Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH FISIKA

LISTRIK MAGNET : RELAY, INDUKTOR RUHMKOFF

OLEH :

KELOMPOK GALILEO GALILEI

DINI MAHYUNI 4193141035

FARISAH AININA HARAHAP 4193141027

NURANISYAH 4191141022

RISDO LAMBAS MALAU 4193341039

VINI QONITA P. HARYATI 4191141024

YOLANA HAREFA 4191141026

PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2019
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan YME dan dengan rahmat dan
karunianya, makalah FISIKA ini dapat kami buat sebagai tugas kami.Sebagai bahan
pembelajaran kami dengan harapan dapat di terima dan di pahami secara bersama.

Dalam batas-batas tertentu Makalah ini memuat Tentang LISTRIK MAGNET :


RELAY, INDUKTOR RHUMKOFF Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena
itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan
makalah ini.

Akhirnya kami dengan kerendahan hati meminta maaf jika terdapat kesalahan dalam
penulisan atau penguraian makalah kami dengan harapan dapat di terima oleh bapak dan
dapat di jadikan sebagai acuan dalam proses pembelajaran kami.

Medan, 15 September 2019

KELOMPOK GALILEO GALILEI


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang………………………


1.2 Rumusan masalah……………………
1.3 Tujuan …………………………………

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Relay…………………………….


2.2 Dasar dasar Relay…………………………….
2.3 Prinsip kerja Relay…………………………..
2.4 Fungsi fungsi Relay………………….............
2.5 Pengertian Ruhmkorff……………………….
2.6 Fungsi Ruhmkorff……………………………

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan………………………………

DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Listrik sangat dibutuhkan pada zaman modern saat ini. Karena sesuai dengan
perkembangan zaman, manusia ingin sesuatu yang lebih praktis dan cepat. Oleh karena
itu para ilmuan berusaha menenukan alat-alat yang dapat mempermudah pekerjaan
manusia. Alat tersebut sebahagian besar menngunakan energi listrik. Energi listrik sangat
fleksibel dan dapat dirubah ke bentuk energi lainnya seperti energi mekanik, energi panas,
energi bunyi, energi kimia dan energi gerak. Sulit dibayangkan bagaimana dunia ini jika
hingga pada saat ini manusia tidak dapat memanfaatkan listrik.

Berabad-abad telah dijalani dalam sejarah perkembangan kelistrikan untuk mengubah


pengetahuan menjadi teknologi sepaerti sekarang ini. Sejarah pengetahuan dan teknologi
membuktikan bahwa pada dasarnya fenomena alam penting untuk dipalajari terlebih
dahulu agar dapat dirubah menjadi teknologi. Apabila menyingkap fenomena alam
disebut membuka sebuah misteri dan memanfaatkannya serta menguasainya disebut
masteri. Oleh karena itu, mengubah hasil ilmu pengetahuan menjadi teknologi diibaratkan
misteri ke masteri. Para peneliti sebagai penyingkap isteri sedangkan para perekayasa
adalah prioner misteri.

Listrik sebenarnya tersedia disekeliling kita secara tidak terorganisir dan menunggu
kita menyadari keberadaan listrik tersebut serta memanfaatkannya dalam kehidupan kita.
Dalam sejarah perkembangan listrik magnet, banyak ilmuan atau peneliti yang
mengeluarkan pendapat mengenai asal mula adanya listrik. Para ilmuan ini, telah
dianggap telah meletakkan tonggak-tonggak pondasi dalam sejarah panjang
perkembangan teknologi kelistrikan.
Terpisah dari penemuan-penemuan mengenai kelistrikan, di suatu tempat ditemukan
adanya sebuah logam yang dapat menarik serbuk besi. Untuk mengenang tempat
ditemukannya, logam tersebut dinamakan magnet. Para ilmuan meneliti sifat yang
terdapat pada logam yang dapaat menarik logam lain. Sejalan dengan perkembangan ilmu
pegetahuan ditemukan bahwa listrik dan magnet memiliki keterkaitan satu dengan yang
lainnya. Sehingga sekarang ini dengan menggunakan arus listrik kita dapat menimbulkan
medan magnet disekitar logam.

1.2 Rumusan masalah


1. Apa definisi relay?
2. Apa dasar dasar relay?
3. Bagaimana prinsip kerja relay?
4. Apa saja fungsi fungsi relay?
5. Apa definisi inductor ruhmkorff?
6. Apa fungsi inductor ruhmkorff?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui defenisi Relay.
2. Untuk mengetahui dasar dasar relay
3. Untuk mengetahui prinsip kerja relay?
4. Untuk mengetahui fungsi relay
5. Untuk mengetahui definisi ruhmkorff
6. Untuk mengetahui fungsi ruhmkorff.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN RELAY

Relay adalah suatu peranti yang bekerja berdasarkan elektromagnetik untuk menggerakan
sejumlah kontaktor yang tersusun atau sebuah saklar elektronis yang dapat dikendalikan dari
rangkaian elektronik lainnya dengan memanfaatkan tenaga listrik sebagai sumber energinya.
Kontaktor akan tertutup (menyala) atau terbuka (mati) karena efek induksi magnet yang
dihasilkan kumparan (induktor) ketika dialiri arus listrik. Berbeda dengan saklar, pergerakan
kontaktor (on atau off) dilakukan manual tanpa perlu arus listrik.

Relay yang paling sederhana ialah relay elektromekanis yang memberikan pergerakan
mekanis saat mendapatkan energi listrik. Secara sederhana relay elektromekanis ini
didefinisikan sebagai berikut.

 Alat yang menggunakan gaya elektromagnetik untuk menutup atau membuka kontak
saklar.
 Saklar yang digerakkan secara mekanis oleh daya atau energi listrik.

Relay adalah Saklar (Switch) yang dioperasikan secara listrik dan merupakan komponen
Electromechanical (Elektromekanikal) yang terdiri dari 2 bagian utama yakni Elektromagnet
(Coil) dan Mekanikal (seperangkat Kontak Saklar/Switch). Relay menggunakan Prinsip
Elektromagnetik untuk menggerakkan Kontak Saklar sehingga dengan arus listrik yang kecil
(low power) dapat menghantarkan listrik yang bertegangan lebih tinggi. Sebagai contoh,
dengan Relay yang menggunakan Elektromagnet 5V dan 50 mA mampu menggerakan
Armature Relay (yang berfungsi sebagai saklarnya) untuk menghantarkan listrik 220V 2A.
2.2 DASAR DASAR RELAY

Penemu relay pertama kali adalah Joseph Henry pada tahun 1835. Dalam pemakaiannya
biasanya relay yang digerakkan dengan arus DC dilengkapi dengan sebuah dioda yang
diparalel dengan lilitannya dan dipasang terbalik yaitu anoda pada tegangan () dan katoda
pada tegangan (+). Ini bertujuan untuk mengantisipasi sentakan listrik yang terjadi pada saat
relay berganti posisi dari on ke off agar tidak merusak komponen di sekitarnya.
Penggunaan relay perlu memperhatikan tegangan pengontrolnya serta kekuatan relay men-
switch arus/tegangan. Biasanya ukurannya tertera pada body relay. Misalnya relay 12VDC/4
A 220V, artinya tegangan yang diperlukan sebagai pengontrolnya adalah 12Volt DC dan
mampu men-switch arus listrik (maksimal) sebesar 4 ampere pada tegangan 220 Volt.
Sebaiknya relay difungsikan 80% saja dari kemampuan maksimalnya agar aman, lebih
rendah lagi lebih aman. Relay jenis lain ada yang namanya reedswitch atau relay lidi. Relay
jenis ini berupa batang kontak terbuat dari besi pada tabung kaca kecil yang dililitin kawat.
Pada saat lilitan kawat dialiri arus, kontak besi tersebut akan menjadi magnet dan saling
menempel sehingga menjadi saklar yang on. Ketika arus pada lilitan dihentikan medan
magnet hilang dan kontak kembali terbuka (off).

Dibawah ini adalah gambar bentuk Relay dan Simbol Relay yang sering ditemukan di
Rangkaian Elektronika.
2.3 PRINSIP KERJA RELAY

Relay terdiri dari Coil & Contact.coil adalah gulungan kawat yang mendapat arus listrik,
sedang contactadalah sejenis saklar yang pergerakannya tergantung dari ada tidaknya arus
listrik dicoil. Contact ada 2 jenis : Normally Open (kondisi awal sebelum diaktifkan open),
dan Normally Closed (kondisi awal sebelum diaktifkan close). Secara sederhana berikut ini
prinsip kerja darir elay : ketikaCoil mendapat energi listrik (energized), akan timbul gaya
elektromagnet yang akan menarik armature yang berpegas, dan contact akan menutup.

Pada dasarnya, Relay terdiri dari 4 komponen dasar yaitu :

1. Electromagnet (Coil)
2. Armature
3. Switch Contact Point (Saklar)
4. Spring

Berikut ini merupakan gambar dari bagian-bagian Relay :

Kontak Poin (Contact Point) Relay terdiri dari 2 jenis yaitu :


1. Normally Close (NC) yaitu kondisi awal sebelum diaktifkan akan selalu berada di
posisi CLOSE (tertutup)
2. Normally Open (NO) yaitu kondisi awal sebelum diaktifkan akan selalu berada di
posisi OPEN (terbuka)

Berdasarkan gambar diatas, sebuah Besi (Iron Core) yang dililit oleh sebuah kumparan
Coil yang berfungsi untuk mengendalikan Besi tersebut. Apabila Kumparan Coil
diberikan arus listrik, maka akan timbul gaya Elektromagnet yang kemudian menarik
Armature untuk berpindah dari Posisi sebelumnya (NC) ke posisi baru (NO) sehingga
menjadi Saklar yang dapat menghantarkan arus listrik di posisi barunya (NO). Posisi
dimana Armature tersebut berada sebelumnya (NC) akan menjadi OPEN atau tidak
terhubung. Pada saat tidak dialiri arus listrik, Armature akan kembali lagi ke posisi Awal
(NC). Coil yang digunakan oleh Relay untuk menarik Contact Poin ke Posisi Close pada
umumnya hanya membutuhkan arus listrik yang relatif kecil.

Arti Pole dan Throw pada Relay

Karena Relay merupakan salah satu jenis dari Saklar, maka istilah Pole dan Throw yang
dipakai dalam Saklar juga berlaku pada Relay. Berikut ini adalah penjelasan singkat
mengenai Istilah Pole and Throw :
Pole : Banyaknya Kontak (Contact) yang dimiliki oleh sebuah relay
Throw : Banyaknya kondisi yang dimiliki oleh sebuah Kontak (Contact)
Berdasarkan penggolongan jumlah Pole dan Throw-nya sebuah relay, maka relay dapat
digolongkan menjadi :
 Single Pole Single Throw (SPST) : Relay golongan ini memiliki 4 Terminal, 2
Terminal untuk Saklar dan 2 Terminalnya lagi untuk Coil.
 Single Pole Double Throw (SPDT) : Relay golongan ini memiliki 5 Terminal, 3
Terminal untuk Saklar dan 2 Terminalnya lagi untuk Coil.
 Double Pole Single Throw (DPST) : Relay golongan ini memiliki 6 Terminal,
diantaranya 4 Terminal yang terdiri dari 2 Pasang Terminal Saklar sedangkan 2 Terminal
lainnya untuk Coil. Relay DPST dapat dijadikan 2 Saklar yang dikendalikan oleh 1 Coil.
 Double Pole Double Throw (DPDT) : Relay golongan ini memiliki Terminal
sebanyak 8 Terminal, diantaranya 6 Terminal yang merupakan 2 pasang Relay SPDT
yang dikendalikan oleh 1 (single) Coil. Sedangkan 2 Terminal lainnya untuk Coil.
Selain Golongan Relay diatas, terdapat juga Relay-relay yang Pole dan Throw-nya
melebihi dari 2 (dua). Misalnya 3PDT (Triple Pole Double Throw) ataupun 4PDT (Four
Pole Double Throw) dan lain sebagainya.

Untuk lebih jelas mengenai Penggolongan Relay berdasarkan Jumlah Pole dan Throw,
silakan lihat gambar dibawah ini :

2.4 FUNGSI FUNGSI RELAY

Beberapa fungsi Relay yang telah umum diaplikasikan kedalam peralatan Elektronika
diantaranya adalah :
1. Relay digunakan untuk menjalankan Fungsi Logika (Logic Function)
2. Relay digunakan untuk memberikan Fungsi penundaan waktu (Time Delay Function)
3. Relay digunakan untuk mengendalikan Sirkuit Tegangan tinggi dengan bantuan dari
Signal Tegangan rendah.
4. Ada juga Relay yang berfungsi untuk melindungi Motor ataupun komponen lainnya
dari kelebihan Tegangan ataupun hubung singkat (Short).

2.5 PENGERTIAN RUHMKORFF

Induktor Ruhmkorff adalah kumparan induksi yang digunakan untuk memperoleh


tegangan tinggi dengan menggunakan arus searah. Pada dasarnya, induktor Ruhmkorff ini
merupakan sebuah inti yang terdiri dari batang-batang besi lunak yang disekat satu sama
lain. Inti ini dikelilingi oleh lilitan kawat yang jumlahnya sedikit dan mendapat aliran
listrik yang primer dari baterai B. Sementara sebuah interuptor A dapat memutus
hubungan aliran primer ini. Lilitan primer dikelilingi oleh lilitan sekunder yang
jumlahnya jauh lebih banyak dan mempunyai dua ujung P dan Q.

Bila arus primer disambung jangkar H tertarik oleh inti kumparan sehingga hubungan
di C terputus. Rantai primer menjadi tak berarus, sedangkan jangkar memegas kembali,
dan seterusnya, sehingga aliran primer secara terus-menerus terputus dengan cepat.

Akibat pemutusan yang terus-menerus ini terjadi beda potensial antara P dan Q.
Lilitan primer terbuat dari kawat tebal dan pendek, sedangkan lilitan sekunder dan kawat
tipis dan panjang. Perbedaan bentuk lilitan ini menimbulkan perubahan medan magnet
aliran primer yang semakin cepat bila dipasang sebuah kapasitor atau kondensator K.

Sementara bila jarak P dan Q tidak terlalu jauh, akan terjadi loncatan api antara
kedua ujung kumparan sekunder itu. Beda potensial yang diproleh melalui proses ini kira-
kira antara 10.000-20.000 volt. Selain kapasitor dan kondensator, sebagai sumber
tegangan primer dapat pula digunakan akumulator yang mempunyai tegangan antara 6-12
volt.Tegangan tinggi umumnya digunakan untuk menimbulkan bunga api di antara
elektrode busi kendaraan bermoto

Inductor yang bekerja berdasarkan adanya perubahan arus searah (DC) disebut
inductor ruhmkorff. Fungsi dari inductor ini adalah menaikkan tegangan arus searah,
sehingga jumlah lilitan pada kumparan sekundernya lebih banyak daripada jumlah lilitan
pada kumparan primernya.

Bagian primer dari kumparan ini dilengkapi dengan sebuah interuptor yang berfungsi
sebagai sakelar otomatis untuk pemutus dan penyambung arus. Dengan adanya interuptor
ini akan terjadi perubahan arus pada kumparan primernya yang dapat menimbulkan
perubahan medan magnetic. Perubahan medan magnetic yang terjadi pada bagian primer
akan berpengaruh pada bagian sekundernya, sehingga inductor ruhmkorff berfungsi
sebagai transformator.

2.6 FUNGSI INDUKTOR RUHMKOFF

1. Menyimpan arus listrik dalam bentuk medan magnet,


2. Menahan arus bolak balik (AC),
3. Meneruskan atau meloloskan arus searah (DC),
4. Sebagai penapis (filter) sebagai penalaan (tunning),
5. Kumparan atau koil (lilitan) ada yang memiliki inti udara, inti besi, dan inti ferit,
6. Tempat terjadinya gaya magnet,
7. Bersama kapasitor induktor dapat berfungsi sebagai rangkaian resonator yang dapat
beresonansi pada frekuensi tinggi,
8. dua induktor atau lebih yang terkopel secara magnetic membentuk transformator,
9. Pelipat ganda tegangan yang dialirkan, dan
10. Sebagai pembangkit getaran
Gambar inductor Ruhmkorff
BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Relay adalah suatu peranti yang bekerja berdasarkan elektromagnetik untuk menggerakan
sejumlah kontaktor yang tersusun atau sebuah saklar elektronis yang dapat dikendalikan dari
rangkaian elektronik lainnya dengan memanfaatkan tenaga listrik sebagai sumber energinya.
Kontaktor akan tertutup (menyala) atau terbuka (mati) karena efek induksi magnet yang
dihasilkan kumparan (induktor) ketika dialiri arus listrik. Berbeda dengan saklar, pergerakan
kontaktor (on atau off) dilakukan manual tanpa perlu arus listrik.Induktor Ruhmkorff adalah
kumparan induksi yang digunakan untuk memperoleh tegangan tinggi dengan menggunakan
arus searah. Pada dasarnya, induktor Ruhmkorff ini merupakan sebuah inti yang terdiri dari
batang-batang besi lunak yang disekat satu sama lain. Inti ini dikelilingi oleh lilitan kawat
yang jumlahnya sedikit dan mendapat aliran listrik yang primer dari baterai B. Sementara
sebuah interuptor A dapat memutus hubungan aliran primer ini. Lilitan primer dikelilingi
oleh lilitan sekunder yang jumlahnya jauh lebih banyak dan mempunyai dua ujung P dan Q.
DAFTAR PUSTAKA

https://ratukemalalaura.blogspot.com › 2018/10 › induksi-elektromagnetik..

https://teknikelektronika.com › Komponen Elektronika