Anda di halaman 1dari 7

Kanker Jeruk (Xanthomonas campestris pv.

Citri)
Kanker jeruk berasal dari India, Indonesia, atau negara lain di Asia. Gejala dalam
penyakit kanker jeruk mula mula pada daun dan buah terjadi bercak bercak kebasah-basahan,
yang lalu menguning dan ditengahnya terjadi pembentukan gabus berwarna cokelat. Ditengah
tengah kutil ini terdapat celah celah yang menyebabkan terjadinya lubang-lubang seperti
kepundan. Bercak bercak sering bersatu, membentuk bercak bercak besar yang ukurannya
dapat bervariasi.
Penyebab penyakit disebabkan oleh bakteri yang disebut Xanthomonas campestris
pv.citri. Bakteri berbentuk batang, membentuk rantai, berkapsula, tidak berspora, bergerak
dengan satu bulu cambuk poler. Penyakit ini dapat bertahan pada bercak-bercak didaun,
ranting, atau batang.Bakteri dapat bertahan sangat lama dalam kanker-kanker pada jaringan
berkayu.
Kanker jeruk dapat dikendalikan dengan penyemprotan pestisida, penyemprotan
dilakukan tepat sebelum pohon membentuk tunas tunas baru. Penyemprotan hanya perlu
dilakukan pada musim hujan dan dimulai sejak belum terdapat serangan yang berat. (Muller,
1939a)

Tristeza (Citrus Tristeza Virus)


Tristeza adalah suatu penyakit pada jeruk yang disebabkan oleh virus yang tersebar
sangat luas, yang dianggap sebagai penyakit virus yang paling merugikan pada jeruk secara
global (Timmer et al., 2000) Gejala: Menurut Wallace (1956) gejala yang khas pada jeruk
manis yang ditempelkan diatas jeruk masam adalah sebagai berikut: Tanaman layu dengan
mendadak dan seluruh daunnya mongering , Akar akar rambut dan beberapa akar lateral
membusuk. Pada tanaman tua gejala pertama yang tampak adalah berubahnya warna daun
menjadi berwarna perunggu atau kuning, daun gugur demi sedikit dan buah terlalu cepat
menjadi masak.
Penyebab : Semula penyakit diduga disebabkan oleh ketidakcocokan batang atas dan
batang bawah, penyebab penyakitnya adalah virus yang disebut sebagai virus tristeza jeruk
atau Citrus tristeza virus (CTV), virus ini tidak dapat menular secata mekanis. Tidak terdapat
tanda tanda bahwa virus terbawa oleh biji . Virus dapat menular dengan penyambungan dan
penempelan, dan juga dengan tali putri (dodder)

Penyakit tristeza pada jeruk dikelola dengan melakukan usaha-usaha sebagai berikut
1.Penanaman bibit jeruk yang sehat.Bibit dibuat dari mata tunas yang bebas CTV.
2.Eradikasi, dapat dilakukan eradikasi dengan membongkar semua tanaman yang sakit.
Jeruk yang ditanam harus memakai batang atas yang diambil dari pohon yang benar
benar bebas dari penyakit
3. Kombinasi batang bawah dan batang atas
4. Premunisasi. Dibeberapa negara sudah dilakukan premunisasi atau proteksi silang,
dengan menginfeksi tanaman jeruk dengan strain lemah yang kurang merugikan, untuk
melindungi tanaman tersebut dari infeksi strain kuat (Dwiastuti et al., 1995)

Woody Gall
Dalam survey di pusat pusat jeruk di Indonesia woody gall banyak ditemukan
di Jawa Tengah dan Jawa Barat (Roesmiyanto et al., 1985). Gejalanya pada tulang daun
terjadi pembengkakan setempat pada sisi bawahnya. Jika diperhatikan bengkakan ini
tampak menonjol atau berbentuk piala dan mirip dengan bintil. Pada batang, cabang,
atau akar yang berkayu terjadi bintil-bintil. Jika membesar bintil menjadi tidak rata,
permukaan kasar, berwarna lebih muda daripada kulit yang sehat.
Penyebab: Penyakit disebabkan oleh virus yang seluk-beluknya belum
diketahui. Virus dapat menular dengan penempelan, dan oleh kutu kutu daun Toxoptera
citricida, Myzus persicae, dan Aphis gossypii (Cook, 1975). Virus dapat juga menular
dengan perantaraan alat-alat yang dipakai untuk menempel bibit (Roesmiyanto et al.,
1985).
Pengendalian yang dapat dilakukan
1.Pengendalian serangga vector dengan insektisida
2.Pemilihan pohon induk yang bebas virus, yang menghasilkan batang atas yang
sehat
3.Alat alat yang dipakai dalam penempelan didesinfestasi dengan teratur,
misalnya dengan memanaskannya diatas api lilin, seperti yang dianjurkan untuk
pengendalian CVPD.

Embun Tepung (Oidium tingitanium)


Embun tepung yang sering disebut juga dengan penyakit tepung terdapat
didaerah penanama jeruk. Penyakit umum terdapat di Indonesia (Muller,1939)
Gejala: Gejala yang jelas terdapat pada daun-daun tunas-tuns yang masih muda,
yang sedang berkembang dengan cepat. Gejala mudah dikenal karena adanya lapisan
bertepung putih, yang terdirii atas miselium, konidiofor, dan konidium jamur. Pada
daun lapisan bertepung terutama terdapat pada sisi atas. Daun yang terserang berat
menjadi pucat dan segera rontok, sedangkan yang terserang kurang berat mengalami
malformasi.
Penyebab: embun tepung di Asia disebabkan oleh jamur Oidium tingitaninum ,
Penyakit sangat dipengaruhi oleh tinggi tempat. Penyakit mempunyai arti penting di
pegunungan. Umumnya perkembangan embun tepung terjadi selama periode kering
dnegan kelembaban tinggi. Penyakit ini jarang terjadi pada musim kemarau (Nurhadi
dan Whittle, 1988). Pengendalian -Dibawah 400 m dari permukaan laut penyakit dapat
dikendalikan dengan penyerbukan tepung belirang. Sedangkan ditempat yang lebih
tinggi lebih baik dilakukan penyemprotan dengan bubur California. Penyerbukan dan
penyemprotan dilakukan selama masih terdapat daun daun yang muda, penyerbukan
harus dilakukan pada waktu daun masih basah oleh embun sehingga serbuk belirang
dapat melekat pada daun.

1. Woody Gall (Vein Enation)


a. Gejala
Dalam survey di pusat pusat jeruk di Indonesia woody gall banyak ditemukan
di Jawa Tengah dan Jawa Barat (Roesmiyanto et al., 1985). Gejalanya pada tulang
daun terjadi pembengkakan setempat pada sisi bawahnya. Jika diperhatikan
bengkakan ini tampak menonjol atau berbentuk piala dan mirip dengan bintil. Pada
batang, cabang, atau akar yang berkayu terjadi bintil-bintil. Jika membesar bintil
menjadi tidak rata, permukaan kasar, berwarna lebih muda daripada kulit yang
sehat.
b. Penyebab
Penyakit disebabkan oleh virus yang seluk-beluknya belum diketahui. Virus
dapat menular dengan penempelan, dan oleh kutu kutu daun Toxoptera citricida,
Myzus persicae, dan Aphis gossypii (Cook, 1975)

c. Mekanisme
Virus dapat juga menular dengan perantaraan alat-alat yang dipakai untuk
menempel bibit (Roesmiyanto et al., 1985).
Virus dapat menular dengan perantaraan kutu daun T. Citricidus, Aphid gosypii
dan Myzus persicae atau melalui kegiatan perbanyakan. Pembentukan bintil pada
tanaman sakit disebabkan karena jaringan xylem membesar secara luar biasa, akibat
rangsangan luka baik mekanis atau proses tumbuh tanaman. Gejala Woody gall baru
terlihat biasanya setelah tanaman berumur 10 tahun sehingga ada resiko bahwa
patogen sudah menyebar sampai ke mata-tempel.
d. Pengendalian
1.Pengendalian serangga vector dengan insektisida
2.Pemilihan pohon induk yang bebas virus, yang menghasilkan batang atas yang
sehat
3.Alat alat yang dipakai dalam penempelan didesinfestasi dengan teratur, misalnya
dengan memanaskannya diatas api lilin, seperti yang dianjurkan untuk pengendalian
CVPD.

https://www.materibelajar.id/2016/09/pengertian-contoh-hama-dan-penyakit.html
Penyakit pada tanaman
Tanaman dikatakan sakit apabila ada perubahan atau gangguan pada organ-organ
tanaman. Tanaman yang sakit menyebabkan pertumbuhan dan perkembangannya tidak normal.
Penyakit tanaman disebabkan oleh mikroorganisme misalnya jamur, virus, dan bakteri. Selain
itu penyakit tanaman dapat disebabkan karena kekurangan salah satu atau beberapa jenis unsur
hara.

Ciri-ciri tanaman terjangkit penyakit


Berikut ini adalah tanda-tanda tanaman yang terkena (terjangkit) penyakit adalah sebagai
berikut :
1. Layu
Tanaman yang layu karena sakit berbeda dengan yang kekurangan air.
2. Rontok
Bila kerontokan terjadi pada daun, ranting, buah dan bunga secara bersamaan dapat dipastikan
bahwa tanaman tersebut menderita sakit. Penyebabnya dapat terjadi karena parasit, non parasit
atau serangan hama.
3. Perubahan warna
Misalnya daun menjadi berwarna kuning, redup atau hijau pucat dalam jumlah banyak
mengindikasikan bahwa tanaman itu sakit.
4. Daun berlubang
Biasanya diawali oleh bercak berbentuk lingkaran kemudian kering dan terbentuk lubang.
5. Kerdil
Terjadi pada daun, buah atau bagian lainnya.
6. Daun mengeriting.
7. Busuk pada batang, daun atau buah.

Hama adalah semua jenis binatang yang merugikan dan mengganggu tanaman
yang sedang dibudidayakan oleh manusia dan bukan tumbuhan liar yang ada di alam.
Hewan ini bisa menyebabkan kerusakan dan kemudian ada beberapa hewan yang bisa
menyebabkan penyakit tertentu pada tanaman. Jika diklasifikasikan maka hama akan
digolongkan kepada beberapa jenis.

Pengertian Penyakit Tumbuhan

Sedangkan penyakit adalah sebuah kondisi yang mengakibatkan tanaman tidak bisa tumbuh
dengan normal, dikarenakan adanya gangguan pada organ tanaman yang disebabkan oleh
mikroorganisme pengnggu, hama, virus atau kondisi tanah yang kekurangan unsur-unsur yang
dibutuhkan tanaman.
Hama adalah semua jenis binatang yang merugikan dan mengganggu tanaman
yang sedang dibudidayakan oleh manusia dan bukan tumbuhan liar yang ada di alam.
jenis hewan yang biasa merusak tanaman terutama pada bagian akar, batang, dan bagian
penting lainnya sehingga membuat tumbuhan tersebut jika bisa tumbuh dengan baik
atau bisa saja mengalami kematian. Hama memiliki ciri yaitu dapat dilihat langsung
oleh manusia dengan mata telanjang. Selain itu, hama biasanya tergolong hewan seperti
tikus, serangga, ulat, ular, burung, dan hewan perusak tumbuhan lainnya.
Penyakit adalah sesuatu yang mampu menyebabkan gangguan pada tanaman sehingga
tanaman tersebut tidak bisa tumbuh dengan normal atau bisa saja mengalami kematian
perlahan-lahan. Berbeda dengan hama, penyakit sangat sulit dilihat oleh mata telanjang.
Penyakit menjadi penyebab rusaknya tanaman yang paling berbahaya karena tidak dapat
diketahui dengan pasti apakah tanaman tersebut sudah terkena penyakit atau belum.
Penyebab timbulnya suatu penyakit biasanya disebabkan karena adanya virus, bakteri,
serta jamur yang dapat mengifeksi tanaman. Serangan penyakit ini tidak mudah diatasi, hal ini
karena sebuah tanaman dapat diketahui terserang penyakit pada kondisi yang perlahan-lahan
mulai mati. Oleh karena itu, diperlukan pengobatan secara rutin terhadap tumbuhan agar
tumbuhan selalu terhindar dari berbagai jenis penyakit yang dapat membunuhnya.
Penyakit Blendok dapat terjadi apabila ada patogen menyerang cendawan
Botryodiplodia theobromae yang patogenik menyerang tanaman yang rentan, yang
tumbuh pada lingkungan yang sesuai untuk patogen, dan petani kurang intensif
dalam pemeliharaan tanaman.
Untuk mengendalikan penyakit blendok dapat dilakukan langkah langkah
berikut secara terpadu (Graham, 1971; Muller, 1939a; Purseglove, 1969; Toxopeus,
1932):
1. Memakai batang bawah yang tahan terhadap Phytophthora. Dianjurkan agar
penempelan dilakukan pada tinggi 30-45 cm.
2. Air hujan dan air pengairan jangan sampai menggenang disekeliling
pangkal batang tanaman.
3. Mengurangi kelembaban kebun dengan melakukan pemangkasan dan
drainase yang sebaik baiknya.
Jika satu pohon terjangkit, harus diusahakan agar penyakit tidak meluas
dengan memotong bagian yang sakit.