Anda di halaman 1dari 10

1.

Klasifikasi

Gambar tanaman Klasifikasi

Kingdom: Plantae (Tumbuhan)


Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan
berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Myrtales
Famili: Myrtaceae (suku jambu-jambuan)
Genus: Psidium
Spesies: Psidium guajava L (Anonymous, 2006).

Jambu biji berhabitus pohon kecil, (tanaman


perdu)yang tingginya -+ 5-10 meter.
periodesitasnya adalah perennial yaitu hidup
hanya setahun sekali, memiliki perakaran
tunggang. Pada batangnya percabangannya
(Anonymous, 2006).
adalah simpodial. batang berkayu, bulat, kulit
kayu licin, mengelupas, bercabang, warna
cokelat kehijauan. Arah tumbuh batangnya
adalah tegak lurus. Bentuk daunnya jorong
dengan bagian ujung dan pangkal yang runcing
dan tumpul. Daun tunggal, bulat telur, ujung
tumpul, pangkal membulat, tepi rata, panjang 6-
14 cm, lebar 3-6 cm, pertulangan menyirip,
warna hijau kekuningan.

2. Cara pengumpulan data :

1. Studi literatur : internet, buku

3. Kunci identifikasi
1b : Tumbuh-tumbuhan dengan bunga sejati, sedikit-dikitnya dengan benang sari dan (atau) putik.
Tumbuh-tumbuhan berbunga………………………..……2.

2b : Tiada alat pembelit. Tumbuh-tumbuhan dapat juga memanjat atau membelit (dengan batang, poros
daun atau tangkai)………………………………..…3.

3b : Daun tidak berbentuk jarum ataupun tidak terdapat dalam berkas tersebut di
atas…………………………………………………………………………..4.

4b : Tumbuh-tumbuhan tidak menyerupai bangsa rumput. Daun dan (atau) bunga berlainan dengan
yang diterangkan di atas…………………………………6.

6b : Dengan daun yang jelas………………………………………………….…7.

7b : Bukan tumbuh-tumbuhan bangsa palem atau yang menyerupainya………..9.

9b : Tumbuh-tumbuhan tidak memanjat dan tidak membelit………………….10.

10b : Daun tidak tersusun demikian rapat menjadi rozet………………………..11.

11b : Tidak demikian. Ibu tulang daun dapat dibedakan jelas dari jaring urat daun dan dari anak cabang
tulang daun yang ke samping dan yang serong ke atas………………………………………………………………………….12.

12b :Tidak semua daun duduk dalam karangan atau tidak ada daun sama
sekali………………………………………………………………………..13.

13b : Tumbuh-tumbuhan bentuk lain………………………….………………..14.

14b : Semua daun duduk berhadapan………….………………………………16.

16a : Daun tunggal, berlekuk atau tidak, tetapi tidak berbagi menyirip rangkap sampai bercangap
menyirip rangkap (golongan 10)……………………239.

239b: Tumbuh-tumbuhan tanpa getah…………………………………………243.

243b: Tidak hidup dari tumbuh-tumbuhan lain……………………………….244.

244b: Susunan bertulangan daun tidak demikian, seluruhnya atau sebagian besar tulang daun tersusun
menyirip, menjari atau sejajar……………..…….248.

248b: Daun bertulang menyirip atau menjari, susunan urat daun seperti jala…249

249b: Daun tak mempunyai serabut demikian. Bunga berbentuk lain……..….250

250a: Pohon atau perdu…………………………………………………………251

251b: Tidak terdapat daun penumpu atau daun penumpu berbentuk lain….….253

253b: Bunga tunggal, tandan, bulir, pajung atau malai……………….………..254


254b: Susunan tulang daun tidak demikian……………………..……………..255

255a: Kelopak sobek di atas bagian tengahnya, setengah bagian atasnya terlepas menurut bentuk
mangkuk (tutup kelopak). Daun umumnya berselaput lilin, jika diremas berbau kayu
putih……………………………..94. Myrtaceae

2a : Buah buni berbiji banyak. Bagian muda berambut. Tabung kelopak tidak atau sedikit sekali
diperpanjang di atas bakal buah; tepi kelopak sebelum mekar berlekatan menjadi bentuk cawan,
kemudian membelah menjadi 2-5 taju yang tidak sama…………………………………………….2. Psidium

Kunci determinasi: 1b-2b-3b-4b-6b-7b-9b-10b-11b-12b-13b-14b-16a-239b-243b-244b-248b-249b-250a-


251b-253b-254b-255a……94. Myrtacee-2a.….2. Psidium (van Steenis, 2003).

4. Morfologi Tumbuhan jambu biji

1. Daun (folium)
Daun merupakan suatu
bagian yang penting, yang berfungsi
sebagai alat pengambilan zat – zat
makanan (reabsorbsi), pengolahan zat-zat makanan (asimilasi), penguapan air (transpirasi) dan
pernafasan (respirasi).

Daun jambu biji tergolong daun tidak lengkap karena hanya terdiri dari tangkai dan helaian saja disebut
daun bertangkai. Daun jambu biji berbentuk bulat bulat oval dengan ujung tumpul. Warna daunnya
beragam seperti hijau tua, hijau muda, merah tua atau hijau berbelang kuning.Permukaan daun ada
yang halus mengkilap dan ada yang halus biasa. Tata letak daun saling berhadapan dan tumbuh tunggal.
Panjang helai daun sekitar 5-15 cm dan lebar 3-6 cm. Sementara panjang tangkai daun berkisar 3-7 mm.

Sifat – sifat daun yang dimiliki oleh tumbuhan jambu biji adalah sebagai berikut :

a. Bangun atau Bentuk Daun (Circumscriptio)

Dilihat dari letak bagian terlebarnya jambu biji bagian terlebar daunya berada ditengah-tengah dan
memiliki bangun jorong (ovalis atau elipticus) karena perbandingan panjang : lebarnya adalah 1,5-2 : 1

b. Ujung Daun (apex folii)

Jambu biji memiliki ujung yang tumpul (obtusus).

c. Pangkal Daun (basis folii)

Pangkal daun jambu biji berbentuk tumpul (obtusus)

d. Susunan tulang – tulang daun (nervation atau vanation)


Daun jambu biji pertumbuhan daunnya memiliki pertumbuhan daun yang bertulang menyirip
(penninervis) yang mana daun ini memiliki satu ibu tulang yang berjalan dari pangkal ke ujung dan
merupakan terusan tangkai daun. Dari ibu tulang kesamping, keluar tulang-tulang cabang, sehingga
susunannya mengingatkan kita kepada susunan sirip-sirip pada ikan.

e. Tepi daun (margo folii)

Jambu biji memiliki tepi daun yang rata (integer)

f. Daging daun (intervinium)

Daging daun jambu biji berbentuk tipis seperti kertas (papiraceus atau chartaceus)

Sifat – sifat lain dari daun antara lain :

a. Warna

Hijau

b. Permukaan daun

Jambu biji memiliki permukaan daun yang berkerut (rogosus).

2. Batang (caulis)

Batang jambu biji memiliki ciri khusus diantaranya berkayu keras, tidak mudah patah, kuat dan padat.
Kulit kayu tanaman jambu biji halus dan mudah terkelupas karena pada fase tertentu tanaman jambu biji
mengalami pergantian atau peremajaan kulit. Batang dan cabang-cabangnya mempunyai kulit berwarna
cokelat atau cokelat keabu-abuan.

Bentuk cabang pada jambu biji :

Berkayu, permukaannya licin dan lepasnya kulit kayu sangat terlihat

Arah tumbuh batangnya tegak lurus (erectus).

Jambu biji memiliki cabang sirung pendek (virgula atau virgula sucre scens) yaitu cabang-cabang kecil
dengan ruas-ruas yang pendek yang selain daun juga merupakan pendukung bunga dan buah. Cabang
yang dapat menghasilkan alat perkembangbiakan bagi tumbuhan (cabang yang subur “fertil”)

3. Akar (Radix)

Akar (Radix) adalah bagian pokok ketiga dari tumbuhan setelah batang dan daun. Pada jambu biji,
sistem perakarannya adalah sistem akar tunggang, karena akar lembaganya terus tumbuh menjadi akar
pokok yang bercabang-cabang menjadi akar-akar yang lebih kecil dan akar pokok yang berasal dari akar
lembaga disebut akar tunggang (radix primaria).

Percabangan dan bentuk akar jambu biji :

Jambu biji memiliki akar tunggang yang bercabang (ramosus) yang bentuknya kerucut panjang.
Tumbuh lurus kebawah

Bercabang cabang banyak dan cabang-cabangnya bercabang lagi sehingga memberi kekuatan yang lebih
besar pada batang dan perakarannya luas yang memungkinkan dapat menyerap air dan zat-zat makanan
yang lebih banyak.

4. Bunga (Flos)

Pada

tumbuhan biji bunga merupakan alat perkembangan generatif, dimana ada bagian yang disebut putik
dan benang sari. Putik dan benang sari akan melakukan persarian (penyerbukan) dan pembuahan
sehingga akan menghasilkan bagian tumbuhan yang di sebut dengan buah.

Bentuk bunga pada jambu biji :

* Terdiri atas 4 – 5 daun berkelopak dan sejumlah daun mahkota yang sama dan tidak merapat.
* Memiliki benang sari yang banyak yang berhadapan dengan daun – daun mahkota

* Memiliki tangkai sari dengan warna yang cerah

* Bakal buah tenggelam dan mempunyai satu tangkai putik.

* Bunga tunggal terletak di ketiak daun dan bertangkai.

* Perbungaan terdiri 1 sampai 3 bunga dalam satau tangkainya.

* Panjang gagang perbungaan 2 cm sampai 4 cm.

* Daun mahkota bulat telur terbalik (obvatus) dengan panjang sekitar 1,5-2 cm

* Berwarna putih dan mudah rontok.

* Tabung kelopak berbentuk lonceng atau bentuk corong, panjang 0,5 cm. pinggiran tidak rontok
panjangnya ± 1 cm.

* Tepi kelopak sebelum mekar berlekatan menjadi bentuk cawan, kemudian membelah menjadi 2-5
taju yang tidak sama, bulat telur, warna hijau kekuningan.

* Bakal buah tenggelam dengan 1-8 bakal biji tiap ruang.

5. Buah (Fructus)

Jambu biji memiliki buah sejati tunggal artinya buah ini terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah
saja dan memiliki lebih dari satu biji. Jambu biji termasuk dalam buah sejati tunggal yang berdaging
(curnosus). Buah jambu biji berbentuk bulat atau bulat lonjong dengan kulit buah berwarna hijau saat
muda dan berubah kuning muda mengkilap setelah matang. Untuk jenis tertentu, kulit buah berwarna
hijau berbelang kuning saat muda dan berubah menjadi kuning berbelang – belang saat matang. Ada
pula yang berkulit merah saat muda dan merah saat tua. Warna daging buah umumnya putih biasa,
putih susu, merah muda, merah menyala, serta merah tua. Aroma buah biasanya harum saat buah
matang. Bijinya banyak dan terdapat pada daging buahnya.
Daftar pustaka

Agoes, A., dan Jacob, T., 1992, Antropologi Kesehatan Indonesia, Jilid I, 20,

Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Aisah, N., 2004, Efek Antiinflamasi Infusa Daun Jambu biji (Psidium guajava Linn.)

(Psidium Guajava L.) pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan, Skripsi,

Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.

Dahliyanti, R., 2007, Penentuan Antioksidan Buah Jambu biji (Psidium guajava

Linn.), Skripsi, Fakultas Farmasi, UGM, Yogyakarta.

Van Steenis, C. G. G. J., 1947, Flora untuk sekolah, diterjemahkan oleh Surjowinoto,

M., Jurusan Botani Universitas Gadjah Mada, 34-69, 315-316, Pradnya

Paramita, Jakarta.

Anda mungkin juga menyukai