Anda di halaman 1dari 3

strategi pemasaran dan pengujian pemasaran

Strategi pemasaran adalah logika pemasaran, dan berdasarkan itu, unit bisnis diharapkan
untuk mencapai sasaran-sasaran pemasarannya. Strategi pemasaran terdiri dari pengambilan
keputusan tentang biaya pemasaran dari perusahaan, bauran pemasaran, dan alokasi pemasaran.
Strategi pemasaran dapat dinyatakan sebagai dasar tindakan yang mengarah pada kegiatan atau usaha
pemasaran, dari suatu perusahaan, dalam kondisi persaingan dan lingkungan yang selalu berubah agar
dapat mencapai tujuan yang diharapkan.

Strategi pemasaran adalah alat fundamental yang direncanakan untuk mencapai perusahaan dengan
mengembangkan keunggulan bersaing yang berkesinambungan melalui pasar yang dimasuki dan
program pemasaran yang digunakan untuk melayani pasar sasaran tersebut.

Perusahaan Konsultan manajemen Arthur D. Little yang berpusat


di Cambridge, Massachussetts, Amerika Serikat, menggolongkan posisi perusahaan dalam bersaing di
dunia industri sebagai berikut.

1. Dominan. Perusahaan mampu mengendalikan pesaing-pesaing yang lain serta memiliki


banyak pilihan dalam menentukan strategi.

2. Kuat. Perusahaan mampu bertindak bebas tanpa membahayakan posisi jangka panjangnya
walaupun pesaing-pesaing berbuat apa saja yang dikehendaki.

3. Baik. Perusahaan mempunyai kekuatan dalam strategi tertentu serta mempunyai peluang di
atas rata-rata untuk meningkatkan posisinya.

4. Sedang. Prestasi perusahaan cukup memuaskan untuk kelangsungan usahanya, namun sering
kalah dari perusahaan yang dominan dan peluang yang dimiliki untuk meningkatkan
posisinya cenderung rendah.

5. Lemah. Perusahaan tampil tidak memuaskan tetapi memiliki peluang untuk perbaikan. Jika
tidak ingin keluar dari industri solusinya harus mengubah diri berinovasi.

6. Tidak ada harapan. Perusahaan berprestasi dengan sangat tidak memuaskan serta tidak
memiliki peluang perbaikan.

Pengujian pemasaran

1. Strategi Penjualan

Dalam hal strategi Penjualan akan lebih banyak berkaitan dengan Masalah
Distribusi,Penyajian,dan tempat Penjualan. Strategi yang biasanya dianut untuk Pemasaran produk
dengan skala kecil,bersifat home industri,berupa makanan biasanya adalah menganut penjualan
langsung tanpa perantara,hal ini sangat berlainan sekali dengan Produk produk food maupun Produk
non food yang sudah berskala industri menengah atas yang suka atau tidak suka harus menggunakan
jasa Distributor untuk memasarkannya.

Namun demikian guna mengantisipasi penjualan mungkin dapat dilakukan dengan cara cara
baru dimana kita tidak menunggu Konsumen namun justru kita yang mendatanginya. Sebagai Kota
salah satu tujuan Pariwisata Keberadaan dari Produk ayam Goreng Kremesan ini sangat unik, tidak
banyak Produk seperti ini beredar di luar jogja,untuk itu ,pada saat saat High Season saat liburan
mungkin dapat dimanfaatkan sebagai sarana penjualan.
Cara yang kita gunakan adalah dengan pendekatan kepada Tour Leader untuk memasukan
Ayam goreng Kremesan ini dalam menu makanan atau bisa saja ayam Goreng Kremesan ini dijadikan
Oleh oleh buat peserta Tour. Cara lain yang juga dapat kita gunakan dalam melakukan penjualan
adalah dengan mendatangi instansi instansi pemerintah atau swasta untuk melakukan penjualan
lansung,cara ini akan efektif dilakukan pada saat Pegawai pegawai tersebut sehabis gajian.

2. Studi Hasil Penjualan

Untuk melihat apakah penjualan sukses atau gagal hendaknya kita harus memasang target
penjualan.Target penjualan ini bias ditentukan tiap hari,tiap minggu atau tiap bulan. Toleransi untuk
mengukur apakah penjualan kita baik atau tidak dapat dilakukan dengan angka pencapaian dalam
Prosentase,misalnya saja apabila penjualan dibawah 65% maka kita anggap gagal. Namun demikian
pada tahap tahap awal kita tidak boleh memasang target terlalu optimis mengingat produk yang kita
jual ini masih relative baru sehingga belum banyak konsumen yang tahu.

Komersialisasi Produk Baru

Komerlisasi produk berhubungan dengan perencanaan dan pelaksanaan launching strategy


(strategi peluncuran)produk baru ke pasar. Pada prinsipnya, terdapat 3 komponen strategi
peluncuran produk baru, yakni sebagai berikut:

1. Penentuan Timing Introduksi Produk Baru


Timing peluncuran produk baru adalah aspek krusial, baik dari sisi permintaan konsumen
maupun kompetisi. Dalam hal permintaan konsumen, seperti misalnya seasonality (tingkat
musiman) tertentu dalam kategori produk spesifik. Contohnya, penjualan baju koko cenderung
mencapai puncaknya pada saat menjelang Lebaran. Lalu penjualan alat tulis biasanya akan sangat
tinggi pada awal tahun ajaran baru dan menjelang ujian sekolah. Oleh karena itu, sebaiknya
produk baru diperkenalkan kepada publik menjelang periode permintaan puncak berlangsung.
2. Pemilihan Branding Strategy (Strategi Merek)
Persepsi konsumen terhadap produk baru sangat dipengaruhi oleh citra merek. Jika
perusahaan mempunyai nama merek tinggi, maka biaya peluncuran produk baru perusahaan
tersebut cenderung akan lebih rendah. Citra merek bisa menekan persepsi konsumen terhadap
resiko mencoba produk yang bersangkutan. Lagipula, citra merek dapat pula meningkatkan
ekspektasi distributor terhadap kesuksesan item produk baru. Konsekuensinya, upaya pemasaran
yang diperlukan tidak terlalu besar dalm mendorong pencobaan produk dan memperoleh tempat
dirak pajang distributor, dan perusahaan dapat memperluas ekuitas merek yang sudah ada.
Alternatif atas strategi merek yang ada diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Brand extension, yakni memakai nama merek yang sudah mapan dan terkenal untuk
kategori produk baru. Seperti misalnya produk Nike memproduksi topi, pakaian, dan tas.
b. Line extension, yakni memakai nama merek yang sudah mapan dan terkenal untuk
produk baru dalam lini produk atau kategori yang sama. Seperti misalnya mobil BMW
dengan tipe berbeda seperti BMW 500, BMW 300, dan BMW 700.
c. New brand, yaitu memakai nama merek baru untuk produk baru yang diluncurkan.
3. Koordinasi Program-Program Pemasaran
Yaitu koordinasi program-program yang dapat mendukung introduksi produk baru, seperti
promosi, program harga, dan distribusi. Efektivitas koordinasi dan keselarasan diantara program
pemasaran akan menentukan keberhasilan sebuah program peluncuran produk baru.
Isu-isu perencanaan produk baru

1. Perencanaan Produk untuk Jasa


2. Kelompok Kerja Antar Fungsional
3. Globalisasi dan Standarisasi Produk
4. Perhatian Terhadap Lingkungan dan Masalah Etika