Anda di halaman 1dari 3

TUGAS INDIVIDU

Nama : Eka Oktaviana Amalia Az Zahra


Prodi/NIM : D3 Kebidanan Sem. III A / P07124118184
Dosen Pembimbing : Januarsih, SST, M.Keb
Mata Kuliah : Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui

A. Evidence Based Pada Masa Nifas


1. Pengertian evidence base
Pengertian evidence based jika ditinjau dari pemenggalan kata ( inggris ) maka
evidence based dapat diartikan sebagai berikut evidence adalah bukti atau fakta
dan based adalah dasar. Jadi evidence based adalah praktik berdasarkan bukti.
Evidence based midwifery (pranctice) didirikan oleh RCM dalam rangka untuk
membantu mengembangkan kuat profesional dan ilmiah dasar untuk pertumbuhan
tubuh bidan berorientasi akademis. EBM secara resmi diluncurkan sebagai sebuah
jurnal mandiri untuk penelitian murni bukti pada konferensi tahunan di RSCM
Harrogate, inggris 2003 (hemmings et al, 2003). Itu dirancang untuk membantu
bidan dalam mendorong maju yang terikat pengetahuan kebidanan dengan tujuan
utama meningkatkan perawatan untuk ibu dan bayi.
Jadi pengertian evidence based midwifery dapat disimpulkan sebagai asuhan
kebidanan berdasarkan bukti penelitian yang telah teruji menurut metodologi
ilmiah yang sistematis.

2. Manfaat Evidence Based


a. Keamanan baginakes karena intervensi yang dilakukan berdasarkan bukti
ilmiah.
b. Meningkatkan kompetensi (kognitif)
c. Memenuhi tuntutan dan kewajiban sebagai profesional dalam memberikan
asuhan yang bermutu.
d. Memenuhi kepuasan pasien yang mana dalam asuhan kebidanan klien
mengharapkan asuhan yang benar, sesuai dengan bukti dan teori serta
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

3. Perkembangan Evidence Based dalam Kebidanan Postnatal Care


Pada proses asuhan masa nifas ada beberapa hal yang dahulunya bahkan sampai
sekarang kita lakukan dan ternyata setelah dilakukan penelitian ternyata tidak bermanfaat
dan bahkan merugikan pasien.

NO Tindakan yang Sebelum EBM Setelah EBM


dilakukan
1. Ibu diletakkan Membersihkan Duduk di
batu panas di atas darah kotor, atas bara
perutnya dan tidur mengembalikan yang panas
di atas bale yang otot dan atau
terbuat dari merampingkan melakukan
bambu atau kayu tubuh. pemanasan
yang di bawahnya dapat
dihidupkan api. menyebabkan
vasodilatasi,
menurunkan
tekanan
darah,
bahkan bisa
merangsang
pendarahan,
serta dapat
menyebabkan
dehidrasi
pada ibu
postpartum.

Madeung dan Toet Batee merupakan perawatan budaya nifas yang dilakukan oleh

masyarakat Aceh khususnya di Kecamatan Tanah Jambo Aye Kabupaten Aceh Utara.

Perawatan ini dapat memberikan manfaat bagi ibu nifas yang meyakini bahwa dengan

melakukan Madeung dan Toet Batee dapat mempercepat pemulihan masa pasca

persalinan, membersihkan darah kotor, mengembalikan otot dan merampingkan tubuh.

Jika dipandang dari segi kesehatan tradisi ini sangat membahayakan karena ketika ibu

duduk di atas bara yang panas atau melakukan pemanasan dapat menyebabkan

vasodilatasi, menurunkan tekanan darah, bahkan bisa merangsang pendarahan, serta

dapat menyebabkan dehidrasi pada ibu postpartum.

Bidan hendaknya menasehati ibu agar tidak usah melakukan hal tersebut. Hal ini

disebabkan karena tingkat bahaya yang akan di dapatkan ibu, Bidan bisa menyarankan

ibu untuk melakukan olahraga dan Senam kegel yang berfungsi untuk menguatkan otot-

otot dasar panggul dan saluran kemih yang mampu mencegah mengompol ketika

persalinan berlangsung. Dan juga bisa melakukan dengan senam nifas yang dilakukan

seusai melahirkan. Senam ini lebih bermanfaat untuk mengembalikan kekencangan perut

usai melahirkan, dengan cara yang tidak menyiksa dan jauh lebih sehat.

Anda mungkin juga menyukai