Anda di halaman 1dari 3

PEMERIKSAAN GOLONGAN

DARAH
No. Dokumen : SOP/Bab.VIII/
UKP- II/2019
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman : 1-3

PUSKESMAS
ENNY ROZANTY
LANJUT
NIP. 197107191995032004
1.Pengertian Pemeriksaan golongan darah adalah serangkaian pemeriksaan
laboratorium untuk menentukan golongan darah seseorang menurut
sistem ABO (golongan darah A,B,AB,O dan Rhesus factor (D);
2.Tujuan Sebagai acuan petugas untuk menentukan jenis golongan darah
seseorang / Penentuan ciri individu;

3.Kebijakan SK Kepala Puskesmas Lanjut Nomor. /KPTS-Bab.VIII/I/2019,


Tentang jenis-jenis pemeriksaan laboratorium yang tersedia

4.Referensi 1. Buku petunjuk pemeriksaan laboratorium Puskesmas diterbitkan oleh


Departemen Kesehatan Republik Indonesia pada Desember 1991 hal
56 – 57
2. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor: 1792/Menkes/SK/XII/2010
tentang Pedoman Pemeriksaan Klinik
3. Riswanto, Pemeriksaan Laboratorium Hematologi, Yogyakarta,
Alfamedia Kanalmedika, 2013, hal; 214-217
5.Prosedur Alat :
1. Auto lancet
2. Objek glass
Bahan :
1. Alkohol 70%
2. Kapas
3. Tisu
4. Antisera golongan darah A,B,AB, Dan D ( anti Rhesus)
6.Langkah 1. Petugas meneteskan darah pada sebuah obyek glass 3 tetesan
langkah dengan posisi bersebelahan.dan 1 tes darah pada obyek glass lainnya;
2. Petugas menambahkan masing-masing 1 tetes Anti serum A pada
tetesan darah posisi kiri, anti serum B pada tetesan darah posisi
tengah, Serum anti AB pada tetesan darah posisi kanan, dan Serum
anti D pada tetesan darah di obyek glass lain;
3. Petugas mengaduk masing-masing tetesan dengan batang pengaduk
(lancet) dengan ujung yang berbeda;
4. Petugas menggoyang-goyangkan obyek glass tersebut sehingga
keempat tetesan tersebut benar-benar tercampur;
5. Petugas mengamati reaksi dengan terbentuknya aglutinasi pada
masing-pasing posisi tetesan ( Jika ada keragu-raguan di amati di
bawah mikroskop).
6. Petugas membaca Hasil Pemeriksaan/ Interpretasi Hasil:

AGLUTINASI DENGAN GOLONGAN


DARAH
ANTI ANTI ANTI ANTI ABO RHESUS
A B AB D
+ - + +/- A +/-
- + + +/- B +/-
+ + + +/- AB +/-
- - - +/- O +/-
Jika Antisera AB tidak ada, maka cukup dengan serum Anti A dan
serum anti B , serum anti D , untuk menentukan golongan darah dan
tipe Rhesus.
7,Bagan alir -
8.Hal hal yang -
Perlu
Diperhatikan
9.Unit Terkait Ruang Pemeriksaan Umum, UGD, Ruang Pemeriksaan KIA,KB dan
Imunisasi Ruang Pemeriksaan Gigi dan mulut
10.Dokumen Buku Registrasi Laboratorium
Terkait
11.Rekaman NO Yang dirubah Isi Perubahan Tgl mulai diberlakukan
Histori
Perubahan
PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH
No. Kode :
Terbitan :
DAFTAR No. Revisi :
TILIK Tgl. Mulai :
Berlaku
Halaman : 1-2
PUSKESMAS
LANJUT
Tidak
No Langkah Kegiatan Ya Tidak Berlaku

1 Apakah Petugas meneteskan darah pada sebuah obyek


glass 3 tetesan dengan posisi bersebelahan.dan 1 tes
darah pada obyek glass lainnya?

2 Apakah Petugas menambahkan masing-masing 1 tetes


Anti serum A pada tetesan darah posisi kiri, anti serum
B pada tetesan darah posisi tengah, Serum anti AB
pada tetesan darah posisi kanan, dan Serum anti D
pada tetesan darah di obyek glass lain?
3 Apakah Petugas mengaduk masing-masing tetesan
dengan batang pengaduk (lancet) dengan ujung yang
berbeda?

4. Apakah Petugas menggoyang-goyangkan obyek glass


tersebut sehingga keempat tetesan tersebut benar-
benar tercampur?
5. Apakah Petugas mengamati reaksi dengan
terbentuknya aglutinasi pada masing-pasing posisi
tetesan ( Jika ada keragu-raguan di amati di bawah
mikroskop)?
6. Apakah Petugas membaca Hasil Pemeriksaan/
Interpretasi Hasil?
Jika Antisera AB tidak ada, maka cukup dengan serum
Anti A dan serum anti B , serum anti D , untuk
menentukan golongan darah dan tipe Rhesus
Jumlah
Compliance rate (CR)
Lanjut.....................
Observer/Tindakan
..............................