Anda di halaman 1dari 2

Dan menguji pemahaman dengan tes formatif untuk mengetahui sejauh mana

pemahaman terhadap materi pada pokok bahasan ini. Jika nilai yang didapatkan belum
selesai dengan yang ditetapkan maka mahasiswa harus mengulang mempelajari materi
pada pokok bahasan ini sebelum beralih ke pokok bahasan selanjutnya.

13.2 DISTRIBUSI PENDAPATAN PANGAN DAN GIZI


A. Uraian
Distribusi pendapatan adalah konsep yang lebih luas dibandingkan kemiskinan
karena cakupannya tidak hanya menganalisa populasi yang berada dibawah garis
kemiskinan. Kebanyakan dari ukuran dan indicator yang mengukur tingkat distribusi
pendapatan tidak bergantung pada rata-rata distribusi, karenanya membuat ukuran
distribusi pendapatan dipertimbangkan lemah dalam mnggambarkan tingkat
kesejahteraan.
Secara alamiah kuantitas pangan yang dibutuhkan seseorang akan mencapai titik
maksimum sementara kebutuhan non pangan tidak ada batasnya. Dengan demikian,
besaran pendaoatan yang dibelanjakan untuk pangan dari suatu rumah tangga tersebut.
Dengan kata lain semakin tinggi pengeluaran untuk pangan, berarti semakin kurang
sejahtera rumah tangga yang bersangkutan. Sebaliknya, semakin kecil pangsa
pengeluaran pangan maka rumah tangga tersebut semakin sejahtera.
Dalam beberapa pengamtan menunjukkan di Negara-negara yang
perekonomiannya sudah sangat maju seperti Belanda, Inggris, Jerman, dan USA
menghitung pendapatan nasional berdasarkan pengeluaran. Dalam penelitian, jika
seseorang memiliki income tetap maka pertanyaan tentang besar pendapatan dapat
terjawab dengan baik. Untuk mereka yang memiliki pendapatan tidak tetap bisa didekati
dengan besarnya pengeluaran. Dan untuk mereka yang berwirausaha harus dibedakan
pendapatan bersih dengan pendapatan kotor (omset).
Pengeluaran dibedakan menjadi dua yaitu pengeluaran konsumsi dan
pengeluaran investasi dan tabungan. Pengeluaran konsumsi merupakan nilai
pembelanjaan yang dilakukan oleh rumah tangga untuk membeli berbagai jenis
kebutuhan dalam satu tahun tertentu, seperti untuuk membeli makanan, pakaian,
membayar sewa rumah dan membeli kendaraan, dll. Pengeluaran investasi dan tabungan
merupakan pembelanjaan untuk sesuatu yang dapat member nilai tambahan atau
keuntungan, misalnya untuk membeli rumah, tanah, dll.
1. Hokum Engel
Berhubungan dengan pendapatan, Ernst Engel memberikan argument yang
kemudian dikenal dengan Engel’s Law. Hukum Engel: “Proporsi dari anggaran
keluarga dikhususkan untuk penurunan makanan sebagai peningkatan penghasilan
keluarga”
Hukum Engel mengatakan bahwa pola pengeluaran suatu keluarga terhadap
makanan atau barang lain akan dipengaruhi oleh tingkat pendapatan. Jika konsumen
memiliki pendapatan yang kecil, maka persentase pengeluaran yang digunakan untuk
membeli makanan kebutuhan seperti makanan akan cenderung besar, ditinjau dari
pendapatan dan sisa setelah digunakan. Hal ini diakibatkan karena pendapatannya akan
habis hanya untuk membeli kebutuhan-kebutuhan tersebut. Sedangkan pada tingkat
pendapatan yang lebih tinggi, persentase pengeluaran akan cenderung lebih kecil,
karena masih banyak sisa pendapatan yang dapat disimpan diluar kebutuhannya.
Hukum Engel merupakan hokum dengan konsep teori mikro, sehingga memiliki
efektifitas tinggi hanya jika digunakan untuk mengkaji dalam lingkup kecil atau
kelompok individu. Suatu Negara dikatakan memiliki tingkat kemakmuran tinggi
apabila warga Negaranya memiliki persentase pengeluaran kebutuhan pangan yang
kecil.
Elastisitas permintaan pangan relative besar pada kelompok rumah tangga
berpendapatan rendah, kemudian elastisitas permintaan menurun sampai tingkat yang
rendah pada kelompok berpendapatan tinggi. Penyebab berlakunya hokum Engek
adalah: “terbatasnya kapasitas dari perut manusia”
Menurut hukum Engel pangsa pengeluaran pangan terhadap pengeluaran rumah
tangga kan semakin berkurang dengan meningkatnya pendapatan. Penjelasan dari kurva
Engel dapat dilihat pada Gambar 11.

Gambar 13. Kurva Engel untuk Barang Kebutuhan Pokok

2. Hukum Bennett
Hukum Bennett: “starchy staple ratio” menurun seiring dengan meningkatnya
pendapatan rumah tangga sebagai diversifikasi konsumen bundle konsumen pangan
untukmemasukkan harga kalori yang lebih tinggi.
Persentase bahna pangan pokok berpati dalam konsumsi pangan rumah tangga
semakin berkurang dengan meningkatnya pendapatan rumah tangga dan cenderung
beralih paa pangan yang berenergi mahal.
Timbul argument bahwa: Karena pangan pokok berpati jumlah substitusinya
sedikit dan jumlah konsumsinya terbatas disebabkan oleh kemampuan manusia terbatas
secara fisiologis. Karena adanya keinginan manusia yang universal untuk memperoleh
bahan makanan yang bervariasi dan berprotein tinggi, serta permintaan gula.
Hukum Bennett mengatakan bahwaakan ada penurunan pada saat pendapatan rumah
tangga semakin naik, seperti