Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PENDAHULUAN DAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK

DENGAN GANGGUAN PEREDARAN DARAH

(ANEMIA)

Disusun Oleh :

1. Afiq Wahyu Aji Santoso (113115046)


2. Danang Rozali (113115022)

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


STIKES AL – IRSYAD AL – ISLAMIYYAH CILACAP
2019
A. DEFINISI
Anemia adalah berkurangnya jumlah eritrosit (sel darah merah) serta jumlah
haemoglobin dalam 1mm3 darah atau berkurangnya volume sel yang dipadatkan dalam
100ml darah. Hampir semua gangguan pada system peredaran darah disertai dengan
anemia yang ditandai warna kepucatan pada tubuh, terutama ekstremitas.
B. ETIOLOGI ANEMIA
Penyebab anemia dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1. Gangguan produksi eritrosit yang dapat terjadi karena:
a. Perubahan sintesa Hb yang dapat menimbulkan anemia defisiensi Fe, Thalasemia,
dan anemi infeksi kronik.
b. Perubahan sintesa DNA akibat kekurangan nutrient yang dapat menimbulkan
anemia pernisiosa dan anemia asam folat.
c. Fungsi sel induk (stem sel) terganggu, sehingga dapat menimbulkan anemia aplastic
dan leukemia.
d. Infiltrasi sumsum tulang, misalnya karena karsinoma
2. Kehilangan darah :
a. Akut karena perdarahan atau trauma / kecelakaan yang terjadi secara mendadak
b. Kronis karena perdarahan pada saluran cerna atau menorrhagia
3. Meningkatnya pemecahan eritrosit (hemolysis). Hemolysis dapat terjadi karena :
a. Faktor bawaan, misalnya : kekuranagn enzim G6PD (untuk mencegah kerusakan
eritrosit
b. Faktor yang didapat, yaitu : adanya bahan yang dapat merusak eritrosit, misalnya
ureum pada darah karena gangguan ginjal atau penggolongan obat.
4. Bahan baku pembentuk eritrosit tidak ada, yaitu protein, asam folat, vitamin B12,
mineral Fe.
C. KLASIFIKASI ANEMIA
Berdasarkan penyebab, anemia dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis yaitu:
1. Anemia Defisiensi Zat besi (Fe)
Adalah anemia yang terjadi karena kekurangan zat besi yang merupakan bahan
baku pembuat sel darah dan hemoglobin. Kebutuhan zat besi untuk anak-anak rata-rata
5mg/hr. Akan bertambah jika anak mendapat infeksi sampai 10mg/hr. Gambaran klinis
yang ditimbulkan anak lemas, jantung berdebar-debar, pucat, sakit kepala.
Penatalaksanaaan dapat diberikan sulfas ferosus 3x10 mg/kg BB/hari.
2. Anemia Megaloblastik (Defisiensi Asam Folat)
Anemia yang terjadi karena kekurangan asam folat. Asam folat merupakan bahan
esensial untuk sintesis DNA dan RNA untuk metabolism inti sel dan pematangan sel.
Gejala anak yang menderita defisiensi asam folat pucat, letih pusing, sukar tidur.
Penatalaksanaan dapt diberikan asam folat 3x5 mg/hari, dan pada bayi 3x2,5 mg/hr.
3. Anemia Pernisiosa
Anemia yang terjadi karena kekurangan vitamin B12. Tergolong dalam anemia
megaloblastik karena bentuk sel darah yang hampir sama dengan anemia efisiensi asam
folat. Vitamin B12 (kobalamin) berfungsi untuk pematangan normoblas, metabolism
saraf , dan purin. Selain asupan yang kurang anemia ini dapat disebabkan karena
adanya kerusakan lambung, sehingga lambung tidak dapat mengeluarkan secret yang
berfungsi untuk absorbsi B12.
4. Anemia Pascaperdarahan
Terjadi sebagai akibat perdarahan yang massif seperti kecelakaan, operasi dan
persalinan dengan perdarahan atau perdarahan yang menahun gejala yang timbul
tergantung dari cepat dan banyaknya darah yang hilang. Kehilangan darah sebanyak
12-15% akan memperlihatkan gejala pucat, transpirasi, takikardia, tekanan darah
menurun. Dapat dilakukan pemberian transfuse darah. Pilihan kedua plasma. Dalam
keadaan darurat diberikan cairan intravena dengan cairan infus yang tersedia.
D. KRITERIA ANEMIA
Batasan yang umum digunakan adalah kriteria WHO pada tahun 1968. Di nyatakan
dengan kriteria sebagai berikut :

No. Kriteria Jumlah Hb


1. Laki-laki dewasa Hb < 13 gr/dl
2. Perempuan dewasa tidak hamil Hb < 12 gr/dl
3. Perempuan hamil Hb < 11 gr/dl
4. Anak usia 6-14 tahun Hb < 14 gr/dl
5. Anak usia 6 bulan – 6 tahun Hb < 14 gr/dl
6. Bayi baru lahir Hb < 20 gr/dl

E. DERAJAT ANEMIA
Ringan Sekali Hb 10gr/dl – 13gr/dl
Ringan Hb 8gr/dl – 9,9gr/dl
Sedang Hb 6gr/dl –7,9 gr/dl
Berat Hb < 6gr/dl
F. MANIFESTASI KLINIS
1. Pucat pada bibir, lidah, konjungtiva, telapak tangan, dan kuku
2. Pada pemeriksaan Hb dan eritrosit rendah/ kurang dari normal
3. Anak terlihat lebih banyak diam daripada bermain
4. Kelemahan otot
5. Nafas pendek/sesak
6. Mual
7. Muntah
8. Letargi
9. Keluar keringat dingin
G. PATOFISIOLOGI
Timbulnya anemia karena adanya kegagalan sumsum tulang atau kehilangan sel
darah merah. Kegagalan sumsum tulang dapat terjadi akibat kurangnya nutrisi, pajanan
toksik, invasi tumor, atau akibat penyebab yang tidak diketahui. Sel darah merah dapat
hilang melalui perdarahan atau hemolysis. Lisis sel darah merah terjadi dalam sel fagositik
atau dalam system retikulo endothelial, terutama dalam hati dan limpa. Dari proses
tersebut bilirubin yang terbentuk dalam fagosit akan memasuki aliran darah. Apabila sel
darah merah mengalami penghancuran dalam sirkulasi, maka haemoglobin akan muncul
dalam plasma. Apabila konsentrasi plasma melebihi kapasitas hemoglobin plasma,
hemoglobin akan berdifusi dalam glomerulus ginjal dan kedalam urine.
H. PATHWAY ANEMIA

Eritrosit/Hemoglobin menurun

Kapasitas angkut oksigen menurun

Anoksia organ target Mekanisme kompensasi tubuh

Menimbulkan gejala anemia bergantung pada organ yang terkena

Sistem Kardiovaskuler Sistem Syaraf Sistem urogenital Epitel

Meningkatkan Redistribusi
curah jantung aliran darah

Penurunan afinitas
Hb terhadap oksigen dg
meningkatkan enzim 2,3
DPG

Menurunkan tekanan
Oksigen vena

Gejala anemia

I. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Perlu pemeriksaan darah tepi untuk mengetahui Hb, eritrosit, dan hematocrit. Pada
anemia defisiensi besi, kadar Hb kurang dari 10gr/dl dan eritrosit menurun. Eritrosit
berbentuk mikrositik hipokromik (kecil dan pucat). Sedangkan pada defisiensi asam folat
dan vitamin B12 , bentuk sel darahnya adalah makrositik.
J. PENATALAKSANAAN
Anak dengan anemia tidak harus selalu dirawat dirumah sakit. Hal ini tergantung
dengan anemia dan gangguan yang dialami oleh anak atau bila keadaan anak dalam
kondisi memburuk, misalnya kadar Hb yang sangat rendah atau gangguan fisik lainnya
yang membahayakan anak. Segera konsultasikan kedokter atau rujuk kerumah sakit.
Sedangkan untuk anak yang mengalami anemia defisiensi Fe yang hanya tampak pucat,
cukup berikan tablet Fe/folat atau Ferosulfat setiap hari selama 4 minggu dengan dosis
5mg Fe/kg BB

Dosis Pemberian Tablet Fe :


Umur/BB Tablet besi/folat berisi (sulfas Sirup besi berisi sulfas ferosus
ferosus 200mg + 250 meq folat) 150 ml (30mg elemental iron
dan 60mg elemental iron 3x/hari per 5 ml) diberikan 3x/hr
6 – 12 bulan 1
∕4 tablet 2,5 ml (1∕2 sendok teh)
(7- < 10 kg BB)
12 bln – 5 thn 1
∕2 tablet 5ml (1 sendok teh)
(10 - < 19 kg)
ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN DIAGNOSA ANEMIA

A. PENGKAJIAN

Pengkajian data-data focus yang sering dialami/terjadi pada bayi dan balita yang
mengalami anemia terutama defisiensi.

1. Usia
Anak yang mengalami defisiensi Fe biasanya berusia antara 6-24 bulan dan pada
masa pubertas . Pada usia tersebut kebutuhan Fe cukup tinggi, karena digunakan untuk
pertumbuhan.
2. Pucat
a. Pada anemia pascaperdarahan, kehilangan darah sekitar 12-15% akan menyebabkan
pucat, dan juga takikardi. Kehilangan darah yang cepat dapat menimbulkan reflek
cardiovascular secara fisiologis.
b. Pucat pada anemi hemolistik terjadi karena penghancuran sel darah merah sebelum
waktunya. Secara normal, sel darah merah akan hancur dalam waktu 120 hari, untuk
selanjutnya membentuk sel darah baru
c. Pada anemia aplastic, pucat terjadi karena terhentinya pembentukan sel darah pada
sumsum tulang. Hal ini terjadi karena sumsum tulang mengalami kerusakan.

Warna pucat ini dilihat pada telapak tangan, dasar kuku, konjungtiva, dan mukosa
bibir. Cara sederhana adalah dengan membandingkan telapak tangan anak dengan
telapak tangan petugas atau orang tuanya.

3. Mudah lelah/lemah
Berkurangnya kadar oksigen dalam tubuh mengakibatkan keterbatasan energy
yang dihasilkan oleh tubuh, sehingga anak kelihatan lesu, kurang bergairah, dan mudah
lelah.
4. Pusing kepala
Karena pasokan aliran darah ke otak berkurang.
5. Nadi cepat
Peningkatan denyut nadi sering terjadi, terutama pada perdarahan yang mendadak
karena merupakan kompensasi dari reflek cardiovaskuler
6. Eliminasi urine
Adanya perdarahan yang hebat dapat mengakibatkan penurunan aliran darah ke
ginjal sehingga produksi urine menurun
7. Gangguan pada system saraf
Anemia defisiensi vitamin B12 dapat menimbulkan gangguan pada system saraf
sehingga timbul keluhan seperti kesemutan (gringgingen), ekstremitas lemah.
8. Gangguan saluran cerna
Pada anak yang anemia sering timbul keluhan nyeri perut, mual, muntah, dan
penurunan nafsu makan.
B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Diagnosis atau masalah keperawatan yang terjadi apada anak anemia adalah sebagai
berikut :
1. Perubahan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakadekuatan
masukan zat besi, folat, B12 dan kurang pengetahuan menegenai makanan yang kaya
akan zat besi, folat, dan B12.
2. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan umum, penurunan oksigen ke
jaringan
3. Ansietas/takut berhubungan dengan prosedur diagnostic/transfuse

C. INTERVENSI KEPERAWATAN
1. Diagnosa I : Perubahan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
ketidakadekuatan masukan zat besi, folat, B12 dan kurang pengetahuan menegenai
makanan yang kaya akan zat besi, folat, dan B12.

Kriteria Hasil Intervensi Rasional


1. Keluarga 1. Berikan konseling diet pada 1. untuk memastikan bahwa
menghubungkan pemberi perawatan khusus anak mendapat suplai yang
riwayat diet 2. Berikan ASI eksklusif atau adekuat dengan memberi
dengan susu secukupnya pada anak makanan yang kaya akan
memperjelas sebagai makanan suplemen besi, folat dan B12
kepatuhan anak setelah makanan padat 2. agar pemenuhan adekuat
terhadap 3. Ajarkan pada anak tentang dan konsumsi susu yang
pengobatan pentingnya memakan berlebih dapat menurunkan
2. Anak diberikan makanan yang mengandung masukan makanan padat
suplemen besi besi. yang mengandung besi,
yang dibuktikan 4. Berikan dosis pemberian obat folat, dan B12
dengan feses yang sesuai dengan advice dokter 3. untuk mendorong anak
berwarna hijau 5. Berikan jus buah atau agar patuh
3. Anak minum obat preparat multivitamin 4. untuk absorpsi maksimum
dengan tepat 6. Anjurkan keluarga untuk 5. karena vitamin C
tidak memberikan konsumsi memudahkan absorpsi
obat bersama susu atau 6. Bahan tersebut akan
antasida menurunkan absorpsi besi
7. Kaji karakteristik feses 7. dosis yang adekuat akan
mengubah feses menjadi
berwarna hijau gelap
2. Diagnosa 2 : Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan umum, penurunan
oksigen ke jaringan

Kriteria Hasil Intervensi Rasional


1. Anak bermain dan 1. Observasi adanya tanda 1. untuk merencanakan
istirahat dengan tenang kerja fisik (takikardi, takipnea, istirahat yang tepat
dan melakukan aktivitas nafas pendek, pusing, 2. untuk mencegah kelelahan
yang sesuai dengan perubahan warna kulit) pada anak serta untuk
kemampuan 2. Antisipasi dan bantu dalam mencegah anak dari rasa
2. Anak tidak aktivitas kehidupan sehari-hari bosan dan menarik diri
menunjukkan adanya diluar batas toleransi anak dan 3. untuk pertukaran udara
kelemahan atau beri aktivitas bermain yang optimal dan untuk
keletihan pengalihan yang meningkatkan meningkatkan oksigen ke
3. Anak menunjukkan istirahat dan tenang jaringan
pernafasan, frekuensi, 3. Pertahankan posisi semi
dan kedalaman normal, fowler dan berikan oksigen
bernafas dengan mudah

3. Diagnosa 3 : Ansietas/takut berhubungan dengan prosedur diagnostic/transfuse

Kriteria Hasil Intervensi Rasional


1. Anak dan keluarga 1. Menyiapkan anak untuk 1. Untuk menghilangkan
menunjukkan ansietas guna dilakukan prosedur ansietas/ rasa takut
yang minimal diagnostic. 2. Untuk meningkatkan
2. Anak dan keluarga 2. Jelaskan tujuan pemberian pemahaman terhadap
menunjukkan komponen darah pada gangguan, tes diagnostic,
pemahaman tentang anak dan pengobatan.
gangguan, tes diagnostic,
dan pengobatan

D. IMPLEMENTASI
Untuk mencapai keriteria hasil, yang pertama kali difokuskan dalam intervensi
keperawatan adalah pemberian edukasi untuk keluarga. Edukasi tersebut termasuk
bagaimana defisiensi anemia, bimbingan diet yang tepat menurut ahli medis dan informasi
yang berhubungan dengan suplemen oral yang diberikan untuk anak. Edukasi ini dapat
membantu keluarga untuk mendidik anak, membantu tenaga medis mengatasi kebutuhan
besi, folat dan B12, perfusi jaringan, dan toleransi aktivitas.

E. EVALUASI
Ikuti dan memantau keluarga yang seharusnya focus dalam evaluasi hasil setelah
anak dilakukan perawatan dan melihat kembali konsep pengajaran yang dibutuhkan.
DAFTAR PUSTAKA
1. Nursalam M.Nurs, dkk, 2005. Asuhan Keperawatan Bayi dan Anak, Salemba
Medika,Jakarta (Hal:124 – 133)
2. J. Hockenberry, David Wilson, Eight Edition. Essentials of Pediatric Nursing, Amerika
(Hal:824)
3. L. Wong, 2003, Edisi 4, Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik, EGC, Jakarta (Hal: 536-
538)
4. Handayani, Andi Sulistyo, Asuhan Keperawatan Pada Klien dengan Gangguan
Hematologi, Salemba Medika, Jakarta