Anda di halaman 1dari 4

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Pokok Bahan : Diet Pasca Bedah


Sub Pokok Bahasan :-
Sasaran : Keluarga Pasien
Waktu : 11 September 2019
Tempat : Gedung Kemuning Lt.3
A. Tujuan Penyuluhan
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan ini keluarga pasien dapat mengetahui diet pasca
bedah
2. Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan tentang diet pasca bedah diharapkan keluarga
pasien dapat :
a. Mengetahui pengertian pasca bedah
b. Mengetahui diet pasca bedah
B. Materi Terlampir
1. Pengertian pasca bedah
2. Diet pasca bedah
C. Kegiatan Penyuluhan
No Kegiatan
Tahapan Waktu
Penyuluhan Peserta
1.Memberikan salam Menanggapi 2 menit
pembuka dan
2.Menjelaskan memperhatikan
tujuan penyuluhan
1 Pembukaan
3.Menyebutkan
materi pokok

1.Memberikan Mendengarkan 20 menit


2 Pemberian materi penyuluhan tentang dan
diet pasca bedah menanggapi
2.Memberikan
kesempatan bertanya
3.Menjawab
pertanyaan
1.Menggali Dapat 5 menit
pengetahuan sasaran memberikan
3 Evaluasi
dengan memberikan jawaban
pertanyaan
Memberi salam 2 menit
4 Penutup
penutup

D. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab
3. Diskusi
E. Alat/media
1. Infocus
2. Pengeras suara
3. Power point
F. Sumber Pustaka
Almatsier dalam Kusumayanti (2014),
Smeltlzer dan Bare,(2002)
Almatsier, (2009)
Supariasa (2002)
Moore dalam Rusjianto, (2009)
G. Evaluasi
1. Prosedur : pre-post test
2. Jenis tes : pertanyaan secara lisan
H. Materi
Diet pasca operasi adalah makanan yang diberikan kepada pasien setelah menjalani
pembedahan. Pengaturan makanan sesudah pembedahan tergantung pada macam
pembedahan dan jenis penyakit penyerta.
a) Jenis Diet
Biasanya, jenis diet yang diberikan rumah sakit untuk pasien pasca bedah ialah diet
TETP (Tinggi Energi Tinggi Protein). Diet yang disarankan adalah:
1) Mengandung cukup energi, protein, lemak, dan zat-zat gizi
2) Bentuk makanan disesuaikan dengan kemampuan penderita
3) Menghindari makanan yang merangsang (pedas, asam)
4) Suhu makanan lebih baik bersuhu dingin
5) Pembagian porsi makanan sehari diberikan sesuai dengan kemampuan dan kebiasaan
makan penderita.
Jenis Diet dan Indikasi Pemberian:
1. Diet Pasca-Bedah I (DPB I) : Selama enam jam sesudah operasi, makanan yang diberikan
berupa air putih, teh manis, atau cairan lain seperti pada makanan cair jernih.
2. Diet Pasca-Bedah II (DPB II) Makanan diberikan dalam bentuk cair kental, berupa kaldu
jernih, sirup, sari buah, sup, susu, dan puding rata-rata delapan sampai 10 kali sehari selama
pasien tidak tidur.
3. Diet Pasca-Bedah III (DPB III) Makanan yang diberikan berupa makanan saring ditambah
susu dan biskuit. Cairan hendaknya tidak melebihi 2000 ml sehari. Selain itu dapat
memberikan makanan parenteral bila diperlukan. Makanan yang tidak dianjurkan adalah
makanan dengan bumbu tajam dan minuman yang mengandung karbondioksida.
4. Diet Pasca-Bedah IV (DPB IV) Makanan diberikan berupa makanan lunak yang dibagi
dalam tiga kali makanan lengkap dan satu kali makanan selingan.
b) Peranan Zat Gizi Pada Proses Penyembuhan Luka
Tujuan diet pasca operasi adalah untuk mengupayakan agar status gizi pasien segera
kembali normal untuk mempercepat proses penyembuhan dan meningkatkan daya tahan
tubuh pasien, dengan cara sebagai berikut:
a. Memberikan kebutuhan dasar (cairan, energi, protein)
b. Mengganti kehilangan protein, glikogen, zat besi, dan zat gizi lain
c. Memperbaiki ketidakseimbangan elektrolit dan cairan
d. Mencegah dan menghentikan perdarahan
Kebutuhan untuk sebagian vitamin dan mineral meningkat setelah terjadi trauma. Namun
dengan kenaikan kalori yang masuk, maka kebutuhan ini biasanya dapat terpenuhi.
Perkecualian pada 2 zat gizi mikro yang sangat penting pada penyembuhan yaitu mineral Zn
dan vitamin C. Mineral Zn akan meningkatkan kekuatan tegangan (gaya yang diperlukan
untuk memisahkan tepi-tepi) penyembuhan luka sedangkan vitamin C diperlukan untuk
pembentukan kolagen bagi penyembuhan luka yang optimal (Moore dalam Rusjianto, 2009).
Adapula peran penting untuk pasien pasca bedah adalah peran energy, peran protein, dan
peran mineral mikro.
Diet pada fraktur

A. Pengertian
Diit merupakan jumlah makanan yang dibatasi dengan tujuan tertentu

B. Tujuan Diit Pada Penderita Patah Tulang

1. Mempercepat penyembuhan patah tulang


2. Mengimbangi kadar kacium yang diserap kembali dalam keadaan sakit
3. Mencegah terjadinya rapuhnya pada tulang

C. Contoh Makanan Tinggi Kalsium

1. Keju
2. Susu
3. Brokoli kukus
4. Salmon kaleng dengan tulangnya
5. Ikan Teri
6. Sayuran berwarna hijau : bayam, kangkung, daun singkong

D. Aturan
Diit masyarakat Asia antara 300 mg kalsium lebih baik, karena penduduk Asia lebih banyak
gandum yang paling mendasar. Untuk keseimbangan antara konsumsi tinggi calcium dan
tinggi vitamin D lebih baik dengan berolah raga dibawah sinar matahari pagi antara jam
07.00-09.00.

Brunner and Suddart, 2002. Keperawatan Medical Bedah Volume 3.


Alih Bahasa Kencana, H. Y. Jakarta : EGC.
Gopalan. C. Dr., 1994. Nutrition Research In South East Asia, New Delhi.