-79-5 78-79-5
CAS
[show]
SMILES SMILES
Properties Properties
Molecular formula
C5H8C5H8
Rumus
Molar mass Massa molar 68.12 g/mol 68,12 g / mol
Density Kepadatan 0.681 g/cm³ 0,681 g / cm ³
Melting point Titik lebur −145.95 °C -145,95 ° C
Boiling point Titik didih 34.067 °C 34,067 ° C
(what is this?) (verify) (apa ini?) (Memverifikasi)
Except where noted otherwise, data are given for
materials in their standard state (at 25 °C, 100 kPa)
Kecuali dinyatakan sebaliknya, data diberikan untuk
bahan dalam keadaan standar (25 ° C, 100 kPa)
Infobox references Sangkalan dan referensi

Isoprene (short for iso terpene [ 1 ] ) or 2-methyl-1,3-butadiene is a common organic


compound with the formula CH 2 =C(CH 3 )CH=CH 2 . Isoprena (kependekan dari iso
terpene [1]) atau 2-metil-1 ,3-butadiene adalah umum senyawa organik dengan rumus CH 2 =
C (CH 3) CH = CH 2. It is present under standard conditions as a colorless liquid. Hal ini hadir
dalam kondisi standar sebagai cairan tak berwarna. It is the monomer of natural rubber and is
a precursor to an immense variety of other naturally occurring compounds. Ini adalah
monomer alam karet dan merupakan pendahulu ke berbagai besar senyawa alami lainnya.

edit ] Occurrence and production [Sunting] Keberadaan dan produksi


Natural rubber is a polymer of isoprene — most often cis-1,4-polyisoprene — with a
molecular weight of 100,000 to 1,000,000. Alam karet adalah polimer dari isoprena - paling
sering cis-1 ,4-polyisoprene - dengan bobot molekul 100.000 hingga 1.000.000. Typically, a
few percent of other materials, such as proteins, fatty acids, resins, and inorganic materials
are found in high quality natural rubber. Biasanya, beberapa persen dari bahan lain, seperti
protein, asam lemak, resin, dan bahan-bahan anorganik ditemukan dalam karet alam
berkualitas tinggi. Some natural rubber sources called gutta percha are composed of trans-
1,4-polyisoprene, a structural isomer that has similar, but not identical properties. [ 2 ]
Beberapa sumber karet alam yang disebut gutta percha terdiri dari trans-1 ,4-polyisoprene,
sebuah struktur isomer yang serupa, tetapi tidak identik properti. [2]

Isoprene is produced and emitted by many species of trees into the atmosphere (major
producers are oak trees). Isoprena dihasilkan dan dipancarkan oleh banyak spesies pohon ke
atmosfer (produsen utama ek pohon). The yearly production of isoprene emissions by
vegetation is around 600 Tg with half that coming from tropical broadleaf trees and the
remainder shrubs. [ 3 ] After release, isoprene is converted by free radicals (like the hydroxyl
(OH) radical) into epoxides , which mix into water droplets and help create aerosols and haze
. [ 4 ] [ 5 ] This appears to be a mechanism that trees use to overcome the overheating of leaves
caused by the Sun and also a way to fight against free radicals, especially ozone . [ 6 ]
Produksi tahunan isoprena emisi oleh vegetasi adalah sekitar 600 Tg dengan setengah yang
datang dari pepohonan tropis broadleaf dan sisanya semak-semak. [3] Setelah rilis, isoprena
dikonversi oleh radikal bebas (seperti hidroksil (OH) radikal) ke epoksida, yang campuran
menjadi tetesan air dan membantu menciptakan aerosol dan kabut. [4] [5] Hal ini tampaknya
menjadi pohon mekanisme yang digunakan untuk mengatasi overheating daun yang
disebabkan oleh matahari dan juga suatu cara untuk melawan radikal bebas, terutama ozon. [
6]
Isoprene was first isolated by thermal decomposition of natural rubber. [ 7 ] It is most readily
available industrially as a byproduct of the thermal cracking of naphtha or oil, as a side
product in the production of ethylene . Isoprena pertama kali diisolasi oleh dekomposisi
termal karet alam. [7] Hal ini paling mudah tersedia industri sebagai produk sampingan dari
termal cracking dari nafta atau minyak, sebagai produk samping dalam produksi etilen. About
20,000 tonnes are produced annually. [ 2 ] About 95% of isoprene production is used to
produce cis-1,4-polyisoprene—a synthetic version of natural rubber . Sekitar 20.000 ton yang
diproduksi setiap tahunnya. [2] Sekitar 95% dari produksi isoprena digunakan untuk
memproduksi cis-1 ,4-polyisoprene-sebuah sintetis alam versi karet.

[ edit ] Biological roles and effects [Sunting] Biologi peran dan efek
It is generally the most common hydrocarbon found in the human body. [ citation needed ] The
estimated production rate of isoprene in the human body is 0.15 µmol /kg/h, equivalent to
approximately 17 mg/day for a 70 kg person. Hal ini biasanya yang paling umum
hidrokarbon yang ditemukan dalam tubuh manusia. [Rujukan?] Perkiraan tingkat produksi
isoprena dalam tubuh manusia adalah 0,15 μmol / kg / jam, setara dengan sekitar 17 mg / hari
untuk orang yang 70 kg. Isoprene is also common in low concentrations in many foods.
Isoprena juga sering terjadi pada konsentrasi rendah di banyak makanan.

Isoprene is produced in the chloroplasts of leaves of certain tree species through the DMAPP
pathway; the enzyme isoprene synthase is responsible for its biosynthesis. Isoprena
diproduksi dalam kloroplas daun jenis pohon tertentu melalui DMAPP jalur; isoprena enzim
sintase bertanggung jawab untuk biosintesis. Isoprene is incorporated into and helps stabilize
cell membranes in response to heat stress, conferring some tolerance to heat spikes. Isoprena
adalah dimasukkan ke dalam dan membantu menstabilkan membran sel sebagai respons
terhadap stres panas, berunding beberapa toleransi terhadap panas berduri. Isoprene may also
confer some resistance to reactive oxygen species. [ 6 ] The amount of isoprene released from
isoprene-emitting vegetation depends on leaf mass, leaf area, light (particularly
photosynthetic photon flux density, or PPFD), and leaf temperature. Isoprena mungkin juga
berunding beberapa resistansi terhadap spesies oksigen reaktif. [6] Jumlah isoprena dilepaskan
dari memancarkan isoprena-daun vegetasi tergantung pada massa, daerah daun, cahaya
(terutama fotosintetik fluks foton, atau PPFD), dan suhu daun. Thus, during the night, little
isoprene is emitted from tree leaves whereas daytime emissions are expected to be substantial
(~5–20 mg/m 2 /h) [ citation needed ] during hot and sunny days. Dengan demikian, pada malam
hari, sedikit isoprena dipancarkan dari daun pohon siang hari sedangkan emisi diperkirakan
akan substansial (~ 5-20 mg / m 2 / h) [rujukan?] Selama panas dan cerah hari.

Isoprene is a common structural motif in biological systems. Isoprena adalah motif struktural
yang umum dalam sistem biologis. The terpenes (for example, the carotenes are
tetraterpenes) are derived from isoprene, as are the terpenoids and coenzyme Q . [ citation needed ]
Also derived from isoprene are phytol , retinol ( vitamin A ), tocopherol ( vitamin E ),
dolichols , and squalene . Heme A has an isoprenoid tail, and lanosterol, the sterol precursor
in animals, is derived from squalene and hence from isoprene. The terpene (misalnya, karotin
adalah tetraterpenes) berasal dari isoprena, sebagai adalah terpenoid, dan koenzim Q. [Rujukan?]
Juga berasal dari isoprena adalah phytol, retinol (vitamin A), tokoferol (vitamin E), dolichols,
dan squalene. Heme isoprenoid A memiliki ekor, dan lanosterol, para prekursor sterol pada
hewan, berasal dari squalene dan karenanya dari isoprena. The functional isoprene units in
biological systems are dimethylallyl pyrophosphate (DMAPP) and its isomer isopentenyl
pyrophosphate (IPP), which are used in the biosynthesis of terpenes and lanosterol
derivatives. Isoprena fungsional unit dalam sistem biologis dimethylallyl pyrophosphate
(DMAPP) dan isomer isopentenyl pirofosfat (IPP), yang digunakan dalam biosintesis
lanosterol terpene dan derivatif.

In virtually all organisms, isoprene derivatives are synthesized by the HMG-CoA reductase
pathway . Pada hampir semua organisme, derivatif isoprena disintesis oleh HMG-KoA
reduktase jalur. Addition of these chains to proteins is termed isoprenylation . Penambahan
rantai ini pada protein ini disebut isoprenylation.

[ edit ] Biosynthesis and its inhibition by statins [Sunting] biosintesis dan


penghambatan oleh statin

HMG-CoA reductase inhibitors, also known as the group of cholesterol-lowering drugs called
statins , inhibit the synthesis of mevalonate . HMG-KoA reduktase inhibitor, juga dikenal
sebagai kelompok obat penurun kolesterol yang disebut statin, menghambat sintesis
mevalonate. Mevalonate is a precursor to isopentenyl pyrophosphate , which combines with
its isomer, dimethylallyl pyrophosphate , in repeating alternations to form isoprene (or
polyprenyl) chains. Mevalonate adalah pendahulu untuk isopentenyl pirofosfat, yang
dikombinasikan dengan isomer, dimethylallyl pyrophosphate, dalam pergantian mengulangi
untuk membentuk isoprena (atau polyprenyl) rantai.

Statins are used to lower cholesterol , which is synthesized from the 15-carbon isoprenoid,
farnesyl pyrophosphate , but also inhibit all other isoprenes, including coenzyme Q10 . Statin
digunakan untuk menurunkan kolesterol, yang disintesis dari 15-karbon isoprenoid, farnesyl
pyrophosphate, tetapi juga menghambat semua isoprenes lain, termasuk koenzim Q10. This
flow chart shows the biosynthesis of isoprenes, and the point at which statins act to inhibit
this process. Ini diagram alur biosintesis menunjukkan isoprenes, dan titik di mana statin
bertindak untuk menghambat proses ini.

Sumber : www.wikipedia.com

Metana Properties

Methane is a colourless, odourless gas which is lighter than air. Metana adalah gas, tidak
berwarna tidak berbau yang lebih ringan dari udara. It is formed by the decomposition of
organic carbons under anaerobic conditions and is commonly found in or near swamps and
wetland areas, peat deposits, woodwastes such as hogfuel, or in the area of old landfills. Hal
ini dibentuk oleh dekomposisi dari karbon organik dalam kondisi anaerob dan sering
ditemukan pada atau dekat daerah rawa-rawa dan lahan basah, deposit gambut, woodwastes
seperti hogfuel, atau di tempat tempat pembuangan sampah lama.

The rate and rapidity of methane production depends on many factors, including the amount
of rainfall penetrating to and through the organic matter, the temperature, and the type of the
organic materials. Tingkat dan kecepatan produksi metana tergantung pada banyak faktor,
termasuk jumlah curah hujan penetrasi dan melalui bahan organik, suhu, dan jenis bahan
organik. Changes in these conditions, even many years after the organic matter has been
placed on a site, can result in marked changes in the rate of methane production. Perubahan
kondisi seperti ini, bahkan bertahun-tahun setelah bahan organik telah ditempatkan pada
sebuah situs, dapat mengakibatkan perubahan yang ditandai dalam tingkat produksi metana.

Formula : CH4 Formula: CH4


Molecular weight : 16.043 g/mol Berat molekul: 16,043 g / mol

Physical Properties of Methane Sifat fisik Methane

 Methane is an odourless, colourless, tasteless gas. Metana adalah, tidak berbau tidak
berwarna, gas hambar.

 Melting point : -182.5 °C Titik leleh: -182,5 ° C

 Critical Temperature : -115.8°F Suhu Kritis: -115,8 ° F

 Critical Pressure: 673.1 psia Tekanan kritis: 673,1 psia

 It is lighter than air. Ini lebih ringan dari udara.

 It is a non-polar molecule and is insoluble in water. Ini adalah molekul non-polar dan
tidak larut dalam air.

 It dissolves in non-polar solvents like alcohol, carbon tetrachloride, etc. Larut dalam
pelarut non-polar seperti alkohol, karbon tetraklorida, dll

 It is a renewable source of natural gas since it comes from decaying garbage. Ini
adalah sumber gas alam terbarukan karena berasal dari sampah yang membusuk.

Chemical Properties of Methane Sifat Kimia Methane

 Methane burns in air with a blue flame. Metana terbakar di udara dengan api biru. We
have seen earlier that in sufficient amount of oxygen, methane burns to give carbon
dioxide and water. Kita telah melihat sebelumnya bahwa dalam jumlah yang cukup
oksigen, metana terbakar untuk memberikan karbon dioksida dan air. In insufficient
oxygen it gives out carbon monoxide. Dalam oksigen cukup memberikan keluar
karbon monoksida. Methane produces a good amount of heat when it undergoes
combustion. Methane menghasilkan sejumlah panas yang baik ketika mengalami
pembakaran. This is the reason why it is used as fuel. Ini adalah alasan mengapa hal
ini digunakan sebagai bahan bakar.

 Methane is quite unreactive, except with fluorine, chlorine, etc. With these it
undergoes substitution reactions. Metana cukup tidak reaktif, kecuali dengan fluorin,
klorin, dll Dengan ini ia mengalami reaksi substitusi.

 Methane undergoes oxidative pyrolysis to form carbon monoxide. Metana mengalami


pirolisis oksidatif untuk membentuk karbon monoksida. It is formed by reaction of
methane with methyl radical which further reacts to formaldehyde. Hal ini dibentuk
oleh reaksi metana dengan metil radikal yang selanjutnya bereaksi terhadap
formaldehida. Then formaldehyde reacts to formal radical to form carbon monoxide.
Kemudian formaldehida bereaksi terhadap radikal formal untuk membentuk karbon
monoksida. · The strength of carbon hydrogen covalent bonds in strongest among all
hydrocarbons. ¨ kekuatan ikatan hidrogen kovalen karbon di terkuat di antara semua
hidrokarbon.

 It also undergoes halogenation.

Propylene
From Wikipedia, the free encyclopedia

Jump to: navigation, search


"Propylene" redirects here. For the unrelated compound referred to as "propolene", see
glucomannan.
Propylene

IUPAC name[hide][hide]
Propene
Identifiers
CAS number 115-07-1
1077
UN number
In Liquefied petroleum gas: 1075
RTECS number UC6740000
[show][show]
SMILES
Properties
Molecular formula C3H6
Molar mass 42.08 g/mol
Appearance colorless gas
1.81 kg/m3, gas (1.013 bar, 15°C)
Density
613.9 kg/m3, liquid
Melting point − 185.2 °C (88.0 K)
Boiling point − 47.6 °C (225.5 K)
Solubility in water 0.61 g/m3 (? °C)
Viscosity 8.34 µPa·s at 16.7 °C
Structure
Dipole moment 0.366 D (gas)
Hazards
MSDS External MSDS
R-phrases 12
S-phrases 9-16-33

NFPA 704
4
1
1
Flash point −108 °C
Related compounds
Related groups Allyl, Propenyl
Propane, Propyne
Related compounds Allene, 1-Propanol
2-Propanol
(what is this?) (verify)
Except where noted otherwise, data are given for materials in
their standard state (at 25 °C, 100 kPa)
Infobox references

Propene, also known as propylene, is an unsaturated organic compound having the chemical
formula C3H6. It has one double bond, and is the second simplest member of the alkene class
of hydrocarbons, and it is also second in natural abundance.

Contents
[hide]

 1 Properties
 2 Synthesis
 3 Production and Uses
 4 Reactions
 5 References

[edit] Properties
At room temperature, propene is a gas, and as with many other alkenes, it is also colourless
with a weak but unpleasant smell.[1]

Propene has a higher density and boiling point than ethylene due to its greater size. It has a
slightly lower boiling point than propane and is thus more volatile. It lacks strongly polar
bonds, yet the molecule has a small dipole moment due to its reduced symmetry (its point
group is Cs).
Propene has the same empirical formula as cyclopropane but their atoms are connected in
different ways, making these molecules structural isomers.

[edit] Synthesis
Propene is produced from non-renewable fossil fuels - petroleum, natural gas and to a much
lesser extent coal. Propene is a byproduct of oil refining and natural gas processing. Ethylene,
propene, and other compounds are produced by cracking larger hydrocarbon molecules.
Propene is separated by fractional distillation from hydrocarbon mixtures obtained from
cracking and other refining processes.

[edit] Production and Uses


Propene is the raw material for a wide variety of products including polypropylene, a
versatile polymer used in packaging and other applications. It is the second highest volume
petrochemical feedstock after ethylene.[citation needed] Propene and benzene are converted to
acetone and phenol via the cumene process. Propene is also used to produce isopropanol
(propan-2-ol), acrylonitrile, propylene oxide (epoxypropane) and epichlorohydrin.[2]

Propene production has remained static at around 35 million tonnes (Europe and North
America only) from 2000–2008 but has been increasing in East Asia, most notably Singapore
and China.[3][4] Total world production of propene is currently about half that of ethylene.

[edit] Reactions
Propene resembles other alkenes in that it undergoes addition reactions relatively easily at
room temperature. The relative weakness of its double bond (which is less strong than two
single bonds) explains its tendency to react with substances that can achieve this
transformation. Alkene reactions include: 1) polymerization, 2) oxidation, 3) halogenation
and hydrohalogenation, 4) alkylation, 5) hydration, 6) oligomerization, and 7)
hydroformylation.

RUBBER, A Natural Polymer


Natural latex is found in the inner bark of many trees, especially those found in Brazil and the Far East. The
white
sticky sap of plants such as milkweed and dandelions is also a latex. Latex will turn into a rubbery mass within
12
hours after it is exposed to the air. The latex protects the tree or plant by covering the wound with a rubbery
material like a bandage.
Natural rubber is a polymer of isoprene (2-methyl-1,3-butadiene, see
Figure 1) in the form of folded polymeric chains which are joined in a
network structure and have a high degree of flexibility (See Figure 2).
Upon application of a stress to a rubber material, such as blowing up a
balloon or stretching a rubber band, the polymer chain, which is
randomly oriented, undergoes bond rotations allowing the chain to be
extended or elongated (See Figure 3). The fact that the chains are joined
in a network allows for elastomeric recoverability since the cross-linked chains cannot irreversibly slide over
one
another. The changes in arrangement are not constrained by chain rigidity due to crystallization or high viscosity
due
to a glassy state.
Since latex will solidify in air, a stabilizer is added to prevent polymerization if the latex is to be stored or
shipped in
liquid form. The stabilizer is usually 0.5 to 1% ammonia. When the ammonia is removed by evaporation or by
neutralization, the latex will solidify into rubber. CH3

CH3 CH3 H CH3 H

CH2=C-CH=CH2 C-C C-C


2-methyl-1,3-butadiene CH2 CH2 - CH2 CH2

poly-cis-isoprene