Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Gallus (ayam) merupakan sub phylum dari verterbrata yang memiliki class Aves.

Gallus digolongkan dalam class Aves (burung) karena memiliki bulu, bersayap,

kelompok hewan verterbrata, dan endotermik atau berdarah panas.

Karakteristik dari Gallus antara lain adalah; tubuh ditutupi oleh bulu,

homoiothermal, alat gerak baagian depan berupa sayap untuk terbang, alat gerak bagian

belakang digunakan untuk berjalan, kaki dipenuhi sisik, pada bagian mulut terdapat paruh

dan gigi, jantung terdiri atas empat ruang yaitu dua atrium dan dua ventrikel, saluran

pernapasan dilengkapi kantung udara dan memiliki syrinx, sisa eksresi berupa semisolid

dan tidak mempunyai kantung kemih, fertilisasi internal, oviduct kanan mengalami

rudimenter dan oviduct kiri mengalami perkembangan

Pencernaan adalah rangkaian penguraian bahan makanan ke dalam zat-zat

makanan dalam saluran pencernaan untuk dapat diserap dan digunakan oleh jaringan-

jaringan tubuh. Pada pencernaan tersangkut suatu perubahan fisik dan kimia dan

dipengaruhi oleh banyak faktor. Proses pencernaan makanan pada ternak ruminansia

relatif lebih komplek dibandingkan proses pencernaan pada jenis ternak lainnya. Alat

pencernaan terdiri atas saluran yang memanjang mulai dari mulut sampai ke usus dan

berakhir di lubang pelepasan atau anus. Ayam memiliki pencernaan yang sederhana.

Oleh sebab itu hanya tersedia tempat yang sempit untuk kehidupan jasad renik dalam

usus yang diperlukan untuk membantu mencerna pakannya.

1
B. Tujuan

1. Untuk mengetahui anatomi dan morfologi dari ayam (Gallus gallus)

2. Untuk mengetahui organ-organ dan sistem pencernaan pada ayam (Gallus

gallus)

C. Manfaat

1. Dapat mengetahui anatomi dan morfologi dari ayam (Gallus gallus)

2. Dapat mengetahui organ-organ dan system pencernaan pada ayam (Gallus

gallus)

2
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Ayam (Gallus sp.)

Ayam peliharaan (Gallus gallus domesticus) adalah unggas yang biasa

dipelihara orang untuk dimanfaatkan untuk keperluan hidup pemeliharanya. Ayam

peliharaan (selanjutnya disingkat "ayam" saja) merupakan keturunan langsung dari salah

satu subspesies ayam hutan yang dikenal sebagai ayam hutan merah (Gallus gallus) atau

ayam bangkiwa (bankiva fowl). Kawin silang antarras ayam telah menghasilkan

ratusan galur unggul atau galur murni dengan bermacam-macam fungsi; yang paling

umum adalah ayam potong (untuk dipotong) dan ayam petelur (untuk diambil telurnya).

Ayam biasa dapat pula dikawin silang dengan kerabat dekatnya, ayam hutan hijau, yang

menghasilkan hibrida mandul yang jantannya dikenal sebagai ayam bekisar.

Dengan populasi lebih dari 24 milyar pada tahun 2003, Firefly's Bird

Encyclopaedia menyatakan ada lebih banyak ayam di dunia ini daripada burung lainnya.

Ayam memasok dua sumber protein dalam pangan: daging ayam dan telur.

Sudut pandang tradisional peternakan ayam dalam domestikasi spesies ini

termaktub dalam Encyclopædia Britannica (2007): "Manusia pertama mendomestikasi

ayam asal India untuk keperluan adu ayam di Asia, Afrika, dan Eropa. Tidak ada

perhatian khusus diberikan ke produksi telur atau daging.

Biologi dan Habitat

Ayam peliharaan berasal dari domestikasiayam hutan merah (ayam

bangkiwa, Gallus gallus) yang hidup di India. Namun demikian, pengujian molekular

3
menunjukkan kemungkinan sumbangan plasma nutfah dari G. sonneratii, karena ayam

hutan merah tidak memiliki sifat kulit warna kuning yang menjadi salah satu ciri ayam

peliharaan.

Ayam menunjukkan perbedaan morfologi di antara kedua

tipe kelamin (dimorfisme seksual). Ayam jantan (jago, rooster) lebih atraktif, berukuran

lebih besar, memiliki jalu panjang, berjengger lebih besar, dan buluekornya panjang

menjuntai. Ayam betina (babon, hen) relatif kecil, berukuran kecil, jalu pendek atau

nyaris tidak kelihatan, berjengger kecil, dan bulu ekor pendek. Perkelaminan ini diatur

oleh sistem hormon. Apabila terjadi gangguan pada fungsi fisiologitubuhnya, ayam

betina dapat berganti kelamin menjadi jantan karena ayam dewasa masih

memiliki ovotestis yang dorman dan sewaktu-waktu dapat aktif. Sebagai hewan

peliharaan, ayam mampu mengikuti ke mana manusia membawanya. Hewan ini sangat

adaptif dan dapat dikatakan bisa hidup di sembarang tempat, asalkan tersedia makanan

baginya. Karena kebanyakan ayam peliharaan sudah kehilangan kemampuan terbang

yang baik, mereka lebih banyak menghabiskan waktu di tanah atau kadang-kadang di

pohon.

Ayam berukuran kecil kadang-kadang dimangsa oleh unggas pemangsa,

seperti elang.

Macam-macamnya

Karena ayam termasuk unggas peliharaan populer dan murah, muncul berbagai

istilah teknis akibat kegiatan penangkaran dan peternakan ayam.

4
Berdasarkan fungsi

Menurut fungsinya, orang mengenal :

 Ayam pedaging atau ayam potong (broiler), untuk dimanfaatkan dagingnya;

 Ayam petelur (layer), untuk dimanfaatkan telurnya;

 Ayam hias atau ayam timangan (pet, klangenan), untuk dilepas di kebun/taman atau

dipelihara dalam kurungan karena kecantikan penampilan atau suaranya (misalnya ayam

katai dan ayam pelung; ayam bekisar dapat pula digolongkan ke sini meskipun bukan

ayam peliharaan sejati);

 Ayam sabung, untuk dijadikan permainan sabung ayam.

Istilah ayam sayur dipakai untuk ayam kampung atau ayam aduan yang selalu

kalah, dan tidak diseleksi khusus sebagai ayam pedaging.

Berdasarkan ras

Di Indonesia dikenal istilah ayam ras dan ayam bukan ras(buras, atau kampung).

Dalam pengertian "ayam ras" menurut istilah itu yang dimaksud sebenarnya

adalah ras yang dikembangkan untuk usaha komersial massal, seperti Leghorn("lehor").

Ke dalam kelompok ayam buras terdapat pula ras lokal ayam yang khas namun tidak

dikembangkan untuk usaha komersial massal. Ayam-ayam ras lokal demikian sekarang

mulai dikembangkan (dimurnikan) sebagai ayam sabung, ayam timangan (pet), atau

untuk acara ritual. Berikut ini adalah ras lokal ayam di Nusantara yang telah

dikembangkan untuk sifat/penampilan tertentu:

5
 Ayam pelung, ras lokal dan unggul dari Priangan (Kabupaten Cianjur) yang memiliki

kokokan yang khas (panjang dan bernada unik), termasuk ayam hias;

 Ayam kedu (termasuk ayam cemani), ras lokal dan mulia dari daerah Kedu dengan ciri

khas warna hitam legam hingga moncong dan dagingnya, termasuk ayam pedaging dan

ayam hias;

 Ayam nunukan, ras lokal dan mulia dari Nunukan, Kaltim, dengan bentuk badan tegap

dan ukuran besar, keturunan ayam aduan, termasuk ayam pedaging dan hias;

Terdapat pula beberapa istilah untuk menyebut penampilan fenotipekhas tertentu

namun sifat itu tidak selalu eksklusif milik ras tertentu, seperti

 Ayam walik(frizzle), ayam dengan bulu yang tidak menutupi badan tetapi tegak berdiri;

 Ayam bali, ayam dengan leher tidak berbulu dan jambul di kepalanya, sekarang mulai

dibiakmurnikan;

 Ayam katai (bantam), istilah umum untuk ayam dengan ukuran kecil (proporsi panjang

kaki dengan ukuran badan lebih kecil daripada ayam "normal"), terdapat berbagai ras

lokal dan ras murni seleksi yang masuk kategori ini;

 Ayam ketawa, ayam (jantan) seleksi dengan suara kokok terputus-putus seperti orang

tertawa, diduga pertama kali sengaja diseleksi di Sulawesi Selatan, tetapi sekarang telah

tersebar di berbagai tempat.

6
BAB III

METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat

Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 25 Juni 2019 di

Jurusan Biologi Universitas Negeri Manado.

B. Prosedur Kerja

1. Gunakan baju Laboratorium

2. Gunakan masker dan sarung tangan

3. Siapkan media untuk pembedahan

4. Letakkan ayam yang sudah dibersihkan bulu-bulunya diatas media

pembedahan

5. Ambil keseluruhan morfologi gambar tubuh ayam

6. Beda ayam menggunakan alat bedah

7. Perhatikan setiap system pencernaan pada ayam

8. Amati dan berikan tanda setiap system pencernaan ayam

C. Alat dan Bahan

1. 1 ekor ayam

2. Wadah untuk pembedahan

3. Alat-alat bedah

4. Baju laboratorium

5. Sarung tangan

6. Masker.

7. Kamera/HP

7
8. ATM

9. Kater

8
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Praktikum

Sistem pencernaan meliputi saluran pencernaan (paruh, mulut, tenggorok,

lambung kelenjar, empedal, usus halus, usus buntu, usus besar, kloaka, anus) dan organ

pencernaan tambahan (hati, pankreas, lien).

Table 1. Ukuran Morfologi Ayam

Bagian Tubuh Ukuran (cm)

Panjang Badan 43

Lebar Badan 25

Panjang Paha – Kaki 23

Panjang Sayap 16

Panjang Leher 14

B. Pembahasan

Pencernaan adalah penguraian bahan makanan ke dalam zat-zat makanan dakam

saluran pencernaan untuk dapat diserap dan digunakan oleh jaringan-jaringan tubuh,

kemudian mengeluarkan sisa makanan tersebut. Secara umum, organ-organ yang terlibat

dalam proses pencernaan makanan pada ayam dikelompokan menjadi dua, yaitu: 1)

tractus digestivus (tractus allimentarius) yaitu saluran pencernaan dapat dipandang sebagai

tabung memanjang yang dimulai dari mulut sampai anus dan 2) organa assesories yaitu

organ yang merupakan organ tambahan dalam proses pencernaan tetapi sangat penting

karena berperan secara tidak langsung dalam membantu proses pencernaan.

9
Adapun organ-organ yang termasuk Tractus Allimentarus, antara lain:

a. Paruh

Paruh berfungsi untuk mematuk dan mengambil makanan didalamya terdapat

kelenjar saliva yang fungsinya untuk melembekkan pakan dan membantu dalam

proses penelanan. mempunyai bentuk runcing dan tersusun atas keratin.

b. Esophagus (kerongkongan)

Esophagus (kerongkongan) merupakan saluran penghubung anatara rongga

mulut dan lambung yang memiliki panjang 13 cm. Didalamnya terdapat lapisan

perototan yang berjalan memanjang di externalnya dan berjan melingkar di

internalnya dan memiliki banyak kelenjar mucus. Penelanan pakan diawali dengan

massuknya bolus pakan ke dalam parynx dan pangkal esophagus gerakan refleks

menelan merupakan gelombang pristaltik yang melibatkan ujung syaraf efferent

dalam otot yag dirangsang oleh kontraksi penelanan yang pada gilirannya

merangasang saraf-saraf efektor untuk memulai kontraksi untuk memulai kontraksi

otot pada dinding yang berdekatan dan menggerakkan lobus pakan ke saluran

berikutnya.

c. Tembolok (ingluvies)

Tembolok (ingluvies) merupakan pembesaran esophagus yang terjaddi kira-

kira dua pertiga dari belakang esophagus sebelum memasuki rongga dada, tembolok

ditandai oleh titik pembaatas antara esophagus oleh bagian atas dan bawah yang

berfungsi sebagai tempat penyimpanan pakan sementara, bentuk pakan pada saluran

ini yakni lunak yang disebabkan oleh air liur dari paruh (mulut). Struktur tembolok

hampir identik dengan dinding esophagus teta[i tidak memiliki kelenjar mucus.

10
Proses perjalanan pakan yang terjadi yaitu tembolok diisi dan dikosongkan melalui

proses gerakan peristaltik esophagus bagian atas menyebabkan bolus makanan turun

yang selanjutnya terus ke proventrikulus dan mulai dicerna atau memasuki tembolok

dan disimpan sementara.

Makanan masuk ke tembolok jika proventrikulus-gizzard kompleks telah terisi.

Biasanya tembolok berkontraksi dengan frekuensi yang teratur jika tembolok

kosong, ini akan terjadi setiap satu atau dua menit. Pergerakan makanan dari

tembolok ke lambung pencernaan adalah koordinasi antara tembolok, esophagus

bagian bawah dan proventriculus yang mempengaruhi kelancaran makanan.

d. Proventriculus (lambung glandular)

Lambung glandular atau proventrikulus adalah tempat proses pencernaan

pertama terjadi. Proses ini dipengaruhi oleh hormone, saraf dan sekresi cairan

gastric. Cairan gastric adalah campuran dari enzim pencernaan, HCl (asam klorida)

dan mucus. HCl akan mengaktifkan enzim pepsinogen dan mucus memperlancar

proses pencernaan itu terjadi. Di proventrikulus ini terjadi proses pencernaan protein

secara kimiawi, Proventriculus memiliki panjang 7 cm.

e. Ventriculus (lambung otot)

Ventriculus (lambung otot) berfungsi dalalm membantu proses penghancuran

pakan, didalamnya terjadi proses aktifitas proteolisis (penguraian protein dengan

menggiling daan dilengkapi dengan pencrernaan hormon lambung. Ventriculus

memiliki otot yang keras dan memiliki lapisan yang tahan lama beraktifitas

menggiling dan menghancurkan menjadi lebih halus, didalamnya juga terdapat

krikil-krikil (Grit) yang fungsinya membantu prose pencernaan pakan. Bentuk

11
Rampela yang lebih berkembang dan besar memberi keuntungan bagi unggas

terutama tipe daging karena organ ini dapat lebih banyak menampung makanan dan

lebih kuat aktifitas mencernannya dan memiliki panjang sekitar 5,5 cm.

f. Usus halus (Intestinum tanue)

Usus halus (Intestinum tanue) berfungsi mengabsorbsi pakan yang telah

berukuran kecil. Usus halus meliputi doudenum, jejenum,dan ileum. Doudenum

dimulai dari gizard dan membentuk suatu lubang terobosan besar dan berakhir

dimana empedu dan duktus pancreas membentuk suatu papilla yang panjangnya 28

cm dan bentuk pakan didalamnya sudah halus sehingga memungkinkan terjadinya

penyerapatan protein, pada akhir doudenum terjadi sekresi cairan empedu yang

berfungsi untuk mengelmusikan lemak menjadi butiraan yang lebih kecil . Jejenum

fungsinya untuk memecah dan menyerap zat-zat pakan karena terdapat berbagai

enzim yang memecah karbohidrat dan protein, jejenum ditentukan berakhir pada

suatu stalk yang rudimenter pada mana sakus kuning telur tersangkut selama

perkembangan embrionik didalamnya juga terdapat berbagai enzim yang memecah

karbohidrat dan protein. memiliki panjang 51 cm. Ileum pada unggas tidak dapat

dibedakan dari jejunum memiliki panjang 75 cm. Usus halus unggas dewasa

panjangnya berkisar 154 cm dan meliputi 50% dari saluran pencernaan.

g. Usus buntu (caecum)

Usus buntu (caecum) didalamnya terjadi sedikit penyerapan serat kasar, usus

buntu memiliki cabang sebelah kanan dan kiri yang masing-masing mempunyai

panjang 16 cm dan 19 cm.

12
h. Usus besar (colon)

Usus besar (colon) meruppakan saluran setelah usus buntu yang fungsinya

menyerap air dan sisa hasil pencernaan dari usus halus dengan panjang 12 cm.

i. Kloaka

Kloaka merupakan ruang bersama yang menghubungkan saluran pencernaan,

saluran urin dan reproduksi sebelum produk-produk dari masing-masing saluran

dikeluarkan ke dunia luar melalui anus.

13
BAB V

KESIMPILAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Sistem pencernaan meliputi saluran pencernaan (paruh, mulut, tenggorok,

lambung kelenjar, empedal, usus halus, usus buntu, usus besar, kloaka, anus) dan organ

pencernaan tambahan (hati, pankreas, lien).

Table 1. Ukuran Morfologi Ayam

Bagian Tubuh Ukuran (cm)

Panjang Badan 43

Lebar Badan 25

Panjang Paha – Kaki 23

Panjang Sayap 16

Panjang Leher 14

B. Saran

Dalam melaksanakan praktikum, hendaknya praktikan harus mengamati dengan

seksama morfologis dan anatomi ayam.

14
DAFTAR PUSTAKA

Risky, 2012. Sistem Pencernaan Unggas. https://www.risky/sistem-pencernaan-pada-ternak-


unggas.html. Diakses 15 Mei 2017.

15
LAMPIRAN

16
17