Anda di halaman 1dari 13

CRITICAL BOOK REPORT

MATA KULIAH FISIKA UMUM

“FISIKA MODERN”

DOSEN PENGAMPU:

Sabani, S.Pd, M.Si

DISUSUN OLEH:

NAMA : MITA SURYANI DAULAY

NIM : 4193121045

KELAS : FISIKA DIK A’19

PRODI : PENDIDIKAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2019
i

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya ucapkan kepada Allah SWT atas berkat dan
rahmatnya sehingga saya masih diberikan kesempatan untuk dapat menyelesaikan Critical
Book Report ini yang berjudul FISIKA MODERN. Adapun Critical Book Report ini saya
tulis guna memenuhi penyelesaian tugas pada mata kuliah FISIKA UMUM.

Penulisan Critical Book Report ini, Saya tentu saja tidak dapat menyelesaikannya
sendiri tanpa bantuan dari pihak lain. Oleh karena itu, Saya mengucapkan terimakasih
kepada:

1. Kedua orang tua saya yang selalu mendoakan.


2. Kepada dosen saya, Bapak Sabani, S.Pd, M.Si.

Saya menyadari bahwa Critical Book Report ini masih jauh dari kata sempurna dan
banyak kekurangan di dalamnya. Oleh karena itu, Saya dengan segala kerendahan hati
meminta maaf dan mengharapkan kritik serta saran yang dapat membangun perbaikan dan
penyempurnaan kedepannya. Akhir kata saya mengucapkan selamat membaca dan semoga
materi yang ada dalam Critical Book Report ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan
terutama bagi penulis sendiri.

Medan, 27 September 2019

MITA SURYANI DAULAY


ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..................................................................................................................i

DAFTAR ISI................................................................................................................................ii

BAB I PENGANTAR

1.1. Latar Belakang.......................................................................................................................1

1.2. Identitas Buku........................................................................................................................1

BAB II RINGKASAN BUKU

2.1 Struktur Atom..........................................................................................................................2

2.2 Fisika Atom..............................................................................................................................3

2.3 Hantaran Listrik Di Dalam Zat Padat.....................................................................................6

2.4 Fisika Inti.................................................................................................................................6

2.5 Energi Dari Atom.....................................................................................................................7

BAB III KEUNGGULAN BUKU

3.1 Keterkaitan Antar Bab............................................................................................................7

3.2 Kemutakhiran Isi Buku.............................................................................................................8

BAB IV KELEMAHAN BUKU

4.1 Keterkaitan Antar Bab.............................................................................................................8

4.2 Kemutakhiran Isi Buku.............................................................................................................8

BAB V IMPLIKASI TERHADAP

5.1 Teori/Konsep.............................................................................................................................8

5.2 Program Pembangunan di Indonesia.........................................................................................9

5.3 Analisis Mahasiswa (Posisi Kritis Mahasiswa).........................................................................9

BAB VI PENUTUP

6.1 Kesimpulan................................................................................................................................9

6.2 Saran...........................................................................................................................................9

Daftar Pustaka.................................................................................................................................10
1

BAB 1

PENGANTAR

1.2. Latar Belakang


Masih segar dalam pikiran kita, bahwa kuliah-kuliah Fisika Umum dengan berbagai
tingkat kedalaman telah diperkenalkan pada berbagai tahap pendidikan universitas. Sudah
tentu, tahap-tahap ini diakibatkan oleh perlunya buku-buku teks yang memenuhi persyaratan
kurikulum. Mengkritik buku merupakan kegiatan ilmiah yang dilakukan untuk memberikan
tanggapan dan penilaian terhadap isi sebuah buku.

Adapun tujuan dari kritikal buku adalah memberikan informasi atau pemahaman yang
komprehensif tentang apa yang tampak dan terungkap dalam sebuah buku. Selain itu juga
memberikan pertimbangan kepada pembaca apakah buku tersebut pantas mendapat sambutan
dari masyarakat atau tidak. Kritikal buku bermanfaat untuk dapat menambah pengetahuan
intisari dari buku yang dikritik. Pembaca yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang
keseluruhan isi buku tersebut selanjutnya akan mencari di toko-toko atau situs yang menjual
buku-buku itu. Penjelasan singkat pada critical book ini mengenai Fisika Modern, yang akan
dijelaskan secara singkat pada BAB II.

1.2. Identitas buku


Judul Buku : Fisika Modern (Terjemahan)

Edisi : 3 (ketiga)

Pokok Pembahasan : Fisika Modern

Pengarang : David Halliday & Robert Resnick

Alih Bahasa : Pantur Silaban, Ph. D.

Penerbit Buku : Erlangga

Tahun Terbit : 1999

Tempat Terbit : Jakarta

Jumlah Halaman : 243 Halaman


2

BAB II

RINGKASAN ISI BUKU

2.1. STRUKTUR ATOM


Struktur atom merupakan satuan terkecil dalam materi baik itu berupa benda cair,
padat, dan gas. Atom yang ada menjadi bahan dasar pembentuk materi-materi yang ada
sampai kepada bentuk yang dapat kita rasakan. Seperti air, kayu, handphone, dan bentuk-
bentuk materi yang kasat mata misalnya gas, angin.

Dalam pembagiannya striktur atom terdiri atas 3 inti materi yang memiliki fungsi dan
tugasnya tersendiri. Yaitu proton, elektron, dan neutron. Proton dan Neutron berada dalam
inti atom. Sedangkan, elektron berputar mengelilingi inti atom yang berupa proton dan
neutron.

Perlu diketahui bahwasanya Proton merupakan struktur atom yang bermuatan positif
(+). Neutron merupakan struktur atom yang bermuatan netral. Dan elektron merupakan
struktur atom yang bermuatan negatif (-). Sehingga, dalam struktur atom yang berada dalam
sistem periodik unsur yang kita ketahui dipengaruhi oleh daya tarik menarik antara elektron
dan proton dalam inti atom.

Sejak diketahui bahwa materi terbuat dari atom, maka pertanyaan pokok selanjutnya
adalah : “ Seperti apakah sebuah atom itu?” Di dalam bab ini kita bertujuan menjawab
pertanyaan ini dari segi pandangan mekanika gelombang.

Kita memulai dengan meninjau atom hidrogen dan elektron tunggalnya, yang
merupakan atomyang paling sederhana. Pada skala kosmik, elemen ini merupakan 90% dari
bagian materi di alam semesta. Pemahan mengenai hidrogen akan menuju kepada
pemahaman mengenai atom berelektron banyak, khusunya mengenai atom yang semua
elektronnya kecuali satu elektron valensi tunggal yang terletak di bagian luar, membentuk
sebuah teras yang terdiri dari satu atau lebih sub-kulit yang terisi, salah satu contohnya adalah
atom natrium.

Di luar teras ini ternyata, bahwa bilangan-bilangan kuantum yang kita gunakan untuk
menjelaskan keadaan stasioner dari atom hidrogen akan dapat digunakan untuk menamakan
keadaan-keadaan sebuah elekron tunggal di dalam setiap atom, misalnya di dalam atom
vanadium atau atom plutonium, tak perduli berapa banyaknya elektron yang di kandung oleh
atom tersebut. Kenyataan ini mengijinkan kita untuk menerangkan secara lengkap tabel
periodik dan dengan demikian dapat menerangkan semua ilmu kimia dari prinsip-prinsip
mekanika gelombang.
3

Akan tetapi, untuk para fisikawan, alasan paling penting untuk mengkaji atom
hidrogen adalah bahwa atom ini, karna kesederhanaannya yang sebenarnya, telah sejak lama
merupakan landasan pertemuan untuk teori dan eksperimen di dalam setiap pengkajian yang
di usulkan mengenai sifat dasar materi pada tingkat skala atom. Sebuah teori yang tidak dapat
menerangkan atom hidrogen sudah tentu tidak dapat diharapkan untuk mengembangkan lebih
jauh. Dari sejak awal dikemukakannya teori Bohr (1913), sampai ke teori mekanika
gelombang (1926) dan seterusnya sampai ke elektrodinamika kuantum modern (1948-1949),
atom hidrogen telah berperan sebagai sebuah laboratorium untuk menguji, secara terperinci
dan indah, kedalaman pemahaman kita mengenai sifat dasar materi.

2.2. FISIKA ATOM

1. Teori Model Atom Dalton

Gambar Atom Dalton


a. Pendapat Dalton mengenai atom :

➠Atom adalah partikel terkecil suatu materi yang tidak dapat dibagi lagi.
➠Atom berbentuk bola pejal padat.
➠Atom suatu unsur sifatnya sama, atom unsur yang berbeda sifatnya berbeda.
➠Atom tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan.
➠Atom-atom dapat berikatan membentuk senyawa.
➠Massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah tetap (hukum Lavoisier).
➠Perbandingan massa atom-atom pembentuk suatu senyawa selalu tetap (hukum Proust).
➠Atom sebagian besar terdiri atas ruang kosong.
➠Massa atom terpusat pada inti atom yang bermuatan positif.
➠Inti atom dikelilingi elektron yang bermuatan negatif pada lintasan tertentu.
4

2. Teori Model Atom Thomson

Teori model atom thomson menjelaskan bahwa Atom adalah bola pejal padat bermuatan
positif yang didalamnya tersebar elektronelektron bermuatan negatif, sehingga saling
menetralkan satu sama lain.

3. Teori Model Atom Rutherford


Teori ini menjelaskan bahwa :
➠Atom sebagian besar terdiri atas ruang kosong.
➠Massa atom terpusat pada inti atom yang bermuatan positif.
➠Inti atom dikelilingi elektron yang bermuatan negatif pada lintasan tertentu..

Gambar Percobaan Rutherford


5

4. Teori Atom Bohr

Teori ini menjelaskan bahwa :


➠Elektron bergerak dengan lintasan melingkar mengelilingi inti atom di bawah pengaruh
gaya Coulumb (sentripetal).
Gaya Coulumb

Fc = Gaya Coulumb (N)


k = Ketetapan Coulumb
e = Muatan Elektron
r = Jarak Inti ke Lintasan (m)

5. Teori Atom Kuantum


Teori kuantum dijelaskan oleh beberapa ilmuan, antara lain :

a. Hipotesis de Brogilie

➠Partikel yang bergerak dapat memiliki sifat-sifat gelombang/cahaya dan panjang


gelombang.
b. Gelombang Schrödinger

➠Jika elektron memiliki sifat gelombang, maka keadaan elektron dinyatakan dalam fungsi
gelombang yang disebut gelombang Schrödinger.

c. Asas ketidakpastian Heisenberg

➠Keberadaan elektron dalam atom tidak dapat diketahui secara pasti, yang ada hanya
kebolehjadian terbesar menemukan elektron dalam atom.

2.3. HANTARAN LISTRIK DI DALAM ZAT PADAT


Disini kita di pilih untuk memusatkan perhatian kita pada sebuah pertanyaan :
“Bagaimana meksanisme dengan mana sebuah zat padat menghantarkan atau tidak
menghantarkan listrik?” Dari segi pandangan ini maka kita akan mengkalirifikasikan zat
padat pada seabagai konduktor, semikonduktor , dan isolator. Diantara elemen-elemen
tersebut, tembaga, silikon dan belerang, berturut-turut adalah contoh didalam setiap kelas
(atau golongan).
Kemajuan yang mencolok telah di buat selama 250 tahun terakhir ini untuk
memahami bagaimana zat padat menghantarkan listrik. Sebuah demostrasi Stephen
Gray(1666-1736) yang menunjukkan bahwa badan manusia adlah penghantar listrik.
Ternyata Stephen Gray-lah yang pertama-tama mengenal perbedaan antara konduktor dan
isolator dan yang pertama-tama yang menyadari bahwa zat-zat padat dapat diklarisikasikan
berdasarkan sifat-sifat hantaran tersebut.

2.4. FISIKA INTI


Di dalam tahun-tahun pertama dari abad ini tidak banyak yang di ketahui mengenai
struktur atom, di luar kenyataan bahwa atom itu mengandung elektron-elektron. Elektron
telah di temukan (J.J Thomson) pada tahun 1897 dan massanya tidak di ketahui pada waktu
itu. Jadi tidak mungkin untuk mengatakan berapa banyak elektron yang di kandung oleh
sebuah atom. Atom adalah netral secara listrik sehingga atom itu harus juga mengandung
suatu muatan positif, tetapi tak seorang pun mengetahui bagaiiman bentuk yang di ambil oleh
muatan positif pengkompensasi ini.
Pada tahun 1911, Ernest Rutherford, dengan menafsirkan beberapa eksperimen yang
dilakukan di dalam laboratoriumnya, akhirnya mengusulkan bahwa muatan positif dari atom
itu di konsentrasikan secara padat di pusat atom, lagi pula muatan psoitif itu bertanggung
jawab mengenai bagian terbesar dari massa atom.
Sampai saat di ambilnya langkah ini, semua usaha untuk memahami gerak elektron di
dalam atom mengalami kegagalan . Hanya dua tahun kemudian , Bohr dengan menggunakan
usul ini, mengembangkan teori semiklasik mengenai struktur atom, dan atom Rutherford –
Bohr pun mulai berkembang dan diterima.
Bagaimana Rutherford pada mulanya sampai membuat usul ini? Usul tersebut
bukanlah sebuah dugaan yang tak berarti tetapi benar-benar di dasarkan pada hasil-hasil
sebuah eksperimen yang di sarankan olehnya dan yang dilaksanakan orang-orang yang
bekerjasama dengannya, yakni Hans Geiger (yang namanya termashur karna penghitung
Geiger) dan Ernest Marsden, seorang mahasiswa berumur 20 tahun yang belum memperoleh
gelar sarjana.

7
2.5. ENERGI DARI ATOM
Bila kita mendapat energi dari batu bara dengan membakarnya di dalam sebuah
tungku pembakaran, maka kita bekerja sembarangan dengan atom karbon dan atom oksigen
dengan menyusun kembali elektron-elektron luarnya di dalam kombinasi yang lebih stabil.
Bila kita memperoleh energi dari uranium dengan menghabiskannya di dalam sebuah reaktor
nuklir, maka kita bekerja sembarangan dengan intinya, dengan menyusun kembali nukleon-
nukleonnya dalam kombinasi yang lebih stabil.
Elektron dipegang didalam atom oleh gaya Coulomb dan di perlukan beberapa
elektron volt untuk menarik satu elektron keluar dari atom. Sebaliknya, nukleon-nukleon di
pegang didalam inti oleh gaya kuat dan di perlukan beberapa juta elektron volt untuk
menarik satu nukleon keluar dari inti. Faktor yang sebesar beberapa juta ini dicerminkan di
dalam kenyataan bahwa setelah mengatasi kesulitan-kesulitan teknologi yang lebih besar kita
dapat menarik kira-kira sebanyak itu lebih banyak energi dari satu kilogram uranium dari
pada energi yang dapat kita tarik dari satu kilogram batu bara.

Di dalam membandingkan atom dan inti sebagai sumber energi maka dari segi pandangan
fisika yang terlibat, ada dua hal yang harus di ingat:
1. Di dalam kedua kasus itu, munculnya energi di sertai oleh pengurangan massa diam,
sesuai dengan persamaan Einstein E= mc2. Satu-satunya perbedaan diantara
pengkonsumsian uranium dan pembakaran batu bara adalah di dalam
pengkonsumsian uranium, jumlah bagian yang jauh lebih besar dari massa yang
tersedia (dengan faktor sebesar beberapa juta) di konversi menjadi energi.
2. Anda harus menyatakan dengan jelas apakah perhatian Anda adalah mengenai energi
atau daya. Dengan perkataan lain, apakah anda menaruh perhatian mengenai banyak
energi yang di antarkan per satuan waktu? Di dalam kasus inti apakah Anda akan
membakar uranium Anda yang satu kilogram secara lambat-lambat dalam sebuah
reaktor daya atau secara eksplosif dalam sebuah bomk? Didalam kasus atom, apakah
Anda memikirkan untuk meledakkan sepotong dinamit atau mencernakan sebuah
donat sele?( Adalah sesuatu yang mengherankan bahwa pelepasan energi di dalam
kasus kedua lebih besar dari pada dalam kasus pertama).

BAB III
KEUNGGULAN BUKU
3.1 Keterkaitan Antar Bab
Buku ini menjelaskan tentang Fisika Modern dan pembagiannya secara rinci, cukup
jelas dan berurutan sesuai dengan subbab yang di tuliskan. Selain itu isi dari setiap subbab
saling memiliki keterkaitan sehingga bisa menguatkan isi setiap materi yang ada dalam setiap
bab dalam buku ini.

8
3.2 Kemutakhiran Isi Buku
1. Disajikan dengan tampilan berwarna sehingga dapat menarik perhatian pembaca.
2. Mempunyai pembahasan yang cukup jelas dan bisa dipahami.
3. Menyediakan contoh yang cukup banyak
4. Semua tulisan dan rumus di jelaskan secara rinci.

BAB IV
KELEMAHAN BUKU

4.1 Keterkaitan Antar Bab


Buku ini menjelaskan materi nya secara berulang-ulang (tidak sekilas) ketika di
materi selanjutnya. Karna seringnya materi itu di ulang merupakan hal yang tidak perlu lagi
dibahas secara mendalam.

4.2 Kemutakhiran Isi Buku


1. Dalam penulisan kata di buku kurang rapi dan terlalu rapat sehingga sedikit
menyulitkan pembaca ketika membacanya.
2. Terdapatnya beberapa kata dalam buku ini yang tidak pas dengan kalimat sehingga
dapat membingunkan pembaca dalam memahami maksud dari kalimat tersebut.

BAB V
IMPLIKASI TERHADAP

5.1 Teori/Konsep
Fisika Modern mempelajari tentang cara pandang baru dalam ilmu fisika yang
berbeda fundamental dari fisika klasik. Cara pandang baru tersebut melibatkan Teori
Relativitas yang membahas dinamika pengukuran besaran fisis oleh pengamat yang bergerak
dengan kecepatan tinggi mendekati kecepatan cahaya dalam konteks teori relativitas khusus
(kerangka acuan inersial) dan teori relativitas umum (kerangka acuan non-inersial), dan
melibatkan Teori Kuantum yang membahas dinamika sistem fisis mikroskopis dengan sifat
dualitas gelombang-materi yang saling melengkapi dan prinsip ketakpastian alam
mikroskopis yang berlaku alamiah.

9
5.2 Program Pembangunan di Indonesia
Dengan Inovasi Pembelajaran Fisika dalam Bidang Teknologi Digital dimana kita
berupaya untuk mempertajam dan menambah kemampuan guru-guru fisika yang berasal dari
jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Pendidikan menengah sangat penting untuk
dimajukan karena amat berpengaruh pada pilihan anak-anak yang akan menempuh strata
pendidikan tinggi. Dengan harapan hal ini sebagai salah satu ‘wahana’ bagi para guru mata
pelajaran untuk memulai kiprahnya dalam pengajaran untuk mendukung Revolusi Industri
4.0 serta sebagai bentuk untuk mewujudkan generasi siswa yang mandiri, kreatif dan mampu
bersaing sebagai sumber daya manusia Indonesia. Dan memiliki ketertarikan yang tinggi
khusunya di bidang fisika modern ini.

5.3 Analisis Mahasiswa (Posisi Kritis Mahasiswa)


Topik yang diangkat dalam buku ini sangat bagus dan menarik serta penting untuk di
baca. Buku ini dapat menjadi referensi untuk pendalaman konsep belajar fisika. Buku ini juga
dapat mendorong keingintahuan pembaca agar bisa memahami serta mengaplikasikan apa
yang di namakan fisika modern di era ini. Karna buku ini merupakan terjemahan, di dalam
nya pun banyak saya dapati pengetahuan baru yang selama ini belum pernah saya dengar atau
pun saya baca.

BAB VI
KESIMPULAN

6.1 Kesimpulan
Dari penjabaran isi buku ini, dapat di simpulkan bahwa buku ini membahas upaya
untuk memahami segala proses inti interaksi materi yang mempergunakan perangkat-
perangkat sains dan rekayasa. Fisika modern mengimplikasi bahwa penjelasan dari abad ke-
19 terhadap suatu fenomena tidaklah cukup untuk menjelaskan alam yang teramati oleh
perangkat-perangkat modern. Untuk itu, menurut saya setelah kita membaca buku ini kita
telah mendapatkan manfaat dan pengetahuan yang sangat besar dan bisa kita aplikasikan serta
mengembangkannya pada era modern ini.
6.2 Saran
Saya menyarankan penerjemah untuk lebih memerhatikan kata demi kata yang
dituliskan di dalam buku ini, karna berhubungan buku ini adalah buku terjemahan maka saya
mendapati beberapa kata dalam kalimat yang sedikit aneh sehingga bisa membuat para
pembaca kesulitan dalam memahami maksud dari pembahasan materi yang ingin di
sampaikan dalam buku ini. Saya juga ingin menyarankan kepada penerjemah sekaligus
penerbit untuk memperbaiki cara penulisan buku ini, karna menurut saya cara penulisannya
kurang rapi dan terlalu rapat sehingga saya merasa sedikit kesulitan ketika membacanya.
Selebihnya, seperti kelengkapan materi menurut saya sudah bagus dan memadai.

1O

DAFTAR PUSTAKA
Halliday, David dan Resnick, Robert. (1999). fisika modern. (Edisi ke-3). Terjemahan oleh
Pantur Silaban. Jakarta: Erlangga.