Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH VIRTUAL OFFICE

GOJEK

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

OLEH:

RESTY APRIANI (1761201316)

PRODI MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TANGERANG

2019
Perusahaan Gojek Indonesia

PT.Gojek Indonesia pertama kali didirikan oleh Nadiem Makarim pada tahun 2010.
Gojek adalah perusahaan berjiwa sosial yang memimpin revolusi industri transportasi ojek.
Gojek bermitra dengan para pengendara ojek berpengalaman dan menjadi solusi utama dalam
pengiriman barang, pesan antar makanan, berbelanja maupun berpergian ditengah kemacetan.
Sistem pemesanan pada Gojek melalui aplikasi online yang sudah tersedia Playstore maupun
Apple Store. Untuk pembayaran, Gojek memiliki 2 cara yaitu cash atau cashless yang disebut
dengan go-pay dan dapat digunakan untuk membayar semua jenis layanan pada Gojek.

Di situs resminya disebutkan Go-Jek memberikan layanan jasa kurir (90 minute delivery
anywhere in the city), Jasa transportasi (transparent pricing, free shower cap and masker), Jasa
delivery makanan (delivering your favorite food under 60 minutes in Jabodetabek) dan Jasa
belanja dengan nominal dibawah 1 juta rupiah (shop for food, ticket, medicine, anything under
RP 1.000.000. we`ll pay for it first). Go-Jek dapat dipesan melalui Go-Jek App yang bisa
diunduh melalui Play Store maupun App store. Dengan aplikasi Go-Jek, para pengemudi tidak
perlu menunggu lama pelanggan dan membuang waktu di pangkalan. Aplikasi Go-Jek
melakukan sentralisasi pemesanan dan membagikan ke para pengemudi yang dekat dengan
lokasi Pelanggan (seperti sistem pemesanan Taksi). Hal ini menyebabkan waktu tunggu
pengemudi menjadi sedikit sekali, sehingga para pengemudi Go-Jek lebih efektif dan efisien
dalam melakukan pekerjaannya.
Dalam memberikan layanan, Gojek memanfaatkan teknologi informasi, antara lain :

1.Teknologi End User

 Aplikasi Smartphone Android


 Aplikasi Smartphone IOS

2.Teknologi Database

 Cloud Computing
 Smartphone Storage

3.API (application programming interface)

 Google Maps
 Google Place

E-Commerce Pada PT.Gojek

E-commerce merupakan perdangan elektronik atau yang disebut dengan penyebaran, pembelian,
penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi,
website, maupun jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat membuat segala sesuatu menjadi
lebih mudah dengan menggunakan sistem elektronik.

E-Commerce juga dapat diartikan sebagai suatu proses berbisnis dengan menggunakan teknologi
elektronik yang menghubungkan antara perusahaan, konsumen dan masyarakat dalam bentuk
transaksi elektronik dan pertukaran/penjualan barang, servis, dan informasi secara elektronik
(Munawar, 2009:1).

Secara spesifik, e-commerce adalah dimana dalam satu website menyediakan atau dapat
melakukan transaksi online atau juga bisa suatu cara berbelanja atau berdagang secara online
atau direct selling yang memanfaatkan fasilitas internet dimana terdapat website yang
menyediakan layanan “get and deliver” .

E-commerce pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali banner
elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman website. Menurut Riset
Forrester, perdagangan elektronik menghasilkan penjualan seharga AS$ 12,2 miliar pada tahun
2003.
Adapun beberapa contoh aplikasi umum yang berhubungan dengan e-commerce adalah sebagai
berikut :

 E-mail dan Messaging


 Content Management System
 Database
 Akunting dan sistem keuangan
 Informasi pengiriman dan pemesanan
 Online Shopping
 Conferencing
 Online Banking

E-Commerce sendiri dibagi menjadi tiga tipe, yaitu :

1. Electronic Markets (EMs)

Ems adalah sebuah sarana yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk
melakukan penawaran dalam sebuah segmen pasar.

2. Electronic Data Interchange (EDI)

EDI adalah sarana pertukaran data terstuktur dengan format standar yang telah disetujui oleh
antar organisasi yang melakukan pertukaran yang dilakukan dari satu sistem komputer ke sistem
komputer yang lain dengan menggunakan media elektronik.

3. Internet Commerce

Internet Commerce adalah penggunaan internet yang digunakan untuk bertukar informasi dan
komunikasi untuk suatu bisnis / perdagangan. Kegiatan yang terdapat dalam Internet Commerce
ini biasanya berupa iklan dalam penjualan produk dan jasa.

Gojek mengembangkan satu jenis e-commerce, yaitu Business to Customer yang dilakukan
dengan personal online booking. Fitur e-commerce pada Gojek sangat lengkap jika dibandingkan
dengan fitur e-commerce dari model transportasi lainnya.

Gojek menawarkan e-commerce terpadu yang memungkinkan calon penumpang Gojek untuk
menggunakan jasa kurir, jasa transportasi, jasa delivery makanan maupun jasa belanja. Fitur
Gojek yang menarik adalah penumpang bisa menggunakan Credit Gojek dalam setiap
trasaksinya jadi lebih praktis dan yang tak kalah menarik adalah penumpang dapat memberikan
penilaian (rating) dan saran untuk driver Gojek .
Beberapa menu tersebut terdapat pada layanan Gojek app yaitu :

 Instant Courier Instant

Courier atau jasa pengiriman barang, Gojek bisa dimanfaatkan sebagai pengiriman barang secara
“real time”. Biaya yang dibayar tentu saja sesuai dengan jarak tempuh yang secara otomatis
sudah tertera di aplikasi. Baik dokumen maupun barang bisa diantar. Dengan catatan untuk
barang yang akan dikirimkan tidak boleh melebihi dari pada jarak stang motor dan tinggi
pengemudi. Gojek memberikan penawaran waktu yang cukup cepat untuk pengiriman barang
yaitu 90 menit sampai dimanapun asalkan masih didalam kota.

 Transport

Transport atau jasa transportasi, sesuai dengan namanya Gojek dimanfaatkan sebagai media
transportasi khususnya diwaktu macet dan disaat kesulitan mencari transportasi publik.
Kelebihan pada Gojek adalah pada awal pemesanan kita menentukan dimana keberadaan calon
penumpang dan mementukan tujuan, dan seketika aplikasi memberikan konfirmasi harga yang
harus dibayar oleh calon penumpang.

Dengan fitur ini calon penumpang merasa lebih efisien karena adanya transparansi harga dan
tidak perlu repot melakukan tawar menawar. Pada jasa transportasi ini penumpang mendapat hair
cover dan masker gratis.

 Food Delivery

Food Delivery atau jasa pengiriman makanan, dengan layanan ini kita bisa order makanan di
restoran favorit kita tanpa harus pergi kesana. Tinggal order lalu beritahu saja di aplikasi restoran
yang kita maksud dan menu apa saja yang ingin kita order. Bahkan didalam layanan ini sudah
ada jenis-jenis makanan yang direkomendasikan sehingga memudahkan.

 Shopping

Shopping atau jasa belanja, pada layanan ini Gojek dapat membantu untuk berbelanja di
swalayan dengan detail barang-barang yang dikehendaki. Menariknya biaya akan ditanggung
terlebih dahulu oleh Gojek dan akan diganti ketika sudah sampai ditempat tujuan dengan batas
maksimal Rp 1.000.000.
Fitur yang terdapat pada 4 menu utama pada layanan Gojek App diantaranya :

1. Input Data. Calon penumpang menentukan lokasi penjemputan dan lokasi tujuan
kemudian Gojek akan mengkalkulasi pembayaran. Dan kemudian calon penumpang
memilih cara pembayaran ( cash atau memakai Credit Gojek).
2. Driver On The Way. Setelah melakukan pemesanan, aplikasi akan merespon untuk
mencari supir Go-Jek terdekat dengan lokasi calon penumpangnya. Pada fitur ini, calon
penumpang akan melihat GPS mengenai keberadaan supir Gojek yang akan
menjemputnya bahkan terdapat berapa lama estimasi yang dibutuhkan supir Gojek
sampai dilokasi calon penumpang.
3. SMS & Call. Ketika Supir Gojek belum sampai juga, calon penumpang bisa
memanfaatkan fitur SMS & Call yang telah disediakan oleh Gojek Apps. SMS atau
telepon ketika driver tidak kunjung datang.
4. Driver Review. Untuk fitur ini penumpang dapat memberikan rating dan komentar
mengeni pelayanan yang dilakukan oleh supir GoJek, karena dari rating inilah supir
Gojek akan mendapatkan bonus bulanan. 1.4 Review driver. My Wallet Fitur ini
memudahkan penumpang dalam pembayaran, karena tidak memerlukan uang cash.
Untuk penumpang yang baru pertama kali ingin menggunakan, Go-Jek memberikan kode
voucher senilai Rp. 50.000.untuk pengisian ulang penumpang dapat mentransfer uang
melalui Bank yang sudah ditentukan.
Virtual office PT. Gojek Indonesia

PT. Gojek Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang menggunakan konsep virtual
office. Pola bagaimana Go-jek beroperasi merupakan sebuah bentuk organisasi virtual yang
memiliki ciri-ciri highly centralized dimana para tukang ojek tersebut tentu tidak mengatur
keputusan strategis mengenai Go-jek dan memiliki departementalisasi yang sangat sedikit. Ciri
lain dari organisasi virtual terletak pada outsourcing dimana hanya ada sekumpulan orang saja
yang melakukan pengambilan keputusan secara strategis, dan memberdayakan pihak lain melalui
sebuah mekanisme kerjasama dengan pihak ketiga untuk menjalankan pekerjaan-pekerjaan yang
sifatnya supporting. Contoh, perusahaan kecil yang bekerjasama dengan konsultan komunikasi
untuk menangani semua pekerjaan komunikasi perusahaan, lalu bagian riset dan pengembangan
bekerja sama dengan lembaga lainnya.

Pola yang dilakukan Go-jek ini sangat efektif bagi perusahaan kecil untuk dapat beroperasi
secara maksimal dan meningkatkan daya saing untuk menghadapi korporasi besar. Bukan tidak
mungkin, pola organisasi virtual ini akan menjadi wajah, bagaimana bisnis di masa depan akan
dijalankan.

Kelebihan Virtual office:

Kemunculan virtual office yang masif di beberapa kota besar di Indonesia bukan tanpa sebab.
Pekerja terus mencari perusahaan virtual office karena mereka memiliki beberapa kelebihan
yang terdiri dari:

1. Mengemat Operasional Kantor


Memiliki bangunan kantor sendiri akan membuat perusahaan harus mengeluarkan cukup banyak
biaya operasional. Pertama biaya listrik dan air yang pasti besar kalau jumlah pegawainya
banyak. Dengan virtual office, biaya untuk dua hal ini sudah perlu dipikirkan lagi. Semua sudah
masuk ke dalam biaya sewa yang dipilih oleh perusahaan atau individu.
Selain biaya operasional untuk listrik dan juga air, penyewa tidak perlu memikirkan masalah
koneksi interne nirkabel. Perusahaan virtual office sudah menyediakan koneksi internet untuk
menunjang pekerjaan para penyewanya.
Biaya lain yang tidak perlu dikeluarkan oleh perusahaan saat menyewa virtual office adalah
inventaris seperti meja, kursi, AC, dan peralatan lain seperti mesin fotokopi dan pindai.
Semuanya sudah disediakan dengan lengkap sehingga perusahaan tinggal datang dan bekerja
dengan maksimal.
2. Bisa Berganti-ganti Kantor
Beberapa pengelola virtual officememberikan paket sewa yang bervariasi mulai dari bulanan
hingga tahunan. Kalau perusahaan sudah merasa kerasan berada di sana bisa memperbarui kerja
sama sewa di akhir periode. Namun, kalau ingin suasana baru bisa pindah ke tempat baru yang
sekiranya lebih kondusif.
Perusahaan yang memiliki kantor tetap tidak akan bisa berpindah sesuka hati. Saat pindah,
mereka pun harus mengeluarkan banyak biaya untuk menyewa atau mungkin membangun kantor.
Dengan virtual office, pindah bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja tanpa terikat dengan
masalah biaya.
Kalau perusahaan ingin dekat dengan klien atau tempat-tempat yang strategis, bisa memilih
lokasi virtual office yang berada di tengah kota. Sementara itu, pekerja kreatif yang ingin suasana
aman dan nyaman dalam bekerja bisa ke kawasan pinggiran kota yang tidak terlalu ramai dan
macet.
3. Meningkatkan Gengsi Perusahaan
Tidak bisa dimungkiri lagi kalau memiliki kantor sendiri meningkatkan gengsi dari sebuah
perusahaan. Bahkan, meski perusahaannya hanya kecil, namanya bisa dikenal dengan baik oleh
banyak kolega atau klien yang menggunakan jasanya.
Salah satu paket layanan dari virtual officeseperti yang dilakukan juga oleh Legalo adalah
memberikan alamat perusahaan. Jadi, meski kantornya hanya virtual dan terdiri dari satu ruangan
saja, perusahaan bisa menggunakan alamat itu untuk domisili resminya. Kalau ada keperluan
surat menyurat, pihak pengelola virtual office akan langsung melakukan sortir dan diberikan ke
perusahaan yang tertera.
Jadi, meski hanya menyewa satu ruangan saja, perusahaan penyewa tetap memiliki kantor resmi
yang diakui oleh hukum.
4. Bisa Dijadikan Kantor Pusat
Dewasa ini bekerja tidak harus bertatap muka setiap hari. Sebuah perusahaan bisa merekrut
banyak pegawai tanpa memiliki kantor sama sekali. Semua pegawai bekerja secara remote dan
berkomunikasi secara realtime dengan fasilitas internet. Diskusi kerja bisa dilakukan
dengan video call agar bisa bertatap muka secara virtual.
Dengan virtual office, mau merekrut sebanyak apa pun pegawai tidak masalah. Toh tidak akan
ada biaya operasional yang banyak. Beberapa penyedia virtual officehanya membanderol harga
tahunan sekitar Rp4,5 juta setahun untuk satu ruangan dengan 5-6 kursi. Virtual officebisa
membuat perusahaan berjalan dengan lancar dan mudah.
5. Keuntungan yang Didapatkan Semakin Besar
Masih menyambung poin sebelumnya, virtual office akan membuat perusahaan bebas merekrut
banyak pekerja. Dengan banyak pekerja, berbagai proyek dari klien bisa dikerjakan dengan baik
sehingga keuntungan yang diperolah akan meningkat. Nah, karena bekerjanya tidak memerlukan
operasional yang besar, keuntungan yang didapatkan bisa semakin besar.
Daripada uangnya digunakan untuk operasional lain, akan lebih baik digunakan untuk kemajuan
perusahaan atau menyejahterakan pekerjanya. Dengan cara ini, semua pihak akan mendapatkan
keuntungan sehingga kinerja perusahaan bisa terus meningkat tanpa perlu memiliki lokasi sendiri.
6. Lebih Diminati Klien
Klien yang ada di luar sana memiliki cara pikir dan pandang yang berbeda-beda. Ada yang lebih
menekankan pada hasil ada juga yang menekankan pada impresi pertama. Untuk klien yang
berorientasi pada hasil, perusahaan atau individu tidak perlu kebingungan dengan masalah
tempat kerja agar lebih profesional dan memiliki nilai lebih.
Sementara itu klien yang ingin semuanya tampak sempurna pasti melihat perusahaan dari
alamatnya. Dengan memiliki alamat, mereka akan percaya kalau perusahaan itu nyata dan pasti
bisa bekerja dengan baik. Sementara itu, perusahaan yang tidak memiliki alamat akan dianggap
abal-abal sehingga klien urung melakukan kerja sama.
Virtual office memberikan alamat resmi untuk perusahaan yang menggunakan layanan mereka.
Bahkan arus surat-menyurat juga dilayani sehingga tingkat keprofesionalan sebuah perusahaan
bisa meningkat. Klien yang sedang didekati atau ditawari kerja sama akan susah menolak.
7. Lebih Hemat Waktu
Masalah terpelik bagi pekerja yang berada di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung
adalah kemacetan. Setiap hari, mereka harus berangkat pagi agar bisa datang tepat waktu dan
pulang harus sampai malam karena terjebak macet di jalanan.
Dengan virtual office, pekerja tidak harus datang ke kantor. Mereka bisa bekerja di mana saja.
Asal ada virtual office yang menyediakan coworking space, pekerjaan bisa dilakukan kapan saja
dan di mana saja. Pekerja tidak perlu membuang waktunya di jalanan selama berjam-jam hanya
untuk datang ke kantor.
Kalau perusahaan ingin semua pegawainya datang ke virtual office, mereka bisa memilih lokasi
yang jarang macet. Jadi, pekerja bisa datang tepat waktu dan pulang tanpa perlu berkutat dengan
panasnya angkutan umum.
Nah, dengan waktu luang yang banyak, pekerja bisa memanfaatkannya untuk keluarga. Selama
ini pekerja yang berada di kota besar susah memiliki momen bersama keluarga karena harus
berangkat pagi buta dan pulang terlalu malam, bahkan mendekati pagi.
8. Mendapatkan Banyak Pekerjaan
Bekerja di virtual office juga sangat menguntungkan untuk individu yang bekerja secara
independen. Mereka yang bekerja di sini bisa mendapatkan pekerjaan dari berbagai klien yang
ada di dunia maya. Misal seorang desainer bisa mengerjakan pekerjaannya di sini dengan
nyaman lalu setelah selesai mengirimnya secara langsung ke klien yang berada di luar negeri.
Bekerja di virtual office akan membuat siapa saja bisa mendapatkan penghasilan yang banyak.
Terlebih kalau dalam satu hari bisa mengerjakan pekerjaan dari beberapa klien yang berbeda.
Hanya berbekal laptop dan koneksi internet, seseorang bisa memiliki kantor sendiri.

Kekurangan virtual office:

Meski memiliki banyak kelebihan, virtual office masih memiliki sisi negatif yang harus diterima
oleh penggunaannya. Berikut beberapa kekurangan yang harus diwaspadai.
1. Hubungan dengan Karyawan Kurang Dekat
Para pengguna virtual office biasanya perusahaan yang memiliki banyak pekerja, tapi terhubung
secara virtual. Komunikasi dengan pekerja mungkin terjadi dengan baik di platform yang
digunakan. Namun, percakapan pasti lebih banyak berhubungan dengan perusahaan sehingga
ikatan personalnya kurang.
Kekurangan ini mungkin terlihat biasa, tapi bisa mengganggu pekerjaan kalau ada perselisihan.
Nah, agar hubungan yang kurang dekat ini tidak terjadi, perusahaan mungkin bisa melakukan
pertemuan rutin tatap muka setiap 6 bulan sekali atau kurang dari itu. Saat bertemu, keakraban
bisa dijalin agar pekerja tahu yang mana pemimpinnya, begitu sebaliknya.
2. Kadang Kurang Fokus
Bekerja di virtual office bisa membuat beberapa orang kurang fokus. Pertama, tidak semua orang
bisa bekerja dalam kerumunan terutama di wilayah coworking space. Kedua, ada pekerja yang
butuh ruangan sepi sementara di kantor virtual kerap ramai.
3. Waktu Kerja Kerap Disepelekan
Salah satu masalah terbesar yang kerap disepelekan oleh pekerja yang banyak menghabiskan
waktu di virtual officeadalah jam kerja. Mereka yang menyelesaikan pekerjaan jarak jauh kerap
santai dan merasa waktu tidak perlu dipermasalahkan. Akhirnya ada yang bekerja mulai dari
siang atau bahkan tengah malam.
Untuk pekerjaan freelance dari klien lain mungkin bisa diterapkan metode asal selesai. Namun,
yang bekerja di perusahaan, pekerjaan harus tetap dikerjakan tepat waktu. Meski tidak ada finger
print, bekerja tetap dikerjakan dengan skema waktu normal. Misal jam yang disepakati berjalan
mulai pukul 10.00-18.00, pegawai harus online di jam yang ditentukan.
Bekerja sesuai waktu yang ditentukan akan meminimalisasi kemoloran, kesalahan, dan
kegagalan. Kalau selalu aktif di jam yang ditentukan, komunikasi dan juga arahan bisa berjalan
dengan lancar sehingga apa saja yang dikerjakan bisa selesai tepat waktu dan hasilnya maksimal.
Daftar pustaka

https://tasyakurniablog.wordpress.com/2017/07/16/peranan-sistem-informasi-manajemen-pada-
pt-gojek/

https://www.slideshare.net/jelitawidyastuti/peranan-sistem-informasi-manajemen-pada-gojek

https://legalo.id/2017/10/23/bagaimana-cara-kerja-virtual-office/