Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH

PENCEGAHAN DAN PEMADAMAN KEBAKARAN

Disusun Oleh:

KELOMPOK 1

ADEWIDIA
ANGELIN NATASYA TANCARO
FITRIANI M.R.L
RUSLIN A.A KAMUMU
VIVIN OLVIANI NARO’U
VENI ILESTARI
WAHIDIN.N.LAFADA
YUYUN WIDAYANI GIMBO

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN


HUSADA MANDIRI POSO
T.A 2017/2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur patut kita naikan kepda Tuhan Yang Maha Esa atas
rahmatNya kelompok 1 dapat meneylesaikan makalah ini dengan tepat waktu.
Dalam penulisan dan penyusunan makalah ini kami menyadari banyak
kekurangan baik dalam teknis penulisan maupun materi yang kami susun.
Mengingat kemampuan kami yang masih dalam proses pembelajaran. Oleh
karena itu, saran dan kritik yang membangun dari dosen dan rekan-rekan
sekalian sangat dibutuhkan dalam penyempurnaan makalah ini.

Poso, 17 Oktober 2017

Kelompok 1

Pencegahan Dan Pemadaman Kebakaran Page ii


DAFTAR ISI

Kata Pengantar .................................................................................. ii


Daftar Isi............................................................................................ ii
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ...................................................................... 1
B. Tujuan Penulisan ................................................................... 3
C. Ruang Lingkup ...................................................................... 3
BAB II. PEMBAHASAN
A. Manfaat Pencegahan Kebakaran ........................................... 4
B. Hal – Hal Yang Dapat Menimbulkan Kebakaran ................. 4
C. Pengendalian Titik Nyala ...................................................... 5
D. Kebiasaan Yang Dapat Menimbulkan Petaka ....................... 5
E. Klasifikasi Kebakaran ........................................................... 7
F. Sebab-Sebab Kebaaran.......................................................... 7
G. Bahan – Bahan Pemadam Api .............................................. 8
H. Alat-Alat Pemadam Api ........................................................ 10
I. Cara Memadamkan Kebakaran ............................................. 11
BAB III. PENUTUP
A. Kesimpulan ........................................................................... 14
B. Saran ...................................................................................... 14
DAFTAR PUSTAKA ................................................................. 15

Pencegahan Dan Pemadaman Kebakaran Page iii


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kebakaran adalah suatu peristiwa yang terjadi akibat tidak
terkendalinya sumber energi. Siklus ini berisi rangkaian demi rangkaian
panjang peristiwa (event dinamic) yang dimulai dari pra kejadian, kejadian
dan siklusnya serta konsekuensi yang mengiringinya. Kejadian tersebut
akan tercipta apabila kondisi dan beberapa syarat pencetusnya terpenuhi,
utamanya pada saat pra kejadian.
Ada poin-poin yang menjadi persyaratan dasar yang apabila gagal
dilakukan pe–ngendalian akan memicu peristiwanya, kemudian akan
memasuki tahapan tidak terkendali dan sukar dipadamkan. Syarat kondisi
tersebut di antaranya adalah terdapat bahan yang dapat terbakar, misalnya
minyak, gas bumi, kertas, kayu bahkan rumput kering dan sebagainya.
Bilamana bahan yang dapat terbakar tersebut berada dalam kondisi
tertentu dan bertemu pencetusnya maka seketika akan segera
menimbulkan api. Sedangkan pencetus itu sendiri penyebabnya cukup
banyak di antaranya energi petir, api terbuka, listrik bahkan hanya sekedar
percikan bunga api. Penelitian yang terbaru dan mengejutkankan pemantik
kebakaran tersebut juga bisa timbul akibat frekuensi telpon genggam.
Peristiwa munculnya api awal berlanjut menjadi kebakaran besar
hanya butuh waktu dibawah 4 menit atau 10 menit. Ukuran waktu 4 -10
menit tersebut hasil dari suatu pengkajian dan studi pengalaman dimana
tahapan api belum berkembang dan meluas. Setelah lebih dari waktu yang
dimaksud, api akan berkembang menjadi api bertumbuh (growth) dan
menjadi penuh (full steady fire) dengan suhu mencapai 600 derjat Celsius
sampai 1000 derajat Celcius lebih, dimana ini su–dah berada pada tahapan
sulit dipadamkan. Hanya perangkat hidran dan sejenisnya yang dapat
mengurangi dan memadamkan.
Siklus api awal menuju kondisi tidak terkendali ini disebabkan
pada waktu menit menit awal peristiwa kebakaran tersebut, terdapat
serentetan umpan balik yang mempercepat berkembangnya api itu sendiri.

Pencegahan Dan Pemadaman Kebakaran Page 1


Rentetan umpan balik tersebut adalah bertambahnya suhu atau temperatur
yang akan mempercepat penguapan benda cair atau sublimasi benda yang
terbakar dan terhisapnya udara (oksidasi) dan mem–percepat terjadinya
fire point (siklus bersambung). Waktu yang singkat dan peristiwa umpan
balik itulah menjadi faktor penentu percepatan tingkat kobaran api. Bila
tidak dilakukan penanganan secara sistematis akan berakhir tragis dan
menimbulkan kerugian yang luas. Terkadang membawa korban jiwa
manusia.
Kenapa hal tersebut terjadi? Ada beberapa pertanyaan yang
terkadang sulit untuk dijawab secara umum dalam menghadapi waktu
dibawah 4 menit dan hal tersebut menjadi jawaban klasik mengapa dan
kenapa peristiwa kebakaran selalu terjadi tanpa dapat dicegah atau
diminimalisasi kejadiannya. Takdir Tuhanlah, musibahlah atau yang
lebih ekstrem menyalahkan petugas PMK-nya yang bolot dan lelet.
Kebakaran merupakan kejadian yang tidak diinginkan bagi setiap
orang dan kecelakaan yang berakibat fatal. Kebakaran ini dapat
mengakibatkan suatu kerugian yang sangat besar baik kerugian materil
maupun kerugian immateriil. Sebagai contoh kerugian nyawa, harta, dan
terhentinya proses atau jalannya suatu produksi/aktivitas, jika tidak
ditangani dengan segera, maka akan berdampak bagi penghuninya. Jika
terjadi kebakaran orang-orang akan sibuk sendiri, mereka lebih
mengutamakan menyelamatkan barang-barang pribadi daripada
menghentikan sumber bahaya terjadinya kebakaran, hal ini sangat
disayangkan karena dengan keadaan yang seperti ini maka terjadinya
kebakaran akan bertambah besar. Dengan adanya perkembangan dan
kemajuan pembangunan yang semakin pesat, resiko terjadinya kebakaran
semakin meningkat. Penduduk semakin padat, pembangunan gedung-
gedung perkantoran, kawasan perumahan, industry yang semakin
berkembang sehingga menimbulkan kerawanan dan apabila terjadi
kebakaran membutuhkan penanganan secara khusus.

Pencegahan Dan Pemadaman Kebakaran Page 2


B. Tujuan Penulisan
Kamai membuat karya tulis yang berjudul “Pencegahan dan
Pemadaman Kebakaran” supaya kita semua tidak ceroboh lagi terhadap
api, karena sudah banyak di Indonesia terjadi kebakaran. Jadi waspadalah
terhadap api baik itu kecil maupun besar.

C. Ruang Lingkup
kami akan menjelaskan bagaimana caranya pencegahan dan
penanganan kebakaran baik itu sulit maupun susah. Jadi dengan mengikuti
cara-cara tersebut semoga bisa teratasi.

Pencegahan Dan Pemadaman Kebakaran Page 3


BAB II
PEMBAHASAN

Kebakaran adalah suatu reaksi oksidasi eksotermis yang


berlangsung dengan cepat dari suatu bahan bakar yang disertai dengan
timbulnya api/penyalaan.

A. Manfaat Pencegahan Kebakaran


Lingkungan yang aman antara lain aman dari api dan nyaman
adalah idaman setiap orang. Untuk mewujudkan lingkungan yang aman
bahaya kebakaran, setiap orang perlu memiliki pengetahuan tentang api.
Manfaat mengetahui pencegahan dan penanganan bahaya kebakaran
adalah :
1. Dapat menangani peristiwa kebakaran dengan tepat dan cepat.
2. Dapat mengetahui bahan-bahan yang mungkin menimbulkan bahaya
kebakaran.
3. Dapat turut mewujudkan lingkungan yang aman dan nyaman karena
terhindar dari ancaman keselamatan jiwa ataupun harta.
4. Dapat berlatih mengenai cara menangani bahaya kebakaran.

B. Hal – Hal Yang Dapat Menimbulkan Kebakaran


Penyebab bahaya kebakaran yang paling pokok adalah kelalaian-
kelalaian memang bukan suatu yang disengaja, namun akibatnya kadang-
kadang sangat fatal, bahkan dapat menelan korban jiwa.
Sebab kelalaian diantaranya adalah :
1. Kurang mengerti bagaimana mencegah bahaya kebakaran.
2. Kurang berhati-hati dalam menggunakan alat/bahan yang dapat
menimbulkan api.
3. Kurang atau tidak berdisiplin.
Dalam hal seperti itu, usaha pencegahan kebakaran menjadi salah satu
sikap yang terpuji karena tidak saja menyangkut kepentingan diri sendiri,
tetapi juga untuk kepentingan hidup orang banyak

Pencegahan Dan Pemadaman Kebakaran Page 4


C. Pengendalian Titik Nyala

Sumber titik nyala yang paling banyak adalah api terbuka seperti
nyala api kompor, pemanas, lampu minyak, api rokok, api pembakaran
sampah. Api terbuka tersebut bila memang diperlukan harus dijauhkan.
Sumber penyalaan yang lain : benda membara, bunga api, petir, reaksi
eksoterm, timbulnya bara api juga terjadi karena gesekan benda dalam
waktu relatif lama, atau terjadi hubung singkat rangkaian listrik.

D. Kebiasaan Yang Dapat Menimbulkan Petaka


Dalam bab ini akan dibahas berbagai usaha pencegahan kebakaran.
Semua usaha itu merupakan tindakan yang tidak sulit dan tidak
memerlukan biaya besar, tetapi kadang-kadang dianggap remeh dan
tidak dipedulikan.

 Kebiasaan Merokok
1) Jangan dibiasakan membuang puntung rokok yang masih
menyala. Sebelum dibuang, puntung rokok harus sudah
dimatikan.
2) Jangan merokok ditemat yang sudah ada larangan merokok.
3) Jangan merokok di tempat tidur.
4) Jangan merokok di tempat yang diduga ada bahan yang mudah
menyala atau mudah terbakar.
5) Jangan meletakkan puntung rokok yang masih menyala di
asbak atau di tempat lain, misalnya dimeja yang berdekatan
dengan tumpukan kertas atau di dekat jerami yang kering.
 Memasang Obat Nyamuk
1) Jangan memasang obat nyamuk dengan dialasi lipatan kertas
atau karton. Gunakan botol atau kawat/seng sebagai alas obat
nyamuk. Agar terjamin kenyamanannya, alaskan kaleng yang

Pencegahan Dan Pemadaman Kebakaran Page 5


dilubangi, kemudian dimasukkan obat nyamuk yang sudah
terbakar dan tutuplah sampai pakai tutup kaleng yang sudah
dilubangi. Walaupun selimut terjatuh dan kena obat nyamuk
tersebut, pasti tidak akan menimbulkan bahaya kebakaran.
2) Jangan meletakkan obat nyamuk di kolong tempat tidur karena
seprei atau selimut dapat terjatuh dan mungkin sekali terbakar.
3) Letakkan obat nyamuk pada tempat yang tidak mungkin
dijatuhi benda-benda yang mudah terbakar.

 Memasang Lampu Minyak


1) Sebelum memasang lampu minyak, biasakan untuk
membersihkan bagian-bagian lampu dengan sebaik-baiknya
dan betulkan bagian-bagian yang rusak.
2) Pasang lampu gantung dengan jarak yang benar-benar aman
dari langit-langit. Lampu tempel dan lampu duduk tempatkan
di tempat yang tidak mudah terguling. Usahakan agar ada seng
penyekat lampu dengan dinding rumah. Sebaiknya, tiap-tiap
lampu minyak memakai penahan panas yang dipasang di
bagian atas lidah api.
3) Lampu petromaks gantungkan pada tempatnya yang kuat.
4) Jangan nyalakan lampu petromaks yang sudah rusak sehingga
apinya sering berkobar. Kerusakan hendaklah diperbaiki dulu.
Kalau perlu ganti alat yang rusak dengan alat yang baru.
5) Jika Anda akan tidur atau keluar rumah, pastikan bahwa
kondisi lampu aman. Lampu minyak sebaiknya dikecilkan,
sedangkan lampu petromaks hendaklah dipadamkan dulu.
6) Lampu minyak dan petromaks di kios, di rumah dan di warung
harus digunakan berhati-hati karena biasanya bangunannya
kecil dan penuh sesak dengan barang dagangan yang mudah
terbakar. Pemilik kios atau warung harus menyediakan alat

Pencegahan Dan Pemadaman Kebakaran Page 6


pemadam kebakaran, misalnya air satu drum dengan karung
goni serta sekarung pasir.

E. Klasifikasi Kebakaran

Berdasar Permenaker Nomor : 04/MEN/1980 penggolongan atau


pengelompokan jenis kebakaran menurut jenis bahan yang terbakar,
dimaksudkan untuk pemilihan media pemadam kebakaran yang sesuai.
Pengelompokan itu adalah :
1. Kebakaran kelas (tipe) A, yaitu kebakaran bahan padat kecuali
logam, seperti : kertas, kayu, tekstil, plastik, karet, busa dll. yang
sejenis dengan itu.
2. Kebakaran kelas (tipe) B, yaitu kebakaran bahan cair atau gas yang
mudah terbakar, seperti : bensin, aspal,gemuk, minyak, alkohol,
LPG dll. yang sejenis dengan itu.
3. Kebakaran kelas (tipe) C, yaitu kebakaran listrik yang bertegangan
4. Kebakaran kelas (tipe) D, yaitu kebakaran bahan logam, seperti :
aluminium, magnesium, kalium, dll.

Yang sejenis dengan itu:

 jangan mengisi minyak pada waktu kompor menyala


 sumbu kompor jangan ada yang kosong
 jangan meninggalkan kompor yang menyala
 jangan menggunakan steker berlebihan
 sambungan kabel harus sempurna (taati peraturan pln)
 hati-hati menaruh lilin dan obat nyamuk (beri alas yang tidak
mudah terbakar

F. Sebab-Sebab Kebakaran

1. Kebakaran karena sifat kelalaian manusia, seperti : kurangnya


pengertian pengetahuan penanggulangan bahaya kebakaran; kurang
hati menggunakan alat dan bahan yang dapat menimbulkan api;
kurangnya kesadaran pribadi atau tidak disiplin.

Pencegahan Dan Pemadaman Kebakaran Page 7


2. Kebakaran karena peristiwa alam, terutama berkenaan dengan cuaca,
sinar matahari, letusan gunung berapi, gempa bumi, petir, angin dan
topan.
3. Kebakaran karena penyalaan sendiri, sering terjadi pada gudang bahan
kimia di mana bahan bereaksi dengan udara, air dan juga dengan
bahan-bahan lainnya yang mudah meledak atau terbakar.
4. Kebakaran karena kesengajaan untuk tujuan tertentu, misalnya
sabotase, mencari keuntungan ganti rugi klaim asuransi, hilangkan
jejak kejahatan, tujuan taktis pertempuran dengan jalan bumi hangus.

G. Bahan – Bahan Pemadam Api

1. Air
Diantara bahan pemadam yang berfungsi mendinginkan, air adalah
yang terbaik, sebab air mempunyai kemampuan yang sangat besar
sebagai penyerap panas.
a. Pancaran Lurus
Pancaran lurus menggunakan pemadam langsung dan mengarah ke
sumber nyala api. Caranya dengan mengarahkan secara langsung
ke benda yang terbakar atau ke arah pangkal nyala api.
b. Pencaran Pengabut
Pancaran pengabut mempunyai beberapa kegunaan :
I. Mengurangi nyala api secara terus menerus.
Butir-butir air yang dihasilkan pada pengabutan akan cepat
berubah menjadi uap. Jumlah air yang banyak juga
memerlukan panas yang besar.
Jika secara berangsur-angsur kadar panas berkurang,
terjadilah pendinginan dan api akan cepat mengecil.
II. Membuat tabir air.
Tabir air diperlukan untuk mencegah menjalarnya api atau
panas. Misalnya, pengabutan air diarahkan ke benda yang

Pencegahan Dan Pemadaman Kebakaran Page 8


terancam jilatan api atau untuk melindungi petugas
pemadam dari jilatan api atau dari sengatan panas.
III. Mendinginkan ruangan.
Ketika kebakaran, udara panas menjalar dengan cepat ke
segala arah. Pendinginan diperlukan pada tempat yang
dianggap perlu, misalnya ruangan penyimpanan bahan
berbahaya, gudang atau lumbung padi.
2. Busa
Busa adalah bahan pemadam api yang berguna bagi kebakaran karena
minyak dan sebagainya. Busa dihasilkan oleh reaksi kimia.
3. Bahan Pemadam Api CO2
CO2 atau karbon dioksida (campuran bahan kimia yang menghasilkan
gas) adalah bahan pemadam api yang paling baik untuk kebakaran
minyak atau peralatan listrik.
Proses pemadaman dengan CO2 dapat berjalan dengan cepat jika tidak
ada angin atau arus udara sebab setelah dipancarkan, gas CO2 akan
memenuhi ruangan. Karena berat jenisnya lebih besar daripada udara,
CO2 akan turun menyelimuti nyala api. Pemadaman akan terhambat
jika arus udara yang berembus sekitar nyala api. Oleh sebab itu,
pemadam CO2 paling bermanfaat apabila digunakan untuk pemadaman
api di dalam ruangan, yaitu pintu, jendela, dan lubang pertukaran udara
ditutup semua.
a. Keuntungan Bahan Pemadam CO2 :
I. CO2 adalah bahan gas yang tidak dapat mengalirkan
arus listrik dan tidak menyebabkan karat.
II. CO2 dapat disimpan didalam tabung gas yang terbuat
dari besi baja pemadam kebakaran sehingga mudah
disiapkan pada ruangan yang sempit.
III. CO2 yang disimpan di tabung alat pemadam kebakaran
dapat digunakan berkali-kali.

Pencegahan Dan Pemadaman Kebakaran Page 9


IV. CO2 dapat digunakan untuk pemadam api secara
otomatis (pada instansi tetap).
b. Kerugiannya sebagai berikut:
I. Pada konsentrasi tertentu gas CO2 sangat berbahaya
bagi manusia. Sifat fisiknya sebagai gas yang tidak
berwarna dan tidak berbau menyebabkan sulitnya
menentukan keadaan bahaya yang ditimbulkan.
II. CO2 tidak bermanfaat digunakan di ruangan terbuka.
Pada waktu menggunakan CO2 di ruangan tertutup
harus tidak ada orang atau korban yang masih berada di
dalam ruangan itu.
H. Alat-Alat Pemadam Api

1. Alat Pemadam Api Busa


Busa adalah bahan pemadam yang paling tepat digunakan untuk
minyak dan cat. Caranya ialah dengan menyelimuti permukaan minyak
sehingga menghambat reaksinya dengan oksigen (gas pembakar).
Tabung di atas mudah dibawa ke tempat kebakaran. Sampai di
tempat kebakaran, tabung dibalikkan sehingga bagian tutupnya terletak
di bawah. Sambil sedikit dikocok, arahkan penyemprotan ke pangkal
nyala api. Usahakan agar seluruh busa dapat menyelimuti seluruh
permukaan minyak di sekeliling nyala api.
2. Alat Pemadam Api CO2
Alat pemadam api dengan bahan CO2 atau karbon dioksida
digunakan untuk memadamkan kebakaran yang terjadi pada peralatan
mesin atau listrik. Tabung alat pemadamnya berisi gas CO2 yang
berbentuk cair jika dipancarkan CO2 tersebut mengembang menjadi
gas, dan volumenya (isinya) dapat mencapai 450 kali volume tabung.
Jika api sudah dipadamkan, hentikan pancaran dan pasang kembali
pen pengaman. Sesudah itu, tabung dapat disimpan kembali.

Pencegahan Dan Pemadaman Kebakaran Page 10


I. Cara Memadamkan Kebakaran

1. Sistem Pemadaman Kebakaran


Ada tiga sistem pemadaman api, yaitu sistem penguraian,
pendinginan, dan pengurungan (isolasi).
a. Sistem Penguraian
Sistem penguraian adalah sistem pemadaman dengan memisahkan
atau menjauhkan benda yang dapat terbakar.
b. Sistem Pendinginan
Sistem pendinginan adalah sistem pemadaman dengan cara
menurunkan panas. Dalam hal itu, air merupakan bahan pemadam
yang pokok. Contohnya, penyemprotan air pada benda-benda
yang terbakar.
c. Sistem Pengurungan
Sistem pengukuran adalah sistem pemadaman dengan mengurangi
kadar oksigen pada lokasi sekitar benda yang terbakar. Cara ini
disebut juga sistem lokalisasi, yaitu membatasi atau menutup
benda yang terbakar agar tidak bereaksi dengan oksigen.
Contohnya :
1) Menutup benda yang terbakar dengan karung atau handuk
absah oleh air, seperti menutupi kebakaran yang bermula dari
kompor.
2) Menimbuni benda terbakar dengan pasir atau tanah.
3) Menyemprotkan bahan kimia dengan alat pemadam api CO2.
2. Teknik dan Taktik Pemadaman
Agar dapat menguasai teknik pemadaman secara baik, diperlukan :
a. Penguasaan pengetahuan tentang pencegahan dan penanganan
bahaya kebakaran.
b. Penggunaan peralatan dan perlengkapan pemadam dengan cepat
dan benar.
c. Pelatihan baik menghadapi situasi bahaya kebakaran.

Pencegahan Dan Pemadaman Kebakaran Page 11


Jika terjadi kebakaran, misalnya kebakaran rumah, gudang, atau
lumbung padi, masyarakat desa perlu melaksanakan taktik
pemadaman sebagai berikut :
1) Bekerjalah dengan tenang dan tabah.
Ketenangan dan ketabahan sangat diperlukan karena udara
panas dan asap tebal akibat kebakaran pada umumnya
menimbulkan rasa panik.
2) Berani mengambil tindakan yang perlu.
Keberanian sangat diperlukan walaupun harus tetap
memperhatikan keamanan dan keselamatan.
Bekerjalah secara berkelompok dan gotong royong. Selain
menimbulkan kepanikan, udara panas juga menyebabkan orang
cepat lelah.
a. Pengaruh Angin
Kekuatan dan arah angin berembus dapat dipakai sebagai pedoman
dalam menentukan dalam arah menjalarnya api. Usaha pemadaman nyala
api tidak dibenarkan melawan arah angin karena hal itu dapat berbahaya.
Pertama, upaya itu akan terhalang oleh asap.
b. Warna Asap Kebakaran
Benda yang terbakar kadang-kadang tidak dapat dikenali karena terhalang
oleh asap tebal. Akan tetapi, dengan melihat warna asapnya, dapat
diperkirakan jenis bendanya yang terbakar. Misalnya, bilamana warna
asap hitam dan tebal, kemungkinan yang terbakar adalah aspal, karet,
plastik, minyak, atau benda lain yang mengandung minyak.
c. Lokasi Kebakaran
Usaha pemadam harus memperhatikan lokasi kebakaran, misalnya
kebakaran di lokasi. Kampung atau desa yang letak rumahnya saling
berdekatan, terjadi dni perkotaan atau warung. Pada kebakaran besar,
disamping usaha pemadaman pada sumber api, meluas serta menjalarnya
nyala api harus segera dicegah. Jika terpaksa bangunan segera dirobohkan.

Pencegahan Dan Pemadaman Kebakaran Page 12


Dalam hal ini diusahakan agar kerugian harta benda dapat ditekan sekecil
mungkin.
d. Bahaya – Bahaya Lain Yang Mungkin Terjadi
Setiap setiap usaha pemadaman kebakaran harus memperhatikan
faktor keselamatan. Baik keselamatan petugas pemadam sendiri, maupun
keselamatan korban.
Harus diperhitungkan pula bahaya-bahaya lain yang mungkin dapat
menimbulkan jatuhnya korban. Misalnya, apakah ada barang atau bahan
yang dapat menimbulkan gas-gas beracun. Jika ada bahan-bahan
berbahaya tersebut segera diselamatkan lebih dulu.

Pencegahan Dan Pemadaman Kebakaran Page 13


BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Kebakaran adalah suatu reaksi oksidasi eksotermis yang


berlangsung dengan cepat dari suatu bahan bakar yang disertai dengan
timbulnya api/penyalaan. Adapun tindakan yang menimbulkan kebakaran
diantaranya kurangnya pengetahun dalam penanggulangan/pencegahan
kebakaran serta yang paling umum terjadi adalah akibat kelalaian diri
sendiri.
Dalam penanggulangan dan pencegahan kebakaran sangat
diperlukan kesadaran dari diri kita masing-masing. Ada beberapa
kebiasaan buruk yang disertai kelalaian yang dapat menyebabkan
kebakaran yaitu,kebiasaan merokok,memasang lampu minyak dan
memasang obat nyamuk bakar.

B. Saran
Dalam penulisan masih terdapat banyak kekurangan dan kata-kata
yang kurang dipahami oleh karena itu kritik yang membangu dari pembaca
sangat diperlukan untuk lebih menyempurnakan makalah ini.

Pencegahan Dan Pemadaman Kebakaran Page 14


DAFTAR PUSTAKA

Hutabarat, Eddy. 1995. Pencegahan dan Penanganan Kebakaran. Jakarta : Balai


Pustaka.

Pencegahan Dan Pemadaman Kebakaran Page 15