Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK

Keramik dan Nanomaterial

Dosen pengampu:
Asiyah Nurrahmajanti, M. Si.

Tanggal Praktikum : 31 Oktober 2018


Tanggal Pengumpulan Laporan : 08 November 2018

Disusun oleh :

Muamar Al Faridzi 1177040044

Kelompok 8

Aditya Fuji Nur Rachmad 1177040004


Ai Restu Hartati 1177040008
Delia Isnaini 1177040018
Hasna Khoirunnisa 1177040032
Sukma A. P. 1157040062

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2018
BAB I
TINJAUAN PUSTAKA

1.1 Tujuan Percobaan :

Adapun tujuan pada praktikum kali ini diantaranya:

1.1.1 Melakukan sintesis pada FeAlO3 dalam campuran Garam Fe dan Garam Al
1.1.2 Melakukan sintesis pada Aluminosilika dalam campuran Alumuniom foil dan
serbuk silica
1.1.3 Melakukan sintesis magnetik dalam campuran Fe2+ dan Fe3+
1.2 Teori dasar :

XRD memberikan data-data difraksi dan kuantisasi intensitas difraksi pada sudut-
sudut dari suatu bahan. Data yang diperoleh dari XRD berupa intensitas difraksi sinar-X
yang terdifraksi dan sudut-sudut 2θ. Tiap pol ayang muncul pada pola XRD mewakili satu
bidang kristal yang memiliki orientasi tertentu. (Widyawati, 2012).Suatu kristal yang
dikenai oleh sinar-X tersebut berupa material (sampel), sehingga intensitas sinar yang
ditransmisikan akan lebih rendah dari intensitas sinar datang. Berkas sinar-X yang
dihamburkan ada yang saling menghilangkan (interferensi destruktif) dan ada juga yang
saling menguatkan (interferensi konstrktif). Interferensi konstruktif ini merupakan
peristiwa difraksi seperti pada Gambar 2.5 (Grant & Suryanayana, 1998).

Proses analisis menggunakan X-ray diffraction (XRD) merupakan salah satu


metoda karakterisasi material yang paling tua dan paling sering digunakan hingga
sekarang. Teknik ini digunakan untuk mengidentifikasi fasa kristalin dalam material
dengan cara menentukan parameter struktur kisi serta untuk mendapatkan ukuran partikel.
Sinar X merupakan radiasi elektromagnetik yang memiliki energi tinggi sekitar 200 eV
sampai 1 MeV. Sinar X dihasilkan oleh interaksi antara berkas elektron eksternal dengan
elektron pada kulit atom. Spektrum sinar X memilki panjang gelombang 10-10 s/d 5-
10 nm, berfrekuensi 1017-1020 Hz dan memiliki energi 103-106 eV. Panjang gelombang
sinar X memiliki orde yang sama dengan jarak antar atom sehingga dapat digunakan
sebagai sumber difraksi kristal. SinarX dihasilkan dari tumbukan elektron berkecepatan
tinggi dengan logam sasaran. Oleh karena itu, suatu tabung sinar X harus mempunyai suatu
sumber elektron, voltase tinggi, dan logam sasaran. Selanjutnya elektron elektron yang
ditumbukan ini mengalami pengurangan kecepatan dengan cepat dan energinya diubah
menjadi foton.
Difraksi Sinar X merupakan teknik yang digunakan dalam karakteristik material
untuk mendapatkan informasi tentang ukuran atom dari material kristal maupun nonkristal.
Difraksi tergantung pada struktur kristal dan panjang gelombangnya. Jika panjang
gelombang jauh lebih dari pada ukuran atom atau konstanta kisi kristal maka tidak akan
terjadi peristiwa difraksi karena sinar akan dipantulkan sedangkan jika panjang
gelombangnya mendekati atau lebih kecil dari ukuran atom atau kristal maka akan terjadi
peristiwa difraksi. Ukuran atom dalam orde angstrom (Å) maka supaya terjadi peristiwa
difraksi maka panjang gelombang dari sinar yang melalui kristal harus dalam orde
angstrom (Å). Prinsip dari alat XRD (X-ray powder diffraction) adalah sinar X yang
dihasilkan dari suatu logam tertentu memiliki panjang gelombang tertentu, sehingga
dengan memfariasi besar sudut pantulan sehingga terjadi pantulan elastis yang dapat
dideteksi. Maka menurut Hukum Bragg jarak antar bidang atom dapat dihitung dengan data
difraksi yang dihasilkan pada besar sudut – sudut tertentu. Prinsip ini di gambarkan dengan
diagram dibawah ini.

Berdasarkan persamaan Bragg, jika seberkas sinar-X di jatuhkan pada sampel


kristal, maka bidang kristal itu akan membiaskan sinar-X yang memiliki panjang
gelombang sama dengan jarak antar kisi dalam kristal tersebut. Sinar yang dibiaskan akan
ditangkap oleh detektor kemudian diterjemahkan sebagai sebuah puncak difraksi. Makin
banyak bidang kristal yang terdapat dalam sampel, makin kuat intensitas pembiasan yang
dihasilkannya. Tiap puncak yang muncul pada pola XRD mewakili satu bidang kristal yang
memiliki orientasi tertentu dalam sumbu tiga dimensi. Puncak-puncak yang didapatkan dari
data pengukuran ini kemudian dicocokkan dengan standar difraksi sinar-X untuk hampir
semua jenis material. Standar ini disebut JCPDS.

Aluminosilikat anorganik polimer juga dikenal sebagai geopolimer. Aluminosilikat


anorganik polimer idealnya terdiri dari struktur amorf, tiga-dimensi akibat
polimerisasi aluminosilikat monomer dalam larutan basa. Alumina (Al2O3) dan silika
(SiO2) adalah dua mineral yang paling banyak dari kerak bumi. Kelas mineral yang
mengandung aluminium oksida dan oksida silikon dikenal dengan sebutan aluminosilikat.
Mineral aluminosilikat terbentuk dari penggantian beberapa ion Si4+ dalam silikat oleh ion
Al3+. Atom aluminium menggantikan atom silikon dalam tetrahedral atau menempati
lubang oktahedral atom oksigen, membuat struktur yang lebih kompleks. Substitusi silikon
tetravalen dengan aluminium trivalen menyebabkan kekurangan muatan yang harus
dikompensasi dengan kation lain seperti H+, Na+, Ca2+, dan sebagainya
Pasir besi (Fe3O4) berukuran nano memiliki sifat ferimagnetik memiliki peluang
aplikasi yang luas. pengaplikasian pasir besi (Fe3O4) yang berukuran partikel nano
merupakan alternative yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri di
bidang elektronik yang dalam perkembangan dan kebutuhannya kian meningkat. Fe3O4
berukuran nano memiliki aplikasi pada bidang industri seperti; keramik, katalis, energy
storage, magnetic data storage, ferofluida, maupun dalam diagnosis medis.

Senyawa magnetik menjadi perhatian orang karena memiliki banyak aplikasi tidak
saja dalam bidang perekaman magnetik tapi juga dalam pengobatan sebagai sistem
pengantar obat dan penginderaan magnetik dalam bidang magnetic resonance imaging.
Dalam bidang industi nanopartikel juga memiliki aplikasi di bidang industri seperti
keramik, katalis, energy sorage, magnetic datastorage dan ferofluida[1]. Untuk aplikasi
tersebut senyawa magnetik disintesis dalam bentuk partikel nano. Senyawa magnetik
memiliki potensi aplikasi tersebut salah satunya adalah Fe3O4 dan 𝛾-Fe2O3. Sintsis material
oksida ini dapat dilakukan dengan sederhana melalui proses hidrolisis dengan
menggunakan garam besi sebagai prekursor. Ion Fe2+ dan Fe3+ dalam air akan mengalami
proses hidrasi dan kemudian akan mengalami proses hidrolisis dan jika proses hidrolisis ini
berlanjut dapat menyebabkan ion Fe2+ dan Fe3+ akan berubah menjadi senyawa oksida
(FeO.xH2O dan Fe2O3.xH2O). Cara sederhana ini disebut juga sebagai metoda kopresipitasi
yang dapat menghasilkan senyawa oksida dalam ukuran nano.

Pembentukan nanopartikel dapat dilakukan dengan cara top down atau bottom up.
Metode top down adalah dengan memecah padatan menjadi partikel-partikel berukuran
nano. Sedangkan metode bottom up adalah menumbuhkan partikel-partikel nano yang
disusun dari prekursor molekular atau ionik. Metode dalam Pembentukan nanopartikel di
antaranya adalah kopresipitasi, sol-gel, mikroemulsi, hidrotermal/solvotermal, cairan
superkritis, sintesis cairan ionik, sintetis biomimetik, menggunakan cetakan (templated
synthesis). Namun, pada percobaan ini digunakan metode kopresipitasi. Nanoteknologi
atau teknologi rekayasa zat adalah pembuatan / penggunaan materi / devais pada
ukuransangat kecil, yakni 1-100 nm . devinisi kedua adalah memahami dan mengontrol
sesuatu pada dimensi 1-100 nm, dimana fenomena2 unik menghasilkan aplikasi baru.
Teknologi nano meliputi pencitraan ,pemodelaan, pengukuran, fabrikasi dan
memanipulasi sesuatu pada skala nano. Fenomena2 unik yangdapat diamati pada
sifat2 magnetik , mekanik, listrik, termal , optik , kimia dan biologi . ketika ukuran butir
bahan magnetik diperkecil hingga skala nano , bahan feromagnetik berubah menjadi
bahansuperparamagnetik . salah satu sifat mekanik bahan adalah kekuatan luluh yaitu
batas maksimumkekuatan suatu bahan sebelum mengalami deformasi plastis (berubah
bentuk). Jika ukuran butir suatulogam atau keramik lebih kecil dari ukuran butir kritis
(<100 nm) , sifat mekanik bahan berubah darikeras menjadi lunak.efek termoelektrik
adalah konversi langsung perbedaan temperatur menjadi bedategangan atau sebaliknya.
Efisiensi efek termoelektrik akan meningkat pada bahan beskala nano.
Partikellogam/semikonduktor berukuran nano memiliki warna emisi
berbeda dibandingkan partikel tersebutdengan ukuran skla mikro.Jadi intinya dengan
nanoteknolgi maka setiap bahan / material akan memungkinkan pengurangan beratdisertai
dengan peningkatan stabilitas dan meningkatkan fungsionalitas.

Metode kopresipitasi merupakan metode sintesis senyawa anorganik berdasarkan


pengendapan lebih dari satu substansi secara bersama-sama ketika melewati titik
jenuhnya. Zat pengendap yang biasanya digunakan adalah hidroksida, karbonat, sulfat dan
oksalat. Ikut sertanya pengotor pada pengendap dapat dibedakan menjadi pengendapan
bersama (ko-presipitasi) dan pengendapan susulan (postpresipitasi). Pada kopresipitasi zat
pengotor mengendap bersama-sama dengan endapan yang diinginkan. Pengendapan
susulan berupa pengendapan zat pengotor setelah seesainya pengendapan zat yang
diinginkan atau terjadi endapan kedua pada permukaan endapan pertama. Pada proses ini
senyawa yang diinginkan mengendap terlebih dahulu kemudian pengotor akan mengendap
selanjutnya.

Reaksi yang terjadi dalam sintesis partikel Fe3O4 adalah :

FeCl2(aq) + FeCl3(aq) + 8 NaOH(aq) Fe3O4(s) + 4 H2O(l) + Na+(aq) + Cl-(aq)

Sedangkan mekanisme pembentukan Fe3O4[3].

Fe2+ + 2OH− →Fe(OH)2

3Fe(OH)2 + 1/2O2 →Fe(OH)2 + 2FeOOH + H2O

Fe(OH)2 + 2FeOOH→Fe3O4 + 2H2O


BAB II
METHODELOGI

2.1 Alat dan Bahan :


2.1.1 Alat

2.1.2 Bahan
2.2 Skema

2.2.1 Sintesis FeAlO3

2.2.2 Sintesis Aluminosilikat


2.2.3 Sintesis Magnetik dan preparasi Nanofluida Magnetik
FeCl3 & FeSO4

2.3 Prosedur Kerja


2.3.1 Sintesis FeAlO3

Garam besi ditimbang sebanyak 0,0689 grm dan garam aluminium sebanyak 0,346,
kduanya dicampurkan didalam gelas kimia dn dilrutkan dengan 12 ml akuades, di aduk
sampai semuanya larut. Larutan tersebut dtambahkan larutan asam sitrat kemudian
dinetralkan dengan larutan amonik. Setelah netral, larutan di evaporasi diatas hot plate
dengan suhu 105 C selma 1 jam. Ge yang terbentuk kemudian diaduk dan langdung
dimasukkan kedalam cawan yang kemudian dipanaskan dalam oven dengan suhu 750 C
selama 2 jam, didinginkan dan di periksa strukturnya dengan XRD.

2.3.2 Sintesis Aluminosilikat

Sampel SiO3 dan aluminium foli ditimbang dengan massa masing masing sampel
0,46746 gram dan 6,75 gram. Kedua sampel tersebut dimasukkan kedalam botol propilena
kemudian ditambahkan 67 ml larutan NaOH, diaduk sampai semuanya larut. Kemudin
larutan tersebut dibagi kedalam 2 bagian
- Bagian I : larutan ditambah larutan probiotik ( yoghurt ) pada suhu 90 C. Endapan
yang terbentuk kemudian disaring, dan dimasukkan kedalam cawan porselen lalu
dipanaskan dalam oven dan ditimbang.
- Bagian II : larutan ditambah akuades, kemudian dikisatkan diatas hotplate pada suhu
100 C. Lalu di panaskan didlam oven

2.3.3 Sintesis Magnetik dan preparasi Nanofluida Magnetik

Sampel FeSO4 ditimbang sebanyak 0,3684 gram, sampel FeCL3 ditimbang


sebanyak 0,3446 gram, msing masing sampel dilarutkan dengan 5 ml akuads, kedua larutan
tersbut dicampurkan dalam labu erlenmeyer. Dimasukkan pengaduk magnet kedalam laruta
tersebut, kemudian larutan di stir sambil ditambahkan larutan amoniak sedikit demi sedikit
sampai larutan menjadi arn hitam dan warna hitam tersebut tidak berubah lagi pada saat
proses dtir. Larutan distir selama 1 jam. Setelah itu diuji magnet. Bagi larutan kedlam 3
bgian .

- Bagian I : larutan di tamabhan aqudes


- Bagian II : partikel FeO3 disaring kemudin dikeringkan dalam oven
- Bagian III : larutan ditambahkan akuades kemudian di sntrifuge dan didispersikan
dalam asam oleat.
BAB III
HASIL PENGAMATAN & PEMBAHASAN

3.1 Data Pengamatan

No Pengujian Pengamatan
1 Sintesis FeAlO3 Pada awal garam FeCl3(0,3446gr) berwarna
jingga dan garam al putih(0,346gr), saat
dicampurkan dan dilarutkan dalam aquadest lar
jingga + asam sitrat (6,3gr) lat tetap jingga, di
netralkan dengan 10ml NH3 25% warna
menjadi hijau, saat dievaporasi lar menjadi gel
berwarna hijau pekat. Pada saat ditanur gel
menjadi abu berwarna merah dan didapat kadar
rendemen nya adalah 0,1328 %
2 Sintesis Aluminosilikat Pada awalnya Alumunium foil kepingan logam
tipis berwarna abu/perak dan silica serbuk halus
berwarna putih. Saat dicampurkan dan ditambah
NaOH campuran menjadi larut berwarna hitam
keabuan, kemudian dibagi 2: Bagian pertama
ditambahkan probiotik lar perlahan” terpisan
menjadi 2fasa, fasa bawah kuning kehijauan dan
fasa atas hitam keabuan. kemudian didiamkan
4x24jam kemudian disaring dan didapat
endapan hitam keabuan lalu dipanaskan selama
2jam pada suhu 750℃. Bagian kedua
ditambahkan aquades sebanyak 10ml kemudian
disaring dan endapanya dipanaskan dipanaskan
selama 2jam pada suhu 750℃. Dari percobaan
ini didapat hasil rendemennya adalah 11, 317 %
3 Sintesis Magnetik dan Pada awalnya FeSO4 keristal hijau kebiruan
preparasi Nanofluida Magnetik (0,3684gr) dan FeCl3 serbuk coklat kejinggaan
(0,3684gr), saat keduanya dicampurkan dan
dilarutkan warna larutan menjadi jingga, saat
ditambahkan NH4OH 25% terbentuk endapan
hitam pekat, saat penambahan 2ml NH4OH
sudah tidak ada perubahan lagi. Saat distirer
selama 1jam warna tetap hitam pekat dan saat
dikeringkan dan didekatkan pada magnet
endapan mendekat kearah magnet membuktikan
bahwa endapan mengandung sifat magnetis
(percobaan berhasil)
3.2 Pembahasan..
Pada sintesis FeAlO3 menggunakan garam Fe dan garam Al dimana keduanya
dicampurkan dan dilarutkan dalam air, pada saat pemanasan hingga kisat akan terbentuk
gel karena disebabkan oleh kadar air yang sedikit dan kekentalan larutan yang tinggi
sehingga terbentuknya gel. Gel ini lah yang menggandung FeAlO3yang kemudian dioven,
pengovenan sendiri dilakukan untuk menghilangkan sisa-sisa air yang terdapat
didalamnya. Kemudian dilakukanya pemanasan dalam tanur bertujuan untuk
menghilangkan senyawa organik atau senyawa lain yang terdapat didalamnya agar didapat
berat murninya saja.

Pada sintesis Aluminosilikat menggunakan alumunium fiol dan serbuk silika


dimana penambahan NaOH bertujuan untuk melarutkan alumunium foil dan silika
menjadi AlSiO3 dimana memiliki fasa solid, pada penambahan lar probiotik bertujuan
untuk memisahkan campuran yang terdapat dengan menggunakan bakteri yang terdapat
dalam lar probiotik dan akan memutuskan rantai ikatan, hal ini memerlukan waktu yang
lama hingga endapan terpisan dengan yang larutan yang lain kemudian disaring.

Pada sintesis partikel Fe3O4 dengan menggunakan garam Fe2+dan garam Fe3+.
Campuran ion logam dengan ion klorida akan membuat ukuran partikel Fe3O4 menjadi
lebih kecil, bila menggunakan anion yang berbeda maka mekanisme reaksi yang terjadi
akan berbeda dan ukuran partikel tidak sesuai dengan yang diharapkan. Perbandingan mol
antara garam Fe2+ dan garam Fe3+ adalah 1:2, apabila perbandingan ini berbeda maka akan
mempengaruhi diameter rata-rata Fe3O4. Pada percobaan ini digunakan pengendap adalah
NH4OH, ketika ditambahkan dengan NH4OH maka terjadi kopresiptasi membentuk
endapan berwarna hitam yang menandakan terbentuknya Fe3O4 .

Fe3O4 bersifat ferimagnetik yaitu bahan yang sangat bersifat magnet. Struktur
magnetik terdiri dari dua magnetik sublatis yang dipisahkan oleh oksigen. Pertukaran
interaksi dimediasi oleh anion oksigen.
Gambar : Spin magnet ioksida ferimagnetik

Fe3O4 memiliki struktur kristal spinel yang setiap sel unit kubik terdiri dari 32
Oksigen dan celah-celahnya ditempati oleh ion Fe2+ dan Fe3+. Delapan ion Fe3+ berada
pada bagian tetrahedral sisanya delapan ion Fe3+ dan Fe2+ berada pada bagian oktahedral.
Setiap unit sel berisi sejumlah ion, satu unit sel terbagi menajadi delapan oktan yang
masing-masing berukuran a/2. Fe3O4 adalah senyawa unik yang dapat menghantarkan
listrik karena terjadi transfer elektron antara Fe2+ dengan Fe3+ di celah oktahedral. Struktur
spinel Fe3O4 dapat terlihat pada gambar dibawah.

Gambar : Struktur Spinel Fe3O4

Senyawa Fe3O4 yang dihasilkan memiliki respon yang kuat terhadap magnet ketika
batang magnet didekatkan. Fe3O4 yang berhasil disintesis berwarna hitam, namun hasil
sintesis lainnya berwarna coklat hal tersebut dikarenakan reaksi belum sempurna yang
menghasilkan Fe2O3. Pada percobaan kelompok kami hasilnya didapat warna hitam pekat.
BAB IV
KESIMPULAN

Ada pun kesimpulan yang dapat diambil pada praktikum kali ini diantaranya:
1. Hasil rendemen pada percobaan FeAlO3 adalah 0,1328 % dari massa yang didapat
0,1732 gram
2. Hasil rendemen pada percobaan Alumonosilikat adalah 11, 317 % dari massa yang
didapat 11, 5665 gram
3. Pada percobaan magnetis, endapan saat ditempelkan dengan magnet menempel
dan endapan yg didapat hitam pekat menandakan pengoksidasian sempurna.
DAFTAR PUSTAKA

H, Iida, K. Takayanagi, T. Nakanishi dan T. Osaka. J. of Colloid and Interface Science,


314, (2007), p. 274

J.H.lI et al, Simple Synthesis and Magnetic Properties of Fe3O4/BaSO4 Multi Core/Shell
Particles,Material Chemistry and Physics 113 (2009), p.140-144

L,Warren dkk.1999. Operasi Teknik Kimia Edisi Keempat Jilid 2.Jakarta: Erlangga.

M, Rahmawati, Sintesis Partikel Magnetik Fe3O4 dengan Metode Presipitasi.


Mulawarman Scientifie, Volume 10, Nomor 2, Oktober 2011 ISSN 1412-498X
FMIPA Universitas Mulawarman, hal. 193-198.

Oxtoby,David W.2003. Prinsip-Prinsip Kimia Modern Edisi Keempat Jilid 2. Jakarta :


Erlangga

Petrucci, Ralph. 1985 . Kimia Dasar. Jakarta : Erlangga

Rio Fernandez, Benny, Sintesis Nano Partikel, Universitas Andalas, 2011.


Saito, Taro. 1996. Kimia Anorganik. Diterjemahkan oleh ismunandar. Tokyo: Iwanami
Shoten Publisher.

Shevla, G. vogel. 1985. Buku Teks Analisi Anorganik Kualitatif Makro dan Semimakro.
Jakarta: PT. Kalman Media Pustaka

Sholihah, L. K, Sintesis dan Karakteristik Partikel Nano Fe3O4 yang Berasal dari Pasir
Besi dan Fe3O4 Bahan Komersial (Aldrich), [Tesis], ITS Library, 2010.

Sugiyarto, Kristian H. 2003. Dasar-Dasar Kimia Anorganik Logam.Yogyakarta:


Universitas Negeri Yogyakarta.

Suhendar, Dede. Dr.Msi. 2013. Modul Praktukum Kimia Anorganik. Bandung: Universitas
Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung.

Sun, J., Zhou, S., Hou, Peng., Weng, J., Li, X. dan Mingyuan. (2007) : Syntesis and

Characterization of Biocompatible Fe3O4 Nanoparticles, J. Biomed. Mater. Res.


Part A, 80: 333-341

Underwood, A.L dan Day R.A. 1996. Analisis Kimia Kuantitatif. Jakarta: Erlangga
LAMPIRAN I

 Perhitungan 𝐴𝑟 𝐴𝑙
= n x 𝑀𝑟 𝐴𝑙(𝑂𝐻)3
27 𝑔/𝑚𝑜𝑙
o Pembuatan larutan = 1 mol x 78 𝑔/𝑚𝑜𝑙
= 0, 346 gram
1. Amoniak 1% 100 mL 3. Massa aluminium Foil
M1V1 = M2V2 M = n x Mr
25% x V1 = 1% x 100 mL = 1 mol x 27 g/mol
V1 = 4 mL = 27 gram
2. NaOH 6 M 100 mL 4. Massa SiO2
𝑛
M=𝑣 M = n x Mr
𝐴𝑟 𝑆𝑖
n= MxV = 1 mol x 𝑀𝑟 𝑆𝑖𝑂2
= 6 M x 0,1 L 28,8 𝑔/𝑚𝑜𝑙
= 1 mol x 60,8
= 0,6 mol
M = n x Mr = 0, 474 gram
= 0,6 mol x 40 g/gram
= 24 gram 5. Massa FeCl3 ke 2
M = n x Mr
𝐴𝑟 𝐹𝑒
o Massa sampel yang dibutuhkan = 2 mol x 𝑀𝑟 𝐹𝑒𝐶𝑙3
𝑔
56
𝑚𝑜𝑙
1. Massa FeCl3 = 2 mol x 162𝑔/𝑚𝑜𝑙
M = n x Mr = 0,689 gram
𝐴𝑟 𝐹𝑒
= n x 𝑀𝑟 𝐹𝑒𝐶𝑙3
𝑔 6. Massa FeSO4
56
𝑔𝑟𝑎𝑚
=1 mol 162,5 𝑔/𝑚𝑜𝑙 M = n x Mr
𝐴𝑟 𝐹𝑒
= 0,3446 gram = 1 mol x 𝑀𝑟 𝐹𝑒𝑆𝑂4
56 𝑔/𝑚𝑜𝑙
= 1 mol x 152 𝑔/𝑚𝑜𝑙
2. Massa Al(OH)3
= 0, 368 gram
M = n x Mr

o Persamaan Reaksi

1. Sintesis FeAlO3

Fe3+ (aq) + Al3+ (aq) + C6H8O7 (s) → FeAlO3


M : 1 mol 1 mol
R : 2,1206 mol 4,43x10-3 mol

S : -1,1206 mol 0,9955 mol

2. Sintesis aluminosilikat

Al3+ (s) + SiO2 (s) → AlSiO3 (aq)


M : 0,25 mol 1 mol
R :0,25 mol 7,78 x 10-3 mol
S: 0 0,9922 mol

3. Sintesis magnetit preparasi nanofluida magnetic

FeSO4 (aq) + FeCl3 (aq) → Fe3O4 (s)

o % rendemen sintesis FeAlO3

𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛
% rendemen = x 100 %
𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑡𝑒𝑜𝑟𝑖𝑡𝑖𝑠

0,1732 𝑔𝑟𝑎𝑚
= 130,4105 𝑔𝑟𝑎𝑚 x 100 %

= 0,1328 %

Gram = n xMr
= 0,9955 mol x 131 g/mol
= 130,4105 gram

o Rendemen sintesis aluminosilikat

11,5665 𝑔𝑟𝑎𝑚
% rendemen = x 100 %
102 ,1966 𝑔𝑟𝑎𝑚
= 11, 317 %

Gram = n x Mr
= 0,9922 mol x 103 g/mol
= 102,1966 gram

Persamaan reaksi
1. Sintesis FeAlO3
Fe3+(aq) + Al3+(aq) + C6H8O7(s) → FeAlO3(s)

2. Sintesis AlumuniumSilika
Al3+(s) + SiO2(s) → AlSiO3

3. Sinstesis Magnetik
Fe(s) → Fe2+ + 2e-
Fe2+ + 2OH- → Fe(OH)2
Fe(OH)2 + ½ O2 → Fe(OH)2 + FeOOH + H2O
Fe(OH)2 + FeOOH → Fe3O4 + H2O
LAMPIRAN II

FeSO4+FeCl Fe + asam Fe + NH4OH Pemanasa Fe menjadi


2 +air sitrat (penetralan) hingga kisat gel

Gel dlm Gel dipanaskan Sampel setelah Sampel Al&Si +


pada oven
cawan ditanur dan Al&Si NH4OH
ditimbang

AlSiO3 + Lar AlSiO3(probioti AlSiO3(probioti AlSiO3 Endapan


probiotik panas k) & AlSiO3(air) k) didiamkan
4 hari
disaring AlSiO3

Endapan AlSiO3 Hasil


dikeringkan FeSO4+FeCl2 Fe + 2ml
pengeringan Penimbangan
NH4OH 25%
Endapan AlSiO3 +air
AlSiO3 dipanaskan

Fe setelah Fe disaring Endapan


di aduk Fe kering
1jam