Anda di halaman 1dari 14

TUGAS AKHIR MODUL 4 PROFESIONAL IPA

GETARAN, GELOMBANG, BUNYI, OTIK, LISTRIK, DAN MAGNET

OLEH :

Nama : Fenny Khadriana, S.Si

NPM : 19020509710775

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG) DALAM JABATAN

ANGKATAN 4

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

TAHUN 2019
Tugas Akhir : MODUL 4

Nama : Fenny Khadriana, S.Si


NPM : 19020509710775
Universitas : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Mari Kita Kerjakan Proyek


Topik 1: Sistem Kerja Radar

1. Permasalahan
Pernahkah Anda mendengar atau melihat radar? Radar sering digunakan di bidang
cuaca, militer, kepolisian, pelayaran, dan penerbangan. Carilah informasi tentang radar
yang meliputi sistem kerja dan manfaatnya di bidang-bidang tersebut dari berbagai
sumber!

2. Perencanaan
Carilah informasi sebanyak dan sedetail mungkin tentang radar. Susun informasi
tersebut dengan baik dalam bentuk makalah/poster dan presentasikan hasil kerja Anda.

3. Pelaksanaan
Lakukan kegiatan pencarian informasi tentang sistem kerja radar dan manfaatnya di
berbagai bidang.

4. Penilaian
Penilaian dilakukan berdasarkan:
a. Produk berupa makalah atau poster tentang sistem kerja radar dan manfaat radar
pada berbagai bidang.
b. Presentasi makalah atau poster tentang sistem kerja radar dan manfaat radar pada
berbagai bidang.

Rubrik penilaian tugas akhir


Supaya tugas yang Anda kerjakan menjadi terarah dan Anda dapat menyelesaikan tugas
tersebut dengan baik, maka gunakanlah rubrik penilaian berikut untuk mengukur
keberhasilan Anda dalam memahami materi.
Tugas Aspek penilaian Bobot
No.
1. Permasalahan 10%
2 Perencanaan 15%
3 Pelaksanaan 25%
4 Hasil pengamatan 30%
5 Kesimpulan 10%
6 Kreatifitas 10%
Total 100%

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada mulanya, penginderaan jauh yang dikembangkan oleh para ahli adalah
penginderaan jauh fotografik yang menggunakan spektrum tampak. Sejalan dengan perkembangan
ilmu dan teknologi, tenaga elektromagneetik yang dapat digunakan untuk penginderaan jauh
meluas ke spektrum yang tidak tampak oleh mata, yaitu spektrum inframerah. Sistem
penginderaan jauh menggunakan tenaga gelombang mikro ini baru dikembangkan sejak tahun
1950-an.
Sensor penginderaan jauh ini terdiri dari dua jenis, yaitu radiometer dan penyiam.
Penginderaan jauh yang menggunakan tenaga elektromagnetik pada gelombang mikro dibedakan
atas dua sistem, (1) sistem Pasif, dimana menggunakan gelombang mikro alamiah, (2) Sistem aktif,
menggunakan gelombang mikro yang dibangkitkan pada sensor.

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang dibahas dalam makalah ini:
1. Bagaimanakah sejarah perkembangan radar?
2. Apa yang dimaksud dengan radar?
3. Apa komponen dari radar?
4. Bagaimana radar bekerja?

C. Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah:
1. Untuk mengetahui sejarah perkembangan radar.
2. Mengetahui pengertian radar.
3. Mengetahui komponen dari radar.
4. Untuk mengetahui bagaimana radar bekerja.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah Perkembangan Radar
Diakhir tahun 1940-an, radar telah diintegrasikan ke dalam sistem pemanduan lalu lintas
udara . Sejak itu telah banyak kemajuan yang dicapai baik peralatan maupun prosedur sehingga
radar saat ini mempunyai kinerja jauh lebih baik dibandingkan yang dibayangkan semula beberapa
tahun yang lampau. Peralatan radar saat ini telah dipasang di hampir seluruh unit pemandu lalu
lintas udara di seluru dunia. Sistem radar sangat membantu tenaga pemandu lalu lintas udara yaitu
menjaga keselamatan, kelancarandan keteraturan lalul intas udara.

Keberadaan radar pertama kali adalah merupakan gagasan dari dua ilmuan Jerman yaitu
Heinrich dan Christian Hulsmeyer, pada tahun 1922. Percobaan dlakukan oleh kedua ilmuan
tersebut dan selanjutnya mereka dapat mempraktekandi lapangan. Mereka gunakan untuk
menghindarkan tabrakan antar kapal laut di lautan. Dari situlah akhirnya membawa arah
perkembangan radar. Sistem radar pertamakali digunakan pada tahun 1925 oleh Gregory Briet dan
Merle A. Tune dari Amerika.

Pada tahun 1930, dilakukan penyelidikan penggunaan radio untuk mencari kapal laut dan
pesawat terbang musuh oleh Angkatan Laut Amerika Serikat. Dan hasilnya adalah alat tersebut
mampu mendeteksi pesawat dengan mengunakan panntulan gelombang radio. Setelah berhasil
dilakukan lagi untuk selanjutnya penelitian mengembangkan instrument untuk mengumpulkan
data, mencatat data secara otomatis dan mengkorelasikan data untuk menunjukan posisi, sudut dan
kecepatan kapal laut atau pesawat terbang.

Kemajuan berlanjut pada tahun berikutnya dilakukan oleh Angkatan Darat dan Laut
Amerika. Selama Perang Dunia II, industri radar mencapai puncaknya. Banyak perusahaan
elektronik yang memperoleh kontrak untuk pembatan peralatan radar. Badan Penerbangan Inggris
mengakui kuntungan yang diperoleh dari radar dalam sistem pengendalian Lalu Lintas Udara.
Pada Badan Meteorologi Amerika memanfaatkan radar dalam melacak badai untuk mengadakan
perkiraan cuaca sedini mungkin.

Penggunaan radar dalam pengendalian Lalu Lintas Udara pertama kalinya adalah untuk
alat bantu pendaratan. Setelah pengembangan peralatan yang lebih baik,peralatan tersebut
kemudian ditingkatkan untuk mengatur arus lalu lintas. Radar telah memungkinkan pengendalian
Lalu lintas Udara untuk melihat dan mengarahkan pesawat guna menghindarkan tabrakan antar
pesawat atau antara pesawat dan rintangan di darat.

B. Pengertian Radar
Radar adalah singkatan dari Radio Detection And (Radio) Ranging. Sesuai dengan
namanya radar digunakan untuk mendeteksi posisi pesawat yang dinyatakan dengan arah atau
azimuth yang mengacu pada arah Utara dan pada jarak (range) tertentu dari antena.
Radar bekerja dengan menggunakan gelombang radio yang dipantukan dari permukaan
objek.Radar menghasilkan sinyal energi elektromagnetik yang difokuskan oleh antenna dan
ditransmisikan ke atmosfer. Benda yang berada dalam alur sinyal elektromagnetik ini yang disebut
objek, menyebarkan energi elektromagnetik tersebut. Sebagian dari energi elektromagnetik
tersebut disebarkan kembali ke arah radar. Antena penerima yang biasanya juga antenna pemancar
menangkap sebaran balik tersebut dan memasukkannya ke alat yang disebut receiver.
Sedangkan alat pendeteksi konvensional, radar atau kepanjangannya Radio Detection and
Ranging, menggunakan gelombang radio untuk pendeteksian. Jika gelombang yang dipancarkan
mengenai benda (dalam hal ini adalah pesawat) akan berbalik arah, dan waktu yang diperlukan
untuk kembali lewat alat penerima dapat mengetahui informasi jarak, kecepatan, arah, dan
ketinggian.
Perkembangan radar menambah peralatan baru yang bernama SSR (Secondary
Surveillance Radar) sebagai pelengkap radar (Primary Surveillance Radar). SSR merupakan
penemuan militer yang bernama IFF (Identification Friend or Foe). Cara kerjanya setiap kali radar
melakukan “sapuan” gelombang maka disaat itu juga sinyal berfrekuensi tinggi akan dipancarkan.
Sinyal ini diterima oleh transponder di pesawat dan akan memancarkan sinyal untuk dikembalikan
ke stasiun radar darat. Ini akan memberikan keakuratan terhadap lokasi pesawat daripada hanya
mengandalkan gelombang radar semata.
Ketika kita menggunakan radar, kita pasti ingin mencapai salah satu dari tiga hal dibawah
ini:
1) Mendeteksi kehadiran sebuah objek dari jarak jauh. Umumnya objek tersebut bergerak, seperti
pesawat terbang. Tapi radar juga bisa digunakan mendeteksi objek-objek yang terkubur di dalam
tanah. Dalam beberapa kasus, radar bisa mengenali tipe pesawat yang dideteksinya.
2) Mendeteksi kecepatan sebuah objek.
3) Memetakan sesuatu, misalnya orbit satelit dan pesawat ruang angkasa.
Dalam pesawat terbang pun sebenarnya penggunaan radar sangat signifikan. Dalam situs
Wikipedia disebutkan, pesawat peringatan dini (Airborne Early Warning -- AEW) adalah sebuah
sistem radar yang dibawa oleh sebuah pesawat terbang yang dirancang untuk mendeteksi pesawat
terbang lain. Radar ini dapat membedakan antara pesawat terbang kawan dan pesawat terbang
musuh dari jarak jauh. Pesawat peringatan dini digunakan dalam operasi penerbangan defensif
maupun ofensif. Secara ofensif, sistem ini bertugas untuk mengarahkan pesawat tempur ke
targetnya. Secara defensif, sistem bertugas untuk mengawasi serangan musuh.

C. Komponen Radar
1. Modulator, adalah alat pengendali transmitter dengan menentukan waktu dan jumlah sinyal yang
harus ditransmisikan.
2. Transmitter adalah alat yang menghasilkan energi untuk sinyal yang akan dtransmisikan.
3. Antena, memfokuskan energi sinyal untuk dipancarkan ke atmosfer dan mengumpulkan hasil
pantulan kembali dari objek.
4. Duplexer sebagai penghubung antara transmitter dan receiver.
5. Receiver sebagai penguat sinyal kembali yang diterima antenna.
6. Signal procesor sebagai pengolah sinyal kembali.
7. Layar tampilan, menampilkan informasi actual tentang pulsa yang telah kembali.

D. Bagaimana Radar Bekerja


Radar bekerja dengan menggunakan gelombang radio yang dipantukan dari permukaan
objek.Radar menghasilkan sinyal energi elektromagnetik yang difokuskan oleh antenna dan
ditransmisikan ke atmosfer. Benda yang berada dalam alur sinyal elektromagnetik ini yang disebut
objek, menyebarkan energi elektromagnetik tersebut. Sebagian dari energi elektromagnetik
tersebut disebarkan kembali ke arah radar. Antena penerima yang biasanya juga antenna pemancar
menangkap sebaran balik tersebut dan memasukkannya ke alat yang disebut receiver.
Prinsip kerja/konsep radar adalah mengukur jarak dari sensor ke target. Ukuran jarak
tersebut didapat dengan cara mengukur waktu yang dibutuhkan gelombang elektromagnetik
selama penjalarannya mulai dari sensor ke target dan kembali lagi ke sensor.
Adapun klasifikasi Radar yaitu:
1. Berdasarkan bentuk gelombang (Waveform)
· - Continuous Wave/CW (Gelombang Berkesinambungan)
Merupakan radar yang menggunakan transmitter dan antena penerima (receive antenna) secara
terpisah, di mana radar ini terus menerus memancarkan gelombang elektromagnetik. Radar CW
yang tidak termodulasi dapat mengukur kecepatan targetmelalui serta posisi sudut target secara
akurat. Radar CW yang tidak termodulasi biasanya digunakan untuk mengetahui kecepatan target
dan menjadi pemandu rudal (missile guidance).
· - Pulsed Radars/PR (Radar Berdenyut)
Merupakan radar yang gelombang elektromagnetiknya diputus secara berirama. Frekuensi denyut
radar (Pulse Repetition Frequency/PRF) dapat diklasifikasikan menjadi 3 bagian, yaitu PRF high,
PRF medium dan PRF low.
2. Berdasarkan Jumlah Antennanya
· - Monostatic Radar
Monostatic radar adalah jenis radar yang hanya memiliki sebuah antenna yang digunakan untuk
memancarkan maupun menerima sinyal. Radar ini memiliki suatu bagian yang disebut duplexer
untuk memisahkan antara penerima dan pemancar. Radar monostatic biasanya menggunakan
bentuk gelombang (Waveform) Namun dapat juga menggunakan CW. Untuk desain radar
monostatic CW digunakan suatu alat yang disebut circulator untuk memisahkan antara gelombang
yang dipancarkan dan diterima. Radar jenis ini mendominasi jenis-jenis radar yang ada saat ini.
· - Bistatic/Multistatic Radar
Bistatic radar merupakan suatu jenis sistem radar yang komponennya terdiri dari pemancar sinyal
(transmitter) dan satu atau lebih penerima sinyal (receiver), di mana kedua komponen tersebut
terpisah. Kedua komponen itu dipisahkan oleh suatu jarak yang dapat dibandingkan dengan jarak
target/objek. Objek dapat dideteksi berdasarkan sinyal yang dipantulkan oleh objek tersebut ke
pusat antena. Berdasarkan pemancarnya radar Bi/Multistatic dapat dibagi lebih lanjut menjadi dua
macam yaitu :
1. Radar Bi-Static Kooperatif : Yaitu radar Bi-static yang pemancarnya sudah terintegrasi dengan
unit radarnya, Contoh dari radar ini cukup banyak, diantaranya adalah radar OTH (Over The
Horizon) seperti Jindalee dan radar Struna-1MU buatan Rusia.
2. Radar Bi-Static Non-Kooperatif : Yaitu Radar Bi-static yang pemancarnya tidak terintegrasi
dengan unit radarnya, misalnya adalah Silent Sentry buatan Lockheed martin yang memanfaatkan
pemancar seperti Stasiun Televisi atau Radio.

Ada tiga komponen utama yang tersusun di dalam sistem radar, yaitu antena, transmitter
(pemancar sinyal) dan receiver (penerima sinyal) .

1. Antena
Antena yang terletak pada radar merupakan suatu antena reflektor berbentuk piring parabola yang
menyebarkan energi elektromagnetik dari titik fokusnya dan dipantulkan melalui permukaan yang
berbentuk parabola. Antena radar memiliki du akutub (dwikutub). Input sinyal yang masuk
dijabarkan dalam bentuk phased-array (bertingkat atau bertahap). Ini merupakan sebaran unsur-
unsur objek yang tertangkap antena dan kemudian diteruskan ke pusat sistem RADAR.

2. Pemancar sinyal (transmitter)


Pada sistem radar, pemancar sinyal (transmitter) berfungsi untuk memancarkan gelombang
elektromagnetik melalui antena. Hal ini dilakukan agar sinyal objek yang berada didaerah
tangkapan radar dapat dikenali. Pada umumnya, transmitter memiliki bandwidth dengan kapasitas
yang besar. Transmitter juga memiliki tenaga yang cukup kuat, efisien, bisa dipercaya, ukurannya
tidak terlalu besar dan tidak terlalu berat, serta mudah dalam hal perawatannya.

3. Penerima sinyal (receiver)


Pada sistem radar, penerima sinyal (receiver) berfungsi sebagai penerima kembali pantulan
gelombang elektromagnetik dari sinyal objek yang tertangkap oleh radar melalui reflektor antena.
Pada umumnya, receiver memiliki kemampuan untuk menyaring sinyal yang diterimanya agar
sesuai dengan pendeteksian yang diinginkan, dapat memperkuat sinyal objek yang lemah dan
meneruskan sinyal objek tersebut ke pemroses data dan sinyal (signal and data processor), dan
kemudian menampilkan gambarnya di layar monitor (display). Selain tiga komponen di atas,
sistem radar juga terdiri dari beberapa komponen pendukung lainnya, yaitu

· Waveguide, berfungsi sebagai penghubung antara antena dan transmitter.

· Duplexer, berfungsi sebagai tempat pertukaran atau peralihan antara antena dan penerima atau
pemancar sinyal ketika antena digunakan dalam kedua situasi tersebut.
· Software, merupakan suatu bagian elektronik yang berfungsi mengontrol kerja seluruh perangkat
dan antena ketika melakukan tugasnya masing-masing.

E. Pengaplikasian Radar
1. Prakiraan Cuaca
· Weather Radar, merupakan jenis radar cuaca yang memiliki kemampuan untuk mendeteksi
intensitas curah hujan dan cuaca buruk, misalnya badai.

· Wind Profiler, merupakan jenis radar cuaca yang berguna untuk mendeteksi kecepatan dan arah
angin dengan menggunakan gelombang suara (SODAR).

2. Militer
· Airborne Early Warning (AEW), merupakan sebuah sistem radar yang berfungsi untuk mendeteksi
posisi dan keberadaan pesawat terbang lain. Sistem radar ini biasanya dimanfaatkan untuk
pertahanan dan penyerangan udara dalam dunia militer.

· Radar pemandu peluru kendali, biasa digunakan oleh sejumlah pesawat tempur untuk mencapai
sasaran/target penembakan. Salah satu pesawat yang menggunakan jenis radar ini adalah pesawat
tempur Amerika Serikat F-14. Dengan memasang radar ini pada peluru kendali udara (AIM-54
Phoenix), maka peluru kendali yang ditembakkan ke udara itu (air-to-air missile) diharapkan dapat
mencapai sasarannya dengan tepat.

3. Kepolisian
Radar biasa dimanfaatkan oleh kepolisian untuk mendeteksi kecepatan kendaraan bermotor saat
melaju di jalan. Radar yang biasa digunakan untuk masalah ini adalah radar gun (radar kecepatan)
yang berbentuk seperti pistol dan microdigicam radar.

4. Pelayaran
Dalam bidang pelayaran, radar digunakan untuk mengatur jalur perjalanan kapal agar setiap kapal
dapat berjalan dan berlalu lalang di jalurnya masing-masing dan tidak saling bertabrakan,
sekalipun dalam cuaca yang kurang baik, misalnya cuaca berkabut.

5. Penerbangan
Dalam bidang penerbangan, penggunaan radar terlihat jelas pada pemakaian Air Traffic Control
(ATC). Air Traffic Control merupakan suatu kendali dalam pengaturan lalu lintas udara. Tugasnya
adalah untuk mengatur lalu lalang serta kelancaran lalu lintas udara bagi setiap pesawat terbang
yang akan lepas landas (take off), terbang di udara, maupun yang akan mendarat (landing). ATC
juga berfungsi untuk memberikan layanan bantuan informasi bagi pilot tentang cuaca, situasi dan
kondisi bandara yang dituju. radar mempunyai kelebihan dalam komunikasi. radar yang sangat
kuat dapat membantu pilot untuk melihat cuaca, layaknya pesawat terbang dan lain-lain.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Radar bekerja dengan menggunakan gelombang radio yang dipantukan dari permukaan
objek.Radar menghasilkan sinyal energi elektromagnetik yang difokuskan oleh antenna dan
ditransmisikan ke atmosfer. Benda yang berada dalam alur sinyal elektromagnetik ini yang disebut
objek, menyebarkan energi elektromagnetik tersebut. Sebagian dari energi elektromagnetik
tersebut disebarkan kembali ke arah radar. Antena penerima yang biasanya juga antenna pemancar
menangkap sebaran balik tersebut dan memasukkannya ke alat yang disebut receiver. Sedangkan
alat pendeteksi konvensional, radar atau kepanjangannya Radio Detection and Ranging,
menggunakan gelombang radio untuk pendeteksian. Jika gelombang yang dipancarkan mengenai
benda (dalam hal ini adalah pesawat) akan berbalik arah, dan waktu yang diperlukan untuk kembali
lewat alat penerima dapat mengetahui informasi jarak, kecepatan, arah, dan ketinggian.
B. Saran
Diharapkan setelah mempelajari dan memahami makalah ini, siswa dapat mengetahui apa
itu RADAR beserta peranannya dalam kehidupan.
DAFTAR PUSTAKA
Philbin,Tom.2005.100 Penciptaan Terbesar Sepanjang Masa.Batam:Kharisma Publishing.
Raemer,Harold R..1997.Radar Systems Principles.Florida:CRC Press LLC.
Skolnik,Merrill.1990.Radar Handbook Second Edition.United States:McGraw-Hill,Inc.
Sutanto. 1979. Pengetahuan Dasar Interpretasi Citra. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press
Wickens,Christopher D..1998.The Future of Air Traffic Control:Human Operators and
Automation.Washington DC:National Academy Press EY6016.