Anda di halaman 1dari 29
BUPATI BUTON PROVINSI SULAWESI TENGGARA PERATURAN BUPATI BUTON NOMOR 14 TAHUN 2017 TENTANG PEDOMAN PENILALAN PENERAPAN POLA PENGELOLAAN KEUANGAN BADAN LAYANAN UMUM DAERAH DI LINGKUNGAN Menimbang + Mengingat PEMERINTAH KABUPATEN BUTON. DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA 2 BUPATI BUTON, bvahwa satuan kerja perangkat daerah /unit kerja yang memiliki spesifikasi teknis dibidang pelayanan umum berpotensi untuk dikelola melalui Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD); bahwa penetapan satuan kerja perangkat daerah/ unit kerja yang akan menerapkan PPK-BLUD harus dilakukan secara selektif den cermat; bahwa penerapan status PPK-BLUD pada SKPD/ Unit Kerja ditetapkan oleh Bupati setelah mendapatkan pertimbangan dari Tim Penilai; bahwa untuk menjaga transparansi dan obyektifitas serta untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas tim dalam menilai usulan penerapan status PPK-BLUD, perlu ditetapkan suatu pedoman yang dapat digunalcan sebagai instrumen penilaian; bahwa berdasarkan pertimbangan _sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, hurufc, dan huruf d, perlu menetapkan Feraturan Bupati tentang Pcdoman Penilaian Penerapan Pola Pengelolaan Kenangan Radan Layanan Umum Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Buton; Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959 tentang Pembentuken Daerah-Daerah Tingkat II di Sulawesi (Lemberan Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1822); Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negera Republik Indonesia Nomor 4286); Menetapkan 4. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Pembendaharan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355); 5. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5597), sebagaimana telah diubah beberapa kali_terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Dacrah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679); 6. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005. Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4502), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2012 tentang Ferubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (Lemberan Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 171, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5340); 7, Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578); 8. Peraturan Mentcri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah diuban beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Alas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Kcuangan Dacrah; 9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2006 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Leyanan Umum Daerah; 10. Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 180/PMK.05/2016 tentang Penetapan = dan Pencabutan Penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum pada Satuan Kerja Instansi Pemerintah; MEMUTUSKAN: PERATURAN BUPATI TENTANG PEDOMAN PENILAIAN PENERAPAN POLA PENGELOLAAN KEUANGAN BADAN LAYANAN UMUM DAERAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN BUTON. BABI KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Bupati ini yang dimaksud dengan: 1, Daerah adalah Kabupaten Buton. 2. Bupati adalah Bupati Buton. 3. Pemerintah Deerah adalah Bupati sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah yang memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan dacrah otonom. 4. Sekretaris Dacrah adalah ‘Sekretaris Daerah Kabupaten Buton, 5, Inspektorat adalah Inspektorat Kabupaten Buton. 6. Badan Perencanaan Pembangunan Deerah, yang selanjutnya disebut Bappeda adalah Badan Perencanaan Pembangunan Dacrah Kabupaten Buton. 7. Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, yang selanjutnya disebut DPKAD adalah Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Buton. 8 Badan Layanan Umum Daerah yang selanjutnya disingkat BLUD adalah Satuan Kerja Perangkat Dacrah atau Unit Kerja pada Satuan Keria Perangkat Daerah di lingkungan pemerintah dacrah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa = mengutamakan —_mencari keuntungan, dan dalam melakukan kegiatannya didasarken pada prinsip efisiensi dan produktivitas. 9. Pola Pengclolaan Keuengan Badan Layanan Umum Daerah yang selanjutnya disingkat PPK-BLUD adalah pola pengelolaan keuangan yang memberikan fleksibilitas berupa keleluasaan untuk menerapkan praktek-praktek bisnis yang = sehat_ =~ untuk meningketkan pelayenan kepada masyarakat dalam rangka memejukan kesejehteraan umum dan mencerdeskan kehidupan —bangsa, —_—_sebagai pengecualian dari ketentuan pengelolaan keuangan daerah pada umumnya. 10.Satuan Kerja Perangket Daerah, yang selanjutnya disingkat SKPD adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buton. 11.Unit Kerja adalah agian dari SKPD yang melaksanakan satu atau beberapa program. BAB IT MAKSUD DAN TUJUAN Pasal 2 (1) Maksud Peraturan Bupati ini adalah sebagai pedoman agi Tim Penilai dalam melakukan penilaian atas usulan SKPD atau Unit Kerja pada SKPD yang akan menerapkan PPK-BLUD. (2) Tuyuan Peraturan Bupati ini adalah: a. tersedianya acuan bagi Tim Penilai dalam melakukan penilaian atas usulan SKPD atau Unit Kerja pada SKPD yang akan menerapkan PPK- BLUD, b, tersusunnya instramen penilaian bagi Tim Penilai sesuai dengan kerakteristik dan potensi daerah; dan c. terjaganya obyektifitas, transparansi dan kualitas penilaian. BAB III PEDOMAN PENILAIAN Pasal 3 Dengan Peraturan Bupati ini, disusun pedoman penilaian penerapan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buton, sebagaimana tercantum dalam Lampiran I, Lampiran Il, Lampiran I, Lampiran IV, Lampiran V, dan Lampiran VI Peraturan Bupati Pasal 4 Scgala biaya yang timbul akibat ditetapkannya Peraturan Bupati ini dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Buton. BAB IV KETENTUAN PENUTUP Pasal 5 Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. ‘Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Buton. Ditetapkan di Pasarwajo al 16 Agustus 2017 a. tersedianya acuan bagi ‘Tim Penilai dalam melakukan penilaian ates usulan SKPD atau Unit Kerja pada SKPD yang akan mencrapkan PPK- BLUD; b. tersusunnya instrumen penilaian bagi Tim Penilai sesuai dengan karaktersstik dan potensi daerah; dan ©. terjaganya obyektifitas, transparansi dan kualitas penilaian. BAB III PEDOMAN PENILAIAN Pasal 3 Dengan Peraturan Bupati ini, disusun pedoman penilaian penerapan di _lingkungan Pemerintah Kabupaten Buton, scvagaimana tercantum dalam Lampiran J, Lampiran 0, Lampiran U, Lampiran IV, Lampiran V, dan Lampiren VI Peraturan Bupati ini. Pasal 4 Segala biaya yang timbul akibat ditctapkannya Peraturan Bupati ini dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Buton. BABIV KETENTUAN PENUTUP Pasal 5 Peraturan Bupeti ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar sctiap orang mengetehuinya, memerintahkan pengundangen —Peralurann = Bupati_ ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Buton. Ditetapkan di Pasarwajo pada tanggal 16 Agustus 2017 Plt. BUPATI BUTON, Cap/ttd LA BAKRY Diundangkar||Hi Pasarwajo Pada tanggal|/16 Agustus 2017 Pit, SEI RIS DAERAH, Pembina Utama Muda, [V/c Nip. 19580101 198903 1 012 BERITA DAERAH KABUPATEN BUTON TAEUN 2017 NOMOR 179 Lampiran I Peraturan Bupati Buton Nomor : /4 Tahun 2017 Tanggal : Agustus 2017 Tentang : Pedoman Penilaian Penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah di Lingkungan Pemeriniah Kabupaten Buton. BABI PENDAHULUAN Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 5& Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerzh dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah, perangkat daerah yang memiliki spesifikasi teknis di bidang pelayanan umum berpotensi untuk menerapkan PPK-BLUD. Selanjutnya pengaturan teknis mengenai PPK-BLUD di Kabupaten Buton telah diatur dalam Yeraturan Bupati Buton Nomor 10 Tehun 2017 tentang Pola Pengelolaan Badan Lavanan Umum Daerah Kabupaten Buton. Dengan adanya fleksibilitas yang diberikan dan tuntutan peningkatan pelayanan publik, penetapan SKPD atau Unit Kerja pada SKPD yang akan menerapkan PPK-BLUD harus dilakukan secara selektif dan cermat. Berkaitan dengan hal tersebut, dalam Pasal 4 Peraturan Bupati Buton Nomor 10 Tahun 2017, mensyaratkan bahwa SKPD atau Unit Kerja pada SKPD yang akan menerapkan PPK-BLUD harus memenuhi persyaratan substansif, teknis dan administratif Penerapan PPK-BLUD pada SKPD atau Unit Kerja pada SKPD tersebut dilaksanakan oleh Bupati setelah mendapatkan pertimbangan dari Tim Penilai yang dibentuk oleh Bupati dengan Keputusan Bupati. Tim Penilai ini mempunyai (ugas untuk menelili dan menilai usulan pencrapan, pcningkatan, penurunan, dan pencabutan status PPK- BLUD yang hasil penilaiannya disampaikan kepada Bupati dalam bentuk rekornendasi Sehubungan dengan tugas tim tersebut diatas, maka untuk menjaga transparansi dan obyektifitas serta untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas tim penilai, perlu adanya suatu pedoman penilaian yang dapat digunakan sebagai instrumen penilaian terhadap usulan SKPD atau Unit Kerja pada SKPD yang akan menerapkan PPK-BLUD. BABII TATA TERTIB DAN PROSEDUR PENILAIAN A. Tata Tertib Tim Penilai Tata tertib tim penilai adalah sebagai terikut. 1. semua anggota tim penila: wajib hadir dalam rapat penilaian 2. dalam hal anggota tim penilai berhalangan Aadir, maka anggota tim penilai terscbut dapat menunjuk pengganti yang memiliki kompetensi dibidangnya den pendapat yang disampaikan oleh pengganti tersebut dianggap mewakil pendapat dari anggota tim penilai yang bersangkutan. 3. Tim penilai yang tidak hadir dan tidak menunjuk pengganti dianggap menyetujui keputusan yang diambil dalam rapat penilaian. 4. Keputusan diambil berdasarkan musyawarah/mufakat, namun jika tidak tercapai kesepakatan, maka keputusan diambil melalui Pemungutan suara yang diserujui paling sedixit setengah dart jumlah tim penilai yang hadir ditambah 1 (satu) suara. 5. Anggota tim penilai atau pengganti yang ditunjuk, wajib menandatangani Berita Acara Hasil Penilaian. B. Prosedur Penilaian Prosedur penilaian adalah sebagai berikut. 1, SKPD yang akan menerapkan PPK-BLUD mengajukan permohonan kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah dengan dilampiri dokumen persyaratan administrative. 2. Unit Kerja yang akan menerapkan PPK-BLUD mengajukan permohonan kepada Bupati melalui Kepala SKPD dengan dilampiri dokumen persyaratan administratif. 3. Bupati membentuk tim penilai yang melaksanakan proses penilaian dengan Keputusan Bupati. 4. Pclaksanaan penilaian: a. Tim penilai meneliti substansi persyaratan administratif cengan mengacu pada pedoman penilaian yang telah ditetapkan. b. Tim penilai dapat meminta penjelasan dari SKPD atau Unit Kerja yang mengueulkan untuk menerapkan PPK-BLUD. Hasil penilaian dituangken dalem Berita Acara Hasil Penilaian. Tim penilai menyampaikan hasil penilaian dalam bentuk rekomendasi kepada Bupati. po C. Tata Cara Penilaian Penilaian dilakukan dengan menggunakan format yang telah ditctapkan yang berisikan a. Nomor urut Nomor urut adalah nomor urut dokumen administrasi yang akan dinilai. b. Dokumen administratif yang dinilai Dokumen administratif yang dinilai adalah dokumen-dokumen persyaratan adminisiratif yang terdiri dari pernyataan kesanggupan meningkatkan kinerja, pola tata kelola, rencana strategi bisnis, laporan keuangan pokok atau prognosa/ proyeksi Japoran kcuangan, Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan hasi! penilaian andit terslehir stan pernyataan bersedia untuk diaudit. , Nilai Bobot Dokumen Nilai Bobot Dokumen adalah pembobotan terhadap dokumen administratif yang berdasarkan pada tingkat kepentingan dokumen dengan menggunakan CARL yaitu; * Capability (kemampuan untuk mencapainya) * Acceptability (bias ditcrima) © Reliability (dapat diandalian) + Leverage (imengundang days ungkil yang tinggi). Bobot masing-masing persyaraten administratif secara keseluruhan sebagai berikut: No Dokumen Persyaratan Administratif Bobot 1. | Pernyataan Kesanggupan Meningkatkan Kinerja 5% 2. | Pola Tata Kelola 20% 3. | Rencana Strategi Bisnis 30% 4. | Laporan Keuangan Pokok Ateu Prognosa/Proyeksi | 20% 5. | Standar Pelayanan Minimal 20% 6 |Laporan Audit Terakhir Atau Pernyataan Bersedia| 5% Diaudit Total 100% d. Indikator Indikator adalah suatu alat ukur untuk mengctahui adanya penyimpangan dari apa yang telah ditetapkan sebagai bahan untuk pengambilan. keputusan. e. Unsur yang dinilai Unsur yangh dinilai adalah unsure unsur yang harus tercantum dan merupakan bagian dari dokumen yang dinilai. Seleagkapnya tertera didalam format penilaian. f. Nilai per unsur (skala penilaian 0 - 10) Nilai per unsur adalah suatu angka yang diberikan pada setiap unsur dari unsur yang dinilai. Nilai per unsur menggunakan skala dengan rentang angka antera O (nol) sampai dengan 10 (scpuluh} g. Robot per unsur Bobot per unsur adalah bobotan terhadap unsur yang dinilai yang sudah ditentukan didalam pedoman berdasarkan CARL. h, Hasil penilaian per unsur. Hasil penilaian per unsur adalah hasil kali antara nilai per unsur dengan bobot per unsur. i. Nilai akhir Nilai akhir adalah hasil kali hasil penilaian per unsur dengan bobot dokumen. Format penilaian dan definisi operasionalnya terlampir. D. Kriteria Penilaian Hasil akhir penilaian dibandingkan dengan kriteria penilaian sesuai format kriteria yang terdiri dari nomor urut, hasil penilaian, kriteria, kesimpulan atau status yang di rekomendasikan Kiteria: arena ; Status yang No| Hasil Penilaian Kriteria ee 1, | 80-100 Memuaskan BLUD Penuh 2. | 60-79 Belum terpenuhi secara BLUD Bertahap memusskan 3. | Kurang dari 60 Tidak memuaskan: Ditolak Jika salah satu dari enam persyaratan administratif tidak terpenuhi, maka permohonan penerapan PPK-BLUD ditolak dan dapat diajukan kembali, apabila seluruh persyaratan sudah terpenuhi. SKPD atau Unit Kerja yang diberi status BLUD-Bertahap diberikan fleksibilitas pada batas-batas tertentu yang berkaitan dengan jumlah dana yang dapat dikelola langsung, pengelola barang, pengelola piutang, serta perumusan standar, kebijakan, sistem dan prosedur pengelolaan keuangan. Sedangkan ficksibilitas yang tidak diberikan kepada BLUD atau Unit Kerja yang diberi status BLUD-bertahap adalah: 1. Pengelolaan piutan; 2. Pengelolaan investasi; dan 3. Pengadaan barang/jasa E. Berita Acara Hasil Penilaien Berdasarkan hasil akhir penilaian terhacap dokumen persyaratan administratif SKPD atau Unit erja yang aken menerapkan PPK-BLUD, ‘Tim Penilai membuat Berita Acara Hasil Penilaian yang ditandatangani oleh seluruh anggota Tim Penilai yang hadir. Berita Acara Hasil Penilaian tersebut merupakan bahan pertimbangan/rekomendasi bagi Bupati dalam memberikan keputusan penolakan atau persetujuan penerapan terhadap usulan yang disempaikan oleh Kepala SKPD atau Unit Kerja. Berita Acara Hasil Penilaian dilampiri dengan hasil penilaian sesuai dengan format penilaian dan disertai dengan analisis/ komentar singkat alas uasing-umsing dukumen —persyaralan administratif dan kesimpulan akhir yang diambil oleh Tim Penilai. Format berita acara terlampir. BUTON, Pe: Scena) Assrey ay | Lampiran II Peraturan Bupati Buton Nomor : ¢g Tahun 2017 Tangeal = 2017 Tentang : Pedoman Penilaian Penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Buton. FORMAT BERITA ACARA PENILAIAN BERITA ACARA HASIL PENILAIAN USULAN PENERAPAN POLA PENGELOLAAN KEUANGAN BADAN LAYANAN UMUM DAERAH Dalam rangka Penetapan (nama SKPD/Unit Kerja) untulk mencrapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah Nomor : Pada Hari, . w» Tanggal . is BURR ceasncsoriccyey TREOM gegpbat telah diadakan rapat Tim Penilai Usulan Penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah untuk melakukan penilaian terhadap dokumen persyaratan edministratif : Nama SKPD atau Unit Kerja Alamat 5 Surat Usulan : Penerapan PPK-BLUD. Hasil Penilaian : Status BLUD Penuh/Bertahap Berdasarkan hasil penilaian, Tim Penilai memberikan rekomendasi bahwa (nama SKPD/Unit Kerja) dapat. menerapkan PPK-BLUD dengan status BLUD Penuh/Bertahap untuk menerapkan PPK-BLUD. Demikian Berita Acara ini dibuat dengan sebenarnya dan ditandatangani oleh: No | Nama anggota Tabatan Kedudakan dalam Tin | Tanda Tangan Te [onewenontonnennnien | oon ve Ketua merangkap | j anggota 2. Selrelaris merangkap anggota 3 ‘Anggoia 4 ‘Angenia 5 ey er ‘Anggoia te ‘Anggoia KETUA TIM PENILAI, (nama) FORMAT KESIMPULAN PENILAIAN KESIMPULAN PENILAIAN USULAN PENERAPAN POLA PENGELOLAAN KEUANGAN BADAN LAYANAN UMUM DAERAH (PPK-BLUD) PADA jnama SKPD/ Unit Kerja) No, Aspek yang dinilai Analisis/komentar 1. | Perayataan Kesanggupan Meningkatkan Kinerja 2. | Pola Tata Kelola 3. | Rencana Strategi Bisnis 4. | Laporan Keuangan Poko Standar Pelayanan Minimal 6. | Penilaian Audit Terakhir Atau Pernyataan Bersedia Diaudit 7. | Lain-Lain 8. | KESIMPULAN Keterangan: 1. Kolom analisis/komentar diisi dengan analisis atau komenter atas masing-masing dokumen administratif termasuk kekurangan dokumen administratif yang masin perlu diperbaiki dimasa yang akan datang. 2. Kolom kesimpulan diisi dengan kesimpulan hasil penilaian yang akan dituangkan dalam Berita Acara Hasil Penilaian. Lampiran Ill Peravuran Bupati Buton Nomor ; /4 Tahun 2017 Tanggal : MC Aguctus 2017 Tentang :Pedoman Penilaian Penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Baden lLayanan Umum Daerah i Lingkungan Pemerintah Kabupaten Buton. FORMAT REKOMENDASI PENERAPAN PPK-BLUD ‘TIM PENILAI PPX BLUD (nama SKPD/Unit Kerja) REKOMENDASI PENERAPAN POLA PENGELOLAAN KEUANGAN BADAN LAYANAN UMUM DAERAH NOMOR : Berdasarkan hasil penilaian terhadap dokumen administratif (nama SKPD/Unit Kerja) yang mengajukan permohonan untuk menezapkan PPK- BLUD, bersama ini Tim Penilai PPK-BLUD (nama SKPD/Unit Kerja) merekomendasikan bahwa (nama SKPD/Unit Kerja) layak menerapkan PPK- BLUD dengan status BLUD BLUD Penuh/Bertahap. Dengan catatan : Demikian rekomendasi ini dibuat sebagai dasar pertimbangan Bupati Buton untuk menetapkan (nama SKPD/Unit Kerja) menerapkan PPK-BLUD. Pasarwajo, 200K Ketua Tim Penilai (rama) Disetyjui Oleh, BUPATI BUTON, (nama) Nomor : Tahun 2017 Tangzal : /b Bgusfus 2017 Tentang : Pedoman Penilaian Penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Buton. Lampiran IV Peraturan Bupati Buton ep FORMAT REKOMENDASI PENOLAKAN PPK-BLUD ‘TIM PENILAI PPK-BLUD (nama SKPD/unit Kerja) REKOMENDASI PENOLAKAN PENERAPAN POLA PENGELOLAAN KEUANGAN BADAN LAYANAN UMUM DAERAH NOMOR : Berdasarkan hasil penilaian terhadap dokumen administratif (nama SKPD/ Unit kerja) yang mengajukan permohonan untuk menerapkan PPK: BLUD, bersama ini Tim Penilai PPK-BLUD (nama SKPD/Unit kerja} merekomendasikan bahwa (nama SKPD/Unit kerja) tidak / belum layak menerapkan PPK-BLUD. Dengan catatan : Demikian rekomendasi ini dibuat sebagai desar pertimbangan Bupati Buton untuk menolak (nama SKPD/Unit kerja) menerapkan PPK-BLUD. Pasarwajo, sone Ketua ‘Tim Fenilai (nama) Disetujui Oleh : BUPATI BUTON, (nama) ‘ | 9g" wyequiy ue at car ® ep uedunstun cesporaBuad uexelicay | “9 Tamicrenay uep Isteyunsye waIsTs seiqeiunye ve eL os'T g “pisqus uep ys02 71m ueyresepssq Frey, SueyuD} pousSuow uexeliqoy) weSuensy uexplicoy| ‘a swexefiqay Ce oT 00% g WLOUP SSeqIEg SHITGUUNS wezsIs | T __vhrepy T (elroy | ueBungqny uesnynued juouysrund wep ve a o0'z 9 Premal WoIsis YNsEULI UBeMTqUIad “LEH ‘euesye] B12) | Suefuel ‘serounwes weysis ‘ueyedusuad wep isestuei0 | ‘Temezed ueeuratisd) Was weeyoesueg| “p reuasuaut c or ooT or So] Sued rexoduropesued |“ ueyefiqax [zr o oot) 8 wliay mpsIsoId | “a ~uexpetiqay, PIO; [z Or Oot or jsesjuesic imaynns |e eArepy | %07 eyel eiod | 7@ s oot oo‘oT 0% Tr) rior qns ‘cans + 08 00's or vreday nese Bpsieg mywoyIp wep vio eisury | wan /daNs eredey qafo teeSuayepueyrq| -q uednS3uesey upaexsuTus yy | 7 Zo0c wayes [9 pBepusunieg uvsreduiod wednsaucsoy | | 1 02 00% or umep jeOUo) ueBuAp uRESasay | “2 ehuepy | %S ueewesuiog| 1 | 6 8 ee 3 gs y £ z ET (ex9) (exe) insu | @b- 0208) venue vewnyoa ‘eng SIH ansun sed LEAR ansup eh sOye ypu) yeqog | Burk yensuwpy | oy TIN ueelued SEH sneup) BIN uswimeg CN1d-Ndd UexdersuaU Ueye Uep yTITECIp req ues Eley Wun Nee Gas WNUN uEPPUId JeULIO -uomng uaredngoy, yoruueured uafimyfur] yp yRsaeg uMuy uRUPART Uepeg WeETENoY UPPIOSHUad Blog URdeloU|d WeFeTuag WeMopad : Buewusy zioe snpmnby 4: poaauey zioz unyeL, GF uomny pedng wempeieg A uesidure JOWION, | \9 oe OL ueressuy eq HOOT | 00'e ‘yesowp Ip nxyepoq Suvd dvs eeeTTeoy, weSuensy, ueSuap renses unreiBue isvsypay uvsodey| -e ‘wesdey | _%0z, uaiode' | vy Tee 00%OT +r lerever ans = Stes 0s or TRBURTIAY OET TSHAAOIT | —"P ST s os'0 OL SEVATIY /fecorsesedo werodey tsyohoLg | “9 weunye} oT ¢ 0s'0 [or wourou reyokorg | “4 ¢ upsuonsy oT ¢ os‘ or Sex stuw wsxeko1d | —e. rsxah0ld ; aunty? os ie os‘o oO wrewfoid ueeuesyrjad inpasold | “Pp guepdroug ST $ 0s or trersord qemel Famssireed |" iru & OL OOT ot ueungy ¢ uvedriquing | “4 Feussusu 1 or COT Or TeUNyE) G uEBord uerequieg |e uerequren BTouly, | uepedeouad © o- co'r | or rentopuea | uepetieg unye) efroury easeL| “4 qe eT 9 ond Lo eLouny JoqeaIpuy | véuerpesso], (eeyueur eleuny uEp Uestensy eLouDy =—— td 8 8 ‘qeue dey elroupj) ebraury weredeouad 00'r uesusp uedord ‘tsrur ‘isis uerensasay| “qd sBayeng © OL OL CWrad wesuep urerso1g o0't ‘ueUnUeI ¢ sTusig ensuay uerensasay | “2 exurequresio } 1ST ep squsta € oO 0O'r or Iwi, UREyeAuod s@yeng yom wep is ueerdusog | “2 virepy | %0e wueouoy | ¢ St eZ OgOT 9S Terrevor ang 6 Z s v £ z a (ex) uneun ‘Ip uewnyoq rquig MHD Pcie ‘Buek JOH UI joqoa | Suek ensimupy | “oN aN insur, rein wawinyoa, ] sys eases | ‘aurea oo'b oT uesusp: 8 ob | Was exe ueenye) mere8Sue wep squeig sfforeng reypes19305, eueousy ueBuep yids ereuE ueIEy |e “edirepy BISUD, 482} wep suet 0 ° o'r 0 inanyREadp mk Was tsuap umrensasay wep rensas ueuedejad stuof uedexsuajy | uedexBuapy ZT = 0s. THEA BHATEION, € OL ‘OL Usyjepurip wedep Uep UEAsTaA ueuesejad 90 ¢ ‘oso edmyp ede nanan rep srt ream Zz or OO TEIN, wefusp rensos weuekeiag eT 9 oot SNOT Bek was | _%07 ZepurIS 0% oor Too'or Oe WTF ans ‘Spores ¢ 0z | OL | ‘eueoUad Ip epe 3uBA J0yeyxIPUL LeZUEp 0%. | vesuensy Pleup; vrajue Ueensesoy | “qd vSSTOpuT UR IATA | isqjord iszisose uexdeyoqp Sued suN UNITE b id 00's or Jepueys neje/wep yerep yeruuouied ueSuenoy | | eped nyeyeq 3ue4 uewoped uesuap rensas ueiode| |__aenap ueatensy meroder sere uerewRo | -P sare mene ] ] ‘BISsuOpUT | Jsuevunyp isayord rsersose uexdeoup 9 oe cote oL ued suey sepueys uedusp rensas upe qepns aere/uep qesep yeruouied oped rapeyied Suef efioy Sued uesmgesod ueBusp ness vovs0N | -e_| vowzoN wesodey yean/aais é @ Zz a g ¥ t (xa) (x9) antic, rewip uewinyoq uD imuniod | ot tg Buek J0}e1PU, yoqog Wan | ueeiuad ise snsun RIN (pwn) IVUNGd WIL VOX c06 ves 00°09 BOE (9) a/s (TWO g ‘OOF ooor [0% ‘Toy rev gas | uapuadeput cas pavo98 IPRVIC, © oF | oo'g or vreday neve epyag yal mye eLay, aqnum eipas.og | wan /daws eredey yaforuesuepepueniq | “4 ueeyeduieg T 02 00%. oF ‘Wexdayip sueA jeuUo; Weduep ueTeNsesey |e esuepy upnerg ynqun 00°OT | nny erposs9g Oo'e pay aneeL | “a remy turog ° 0 00'2, 0 NT wFeqes ueynfeSuow umppqos ypny neye aapeza, "dd Wie spe uae pee peo | eo | vermeednseH | %s pny uerodeT Por a coor [as reer ans EISEq z or ereday rep | oo't ol weyesaduiad ered Beday euro] | = vatrepy uereSSuv wep 8 Z 9 s v £ z (x9) nsun | (0-9 B18) renuip uowny4oq ewig snsuniod | ei'olog | 2neun ‘uek JO}EPU yoqog | 8uek peqsiuMpY vepiues iseH 324 21N, snsun IN vawnyod 0 ‘eliey anpasoad Pe TEPLL ] qeaeiSuniainy wep Sreusmom eeuseiny ueewessypad | |_¥ _| spe mere ey Seay eennt may urepep ueynspeyp Auek anpssoxd | dexgua] qepn sesny ueeresyepd inpasoid | uep umeqef Sulsew-Buseur qemel | 9 __| tmoren ‘quavef Sunsitey uep aureuamam epy | unsim; wee Suouonom ueyrequessuow | oO | dewydus] Sue mpasord epy |etiay —npasoig eax = anpasouy | efiay unpasoug | > | ImaxNES epe TEDL | 3 deysua] Soemy Gays EPpy qpael Bans3ury | "| neqe Eueuamom ueFungny wep qqys Bped “200g UNYPL 19 HBepuousg | wpe Suek weyequl iswsod ueyseque#Zuow Of | ueBusp renses ‘dexBus) uep amaquns epy |resiueB.c ag esUEBIQ IPAS Jsesresig mens | cas | vredsy mere epysg MyeIsypP BOs elroy ads ereday ney o fresueepumyid PLL BAL | mg/qays wredoy yoyo TeSuerepucyp wep | upyog MUPIap Uep vfioy 31Un /ddMS Or quesuejepuEyg wp | deyBue] suey yepns Buvk yeuoy yeTEpy eeday yao tesueepueng | 210% UNE] OT Jowox tong Hedny uemjerog uendure] urepep emg ureBtop ° ronsag TPL | rerses ue Bud yeunoy cavjus yeepe ueydejoup Or Teneog | ueydeoyp yeurioy usSuop uernsosoy ‘Sued qeur0j ueBuop uerensosay | | IVIIN ‘AVNOISVadO ISINIAG IVTINIG ONVA ANSNA ON ceSurp8ury ip yeseq wey weuEde] Uepeg eseNay UwEpo[>BuDg vlog Uedwssueg Tere|Iuag WeUIOpag ‘TWNOISVYGdO ISINIZAC ‘uomg warednqey: yetuuouted Bueyaay, z10e sap Poly 77: posse, ut oz mye. by JOWON wong Hedng uempeieg [A UesdueE) “AWfda wesuap eAuuEyTey wpe 8 yepy tmureu seypiqeymse waists BXrepy “PE Aq Sues uemniesad uevap rensas deyxBua] ot furd vhoupy sermiqeiumype waists vArepy vfroury steuqieg sermqeiumTy wojerg | eLioury sweqreg seimqerunyy msig | 4, a SPs wun Spe ACPA qorsunuTes imgjs1s wep weyedmouad “uaunmaar z weypliqay prem eduey WS TexpoTBueg aurey Suefuer | wep ueeurquiod ‘efioy ueSunqny uesmined v weyeliqoy Henosy dexaus) Was reero[sBusg wesiiquiod upp ef ueSungny wesnanmed rewosueur (ube 9 _|_erefaarrensay destino; was MOT Rtd | yedunquy uestyrued ‘juouysrund ep eGiay uPdungny uRSnynMad uefa | pmmor wore yneeuLE MesUTquUIEd ‘sey 8 qenoey ‘deysusy Sued WOS Teepo[sBued | Suefuaf ‘wsesunTe! Wass ‘ueyedursuad * (Nas) Or deydua] Sues wag Teeposueg | —‘emvBad uveunzoued) _as weeopSuey | vsnuew ekeq Joquing UPK|OPBUad | _O ‘S180, 0 Sued sung uespjodwoySuad epe TepLL “jensos UPA Ekuueyeduouod Gunsoddns) Sunympuad wep (ss01A108) 9 | tdeyar sv8o] Sues sBury uexpfodusopeBued epy | weuedeped asHunyrsiuny umpjodwopesueg — “UayUT | ueqepusiued dieuud ueSuep rerses uvp | exSuo | oo] Sams jenanm®zo anys uexednioM ot ‘uep si8o] Sues isBury uexpoduojadued epy si8o] Sues isBury ueyodwope8uag siSo] Sued Rung veyoduopBueg | ¢ TVIIN ‘IVNOISVUddO ISINIAAA IVIINIC ONVA MNSNN ON or (Bojerq Tsy ‘eruPT) dexBug] ues uvdurogduy wep yequT wrep[ojoBuad peusiconr iepeliqay epY uep UesUMNBUT] WeElojesued uemyE/ereD eye Suejuay weslesy YeTEpE YET uep zeSunySuy, joreBuad uesyehqex yequry wep uvSumyguy weejojo8uod ueyeliqay | 6 BEE werefiqe, ep ueSueney waIsB UPD OPEL, ‘wo aons3 Uep JSURTENI WaSIs PETRI zEpA Wer} ys0o j1uN siseqiaq ju) wexeliqay eAuEpy | dvs siseqi0q ISURUTEE UD}SIS UAyEUNIBUEW xePH Ideyo) ueduenoy wee[opa3uad masts epy soo um weBuep Tenses aures jum weqefiqen pumuou Ey Wdeaey [avs TOT MVS) TeBrenoy wasis rpoUNsIuay 3803 yun ueyzresepreq jurer wertefigay| PYEWIOUE wep (qyg) UeBuenay wee[opasuad waysts epy 309 TUN wEaTeSEpIAq Jae) ueyelqoy wep dex3ua| Sued |yys) [eRe ueduenay ueepopesuad ways epy (uesuenay uep isuermme exaisis ‘Ipisqas wep isco qu eyesepraq jue} feuasuaw uexefiqoy) UesuENsy UeDTEhGey ueBueney usehqed |S SEUNGRIUNAY WISTS PINE TEDL, ‘Slusig eNSusy UTEP upsenqntyeq yeph uep mM yee PETMSUT SPpR unuren ‘seer waysis RAtrepY OEE, MR PTR BUTRAOUE arpa Weis) seyiquieme wasis BAuEpY IVIIN WNOISYNadO ISINIASA IVIINIC ONVA HASNA ON | ‘BUBA SpA fensos EyeUESHENIp nee NeqUINIp snuey Sues niensos wep ‘ueyeftogIp cree Suef ede pustuedr mepeqmefBuaw TepA Jeren ydeqoy despa] Burd pera tree Atiad epy umyeliayip meye Buel ede reuaSuaw uexyrequressuaur yepn eAwsTu juedenp Buwd edeps wep weyelraduour ueye Sues eders ‘ueydeyap Bes ISA pensos weeUESTETP neve veqMaD snrey Sued nyensos wep ‘espe fiosyp wee ued ede reuaBuow ueeesued yerepe IST (eAuroreyroul epy) maMa1esiq ¢ ¢ wdejo) dexBu9] tsta UweveAusod epy srisyear sney° — qeauaures yeSteues wexpresoB3uec ‘cespyer9B3uaw epN wep sisted FePH ep Sueyreusm Baek mewyekitiod 9 yor tdoqoy ‘Jortn up Tora teeTeAUod wpY | tur qees wpetion qeqo-repo9s wedep |) Sued uedap eseurreveSuau uereques « RSeUr Tey Tequressuraut yepN BAUISTA nem 8 Jdey93 Jortu wep Feta HeeyeAued epy Bueyepuaw unyei ¢ epoyed ynyuA Tedorseiade istuyep aeuap Moqeng eusuay eped or ponsos Sued yore trap yeyA treeTe Atti BPW nr treeye Krad witrepy IST Uep ISTA Ueeretured | OT ueaunyacy | a uep Yequry ueelojafuad uesehqay wDe EPIL Yequry meejopauad z epe aepn dejo} cefunaiuy ueefopafived epy wesumaysuy Teepojsuad + epe epa ides) vequay ueepojaauad epy eles opsy neye ‘eles Bojorg “eles wun ueBurpsuy, 9 op yequny ueE[cpS:1od ueyehiqox ePy spourysy9 SISY wep wrap wesuresuy | eniacat paiiayaped eee 8 nep yequyy ueKlojeBuad ueyEhgax epy | ueyerpsoy ehtTedeoroy RITARN UETRp TRCUAT IVTIN AWNOISVaadO ISINTAaG | IVIINIG ONVA UNSNA ON "NaS Uep eliouny 2872) PITETOUT apy deja; dexSus] ecxoupy wer epy or WNdS UEP efouny eBay) UvBuap doySusj vaxeup] worn wpy (Wd Wep eBayens o8re1) weydeyoyp eral Bue eda wep weBueduniuad | euupy nyeBuou yeyun yexueut uup weluuney ‘uvueseed whoupy awn] efouny sorerrptt | eT peed uep uefueny ‘ueuEieied vfioury wepedesuad welusp uneifo:d ep sstur “Ista ereyoe ueTensasay EPe TEPLL eejuenr efiouny ueredeousd ueBuap rensas wesSoxl squr ‘1s1A ‘efes uaduenay, neze ples wenesejad vbeury weredeoued uesusp Fensas wexBoxd “Sqr ISI eee WaduETOy wep uvuedefad ufioupy weredeouod | ‘uvBuap rensas urexBord ‘1st ‘181, | “esrereseow eq WeyweU! UEP | ueSuenoy ‘ueuedejed efioury Ueredeouod | ueBuap rensas wesdord “Isrur ‘Ist, jooyuens vlsouny wep unBirenoy eboupy ‘ueuede] elioup; ueredzouad ueSuep ureBord erm ‘sta uerensasoy freeperour ehouny wep weiuenay eltouny ‘ueuede] efiour) eloupy uemdeoued ueBuap uuresdoid ‘Ist ‘Ista Uerensasayy a CINE s¥Borens uesefiqa; ueSusp rensas Yep sTusig ensusy Gniraa s@arens uspefiqoy uraBuop rensos stusig esuay anraa sioqens ueyeliqay wep Suedundtaur yepy Sued stusig ensuay Yeepe Wray wesuep treunyp) ¢ stusig ensusy Terns Wray weBuep ueUNYyE) g SUSY ELsusy URRNsosay (SII Usp Win UeEyedured wpe AEPLL Bacaaepi weduSp FeRses jussepp Sued eders usp meyelrofusur meye Hued eders ‘ueydleyoup eAufompiq teauap Tenses | IVIIN VNOISVUadO ISINIAGa IVIINIG DNVA UNSNN ON wedapay Toney Sey Usp ANSew sey peTesuoME or umYEs Sey Ste pousUoUE Te-equIEE epy | ‘uezequies YsTepe sex sture 133aSOIg say snue ssxa4ons | 61 enediord | ° teeuessqeped mposors meqeligey PY TEPML wosBoad cmeM@oid | ummuesyepd mmpasord Suey) uexeliqoy ot ueeuesyeiod snpasosd werreliqay ePY uereoe ureio.d ueeuesyejed mpasotg ureioid ueeuesyejad anpasoug | I sBaens 0 urexBoid wped qemef Sund3ueued wpe TPL, sioyens wresBord “sorens | depeyroy qeme[ SunBiueriaq Suef Puosred of | wresBard denos eped qeavef Suns8ueued epy uprepe ureuSord quan Buns3ueusy ureso:d quavef duniueusg | 11 | “uedapay une) S ye 0 ‘UeUNYE) UPRABIQUIOd Uerequied BOE TEP | uedapay untye} ¢ wureqas meyrrnarp Bred uedepey cays) | ueunges meedviqwod reusBuoc weroqured ot | ¢yraun ueunyey uwesterquiod werequres epy | yepe neuiR) ¢ HRRAAIQuiag UEHRLGAN ueunyer s ueedeiquicg | 91 ] Rjusig Siiareng eueouay WeTep Ip UU eo | ‘ueUNYe} ¢ ureoid uErequred eDe YELL | ¢ eureps ueuNYE) uesBord eXurequredssy a | ‘UeUnye) § weiBoad uerequied epy yepepe meunyer ¢ meaBoud werequrep weunye; g wesSoxd weep | ST oO | ‘wepeliag unye: ebouny oe wpe TEDL uemy@uesiog 3uek unyes eped susie sRusig BHeuey Ureep UEpiieg | — wrsusy Wepp unyues0] Suk eoww.nE or unye; eped sioqens elioupy 19312} 30848) Yppepe UzTebag uNYEy ebouDy yosrey, | vepptieg une eboury ~8reL, | yt Was undneat a - 0 sorens p3r) “eGouny ueIsIn wpe EPL Wids undue sBarens + yore} edirey deyStror efrouny cremmyn epy ‘eaves yore} pron 9 sepa deyay dexugy efiouny espn epy IVTIN ‘IVNOISVaadO ISIN IVIINIG ONVA NNSNA ON {or uaiode] suye Weye}¥O uouOdMIOy trep PETC | Saye Wye UauOdmIOy wep eULIOY urezodey seye weTeTe) | Sc | eIsouOpyT isuajUMIpe IsaJcxd seysoRe | naypeq Sues uvsnyerod uesuop | usydejayp dues jsueunazE repueys uesusD | o Fenses 4Epy POEIeN UeUedwOy Wep LCG rensas neqe/uep qexep yeruuauIad Tayeyeq Buk wemrwed ‘eped mypisog Sues cremyerod uesus9 Of | weSuap rensos vowsoy uouodmosy trep remo yensas worsoN UouOdMIOy Tep IeULIOg weowien | $2 “avg ueep ueuropad ueSuop tensos ern veressue ° jsesrjar uesodey uattodinoy trep Taos! “dVS Yesvep Ip tayzpeq Buss dys Weep epe weyep uewozad uedusp menses uereBaue | —-BueA WeUIOped ueauOp Tenses UereRsUy or estes uesodz) usuodwor Uep yeuLiog | sestfeax wezode7 usuodmoy wep euLIOY uereSiuy reervoy weiodey | 9g wodopay Ung | ° g3Ru:n veateay O[seT KOT EPY TRPLL edapan anees'g armen. wedapox | ueSuenoy ose: sHapur ueespjiod reusduow ot unqen g anja weSirenay oes s5f9f0xd epy | werequmed yerepe wefurenay orser SHaKOI ufirensy osen syd | 7% ~uedapay une; ¢ UT ‘wedapay une! ¢ yMaUN [euOISEIedo 0 Teuorseiado wezodey syadord epy TEPLL erode] uauodmoy wexesaq urerpiiod “uedepey unyE) yeusSuour uvrecured | ot ¢ mun [euoIsesedo weL0dy; 1s349S0Id py yerepe euowseiado uesocey isx9K04g Jeuoisexdg uvzodey w2y401g | 16 - “uedapay wedapey 0 unyey g yyUN weIU psKosd epY >TEPNL| — uMYE: g ANIUN eoBIOU URTEP oMCdUION, ~aedapay denes weresoq ueespjiod rous2uout or myer ¢ yng wowrau yasord PpY uemqumel yerepe eoes3u 's%a40.d vowren sH2400d | 0% | mdapay une whousy 338.09 | o § Sey ste reusSuow uerequied wpy TePKL | —_ ueBusp jensas wecapay LYE ¢ eUTETes IVN AVNOISVaadO ISINIAT | IVTINIG ONVA NNSNA on noyepeq Fues Yeap yptupaued eped ueanzezed reye/wep visouopur sumjume Isojord Iseisose upro texderoup Sued isueiumsye zepuris ueSuap rensas voezau syasoad /esouBosg yeiunowed wped uvmgeiod ney /e> eisouopuT jsueIMAE Isajoad iseIsose Y2I9 ‘uvydeioup Sues isueymae epueys weue2 jensos eoessu tsyaford /esoudoay OL urefep UsUedmOy Uep yeuLIOg Weep UauoduI0y wep eULIOY eowsau Isyakoig /esouBold | 87 nayepoq Suek sueiunye Jepuwis _ a ueSuop menses yepp feuoisesedo upiode] 0 wyaivid/ esousoig UaUOdWOy UEP PEuLIOY Toiejdeq duek isuBjuTOpE noepieq Bued rsueyunye roptmye tmeStrop renese peuoreezsdo wesoder | repays teBuop Tensas Peuarserado imrodey Teuorsesado or 1s4yasoud/ esou8oig uauedur0y uep yeurI0, | 1syehord / esoudorg ueuodui0y wep UIE, uviodey weyhord / esouZo1g | 1g STUSiq Si@aqeNS BUROUAL Weyep UESUENAy, ‘ebouny 72838} wep vfroury yoRrey ‘efroury, aoye]IpUur UeBuEp UBTeles AEpH neye Tenses sfeph weztrensy wesodey wepep uesuensy, 0 gheun uep ebeuny jaBne) “elauny opeqrpuL onaoiq eiloyene wuvoUDE stusiq s#o1ens eueotes weeTep wepep uedwenay efssup] 328163 uep efromy | UPFUENoy wLrouny Brey wep vfrouDT 98.163 yeBreq ‘efiauDy 1078y1PUI UBBUap WeTelas Nee ‘eLoury JoyeyIDUI UesUap Uepefos NET | siBoqegs Tenses ueSueney uesodey werep ueBuensy | nsas ueBuenoy uesodel weyep ueBirMey | vUZ0UET Ip wpe Sues 1oreATpUT UBBAP or ehoury wep efroury yoSre: ‘eloupy sorexpn | eboury wep vfroupy 8m ‘wfiauyy ioepUT | we8uenay sfioury ererue ueTeNsasay | Oz tafeyiog Buek “eSauOpt] ueulcpad uesuep rensas yepy uesceNsy isueunype qsajoud Isersose weyde}ayp ° masode] sem were eo usuoduroy wep peuLIOd EUIUTUYS IepURE-NEU/Lp YeIUP TEES qiowed oped ropeyoq Suef uewopod | SweX trewopad treirap pees meaArANA|y ueauap rensas TengIp uesuensy UesodeT “ueSuenoy | TWIN ‘TVNOISVaadO ISINIad IVTINIC ONVA NNSNN ON "Spepear yepn ideyo} ‘mrp yedep uerdeouad jenBuy “wedu ene Te Boy Tipjhany wAuueredeoued eysU wep snsqmar ‘ered renss9q wereBBoy anmup edep eduusedeouad qex8un ‘snsmear ‘veda ehuveseBoy yedeopp ede wspedsoued aman ojo refieqas rey weynotmarams yn, JOIUTUIOUAp wep LO}UTUIO BPE XEPLL, ‘Geredeoued imajn yoyo reSeqas repu ueyounwwaur ndurew Suek soyeuTWoUep Uep 1OeUTWOU epy weydeyor1p ‘yeloy Sued repuvys ueBuap rensas yep yedep wéuueredvoued 3ued VeyEROY anginal og WS &Pe TPL Teweieped | nynur wep sptaf eped snyfo; EPA Was UeuEAGeE Cant eped sro sep Wdezo} vouwAued eual wped EMO; WAS: umtrefead syualeped snaios aepn ydeier uouedeped nin oped srofoy Was or "RBUNy Uep sear Suelunuem yraEN ueuedvpad nanar wep stusf ped soy Wes psRumy unp seny Soefemcaur uA weuedejod nynur uep stuef eped snyop piureuedejad weyewoy 3u2k Was TPP smyjog Tage preg Sues yessep Yyeumoured vped uemiesed meqe/uep BisauOpUT IsuRyUMYE Isayoad IswIsose upro ceydmap Sued smenpe cepusis ureSiuap rensoe vowsatr jexyafoud /nsomRotg wrelep usuoduioy wep yEULOg Tyyepeg Sues yesoEp 6t IVIIN TWNOISVUGdO ISINIIGA IVTINIG DNVA MNSNN ON oT TSRSSE TaULIoG | Posse Tiprielp wypoeiog UvETAIDd waMAIOG Wueriwaig; Tap ueTETESH | BLS Tey | antaiad “| 0 phy TSH EPY FEPHL | wosydesouoms yraun mesnfeuour umpass | aNTe TeSeqes eynfeBtour umMjaqes or pny ISH BY dA YP sAppesor nye) upMe sen | de YO! sePTESL UND Une sex | LE — ere eeday 0 yesoeq ereday uesue) epue} wpe XePLL | jodmnays wep uesue] ep) BAUEpe URZUAD or ‘Yesse epedsy uesue) epue: epy Tepueyp Sues Wag wournyop weyesqvoy yeroeq vpedoy jseuisoq | 9¢ WEreaduy UEp Silsig EnSIDy WeuSp 0 WdS eigiue sepa! Bued uesungny epe AEP. rarratiyeri acne were eareases|| mee GeniBuy Uep siusig ease UeBuep uep stusig song eUesuag UeBUEP uese@Bue uep siusiEy sBereLIS or Was Bree sejef Sues cesemgny spy Nag erece sepa! Bu2k weSuneny vpy | vivoUDY ueFusp pag eueyTe UEIEy | SE “rapopiog Sum 0 Rds weBusp Fenses yepa usuecejed sruar revenge Wpeyeg Bue) emyurur weweserad sepueis ueSuap ensos creynoreioqip BuwA Was uedusp or dg we8uop renses weuedepd ruse | qaUs Y>Ie LeyLOGD Fuk weuefepad susp | _ensas uatedvpd srrof uedeyBuaiay | +e 0 Type BysuBIay wpe FPL, 9 un yepn faa nipeM eSUeIOy py ‘unyeidoy reeuvexpjod npyem ueredoioH, | OL qeds) wep Spar ued pew wBueisy epy | —_uep uesepofoy eAUELY NDTEM BABUEIOW nppem eySuessy | e¢ - — is8ury wed | sen) Suefunuou ynqun wiesradip yedep ‘uep weyesjioq ‘IeesTuekso Uep yerereAseCE uesyepurid yedep 3ePp wep Gess[eU TWPHL | weynynqay ueBuap aepefos Sues weyetBoq ‘ueypepuerq redep wep weaspy | ‘edupe ueyqeprrerp qedep wep mmaapay weyjepueig yedep wep ueAasy | Ze spear a 2aepH wep snaiTup edep yePH usrEHBEy IVIIN ‘VNOISVeaUO ISIN oN IVINIC ONVA UNENA das Fredey rere Epes aais O | -Yajo mredueiepuenp yepn ueeresued yeing davis eredoy ‘erecay new epyag dus Predey neve eye epyag Yao Mesueyepueyp ypqo myeyayp efay Wu /IdIS or _ | epyeg aro rwedueyepuenp uesrestued erg Upnerp erposiog ueryeAurag vpday Yeo wesuelepmeNG | que Zoos PRL, 19 xowoy HeBoN wETEG HOS HEMIEIOG 0 fensag 3PPY, POULIO weep ueadeyaup yee) Sued uesuep ueydejoy:p IV1IN IVTINIC DNV HNSNA ON WNOISVNGdO ISINIGSA