Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH PYTHON,VARIABEL DAN TIPE DATA

“MATA KULIAH BAHASA PROGRAM”

Disusun oleh
Riris Aprilia Hasnaini 180083000123
S1 SISTEM INFORMASI
Pengertian Python
Python adalah bahasa pemrograman interpretatif multiguna dengan filosofi perancangan yang berfokus
pada tingkat keterbacaan kode. Python diklaim sebagai bahasa yang menggabungkan kapabilitas,
kemampuan, dengan sintaksis kode yang sangat jelas, dan dilengkapi dengan fungsionalitas pustaka
standar yang besar serta komprehensif. Python juga didukung oleh komunitas yang besar.
Python mendukung multi paradigma pemrograman, utamanya; namun tidak dibatasi; pada pemrograman
berorientasi objek, pemrograman imperatif, dan pemrograman fungsional. Salah satu fitur yang tersedia
pada python adalah sebagai bahasa pemrograman dinamis yang dilengkapi dengan manajemen memori
otomatis. Seperti halnya pada bahasa pemrograman dinamis lainnya, python umumnya digunakan
sebagai bahasa skrip meski pada praktiknya penggunaan bahasa ini lebih luas mencakup konteks
pemanfaatan yang umumnya tidak dilakukan dengan menggunakan bahasa skrip. Python dapat digunakan
untuk berbagai keperluan pengembangan perangkat lunak dan dapat berjalan di berbagai platform sistem
operasi.
Saat ini kode python dapat dijalankan di berbagai platform sistem operasi, beberapa di antaranya adalah:

 Linux/Unix
 Windows
 Mac OS X
 Java Virtual Machine
 OS/2
 Amiga
 Palm
 Symbian (untuk produk-produk Nokia)
Python didistribusikan dengan beberapa lisensi yang berbeda dari beberapa versi. Lihat sejarahnya
di Python Copyright. Namun pada prinsipnya Python dapat diperoleh dan dipergunakan secara bebas,
bahkan untuk kepentingan komersial. Lisensi Python tidak bertentangan baik menurut definisi Open
Source maupun General Public License (GPL)
Semua versi python yang dirilis bersifat open source. Dalam sejarahnya, hampir semua rilis python
menggunakan lisensi GFL-compatible. Berikut adalah versi mayor dan minor python berikut tanggal
rilisnya.

 Python 1.0 – Januari 1994


o Python 1.2 – 10 April 1995
o Python 1.3 – 12 Oktober 1995
o Python 1.4 – 25 Oktober 1996
o Python 1.5 – 31 Desember 1997
o Python 1.6 – 5 September 2000
 Python 2.0 – 16 Oktober 2000
o Python 2.1 – 17 April 2001
o Python 2.2 – 21 Desember 2001
o Python 2.3 – 29 Juli 2003
o Python 2.4 – 30 Nopember 2004
o Python 2.5 – 19 September 2006
o Python 2.6 – 1 Oktober 2008
o Python 2.7 – 3 Juli 2010
 Python 3.0 – 3 Desember 2008
o Python 3.1 – 27 Juni 2009
o Python 3.2 – 20 Februari 2011
o Python 3.3 – 29 September 2012
o Python 3.4 – 16 Maret 2014
o Python 3.5 – 13 September 2015
o Python 3.6 – 23 Desember 2016
o Python 3.7 – 27 Juni 2018

Python Versi 2 vs Python Versi 3


 Ada dua versi Python yang beredar saat ini, yaitu versi 2 dan 3.
 Apa perbedaanya?
 Python versi 2 merupakan versi yang banyak digunakan saat ini, baik dilingkungan produksi
dan pengembangan.
 Sementara Python versi 3 adalah pengembangan lanjutan dari versi 2. Python 3 memiliki lebih
banyak fitur dibandingkan Python 2.
 Untuk membuka Python 2 kita hanya menggunakan perintah python saja, sedangkan Python 3
menggunakan perintah python3.

 Mengenal Mode Interaktif Python


Mode interaktif merupakan fasilitas/fitur yang disediakan oleh Python sebagai tempat menulis kode
secara interaktif.Fitur ini dikenal juga dengan Shell, Console, REPL (Read–Eval–Print Loop),
interpreter, dsb.Cara membuka mode interaktif adalah dengan mengetik perintah python pada terminal.
Tanda >>>, artinya python siap menerima perintah.Terdapat juga tanda ... yang berarti secondary
prompt atau sub prompt, biasanya muncul saat membuat blok kode dan menulis perintah tunggal dalam
beberapa baris.

Perintah yang kita tulis langsung dieksekusi dan ditampilkan hasilnya.Inilah mode interaktif, setiap
kode atau perintah yang diketik akan direspon langsung oleh python.Kita bisa memanfaatkan mode
interaktif ini untuk:

 Uji coba suatu fungsi;


 Eksperimen modul tertentu;
 Kalkulator;
 Mencari bantuan tentang fungsi tertentu;
 dll.
Hal yang perlu kita coba adalah mencari bantuan tentang fungsi tertentu, karena akan membantu sekali
dalam mempelajari python.
Ada dua fungsi yang digunakan untuk mencari bantuan:

1. fungsi dir() untuk melihat fungsi apa saja yang tersedia pada sebuah modul;
2. fungsi help() untuk membuka dokumentasi suatu fungsi.
Menulis Skrip Python
Program yang kita tulis dalam mode interaktif tidak akan disimpan. Setelah mode interaktif ditutup,
program akan hilang.
Karena itu, kita harus membuat skrip.
Alur Kerja Pembuatan Program Python

1. Membuat skrip python dengan teks editor.


2. Skrip python diterjemahkan ke dalam kode biner oleh (intepreter) python, sehingga komputer
dapat mengerti arti perintah tersebut.
3. Komputer mengerjakan perintah tersebut.
Pemrograman Python Menggunakan PyCharm
PyCharm merupakan IDE terbaik untuk pemrograman python. PyCharm dibuat oleh JetBrains.
Ada dua versi PyCharm:

1. Versi Profesional (Trial 30 hari) – Memiliki fitur lebih banyak untuk pemrograman python dan
web.
2. Versi Komunitas (Gratis dan opensource) – Fiturnya standar untuk pemrograman python.
Variabel dan Tipe Data Python
Variabel adalah lokasi di memori yang digunakan untuk menyimpan nilai. Pada saat kita membuat sebuah
variabel, kita ‘memesan’ tempat di dalam memori. Tempat tersebut bisa diisi dengan data atau objek, baik
itu bilangan bulat (integer), pecahan (float), karakter (string), dan lain – lain.

Memberi Nilai Variabel


Di python, variabel tidak perlu dideklarasikan secara eksplisit. Deklarasi atau pembuatan variabel terjadi
secara otomatis pada saat kita memberi (menugaskan) suatu nilai ke variabel. Tanda sama dengan ( = )
digunakan untuk memberikan nilai ke variabel.
Operand di sebelah kiri tanda = adalah nama variabel dan di sebelah kanan tanda = adalah nilai yang
disimpan di dalam variabel.

Multi penugasan
Kita bisa memberi nilai ke beberapa variabel secara bersamaan seperti berikut.

x=y=z=3

Pada contoh di atas, kita menciptakan sebuah objek integer, yaitu bilangan 3, dan kemudian kita
menugaskan ketiga variabel untuk menunjuk ke lokasi yang sama yang berisi 3.
Kita juga bisa menugaskan masing – masing variabel ke objek yang berbeda dalam sebaris perintah.
Sebagai contoh:

a, b, c = 1, 3.4, "Umar"
Pada contoh di atas, variabel a diberi nilai 1, b nilai 3.4, dan variabel c diberi nilai “Umar”.

Tipe Data Python


Data yang disimpan di memori memiliki tipe yang berbeda – beda. Misalnya untuk panjang, akan
disimpan dengan tipe bilangan. Nama orang akan disimpan dalam tipe string/karakter. Suhu akan
disimpan dalam bentuk bilangan berkoma. Dan lain sebagainya. Masing – masing tipe data akan memiliki
operasi yang berbeda – beda.
Python memiliki enam tipe data standar atau paling sering digunakan, yaitu:

 Bilangan (Number)
 String
 List
 Tuple
 Set
 Dictionary

Bilangan (Number)
Tipe data bilangan yang umum ada 2 yaitu, integer dan float. Integer adalah bilangan bulat, sedangkan
float adalah bilangan pecahan. Selain itu ada tipe bilangan lain, yaitu bilangan kompleks yaitu bilangan
yang memiliki bagian real dan imajiner. Integer, float, dan kompleks masing-masing di Python diwakili
oleh kelas int, float, dan complex.
Kita bisa menggunakan fungsi type() untuk mengetahui tipe data suatu objek di python.
[/datacamp_hint]
Tipe data integer di Python panjangnya bisa berapa saja. Panjangnya hanya dibatasi oleh besar memori
yang tersedia. Tipe data float akurat sampai 17 angka di belakang koma. Berikut contoh panjang bilangan
menggunakan mode interaktif di IDLE. Perhatikan bagaimana bilangan float terpotong panjangnya.

>>> a = 1234567899999999999999999999
>>> a
1234567899999999999999999999
>>> b = 0.123456789123456789
>>> b
0.12345678912345678
>>> c = 1+4j
>>> c
(1+4j)

String
String adalah satu atau serangkaian karakter yang diletakkan diantara tanda kutip, baik tanda kutip
tunggal ( ‘ ) maupun ganda ( ” ). Huruf, angka, maupun karakter lainnya yang digabung menjadi teks
adalah contoh string.
String adalah tipe data yang anggotanya berurut dan memiliki indeks. Indeks dimulai dari angka 0 bila
dimulai dari depan dan -1 bila diindeks dari belakang. Tiap karakter bisa diakses menggunakan indeksnya
dengan formatnamastring[indeks] . Pada string juga bisa dilakukan slicing atau mengakses sekelompok
substring dengan format namastring[awal:akhir]. Untuk jelasnya bisa diperhatikan contoh berikut.
kalimat = "Nama saya Umar"

print(kalimat) # print string lengkap


print(kalimat[0]) # print karakter pertama
print(kalimat[-1]) # print karakter terakhir
print(kalimat[4:7]) # print dari indeks 4 - 6
print(kalimat[:4]) # print dari indeks 0 - 3

Hasilnya akan muncul seperti berikut:

Nama saya Umar


N
r
aya
Nama

List
List adalah tipe data yang berisi item yang berurut. Seperti halnya tipe data string, tiap item (anggota) list
memiliki indeks sesuai dengan urutannya. Indeks dimulai dari 0 dan bukan dari 1.
List bisa berisi anggota dengan tipe yang sama maupun berbeda. Untuk mendeklarasikan list, digunakan
tanda kurung [ ] dan masing-masing anggotanya dipisahkan oleh tanda koma.

>>> lst = [1, 'dua', 3.0]

Untuk mengakses item dari list caranya adalah dengan memanggil nama list diikuti indeks dari item yang
bersangkutan, yaitu dengan format namalist[index]
Selain itu bisa juga dilakukan pengaksesan terhadap sejumlah item dari indeks ke indeks. Hal ini disebut
slicing. Contohnya sebagai berikut:

Tuple
Tuple adalah jenis data lain yang mirip dengan list. Perbedaannya dengan list adalah anggotanya tidak
bisa diubah (immutable). List bersifat mutable, sedangkan tuple bersifat immutable. Sekali tuple dibuat,
maka isinya tidak bisa dimodifikasi lagi.
Tuple dideklarasikan dengan menggunakan tanda kurung ( ). dan anggotanya dipisahkan oleh tanda
koma. Tuple berguna untuk data yang dimaksudkan tidak diubah isinya. Misalnya tuple komposisi warna
untuk putih adalah (255,255,255).
Seperti halnya list, kita bisa mengakses anggota tuple dengan menggunakan indeksnya.

Set
Set adalah salah satu tipe data di Python yang tidak berurut (unordered). Set memiliki anggota yang unik
(tidak ada duplikasi). Jadi misalnya kalau kita meletakkan dua anggota yang sama di dalam set, maka
otomatis set akan menghilangkan yang salah satunya.
Set bisa digunakan untuk melakukan operasi himpunan matematika seperti gabungan, irisan, selisih, dan
komplemen.
Set dibuat dengan meletakkan anggota – anggotanya di dalam tanda kurung kurawal { }, dipisahkan
menggunakan tanda koma. Kita juga bisa membuat set dari list dengan memasukkan list ke dalam
fungsi set()
Set bisa berisi data campuran, baik integer, float, string, dan lain sebagainya. Akan tetapi set tidak bisa
berisi list, set, dan dictionary.

Dictionary
Dictionary adalah tipe data yang tiap anggotanya terdiri dari pasangan kunci-nilai (key-value). Mirip
dengan kamus dimana ada kata ada arti. Dictionary umumnya dipakai untuk data yang besar dan untuk
mengakses anggota data secara acak. Anggota dictionary tidak memiliki indeks.
Dictionary dideklarasikan dengan menggunakan tanda kurung kurawal { }, dimana anggotanya memiliki
bentuk kunci:nilai atau key:value dan tiap anggota dipisah tanda koma. Kunci dan nilainya bisa memiliki
tipe sembarang.Untuk mengakses nilai dari anggota dictionary, kita menggunakan key-nya.

 disebut objek. Pada dasarnya semua hal di python adalah objek.


 Ada tipe data lain yang umumnya dimiliki oleh bahasa Python, yaitu tipe None. Tipe None adalah sebuah
tipe data spesial yang menunjukkan bahwa nilai/data suatu variabel itu belum/tidak ada (bukan nol, tapi
tidak ada). Pada bahasa pemrograman lain seperti C, atau PHP, tipe data ini disebut null.
 Tipe data string, tuple, dan list masuk ke dalam tipe data yang disebut tipe data berurut /
ordered atausekuensial / sequence. Tipe data dictionary disebut data tidak berurut / unordered.
Daftar Pustaka :
 https://id.wikipedia.org/wiki/Python_(bahasa_pemrograman)
 https://www.pythonindo.com/variabel-dan-tipe-data-python/
 https://www.petanikode.com/python-linux/