Anda di halaman 1dari 6

WAN- XI – TKJ – SMKN 2 KOTA JAMBI – JONI. M.

Kom

1. Pengertian Wide Area Network (WAN)


Wide Area Network (WAN) adalah sebuah jaringan yang memiliki jarak yang sangat luas, karena
radiusnya mencakup sebuah negara dan benua. WAN menggunakan sarana fasilitas transmisi seperti telepon,
kabel bawah laut ataupun satelit. Kecepatan transmisinya beragam dari 2Mbps, 34 Mbps, 45 Mbps, 155 Mbps,
sampai 625 Mbps (atau kadang-kadang lebih).
Pada sebagian besar WAN, komponen yang dipakai dalam berkomunikasi biasanya terdiri dari dua
komponen, yaitu kabel transmisi dan elemen switching. Kabel transmisi berfungsi untuk memindahkan bit-
bit dari suatu komputer ke komputer lainnya, sedangkan elemen switching adalah sebuah komputer khusus
yang digunakan untuk menghubungkan dua buah kabel transmisi atau lebih. Saat data yang dikirimkan
sampai ke kabel penerima, elemen switching harus memilih kabel pengirim untuk meneruskan paket-paket
data tersebut.
Jika dilihat dari fungsinya, sebenarnya WAN tidak jauh berbeda dengan LAN. WAN juga berfungsi sama
seperti LAN mengkoneksikan antar komputer, printer dan juga device lainnya dalam satu jaringan. WAN
pada dasarnya adalah kumpulan LAN yang ada diberbagai lokasi. Dibutuhkan sebuah device untuk
menghubungkan antara LAN dengan WAN dan device tersebut adalah router.

2. Kelebihan dan Kekurangan WAN


Kelebihan WAN
Berbagi informasi/file melalui area yang lebih besar.Semua orang yang ada di jaringan ini dapat
menggunakan data yang sama. Mempunyai sistem jaringan yang besar/luas sehingga mampu menjangkau
Negara, benua, bahkan seluruh dunia. Jika terkoneksi dengan jaringan internet transfer file pada tempat yang
jaraknya jauh bisa di lakukan secara cepat. Dapat berbagi resources dengan koneksi workstations.

Kekurangan WAN
Biaya operasional mahal. Dalam hal settingan/pengaturan jaringan WAN lebih sulit dan rumit, selain itu alat-
alat yang diperlukan juga sangat mahal. Memerlukan Firewall yang baik untuk membatasi pengguna luar
yang masuk dan dapat mengganggu jaringan ini.
Rentan terhadap hacker atau ancaman dari luar lainnya.

Gambar Wide Area Network Thypical Schematic

Infrastruktur Jaringan WAN


Seperti LAN (Local Area Network), terdapat sejumlah perangkat yang melewatkan aliran informasi data
dalam sebuah WAN. Penggabungan perangkat tersebut akan menciptakan infrastruktur WAN. Perangkat-
perangkat tersebut adalah :
a. Router adalah peningkatan kemampuan dari bridge.
b. ATM Switch, Switch ATM menyediakan transfer data berkecepatan tinggi antara LAN dan WAN.
c. Modem and CSU/DSU, Modem mengkonversi sinyal digital dan analog.
d. CSU/DSU (Channel Service Unit/Data Service Unit), mengirim data dalam format digital melalui
jaringan telephone digital.
WAN- XI – TKJ – SMKN 2 KOTA JAMBI – JONI. M.Kom

e. Communication Server adalah server khusus “dial in/out” bagi pengguna untuk dapat melakukan dial
dari lokasi remote sehingga dapat terhubung ke LAN.
f. Multiplexer, sebuah multiplexer mentransmisikan gabungan beberapa sinyal melalui sebuah sirkuit
(circuit).
g. X.25/Frame Relay Switches menghubungkan data lokal/private melalui jaringan data, menggunakan
sinyal digital.

3. Persyaratan untuk membangun jaringan WAN adalah :


➢ Adanya jaringan WAN (Wide Area Network) yang merupakan sistem jaringan yang menghubungkan
antara Autonomous System (AS). Satu AS dapat terdiri dari atas satu jaringan atau lebih. WAN mencakup
daerah geografis yang luas, memungkinkan komunikasi antara dua perangkat yang terpisah dengan jarak
yang sangat jauh.
➢ Adanya router yang merupakan perangkat jaringan yang aktif dan intelegent dan dapat berpartisipasi
dalam manajemen jaringan. Router mengatur jaringan dengan menyediakan kontrol dinamis melalui
sumber daya dan mendukung tugas dan tujuan dari jaringan. Seperti konektifitas, perfomansi yang
reliabel, kontrol manajemen dan fleksibilita.
➢ CSU/DSU merupakan jalur komunikasi membutuhkan sinyal dengn format yang sesuai. Untuk jalur
digital, sebuah Channel Service Unit (CSU) dan Data Service Unit (DSU) dibutuhkan.
➢ Modem merupakan perangkat yang dibutuhkan pada sisi penerima sinyal analog dikembalikan menjadi
sinyal digital atau demudulasi.
➢ Communication server mengkonsentrasikan komunikasi pengguna dail-in dan remote akses ke LAN.
Communication Server juga memiliki beberapa interface analog dan digital serta mampu melayani
beberapa user sekaligus.

4. Spesifikasi jaringan WAN adalah :


➢ Jalur WAN, menyediakan berbagai macam kecepatan data yang diukur dalam satuan kilobits perscond.
➢ Standar WAN, WAN menggunakan OSI layer tetapi hanya fokus pada layer 1 dan layer 2. Standar WAN
pada umumnya menggambarkan baik metode pengiriman layer 1 dan kebutuhan layer 2, termasuk alamat
fisik, aliran data dan enkapsulasi.
➢ Infrastruktur untuk teknologi WAN, dapat beroperasi dengan adanya protokol WAN
➢ Jaringan HYBRID, jaringan yang menghubungkan antara jaringan wired dan jaringan wireless
menggunakan akses point. Untuk menghubungkan jaringan kabel dengan jaringan wireless hubungkan
switch dengan port LAN pada akses point.
➢ Simple Network Management Protocol (SNMP), protokol yang digunakan untuk manajemen jaringan,
seperti memonitor suatu peralatan network, peralatan komputer dan device lain seperti UPSs. Protokol ini
dibutuhkan untuk membantu para administrator jaringan memonitor dan mengawasi jaringan. SNMP
bukanlah perangkat lunak untuk melakukan manajemen jaringan, melainkan protokol ini menjadi basis
pembuatan perangkat lunak manajemen jaringan. Tanpa SNMP, manajemen jaringan harus dilakukan
dengan membuat aplikasi khusus untuk memanajemen jaringan setiap jenis komponen jaringan dari setiap
vendor.

5. Komponen-Komponen dan Peralatan Jaringan Wide Area Network (WAN)


1. Repeater
Repeater adalah suatu peralatan jaringan yang berfungsi untuk memperkuat sinyal yang akan dikirim
agar dapat diteruskan ke komputer lain pada jarak yang jauh.Repeater bekerja pada lapisan physical dan
tidak memiliki suatu tingkat kecerdasan untuk menentukan tujuan akhir sinyal (informasi yang dikirim)
Repeater umumnya digunakan pada topologi bus, dimana sinyal hanya diperkuat dari satu segmen kabel
ke segmen kabel lainnya.
2. Hub
Hub hanya berfungsi untuk memperkuat sinyal dan tidak memiliki kecerdasan untuk menentukan tujuan
akhir informasi yang dikirim. Perbedaannya dengan repeater, hub memiliki sejumlah port sehingga
WAN- XI – TKJ – SMKN 2 KOTA JAMBI – JONI. M.Kom

sering disebut juga multi-port repeater.Pada hub, sinyal yang diterima pada suatu port akan diteruskan
ke semua port yang dimilikinya. Hub umumnya digunakan pada jaringan dengan topologi star.

Gambar Hub

3. Bridge
Jika jumlah komputer bertambah banyak, lalulintas data pada jaringa bertambah padat sehingga dapat
menimbulkan masalah kemacetan jaringan. Untuk mengurangi kemacetan pada jaringan komputer maka
jaringan – jaringan tersebut dibagi-bagi menjadi beberapa segmen jaringan yang lebih kecil.Peralatan
jaringan yang dapat membagi suatu jaringan menjadi dua segmen adalah bridge. Bridge bekerja pada
lapisan data-link sehingga mampu untuk mengenal alamat MAC. Bridge memiliki tabel penterjemah
yang secara otomatis membuat daftar alamat MAC dari komptuer yang berada pada jaringan. Dengan
menggunakan tabel penerjemah ini, bridge meneruskan data yang diterima ke alamat MAC komputer
yang dituju.

Gambar Bridge
4. Switch
Seperti juga bridge, switch juga bekerja pada lapisan data-link, oleh sebab itu sering disebut switch
lapisan kedua (Layer-2 switch). Cara kerja switch sebetulnya mirip dengan bridge, tetapi switch memiliki
sejumlah port sehingga sering disebut multiport bridge.Cara menghubungkan komputer ke switch sangat
mirip dengan cara menghubungkan komputer ke hub. Oleh sebab itu switch dapat digunakan langsung
untuk menggantikan hub. Pada switch, disediakan satu jalur tersendiri untuk setiap port. Hal ini dikatakan
bahwa setiap port pada switch mempunyai collision domain sendiri yang sangat mempercepat
pengiriman data pada jaringan. Inilah merupakan keunggulan switch dibandingkan hub.

Gambar 1.21 Swicth

5. Router
Router memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi dan mampu meneruskan data ke alamat-alamat tujuan
yang berada pada jaringan yang berbeda. Router bekerja pada lapisan network atau lapisan ketiga model
OSI dan meneruskan paket data berdasarkan alamat logika seperti IP address. Router biasanya lebih
banyak digunakan untuk hubungan jaringan WAN. Untuk mempelajari router, Anda memerlukan
pengertian yang mendalam mengenai konsep jaringan TCP/IP.

Gambar 1.22 Router


WAN- XI – TKJ – SMKN 2 KOTA JAMBI – JONI. M.Kom

6. Routing Switch
Routing Switch atau sering disebut switch lapisan ketiga (layer-3 switch) adalah gabungan antara switch
dan router. Sehingga routing switch memiliki semua kemampuan switch ditambah dengan kemampuan
untuk meneruskan paket data berdasarkan alamat logika seperti IP address melalui lapisan ketiga OSI.
Routing switch merupakan peralatan jaringan yang paling canggih saat ini tetapi juga merupakan yang
paling mahal. Seperti halnya router.
7. Switch ATM
Switch ATM menyediakan transfer data berkecepatan tinggi antara LAN dan WAN.
8. Modem (modulator / demodulator)
Modem mengkonversi sinyal digital dan analog. Pada pengirim, modem mengkonversi sinyal digital ke
dalam bentuk yang sesuai dengan teknologi transmisi untuk dilewatkan melalui fasilitas komunikas
analog atau jaringan telepon (public telephone line). Di sisi penerima, modem mengkonversi sinyal ke
format digital kembali.

Gambar Modem

9. CSU/DSU (Channel Service Unit / Data Service Unit)


CSU/DSU sama seperti modem, hanya saja CSU/DSU mengirim data dalam format digital melalui
jaringan telephone digital. CSU/DSU biasanya berupa kotak fisik yang merupakan dua unit yang terpisah
: CSU atau DSU.
10. Multiplexer
Sebuah Multiplexer mentransmisikan gabungan beberapa sinyal melalui sebuah sirkit(circuit).
Multiplexer dapat mentransfer beberapa data secara simultan (terus-menerus),seperti video, sound, text,
dan lain-lain.

11. Communication Server


Communication Server adalah server khusus “dial in/out” bagi pengguna untuk dapatmelakukan dial dari
lokasi remote sehingga dapat terhubung ke LAN.
12. Switch X.25 / Frame Relay
Switch X.25 dan Frame Relay menghubungkan data lokal/private melalui jaringan data, mengunakan
sinyal digital. Unit ini sama dengan switch ATM, tetapi kecepatan transfer datanya lebih rendah
dibanding dengan ATM.
13. Media Transmisi
Kabel yang digunakan pada jaringan komputer ada berbagai macam jenis mulai dari yang penghantarnya
pendek hingga jauh, dari yang penghantarnya lambat hingga cepat. Berikut ini berbagai jenis kabel yang
umum dipakai:
a. Thin Ethernet (Thinnet)
Thin Ethernet atau Thinnet memiliki keunggulan dalam hal biaya yang relatif lebih murah
dibandingkan dengan tipe pengkabelan lain, serta pemasangan komponennya lebih mudah. Panjang
kabel thin coaxial/RG-58 antara 0.5 – 185 m dan maksimum 30 komputer terhubung.
b. Thick Ethernet (Thicknet)
Thick Ethernet atau thicknet, jumlah komputer yang dapat dihubungkan dalam jaringan akan lebih
banyak dan jarak antara komputer dapat diperbesar, tetapi biaya pengadaan pengkabelan ini lebih
mahal serta pemasangannya relatif lebih sulit dibandingkan dengan Thinnet. Pada Thicknet
digunakan transceiver untuk menghubungkan setiap komputer dengan sistem jaringan. Panjang kabel
WAN- XI – TKJ – SMKN 2 KOTA JAMBI – JONI. M.Kom

transceiver maksimum 50 m, panjang kabel Thick Ethernet maksimum 500 m dengan maksimum100
transceiver terhubung.

6. Enkapsulasi WAN
Enkapsulasi merupakan suatu proses yang membuat satu jenis paket data jaringan menjadi jenis data
lainnya. Enkapsulasi terjadi ketika sebuah protocol yang berada pada lapisan yang lebih rendah
menerima data dari protocol yang berada pada lapisan yang lebih tinggi dan meletakkan data yang di
pahami oleh prorocol tersebut.
Enkapsulasi pada WAN ada 2 yaitu :
1. Enkapsulasi HDLC ( High Level Dataling Control )
HDLC adalah protokol lapisan Data Link digunakan untuk membungkus dan mengirimkan paket-
paket di atas link point-to-point. Ini menangani transfer data di full duplex, serta fungsi-fungsi
manajemen link. Sebagai standar OSI, banyak vendor mengimplementasikan protokol HDLC dalam
peralatan.
2. Enkapsulasi PPP ( Point To Point Protocol )
PPP Adalah sebuah protokol enkapsulasi paket jaringan yang banyak digunakan pada wide area
network (WAN). Protokol ini merupakan standar industri yang berjalan pada lapisan data-link
sebagai respons terhadap masalah-masalah yang terjadi pada protokol Serial Line Internet Protocol
(SLIP),

7. Membangun Jaringan WAN


WAN Merupakan jaringan komunikasi data yang secara geografis mencakup area yang sangat
luas, lingkup nasional, regional dan global dan sering menggunakan sarana fasilitas transmisi umum
seperti telepon, kabel bawah laut ataupun satelit. Protokol yang digunakan dalam WAN
Media yang melayani komunikasi WAN adalah termasuk dalam Physical layer dalam 7 OSI
Layer. Data yang lalu-lalang di dalam media WAN tersebut diatur dengan menggunakan seperangkat
aturan yang ada di dalam layer Data link dalam 7 OSI layer.
Seperangkat peraturan atau yang sering disebut dengan istilah protokol ini, mengatur bagaimana
si pengirim dan penerima data dapat menggunakan media WAN tersebut secara teratur. Pembungkusan
data dalam layer Data link ini sering disebut dengan enkapsulasi. Untuk itu, protokol pengatur ini
sangatlah penting ditentukan dalam penggunaan media WAN.
Protokol - Protokol Pengatur Penggunaan Media WAN
a. Point-to-Point protocol (PPP). Protokol PPP adalah merupakan protokol standar yang paling
banyak digunakan untuk membangun koneksi antara router ke router atau antara sebuah host ke
dalam jaringan dalam media WAN Synchronous maupun Asynchronous.
b. Serial Line Internet Protocol (SLIP). SLIP merupakan pendahulu dari PPP yang banyak digunakan
dalam membangun koneksi serial Point-to-Point yang menggunakan protokol komunikasi TCP/IP.
c. High-level Data Link Control (HDLC). Protokol layer data link ini merupakan protokol ciptaan
Cisco System, jadi penggunaan protokol ini hanya ketika sebuah jalur WAN digunakan oleh dua
buah perangkat router Cisco saja. Apabila perangkat selain produk Cisco yang ingin digunakan,
maka protokol yang digunakan adalah PPP yang merupakan protokol standar
d. X.25/LAPB. X.25 merupakan standar buatan organisasi standardisasi ITU-T yang mendefinisikan
cara koneksi antara perangkat
e. DTE (Data Terminal Equipment) dengan DCE (Data Communication Equipment) yang
memungkinkan perangkat-perangkat komputer dapat saling berkomunikasi. Kelebihan dari X.25
adalah kemampuannya untuk mendeteksi error yang sangat tinggi. Maka dari itu, protokol
komunikasi ini banyak digunakan dalam media WAN analog yang tingkat error-nya tinggi.
f. Frame Relay. Frame relay merupakan protokol yang khusus digunakan untuk membuat koneksi
WAN jenis Packet-Switched dengan performa yang tinggi. WAN protokol ini dapat digunakan di
atas berbagai macam interface jaringan. Karena untuk mendukung performanya yang hebat ini,
frame relay membutuhkan media WAN yang berkecepatan tinggi, reliabel, dan bebas dari error.
WAN- XI – TKJ – SMKN 2 KOTA JAMBI – JONI. M.Kom

g. Asynchronous Transfer Mode (ATM). ATM merupakan sebuah protokol standar internasional
untuk jaringan cell relay, di mana berbagai macam servis seperti suara, video, dan data digandeng
bersamaan dengan menggunakan cell-cell yang berukuran tetap. Protokol ATM banyak digunakan
untuk memaksimalkan penggunaan media WAN berkecepatan sangat tinggi seperti Synchronous
Optical Network (SONET).